Chapter 001
Prolog
.
Pertemuan pertama antara umat manusia dan bentuk kehidupan cerdas yang dikenal dengan "Arachne" dimulai pada tahun 2513 dalam Gregorian Calendar (GC), di planet Trappist 1F di sistem bintang kerdil yang berjarak 39 tahun cahaya dari Bumi.
Trappist 1F dulunya merupakan sebuah planet terjauh dengan pertanian sebagai industri utamanya. Dengan populasi yang tidak lebih dari 150.000 orang, planet ini hanya memiliki kekuatan militer yang terbatas dan memiliki sejumlah kecil sistem pertahanan yang tidak begitu mumpuni.
Ketika "Arachne" menginvasi planet tersebut dengan lebih dari 20 starship, mereka lalu membombardir kota-kota besar yang koloni tersebut dan mulai menurunkan unit-unit yang lebih kecil untuk melakukan pendaratan.
Koloni yang tidak dipersenjatai dengan baik tersebut dapat dengan mudah dibabat habis oleh mereka. Semua populasi yang ada di planet tersebut dinyatakan tewas, baik itu pria, wanita, maupun anak-anak.
Sepuluh hari kemudian, Armada Kapal Perang Bintang ke-2 dari Federasi Bumi bergegas menuju sistem bintang Trappist 1 sebagai bentuk bala bantuan guna menghabisi semua armada tempur "Arachne". Mereka juga ditugaskan untuk membumi hanguskan seluruh permukaan planet yang sudah diinvasi oleh para "Arachne". Namun, hal ini harus dibayar mahal dengan kehilangan lebih banyak nyawa selama pertempuran tersebut.
Sebagian dari tentara Federasi yang berhasil selamat lalu mendarat di atas planet Trappist 1F. Dan betapa terkejutnya mereka setelah menyaksikan rekaman yang ditangkap oleh kamera-kamera keamanan yang dipasang di hampir setiap fasilitas yang ada di planet tersebut.
Neraka, hanya itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kekejaman dan kekejian yang dilakukan para "Arachne" selama invasi.
Bahkan semenjak saat itu, umat manusia maupun "Arachne" telah terlibat dalam perang tiada akhir selama lebih dari seribu tahun.
Sekarang adalah tahun 3527 GC.
Sebuah kapal bintang kelas penjelajah berat yang bernama "Kaguya Roosevelt" tengah sibuk dalam eksplorasi jangka panjang semenjak keberangkatan mereka dari stasiun orbital terdekat sejak dua tahun yang lalu.
Satu-satunya misi mereka adalah untuk menemukan planet utama dari musuh terbesar umat manusia, yaitu "Arachne".
Saat ini mereka berada di dalam hyperspace; berputar-putar tanpa arah sambil memetakan jalur antar bintang—itu merupakan misi yang terdengar sederhana, namun tidak berujung.
Letnan Osborne, salah seorang kru yang ditugaskan di kapal tersebut tengah sibuk memperbaiki modul prosesor yang berada di dalam kerangka utama cleanroom—jantung dari kapal perang "Kaguya Roosevelt".
Itu adalah pekerjaan pemeliharaan yang diminta dari salah seorang atasannya beberapa waktu yang lalu. Mereka menginformasikan bahwa modul prosesor di dalam kapal mungkin sedang tidak berfungsi.
Kaguya, sebuah kecerdasan buatan berwujud humanoid, sedang memonitoring pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan oleh sang Letnan.
Selama di dalam hyperspace, sebagian besar kru kapal sedang dalam kondisi cyro-sleep. Jika Kaguya seorang manusia, mungkin saja dia akan menggerutu karena terlalu banyak tugas yang harus diselesaikan.
Di bawah situasi ini, program utama Kaguya menyatakan bahwa dia menggunakan sebagian waktunya untuk mengamati manusia dan memahami psikologi mereka.
.
Naruto Osborne.
Letnan Kedua dari Angkatan Bersenjata Ke-207 United Nation Space Alliance (UNSA).
Usia 30 tahun.
Berasal dari Sistem Bintang "Proxima Centauri", Planet "Proxima B".
Setelah menyelesaikan wajib militer, dia lalu bergabung bersama Armada ke-207 di usia kedua puluh tahun.
Memiliki pengalaman tempur selama lima tahun dan telah lebih berpartisipasi dalam kampanye militer sebanyak tiga puluh kali sejak dia mulai bergabung.
Lima tahun kemudian, dia lalu dipindah tugaskan ke Kapal Perang Bintang Kelas Penjelajah Berat "Kaguya Roosevelt" sebagai unit yang baru dibentuk.
Telah bertugas selama 5 tahun.
Memiliki tinggi 185 cm, berat 70 kg, dan berperawakan kurus namun berisi. Letnan Osbern memiliki darah orang Eurasia dan Oriental, dengan rambut pirang dan mata berwarna biru serta wajah yang menyegarkan.
Penilaian "wajah menyegarkan" adalah hasil dari aplikasi face evaluation yang dikembangkan oleh Kaguya, dan evaluasi [B+] menetapkannya di atas rata-rata.
Aplikasi face evaluation secara diam-diam dikembangkan oleh kecerdasan buatan tersebut untuk meneliti tingkah laku manusia, dan ketika teknologi itu secara anonim disebarkan ke publik, itu menyebar begitu saja dan menghasilkan berbagai macam klaim karena keakuratannya.
Tingkat evaluasi sistem komprehensif menunjukan nilai [A-] yang merupakan peringkat tertinggi di seluruh kapal. Sangat disayangkan bahwa dia masih seorang Letnan.
"Apa ini tidak masalah, Miss Roosevelt? Menunjuk orang seperti saya di tempat seperti ini. Saya pikir untuk ukuran sebuah kapal perang, bukankah lebih baik jika orang yang bertugas setidaknya berpangkat Mayor?"
Tanya Naruto kepada Artifisial Intelijen (AI) tersebut.
Telah menjadi rahasia umum di UNSA bahwa AI diberikan peringkat kehormatan seorang Kapten di dalam sebuah kapal perang, dan seorang Letnan rendah sepertinya harus ditugaskan sebagai rekannya.
[Mau bagaimana lagi. Hanya ada sedikit personil yang memiliki keterampilan untuk jenis pekerjaan ini. Ditambah lagi, seseorang yang baru terbangun dari cyro-sleep ternyata tidak cocok dengan jenis pekerjaan ini. Oleh karena itu, aku hanya bisa mengandalkanmu untuk menyelesaikannya.]
Bagaimanapun, jenis pekerjaan yang mengharuskan kita untuk merangkak-rangkak di dalam ruang yang memiliki lebar tidak lebih dari satu meter itu bukanlah jenis pekerjaan yang cocok bagi seseorang yang memiliki tubuh yang jangkung.
AI yang muncul di layar hologram tipis di samping Letnan Osbern merupakan AI kapal yang meniru penampilan dari seorang individu yang memiliki nama yang sama dengan Kaguya.
Individu itu merupakan seorang wanita yang dikenang akan jasanya karena dia berhasil menyelamatkan sedikitnya dua ratus ribu nyawa manusia ketika para "Arachne" menyerang salah satu koloni umat manusia yang dikuasai oleh UNSA. Hanya dengan bermodalkan satu kapal perang antariksa kelas penghancur, dia berhasil mengalahkan seluruh armada tempur "Arachne" dalam pertempuran jarak dekat & berbalik memukul mundur makhluk-makhluk brutal itu hingga keluar dari orbit.
Di UNSA, ada sebuah kebiasaan untuk menamai kapal-kapal bintang dengan nama para perwira yang telah memperoleh pencapaian heroik. Tak terkecuali bagi Kaguya Roosevelt. Dan sebagai bentuk penghormatan tertinggi, namanya pun diabadikan ke dalam sebuah kapal perang jenis baru yang telah dioperasikan selama 2 tahun.
Dari sanalah nama "Kaguya Roosevelt" itu berasal.
"Begitu, ya? Saya mengerti. Saya akan segera menyelesaikannya. Ngomong-ngomong, apa yang akan kita lakukan dengan semua modul prosesor yang rusak ini?"
[Tidak ada instruksi seperti itu di dalam database-ku, jadi aku tidak tahu. Entah itu menyimpannya atau mengirimnya untuk perbaikan lebih lanjut. Bagaimana menurutmu, Letnan?]
