My (BROKEN) Family. Chapter 4
Cast: Kim Ryeowook
Cho Kyuhyun
Cho Yoogeun (Jung Yoogeun)
Lee Hyena
Other Cast
Length: Chaptered
Disclaimer: Semua cast di FF ini adalah milik tuhan, orang tua dan agency nya. But, FF ini murni milik saya. Kalau ada kesamaan jalan cerita atau yang lain, mohon maklum karena otak manusia itu sama.
Warning: Typo (Always)
Summary: Bagaimana rasanya jika sang suami membawa perempuan kerumahmu dan dengan santainya ia memperkenalkan sang wanita sebagai 'ibu dari anakku'? itulah yang dialami oleh Kim Ryeowook. Atau bisa kita sebut Cho Ryeowook.
.
.
.
.
"Arrgh! Sial!" Murka seorang Cho sudah kehancurannya. Belum selesai persoalan keluarganya dengan Ryeowook, kini datang lagi masalah yang tak kalah rumit. Hidupnya sebentar lagi akan menanggung keluarga baru, yaitu Hyena dan anak yang sedang berada dalam kandungannya. Belum lagi persoalan kantor nya yang tiap hari kian memburuk akibat ditinggal oleh pemimpinnya selama beberapa hari terakhir ini. Dan jika sampai ayah dan ibunya tahu tentang ini, habislah ia.
Dering ponselnya berbunyi, menandakan sebuah panggilan masuk.
"Yeoboseyo?"
"Hai tuan Cho. Apa kabarmu? Oh, tak usah kau jawab, aku sudah tahu keadaanmu sekarang. Kau sudah hancur bukan? Haha, sudah kuduga, tapi aku tak menyangka pekerjaanku akan selesai secepat ini"
"Siapa kau? Apa maksudmu? Hah!? Katakana yang jelas"
"Ah apa ini? Apakah aku menelpon mu terlalu cepat? Ahh, sayang sekali. Harusnya aku menelponmu disaat yang tepat. Baiklah aku akan memberi sedikit clue. Sebentar lagi kau akan mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan. Akan membuat hidupmu semakin berantakan dari ini dan akan membuat hidupku berbahagia lebih dari sebelumnya"
"Siapa kau sebenarnya berengsek!"
"Tak usah banyak bertanya, kau akan mendapatkannya dari bawahanmu sekarang juga"
Tuut tuut tuut.
Sambungan itu terputus secara sepihak.
"Sialan!"
Tak lama panggilan kedua pun memaksa Kyuhyun untuk mengangkatnya.
"Ada apa lagi kau menelponku bajingan tengik!"
"Ma-maaf presdir. Saya sekretaris Kim. Maaf sebelumnya, tapi saya harus memberitahukan kabar ini pada anda. Inventaris saham sebesar 20% dari Yuan Collect tiba-tiba dicabut. Dan rencana kerja sama dengan Hyundai Company dibatalkan secara sepihak. Belum lagi perusahaan kita mengalami penurunan yang sangat derastis saat anda jarang masuk. Saya khawatir perusahaan kita akan jatuh. Dan ketua sudah tahu tentang masalah ini dan-"
Kali ini Kyuhyun yang memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
"AARGHH!"
Baru saja Kyuhyun akan membanting ponselnya, benda persegi itu kembali berdering. Tapi kali ini mungkin bukan Kyuhyun yang membentak. Tetapi…
"Yak! Anak kurang ajar! Aku memberikan perusahaan itu untuk kau kelola, kau bangun dan kau pertahankan! Bukan untuk kau hancurkan seperti ini! Cepat menghadap padaku!-"
Bentakan tuan Cho terhenti ketika ponselnya direbut oleh sang isteri.
"Chagiya. Tak usah kau ambil pusing teriakan ayahmu tadi, ne? sekarang kau hanya perlu kembali kerumah. Dan jangan lupa bawalah cucuk dan menantuku. Aku sudah sangat merindukannya."
"Baik ibu. Aku akan kerumah jam 4 sore ini"
"Oke, aku tunggu"
.
.
.
.
Setelah mengistirahatkan tubuh dan pikirannya, walau hanya beberapa jam. Kyuhyun memutuskan untuk menjemput Ryeowook yang mungkin sekarang berada dirumah Sungmin.
