Cast : Shim ChangMin dan Cho KyuHyun
Genre : Romance, Angst, Drama
Rating : M (aman untuk chapter ini)
Warning : TYPO(S), ngebosenin, YAOI, OOC (Out Of Character) oke ini bener-bener OOC. Karena saya membayangkan seorang Cho Kyuhyun yang jadi pintar memasak XD.
Bagi yang tidak suka YAOI a.k.a Boy x Boy harap menjauh dari fic ini. Tidak melayani genderswitch!
Dan yang tidak suka jika Changmin dan Kyuhyun berpasangan atau jadi couple harap segera angkat kaki. Silahkan pergi jauh-jauh! Tidak melayani bash atau protes merugikan.
.
Selamat membaca
Chapter 4
.
.
ChangKyu
.
.
Kyuhyun tak berhenti menggerutu sejak memulai aktivitasnya sekarang, memasak. Memasak mungkin bukan hal yang sulit baginya karena sering di rumah sendirian membuat Kyuhyun mau tak mau harus mengolah sendiri bahan makanan di kulkas. Ini menjadi semacam kebutuhan bertahan hidup kalau dipikir-pikir. Padahal hyungnya sangat ahli dalam urusan masak memasak. Tapi hyungnya memang terlalu sibuk, seolah tak ada waktu untuk sekedar menyempatkan ke dapur mengolah makanan sederhana sekalipun.
Kyuhyun menghentikan gerutuannya ketika mengingat hyungnya. Semenjak pindah ke rumah hyungnya ini, Jaejoong bahkan belum pernah memasak lagi untuknya. Kyuhyun mencoba mengingat terakhir kali dia memakan makanan masakan hyungnya. Kyuhyun tersenyum miris. Itu sudah hampir delapan tahun yang lalu. Kyuhyun mencoba menghela nafasnya untuk mengusir rasa rindu akan hyungnya.
"Hei, perhatikan tanganmu! Jangan melamun!" seru seorang namja dari belakang Kyuhyun.
Kyuhyun memutar bola matanya malas mendengar teguran dari namja di belakangnya. Namja yang tak lain adalah Changmin. Namja tersebutlah alasan Kyuhyun memasak sekarang.
Changmin memaksa tinggal lebih lama di rumah Kyuhyun setelah mengantar namja manis tersebut pulang dari acara makan sepihak. Setelah itu, untuk kesekian kali memaksa Kyuhyun memasakkan makan malam untuk mereka berdua. Kyuhyun merasa Changmin pintar memanfaatkan situasi, di mana dia memang hanya sendirian di rumah sekarang. Seperti yang selalu dirasakan Kyuhyun. Dia tak akan pernah merasa selamat jika Changmin di sekitarnya. Maka dari itu, mau tidak mau dengan sangat terpaksa dia menuruti keinginan Changmin.
"Aigoo… Jangan mengambil makanan langsung dari pancinya!" seru Kyuhyun kesal dengan tingkah Changmin. Changmin tidak peduli dengan seruan Kyuhyun. Dia langsung memakan daging yang baru saja diambilnya dari panci, di mana di dalamnya masakan masih dalam proses memasak, tinggal menunggu matang.
Sejenak Changmin terdiam dan memandang Kyuhyun lekat. Apa yang dikatakan Kyuhyun tadi mengingatkannya pada hal yang sama. Hal yang dulu juga pernah dialaminya.
Kyuhyun menghentikan kegiatannya mengaduk gulai masakannya ketika dia merasakan ada tatapan tajam dari sampingnya. Kyuhyun merasa tidak nyaman dengan tatapan yang seolah menyiratkan kebencian yang mendalam. Dengan mengerahkan keberaniannya, Kyuhyun mencoba menolehkan kepalanya ke arah samping di mana Changmin berada. Tapi belum sempat Kyuhyun menoleh, ada gerakan cepat yang mencengkeram lengannya dan menariknya paksa.