"Saya pikir akan lebih baik jika kita memanfaatkannya untuk hal yang lain alih-alih hanya menyimpannya di dalam gudang."
[Apa tepatnya rencanamu untuk memanfaatkannya? Aku tidak berpikir itu memiliki kegunaan lain selain kerangka utama.]
Selama periode panjang hyperspace, baik petugas teknisi maupun petugas intelijen yang tidak dalam keadaan cyro-sleep diharuskan melakukan beberapa penelitian. Mereka tidak diharapkan untuk melakukan riset secara nyata melainkan untuk mengasah kemampuan mereka lebih jauh dan membuatnya tetap tajam.
Nilai dari satu modul prosesor lebih besar dari gaji tahunan seorang tenaga teknisi. Tidak mungkin bagi Naruto untuk menyia-nyiakannya.
Tema penelitiannya adalah "Virtual Reality (VR) dalam Lingkup yang Berdiri Sendiri". Isinya secara teknis menjelaskan soal bentukan VR dalam lingkup yang berdiri sendiri dan tidak terhubung ke jaringan lain.
[Aku sudah membaca jurnal penelitianmu namun aku tidak cukup paham. Kenapa kau begitu terpaku pada lingkup yang berdiri sendiri dan tidak menggunakannya sebagai kerangka utama? Jujur, aku tidak berpikir ada alasan lain menggunakan VR kecuali untuk hal yang buruk.]
"Anda salah! Bukan seperti itu, Kapten! Hanya kesombongan manusialah yang membuat mereka percaya bahwa mereka bisa selalu mengakses kerangka utama kapan pun. Kita harus mengembangkan sebuah alat untuk memanfaatkan VR bahkan dalam situasi darurat dimana akses ke kerangka utama ditolak."
Bantah Naruto kepada AI tersebut.
[Ya, jika perintah untuk menghancurkan benda itu diberikan, aku akan memberikan beberapa pertimbangan untukmu.]
"Terima kasih banyak, Kapten. Hasil dari penelitianku bergantung pada salah satu dari prosesor itu, Oke! Saya sudah selesai."
Naruto bersorak karena telah menyelesaikan tugasnya.
Sesaat ketika dia hendak mencoba keluar dari ruangan tersebut, dinding yang ada di dekatnya roboh secara tiba-tiba dan langsung menimpanya saat itu juga.
.
.
.
Chapter 002
Melarikan Diri
.
[…Letnan! Letnan! Ah?! Letnan Kedua Naruto Osborne!]
Naruto yang baru sadarkan diri pun merespon panggilan keras tersebut.
"Tidak apa, aku masih sadar…" Jawabnya selagi menahan sakit.
[Syukurlah, Letnan. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan jika Anda tidak sadarkan diri lagi.]
Di saat itulah Naruto baru menyadari bahwa dirinya tengah berlumuran darah. Namun ajaibnya, bekas luka yang berada di keningnya telah lama mengering.
"Apa?! Apa-apaan ini?! Apa yang sedang terjadi?!"
Dengan panik, dia lalu berpegangan pada sebidang dinding datar yang ada di dekatnya. Terlebih lagi, tubuhnya terasa sangat ringan—seringan kapas.
Sepertinya luka di kepalanya sudah disembuhkan oleh nano-machine.
Nano-machine adalah sekumpulan mesin yang berukuran sangat kecil yang hanya bisa dilihat dengan alat khusus seperti mikroskop electron. Karena ukuran mereka yang sangat kecil, nano-machine mampu bergerak dari satu organ ke organ yang lain melalui jalur pembuluh darah yang sengaja ditanamkan ke dalam tubuh seorang perwira militer.
Mesin-mesin itu memiliki berbagai macam fitur termasuk di antaranya adalah kecerdasan buatan, pemantauan titik vital, fungsi pemeliharaan dan penyembuhan, peningkatan panca indra, serta kemampuan komunikasi jarak-pendek.
Nano-machine hanya dapat diisi ulang dengan mengosumsi logam langka yang dibuat secara khusus untuk mesin-mesin tersebut. Tanpa logam-logam itu, manusia tidak akan mampu mempertahankan sejumlah nano-machine di dalam tubuh mereka dan hal ini tentu akan menjadi kerugian tersendiri bagi setiap individu, khususnya bagi para perwira yang harus mempertaruhkan nyawa mereka di garis depan peperangan melawan para "Arachne".
[Kita telah disergap selama pelayaran hyperspace. Pelaku penyerangan tidak diketahui.]
"Tunggu! Bagaimana bisa kapal ini diserang meskipun kita di tengah hyperspace?!"
[Saya tidak bisa menjawabnya karena kita tidak memiliki cukup informasi untuk membuat hipotesis. Lagi pula, kapal bintang ini awalnya memang tidak dirancang untuk menerima serangan fisik selama berlayar melalui hyperspace. Jadi ketika menerima serangan, otomatis kapal ini tidak memiliki resistensi yang cukup untuk mempertahankan dirinya sendiri.]
"Mungkinkah itu ulah para Arachne?"
[Tidak, itu mustahil. 'Arachne' harusnya tidak memiliki teknologi sampai pada tingkat dimana mereka mampu melakukan hal semacam itu. Terlebih lagi, kapal ini menderita kerusakan yang serius akibat dari sergapan yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Dan itu termasuk bagian titian, penampang mesin, ruangan cyro-sleep pertama dan kedua, ruang komunikasi, ruang kontrol gravitasi, dan hanggar.]
Naruto terdiam tanpa kata. Apa yang dikatakan Kaguya sungguh sulit untuk dibayangkan. Sudah lebih dari seratus tahun semenjak sebuah Kapal Perang Bintang Kelas-Penjelajah Berat menerima kerusakan separah itu.
Dan yang lebih mengerikannya lagi, kedua ruang cyro-sleep juga ikut-ikutan hancur?! Lalu apa yang terjadi dengan para kru yang lainnya?! Bagaimana dengan rekan-rekannya?!
"Apakah ada korban yang selamat?!"
[Selain Anda, tidak ada lagi yang selamat dari serangan tersebut.]
Meskipun mereka berada di tengah-tengah pelayaran hyperspace, seharusnya ada lima puluh dari seribu lima ratus kru yang harusnya masih terjaga. Apakah itu berarti mereka semua telah tewas?
"Tidak mungkin! Bagaimana mungkin aku menjadi yang satu-satunya orang yang masih hidup di kapal ini?!"
[Itu karena Anda berada di fasilitas cleanroom yang dilengkapi oleh modul peredam gravitasi. Berkat modul tersebut, dampak benturan bisa dikurangi dan Letnan pun berhasil selamat.]
"Lalu… bagaimana dengan nasib mereka yang berada di bagian penampang?"
[Mereka juga telah dinyatakan tewas, Letnan. Penyebabnya adalah kegagalan kontrol gravitasi yang disebabkan oleh kerusakan pada salah satu mesin kapal.]
Jika saja dia berada di luar fasilitas cleanroom, kemungkinan besar dia akan langsung membentur dinding karena momentum yang sangat keras dan nasibnya pun tidak akan jauh berbeda dengan rekan-rekannya yang lain.
[Ada satu hal yang mesti saya laporkan kepada Anda, Letnan.]
"Apa itu…?" ucap Naruto sambil merangkak keluar dari ruang pemeliharaan dengan perasaan kalut.
[Dalam kurung waktu 53 menit lagi, kapal ini akan bertabrakan dengan sebuah exoplanet.]
"Hah?! Tapi itu…"
Di dalam alam semesta yang luar biasa luas ini, kemungkinan mereka keluar dari hyperspace dan secara acak tiba di sebuah exoplanet seharusnya mendekati nol.
[Bagian mesin kapal benar-benar telah kehilangan fungsi mereka. Sehingga satu-satunya cara yang tersisa adalah membongkar dan membuang bagian-bagian yang tidak diperlukan lagi.]
"Jadi, bisakah kita melakukannya?"
[Untuk mengeksekusi perintah tersebut, situasi darurat tingkat satu harus diumumkan melalui persetujuan seorang kapten kapal.]
"Tapi kapten sudah…"
[Mengutip dari Pasal ke-12, paragraf ke-3 dari codex UNSA. Saya menunjuk Anda, Kapten Pertama Naruto Osborne sebagai pemangku jabatan kapten dari kapal ini.]
"Apa kamu serius?"