Tapi saat barusaja ia membuka pintu rumahnya. Seorang wanita sudah ada didepannya.
"Mau apa kau kemari?"
Pertanyaan bernada sinis terucap dari mulut Kyuhyun. Seperti sudah muak dengan masalah yang menimpanya.
"Aku ingin mengunjungi calon sumiku. Apa tidak boleh?"
"Maaf Hyena. Kurasa aku tak bisa menikahimu. Aku tak ingin membuat keluagaku dan juga kehidupanku semakin kacau. Aku akan memperbaikinya secara perlahan" kali ini Kyuhyun menjelaskannya secara perlahan. Tak ingin membuat masalah baru.
"L-lalu, bagaimana dengan bayi yang ada dalam kandunganku?"
Gelisah. Hyena merasakan gelisah. Bagaimana jika ia tak bias menyelesaikan tugasnya? Hidupnya juga akan berantakan.
"Bagaimana jika kau gugurkan? Bereskan?"
Kenapa tak terpikir sejak awal tuan Cho?!
"Dan bagaimana jika janin yang sedang ada dalam kandunganmu itu bukan anakku?"
Pernyanyaan itu. Seharusnya juga terlintas dari awal! Haishh! Kenapa otakmu sangat buntu tuan Cho yang terhormat!
Hyena diam mematung. Apakah Kyuhyun telah mengetahuinya? Tamatlah aku
"Aku tak ada banyak waktu untuk ini."
Dan Kyuhyun pun mengeluarkan mobilnya, segera berangkan menjemput Ryeowook dan juga anaknya.
.
.
.
.
Tak ada keraguan dimatanya, tak ada rasa takut akan ditolak mentah-mentah oleh isterinya.
Setelah menunggu pemilik rumah untuk membukakan pintu, akhirnya terbuka juga. Dan betapa beruntungnya, Ryeowook lah yang membukankannya.
"Ikutlah denganku" Kyuhyun menggenggam tangan Ryeowook ketika melihat pergerakan Ryeowook yang ingin kembali masuk.
Dan gelengan yang didapatkannya.
"Dengarkan aku, Ayah dan ibu menunggumu dirumah. Aku harus membawamu kehadapan mereka. Ibu sangat merindukanmu. Kumohon, ikutlah walau hanya beberapa hari"
Dengan ragu Ryeowook hanya bisa mengangguk pelah. Awalnya Ryeowook akan menolak mentah-mentah permintaan Kyuhyun. Namun setelah mendengar kata 'Ayah dan Ibu' Ryeowook tak bias berkutik.
"Tapi, kau tidak bohong, kan?" Tanya Ryeowook ragu.
"Untuk apa aku berbohong? Ayolah, Ibu menunggumu jam 4 sore ini"
"Sebentar, aku ingin memandikan Yoogeun dahulu" Jawab Ryeowook
"Baiklah, aku akan menunggumu di mobil. Cepat. Ini sudah 30 menit lagi"
"Iya bawel!" tak sadar, Ryeowook menggerutu dan itu menghasilkan sebuah senyuman tersungging di bibir Kyuhyun. satu yang ada di pikirannya.
Ryeowook-ku sudah mulai kembali.
-30 Menit kemudian-
Setelah mengetuk pelan kaca jendela mobil Kyuhyun, Ryeowook memasuki mobil dengan perlahan. Menempatkan Yoogeun dipangkuannya dengan posisi senyaman mungkin. Untuknya dan juga untuk Yoogeun.
Kyuhyun terus menatap buah hatinya yang tak ditatapnya selama seminggu lebih. Mengelus pelan pipi anaknya yang sedang bermain dengan air liurnya. Sangat lucu dan menggemaskan. Dan tanpa disadari, jemari kecil Yoogeun telah menggenggam jempol sang daddy. Kyuhyun tersenyum.
Ikatan batin antara ayah dan anak memang tak pernah putus. Bahkan Jongwoon hyung tak bisa mengajaknya tertawa atau menggenggam jarinya seperti ini.
Matanya memandang wajah Kyuhyun yang sedang serius melepas rindu dengan anaknya. Ada yang mengganjal.
"Kyu, apa kau tidur dengan benar?"
"Sebenarnya tidak. Kenapa? Kau khawatir?"
