MAAF-minna.. Ren lakuin banyak kesalahan. Apalagi ren lupa g sisipin keterangan bahwa percakapan Athrun dan Cagalli mengutip dari anime favorite Ren :D ZETSUEN NO TEMPEST tapi tentu saja jalan ceritanya murni milik ren. ;) jika ingin tahu alasannya kenapa, Ren sangat terburu-buru karna mem-publish ffc ini di warnet, g bisa santai. Maaf sekali lagi
Notes :
Athrun belum tahu Kira dan Cagalli adalah saudara kembar.
Athrun dan Kira sudah lama saling kenal lewat situs jejaring sosial
Soal pasangan belum bisa ditentukan, yang jawab beda-beda sih.. ada yang lebih pilih AxC, ada juga yang pilih KxC. Mungkin sementara AxCxK seperti yang Cyaaz-senpai katakan
jinK 1341 : yupz! Cagalli belum tahu bahwa Athrun adalah teman Kira. Athrun baru tahu sedikit soal Lacus, begitupula Kira
blondeprincessa : semoga bisa gtu pair nya :D
Asuka Mayu : thank a lot mayu
Cyaaz-senpai : makasih buat sempetin review senpai! makasih atas dukungannya yang bikin ren semangat!
Ojou risky : pastinya aka nada athrun ;) n mungkin untuk awal awal ini banyak cerita AsuCaga. Belum kilas balik soal KiCag
NelshAZ : makasih atas respon hangatnya. Itu beri ren asupan semangat buat lanjut ;)
Popcaga : yeh.. popcaga cukup plinplan juga ;)
Fuyu Aki : nah, sesuai apa yang telah ren lz dari pesan, begitulah. Kesalahan teknik. Maaf ya.. #ampun deh. makasih untuk reviewnya ;)
Danny A.N : ren tau kak g suka cerita romantis. Makasih aja smepetin baca ;)
So, lanjut saja ffcnya Disclaimer © GUNDAM SEED / DESTINY by sunrise
Chap 3 : Di hari pertama kursus
Athrun POV
Hari ini adalah hari pertamaku untuk memulai kursus matematika pada putri Hibiki, Cagalli Yula Athha. Aku bertanya-tanya, kenapa nama belakang gadis itu bukan 'Hibiki'? Ah, nanti juga aku akan tahu kalau sudah lama mengenalnya. Lagipula, itu urusan pribadi muridku, tugasku hanya mengajar. Aku tegaskan lagi pada diriku, 'Athrun Zala, tugasmu hanya mengajar, kau tidak boleh ingin tahu tentang apapun urusan pribadi muridmu!' . Aku mengutuk diriku lagi akan rasa penasaran ini tentang gadis yang menarik itu.
Aku telah siap dengan kemeja kotak-kotak dan jins hitam. Apa penampilanku sudah terlihat seperti seorang pengajar? Aku harus menyakinkannya bahwa aku bisa menjadi pengajar yang baik. Dengan tas gendong yang berisi beberapa buku paket dan laptop, aku memulai langkahku untuk meninggalkan apartement ini. Baru saja aku mengunci pintu, suara dering handphone tertangkap telingaku. Ku keluarkan handphone dari saku celanaku, kulihat layarnya dan terteralah siapa yang melakukan panggilan pada handphone-ku ini. Itu Dearka, dengan malas aku mengangkatnya.
"Halo, Dearka?"
" Hy Athrun! Bagaimana harimu?" Aku mendengar suara nyaring Dearka dari jalur lain.
"Jangan basa-basi, katakan apa maumu, Dearka?"
"Kau ini tidak bisa santai sedikit?"
"Aku bisa santai kecuali denganmu."
"Aih, itu menyakitkan, Ath-kun!" Dia mulai lagi lebay-nya.
"Hentikan memakai nada itu. Kau seorang lelaki."
"Hehe.. Aku hanya meniru para fans-mu. Jadi, sedang apa kau?"
Dia mengingatkanku soal gadis-gadis aneh yang mengaku sebagai fans-ku. Aku bahkan bukan aktris, kenapa perlu fans segala? Akan lebih baik jika mereka tidak ada. Mereka membuat hari 'biasa'ku menjadi hancur. Namun akhirnya, hari biasa dapat aku miliki di ORB ini. ORB jauh dari PLANTS, jadi tidak banyak juga yang tahu tentang Zala. Aku sangat bersyukur untuk memiliki kehidupan normal disini. Kembali ke percakapan ..
"Aku sedang menuju halte bis."
"Aku masih tidak percaya seorang Zala menggunakan bis dalam kesehariannya. Apa susahnya kau minta mobil pada orangtuamu? Bibi Lenore kan sangat baik."
"Aku ingin mandiri, Dearka. Oh iya, terimakasih atas bantuanmu untuk membuat pemberitahuan di blogmu soal kursus."
"Oh itu, hehe.. Kau sudah melihatnya?" Kenapa dia terdengar gugup?
"Tidak, aku tidak melihatnya. Namun aku sudah memiliki seorang murid sekarang."
"Syukurlah.." Sekarang dia terdengar telah menghembuskan nafas panjang. Ada apa dengannya?
"Baiklah Dearka, jika kau tidak ada keperluan, aku akan memutuskan panggilanmu. Aku sudah naik bis."
"Aku hanya ingin berbicara dengan sahabatku. Jadi, dah.. Semoga kau memiliki hari yang baik."
"Semoga."