Secara teknik, seorang Letnan kedua sepertinya tidak memiliki kualifikasi apapun untuk menjadi seorang kapten kapal bintang. Akan tetapi, mengingat fakta bahwa dia menjadi satu-satunya yang berhasil selamat dari tragedy tersebut. Maka tak berlebihan jika dia dipromosikan untuk menempati posisi kapten kapal.
'Yah, pada akhirnya ini tak lebih dari formalitas semata untuk mengisi rantai komando yang telah kosong.' Pikir Naruto dalam hati.
[Untuk memproses kenaikan pangkatmu, Anda diharuskan untuk menjalani pendidikan perwira senior, seperti yang ditetapkan oleh kemiliteran.]
"Kita tidak punya banyak waktu jadi Anda tidak perlu menutup-nutupinya, Miss Roosevelt. Intinya ini merupakan bentuk cuci otak yang digunakan untuk mencegah setiap calon melanggar peraturan militer, bukan?"
Pencucian otak memang tidak secara resmi diakui oleh pasukan bersenjata namun semua orang di dalam kemiliteran tahu tentang hal ini. Bagaimana pun, kebijakan ini merupakan hasil dari pelajaran kejam di masa lalu ketika untuk kesekian kalinya umat manusia hampir dibinasakan oleh konflik berkepanjangan di antara sesama mereka.
"…Baiklah, tolong ambillah patch biologis dari meja peralatan, letakan benda itu di keningmu dan duduklah dalam posisi yang nyaman."
Tiba-tiba, sebuah patch biologis muncul dari dalam meja peralatan yang ada di dekatnya. Sesuai instruksi, Naruto pun lantas menempelkan perangkat tersebut ke atas keningnya, lalu duduk di atas sebuah kursi dan kemudian mengambil posisi yang nyaman untuk bersandar.
[Apakah Anda sudah siap?]
"Siap."
[Kalau begitu, program edukasi perwira senior akan saya mulai.]
Setelah terdengar suara 'klik' dari patch tersebut, pikiran Naruto lalu dipenuhi oleh berbagai macam informasi yang dengan secara paksa ditransfer ke dalam otaknya. Syok, dia pun lantas kembali tidak sadarkan diri setelah melalui proses pencucian otak tersebut.
…
[…Kapten! Kapten! Ah?! Kapten Naruto Osborne?!]
Naruto kembali terbangun berkat panggilan dari Kaguya.
[Syukurlah! Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan jika Anda tidak sadarkan diri lagi…]
Untuk kedua kalinya, Naruto merasa seperti mengalami déjà vu.
"Berapa lama saya kehilangan kesadaran?" tanya Naruto kepada Kaguya.
[Sekitar 30 menit. Dan kapten, Anda tidak perlu menggunakan kalimat sopan saat bicara dengan saya.]
"…Baiklah. Sekarang, ayo kita mulai saja. Sekarang, aku adalah kapten dari kapal bintang ini. Tolong catat itu."
"Baik! Dengan ini saya nyatakan bahwa Naruto Osborne telah secara resmi dilantik sebagai kapten dari kapal perang bintang kelas penjelajah berat 'Kaguya Roosevelt' yang baru."
"Lalu, dengan menggunakan otoritasku sebagai perwira komando, aku mengumumkan situasi darurat tingkat satu. Untuk selanjutnya, aku memerintahkan kapal perang bintang 'Kaguya Roosevelt' untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kekuatan tempur dari kapal ini. Ini adalah perintah dari kaptenmu. Ambil prioritas utama di atas segalanya."
Ini pertama kalinya dia memberikan perintah dengan gaya ala perwira senior. Tidak, ini benar-benar pertama kalinya bagi seorang Naruto Osborne. Semuanya benar-benar berbeda setelah menjalani 'pendidikan' ala perwira senior.
[Baik, Pak! Perintah Anda telah saya terima.]
"Baiklah. Sekarang mulai perbaikan kapalnya."
[Mohon maaf apabila saya kasar, namun Kapten harus menuju 'kapsul penyelamat' saat ini juga.]
"Hah?! Apa yang kau bilang?"
[Sambungan dengan bagian penunjang kehidupan telah terputus dan keadaan di luar cleanroom saat ini berada di dalam status membahayakan. Sekarang kita dengan cepat mulai kehabisan oksigen.]
Seperti yang dia katakan, kadar oksigen yang ada di fasilitas cleanroom sudah mulai menipis. Tidak mungkin bagi Naruto untuk tetap berlama-lama di dalam ruangan tersebut.
"Tapi meskipun kau memberitahukanku untuk melarikan diri, apakah atmosfer yang ada di dalam planet itu memungkinkanku untuk bernafas?"
[Berdasarkan analisa spectrum optical, ada peluang sekitar 91% bahwa atmosfer yang ada di sana memungkinkan manusia untuk bernafas.]
"Bagaimana dengan sisanya?"
[Gas yang berpotensi membahayakan manusia dan mikroorganisme yang tidak diketahui.]
"Meskipun begitu, sebuah 'kapsul penyelamat', yah? Bagaimana dengan 'kapal pendaratan'?"
[Akses menuju hanggar telah dipenuhi oleh puing-puing kapal. Terlebih lagi, hampir semua kapal pendaratan sudah rusak maupun hancur.]
"Itu artinya aku tidak bisa kembali ke kapal ini?!"
[Bahkan jika Anda tetap berada di sini, Anda tidak akan mampu bertahan karena kekurangan oksigen. Oleh karena itu, lebih baik jika Anda melarikan diri ke planet itu dan kemudian mencari cara untuk kembali ke kapal setelah selesai diperbaiki. Dan saat ini ada 53% kemungkinan berhasil untuk merekonstruksi kembali kapal dan mengubah orbitnya.]
'Apa? Aku tidak menyangka kemungkinannya akan serendah itu.' pikir Naruto dalam hati.
"Aku mengerti… lalu bagaimana dengan makanan dan senjataku?"
[Sayangnya, yang tersedia saat ini hanya yang sudah diatur di dalam kapsul penyelamat Anda.]
Naruto lalu mengaktifkan nano-machine. Dan di detik selanjutnya, Naruto pun dibuat kecewa saat membaca apa yang muncul pada jendela virtual yang ditampilkan oleh nano-machine.
AK-13L Pulse Rifle.
DEM-19P Laser Handgun.
Eletromagnetic Combat Knife.
42 Paket Ransum Darurat.
28 Liter Air.
1 Botol Logam Langka (100 Tablet).
2 Buah Selimut.
Sebagai seorang tentara, dia merasa kurang puas dengan persenjataan yang dia miliki. Sebab, daya tembak senjata-senjata tersebut tak terlalu dapat diandalkan. Dan dia hampir tidak memiliki cukup makanan serta air yang diperlukan untuk bertahan hidup. Namun meskipun dia mengeluh, tidak mungkin baginya menemukan pilihan yang jauh lebih baik daripada ini.
"Apakah ada sesuatu yang bisa kubawa bersamaku?"
[Kenapa tidak Anda ambil saja salah satu modul prosesor yang baru Anda ganti sebelumnya, Kapten? Itu terbuat dari logam langka.]
Untuk mempertahankan sejumlah nano-machine di dalam tubuh, setiap tentara dari UNSA akan diberi sejumlah suplemen yang berisi serbuk dari logam langka yang dibuat secara khusus untuk nano-machine. Bagaimana pun, nano-machine adalah benang kehidupan bagi seorang tentara sepertinya. Tanpa mereka, kemampuan bertempur tentara UNSA akan menurut secara drastis dan hal itu tentu akan membahayakan nyawa para tentara.
Area peluncuran untuk kapsul penyelamat berada tepat di sebelah jalan masuk dari fasilitas cleanroom. Naruto sangat bersyukur bahwa orang yang telah mendesain kapal ini berpikir untuk melengkapi ruangan tersebut dengan kapsul penyelamat. Melalui saluran komunikasi yang masih aktif, dia lalu meminta Kaguya untuk membuka pintu kapsul penyelamat dan memasukkan modul prosesor ke dalamnya. Jika dilihat dari sarana yang ada di dalamnya, wahana tersebut dilengkapi oleh lima tempat duduk. Dan interiornya pun cukup luas.
Setelah mempersiapkan segala yang dia butuhkan untuk dapat bertahan hidup. Naruto pun lantas bergegas masuk ke dalam kapsul penyelamat, lalu duduk di salah satu kursi, dan kemudian mengencangkan sabuk pengaman yang ada di dekatnya.