"Tidaakk. Si-siapa yang mengkhawatirkanmu. Hih"
Kyuhyun menjalankan mobilnya. Walau mendapat penolakan, Kyuhyun tetap tersenyum. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit bukan? Ia akan membenahi keluarganya secara perlahan.
"Um, kenapa umma menyuruh kita kerumahnya? Aku yakin, tidak hanya sekedar rindu padaku, dia bahkan bisa setiap saat kerumah" Tanya Ryeowook penuh selidik.
"Aku hampir menghancurkan perusahaan. Dan appa mengetahuinya"
"Mwo?! Heiihh, kenapa bisa?" Ryeowook, marah. Ya, tentu saja.
"Itu karenamu! Aku hampir gila kau tinggal pergi" Jawab Kyuhyun. Memang benar adanya bukan? Kau bahkan sudah gila.
"Ah, kukira karena kau terlalu sibuk mengurusi sekretarismu yang sebentar lagi akan menjabat sebagai isteri mudamu"
"Hentikan omong kosongmu itu. Aku tak akan pernah menikahinya"
Dan mereka telah sampai didepan rumah keluarga besar Cho. Kyuhyun memakiran mobilnya digarasi. Menambah deretan mobil-mobil mahal keluaran terbaru digarasi rumah itu.
"Maafkan aku. Aku menyesal sungguh" Kyuhyun menggenggam tangan Ryeowook. Meminta maaf dengan tulus
"Aku memang bodoh, dan aku janji hal ini tak akan terulang untuk yang kedua kalinya."
Memandang kelereng bening itu dengan sangat dalam. Ryeowook pun melihat kesungguhan dalam pandangan itu. Tak ada yang bisa ia perbuat kecuali menganggukkan kepalanya. Ryeowook sangat mencintai suaminya ini, jadi besar kemungkinan jika Ryeowook akan memaafkannya.
"Gomawo, baby" Kyuhyun memeluk Ryeowook dengan erat. Setelah itu berjalan memasuki rumah megah itu.
-PLAK-
Saat memasuki rumah, bukan sambutan hangat yang diterima Kyuhyun. Melainkan sapaan sebuah tamparah hangat dari sang appa.
"Appa.." Ryeowook mencoba untuk melerai, tapi nyonya Cho datang. Dan menuntunnya untuk memasuki kamar. Sedikit berbisik pada sang suami 'Ingat, dia anakmu. Jika terjadi sesuatu, aku akan membunuhmu'
Tuan Cho meringis mendengarnya. Takut eoh?
"Berani sekali kau menghancurkan perusahaanku! Anak kurang ajar! Kau tahu? Butuh waktu bertahun-tahun agar perusahaan itu menjadi seperti saat ini. Tapi kau menghancurkannya dengan seenak jidat!"
Tak banyak yang bisa dilakukan oleh Kyuhyun. Ia hanya menunduk dan berkata 'Maaf' dengan lirih.
"Hiss. Sudahlah, memarahi orang tua sepertimu tak ada gunanya bagiku" Tuan Cho lalu beranjak.
"Aku masih muda appa"
"Kau sudah punya anak jika kau tak lupa" sambung tuan Cho.
"Apa punya anak berarti tua? "
Tak ada sahutan, ya karena sang ayah sudah memasuki ruangan pribadinya. Mengurusi semua kekacauan yang dibuat anaknya pada perusahannya.
.
.
.
.
"Ohh cucukku… kau mirip sekali dengan umma-mu nee" SooYeon menimang-nimang cucuknya.
"Dia memanggil ku mommy, umma" Ryeowook mengoreksi. Dan yah, memang betul bukan?
"Haih, dasar anak jaman sekarang. Kau tak bisa memakai bahasamu sendiri? Globalilsasi memang berbahaya"
Sooyeon menggeleng-gelengkan kepalanya. Sementara Ryeowook hanya nyengir tanpa dosa. Dan menyiapkan susu formula untuk Yoogeun.
"Manaa keponakankuuuu? Woah hyung, kapan kau datangg?"
Seorang remaja tiba-tiba datang dan membuat Yoogeun terkejut hingga menangis.
"Haish, kau ini. Lihat cucukku menangis karena suara cemprengmu itu" Sooyeon memukul kepala anaknya yang masih duduk di bangku SMA itu.
"Yak, umma!"
"Apa!"
"Heii, sudah lah umma. Baek, kau merindukan Yoogeunnie juga? Kemarilah."
