Jonginie's Story

By: hanzabilah & lhr

WARNING: TYPO everywhere and GAJE storyline! Also, this is crack couple TaoKai couple, dont like dont read please!

.

..

...

...

Pagi ini, langit terlihat sangat cerah sekali. Matahari terlihat seperti tersenyum sambil menyinari hari. Semua anak tampak ceria bermain satu sama lain di salah satu SD di Seoul. Tapi, di pagi yang cerah ini. Ternyata tak semua yang bahagia.

"Sebel, huh!", gerutu anak lelaki manis berkulit tan bernama Kim Jongin. Ya, hari ini dia terlihat sedang kesal sekali.

Entah mengapa, biasanya tiap hari di sekolah dia selalu bersemangat.

"Sehun sudah punya temen baru. Aku dilupakan begitu aja", gerutunya

Ah, ternyata dia kesal karena Sehun, kembarannya, lebih asik bermain bersama sunbaenimnya di kelas 3 bernama Luhan. Sejak pertemuan pertama antara JonginSehun dengan Luhan 4 hari lalu, Sehun jadi sering menyuruh Jongin mengantarnya ke kelas Luhan.

Jongin menggembungkan pipinya kesal. Dia melihat Sehun dan Luhan bermain bersama sejak istirahat pertama tadi. Sementara dia, hanya duduk di bangku sambil memperhatikan mereka

Jongin berdiri hendak pergi kembali ke kelasnya. Ketika hendak kembali, Jongin bertemu dengan seorang anak kecil berwajah manis bermata ala panda yang cukup familiar di penglihatannya. Dia melihat ke arah Sehun dan Luhan.

Jongin dapat melihat kesedihan terpancar di matanya. Tak sadar, dia tiba-tiba terisak kecil dan meneteskan air mata. Tak ada yang tau jika anak itu menangis, tapi Jongin mengetahuinya. Jongin menghampiri anak itu.

"Waeyo, Tao-ssi?", tanya Jongin kepada anak itu.

Anak yang diketahui bernama Tao itu mengelap air matanya dengan tangannya, lalu menatap ke arah wajah Jongin.

"A-aniya..", jawabnya

"Keojitmal (bohong)", bantah Jongin

Tao terdiam lalu menunduk. Jongin mendengar isakan kecil (lagi) keluar dari bibir Tao. Jongin menepuk-nepuk pelan pundak Tao. Entah kenapa, Jongin merasa tak mau melihat Tao menangis terus.

"Aku tak punya teman..", kata Tao

"Aku temanmu", kata Jongin

"Maksudku, teman yang bisa ku ajak bermain. Luhan gege udah punya teman baru. Jadi, aku ga punya teman main lagi. Hiks"

Jongin mengerti perasaan Tao. Dia juga merasa begitu sejak Sehun sering bermain bersama Luhan.

"Xiu ge dan Chen gege udah bermain bersama. Aku jadi sendirian deh", katanya lagi

Jongin memeluk Tao. Jongin bermaksud ingin menenangkan Tao.

"Aku akan menjadi teman bermainmu. Kan kita sekelas, Tao-ssi!", kata Jongin

Tao melepas pelukan Jongin. Dia menghentikan tangisannya walau masih sedikit sesenggukan.

"Benarkah? Jongin mau jadi temannya Tao?", tanya Tao

Jongin mengangguk dan menunjukkan senyum manisnya.

Tao melompat kegirangan, "Horeee!", teriaknya. "Kalo gitu, ayo main Jonginie!", ajak Tao

Jongin mengangguk. Dia mengikuti Tao yang entah mau mengajaknya kemana.

Ternyata, Tao mengajak Jongin ke kelas mereka. Tao mengeluarkan boneka panda dan beruang kecil dari dalam tasnya. "Jonginie pegang yang beruang, Tao yang panda, nde!", kata Tao

Jongin menurut. Jongin mengambil beruang kecil dari tangan Tao

"Hai ! Namaku PandaTao! Siapa namamu oh tuan beruang yang lucu?", kata Tao sambil menggerak-gerakkan boneka panda nya seolah-olah boneka itu bisa berbicara.

Jongin membalas. "Hai PandaTao yang imut! Namaku, Kkamjong!", katanya.

Tao tertawa, disusul Jongin yang tak terasa rasa sedihnya hilang entah kemana. Tao juga, dia terlihat senang sekali saat bermain Jongin. Padahal mereka baru ini pertama bicara dan menjadi sedekat ini.

.

.

TEEETT

Waktu istirahat berakhir. Tao segera memasukkan boneka panda dan beruangnya ke dalam tas. Jongin bergegas duduk di bangkunya, disusul Tao yang juga bergegas duduk di bangkunya.

