BALASAN REVIEW

Sushimakipark: haha iya, sama saya juga. Iya maaf ya, bukanya malas buat edit. Tp saya emang udh baca lg, ya mungkin saya kurang teliti. Maaf ya..

Xelo: iyaaa, aduh maafkan saya yang kurang teliti iniii-,- hehee bingung ya? Ntar saya jelasin kok di chapter depan depan depannya lagi/? sabar ya dearr

: waah Kyu nya labil nihh, msih belum tau mau baik atau ga. Tunggu aja yaa.

UMeWookie: iyaa sama saya juga suka genre hurt. Tp saya sukaanya yg happy ending. Jd udh tau dong endingnya ff ini bakal gimanaa? Haha

Byun Hyerin: dijodohin ga yaa, ntar secara perlahan dijelasin kok.

Ryeofha: mian bikin wook dikasihanin/? Ini udah dilanjut kok. Usaha bgt fast update hehe.

Makasih yang udh pada komenn, kritik nya juga.

My (BROKEN) Family. Chapter 2

Cast : Kim Ryeowook

Cho Kyuhyun

Cho Baekhyun (Byun Baekhyun)

Lee Hyena

Genre : Romance, Drama, Hurt, Family.

Length : Chaptered

Disclaimer : Semua cast di ff ini adalah milik tuhan, orang tua dan agency nya. But, FF ini murni milik saya. Kalau ada kesamaan jalan cerita, cast, tata bahasa atau yang lainnya, mohon maklum karena otak manusia itu sama.

Warning : Typo (Always)

Summary : Bagaimana rasanya jika sang suami membawa perempuan kerumahmu dan dengan santainya ia memperkenalkan sang wanita sebagai 'ibu dari anakku'? itulah yang dialami oleh Kim Ryeowook. Atau bisa kita sebut Cho Ryeowook

Sudah genap seminggu Ryeowook berada dirumah sakit. Dan ini adalah hari dimana Ryeowook dan bayinya harus pulang.

"Kyu, bisakah kau membantuku? Ini sangat berat" pinta Ryeowook.

Terdengar helaan napas yang keluar dari mulut Kyuhyun. Namun begitu, Kyuhyun tetap membantu istrinya untuk membawa perlengkapan Ryeowook dan Yoogeun selama mereka berada di rumah sakit.

Setelah sampai dirumah, Ryeowook disuguhkan sebuah kejutan, pesta selamat datang yang sangat mengerikan. Bukan, bukan pestanaya, tetapi orang yang menyiapkan pesta tersebut. Lee Hyena.

"K-kyu.. mengapa dia ada dirumahku?" Tanya Ryeowook bingung. Dan disuguhi senyuman sinis dari Kyuhyun. Berjalan menuju Hyena lalu merangkul pinggangnya.

"Kenapa? Toh sebentah lagi dia juga akan menjadi bagian dari keluarga kita-

Dan ibu bagi anakku"

Seakan tersambar petir, Ryeowook merasa dunianya hancur saat ini juga.

Akankah penderitaanku ini tetap berlanjut? Bahkan sekarang telah lahir malaikat mungil kita Kyu. kau tetap akan seperti ini padaku?

Ryeowook berjalan dengan angkuh, walau dibaliknya ia terlihat hancur.

"Dia tak akan pernah menjadi ibu dari anakku. Hanya aku yang akan menjadi ibunya"

Gendongannya pada Yoogeun mengerat saat Kyuhyun dengan paksa mengambil Yoogeun dari gendongannya. Tapi dibandingkan Ryeowook, tenaga Kyuhyun sudah pasti jauh lebih kuat dibanding dirinya. Ia hanya pasrah saat bayinya telah berada dalam gendongan wanita yang menurutnya tak punya hati itu.

Namun tak lama, terdengar suara tangisan Yoogeun. Kyuhyun dan Hyena berusaha menenangkannya tapi tangisan Yoogeun semakin mengeras.

Dengan penuh kehati-hatian, Ryeowook mengambil alih Yoogeun. Dan hanya dengan beberapa detik tangisan Yoogeun sudah tak terdengar.