Baekhyun menghampiri Ryeowook, sesuai perintahnya.
"Sebelum bertemu dengannya, kau haru mandi terlebih dahulu. Badanmu kotor. Bisa membayangkan jika kuman-kuman itu memasuki tubuh yoogeun? Dia masih kecil."
Nasehat Ryeowook. Dan seperti biasa, Baekhyun akan langsung mematuhuinya,
"Baiklah hyung. Tapi janji, setelah itu kau harus mengijinkanku untuk menggendongnya! Yaksok?"
"Yaksokhae. Sudah sana cepat mandi"
Dan Baekhyun melesat menuju kamarnya-yang dulu adalah kamarnya bersama sang kakak, Kyuhyun-
"Haih anak itu" gerutu Sooyeon dan melanjutkan untuk menimang Yoogeun yang tangisannya sudah berhenti.
.
.
.
.
"Hiyaa! Hyung! Kenapa kau ada dikamarku?!" Teriakan histeris itu berasal dari Baekhyun-lagi-
Terkejut saat keluar dari kamar mandi sudah ada hyung evil-menurutnya- diatas tempat tidurnya.
"Heh! Ini kamarku juga, bocah!"
"Itu dulu! Pergilah, aku ingin berganti baju!" gerutu Baekhyun tanpa sadar.
"Oh, kau mengusirku? Baiklah tak akan ku kirimi psp keluaran terbaru dan mobil saat kau ulang tahun nanti, Cho Baekhyun" tantang Kyuhyun. Beginilah kesehariannya dulu. Saat adiknya masih kecilpun selalu ia goda.
Seolah tidak peduli, Baekhyun memakai bajunya. Setelah selesai, barulah ia mengeluarkan jurus andalannya.
"Ayolah hyungiee… aku kan adikmu. Belikan nee? Appa selalu menolak untuk membelikanku mobil. Hanya kau satu-satunya harapanku. Maafkan aku hyungiee ku yang baik hati."
Aegyo nya mulai dikeluarkan.
"Tidak. Kau bukan adikku. Aish, aku ini seme dan seherusnya adikku ini seme juga. Kenapa menjadi uke seperti ini? Haiss"
Kesal Kyuhyun sambil memperhatikan adiknya dari ujung hingga ujung.
"A-ani! Aku seme hyung!" bantah Baekhyun.
"Oh ya? Lalu ini apa? 'Channie, jemput aku nanti malam ne? aku tak akan dibolehkan keluar oleh appa-ku' dan 'Channie~, nado saranghae' haishh aku tidak mendidikmu untuk ini" Kyuhyun mengeluarkan ponsel Baekhyun dan membaca pesan yang ada didalamnya.
"Ya! Hyung! Kau tidak seharusnya membuka ponsel ku! Itu privasikuu!" teriak Baekhyun lagi sambil berusaha mengambil ponsel yang ada di genggaman Kyuhyun.
"ouhh Channiee~ Channieee hahahaa" dan Baekhyun berhasil mendapatkan ponselnya kembali. Mem pout kan bibirnya dan duduk disamping hyungnya.
"Haish, adikku sudah besar ternyata" Ucap Kyuhyun sambil mengusak rambut Baekhyun.
"Kau akan membelikannya untukku bukan?"
"Membelikan apa?"
"PSP dan mobil ituu"
"Aku tidak bilang 'Iya'"
"YAK! HYUNG!"
Dan teriakan Baekhyun bahkan terdengar hingga ke seluruh penjuru rumah. Semua penghuni rumah itu hanya bisa tersenyum gembira, bahkan hingga tertawa.
.
.
.
.
"Maaf Kris. Aku hanya bisa sampai sini. Aku tak mungkin meneruskannya. Pertunanganku akan rusak jika Mino tahu."
Hyena mengutarakan isi hatinya pada Kris. Dia memang sudah muak dengan permainan Kris dan mungkin jika ia mengikuti tak akan ada habisnya.
"Lalu apa yang sudah kau lakukan?"
"Aku sudah mengiriminya email bahwa ia benar. Memang tidak pernah ada janin yang hidup dalam rahimku. Dan aku tak pernah dan tak akan pernah sanggup menghancurkan keluarganya."
"Wanita brengsek!"
