NARUTO © Masashi Kishimoto

LOVE IS © Evellyn Ayuzawa

Title: Love Is [Chapter 5]

Author: Evellyn Ayuzawa

Genre: Romance, Hurt, Drama

Length: Chaptered

Rated: M (for Mature Content)

Cast:

Sasuke U. x Sakura H. x Shikamaru N.

Warning: OOC, Typo, EyD Amburadul, etc.

Special Thanks to:

Happy Reading!

NO BASH, NO PLAGIAT, RnR PLEASE!

Hati-hati Typo bertebaran ^_^

Story Begin

.

.

.

.

.

-Normal Pov.-

Pakaian yang berada dalam genggaman Sakura terjatuh begitu saja di lantai. Karena kedua tangannya terangkat untuk memeluk leher suaminya. Seakan lepas kendali, lumatan-lumatan yang tadinya halus dan lembut kini telah terganti dengan gigitan-gigitan kecil juga hisapan-hisapan yang menggairahkan.

Tangan Sasuke tidak tinggal diam. Ia mengelus punggung Sakura dan sesekali meremasnya pelan. Sudah tak tertahankan lagi untuk segera melanjutkan hal ini. Sasuke mengangkat kedua kaki Sakura dan mengapitkannya pada tubuhnya tanpa melepas tautan bibir keduanya, membawanya menuju ranjang dan menjatuhkan tubuh Sakura dengan lembut pada permukaan kasur yang empuk itu.

Dengan tidak sabaran, Sasuke menarik satu-satunya kain yang melekat pada tubuh istrinya dan melemparkannya sembarangan. Ia melihat wajah Sakura yang terlihat tersiksa karena menahan desahan yang beberapa kali mendesak keluar.

Sasuke tersenyum lembut pada istrinya lalu membelai puncak kepala Sakura, "Mendesahlah, keluarkan saja. Tidak perlu ditahan," Sasuke berkata dengan halus pada istrinya yang kini ditindihnya.

"Ta-tapi itu terdengar memalukan," jawab Sakura ragu-ragu sembari menatap lekat pada manik mata suaminya.

Sasuke kembali menampakkan senyuman lembutnya lalu mencium bibir Sakura dengan sangat lembut lalu sedikit ke bawah pada rahang istrinya kemudian merambat ke leher.

"Ahh...mmm...," Sasuke berhenti menciumi leher Sakura dan kembali menatap tepat pada bola mata istrinya, "Aku menyukai apapun yang ada padamu, sayang. Tidak masalah itu memalukan atau tidak, aku akan tetap dengan senang hati menerima apapun pada dirimu. Mendesahlah, tidak perlu kau tahan. Aku sangat menyukainya," seketika wajah Sakura terasa panas dan merah padam setelah mendengar ucapan suaminya itu.

Sasuke memeluk istrinya rapat. Ia kembali menutup jarak di antara mereka. Sasuke menunduk, mencium bibir istrinya dengan lembut, dengan segenap perasaannya. Sebelah tangannya yang bebas menemukan tengkuk Sakura, menariknya lebih rapat ke tubuhnya. Memperdalam ciuman mereka.

Seakan terbelenggu dalam gairah yang mereka rasakan satu sama lain terlepas sepenuhnya. Pangutan demi pangutan terasa begitu lembut, lidah mereka yang saling bersentuhan saling memanja seolah membentuk tarian memabukkan yang hanya tercipta untuk mereka berdua.

Sasuke tidak ingin terburu-buru, Ia ingin menikmati setiap detik bersama Sakura. Sasuke ingin saat-saat ini berarti untuk mereka berdua. Meskipun mereka tahu ini bukanlah yang pertama bagi mereka berdua. Namun alangkah lebih terasa indah dan nyaman jika dilakukan dengan pelan-pelan.

Sakura merasakan tubuhnya gemetaran ketika tangan hangat yang semula memegangi wajahnya berpindah ke bahunya, merayap di sepanjang lengannya, memeluk tubuhnya. Sementara tangan yang lainnya telah menemukan gundukan lembut di dada Sakura. Membuat gadis itu mengeluarkan suara erangan lembut yang teredam di bibir mereka yang terpaut tatkala Sasuke meremasnya perlahan.

Sasuke memberinya tatapan bertanya apakah Sakura baik-baik saja, Sakura mengangguk dalam diamnya. Sasuke tersenyum lega dan kembali menautkan bibir mereka. Sasuke menatap Sakura dan darahnya berdesir ketika melihat wajah polos yang begitu cantik di bawahnya. Sakura adalah miliknya, selamanya miliknya.

Dan ketika Sasuke kembali menutup jarak di antara mereka, kontrol dirinya terlepas pada akhirnya. Sasuke membiarkan hasratnya mengambil alih semuanya. Ia memeluk Sakura rapat, meresapi kehangatan tubuh istrinya di tubuhnya.

Merasakan kulitnya yang halus di bawah sentuhannya. Menghirup aroma yang begitu Ia sukai. Menyentuh dan menjelajahi apa yang menjadi haknya dengan tangannya, bibirnya, lidahnya dan cintanya.

"Ahh..." desah sensual itu terdengar lagi. Sasuke melepaskan pangutannya pada bahu Sakura yang telanjang, meninggalkan bercak kemerahan di sana seolah menandai miliknya. Lalu kemudian mencium bibirnya lagi dengan gairah besar.

Sakura membuka bibirnya, membiarkan lidah mereka kembali bertemu dalam gerakan lambat yang sensual. Sementara Ia melarikan jemarinya di atas punggung Sasuke yang polos dan meremasnya pelan.