"Lihat? Hanya aku ibunya"

Dengan langkah perlahan, Ryeowook memasuki kamarnya.

Ryeowook melaksanakan tugasnya sebagai ibu dengan baik. Bahkan sangat baik. Orang tua Ryeowook pun datang untuk menjenguk cucuk dan menantu tersayangnya. Menimang Yoogeun dan memberinya kasih sayang seorang nenek.

Makan malampun tiba, sayangnya orang tua Kyuhyun tak bisa mengikuti makan malam bersamanya, karena ada urusan penting yang harus diselesaikan di Beijing.

"Kyu"

Ryeowook memanggi Kyuhyun yang duduk di sebelahnya dengan pelan.

"Apa kau serius ingin memperistri Hyena-ssi?

"hhm" hanya deheman. Dan itu sudah menjawab seluruh pertanyaan yang akan dilontarkan oleh Ryeowook selanjutnya.

"Kumohon, Kyu, aku ini masih istrimu. Tak bisakah kau hanya memandangku? Masih ada aku yang sangat mencintaimu, dan kini Yoogeun telah hadir diantara kita. Haruskah kau merusaknya?" Tanya Ryeowook lirih. Berusaha sekuat tenaga agar tidak mengeluarkan air mata, walau sebenarnya ingin.

"Dengar, aku juga sangat mencintaimu Ryeowook, tapi aku tak bisa melepasnya. Aku juga sangat mencintaiya. Entah lah, aku sendiri bingung."

"Tak bisakah kau membuangnya dari hatimu, Kyu?"

"…"

Hening, tak ada jawaban sama sekali.

"Aku, atau Dia?"

"…"

"Baik lah, aku yang menyerah. Ceraikan aku, dan aku tak akan mengganggumu"

Sakit, hancur rasannya saat Ryeowook mengatakan itu. Kata-kata itu bukan ia yang mau mengucapkannya. Tapi Kyuhyun sendirilah yang memaksanya.

"Tidak!"

"…"

"Kau tak mengeri aku!" beranjak pergi meninggalkan Ryeowook yang memandang kosong didepannya.

Tidak, Kyu. kau yang tidak mengerti aku.

Tetes demi tetes air asin itu jatuh, dan Ryeowook sama sekali tak berniat untuk menghapusnya. Berharap penderitaannya akan berakhir dengan seiring mengalirnya air mata itu.

-FLSHBACK-

Kyuhyun mengecup mesra kening seseorang yang baru beberapa jam lalu menjadi istrinya. Memeluknya dengan sangat erat, akhirnya mereka sampai pada titiknya. Titik dimana semuanya akan berawal. Kehidupan mereka, kisah mereka dan sesuatu yang mereka sebut takdir benar-benar terjadi.

"Aku mencintaimu Cho Ryeowook" ucap salah satunya

"Maka aku akan lebih mencintaimu, Cho Kyuhyun."

Memang awalnya begitu indah, semua terasa menyanangkan. Tapi semuanya berubah, Kyuhyun nya berubah ketika hari itu tiba. Ketika mengetahui bahwa Ryeowook mengandung anaknya, seharusnya bahagia bukan? Ya memang bahagia, tapi semenjak wanita itu hadir. Semuanya berantakan.

"Presdir Cho. Sekretaris baru anda telah tiba" seorang karyawan memasuki ruangan petingginya menginformasikan sesuatu yang penting, mungkin.

"Baiklah, suruh dia masuk" sementara bosnya-Kyuhyun- hanya menjawab dengan mata yang masih tertuju pada layar elektroniknya.

Seseorang memasuki ruangannya, dengan mengetuk pintu dan langkah anggunnya.

"Selamat siang tuan Cho, perkenalkan, saya Lee Hyena. Sekretaris baru anda"

"Ya-

Mengangkat wajahnya dan…

"Hye-hyena?"

"Apa kabar Kyuhyunnie. Kita bertemu lagi"

Dari saat itulah sifatnya berubah pada Ryeowook, istrinya itu mulai jarang diperhatikan, emosinya tidak stabil saat bersama Ryeowook. Belum lagi perusahaannya yang terancam hancur karena kesalahan administrasi yang ceroboh.