Dan Hyena pergi begitu saja. Kekesalan Kris semakin memuncak. Kalau begini bagaimana ia bisa mendapatkannya? Dengan cara apa lagi? Seharusnya ia mempersiapkan rencana-rencana kedepannya jika saja ia berpikir Hyena akan merusak rencana satu-satunya itu.
Kris hanya terpaku pada tujuannya yang ingin menghancurkan keluarga Kyuhyun.
"Maaf, aku akan segera merencanakannya. Maaf membuatmu menunggu"
"…"
"Ya, apapun itu"
Sialnya bagi Kris, waktu untuk menghancurkan Kyuhyun semakin sedikit. Jangka waktu itu, seharus nya kau manfaatkan dengan baik tuan Kris yang jenius. Itu adalah kata-kata yang selalu terputar diotaknya.
Otak nya benar-benar buntu untuk memikirkan sebuah rencana licik. Hanya 'sebuah' bisa membua otaknya berasap karena memikirkannya selama berhari-hari.
Oh, kemana tuan Kris yang jenius itu sekarang? Hm?
.
.
.
.
"Malam tahun baru"
"Ya hyung"
"Kau ada rencana?"
"Ada, Kevin akan menelpon ku dan kami akan melepas rindu sampai tahun baru tiba."
"Bukankah dikanada sudah siang?"
"Biarkan. Dia ingin merayakannya denganku"
Dan benar saja, kevin menelponnya.
"Kevin!. Kenapa lama sekali menelponnya? Aku menunggumu"
"Maaf, baby. Baiklah sekarang apa mau princess ku ini? Hm?"
"Aku mau kau menciumku sekarang!"
"Muaachh. Sudah?"
"Ani. Sungguhan. Dibibir"
Sungmin menunjukkan kemesraannya disepan Yesung yang mungkin saja cemburu, karena gagal merayakan malam tahun baru bersama Ryeowook.
"Itu tidak mungkin baby. Aku jauh darimu sekarang"
"Maka dari itu cepatlah pulang"
"Iya baby. Sebentar lagi"
Yesung berdiri dari duduknya, lalu melempar kotak kado yang sudah ia siapkan.
"Itu hadiahmu. Aku tidak akan lupa dengan hari ulangtahun saengku." Yesung baru saja mengganggu pembicaraan Sungmin dengan Kevinnya.
"Ya hyung. Seharusnya kau memberikannya jam 12 nanti. Bukan sekarang, ini bahkan masih 3 jam lagi"
Dan Yesung tak perduli dengan makian dari Sungmin. Ia hanya berjalan keluar dan berusaha mencari hal lain yang bisa membangkitkan mood nya.
Jalanan kota seoul hampir seluruhnya ditutup jadi Yesung tak bisa menggunakan mobilnya. Mungkin dengan berjalan kaki bisa membangkitkan mood nya. Memutuskan untuk mampir ke sebuah club malam.
Saat memasukinya sebuah keributan terdengar. Bahkan moodnya menjadi hancur sekektika. Dia ingin bahagia malam ini! Tidak kah da yang mengerti? Bahkan club malam sekalipun?!
"Ma-maaf tuan. Saya tidak sengaja. Nanti biar saya cuci"
Yesung meliah seorang pelayan yang membungkuk dan meminta maaf pada seorang ahjussi.
"Aku tidak mau. Cepat jilati sepatu dan bajuku. Atau kau akan berakhir diranjang dengan ku malam ini! Cepat!"
karena ancaman itu, si pelayan mau-mau saja menjilati bekas tumpahan alcohol yang dibawanya tadi. Tapi baru saja pelayan tersebut membungkuk, lengannya sudah ditarik oleh sesorang.
"Maah tuan. Dia ini manusia, bukan binatang. Tidak pantas diperlakukakn seperti ini. Jika kau ingin seseorang untuk kau tiduri. Ajak saja pelacurmu itu. Permisi"
Yesung membawa serta si pelayan keluar dari club malam itu. Mengajaknya ke suatu tempat. Entah lah, Yesung pun tak tahu. Dia hanya tak suka manusia diperlakukan seperti tadi.
"Kamsahamnida, tuan. Kalau tidak ada kau, aku sudah berakhir dengan menjilati sepatu si tua Bangka itu"
"Tidak usah berterima kasih. Aku menolongmu karena aku tak suka seseorang diperlakukan seperti itu." Balas Yesung dengan nada suara dingin. Menjaga karisma mu?
