BALASAN REVIEW
Xelo: memang kejam si Cho itu, dan lebih kejam lagi saya yang membuat Kyuhyun kejam/? Iyaa maaf ya, planning pertama itu memang anaknya bakal saya kasih nama Baekhyun, tp pikiran saya ke Yoogeun, jadi deh anaknya bernama Yoogeun tapi saya lupa ngerubah cast pertama, kamu teliti jg yah. Makasih.
: okee saya akan berusaha bikin Kyuhyun nyeselll bgt..
: iyaa, ntar jg bakal ada penambahan cast pendukung Ryeowook, tenang ajaa abang wook ga sendirian kook.
Choi Hyo Wook: ini udh dilanjut, maaf lama ya.
BekiCoy0411: ini udh dilanjut yaa. Saya bingung mau vote siapah/?
UMeWookie: YeWook moment nya bakal banyak di chapter depan.. iyaa doakan Kyu biar ga ngelanggar ya. Tp ga seru klo ga dilanggar/?
Bluerose: ini saya jelasin yaa. Mumpung saya masih author amatir, jadi saya ga terlalu memperhatikan cerita sebelumnyaa. Maaf ya. Tapi kyk nya cukup deh klo seminggu itu udh bisa digendong. Maaf juga karena saya ga terlalu ahli soal kedokteran, saya ga didukung sma mama saya buat masuk kedokteran, dan hilang deh minat saya buat belajar ilmu nya. Hehe jadi curhat. Typo nya genitt-,- saya udah kasih pembatas pas ngetik, tp ternyata klo di ffn itu tanda nya ga kebaca, saya ga terlalu tau itu.. iyaa, makasih ya review nyaa, kamu buat saya semangat untuk memperbaiki FF saya yang abal ini/?
Choi Hyo Wook: iyaa, dan soal Sungmin bakal saya perjelas di chapter selanjutnya dan segala masa lalu Ryeowook. Ini udh next, tp maaf gabisa update kilat seperti harapan kamu.
Ju2nRyeosomnia: ga apa-apa, lebih baik review ch2, daripada ga sama sekali.
1: Wook nya masih raguu, gimana dongg
Isyarahfeni: lebih seru lagi kalo kamu review lebih panjang hehe.
Guest: salam kenal juga, iya Kyu emang jahat bgt… ini udh dilanjut, semoga puas yaa..
Terimakasih review dan sarannya. Saya menghargai orang yang juga menghargai FF saya.
CEKIDOT/?
My (BROKEN) Family. Chapter 2
Cast : Kim Ryeowook
Cho Kyuhyun
Cho Yoogeun (Jung Yoogeun)
Lee Hyena
Genre : Romance, Drama, Hurt, Family.
Length : Chaptered
Disclaimer : Semua cast di ff ini adalah milik tuhan, orang tua dan agency nya. But, FF ini murni milik saya. Kalau ada kesamaan jalan cerita, cast, tata bahasa atau yang lainnya, mohon maklum karena otak manusia itu sama.
Warning : Typo (Always)
Summary : Bagaimana rasanya jika sang suami membawa perempuan kerumahmu dan dengan santainya ia memperkenalkan sang wanita sebagai 'ibu dari anakku'? itulah yang dialami oleh Kim Ryeowook. Atau bisa kita sebut Cho Ryeowook
.
.
.
.
Malam ini begitu temaram, Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya ke tempat yang tidak seharusnya. Melangkah ketempat yang bukan tempatnya. Namun, walau begitu, Kyuhyun hanya meneruskan langkahnya sampai akhir.
"Kyu, kau mabuk? Astaga" wanita itu membawa masuk tamu yang datang malam-malam kerumahnya.
Membopongnya menuju kamar yang sebenarnya bukan kamar tamu.
"hh… dia kembali hik.. dia penghancur"
Tak sadar kah kau, bahwa kau sendiri sedang bersama dengan penghancur keluargamu?
Sang wanita membersihkan tubuhnya tanpa ragu, membuka kemeja dan kaos kaki yang masih melekat di tubuh sang pria.
