Title : True Love ( Sequel Always Smile )

Author : Junmen02

Length : Chapter

Cast : Kim Joonmyeon aka Suho (gs), Oh Sehun aka Sehun, Wu Yifan aka Kris

Other Cast : Do Kyungsoo aka Kyungsoo (gs), Kim Jongin aka Kai, Byun Baekhyun aka Baekhyun (gs), Park Chanyeol aka Chanyeol, Oh Hyun Yu (oc)

Spesial Cast : YUI (soloist Jepang)

Pair : HunHo, KrisHo, KrisBaek, ChanBaek, KaiDO, dll.

Genre : romance, hurt, school life.
Rating : T+

Summary : "Terkadang, rasa kekaguman membuat
kita buta dan mengatakan itu cinta..
Namun, kita tak menyadari jika cinta sejati berada di sekitar kita selama ini..
Bahkan di sisi kita.."-True Love-

Disclaimer : tokoh milik Tuhan dan orangtua masing masing.. Sedangkan alur cerita pemikiran author sendiri..

A/n : sekali lagi cha tegasin jangan jadi silent readers :3 cha cuman butuh review gaes, c'mon T^T

.

.

.

Jam sudah menunjukkan pukul 15.45 KST. Junmyeon segera meraih ponselnya.

Sesudah Jongin menyatakan cinta pada Kyungsoo tadi, Kyungsoo langsung bercerita pada Junmyeon dengan pipi memerah. Sementara Junmyeon menganga lebar mendengar cerita Kyungsoo. Dan satu lagi, sejak saat itu juga Jongin gemar menggoda Kyungsoo. Namun, bukannya Kyungsoo yang marah, malahan Junmyeon yang naik pitam.

"kyung, aku mandi duluan ne?" pinta Junmyeon sambil mengambil handuknya. Kyungsoo mengangguk.

"noona, kau bisa mandi bersamaku" Jongin menaik-turunkan alisnya.

Plak!

Handuk Junmyeon yang bergambar Doraemon tersebut sukses menampar lengan Jongin.

"aw! Noona!" pekik Jongin. Ia melirik Kyungsoo yang tengah tersipu.

"kau sinting!" muka Junmyeon memerah. Ia sangat tidak suka melihat tingkah pervert adiknya.

"sudahlah myeon, lebih baik kau mandi" lerai Kyungsoo.

Tanpa menjawab Junmyeon langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

"noona, mau mandi bersama?" tawar Jongin.

"yak! Aku mendengarnya kim pervert!" teriakan Junmyeon menggema di kamar mandi.

Setelah mereka bertiga—Junmyeon, Jongin dan Kyungsoo sudah siap, mereka segera keluar dari kediaman keluarga Kim. Sambil menunggu yang lainnya datang, Jongin memanaskan mesin mobil terlebih dahulu.

"myeon, kenapa mereka semua belum datang?" tanya Kyungsoo.

"molla.. Tapi sehun memberitahuku kalau ia akan menyusul bersama hyun yu nanti.." jawab Junmyeon.

"jadi, kita tinggal menunggu kris, chanyeol dan baekhyun.." gumam Kyungsoo. Junmyeon mengangguk.

Tak lama kemudian, sosok jangkung datang menghampiri mereka.

"hai, apa aku telat?" tanya Yifan. Junmyeon tersenyum.

"aniya.." Kyungsoo menggeleng.

"syukurlah.." Yifan mengambil tempat disamping Junmyeon.

"kukira kau sibuk" gumam Junmyeon.

"aniya.. Mana mungkin aku menolak princessku, heum?" Yifan mencubit pipi Junmyeon gemas. Sedangkan Junmyeon tersipu.

"woah.. Kalian semakin mesra saja.." tiba tiba Chanyeol datang bersama Baekhyun.

"e-eh? Chanyeol, baekhyun, kalian sudah datang?" Junmyeon beralih pada Chanyeol dan Baekhyun.

"ne.." jawab Baekhyun sambil tersenyum.

"ayo berangkat" ajak Kyungsoo.

"chankamman, bukannya sehun dan hyun yu ikut?" tanya Chanyeol.

"mereka akan menyusul nanti.." jawab Junmyeon.