"Namaku Kim Kibum. Maaf sepertinya aku harus kembali bekerja. Sekali lagi, terimakasih atas bantuanmu. Permisi"
Pemuda itu-Kibum- berdiri dan membungguk, menghormati Yesung sebagai tanda terimakasih dan kembali berjalan menuju club malam tempat ia bekerja.
"Kim Kibum, ya?" sebuah senyuman tanpa sadar muncul dari bibir Yesung.
.
.
.
.
"Kyuhyun, tolong ambilkan stoberi di kulkas. Umma akan membuat cake untuk kita"
"Kau membuat cake untuk Baekhyun. Bukan untuk kita, umma." Sahut Kyuhyun tapi tetap mengambil buah asam tersebut.
"Ya, umma sudah terlanjur janji dengannya. Tenang, umma tidak melupakanmu. Makan malam kali ini aku sediakan lasagna dengan porsi lebih dari sepuluh orang. Kita akan memakannya sampai pagi" Sooyeon sumringan, memikirkan lasagna yang banyak itu. Ya, itu makanan kesukaannya dan Kyuhyun.
"Ummaaa, aku menyayangimuuu" Kyuhyun memeluk Sooyeon dengan sangat erat. Sedikit mengganggu kegiatan Sooyeon yang sedang membuat adonan kue itu.
"Dimana Baekhyun?"
"Dia diluar, bersama isterimu. Bermain dengan Yoogeun. Kau tahu kan, ia sangat antusias dengan anakmu itu"
"Ya, sebentar lagi kau akan mendapatkan cucuk yang lain umma. Kau tahu? Anak nakal itu sudah mempunyai kekasih. Namanya Channie. Ya begitulah" Adu Kyuhyun.
"Oh, Chanyeol? Ya, dia juga akan datang di pesta tahun baru ini" Jawab Sooyeon.
"Mwo? Umma sudah tahu? Ini tidak adil! Saat aku berkencan dengan Ryeowook dulu, aku sesalu tidak berani membawanya kerumah karena appa selalu mengancamku. Kenapa bocah itu boleh?"
Kyuhyun merutuk pada ummanya atas perlakuan yang menurutnya tidak adil itu.
"Bahkan dia masih di sekolah menengah"
"Itu dulu karena kau dipercaya untuk meneruskan perusahaan appa-mu. " sahut Sooyeon.
"Dan juga, Aku lihat Chanyeol itu anak yang baik, humoris dan cukup kuat untuk menjaga Baekhyun. Aku mempercayainya"
Sambung Sooyeon. Ya, ia dan suaminya itu sudah mengenal Chanyeol dari sejak masa kencan anaknya itu baru 2 bulan. Dan sekarang sudah berjalan 6 bulan.
Malam tahun baru ini di rayakan di halaman belakan rumah keluarha Cho. Cho jongsuk-Tuan Cho- sudah menyiapkan pesta keluarga yang sangat meriah. Menyulap taman belakannya menjadi tempat untuk berpesta. Tak iningi mengecewakan keluarganya, Jongsuk memanggil penata ruang terbaik untuk mendesain tamannya. Dan hasilnya memang tak mengecewakan.
Lasagna telah tertata di meja makan ruang outdoor itu. Menggoda semua pasang mata yang ada. Kecuali Baekhyun dan juga Jongsuk.
"Makanan ini lagi. Apa kau tidak bosan membuatnya Sooyeon?" Tanya Jongsuk dengan raut muka yang memandang makanan itu tak suka.
"Ini makananku dengan Kyuhyun." Sahut sang istri tak kalah sinis.
"sepuluh porsi? Kau gila"
"Ya, aku membuatkan untuk Ryeowook dan juga bibi Jung dan paman Jung."
Sang pelayan yang tadinya subuk menata masakan yang sudah dimasaknya bersama sang nyonya, harus berhenti karena terkejut namanya disebut oleh tuannya.
"Ma-maaf nyonya. Saya tidak enak untuk memakannya bersama dengan keluarga anda" ucap paman Jung karena isterinya yang menderita tunawicara.
"Gwenchanayo. Kalian bisa memakannya bersama kami. Iya kan umma?" Ryeowook meyakinkan dan mengajak suami isteri bermarga Jung itu untuk duduk bersama mereka.