Racauan tak jelas kadang keluar dari mulut presdir muda itu. Ini tak seperti biasanya. Jika Kyuhyun ingin mengunjungi dan bermalam di rumah Hyena, ia akan berangkat ke apartmen itu bersama. Tak seperti ini.
Dan tak lama kemudian , sudah tak terdengar lagi racauan-racauam itu. Ternyata Kyuhyun telah tertidur lelap. Hyena hanya menatapnya dengan tatapan datar.
"Setidaknya sebentar lagi kau akan menjadi milikku" berujar dengan tak ada nada keraguan didalamnya. Seperti telah 100% yakin jika Kyuhyun kelak akan menikahinya.
Menekan beberapa digit nomor yang sudah dari awal hendak ia hubungi.
"Hmm"
"Berapa lama lagi?"
"Aku tidak tahu oppa, hanya saja aku tak yakin dalam waktu dekat ini. Dia masih bimbang"
"Kalau begitu biar aku yang langsung turun tangan. Kerja mu terlalu lama"
"Tidak. Biar aku saja"
"5 hari lagi. Kalau tidak, terpaksa akan kulakukan sendiri"
Dan sambungan itu berakhir.
.
.
.
.
"Kau sendirian dirumah?
"…"
"Mau aku temani?"
"…"
"Ayolah, dia tak akan pulang, ini sudah jam 11. Dan kau masih menunggunya? Itu konyol"
"…"
"Kalau begitu aku tidak akan membiarkan ini berlanjut. Sekarang tidur, aku tak ingin dengar kau sakit"
Memutuskan sambungan itu setelah mendengar persetujuan dari sang penerima telepon.
"Menelpon nya lagi hyung?" sebuah suara mengintrupsi kegiatannya yang sebenarnya sudah selesai.
"Iya."
"Oh ayolah, kau sudah menelponnya hingga 21 kali dari jam 8 sore tadi. Untung saja Ryeowook mempunyai kesabaran yang tinggi untuk mengangkat telponnya yang berdering setiap 10 menit sekali dan itu dari penelpon yang sama pula." sindiran secara halus keluar dari bibir Sungmin, tak tahan dengan kelakuan seniornya dahulu ketika di universitas.
"Itulah kelebihannya. Dia pria yang sabar, tak seperti dirimu yang menyebalkan." Dengusnya. Kupingnya serasa panas setiap malam mendengar ocehan bahkan makian yang keluar dari mulut Sungmin itu.
"Kau urusi saja kekasihmu yang berada di Canada itu. Pria tiang lirstrik itu tak pulang-pulang bahkan untuk menengok kekasihnya."
"Setidaknya Kevin setia dan memperjuangkan pendidikan dan pekerjaannya demi kekasihnya ini. Huh"
Dan perang mulut selanjutnya biar mereka yang menyelesaikannya.
.
.
.
.
Yesung kini berada dalam perjalanan menuju sebuah bangunan megah, mewah dan ramai orang. Cho Group. Milik pamannya yang sekarang diwarisi oleh anaknya.
"Dia memimpin perusahaan ini dengan baik. Pantas paman mempekerjakannya dengan begitu cepat. Aku bahkan kalah cepat dengannya. Begitu juga dengan masalah Ryeowook."
Mengenang sedikit tak masalah bukan?
Yesung memasuki sebuah ruangan yang tak memiliki tuan. Oh, bukan tak memiliki, tapi penghuninya belum datang ternyata. Menelisik lebih jauh tentang apa saja yang ada dalam ruangan tersebut. Bukan bermaksud lancang hanya keingin tahuan seorang Yesung yang berlebih. Bahasa gaul nya 'Kepo'.
"Kerjamu masih berantakan seperti dulu, Kyu. tak ada yang berubah."
Memutuskan untuk membereskan File-file yang tersebar di meja kerja sepupunya itu dan menunggu untuk kedatangan Kyuhyun.
Sudah hampir 30 menit ia menunggu, tapi tak ada tanda-tanda akan datangnya manusia keruangan ini. Dan akhirnya memutuskan untuk berkunjung lain waktu. Ketika hendak membuka pintu, ponselnya berbunyi.
"Yeoboseyo?"
"um… hyung, aku butuh bantuanmu. Bisakah?" ternyata Ryeowook.