Dan disitulah Hyena mengambil kesempatan untuk kembali bersama Kyuhyun, mantan kekasihnya dulu saat masih di universitas Amerika Serikat, tapi Kyuhyun lebih dahulu lulus dan memutuskan hubungannya dengan Hyena.

Tapi sekarang berbeda, Kyuhyun sudah berdua. Dan dengan memanfaatkan keadaan, Hyena kembali menggoda dan merayu Kyuhyun dengan segala cara.

Malam itu…

Ryeowook POV

Aku tak tahu apa yang dilakukan Kyuhyun saat dikantor hingga belum pulang sampai jam 10 malam. Apakah lembur? Tapi apakah lembur itu setiap hari?

Rasa penasaran ini selalu mendesakku, hingga aku memutuskan untuk mendatangi kantornya. Tapi apa yang kudapatkan?

'Presdir Cho tidak ada di kantor sejak jam 8 malam tadi, nyonya Cho. Itu waktu pulang seluruh karyawan'

Lalu dimana kau, Kyu? apa kau bertemu klien? Pergi makan malam dengan kawan lama? Tapi apakah itu sampai berhari-hari?

Ku coba untuk mendatangi kantormu lebih awal. Dan aku melihatmu. Tepat saat jam 8 malam. Benarkan, Kyu. kali ini kau akan pulang dengan waktu normalmu. Aku senang, tersenyum hingga mataku menyipit. Tapi…

.

.

.

.

"Hei, apakah pekerjaan hari ini terlalu menyibukkanmu?"

"Iya. Kau membuat otakku bekerja dua kali lipat hari ini"

"Sorry baby"

.

.

.

.

Senyumku luntur seketika saat kau mencium bibirnya dengan bibirmu.

Hancur sudah. Aku ingin berlari sekencang-kencangnya kearahmu, menampar wajahmu dan wajahnya. Tapi rasa cintaku mengalahkan emosiku. Hanya bisa meneteskan air mata.

Tak ingin melihatmu lebih lama dengannya, aku menjalankan mobilku dan meninggalkanmu yang masih berdua dengannya disana.

Jadi selama ini dia yang membuatmu pulang larut malam, Kyu? apa dia juga yang membuatmu jadi temperamental seperti ini? Entah apa yang harus kuperbuat denganmu setelah ini. Apa aku akan bertahan, atau mengalah.

-FLASHBACK END-

Suara deruan mesin mobil memasuki pelataran rumah keluarga Cho. Berhenti tepat didepan pintu garasi. Ryeowook yang mengetahui ada yang datangpun segera membukakan pintu rumahnya.

"Um, siapa?" Tanya Ryeowook yang memang merasa tidak mengetahui siapa yang datang, ditambah dengan pakaian kasual dan kacamata yang menutupi matanya. Ryeowook mengernyitkan dahi saat mendengar suaranya. Terasa familiar.

"Tak mengenalku?" melepas kacamatanya.

"Hyung!"

Ryeowook memeluk seseorang yang dipanggil 'Hyung' tersebut sangat erat.

"Sungminnie hyunggg, aku sangat merindukanmuu"

Ryeowook berseru hingga hampir menangis. Hyung yang sangat ingin dijumpainya sejak lama, bahkan ia mengaharap kehadiran Sungmin dipesta pernikahannya dengan Kyuhyun tapi hyung nya itu tidak datang karena urusan pekerjaannya lebih penting.

"Hyung, sejak kapan kau kembali ke korea? Kenapa tak langsung mengabariku? Kau jahat hyung! Huh"

Oh baiklah mood nya sedang berubah ubah hari ini.

"Hei, aku ingin membuat kejutan jadi aku tidak memberitahu mu. Ah iya, dimana keponakanku? Aku sangat ingin melihatnya pasti ia lucu sekali" tanpa dipersilahkan, Sungmin langsung masuk kedalam dan menjelajahi kamar si bayi mungil Ryeowook.

Dan ketika Ryeowook ingin masuk dan menyusul Sungmin, sesuatu menahannya.

"Apa kabar cintaku?"

.

.

.

Menoleh kebelakang…

.

.

.

.

"Jo-Jongwoon hyung?"