Sasuke meneruskan ciumannya di dada Sakura, lalu di sepanjang tulang rusuknya dan perutnya hingga sampai pada titik sensitifnya. Sasuke bernapas keras ketika merasakan jemari Sakura di garis pinggangnya kemudian melepas celananya.

"Sakura..."

Keduanya tidak begitu ingat bagaimana lembar demi lembar kain yang menghalangi mereka akhirnya tersingkap sepenuhnya. Saat berikutnya, Sakura sudah menemukan dirinya sudah berbaring di atas ranjang yang empuk dan lembut dengan tubuh suaminya yang memeluknya dari atas. Hangat.

Sakura memejamkan kedua matanya dan mengeluarkan suara-suara sensual yang menggoda. Menikmati sensasi kehangatan saat kulit mereka yang telanjang saling bersentuhan, saling menekan. Sakura menggigit bibir bawahnya saat Ia merasakan sentuhan bibir dan lidah sang suami di sepanjang garis rahang, leher, pundak, dadanya, perutnya... Oh, betapa nyamannya Sakura merasakan setiap tubuhnya di rasai oleh suaminya.

Sakura merasakan napasnya terasa semakin berat bersamaan dengan hasratnya yang semakin tinggi oleh sentuhan Sasuke. Kedua tangannya mencengkeram bantal dengan erat ketika sentuhan itu sampai di sana, miliknya yang paling berharga. Mahkotanya yang hanya Ia berikan untuk satu orang saja, suaminya, Sasuke.

Mengirimkan getaran tak tertahankan seperti tersengat listrik di sepanjang tulang belakangnya. Sakura mendongak menekan bantal. Kedua matanya terpejam rapat. Dan berikutnya erangan keras yang terlepas dari bibir merah yang terbuka itu memenuhi kamar ketika Sakura mencapai klimaks untuk pertama kalinya malam ini.

"Sakit sekali ya?" Sasuke menatap dalam-dalam wajah istrinya yang merona, berkilau oleh peluh. Namun terlihat luar biasa cantik di matanya. Sembari menyeka peluh yang mengalir di kening Sakura.

Sakura mengangguk, lalu memberikan kecupan kecil di bibir Sasuke untuk menunjukkan bahwa Ia baik-baik saja walau kesakitan. Napasnya berat.

Sasuke tersenyum, merasakan kebanggaan sebagai seorang pria, juga suami yang kini memenuhi dirinya. Ia menelusuri setiap lekuk wajah Sakura dengan hidungnya, mencium pipinya lembut. "Kau sangat cantik. Kau tahu itu, Sakura?"

Sakura menanggapinya dengan senyum sayu, seraya mengangkat sebelah tangannya ke wajah Sasuke, membelainya. Sementara tangan yang lainnya menyusup ke belakang leher pria itu, menariknya mendekat sehingga dahi mereka saling bersentuhan.

"ahh... Sasuke-kun..." Sakura kembali mengeluarkan suara sensualnya saat dirasanya sentakan di tubuh bagian bawahnya.

Sasuke menatap dalam-dalam kedua bola mata coklat wanita di bawahnya, yang juga balas menatapnya dengan sorot mata yang lembut dengan sedikit kilau akibat air mata. Tangannya kemudian menemukan tangan Sakura, menjalin jari jemari mereka dengan mesra di atas bantal.

"Aku mencintaimu, Sakura..."

Untuk sekian kalinya bibir mereka bertemu dan kembali menyatu dalam sebuah ciuman yang dalam yang sangat intim. Bersamaan dengan satu hentakan lembut ketika Sasuke memasuki titik terdalam milik Sakura yang hanya boleh Ia sentuh dan Ia rasakan seorang. Erangan sensual terlepas dari keduanya, terendam di dalam mulut mereka yang saling menyatu.

Keduanya begitu menikmati saat puncak dari kegiatan yang mereka lakukan. Begitu alami, ketika Sasuke merasakan dirinya melebur dalam kehangatan tubuh Sakura yang menggenggamnya rapat, seolah di sanalah tempatnya seharusnya berada.

Ketika tubuh mereka mulai bergerak dalam harmonisasi yang memabukkan, ketika bulir-bulir peluh mulai terakumulasi di tengah-tengah percintaan mereka yang semakin memanas. Begitu sensual dan entah bagaimana terasa berbeda dari sebelumnya.

Napas berat mereka menyatu beserta dengan erangan dan desahan yang terlepas dari bibir masing-masing lagi dan lagi. Membentuk melodi kasih sayang yang memantul di dinding-dinding kamar. Tempat yang menjadi saksi ketika cinta, hasrat dan perasaan akan keinginan saling memiliki dan tak mau kehilangan itu menyatu.

Sasuke memeluk Sakura lebih rapat dari sebelumnya tatkala merasakan puncak percintaan mereka yang kedua semakin dekat. Mengeliminasi jarak sekecil apapun antara dirinya dengan istrinya.

Setitik kristal bening meluncur dari sudut mata Sakura. Bukan karena sakit kali ini, melainkan kebahagiaan yang membuncah dalam hatinya. Ketika Ia kembali merasakan benih Sasuke yang mengalir dalam dirinya, saat itulah Ia tahu bahwa Sasuke-lah masa depannya.

.

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

A/N: Haloo... saya akhirnya kembali dengan kelanjutan fanfic LI ini. Maaf bagi yang menunggu update fanfic ini. Karena saya punya pekerjaan lain selain menjadi seorang Author, jadi saya gak bisa update dengan cepat. Tapi saya tetap usahain buat nyelesain fanfic ini ataupun fanfic yang lain.

Terimakasih yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca fanfic saya. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Terimakasih juga yang sudah review, menfolow, menfav, dll. Jangan lupa lakukan hal itu di chapter ini yaaa...