[Baiklah kalau begitu, semoga keberuntungan menyertaimu, Kapten.]
"Yah, kau juga, Miss Roosevelt."
Dan pada akhir, kapsul penyelamat yang ditempati oleh Naruto pun meluncur ke arah planet yang tidak dikenal.
.
.
.
Chapter 003
Pendaratan
.
Naruto POV
Aku masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa serangan misterius dan kematian rekan-rekanku adalah kenyataan. Selama di atas kapal, aku hanya menuruti instruksi yang diberikan oleh Kaguya. Namun, sekarang, aku menjadi satu-satunya orang yang selamat dari insiden itu. Wajah rekan-rekanku dan komandanku muncul kembali satu per satu di dalam kepalaku, dan tanpa sadar, air mata mulai mengalir di wajahku.
"Sialan!"
Tiba-tiba, kapsul penyelamat yang aku tumpangi mulai berguncang hebat.
"Apa yang terjadi?" tanyaku masih diselimuti oleh kesedihan.
AI dari kapsul penyelamat, yang saat ini sedang memasuki atmosfer, menjawab:
[Tidak ada masalah yang terjadi. Semuanya sesuai dengan perhitungan.]
Guncangan semakin kuat.
"Hoi, apa benar tidak ada masalah?"
[Tidak ditemukan adanya masalah. Semuanya sesuai dengan perhitungan.]
Dan lagi, guncangan semakin bertambah kuat.
"Hoi!"
[Tidak ditemukan adanya masalah. Semuanya sesuai dengan perhitungan.]
Tentu ada yang tidak beres! Meskipun ini kapsul penyelamat sekali pakai, tidak seharusnya AI menjawab seperti itu. Mungkin AI mengalami kerusakan atau sesuatu. Kalau aku ingat-ingat kembali, aku belum pernah mendengar kapsul penyelamat dipakai langsung untuk mendarat ke sebuah planet. Aku harus menanyakan hal ini kepada nano-machine.Top of Form
"Wise, berapa banyak kasus mendaratnya kapsul penyelamat ke suatu planet dalam kurung waktu seribu tahun terakhir?" tanyaku.
Wise, nama yang kuberikan kepada nano-machine itu, lantas menjawab.
[Ada 17 kali dalam kurung waktu seribu tahun terakhir. Catatan terbaru adalah 314 tahun yang lalu.]
Hanya ada belasan kasus, seperti yang kuduga. Ya, kukira ini wajar mengingat pertempuran tidak biasanya terjadi di dekat sebuah planet. Aku penasaran, berapa lama waktu yang sudah terlewati? Ketika aku akhirnya kehilangan kesadaran akan waktu, guncangan tiba-tiba mereda.
Saat pendorong aktif dan rotasi berhenti. Setelah beberapa saat, sebuah hentakan datang bersama dengan suara gedebuk. Kemudian, aku mendengar suara menyembur. Apakah ada sesuatu yang bocor?
"Apa lagi sekarang?" tanyaku.
[Parasut berhasil dilepas, namun nampaknya ada sebuah sobekan yang terbuka di bagian tertentu karena guncangan tadi.]
Sobekan terbuka hanya karena parasut dilepas?! Aku sepenuhnya yakin ini tidak masuk standar Federasi.
"Apakah ada masalah dengan parasutnya?" tanyaku lagi. [Tidak ditemukan adanya masalah. Dua puluh lima menit hingga mencapai permukaan planet.]
Meski kau bilang seperti itu, ini masih agak mengkhawatirkan.
"Hei, kapsul. Apa nama pabrik asalmu?"
[Michael Heavy Industries.]
Ah, jadi begitu.
"Michael Heavy Industries" merupakan salah satu perusahaan pemasok senjata yang sudah lama berdiri, namun beberapa tahun yang lalu sebuah cacat serius ditemukan di salah satu produk buatan mereka, sehingga menimbulkan berbagai masalah yang hampir membuat perusahaan tersebut gulung tikar. Dan aku cukup yakin bahwa kapsul penyelamatan yang tengah aku tempati ini juga salah satu dari produk cacat mereka.
"Tidakkah ada masalah dengan pendaratannya?!"
[Tidak ditemukan adanya masalah. Ada cukup banyak oksigen yang tersisa.]
"Tunggu! Jadi kita juga kehilangan banyak oksigen?!"
[Tidak ditemukan adanya masalah. Ada cukup banyak oksigen yang tersisa.]
Sialan, dia sudah tidak tertolong lagi—tunggu, itu dia!
"Apakah di luar memungkinkan untuk bernafas?"
[Udara di luar memungkinkan untuk bernafas. Parameternya berada dalam standar aman.]
Ya, itu sedikit melegakan. Setidaknya aku tidak perlu khawatir dengan udara yang ada di planet ini.
Ketika aku hendak memeriksa pemandangan di luar kapsul melalui monitor eksternal. Lagi-lagi, AI kapsul sialan ini memberi peringatan yang seketika membuatku ingin sekali menonjoknya.
[Kita akan mendarat di permukaan air dalam waktu satu menit lagi.]
"Apa maksudmu mendarat di air?!"
[Titik pendaratan berada di atas permukaan danau.]
"Ubah titik pendaratan sekarang juga!"
Pendorong diaktifkan sekali lagi.
[Tidak dimungkinkan mengubah titik pendaratan. Pendorong utama hanya berfungsi dalam lingkungan dengan gravitasi-nol.]
Aku benar-benar sudah kesal dengan AI sialan ini.
"Apakah kapsul ini bisa mengapung di atas air?"
[Negatif. Terdapat retakan di beberapa bagian. Ada resiko tinggi kemasukan air.]
Aku baru tahu itu.
[Kita mendarat sekarang.]
Kami menghantam permukaan danau dengan cukup keras. Aku buru-buru melepaskan sabuk pengamanku dan mulai bersiap-siap meninggalkan kapsul.
Aku membawa sebuah ransel, pulse rifle, pistol laser, pisau elektromagnetik, kantong yang berisi modul prosesor, seragam militer, pakaian kerja, dan dua buah selimut. Ini bisa dibilang cukup banyak.
Aku tidak bisa membawa botol air mineral bersamaku. Aku tidak punya banyak pilihan selain bertaruh pada air danau, semoga saja layak minum. Jika tidak, membawa botol air mineral hanya akan meningkatkan risiko kematianku.
Aku memasukkan pistol laser, modul prosesor, seragam, dan pakaian kerja ke dalam ransel dan mengenakannya di punggungku. Aku juga mengikatkan fulse rifle ke bahuku.
Selimut membungkus keduanya, jadi aku membawa benda-benda itu dengan mengikatkannya ke kepalaku dan masing-masing lenganku.
Aku kembali memeriksa keadaan di luar melalui monitor eksternal. Sialan! Benda rongsokan ini benar-benar akan tenggelam.
"Buka pintunya!" teriakku.
Saat pintu terbuka, sejumlah air mulai masuk ke dalam kapsul dan membanjiri seluruh ruang yang ada di sana. Aku entah bagaimana berhasil menggenggam ujung pintu dan menarik diri keluar dari kapsul.
Udara, tentunya tidak ada masalah.
Dari apa yang dapat kulihat, tepi danau berjarak kurang lebih tujuh meter ke arah depan. Cukup jauh jika harus ditempuh dengan cara berenang. Tapi untuknya, selimut yang menggulung di kedua sisi lenganku terbuat dari bahan anti air sehingga dapat membantuku untuk tetap mengambang di permukaan air. Kemudian, aku berenang dan mencapai tepi danau sekitar tiga atau empat menit.
Akhirnya! Aku senang bahwa ini masih siang hari. Jika aku mendarat saat malam hari, aku yakin aku akan mengalami cukup banyak kesulitan.
Aku memeriksa sekeliling. Tumbuh-tumbuhan lokal nampaknya cukup familier dengan yang pernah kulihat di suatu planet. Di dominasi oleh warna hijau dan mempunyai bentuk yang sama dengan tanaman yang sudah kukenal. Kau bahkan bisa mengatakan itu entah kenapa mengingatkanku pada planet asalku. Tapi apa yang harus kulakukan sekarang?
Ketika aku memikirkannya, aku baru menyadari sesuatu yang penting. Semenjak awal, alasan kenapa aku terpaksa melarikan diri ke planet ini adalah hilangnya kemampuan kapal dalam mempertahankan oksigen dan Kaguya memerlukan waktu untuk memperbaikinya.