"Tentu, apa itu, hm?"
"Bisakah kau menyuruh Sungmin hyung agar kerumahku? Yoogeun terus menangis, aku kerepotan. Jebal hyung"
"Kenapa tidak aku saja?"
"Aku tahu kau sibuk hyung. Tolong lah. Aku tak ingin merepotkanmu"
"Baiklah-baiklah, aku akan mengabari Sungmin. Tunggu sebentar lagi, ne"
"Terimakasih hyung, maaf mengganggumu"
Setelahnya Yesung langsung menghubungi Sungmin agar cepat menemani Ryeowook dirumah.
.
.
.
.
Kyuhyun memuntah kan semua yang ada dalam perutnya, efek minuman yang ia minum semalam. Ini sudah terlambat untuk pergi kekantor dan tak mungkin juga ia berangkat ke kantor jam 12 siang? Berapa botol yang kau habiskan semalam tuan Cho?
Tanpa pamit, Kyuhyun melangkah pergi dari apartmen Hyena, kekasih gelapnya. Namun sebuah intruksi mengalihkan langkahnya.
"Ingin pulang? Kenapa tak memberi tahu ku? Kau tahu? aku merindukanmu, dan semalam kau datang dalam keadaan mabuk berat dan meracau yang tidak-tidak."
Sebuah tangan melingkar indah di pinggangnya. Tanpa diberi tahupun Kyuhyun sudah tahu siapa yang memeluknya dari belakang.
"Aku ingin pulang, lapas" jawaban bernada dingin keluar dari mulut Kyuhyun. Mood nya benar-benar tak stabil.
"Kapan kau akan menikahiku?"
"…"
"Aku mengandung, Kyu. dan ini anakmu" nada putus asa tersirat dalam suara itu.
"Tidak mungkin, aku selalu memakai pengaman saat melakukannya denganmu. Jangan mencoba untuk membohongiku"
"Aku tidak berbohong. Lihat"
Memberi Kyuhyun sesuatu berbentuk panjang dan sedikit pipih dengan tanda '+' di tengah nya.
Kyuhyun memandang tak percaya pada wanita itu. "Kau- sungguh?"
Setetes air mata mengalir, tak perlu waktu lama lagi, Kyuhyun membawa perempuannya kedalam pelukannya.
"Maaf, secepatnya, secepatnya aku akan memperistrimu"
'Maafkan aku…' menyelipkan test pack itu pada kantung kemeja Kyuhyun
.
.
.
.
Bel berbunyi, Ryeowook dengan cepat membuka pintu rumahnya dan medapati Sungmin berdiri diambang pintu.
"Ada yang bisa kubantu nyonya Cho?"
"Oh ayolah hyung, aku sedang tak ingin bercanda. Yoogeun rewel dan aku tak berpengalaman kalau hanya mengurusnya seorang diri"
Mengeluh dengan sangat pada Sungmin dan didapati wajah tersenyumnya untuk Ryeowook.
"Kau sudah memberinya susu?" Tanya Sungmin dengan berjalan kearah kamar Yoogeun.
"Sudah, tapi Yoogeun tak ingin meminumnya, setiap aku meminumkannya Yoogeun akan segera memuntahkannya. Aku takut Yoogeun sakit Hyung"
"Sudah memberinya asi?"
"Hyung, aku ini pria, mana mungkin mengeluarkan asi?"
"Sudah kau coba?" dan di jawab oleh gelangan kepala dari Ryeowook.
Menggendong Yoogeun dan membawanya dalam pangkuan Ryeowook.
"Bayi seumur jagung seperti ini sangat membutuhkan asi dari ibunya. Jangan hanya mengandalkan susu formula. Itu juga tak baik bagi bayimu. Banyak lemak, kau tahu?" nasihat Sungmin.
"Mianhae hyung.."
Dan mecoba membuka kancing baju atasnya, membimbing bibir Yoogeun agar mendekat pada dadanya. Dan dengan secepat kilat tangisan Yoogeun berhenti dan tergantika oleh suara sedottan yang kuat berasal dari mulut Yoogeun.