"Terimakasih, tuan, nyonya"
"Appa, kita makan cake-ku saja" Baekhyun mengeluarkan suaranya.
"Aku tidak suka buah asam itu"
Jawaban ktus itu keluar dari mulut sang appa, dan dijawab lagi oleh sebuat pout yang dibuat oleh bibir tipisnya.
"Kau bisa memakannya bersama Channie-mu itu Baek. Lihatkan dia sudah datang." Ucap Sooyeon yang memang sudah melihat kedatangan Chanyeol dari kejauhan.
"Annyeong, bibi, paman" Chanyeol sedikit membungkuk memberi salam kepada ayah dan ibu dari kekasih mungilnya ini.
"Channie, temani aku menghabisakan cake ini ne? aku tak bisa menghabiskannya sendiri" Rajuk Baekhyun sambil menggandengn lengan Chanyeol.
"Kau bahkan bisa menghabiskannya dalam waktu lima menit dalam sekali suap. Kenapa jadi manja sekali"
Sindiran itu keluar dari bibir Kyuhyun dan menampilkan smirk andalannya saat meliah tatapan tajam-imut- dari adiknya.
"Kyu, jangan menggoda Baekhyun. Biarkan saja" Nasihat Ryeowook yang sebenarnya sudah sangat gerah dengan kelakuan iseng Kyuhyun.
"Tak usah didengar. Ayo kita kesana"
"Aku permisi, hyung, paman, bibi"
Baekhyun menarik tangan Chanyeol untuk duduk di bawah pohon yang rindang.
Kyuhyun merangkul Ryeowook, dan berbisik 'Gomawo, baby' lalu mencium pipi Yoogeun yang sejak tadi selalu tertawa melihat keisengan daddy nya.
"Mudah-mudahan anakku tidak menuruni sifat daddy nya. Anak mommy kan anak baik."
Kyuhyun hanya mendesis mendengar apa yang Ryeowook ucapkan pada anaknya.
"Dia juga anakku. Iya kan, Yoogeunnie"
Dan mereka semua melanjutkannya dengan makan malam sambil menunggu detik-detik pergantian tahun.
Ryeowook yang menyuapi daging yang telah dihaluskan pada Yoogeun. Dan kadang ia juga harus menyuapi bayi besar yang ada disampingnya ini sesendok lasagna.
"Kyu, makanlah sendiri. Kau kan punya tangan" Keluh Ryeowook yang sedaritadi terus menyuapi Kyuhyun.
"Baiklah-baiklah"
Dan suasana meriah terus menyelimuti keluarga tersebut. Dan jangan lupakan pasangan kekasih yang sedang kasmaran itu. Sampai pada detik detik menjelang tahun baru. Semuanya sudah siap dengan petasan masing-masing kecuali Baekhyun dan Chanyeol. Itu karena Baekhyun yang sangat takut untuk memegang petasan itu.
"Tiga, dua, satu! Happy New Year~"
Teriak mereka serempak bersamaan dengan bunyi petasan yang sudah mereka bakar dan mengarahkannya ke langit.
Ryeowook tersenyum senang. Semoga ditahun yang baru ini, keluarganya akan tetap utuh dan tak ada lagi masalah yang rumit seperti kemarin-kemarin. Kyuhyun mengulas senyum bahagia melihat wajah isteri dan anakknya yang terkena bias cahaya-cahaya di langit. Membawa Ryeowook kedalam pelukannya yang dipeluk dari belakang. Mengelus kepala bayi mungilnya yang sedang tersenyum seolah mengerti dengan keindahan diatas sana.
"Happy new year my love. Aku akan tetap dan selalu menjaga keluarga kita." Dan berakhir dengan kecupan mesra di kening Ryeowook.
"Hei, sembunyi dimana bocah sialan itu?" sebuah gerutuan terdengar dari mulut Jongsuk dan itu menimbulkan seringaian tipis di bibir Kyuhyun.
"Tunggu disini sebentar baby"
.
.
.
.
Sementara itu dilain tempat.
"Happy new year, Channie"
"Happy new year too baby"
Dan keduanya pun berpelukan. Menikmati suasana yang sebenarnya bising suara ledakan petasan yang indah dilangit. Mencium kening pasangannya yang lebih mungil itu.