Mereka pun segera masuk ke dalam mobil. Posisi duduk mereka yakni ; Jongin sebagai pengemudi dan Kyungsoo disampingnya, di bangku tengah ada Junmyeon dan Yifan, dan bangku terakhir diisi oleh Chanyeol dan Baekhyun.

"oppa! Palliwa!" teriak Hyun Yu. Ia menatap Sehun yang tengah mengeluarkan motornya tajam sambil berkacak pinggang.

"aish.. Kau ini.." decak Sehun. Ia segera menyalakan mesin motornya.

"jja.."

Hyun Yu segera naik ke motor Sehun. Pada menit berikutnya mereka sudah tancap gas menuju Lotte World.

Sesampainya di Lotte World, Sehun dan Hyun Yu segera menghampiri yang lainnya.

"eonnie ipar!" pekik Hyun Yu riang sambil menghampiri Junmyeon.

Semua yang mendengar panggilan Hyun Yu pada Junmyeon mengernyit kecuali Sehun. Ia langsung menyenggol lengan Hyun Yu.

"mwoya!" bisik Hyun Yu tajam. Sehun menghela nafas.

"ah, hunnie, hyun yu-ah, kalian sudah datang.." Junmyeon tersenyum lebar.

"ne, eonnie.. Ah, sekarang kita kemana?" tanya Hyun Yu semangat.

"terserah.. Kalian bisa menaiki wahana apa saja.. Yang jelas kita berkumpul lagi disini, nde?" jelas Junmyeon. Semua mengangguk.

"arrasseo! Oppa, ayo ke roller coaster!" pekik Hyun Yu sambil menarik tangan Sehun.

"tsk.. Aniya, oppa ingin membeli minum.." tolak Sehun mentah mentah.

"ish.." Hyun Yu mempoutkan bibirnya.

"hey, hyun yu-ah.. Jja naik roller coaster!" ajak Chanyeol girang.

"ne?! Kajja!" Hyun Yu segera menarik Chanyeol menuju wahana Roller Coaster.

"sehun, apa kau tadi bilang ingin membeli air minum?" tanya Baekhyun memastikan. Sehun mengangguk.

"kajja!" ajak Baekhyun. Mereka berdua segera mencari stand minuman. Yifan dan Junmyeon memutuskan untuk ikut.

Sedangkan Jongin dan Kyungsoo, mereka berdua asik melihat lihat wahana yang ada disana.

"oppa, apa antriannya masih penuh?" tanya Hyun Yu penasaran.

"sebentar lagi.." gumam Chanyeol.

Beberapa menit kmudian, mereka sudah siap menaiki wahana tersebut.

"ini akan menyenangkan" gumam Hyun Yu sambil tersenyum tipis.

Menit berikutnya mereka sudah berteriak menikmati kecepatan Roller Coaster tersebut.

"KYAAAA~" teriak Hyun Yu sambil memejamkan matanya. Tak sadar ia menggenggam tangan Chanyeol erat.

Tanpa dikomando Chanyeol membalas genggaman Hyun Yu.

Other side..

"kris, kau rasa apa?" tanya Junmyeon sambil menatap Yifan yang ada di dekatnya.

"samakan saja denganmu.." jawab Yifan sambil tersenyum.

"kalau kau Baekhyun-ah?" Junmyeon beralih pada Baekhyun.

"jus strawberry" jawab Baekhyun sambil tersenyum.

"baiklah, tunggu disini ne?" pamit Junmyeon.

"eyy, noona kau tidak menanyaiku?!" heran Sehun.

"aku sudah tau hunnie.. Bubble tea rasa taro dengan bubble yang banyak" Junmyeon menghafal minuman kesukaan Sehun diluar kepala. Sedangkan Sehun hanya tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya.

Junmyeon pun segera membeli pesanan dari Yifan, Baekhyun, dan Sehun tadi.

Beberapa menit kemudian ia kembali dengan tiga gelas bubble tea taro dan satu gelas jus strawberry. Junmyeon segera membagikannya pada sang pemesan(?).

Other side.. (again)

"jongin-ah, sepertinya disana ada pertunjukan?" Kyungsoo menunjuk sebuah panggung yang cukup mewah yang berjarak 30 meter dari tempatnya berdiri bersama Jongin.

"benarkah? Ayo kita kesana.." Jongin segera menggandeng Kyungsoo menuju panggung tersebut.