Ini benar-benar berita buruk!
Tanpa alat komunikasi di dalam kapsul penyelamat, aku tidak akan bisa menghubungi Kaguya.
"Kapsul penyelamat, respons! Tolong responsnya!" teriakku.
Tidak berguna. Aku berteriak beberapa kali namun masih belum ada jawaban. Lagi pula apakah kapsul itu dari sejak awal memang tahan air? Aku harusnya memastikannya terlebih dahulu. Tunggu. Benda itu bisa bertahan dalam lingkungan kedap udara jadi harusnya juga berfungsi dalam air. Namun aku tidak bisa terlalu berharap banyak pada sepotong sampah itu.
Kemungkinan terburuk, aku harus mencari cara mengangkat kapsul penyelamat dari dalam air. Tapi itu sepenuhnya mustahil jika kulakukan sendiri. Haruskah aku membuat kontak dengan makhluk hidup setempat dan meminta bantuan mereka? Itu satu-satunya cara yang terpikirkan olehku sekarang.
Tunggu dulu!
Aku akhirnya menyadari sesuatu. Mengapa menurunkan kewaspadaanku di tempat seperti ini? Tempat ini tak ubahnya medan pertempuran. Makhluk-makhluk buas sering kali bersemayam di dalam danau. Aku dengan cepat mengambil senapanku dalam posisi siaga. Tempat ini benar-benar mirip dengan tempat asalku, jadi tanpa sadar aku kehilangan kewaspadaan. Untuk sekarang, aku perlu keluar dari sini dan mencari yang tempat aman untuk berlindung.
Aku menemukan sesuatu yang mirip perbukitan jadi aku akan menuju ke sana.
Bukitnya cukup besar, dengan formasi berbatu yang memiliki diameter kurang lebih dari sepuluh meter dan tinggi lima meter. Oke, tempatnya cukup bagus, pemandangan terbuka. Potensi pembunuh akan menyergapku juga kecil, dan aku mempunyai senapan. Itu artinya aku memiliki lebih banyak keuntungan.
Aku memeriksa area sekitar dan mendapati sesuatu jatuh dari atas langit. Aku langsung mengenalinya. Aku sudah melihat kejadian seperti ini dari atas holobit beberapa kali.
Mereka terbakar, banyak objek-objek kecil menyala dan jatuh bukan hanya ke selatan, namun juga utara dan langit bagian barat juga. Ah! Bukankah itu puing-puing dari kapal bintang yang hancur.
"Uh… jadi itu sama sekali tidak berhasil?"
Kaguya menyatakan bahwa peluang suksesnya rekonstruksi kapal adalah 53%. Meskipun peluangnya hanya sedikit di atas 50%, aku benar-benar percaya bahwa itu akan berhasil entah bagaimana. Bahkan jika peluangnya hanya 50:50, aku tidak bisa membayangkan bahwa Kaguya akan gagal.
Apakah ada penjelasan lain dari kejadian ini selain kegagalan Kaguya dalam rekonstruksi kapal? Tidak, membuang material asing ke sebuah planet adalah kejahatan serius dalam aturan militer. Terlebih lagi, Kaguya tidak akan menjatuhkan benda-benda itu dengan sengaja karena dia tahu aku masih terjebak di sini.
"Uh..."
Tidak ada kata lain yang bisa keluar dari mulutku. Puing-puing kapal terus berjatuhan, layaknya hujan komet di siang hari. Aku bahkan bisa melihat kabut kecil yang terangkat dari tanah saat benda-benda itu jatuh ke tanah. Aku menatap ke langit dan merasakan sebuah rasa sesak di dalam dadaku.
Kaguya, teman-temanku, dan komandanku... semuanya hilang begitu saja. Aku merasa takut dan tidak yakin apakah aku bisa melakukan sesuatu sendiri di planet ini. Namun, aku tidak punya pilihan lain selain melanjutkan hidupku di sini. Aku harus mencari makanan dan air, serta mencari cara untuk bertahan hidup selama yang aku bisa. Aku harus segera bergerak. Kulihat ke sekeliling dan menyadari bahwa aku tidak tahu harus menuju ke mana. Aku hanya tahu satu hal: aku harus mencari cara keluar dari hutan ini.
.
.
.
Chapter 4
Bertahan Hidup
.
Naruto POV
Aku menghabiskan waktu yang tak terhitung lama menatap kosong ke arah langit. Kemudian aku kembali tersadar karena rasa lapar. Mari makan sesuatu untuk saat ini.
Sial, aku membiarkan kewaspadaanku turun sekali lagi! Ya, kali ini karena keterkejutan konyolku. Aku benar-benar merasa dihantam oleh pukulan penghabisan dan menjadi babak belur olehnya. Sekarang, kupikir aku harus bertahan hidup di planet ini hingga aku mati.
Sebuah kapal perang bintang kelas penjelajah berat telah menghilang secara tiba-tiba. Sebuah tim pencarian mungkin akan diberangkatkan setidaknya. Namun peluang mereka untuk menemukan planet ini dan bahkan sistem bintang ini kemungkinan sangat kecil. Komando Tertinggi sudah familier dengan jadwal pelayaran kami.
Pencarian mungkin akan berpusat pada sekitar koordinat di mana kami benar-benar kehilangan kontak. Akan sulit mengandalkan mereka karena kapal bintang yang sebelumnya kutempati itu terpaksa menyimpang ke planet ini setelah diserang oleh entitas yang tidak dikenal.
Berlawanan dengan ekspektasiku, ransum ini ternyata cukup lezat. Aku juga merasa haus, jadi kupikir aku akan mencoba air danaunya. Sangat disayangkan bahwa aku tidak bisa membawa botol-botol air mineral itu bersamaku.
Jika dilihat dari atas, kupikir sekarang sudah bertepatan dengan pukul 4 sore. Ketika aku mengarahkan pandanganku ke danau, aku menemukan sesuatu.
"Hey, itu kan–!"
Ada sekitar lima botol air mineral yang mengambang di atas permukaan air danau dan bergerak bersama terpaan angin. Aku pikir di sana sebenarnya ada lebih dari sepuluh. Mungkinkah sisanya tenggelam bersama kapsul penyelamatan? Bagaimanapun, ini merupakan penemuan yang tidak terduga. Aku akan memungutnya kembali selagi mencoba air danau.
'Gleuk.'
Setelah mencapai tepi danau, aku lantas mengambil seteguk air danau menggunakan tanganku, meminumnya dan segera meludahkannya. Ya, rasanya tidak ada bedanya dengan air biasa.
'Bagaimana hasilnya?' Aku menyuruh Wise untuk memeriksanya.
[Airnya sudah memenuhi standar layak minum.]
Untuk saat ini, aku tidak perlu khawatir lagi tentang kebutuhan akan air minum.
Di saat aku sedang menjelajahi pesisir danau, aku tidak sengaja menemukan banyak jejak kaki yang mirip dengan manusia. Hal ini membuat tingkat kewaspadaanku meningkat dan dengan cepat aku mengeluarkan senapanku.
Aku tetap siaga, namun tidak menemukan keanehan apa pun.
Jejak kaki itu tidak baru dan sepertinya sudah ada selama dua atau tiga hari yang lalu. Saat aku memeriksanya lebih teliti, aku perhatikan bahwa meskipun jejak kaki itu mirip dengan manusia, ada perbedaan yang cukup mencolok. Jumlah jarinya hanya ada empat dan cukup kecil, seperti anak-anak.
Untuk sekarang, aku harus pergi dari tempat ini dulu. Namun, aku membawa terlalu banyak barang bawaan, dan termasuk lima botol air mineral yang kubawa di kedua tanganku, sehingga aku tidak bisa menggunakan senapanku dengan benar.
Mari sembunyikan dua botol sisanya di tempat yang tidak mencurigakan.
Setelah itu, aku pun kembali ke perbukitan berbatu. Di sana, aku lalu meletakkan semua barang bawaanku dan kemudian menghela nafas.
Kalau dipikir-pikir lagi, puncak batu ini adalah tempat yang bagus. Jika aku berbaring, orang-orang di bawah tidak akan bisa melihatku. Ya, ini adalah tempat yang sempurna untuk mengamati danau.
Sekarang sudah malam. Aku benar-benar lelah karena kejadian hari ini. Karena aku tidak mungkin melanjutkan perjalanan tanpa tidur, aku hanya perlu mengatur Wise dalam posisi siaga saat aku terlelap.