Rakus sekali. Terlihat menikmati air susu yang ternyata keluar dari dada Ryeowook.
"Kubilang apa?"
"Hyung, kau jenius"
Yoogeun pun tertidur. Sungmin menemani tidur sang malaikat kecil Cho itu.
Bunyi bel untuk yang kedua kalinya terdengar dan tak banyak membuang waktu, Ryeowook membukakan pintunya. Kali ini orang yang berbeda.
"Kyu, kau…"
Ucapannya terhenti ketika melihat penampilan Kyuhyun yang sangat berantakan.
Seketika, Kyuhyun memeluk tubuh Ryeowook. Ryeowook yang merasa bingung hanya bisa membalas pelukan Kyuhyun. Dan pelukan Kyuhyun semakin mengerat.
"Maaf, aku tak berniat melakukan ini lebih awal. Aku tak menyangka. Maafkan aku. Tolong" racau Kyuhyun.
"Kyu, aku tak mengerti maksudmu."
Namun Ryeowook tak berniat menanyanya lebih lanjut. Hanya takut mood Kyuhyun akan berubah suatu saat.
"Sebaiknya kau mandi, bersihkan tubuhmu. Aku akan menyiapkan air panas" Ryeowook melepas pelukannya dan menuntun Kyuhyun untuk menuju kamarnya. Namun langkah nya teralihkan menuju kamar malaikatnya.
Ketika memasukinya, Kyuhyun terkejut mendapati Sungmin ikut tidur disamping anaknya.
"Sejak kapan dia berada disini? Apakah 'dia' juga ada disini?"
"Sejak jam 8 pagi tadi Kyu. Sungmin hyung yang membantuku, tadi aku sedikit kerepotan dengan Yoogeun yang terus menangis. Siapa? Jongwoon hyung? Dia tidak disini."
"Aku tak ingin melihatnya ada dirumah ini. Jauhi dia, aku tak suka melihatmu dengannya. Sungguh"
"Tapi aku membutuhkannya selagi kau sibuk dengan wanitamu"
"Jangan bahas itu sekarang" Kyuhyun menutup pitu kamar anaknya.
"Kenapa? Memang itu kenyataannya kan? Kau terlalu sibuk dengan wanita mu itu sehingga melupakan aku."
"Baru saja aku berlaku baik padamu-" Ryeowook menyela
"Kenapa? Kau menyesal? Kalau begitu, tak usah berlaku baik jika kau akan membahasnya sebagai sebuah senjata."
"Aku ingin mendi, siapkan airku"
Pergi meninggalkan Ryeowook yang tiba-tiba diam mematung. Berjalan kearah kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Kyuhyun. Setelah Kyuhyun memasuki kamar mandi, ia menyiapkan baju yang akan dipakai Kyuhyun di rumah karena ia tahu bahwa Kyuhyun tak kan minat menginjakkan kakinya di gedung penghasil uang milik ayahnya jika sudah lewat jam 9 pagi.
Saat akan membawa kemeja Kyuhyun ke temppat baju kotor, sebuah benda jatuh dan mengenai kaki Ryeowook. Penasaran, Ryeowook mengambilnya.
Matanya tertuju pada petunjuk di tengah-tengah benda tersebut. Cairan asin itu semakin deras menetes. Ia tahu, sangat tahu benda apa itu. Ia juga pernah memakai alat itu saat dulu.
Kyuhyun keluar dari kamar mandi dan pandangannya tertuju pada Ryeowook yang sedang terisak. Dan matanya membola melihat benda yang sedang dipegang Ryeowook itu. Seingatnya, ia tak membawa pulang benda itu bersamanya. Tapi kenapa sekarang ada di genggaman Ryeowook?
"Milik siapa ini, Kyu?" Tanya Ryeowook lemas sambil terisak.
"…"
"Hiks.. siapa, Kyu?" masih tak ada sahutan.
Tiba-tiba, pikirannya melayang pada Hyena, wanita milik suaminya.
"Apa, ini milik dia, Kyu?"
"…" Kyuhyun hanya mampu memandang sendu Ryeowook yang sedang menatapnya penuh luka.