Sesampainya disana, kebetulan seorang penyanyi tengah bersiap siap untuk tampil.

"heh? Bukannya itu YUI?!" pekik Jongin tak percaya.

"ne?" Kyungsoo mengernyit. Pasalnya ia merasa aneh dengan penyanyi yang ada di depannya.

"itu.. Itu namanya YUI, noona.. Ia salah satu penyanyi terkenal di jepang.. Junmyeon noona sangat menyukainya.. Aku tak menyangka dia ke korea.." jelas Jongin. Jangan lupakan ia pernah bersekolah di negara yang beribu kota di Tokyo tersebut.

Kyungsoo mengangguk paham.

"aku akan menelpon junmyeon noona.." gumam Jongin dan segera menghubungi kontak Junmyeon.

"yeoboseyo? Wae jongin?"

"noona eodiga?"

"aku ada di stand minuman.."

"cepat datang ke panggung dekat penjual permen kapas.. Disini ada YUI, noona!"

"mwo?! YUI?!"

"ne! Ppalli!"

"arrasseo! Aku akan segera kesana!"

Clip!

Sambungan tersebut putus.

"ya, beberapa menit lagi kita akan menikmati lagu dari penyanyi jepang yang terkenal.. YUI!" teriak sang MC.

Detik berikutnya seorang yeoja cantik berjalan ke atas panggung dengan gitar di punggungnya. Rambutnya sebahu, sangat hitam mengkilat.

"anyeong? Ah.. Apa bahasaku benar?" YUI terkekeh. Ia membungkuk sopan.

"sekarang aku akan membawakan salah satu single lagu ku.. Judulnya muffler.." YUI tersenyum lebar.

"karena ini bahasa jepang, aku akan menjelaskannya sedikit.." YUI mulai berjalan ke depan.

"lagu ini, hasil ciptaan ku sendiri.. Bercerita tentang seseorang yang mengharapkan orang yang dicintainya melihat kesungguhannya.. Tapi, orang yang ia cintai sudah mempunyai kekasih.. Intinya, tema lagu ini cinta bertepuk sebelah tangan.. Oh astaga.." YUI terkekeh di akhir kalimat.

Sehun berdehem setelah YUI menjelaskan lagunya. Kesindir gitu. Sehun kenal siapa itu YUI. Sebenarnya ia juga pernah tinggal Jepang saat kelas 1 Junior High School. Dan waktu itu ia sangat gemar mendengar lagu YUI. Dan sekarang, ia masih bisa mengerti bahasa Jepang.

"selamat menikmati.." kata YUI. Tak lama kemudian alunan musik terdengar.

(YUI)
"kotoshi no fuyu wa kitto
aeru you na ki ga shite ita'n da yo
yonen buri anata wa sugu waratte kureta

miyaji take jinja no kaerimichi
kudarizaka no tochuu de
kogoe sou na ashita wo atatameru you ni"

YUI mengedarkan pandangannya pada penonton. Ia melihat ada beberapa orang ikut bernyanyi mengikutinya. YUI tersenyum lalu menarik salah satu namja yang ikut bernyanyi tadi.

Sehun tersentak saat YUI menariknya ke ata panggung.

"ayo sehun-ah! Bernyanyi!" teriak Jongin iseng.

"m-mwo?" lirih Sehun. Ia masih shock.

YUI memberikan mic lainnya pada Sehun. Sehun menerimanya dengan kikuk. Dan akhirnya terjadi duet dadakan(?).

(YUI & Sehun)
"te wo furu
omoide no machi yuugure ni
natsukashiku naru yori
motto hayai SUPIIDO
jikan ga maki modotte yuku mitai
akai MAFURAA ga ki ni natte iru keredo"

Sehun terus menatap Junmyeon sambil bernyanyi. Ugh, lagu ini memang cocok untuknya. Cinta bertepuk sebelah tangan. Sehun semakin menghayati lagu tersebut.

Junmyeon memandang kagum pada Sehun yang tengah bernyanyi. Ia tak menyangka Sehun bisa bahasa Jepang. Namun, ia sedikit salah tingkah saat Sehun terus menatapnya sambil bernyanyi. Ia tersenyum canggung pada Sehun lalu mengalihkan pandangannya.