"Happy six month anniversary my sunshine"
Simungil ber-blushing ria namun tak terlalu terlihat karena penerangan nya lumayan nimin itu. Walau begitu seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya tersenyum dan berucap dalam hati 'Dia adalah orang yang pantas untuk adikku'
Dan saat wajah Chanyeol mendekati wajah Baekhyun, tiba-tiba ia menjadi gugup. Apakah first kiss ku akan ia tagih sekarang? Oh tuhan, aku gemetar. Itulah isi hati Baekhyun saat ini. Saat wajah Chanyeol sudah sekitar lima centi dari wajahnya dan siap untuk mengecup bibir tipisnya, tiba-tiba-
"EKHEMM! Haish, disini panas sekali. Mataku mulai rusak saat melihat dua anak dibawah umur ingin berciuman" Kyuhyun tak rela jika adiknya yang polos itu dicium oleh lelaki yang menjadi kekasihnya itu. Hormon anak mudah sedang meletup-letup bukan? Bisa jadi mereka kebablasan.
Chanyeol langsung menjauhkan kembali wajahnya dan menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. Dan baekhyun yang hanya bisa menunduk karena malu dan jangan lupakan rona merah yang menjalar di pipinya.
Setelah merasa aman, Kyuhyun kembali untuk menemui isterinya. Dia juga punya pikiran untuk membiarkan mereka berdua untuk menghabiskan waktu bersama tetapi tetap dalam pengawasannya.
"Kau mengganggu mereka?" tegur Ryeowook yang melihat Kyuhyun datang dengan wajah yang sumringan menahan yawa evilnya.
"Hanya sebentar. Aku tak ingin Baekhyun kebablasan" Jawab Kyuhyun.
"Ayo kita kedalam. Udara malam tak baik untuk Yoogeun" Ajah Kyuhyun yang tak ingin anaknya itu sakit.
Setelah pamit untuk masuk terlebih dahulu, mereka berjalan menuju kamar tamu, tidak munkin kan kalau Kyuhyun tidur bertiga dengan Baekhyun.
"Bersiaplah malam ini sayang"
"Bersiap untuk apa?"
"Untuk sesuatu yang akan kuisi disini"
Ucap Kyuhyun sambil mengelus perut rata Ryeowook. Dan seketika itu juga, Kyuhyun mendapat pukulan telak di kepalanya.
"Bermimpi saja kau. Yoogeun masih kecil. Masih membutuhkan asiku. Kau ini!"
"Baiklah mommy"
"Aku bukan mommy-mu!"
"Baiklah princess"
Setelahnya hanya terdengar teriakan Kyuhyun akibat Ryeowook yang memukulnya dengan membabi-buta.
.
.
.
.
TBC
HAPPY NEW YEAR 2015
Hai kalian. Maaf saya terlalu ngaret untuk meng update chapter ini. Ada beberapa alasan yang saya tidak bisa jelaskan.
Semoga chapter ini tidak terlalu mengecewakan ya.
Maaf ya kalau penambahan karakter Kibum saya pasangin sama Yesung, abis saya ga tau pasangan Yesung yang tepat siapa.
Btw, Happy birthday lee sungmin. Walaupun telat ngucapinnya, tp gapapa deh.
Ini ada beberapa balasan untuk readers yang nitip FF ke saya.
Bee Coco: iya, saya akan nyoba untuk buat FF GS, tapi maaf ya kalau nanti hasilnya kurang memuaskan dan mungkin ga dapet feel nya.
Xelo: duhh saya gabisa buat Ryeowook jadi seme. Klo mau sungmin yang seme. Saya ga tega buatnya. Mau ya? Saya udah ada rencana dan jalan ceritanya ini kalo mau. Gimana?
Sushimakipark: sip mudah-mudahan saya bisa buatnya yah. Gapapa deh saya buat GS asal yang jadi perempuannya itu Ryeowook/?
Choi Hyeo Wook: KiHyun? Kibum sama Kyuhyun? Yang mana yang seme? Atau mau GS juga kamu? Saya bingung. Seme nya Kibum? Dia terlalu imut untuk jadi seme/?
Dan buat yang nanya Kris dan kevin itu satu orang, liat aja nanti. Kalau saya kasih tau sekarang gaakan seru dong. Hehe.
Thanks buat yang udah pada ngeriview. Maaf saya ga bisa bales satu satu. Pokoknya saya selalu menghargai orang yang menghargai karya saya..
paii