"JAWAB AKU CHO KYUHYUN!" tak tahan menanahan emosinya, akhirnya ia keluarkan dengan satu teriakan.
Kyuhyun hanya bisa menganggukkan kepala, membenarkan pertanyaan Ryeowook itu.
"Kau keterlaluan! Aku membencimu!" teriakan teriakan selanjutnya keluar dari bibir tipis itu.
Sungmin yang merasa terganggu dengan tidurnya bangun, dan berjalan menuju asal suara yang mengganggunya. Dan alangkah terkejutnya ia melihat Ryeowook yang sedang menangis pilu dan memuluk dada Kyuhyun. Yang ia lihat, Kyuhyun hanya diam dan tak membalas atau menghentikan pukulan-pukulan yang dilayangkan Ryeowook padanya.
Sungmin berjalan dan memisahkan Ryeowook dengan Kyuhyun, memeluk Ryeowook yang terisak semakin menjadi.
"Ada apa, Ryeowookkie? Tenang. Ada aku disini"
Ryeowook tak menunjukkan tanda akan menjawab pertanyaan Sungmin.
"Aku ingin pergi hyung. Bawa aku pergi. Aku tak ingin disini…" Ryeowook berucap tanpa intonasi sedikitpun.
"TIDAK! Kau tak akan keluar selangkahpun dari rumah ini"
Sungmin tak mendengarkan bentakan Kyuhyun, dan malah mengambil ponselnya yang ia simpan di saku celananya, berniat ingin menelpon Yesung.
"Yeoboseyo, hyung? Jemput aku dan Ryeowook di rumahnya sekarang juga. Ini mendesak" Sungmin berucap panic saat Ryeowook terus saja meremas kemejanya.
"…"
"Aku tidak tahu apa yang ia lakukan pada Ryeowook. Tapi sekarang jemput aku dengan Ryeowook. Cepat hyung"
Dan sambungan itu berakhir.
"Ryeowook. Maafkan aku. Aku tak berniat melakukan itu. Sungguh. Ini diluar kendaliku" mohon Kyuhyun pada Ryeowook agar memaafkannya.
Bagaimana dengan kalian, jika suami kalian menghamili wanita lain dan dengan mudahnya meminta maaf. Sungguh hanya malaikatlah yang bisa memafkan kelakuan itu.
Tak lama, Yesung datang dengan tergesa-gesa dan napas yang memburu.
"Yatuhan" tanpa babibu, Yesung langsung memeluk tubuh mungil itu, membawanya ke dekapan hangatnya.
"Kau akan menerima akibat karena telah membuatnya menangis, Kyu. Sungmin, tolong kemasi barang-barang Ryeowook. Aku akan membawanya tinggal bersama kita"
Dan sebelum Sungmin menjalani perintah Yesung, Kyuhyun dengan cepat mengambil alih tubuh ramping dalam dekapan Yesung lalu menariknya menuju kamar sang anak, menguncinya dari luar dan tak menghiraukan teriakan-teriakan pilu yang keluar dari bibir tipis Ryeowook.
"KELAUR KALIAN DARI RUMAH KU!" teriakan bersuara berat teralun.
"Hyung, sebaiknya kau bawa Ryeowook lain waktu, sekarang bukan saatnya" bisik Sungmin disamping Yesung.
"Ingat Kyu. kau sudah mulai kalah. Aku akan mengambilnya kembali. Dan tak akan aku biarkan kau mengambilnya lagi"
Setelah yang terdengar hanyalah suara deru mesin mobil yan menjauh.
Kyuhyun menatap nanar pintu kamar dibalik tubuhnya. Masih terdengar ketukan-ketukan lemah dari pintu tersebut. Kyuhyun membuka kuncinya tapi tak membuka pintu itu, melangkah pergi menjauhi kamar anaknya dan lebih memilih mengistirahatkan tubuhnya dari semua masalah.
.
.
Malam ini hanya Kyuhyun yang muncul di ruang makan. Tersedia dua mangkuk mie instan di atas meja. Melangkah menuju kamar Yoogeun untuk mengajak Ryeowook makan bersama, walau penolakan lah yang mungkin akan dia dapat.