YUI yang melihat gelagat aneh Sehun mengernyitkan dahinya sambil terus bernyanyi. Sedetik kemudian ia tersenyum penuh arti. Ah, kurasa aku mengajak orang yang tepat, Batinnya.

(Sehun)
"tama ni wa kaette kiteru no?
anata wa chiisana koe de
atashi wa unazuite mita keredo …chigau
kanojo demo dekita kana?
sonna koto kangaete ita bonyari
moshikashite sono MAFURAA mo
PUREZENTO na no kana?"

(YUI & Sehun)
"guuzen no saikai tte assari to
sugisaru hou ga ii
kitto omoide made kawaru
koi wo shite ita ano koro ni modore wa
shinai sa
sotto mata furikaeru dake"

(YUI)
"kisetsu ga kawareba futari wa wo
hanarebanare da ne
itsumo hanashite ita"

(Sehun)
"ano hi no you ni tsumetai kaze ga fuku
futari no aida ni chotto ijiwaru na itazura
"sayonara" ga kakikesareta
hontou wa yobitomete
kureta'n ja nai ka tte omou"

(YUI)
"kangae sugi datte
wakatteru'n da kedo ne? ah ah la la la…
akai MAFURAA wo
mikakeru tabi ni zutto ah ah la la la…"

'prok..prokk!'

Suara riuh tepuk tangan penonton memenuhi pendengaran Sehun. Ia membungkukkan badannya pada YUI.

YUI tersenyum penuh arti lalu mendekati Sehun. Ia membisikkan sebuah kalimat yang mampu membuat Sehun terperangah.

"cepat atau lambat kau akan mendapatkannya"

Tanpa menjawab Sehun segera kembali ke tempatnya tadi.

"woah! Daebak sehun-ah!" pekik Baekhyun. Sehun hanya tersenyum.

"hunnie, sejak kapan kau bisa bahasa jepang?" tanya Junmyeon tak percaya.

"aku pernah tingga disana noona" jawab Sehun kikuk.

"benarkah?! O iya, suaramu bagus.." puji Junmyeon membuat Sehun tersipu.

Tak terasa jam menunjukkan pukul 21.05 KST. Namun mereka masih semangat menaiki wahana yang ada di Lotte World.

"eum, suho-ah, aku ke toilet dulu nde?" pamit Yifan. Junmyeon hanya mengangguk.

Yifan pun segera memisahkan diri dari yang lainnya.

"hunnie, kajja naik bianglala!" ajak Junmyeon.

"mwo?" heran Sehun. Kenapa Junmyeon tidak mengajak Yifan saja? Batinnya.

"kajja!" tanpa menunggu jawaban Sehun, Junmyeon menarik namja albino tersebut ke wahana Bianglala.

Kebetulan waktu itu antriannya tidak terlalu panjang. Jadi mereka berdua tidak perlu menunggu lama.

Kini, keheningan terjadi di Bianglala tersebut. Sehun terus bergerak gelisah di tempatnya. Ia terus memikirkan kalimat yang YUI bisikkan saat di panggung tadi.

'benarkah junmyeon noona akan menjadi milikku?' Sehun membatin.

"hey, prince? Waeyo?" goda Junmyeon.

"n-ne? Aniya.." jawab Sehun kikuk.

"hunnie, cerita pada noona.. Ada apa?" desak Junmyeon sambil menatap Sehun lekat.

"aniya noona.." Sehun tersenyum tipis.

Junmyeon menghela nafas lalu berdiri dari duduknya. Ia melihat pemandangan dari atas Bianglala tersebut.

Sehun terus berfikir. Apa perkataan YUI benar? Apa YUI tau kalau ia menyukai Junmyeon? Apa YUI hanya bermain main? Atau apa? Oh, ingin rasanya Sehun terjun dari Bianglala yang ia naiki.

"ya, aku harus yakin.." gumam Sehun. Ia berdiri lalu menghampiri Junmyeon yang membelakanginya.

Greb!

Sehun memeluk Junmyeon dari belakang. Junmyeon sedikit kaget dibuatnya. Sedangkan Sehun tidak peduli lalu menaruh dagunya diatas pundak Junmyeon.

"noona.." panggil Sehun pelan.

"ne?" jawab Junmyeon tenang.

"saranghae.." bisik Sehun sambil menutup matanya.

"nado saranghae.." balas Junmyeon sambil mengelus tangan Sehun yang melingkar di perutnya.