Meskipun aku bilang mengatur Wise dalam posisi siaga, yang sebenarnya kulakukan adalah meningkatkan pendengaranku beberapa kali melalui sensor tambahan nano-machine yang tertanam di dalam otak. Meskipun pendengaranku ditingkatkan, bukan berarti lingkungan sekitarku tiba-tiba berubah menjadi bising. Hal ini terjadi karena suara yang kudengar akan diblokir oleh Wise sebelum itu bisa mencapai bagian otak. Ini mirip seperti filter pada sebatang rokok. Jika Wise menilai situasi tidak normal, dia akan dengan segera membangunkanku, menjadikan fungsi ini sangat nyaman untuk digunakan.
Aku menggelar satu selimut lalu membungkus diriku dengan selimut yang lainnya. Telingaku adalah satu-satunya bagian yang terbuka.
'Mode siaga dinyalakan. Bangunkan aku saat fajar.'
Setelah memberikan perintah, suara dari sekelilingku sepenuhnya menjadi hening.
[Roger.]
…
[Sekarang sudah fajar. Mohon bangunlah.]
Suara cicitan burung mengisi telingaku. Matahari sudah terbit lumayan tinggi.
Bagaimana Wise bisa tahu sekarang sudah fajar saat mataku terus tertutup saat tidur? Nano-machine benar-benar bisa diandalkan, seperti biasa.
Aku benar-benar tidak merasa mengantuk lagi. Berapa jam sebenarnya satu hari di planet ini? Aku akan bangun lagi besok pagi untuk memastikannya.
Aku berencana untuk mengamati danau seharian ini. Aku tidak boleh terlalu gegabah lagi. Aku memakan sisa ransumku dan menenggak beberapa teguk air. Aku tiarap di atas selimut dan mulai mengamati danau. Karena Wise juga bisa meningkatkan penglihatanku, mem-zoom sampai sepuluh kali pembesaran adalah perkara mudah.
Aku terus melakukan ini sampai siang hari. Oh benar juga, aku pikir sudah saatnya mengambil kembali botol-botol air mineral itu.
Saat aku sedang memikirkan hal itu, 'mereka' muncul. Jarak antara aku dan mereka sekitar tiga ratus meter. Sekilas, mereka mirip dengan manusia, namun lebih pendek. Aku kemudian mem-zoom sekali lagi. Tinggi mereka sekitar 120 cm. Jumlah mereka ada empat orang. Tapi aku benar-benar tidak berpikir mereka adalah manusia. Warna kulit mereka hijau. Namun bukan hijau polos.
Aneh, ada sedikit corak gelap yang terlihat sebagai hasil perpaduan antara warna hijau dan putih.
Aku mendengar suara, "Gukyaa... gukyaa..." melalui peningkatan pendengaranku. Mereka memegang tongkat kayu tumpul di tangan mereka. Apakah itu pentungan? Beberapa dari mereka juga memegang tongkat kayu panjang yang ujungnya dipertajam seperti tombak. Mereka juga tampaknya benar-benar mengenakan cawat dekil.
Ya, karena mereka mengayun-ayunkan senjata seperti pentungan dan tombak serta mengenakan cawat, mereka sepertinya termasuk makhluk hidup yang memiliki kecerdasan.
Saat aku mem-zoom mereka sekali lagi, aku mendapati bahwa muka mereka agak jelek. Tidak ada yang bagus-bagus tentang penampilan mereka: muka yang benar-benar datar, mata yang sedikit ke atas, telinga yang runcing, dan hidung yang kelewat besar.
Kemungkinan satu-satunya bentuk kehidupan cerdas selain diriku adalah mereka. Ya, itu sangat mungkin. Untuk sekarang, pilihan terbaikku adalah menyingkirkan prasangka burukku tentang mereka.
Tidak akan ada yang berubah jika aku terus bersembunyi di tempat ini. Mari akhiri saja ini dan katakan "halo" kepada para pribumi.
Senjata yang mereka bawa tidak memberikan ancaman kepadaku. Aku menyembunyikan barang-barangku yang lain di antara celah-celah batu dan menyiapkan senjataku. Aku menodongkan senapanku dan menaruh pistol laser dan pisau elektromagnetik di dalam kantong pakaianku. Mereka sepertinya mengarah ke danau.
Aku mendekati tempat itu sambil tetap waspada. Ada waktu di mana aku kehilangan mereka, namun karena mereka terus bersuara "Gukyaa... gukyaa..." dengan keras, aku dengan mudah menemukan mereka sekali lagi.
Mereka tidak memperhatikan lingkungan sekitar mereka sama sekali. Apakah mereka benar-benar makhluk cerdas? Tapi ya, jika seorang alien melihat anak-anak manusia bermain-main dan membuat keributan, pemandangan itu mungkin akan serupa dengan apa yang lakukan oleh makhluk-makhluk itu.
Ketika mereka mencapai tepi danau, mereka bahkan semakin membuat kegaduhan. Akan menyebabkan kepanikan jika aku tiba-tiba muncul di depan mereka dan memanggil mereka, jadi aku memutuskan untuk menarik perhatian mereka dari jauh.
"Hey!" aku berteriak cukup keras. Sekelilingku seketika menjadi sunyi. Mereka semua mengalihkan perhatian mereka kepadaku.
Aku mengangkat kedua tanganku untuk menunjukkan isyarat bahwa aku tidak punya niat untuk bermusuhan, namun senapanku tetap berada dalam posisi siap di bahuku.
"Hai. Hari yang cerah ya, semuanya."
Aku memanggil mereka lagi. Tentu saja, mereka tidak mungkin memahamiku. Aku hanya ingin menunjukkan maksudku dengan nada bicaraku.
Masing-masing dari mereka saling beradu pandang dan mulai tertawa histeris. Beberapa dari mereka bahkan ada yang bergelayutan di tanah sambil memegang perut. Aku mendekati mereka langkah demi langkah.
Tunggu, bukankah itu—
Dua botol air mineral hancur oleh pentungan kayu yang digenggam salah satu dari mereka. Sepertinya mereka menemukan itu di tempat aku menyembunyikannya dan menusuk-nusuknya untuk bermain-main. Melihat itu, aku akhirnya kehilangan kesabaranku dan termakan oleh amarah.
Aku mengambil senapanku di bahuku dan menodongkannya. Ketika mereka melihat tindakanku, mereka mulai dengan gila berlari ke arahku. Jarak mereka kurang dari sepuluh meter, namun itu sudah cukup. Aku sudah mengunci mereka melalui bidikan virtual yang ditampilkan oleh Wise. Tidak masalah seberapa liar mereka bergerak. Aku hanya perlu menodongkan senjataku ke arah mereka dan menarik pelatuknya.
Senapanku AK-13L terhubung langsung dengan sistem pengontrol Wise melalui saraf buatan. Lensa tipe-remot terpasang di badannya yang secara otomatis melacak musuh dan melumpuhkan mereka dengan ledakan laser yang terkonsentrasi. Aku bisa menembak empat kali berturut-turut dalam waktu kurang dari setengah detik.
Senapan keluaran Angkatan Bersenjata Federasi Manusia memang sangat menakjubkan. Penyerang kecilku lumpuh tidak berdaya.
Aku merasa sedikit lebih tenang setelah mendapat beberapa botol air mineral kemarin. Manusia tidak bisa hidup tanpa air. Mungkin danau ini satu-satunya sumber air minum yang bisa langsung dipakai. Tanpa botol-botol itu, aku mungkin tidak bisa pergi terlalu jauh dari danau ini. Dan para bajingan ini menghancurkan botol-botol berharga itu hanya untuk bersenang-senang! Aku kesal selama beberapa saat, tapi setelah aku berhasil tenang kembali, Wise membuat permintaan yang agak menjijikkan.
[Dimohon untuk memotong mereka jika memungkinkan.]
Meskipun aku tidak suka, aku tidak bisa menolak permintaan dari pihak yang telah membantuku sejauh ini. Ya, terserahlah. Mari kita mulai memotong.
Aku tidak terlalu benci melihat darah, tapi aku benar-benar tidak mau menyentuh mereka jika bisa. Karena aku tidak mau menyentuh mereka, aku hanya memotong mereka menjadi dua bagian. Aku memotong mereka dari kepala hingga selangkangan dengan pisau elektromagnetik. Agh! Bau! Bau yang sangat tidak menyenangkan keluar dari dalam isi perut makhluk itu.