Membuka secara perlahan pintu putih itu dan menemukan Ryeowook yang sedang menyusui Yoogeun, Kyuhyun terkejut, namun tak ada waktu untuk larut dalam keterkejutannya.
"Ryeowook-ah, kau juga perlu makan, kaja, kita makan, kau bisa membawa Yoogeun juga" tak ada sahutan dalam beberapa detik namun setelah menunggu anaknya berhenti menyusu, Ryeowook berjalan keluar kamar dan membawa Yoogeun untuk tidur dengan nya dikamar mereka-Ryeowook dan Kyuhyun-
Kyuhyun mencoba untuk menggenggam tangan Ryeowook dan belum sampai 3 detik, Ryeowook sudah menepis tangannya. Berjalan dengan pelan dari belakang Ryeowook, mengikuti kemanapun Ryeowook berjalan. Dan ternyata menuju meja makan dan menemukan ramen yang sudah membengkak.
"Apa di asana makanannya lebih enak dari masakanku? Sehingga setiap malam kau selalu mengunjungi apartmen nya dn bermalam? Apa disini kurang nyaman untukmu? Karena aku?"
Ryeowook berucap tanpa melihat kearah Kyuhyun dan memandang sendu ramen didepannya. Memakannya secara perlahan. Tak terdengar jawaban sama sekali. Bahkan Kyuhyun tak menyentuh ramennya barang sehelaipun.
"Maaf membuatmu tidak nyaman." Ryeowook menyudahi acara makannya dengan hanya menghabiskan 5 sendok ramen.
"Habiskan makananmu, aku tahu kau belum makan sejak tadi siang"
"Kau mengunciku siang tadi, jika kau tak lupa" dan melangkah memasuki kamar.
"Arrgh! Sial!" menggebrak meja dan melempar semua mangkuk yang ada dimeja itu.
.
.
.
.
Ryeowook merebahkan tubuhnya disamping sang anak, memeluknya perlahan, takut mengganggu mimpi indah sang anak.
"Mommy janji, baby. Jika daddymu menikahkan wanita itu, aku akan pergi dari kehidupan daddymu dan akan membawamu pergi bersamaku." dan lelap bersama Yoogeun.
.
.
.
.
Pagi sekali, Ryeowook tak lupa memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri dari Cho Kyuhyun. Menyipkan sarapan dan menambah daftar kegiatannya dengan mengurus Yoogeun yang sudah lebih dulu bangun darinya.
Bel rumahnya berbunyi, dan menampilkan seseorang yang munkin jika tidak ada hukum di dunia ini, ia akan membunuhnya dengan apapun yang ada di dekatnya saat ini.
"Maaf datang sepagi ini, tapi presdir Cho yang memintaku" ucapnya
Kyuhyun memintanya? Lalu apa gunanya aku dirumah ini?
Wanita itupun masuk setelah dipersilahkan.
Ryeowook memutuskan untuk menghubungi Yesung. Mungkin sebentar lagi ia tak akan bisa menahan emosinya untuk menghadapi Kyuhyun.
Tak lama setelah dihubungi, Yesung telah sampai di depan rumahnya. Kyuhyun orang yang pertamakali melihatnya.
"Untuk apa kau kesini?!" Tanya Kyuhyun dengan emosi yang mendarah daging.
Tiba-tiba, datang Ryeowook yang menggendong Yoogeun dari belakang, dan berucap
"Aku yang memintanya datang. Seperti kau yang meminta perempuanmu untuk datang. Jongwoon Hyung, aku ingin tinggal bersamamu. Aku tak sanggup jika terus bersama dengan orang yang sebentar lagi akan menghianatiku"
Dan dengan tak mengeluarkan sepatah katapun, Yesung memeluk punggung Ryeowook dan menuntunnya untuk memasuki mobilnya.
"Cho Ryeowook, berhenti!" teriakan itu membahana dipagi yang sebenarnya sejuk ini. Yoogeun sampai tercekat dalam tidurnya karena mungkin terkejut mendengar suara sang ayah.
"Kau yang memaksaku untuk mengambil tindakan ini" jawab Ryeowook tanpa berbalik untuk memandang Kyuhyun dan perempuan yang sekarang sedang berdiri disampin suaminya itu.