"aniya.." sergah Sehun. Junmyeon mengernyit.

"a-aku mencintai noona sebagai namja.. Bukan sebagai dongsaeng.." lanjutnya.

Elusan Junmyeon pada tangan Sehun terhenti. Lidahnya mendadak kelu.

"s-sehunnie.." lirih Jumnyeon. Sehun hanya diam tak berkutik.

Hening.

Hanya alunan lagu YUI yang terdengar.

"Konna ni omotte iru jikan wa tomatte
kurenai
Karappo no kokoro wa anata no kimochi
wo mada mitsukerarenai
Onaji he wo nido to egaku koto wa
dekinai no ni
Atashi no kanjou wa tada kurikaeshite
bakari"

"mianhae sehunnie.. N-noona.. Yifan.." bisik Junmyeon terbata bata sambil menahan air matanya.

"arrasseo, gwaenchana.." bisik Sehun pelan. Ia melepaskan pelukannya dari pinggang Junmyeon.

Sehun berjalan ke sudut bianglala tersebut. Air matanya sudah menumpuk.

Junmyeon secepat kilat berbalik.

"s-sehunnie.." panggil Junmyeon sambil mendekati Sehun.

""Ai no uta" wo kikasete yo sono yokogao
mitsumeta
Anata no koto shiritai yo mou deatte
shimatta no"

Sehun mengangkat tangannya menyuruh Junmyeon untuk berhenti.

"noona, stop.. Hiks.. Jangan dekati aku.." kata Sehun sambil menghapus air matanya. Ia duduk sambil memeluk lututnya erat. Sehun menenggelamkan kepalanya pada tangan kekarnya.

Junmyeon terdiam. Ia menatap Sehun nanar. Junmyeon tak menyangka jika donsaeng kesayangannya tersebut mencintainya melebihi cinta donsaeng pada noonanya. Jantungnya berdebar kencang, sangat kencang. Tak sadar Junmyeon ikut menangis.

"Donna ni sabishikute mo mata aeru ki ga
shite iru kara
Riyuu nante iranai hikikaesenai koto wo
shitte iru
Kono mama ja wasuremono ni natte
shimau desho?
ATASHI no kanjou wa namida no oku
kagayaita"

Suara tangisan Sehun tak tertahan lagi. Ia tidak bisa menahan isakannya. Kenapa ini harus terjadi? Batinnya. Sehun mengutuk Bianglala yang tak kunjung berhenti berputar tempatnya kini. Ia ingin pulang dan menangis di kamarnya tanpa seseorang.

"hiks.."

Mendengar isakan Sehun membuat telinga Junmyeon memanas.

"s-sehunnie, mianhae.. Hiks.." lirih Junmyeon ia menghapus air matanya kasar.

"aniyo..hiks.. Ani..hiks.. Gwaenchana.." suara Sehun meredam karena bersembunyi di tangannya.

Junmyeon tidak tahan melihat Sehun yang putus asa. Namun ia tidak bisa berbuat apa apa. Sehun menyuruhnya untuk tidak mendekat. Mau tak mau ia harus menurut. Tidak ingin memperburuk keadaan, fikirnya.

""Ai no uta" wo kikasete yo sono yokogao
sono saki ni
Anata ga ima mitsumeteru hito ga iru to
wakatte mo"

Junmyeon menggeleng keras. Ia tidak bisa membiarkan Sehun seperti ini. Ia tidak peduli dengan Sehun yang menyuruhnya untuk tidak mendekati namja jangkung tersebut. Yang ia fikirkan hanyalah Sehun. Junmyeon langsung berlutut di depan Sehun. Tidak peduli jika Sehun memarahinya, memebentaknya, bahkan memukulnya.

"sehunnie mianhae.. Hiks.. Jebal.." isak Junmyeon sambil menyentuh lengan Sehun.

Sehun mengangkat wajahnya yang basah karena air matanya. Ia terperangah melihat Junmyeon ikut menangis. Kenapa Junmyeon ikut menangis? Apa ia juga mempunya perasaan yang sama? Setitik harapan menyinari hatinya. Ia berdoa semoga nalurinya memang benar. Junmyeon mempunyai rasa yang sama seperti dirinya.

"noona uljimma.. Jebal.." bisik Sehun sambil menghapus air mata Junmyeon sangat pelan. Sampai Junmyeon merasa tenang.