Beberapa detik kemudian, banyak anak berbondong masuk ke dalam kelas. Setelah sedikit berdesakkan saat masuk, Sehun akhirnya berhasil masuk kelas dan duduk di bangkunya di sebelah Jongin.

Tak lama, Lee sonsaengnim masuk. Setelah mengucapkan salam, Lee sonsaengnim menyuruh anak-anak membuat kelompok berisi 3 anak untuk kelompok mengerjakan tugas prakarya.

Sehun langsung saja memegang tangan Jongin sambil menyeringai. Lalu, Jongin melihat ke sekeliling kelas mencari satu anak lagi. Dan matanya menangkap sosok Tao yang masih diam ditempatnya. Tao melihat anak-anak di sekelilingnya dengan ragu. Karena Tao duduk sendirian, tidak ada yang memintanya untuk menjadi anggota kelompok.

Jongin berdiri dan menepuk pundak Tao. "Tao-ssi kajja!", ajak Jongin. Tao tersenyum. Jongin mengajak Tao berkumpul di bangkunya.

"Oh, kau Wu ZiTao nde? Luhanie hyung majimak dongthaeng (Adik terakhir Luhan)", kata Sehun. Tao mengangguk.

"Sekarang, dia teman kita. Sehunie, kau harus bisa bersikap baik kepadanya, arra?", kata Jongin diikuti anggukan Sehun.

Sonsaengnim membagikan beberapa kertas berwarna, lem, dan gambar. Anak-anak disuruh untuk membuat kerajinan tangan dari potongan kecil kertas berwarna yang ditempelkan ke gambar.

"Ini seperti di TK nde", gumam Jongin.

"Oke, anak-anak. Mari kita mulai sekarang! Tugas itu harus selesai hari ini!", kata Lee sonsaeng.

Anak-anak dengan antusias mengerjakan tugas mereka. Begitu pula dengan kelompok Sehun, Jongin, dan Tao.

Sehun dan Jongin tak henti-hentinya bercanda. Sementara Tao, hanya diam saja sambil memotong-motong kecil kertas berwarna. Jongin dan Sehun melihat ke arah Tao, mereka jadi merasa bersalah karena asik sendiri dan tak mengajak Tao.

Terlintas hal iseng dipikiran Jongin. Dia mengambil lem kertas lalu di colekkan sedikit ke pipi Tao. Tao terkejut, dia membalas perlakuan Jongin. Akhirnya, Sehun pun ikutan mecolekkan sedikit lem ke pipi Jongin. Tao dan Sehun tertawa. Jongin menggembungkan pipinya kesal. "Tak adil!", kata Jongin.

Akhirnya mereka saling mencolekkan lem ke wajah mereka. Mungkin, mereka bertiga adalah kelompok yang paling heboh sendiri di kelas. Walau mereka paling heboh sendiri, tugas mereka selesai tepat waktu dan mendapat nilai yang bagus.

.

.

Waktunya pulang! Anak-anak langsung berhamburan keluar kelas setelah bel berbunyi.

Jongin Sehun dan Tao keluar bersama.

Kakak-kakak Tao, Luhan Xiumin dan Chen mendatangi Tao. Mereka mengajak Tao pulang.

Tetapi, Tao malah menggaet tangan Jongin. "Aku ingin ikut Jongin! Aku ingin bermain bersamanya, gege!", kata Tao.

Ketiga gegenya itu hanya mengerjapkan mata mereka. BaekYeol yang hendak mengajak JonginSehun pulang terhenti dan tertawa kecil mendengarnya.

"Aigoya,Jonginie punya pacar baru nde!", goda Baekhyun

Jongin yang mendengar hal itu hanya memasang wajah datar. Di pipinya, juga muncul rona merah sampai ke telinganya.

Sejak hari itu, Jongin dekat dengan Tao. Bagi Jongin, Tao adalah adik keduanya. Jongin sekarang tak merasa kesepian ketika Sehun bermain dengan Luhan.

Kenapa? Itu karena, ada Tao yang sekarang selalu ada disampingnya.

-end-

.

..

...

Okay, after Sehun, it's Jongin time!

Mianhae ceritanya ah ya gimana gitu :(

Mianhae mianhae mianhaeee

Cerita kali ini Tao and Kai

Crack couple, mungkin banyak yang ga suka :(

Soalnya, masa Kai mau kucouple kan sama kyungsoo, kan kyungsoo eomma nya;(

Btw thx for readers who read this gaje fanfic

Hope u like it!

Thx for reviewing my story, sorry bingit aing ga bisa bales satu2 :(

Tapi author selalu bales lewat hati kok, moga tersampaikan ke kalian :3

Next story, Baek&Yeol story: A couple?