Setelah membelah mereka menjadi dua, aku menggunakan tombak yang mereka bawa untuk membalikkan tubuh mereka agar Wise bisa menganalisanya.
[Ada sesuatu di bawah tulang rusuk.]
Saat aku menyodok bagian yang disebutkan menggunakan tombak kayu, sebuah kristal berlumuran darah dengan diameter sekitar dua cm keluar. Aku penasaran apa ini? Warnanya pucat agak keputihan. Wise menginginkan data kode genetik mereka, jadi aku mengambil kristal itu dengan jari-jariku dan bergegas untuk mencuci tangan dan pisauku.
Ya, karena botol air mineral yang mereka rusak berlubang di tengahnya, jadi aku memutuskan untuk memotongnya dengan pisauku dan mengubahnya menjadi cangkir.
Bagus!
Untuk diriku sekarang, yang tidak punya akses ke barang-barang yang bersifat sekunder, benda-benda ini tak ubahnya seperti harta karun.
Setelah membereskan semua kekacauan tadi, aku sedikit beristirahat sejenak sambil memperhatikan pantulan cahaya yang ada di atas danau.
Jika dilihat berdasarkan jalur rotasi planet ini, kira-kira sekarang mulai tengah hari. Aku benar-benar harus memperoleh makanan. Namun akankah aman mengonsumsi dan mendapatkan nutrisi dari makhluk-makhluk yang ada di planet ini?
Sedikit-sedikit, aku bisa menyimpulkannya berdasarkan informasi dari pertemuan pertamaku dengan makhluk-makhluk ini. Mereka bukan makhluk cerdas, namun mereka mungkin bisa menjadi sumber makanan yang aman untuk aku konsumsi—enggak deh, aku gak ingin memakan daging mereka yang baunya sangat busuk itu.
Selain itu, mereka juga seperti tidak peduli dengan lingkungan yang ada di sekitar mereka. Ini mungkin mengindikasikan bahwa tidak ada apa pun di sekitar area ini yang bisa memberi mereka ancaman.
Tapi mungkin juga kalau ancaman itu memang ada, namun mereka gagal mendeteksinya. Itu juga mengindikasikan bahwa mereka tidak terlalu cerdas, bukan?
Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Yang perlu kulakukan hanyalah tetap waspada.
.
.
.
Chapter 005
Rekonstruksi
.
Kaguya POV
Semua starship dari United Nation Space Aliance (UNSA) pada dasarnya mengikuti model silinder. Setiap starship tersusun atas kombinasi 1/4 atau 1/2 dari bulatan blok-blok silinder yang dikenal dengan sebutan section.
Alasan utama dibalik penggunaan metode konstruksi ini adalah perawatannya yang mudah. Di masa lalu, semua starship dibangun dalam satu kesatuan berdasarkan kerangka-kerangka yang terintegrasi, namun hal ini segera ditinggalkan karena dianggap tidak efisien.
Dengan sistem module construction, meskipun sebuah starship bintang mengalami kerusakan parah di beberapa bagian, starship tersebut masih dapat diperbaiki asalkan memiliki suku cadang yang cukup untuk mengganti bagian-bagian yang rusak.
Menurut laporan dari salah satu AI, kerusakan pada penampang kontrol gravitasi terlihat lebih rendah dari perkiraan awal. Karena Kapten sudah berhasil untuk melarikan diri, saatnya kita mulai memperbaiki starship.
Pertama-tama, potong bagian blok mesin yang sudah tidak dapat dipakai lagi. Setelah itu, semua bagian starship sudah dapat diatur kembali.
Sejujurnya, membuang material asing ke planet—yang diduga—dihuni oleh makhluk hidup cerdas adalah bentuk pelanggaran militer yang serius, namun karena kami berada dalam situasi darurat tingkat satu, tindakan semacam ini masih bisa ditoleransi.
Titik jatuhnya sampah-sampah starship adalah sekitar dua ribu kilometer jauhnya dari perkiraan koordinat pendaratan Kapten, jadi tidak akan ada masalah.
Aku akan menggunakan tractor beam untuk mengatur titik jatuhnya. Jika benda-benda itu jatuh ke atas planet dengan ukuran seperti itu, itu mungkin bisa menimbulkan bencana yang serius. Jadi aku mengaturnya agar meledak hingga berkeping-keping setelah mendapatkan cukup jarak dari permukaan planet.
Kalian bisa bilang bahwa satu-satunya keunggulan ras manusia jika dibandingkan dengan para "Arachne" adalah teknologinya. Selain itu, masing-masing penampang starship dilengkapi oleh mekanisme penghancuran diri agar mencegah bocornya teknologi penting ke tangan musuh.
Tentu saja, mekanisme itu dirancang oleh Militer Federasi untuk aktif tanpa kegagalan tidak peduli seberapa parah kerusakan yang akan diterima.
Selanjutnya, aku menggunakan mesin darurat yang digunakan untuk kontrol, membuat seluruh badan starship berotasi. Aku berniat menggunakan gaya sentrifugal untuk membuat section yang rusak jatuh ke koordinat yang diinginkan. Semakin cepat berputar, semakin baik.
Setelah mesin darurat berhasil memberikan momentum perputaran yang cukup, masing-masing penampang yang rusak datang satu persatu. Aku juga memperhitungkan waktu dan proses untuk melepaskan kedua bagian cyro-sleep.
Section yang saling terpisah juga jatuh ke atas planet menggunakan tractor beam. Ini memungkinkan diriku untuk memandu jalur lintasan mereka satu per satu.
Tindakan yang diambil sebelumnya telah meningkatkan kemungkinan sukses perbaikan dan rekontruksi hingga mencapai 68%.
Bagian hanggar yang terpisah juga perlu dibuang, namun berat keseluruhannya terlalu besar.
Serangan sebelumnya benar-benar memusnahkan dua spaceship berkecepatan tinggi yang digunakan untuk pengintaian dan empat landership berukuran besar yang ditempatkan di dalamnya.
Aku memerintahkan semua spaceship yang masih dapat beroperasi untuk turun ke permukaan planet. Aku yakin itu nanti akan berguna untuk Kapten Osbern.
Setelah itu, aku akhirnya melepaskan bagian hanggar. Aku juga menurunkannya menggunakan tractor beam.
Sebelumnya, ketika Kapten mengucapkan kalimat perintah sebagai kepala komando, dia mengubah kata yang hanya "mempertahankan kekuatan bertempur starship ini" menjadi "mempertahankan kekuatan bertempur starship ini dan kehormatan Tentara Federasi".
Ini mungkin karena pengaruh pendidikan perwira senior yang ia jalani. Itu benar-benar kalimat yang sesuai dengan codex Angkatan Bersenjata Federasi: Kehormatan Angkatan Bersenjata Federasi harus dijaga dan dijunjung tinggi setiap saat.
Namun menilai dari situasinya, dia tidak bisa menyalahkanku untuk memilih hanya fokus pada mempertahankan starship.
Banyak fungsi penting starship yang telah hilang, sehingga pelayaran saat ini mustahil untuk dilaksanakan. Selain itu, meriam utama dan cadangan keduanya tidak berfungsi, dan komunikasi antar-bintang pun tidak dapat digunakan.
Sejujurnya, dalam situasi saat ini, starship ini bahkan tidak akan mampu bertahan dari serangan starship perang ringan milik "Arachne" atau satelit kelas penghancur milik Federasi.
Kendati demikian, usaha terbaik masih harus dilakukan untuk memperbaiki dan memulihkan starship ke kondisi semula.
Agar mencapai itu, bagian penampang industri, penampang pendukung kehidupan, bagian medis, dan kontrol gravitasi harus sepenuhnya berfungsi, apa pun yang terjadi.
AI yang terpasang pada penampang hanggar yang terpisah saat ini berada di tengah-tengah kebingungan.
Sebuah perintah yang menyatakan semua starship yang mampu memasuki kembali atmosfer harus diluncurkan selagi mengabaikan semua regulasi keamanan yang datang baru-baru ini.
Sekalipun semua spaceship itu mampu memasuki kembali atmosfer, mereka tidak dirancang untuk melakukannya dengan jalur lintasan yang jelek saat ini. Kira-kira, berapa banyak di antara mereka yang akan berhasil mendarat?
Saat ini, AI bagian hanggar sedang dalam status siaga selagi menunggu penampangnya mencapai posisi optimal untuk peluncuran.