Junmyeon menggeleng pelan. Ia tetap menyalahkan dirinya sendiri.

"mianhae.." Junmyeon menunduk.

"aniya.. Noona tidak salah.." Sehun tersenyum miris. Ia mengangkat dagu Junmyeon lembut.

Junmyeon menatap Sehun sejenak lalu segera memeluknya.

"mianhae.." Junmyeon mempererat pelukannya.

"Tsubasa wo kudasai to shinjite utau no ni
Atashi datte chikau yo kako mo zenbu
uke ireru tte kimeta"

Junmyeon melepas pelukannya. Ia tersenyup tipis lalu mendekatkan wajahnya pada Sehun.

Melihat wajah Junmyeon yang mendekat, Sehun menutup matanya.

Chu~

Chu~

Junmyeon mengecup kedua mata Sehun.

"uljimma.." lirih Junmyeon lemah. Ia kembali memeluk Sehun erat. Menyandarkan kepalanya di dada Sehun.

Sehun membuka matanya. Ia tertawa keras membuat Junmyeon panik.

"s-sehunnie waeyo?" panik Junmyeon. Ia mendongakkan kepalanya.

"hahaha.. Aniya.." Sehun menghapus air matanya kasar.

"noona mianhae.. Aku memang bodoh.. Jelas jelas kau sudah bersama yifan hyung.. Namun ak—"

ocehan Sehun terhenti karena telunjuk Junmyeon sudah ada di bibirnya.

Sehun mengira Junmyeon akan menciumnya di bibir. Namun ternyata ia terlalu berharap. Ternyata itu yang membuatnya tertawa. Lebih tepatnya mentertawakan dirinya sendiri.

"hunnie jebal.. Jangan seperti ini.." lirih Junmyeon. Ia mengelus pipi Sehun pelan.

Perlahan, Junmyeon mendekatkan wajahnya(lagi) pada Sehun. Kali ini Sehun tidak menutup matanya.

Jarak antara mereka sangat dekat. Bahkan hidung mereka sudah bersentuhan.

"noona, andwae.. Jangan kasihani aku.." lirih Sehun sambil menjauhkan wajahnya.

Junmyeon tersentak.

""Ai no uta" wo kuchizusamu sono egao
ni furetai
Anata ga ima mitsumete iru hito ga iru to
wakatte mo
"Ai no uta" wa owaranai mou deatte
shimatta no
…owaranai… LOVE & TRUTH"-YUI ~ Love and Truth

Junmyeon menatap Sehun kasihan. Ia merasa sangat bersalah. Air matanya kembali menetes saat Sehun tertawa miris. Sungguh, hatinya seakan teriris melihat Sehun seperti itu. Dan mengingat pernyataan cinta Sehun padanya membuat Junmyeon terhenyak. Tidak, ia tidak tau. Disisi lain Junmyeon masih ingin menjadi kekasih Yifan. Namun, disisi lain lagi Junmyeon merasa ingin terus berada di dekat Sehun. Tidak. Dia tidak boleh egois. Ia sudah punya Yifan. Ia tidak mau menyakiti hati orang lagi. Cukup satu, hanya Sehun.

Sedangkan Sehun, ia menyesal sudah menyatakan cintanya pada Junmyeon. Ia merasa dibodohi dengan perasaannya sendiri. Namun, entah mengapa ia merasa yakin dengan kalimat yang dibisikkan YUI tadi. Dadanya berdebar saat YUI menyelesaikan kalimatnya. Dan hati Sehun semakin terang saat YUI memberikannya senyuman yang meyakinkan. Entahlah. Ia tidak tau.

"noona.. Anggap hal ini tidak terjadi.." bisik Sehun lalu menyandarkan kepalanya pada bahu Junmyeon.

Junmyeon menghela nafas sambil mengelus surai Sehun.

"aku tetap menyayangimu.." Junmyeon mengecup puncak kepala Sehun lalu kembali mengelus rambut donsaengnya tersebut.

Sehun memejamkan matanya merasakan tangan Junmyeon yang menyentuh rambutnya lembut.

"noona.."

"ne?"

"saranghae.. Neomu neomu saranghae.."

"sehunnie.."

"mianhae, aku hanya ingin mengatakan itu.."