"Kemana si gigi kelinci itu?"

"H-hyung, jangan menyebutnya seperti itu"

Ryeowook masih enggan bertatap muka dengan Yesung terlalu lama. Waktu 10 tahun memang terasa begiu cepat.

Yesung masuk kedalam kamar yang dihuni oleh Ryeowook dan Kyuhun, sedang Ryeowook menyusui Yoogeun dengan susu formula.

Yesung duduk disebelah Ryeowook, mengelus pipi Ryeowook dengan telapak tangannya.

Lembut, sama seperti saat pertama kali aku menyentuhnya.

Perlahan mengangkat kepala Ryeowook agar beratatapan dengannya. Indah. Parasnya seputih porselen.

"Hy-hyung…"

Senyuman, hanya senyuman sebagai balasan dari panggilan Ryeowook yang ia akui sangat Tampan.

"Kau masih mengingatku hyung? Bahkan ini sudah hampir 10 tahun"

"Aku tak akan pernah bisa melupakanmu, sayang"

Perlahan mendekatkan kedua pras mereka..

"Aku sangat merindukanmu, Ryeowookkie"

"Nado hyungie"

Semakin dekat hingga-

-BRAK-

"Makan malam sudah- eh, a-aku tidak bermaksud untuk mengganggu momen kalian. Aku hanya ingin memberi tahu bahwa makan malam sudah siap" Sungmin tertawa tanpa dosa dan menutup kembali pintu secara perlahan.

Setelah itu, suasana didalam kamar menjadi hening dan seketika ke canggungan antar manusia itupun terjadi.

"Ma-maaf, aku telah berbuat lancang" Yesung menjauhkan wajahnya setelah tersadar dan melihat sembuat pink tercetak jelas dikedua pipi Ryeowook.

"Tidak apa-apa hyung, sebaiknya kita segera keluar"

"Ya, sebaiknya."

Senyuman tak jelas tersungging di kedua belah bibir Yesung, Bahagia, eoh?

Makan malam lancar, dan seperti biasa pula, Kyuhyun pulang larut dan melewatkan makan malam bersama Ryeowook-biasanya-.

Yoogeun berada dalam gendongan Yesung yang kini telah tertidur.

"Dia sangat manis, sama sepertimu" Yesung berucap tapi pandangan matanya sama sekali tak terlepas dari Yoogeun, bayi yang ada dalam gendongannya ini sedikit menggeliat kala Yesung dengan gemasnya menciumi kedua pipinya.

"Hyungg, jangan seperti itu, kau bisa mengganggu tidurnya" wanti Ryeowook, ia hanya tak ingin malaikatnya ini bangun, karena jujur saja Ryeowook merasa pinggangnya ingin patah karena mengurusi Yoogeun yang kadang rewel ini, apalagi ia sendirian dirumah.

"Jangan pernah menyentuh bayiku" ucapan dingin itu keluar dari mulut seorang Cho Kyuhyun. Enah kapan ia datang. Ryeowook pun bingung, biasanya Kyuhyun akan pulang dua jam lagi. Tapi ini lebih awal dari perkiraan Ryeowook.

Ryeowook tahu, jika Kyuhyun dan Jongwoon hyung nya tak pernah akur. Karena asmara, kalian mengerti?

Yesung lebih dahulu mencintai Ryeowook. Saat kecil dulu. Sedang kan Kyuhyun baru datang kekehidupan Ryeowook saat Yesung sudah memasuki universitas itu artinya saat Ryeowook berada di sekolah menengah.

"Jangan Pernah menyentuhnya" Kyuhyun mengambil Yoogeun dari gendongan Yesung dan menyerahkannya pada Ryeowook.

"Sungmin, ajak Ryeowook ke kamarnya" ucap Yesung saat melihat Sungmin yang baru saja selesai mencuci piring dan langsung di sanggupi oleh Sungmin.

"Kita perlu bicara"

Yesung berjalan menuju ruang tengah dan berdiri dihadapan Kyuhyun.

"Aku tahu semua yang kau perbuat kepadanya. Bahkan dari hal terkecilpun." Senyuman mengejek tercetak jelas pada wajah seorang Kim Jongwoon. Kau mudah ditebak, Kyu.