AI bagian hanggar juga mengalihkan perhatiannya pada robot-robot general-purpose yang berbaris di dalam hanggar. Robot-robot itu tidak diperlengkapi dengan pendukung kemampuan memasuki kembali atmosfer.
Mereka dirancang untuk melakukan berbagai pekerjaan manusia. Demi tujuan itu, mereka diciptakan dengan menyerupai bentuk manusia, dengan sepasang tangan dan juga kaki.
Meskipun mereka tidak terlalu bagus dalam kemampuan bertarung, mereka dibekali dengan berbagai fungsi yang berguna untuk menunjang peran mereka sebagai mesin penunjang kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, mereka mampu beroperasi secara independen dalam jangka panjang sama halnya dengan para drone.
Salah satu AI kemudian memberikan saran kepadaku. Periksa lebih lanjut di dalam dan pastikan ketersediaan drone. Dia menyarankan sebuah rencana untuk mengkombinasikan drone dan robot untuk saling bekerja sama.
Drone memiliki pengait di samping bawah mereka untuk tujuan memperlengkapi diri dengan suku-suku cadangan tambahan.
Spesifikasi dari drone dan robot sudah diperiksa dan keduanya memiliki fungsi ketahanan udara. Kemungkinan tingkat keberhasilannya pun cukup tinggi.
Sebuah rencana yang melibatkan robot yang memegangi pengait drone dimana drone itu bertindak untuk memasuki atmosfer segera dilakukan. Jika ini mustahil, robot-robot itu hanya perlu melepaskan pengait mereka.
Tentu saja, drone-drone itu tidak akan mampu terbang selagi membawa robot-robot itu karena efek gravitasi, namun meluncur di dekat permukaan masih dimungkinkan.
Robot-robot itu dilengkapi dengan pendorong yang meningkatkan kemampuan melompat mereka. Jika mereka menggunakannya untuk mengurangi kecepatan jatuh, pendaratan yang aman secara teori seharusnya masih bisa dilakukan.
Tak berselang lama sepasang robot dan drone dipasangkan bersama-sama, dan robot diperintahkan untuk menggenggam pengait drone. Sebenarnya jumlah robot sedikit lebih banyak dibandingkan drone, namun apa boleh buat.
Sementara itu, Aku tengah sibuk membongkar pasang kembali beberapa section starship yang masih tersisa. Aku baru saja selesai memasang penampang docking ke-14.
Setelah itu, aku kembali melanjutkan tugasku, yaitu melepaskan sebuah penampang, menggenggamnya dengan tractor beam dan memasangnya kembali ke bagian lain starship. Dengan terus-menerus mengulangi prosedur itu, jalan lintasan starship secara bertahap mulai berubah arah.
Hanya sedikit lagi dan starship akan mencapai jalur lintasan ideal untuk berbelok. Karena penampang mesin sudah rusak, tenaga starship sangat terbatas. Bahkan kesalahan kecil pun tidak dapat ditolelir.
Rencananya adalah untuk berbelok dengan terhubung dengan pendorong darurat agar bergerak ke orbit yang lebih stabil. Ini akan memakan beberapa waktu.
Aku saat ini tidak bisa menghubungi Kapten. Seharusnya sudah cukup lama semenjak dia berhasil mencapai permukaan planet.
Hanggar akhirnya sudah mencapai titik optimal untuk peluncuran.
Pintu hanggar terbuka, dan tractor beam pun dipasang satu per satu tepat di depan semua spacehip dan unit-unit lain yang akan memasuki atmosfer planet.
Drone-drone itu memiliki bentuk yang mirip dengan seekor burung dengan panjang 15 meter, lebar 10 meter dan tinggi 4 meter.
Robot-robot yang digunakan untuk keperluan umum mulai mendekati mereka dan menggenggam pengait pada drone.
Satu per satu, pasangan drone dan robot berangsur-angsur melakukan peluncuran.
Unit-unit peluncuran dengan segera menyalakan mesin-mesin jet bertenaga hidrogen mereka.
Mereka harus bergegas dan menjauh dari hanggar. Itu karena hanggar diatur untuk penghancuran diri tak lama setelah mereka berangkat.
Ketika semua unit peluncuran mendapatkan jarak yang cukup, penampang hanggar akhirnya meledakkan diri. Semua unit menguatkan diri mereka untuk bertahan dari gelombang kejut ledakan.
Mereka kemudian menggunakan aerial breaking agar mampu mendekati sudut optimum untuk memasuki atmosfer.
Sekitar 80% unit selamat dalam proses itu. Sudut masuk atmosfer begitu buruk sehingga menyebabkan 20% dari mereka benar-benar hancur karena tersapu oleh ledakan dari section hanggar.
Drone-drone yang berhasil selamat harus menghemat bahan bakar mereka yang terbatas, jadi mereka mulai terbang melayang dan berencana terus melakukan itu sampai mereka mencapai ketinggian terendah. Agar tidak terpisah satu sama lain, mereka mengatur formasi dan turun secara bersama-sama.
Unit pemimpin menginstruksikan salah satu pasangan drone dan robot untuk menyalakan pendorong mereka dan mengambil titik pendaratan.
Ketika pasangan itu mencapai ketinggian seribu meter, mesin jet mereka lalu dinyalakan untuk mengurangi kecepatan jatuh mereka. Semua unit yang berada di atas pasangan pertama kemudian memfokuskan perhatian mereka pada data yang secara terus-menerus dikirim oleh pasangan yang tengah melakukan mendarat tersebut.
Semua drone merupakan tipe Vertical Take-Off and Landing (VTOL). Mereka sengaja dirancang untuk tipe-tipe manuver seperti itu.
Setelah itu, robot dari pasangan pertama pun sukses mendarat di permukaan planet. Namun tampaknya dia melepaskan pengait pada drone sedikit lebih awal. Lantas, dia pun jatuh dari ketinggian 30 meter namun pada akhirnya mendarat dengan selamat.
Menggunakan jalur data yang dikirim oleh pasangan pertama sebagai rujukan, semua unit dengan cepat menciptakan sebuah rencana penerbangan dan secara mandiri mengaktifkan mesin jet mereka ketika mereka mencapai ketinggian seribu meter.
Drone-drone itu menginstruksikan robot yang menggantung pada mereka untuk menunggu sampai mereka mencapai ketinggian 15 meter sebelum melepaskannya agar mendarat dengan selamat.
Semua unit-unit sisanya berhasil mendarat tanpa kendala.
Unit pemimpin kemudian memerintahkan mereka untuk siaga. Robot-robot general-purpose berkumpul bersama-sama dan berbaris. Drone-drone mengepakkan baling-baling mereka dan menggunakannya untuk terbang ke atas.
Mereka naik ke atas awan dan menggunakan energi yang disediakan oleh bintang utama di planet ini untuk mengisi ulang baterai mereka. Bahan bakar hidrogen yang hampir habis juga harus diisi kembali dengan mengambilnya secara langsung dari udara.
Kembali ke dalam starship.
Aku cukup dikejutkan oleh laporan yang aku terima dari permukaan planet. Sekitar 80% drone, 60% robot general-purpose, dua tractor industrial besar dan tiga escavator berhasil mendarat dengan selamat. Ini tingkat keberhasilan yang tidak terduga.
Sayangnya, senjata sekunder yang terpasang pada landership tipe besar tidak mampu bertahan saat memasuki atmosfer dan kemudian lenyap.
Kelihatannya tractor dan escavator mampu mendarat dengan selamat karena mereka diletakan pada peti khusus yang mampu bertahan dari atmosfer. Meski begitu, kegunaan mereka semenjak awal memang tidak begitu penting.
Beda halnya dengan drone dan robot-robot general-purpose, mereka cukup berguna, terutama dalam situasi saat ini dimana kontak dengan Kapten telah terputus.
Selagi melakukan itu, aku memerintahkan drone-drone itu melakukan pencarian, mencari tempat-tempat yang tampak seperti pemukiman makhluk hidup cerdas dan mengobservasi penduduk lokal yang tinggal di dalamnya.
Unit lainnya yang tidak mampu terbang diperintahkan untuk siaga karena bagaimanapun mereka tidak mampu memanfaatkan awan untuk menutupi pergerakan mereka.
Kelihatannya aku tidak bisa menghubungi kapsul penyelamatan. Aku penasaran, apakah terjadi sesuatu kepada Kapten.
…