Kyuhyun tertegun ketika dia merasakan pelukan erat dari Changmin. Dia merasa sangat terkejut. Tubuhnya kaku karena tidak tahu harus melakukan apa pada pelukan tiba-tiba itu. Changmin menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Kyuhyun. Sungguh membuat Kyuhyun kegelian. Tapi Kyuhyun tak tahu, mengapa dia tiba-tiba merasa kehangatan menelusup dalam dirinya dengan pelukan ini. Kyuhyun kembali tertegun dengan apa yang dirasakannya. Dia segera menepis perasaannya yang mulai aneh-aneh.
"Hei, kau baik-baik saja?" tanya Kyuhyun pelan terdengar agak ketakutan. Tapi dia mencoba memberanikan diri untuk bertanya pada Changmin yang masih diam.
Changmin mengangkat wajahnya kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun, memandang lekat mata caramel Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya pasrah jika Changmin berbuat macam-macam. Demi Tuhan, Kyuhyun benar-benar merasa tak bisa apapun sekarang. Kyuhyun memejamkan matanya erat takut dengan apa yang akan dilakukan Changmin.
Chu~
Kyuhyun membuka matanya ketika dia merasakan kecupan pada bibirnya. Changmin menciumnya lagi! Dan lagi-lagi Kyuhyun hanya bisa diam. Changmin melepaskan kecupan singkatnya pada bibir Kyuhyun. Setelah itu melepaskan pelukannya dan berlalu dari hadapan Kyuhyun yang masih mematung. Semburat merah kembali menjalar pada wajahnya.
"Lihat masakanmu! Aku tak mau makan masakan gosong!" teriak Changmin dari ruang makan.
Kyuhyun pun tersadar dan segera melihat masakannya. Dia mendesah lega saat mengetahui masakannya baik-baik saja.
.
.
ChangKyu
.
.
Kyuhyun melihat smarthponenya yang menunjukkan pukul 5 lebih 10 menit. Waktu telah semakin sore dan sebentar lagi akan beranjak menjadi malam. Dia mendesah bosan.
Kyuhyun telah melewatkan waktunya di café dekat sekolahnya sejak bel tanda pulang sekolahnya berbunyi dua jam lalu. Dia malas pulang. Lagipula tak ada siapapun di rumah dan tak ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Jadi dia memilih lebih baik menghabiskan waktu di café langganannya ini. Dia dapat bersantai-santai, merenung, atau apapun yang ingin dilakukannya.
Tapi untuk hari ini dia juga punya alasan khusus, yaitu menghindari namja mesum yang sudah berhari-hari seolah berotasi di sekitarnya. Kyuhyun serasa tak berkutik jika namja dengan marga Shim itu sudah bertingkah padanya. Apalagi tindakan mesumnya yang suka muncul tiba-tiba tanpa bisa Kyuhyun antisipasi. Bahkan harga dirinya sudah direnggut! Kyuhyun mengusap wajahnya kasar agar dia tak memikirkan namja mesum itu lagi.
Kyuhyun melirik smarthphonenya lagi untuk mengecek waktu. Mungkin sudah saatnya dia pulang ke rumah. Kyuhyun mengambil tasnya kemudian beranjak ke meja kasir untuk membayar pesanannya.
Kyuhyun tampak menikmati langkah-langkah kakinya. Sekali lagi tak ada yang harus ia kerjakan, sehingga tak perlu merasa diburu-buru waktu. Trotoar juga tak terlalu ramai dan orang-orang fokus dengan urusannya masing-masing.
Kyuhyun mengalihkan pandangan matanya pada seorang wanita paruh baya yang berdiri di depan toko yang sedang direnovasi, mata caramelnya membulat ketika menyadari balok-balok kayu yang ada di lantai dua toko tersebut bergerak-gerak tak seimbang. Sepertinya tinggal menunggu waktu balok-balok kayu itu jatuh. Kyuhyun melihat wanita paruh baya itu, dan sayangnya dia terlalu sibuk dengan ponselnya hingga tak menyadari bahaya di dekatnya.
Dugaan Kyuhyun terjadi dalam hitungan detik. Tanpa berpikir apapun lagi, Kyuhyun berlari dan mendorong wanita paruh baya tersebut agar terhindar dari balok-balok kayu yang jatuh ke arahnya.
"Argh!"