Jujur Kyuhyun sedikit terjekut dengan perkataan Yesung. Namun ia sembunyikan dengan rapi dibalik wajah dinginnya.

"Darimana kau mengetahuinya?" Kyuhyun bertanya dengan suara yang tak kalah angkuh.

"Tidak sulit untuk memata-matai seorang Cho Kyuhyun. Seorang petinggi Cho Group. Yang tak lain adalah anak dari adik orangtua ku. Bagaimana kabar Yura eomonim? Dia baik-baik sajakan?"

Kyuhyun tak menjawab pertanyaan Yesung sama sekali, dia hanya memandang sinis pada Yesung.

"Tak usah banyak basa-basi. Apa maumu?" mencoba meredam emosinya yang telah diubun-ubun.

"Aku hanya ingin mengingatkan. Janji yang kita buat dulu. Kau masih ingat, Cho?"

.

.

.

"Aku yang mendapatkannya, hyung. Jadi lepaskan dia!"

"Kau sama kerasnya seperti saat kecil"

"Diam keparat. Kim Ryeowook hanya milikku."

"Kau tau? Perkataanmu bukan karena cinta, melainkan hanya obsesi semata, tak ada cinta sama sekali"

"Kau tahu apa?!"

"Baik, jika itu yang kau mau, mau ku berucap sampai mulutku berbusa pun kau tak akan mengerti. Aku akan merelajan Ryeowook untukmu. Tapi, jia suatu saat nanti aku melihatnya mengeluarkan setetes airmata karenamu. Kupastikan saat itu juga aku akan merebutnya kembali"

"SIALAN KAU!"

.

.

.

.

.

"Ingat? Aku memang belum lihat dengan mataku sendiri. Tapi akan kupastikan, setetes air mata saja yang keluar, kau akan menyesal!" ucap Yesung sarkatis.

"Keluar kau dari rumahku!" ada nada setengah membentak dalam suara itu.

Yesung tak menggubrusnya dan hanya berjalan menuju kamar Ryeowook, dan memasukinya. Hanya untuk memanggil Sungmin dan mungkin berpamitan dengan Ryeowook.

"Aku akan pulang. Jaga dirimu baik-baik. Jika terjadi sesuatu segera kabari aku. Nomor ponselku sudah kucatat di ponselmu. Okay?"

"Um. Ne hyung" Ryeowook mengangguk patuh.

"Baiklah, aku pulang"

Mendekatkan wajahnya dan bersiap untuk menciumnya-

.

.

.

.

Di kening. Ryeowook reflek menutup kedua matanya, merasa sedikit nyaman atas rasa yang diberikan.

Yesung tersenyum setelahnya.

Selamat datang kembali, cinta pertamaku. Bersiaplah.

Berjalan keluar dari rumah keluarga itu setelah Sungmin pamit pulang pada Ryeowook dan Kyuhyun. Dan sedikit berjanji pada Ryeowook jika esok ia akan datang kembali karena Ryeowook yang memaksa.

Menyalakan mesin mobilnya lalu keluar pelataran rumah keluarga Cho tersebut.

"Kim Ryeowook."

TBC

"Jauhi dia!aku tak suka melihatmu dengannya. Sungguh"

.

.

"Kau yang memasaku untuk mengambi tindakan ini…"

.

.

"Kumohon. Disini sakit…"

.

.

"Kau dua langkah dibelakangku sekarang."

Jeng jeenggg. Saya udh fast update nihh. Gimana chapter ini? Apa ada pertanyaan yg udh kejawab atau malah tambah rumit? Saya udh usaha semaksimal mungkin agar tidak menghadirkan typo dalam cerita ini. Tapi jika masih ada aja yang nemu, maafkan saya yah hehe.

Buat info lebih lanjut/? Kalian bisa follow twitter saya ( ryeong210124) IG: sellamut-promo-XD

Saya butuh komen kalian. Karna itu bisa membangkitkan semangat saya dalam menulis atau meneruskan FF. saya butuh komen kalian, kalian butuh FF saya-gaje bgt dah-

Paii paii