Aku mematikan panggilan, lalu menyimpan kembali handphone biru itu di saku celanaku. Butuh sekitar 20 menit untuk sampai di kediaman Hibiki, itu rumah sederhana yang terlihat sangat nyaman di komplek Akatsuki. Aku membuka gerbang rumah yang tak terkunci itu, lalu membunyikan bel dekat pintu. Tak lama, seseorang membukanya yang ternyata adalah tante Via. Aku tersenyum padanya.
"Athrun! Senang bisa melihatmu lagi. Silahkan masuk, akan tante panggilkan Cagalli."
Tante Via menuntunku menuju sebuah ruangan yang terdapat sebuah sofa putih sederhana disertai mejanya. Itu menghadap sebuah televisi, sepertinya ini ruangan keluarga. Sebuah ruang yang menurutku berukuran pas dan nyaman. Kemudian tante Via menaiki tangga yang ada di samping rungan ini. Aku bisa melihat anak tangga disamping kanan rungan ini yang mana samping kiri ruangan ini adalah sebuah dapur yang elegan.
Aku jadi merindukan rumahku. Ini pertama kalinya aku mendatangi rumah seseorang di ORB. Teman lamaku tidak ada yang bersekolah di ORB, jadi semua benar-benar baru bagiku. Kapan-kapan, aku ingin berkunjung ke rumah Kira. Dia kan sahabatku, kami sudah saling mengenal selama 2 tahun lewat situs jejaring sosial. Sungguh kebetulan yang luar biasa dapat satu sekolah bahkan satu kelas dengannya.
"Ahm! Hobby anda itu melamun, sensei?"
Aku memalingkan wajahku ke kanan dimana aku menangkap arah suara tersebut. Disana seorang gadis berambut pirang sebahu sedang berdiri dan berkacak pinggang. Dengan celana selutut dan kaos bergambar bintang berwarna kuning, ia terlihat manis dan lucu. Manis? Padahal dia tidak memakai rok seperti gadis seusianya. Dia benar-benar menarik.
"Maaf jika aku melamun tadi. Tapi tolong jangan panggil aku sensei, Cagalli."
"Terserah, mari kita mulai pelajarannya." Dia duduk di lantai dan menatapku. "Lebih enak lesehan, duduk di sofa sulit untuk menulis." Jelasnya saat aku menatapnya dengan bingung.
"Ya, kau benar." Akupun duduk di lantai-ralat, kami duduk diatas karpet merah. Aku membuka buku paketku dan memberikan kertas untuknya menghitung. Untuk permulaan, kami akan belajar tentang Sistem Bilangan Real. Proses belajar-mengajar cukup berjalan baik selama 15 menit. Namun setelah itu, ia mulai tidak bisa tenang. Dia memainkan bolpoinnya, lalu mencoret kertas yang aku beri dan menggambar tokoh animasi seperti Doraemon –walau aku pikir tidak mirip- dan memanyunkan bibirnya.
"Seandainya saja ada alat canggih milik Doraemon."
"Memangnya kenapa jika ada?" Tanyaku menatapnya dengan kesal karna beberapa menit ini ia tidak memperhatikan apa yang aku bahas.
"Apa ada alat agar aku menjadi jenius?" Dia bertanya dengan polos. Ya ampun! Aku kesal padanya, tapi amarahku hilang melihat wajah polosnya. Ada apa sih dengan dia? Awalnya seperti gadis pendiam, lalu saat dipancing, dia benar-benar marah, lalu cerewet hanya karna aku melamun. Sekarang ia begitu polos!
"Tunjukan lagi yang lainnya." Aku manatap langsung ke matanya.
"Apa?" Tanyanya lagi-lagi dengan sangat polos.
"Ekspresimu. Aku ingin tau lebih banyak."
Dia menjatuhkan bolpoinnya dan menatapku dengan heran. Mata kami bertemu, sekali lagi aku mengagumi mata indah itu. Aku rasa, mengajarnya akan sangat merepotkan karna sikapnya yang sulit kubaca. Namun, mungkin aku akan menikmatinya.
'Kau tahu, Kira? Aku pernah bilang padamu bahwa aku tidak pernah tertarik pada siapapun. Kali ini, aku tarik kata-kataku. Ada seorang gadis yang menarik perhatianku.'
.
***IDK***
Seorang gadis bersurai merah muda sedang duduk manis di sebuah kursi dalam café paradise. Dengan senyum merekah di bibirnya, ia memperhatikan langit biru yang nampak di balik jendela café tersebut. Hatinya begitu berdetak kencang kala ingat apa alasan ia duduk disana. Menunggu seseorang, pangerannya.
"Maaf membuatmu menunggu lama, Lacus-san."
Pria yang baru saja sampai, duduk di meja yang sama, berhadapan dengan sang putri merah muda. Sang putri tersenyum manis, pada pangerannya, seorang pria bermahkotakan surai cokelat dengan mata indah, amesthy.
"Tidak apa-apa, Kira-san."
TBC
Jadi sejauh ini, bagaimana pendapat kalian? Apa lacus jatuh cinta pada kira? Lalu mengapa? Bagaimana ceritanya? Juga dengan Athrun, apa dia sudah menyukai Cagalli? Atau hanya penasaran saja? Karna kita belum tau apa hubungan athrun dengan lacus :D. –aku selalu berusaha percaya diri dengan ffc-ku yang pas-pasan atau terbilang jelek ini tolong dukung n kasih saran yang lembut ya.. mentalku sangat parah. Aku hanya penggemar gundam seed yang ingin menuangkan inspirasi atau khayalanku tentang mereka disini.
special thanks to : Cyaaz-senpai! :D, Danny A.N , jinK 1342, blondeprincessa, Asuka Mayu, Ojou risky, NelshAZ, Popcaga, Fuyu Aki.