"mianhae.. Noona hanya.. Mencintai yifan.."

"gwaenchana.."

Tak lama kemudian, bianglala yang mereka naiki berhenti bergerak. Sehun segera keluar mendahului Junmyeon.

"sehunnie!" teriak Junmyeon sambil berusaha mengejar Sehun.

Namun seakan tuli, Sehun terus berjalan cepat menuju panggung tempat YUI bernyanyi tadi.

Sesampainya disana, Sehun segera mencari seseorang. Setelah menemukan seseorang tersebut, Sehun langsung menghampirinya diikuti Junmyeon.

Puk!

YUI merasa seseorang menepuk pundaknya. Ia pun berbalik.

"ah? Hey, kau.. Ap—"

"bohong!"

Sehun memotong sapaan YUI dengan teriakannya.

YUI dan Junmyeon terkaget.

"sehunnie.." Junmyeon berusaha menarik tangan Sehun agar pergi dari tempat tersebut.

"lepas noona.." kata Sehun dingin.

Junmyeon melepaskan tangannya dari tangan Sehun.

"hey tenanglah.." YUI sedikit bingung. Namun ia bersikap tenang.

"ada apa?" tanya YUI.

"Hh.. Kau bilang dia akan menjadi milikku? Tetapi apa?" jelas Sehun dengan marah menggebu gebu sambil menunjuk Junmyeon.

Merasa ditunjuk, Junmyeon terkesiap.

"a-aku?" lirih Junmyeon sambil menunjuk dirinya sendiri.

YUI tertawa.

"yak! Jangan tertawa!" teriak Sehun. Ia merasa kesal karena merasa diejek oleh YUI.

"siapa namamu? Se-sehun? Begini, sehun.. Aku bilang, cepat atau lambat.." jelas YUI sambil tersenyum.

"lihatlah, dia shock.." bisik YUI sambil menyipitkan matanya.

Sehun segera mengalihkan pandangannya pada Junmyeon.

Benar. Junmyeon tengah melotot tidak menyangka.

"n-noona.. Jja kita pergi.." Sehun segera menarik tangan Junmyeon menjauh dari YUI.

Sedangkan YUI hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

"s-sehunnie.." panggil Junmyeon.

"s-sehunnie.."

Sehun menghentikan langkahnya.

"chankamman.." gumam Junmyeon sambil meraih ponselnya.

Satu pesan dari Jongin.

From : Kim pervert
Subject : –

noona, kau pulang dengan sehun ne? Kami sudah duluan.. Kyungsooku merengek untuk pulang.. Selamat menikmati!

Junmyeon membelalakkan matanya.

"noona, waeyo?" tanya Sehun.

"tsk.. Kita ditinggal.." decak Junmyeon.

"mwo?!" kaget Sehun.

"aish.. Sehunnie, antar aku ne?" Junmyeon mempoutkan bibirnya.

Sehun hanya mengangguk lalu segera mencari motornya.

"jja naik" kata Sehun.

Junmyeon pun mengikuti perintah Sehun. Tak lama kemudian Sehun sudah tancap gas menuju rumah Junmyeon.

"gomawo hunnie.." Junmyeon turun dari motor Sehun.

Sehun hanya mengangguk.

Junmyeon menggigit bibir atasnya.

"waeyo?" tanya Sehun heran.

"apa kau masih marah?" tanya Junmyeon pelan.

"mwo? Hh.. Noona, dengarkan aku.." Sehun menangkup pipi Junmyeon. "aku tidak dan tidak akan pernah marah padamu.. Arrasseo?" jelas Sehun.

"arrasseo.." Junmyeon tersenyum tipis.

"sekarang, masuklah.." titah Sehun.

Junmyeon hanya mengangguk lalu masuk ke rumahnya.

"semoga ini benar.." gumam Sehun sebelum meninggalkan kediaman keluarga Kim.

TBC xD
ini kayaknya sedih ya *ya iyalah-_-
di chap ini sama chap depan masih fokus sama hunho ya readers!
Aduhh..
Gatega :3
soal lagu YUI, artinya bisa browsing sendiri xD
pokoknya harus! *maksa
soalnya kalian bakal ga ngerti alur ff ini kalo ga ngerti arti lagunya..
Okeh? Sekian cuap cuapnya..
Jangan lupa review! *wink bareng chanyeol*