"Kumohon, disini sakit" ini suara lirih untuk yang pertama kali Ryeowook dengar.
Langkah Ryeowook berhenti, berbalik menatap Kyuhyun yang ternyata sudah berda 5 langkah didepannya.
"Lalu aku bagaimana? Aku selalu menahan sakit ketika kau selalu pulang malam, bahkan mencium bibirnya dihadapanku"
Kyuhyun tercekat dengan kalimat Ryeowook, seingatnya ia tak pernah berkontak fisik lebih dari berpelukan dengan Hyena dihadapan Ryeowook.
"Kau terkejut? Eh? Aku melihatnya, Kyu. aku melihatnya dari awal perselingkuhanmu dengan wanita jalang itu"
Kali ini Hyena yang tercekat, mungkinkah Ryeowook telah menemukan test packku? Pikirnya.
Ryeowook lebih memilih untuk segera memasuki mobil Yesung.
"Hyung, bisa membantuku? Tolong ambilkan perlengkapan Yoogeun didalam kamarku. Maaf merepotkanmu, tadi aku tidak bisa membawanya karena menggendong Yoogeun, aku terlalu takut" Ryeowook berucap hati-hati.
"Tentu, tunggu disini ya?" Yesung menyempatkan untuk mengecup kening Ryeowook dan Ryeowook merona atas perlakuan Yesung itu.
Yesung berjalan melewati Kyuhyun yang memandangnya dengan penuh amarah, hampir saja Kyuhyun akan memukulnya jika Hyena tak menahannya. Yesung tersenyum sinis melihat itu. Setelah mengambil perlengkapan Yoogeun dan menambahkan sedikit baju-baju Ryeowook kedalam tas itu, Yesung keluar dan sedikit berbisik untuk menyindir Kyuhyun.
"Kau dua langkah dibelakangku sekarang"
.
.
.
.
"Yaampun, Ryeowookkie, Yoogeunnie" Sungmin langsung mengmbil alih Yoogeun dari gendongannya.
"Ada apa? Kenapa tiba-tiba sekali?" Tanya sungmin
"Dia belum mau menceritakannya, Min" jawab Yesung sambil merangkul Ryeowook dengan lembut.
"Kau benar-benar akan tinggal disini?" Tanya sungmin sambil terus menimang-nimang Yoogeun yang sudah terbangun.
"Iya hyung. Hanya sementara hingga aku bisa kembali kerumahku"
"Kau bisa tinggal dirumahku kapanpun kau mau"
"Terimakasih, Hyung"
.
.
.
.
"Aku sudah melakukannya. Kau puas?"
"Good girl, kutunggu kabar selanjutnya darimu, manis"
"Kau akan membayar mahal semua ini!"
"Tenang, kau akan mendapatkan kembali apa yang menjadi hak mu"
"Kau harus berjanji"
"Aku bukan pria pengecut seperti Cho itu, Hyena"
"Baiklah"
"Mana salam perpisahanku?"
"Aku mencintaimu, Wufan"
"Aku juga sayang"
.
.
.
.
.
.
TBC
Okeh, maafkan saya yang ngaret iniii, sibuk banget buat UAS besok. Niatnya mau panjangin tp gabisaa, mau buat cerita baru tapi gaada waktuu-,-
Maaf ya kalau chapter ini ga memuaskan sama sekali, tambah rumit, dan kosa kata yang mungkin masih ada yang nonformal alias ga baku.
Mohon dukungannyaaa.
Kalian bisa Request FF ke saya, apapun itu cast nya, insyaallah saya bisa membuatnya, tapi oneshoot. Kalian bisa menghubungin saya lewat twitter saya. Dan kemungkinan akan saya post setelah saya comeback tanggal 7 desember besok dan setelah saya UAS. Tunggu saya yaah.
Buat info lebih lanjut/? Kalian bisa follow twitter saya ( ryeong210124) IG: sellamut-promo-XD
Saya butuh komen kalian. Karna itu bisa membangkitkan semangat saya dalam menulis atau meneruskan FF. saya butuh komen kalian, kalian butuh FF saya-gaje bgt dah-
Paii paii