Kyuhyun memekik ketika dia merasakan kaki kanannya tertimpa beberapa benda berat yang membuat kakinya serasa patah dan mati rasa. Dia serasa sulit menggerakkan kakinya. Dalam keadaan shocknya, Kyuhyun ingat dengan wanita paruh baya yang diselamatkannya. Dia melihat wanita tersebut memandangnya dengan wajah terkejut.
"Anda tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun dengan wajah menahan kesakitan.
Tampaknya pertanyaan Kyuhyun menyadarkan keterkejutan wanita paruh baya tersebut.
"Astaga…Kau masih bertanya kondisiku? Siapapun tolong kami!"
Dengan panik, wanita tersebut meminta pertolongan pada orang-orang yang mulai ramai berkerumun di sekitar mereka. Beberapa orang membantu menyingkirkan balok-balok kayu yang menimpa kaki Kyuhyun dan membantunya duduk.
"Bagaimana kakimu, nak?" tanya wanita tersebut khawatir dan mengusapkan tangannya pada kaki Kyuhyun.
"Argh! Sakit sekali…."
Kyuhyun mengernyit kesakitan saat wanita tersebut menyingkap celana seragamnya untuk melihat kondisi kakinya. Dalam sekian detik ternyata efeknya telah membuat kaki Kyuhyun tampak memar kebiruan. Kyuhyun menatap wanita tersebut dengan mata berkaca-kaca.
"Ya… Tuhan, kau harus segera di bawa ke rumah sakit!"
.
.
ChangKyu
.
.
Kyuhyun paling tidak suka jika dirinya harus ke rumah sakit. Dia sangat membenci bau obat-obatan. Tapi dengan kondisinya sekarang, mau bagaimana lagi?
Kyuhyun melihat wanita paruh baya yang diselamatkannya tadi berbicara dengan dokter yang baru saja memeriksa kondisi kakinya. Sekarang wanita tersebut berjalan ke arahnya yang duduk di ranjang. Tampaknya pembicaraan mereka sudah selesai. Wanita tersebut duduk di sisi ranjang dan mengusap kaki Kyuhyun yang sekarang diperban.
"Maaf membuat kakimu harus diperban seperti ini, Nak. Aku akan bertanggung jawab sampai kau bisa berjalan secara normal kembali,"
Wanita tersebut menundukkan kepalanya meminta maaf. Tampak dia merasa sangat bersalah dengan insiden yang menimpa Kyuhyun.
"Gwenchana, ahjumma… Aku yang seharusnya meminta maaf karena merepotkan, Anda.." jawab Kyuhyun jadi merasa tidak enak sendiri.
"Aigoo, ini sudah merupakan tanggung jawabku, jadi kau tak perlu sungkan, ne…" kata wanita tersebut dan mengusap rambut Kyuhyun, tampak keibuan sekali. Kyuhyun merasa terharu dengan perlakuan wanita tersebut. Sudah sangat lama sejak dia merasakan usapan sayang seperti itu.
Kyuhyun tersenyum dan menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Oh, ya kita belum berkenalan. Namaku Park Hye Song. Namamu siapa anak manis?" tanya wanita yang bernama Park Hye Song tersebut agak bercanda.
Kyuhyun memajukan bibirnya mendengar kata 'anak manis' yang dilontarkan Hye Song padanya. Tapi sedetik kemudian dia tersenyum kembali menyadari Hye Song hanya bercanda padanya.
"Cho Kyuhyun imnida," jawab Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya sejenak sebagai salam perkenalan.
"Baiklah Kyuhyun-ah, senang bisa berkenalan denganmu,"
"Sama-sama emm…"
Kyuhyun tampak berpikir panggilan apa yang tepat untuk memanggil wanita paruh baya tersebut.
"Panggil saja Ahjumma Song," sahut Hye Song mengetahui kebingungan Kyuhyun.
"Ah, iya… sama-sama Ahjumma Song," ulang Kyuhyun.
"Nah, kata dokter kau tidak perlu rawat inap. Kondisi kakimu tidak terlalu parah. Yang penting kau istirahat, rutin minum obat, dan… ada krim khusus yang juga rutin harus dioleskan ke kakimu. Asal kau tidak bandel, kau akan cepat sembuh. Oke?"
Kyuhyun tak bisa menahan tawanya mendengar penjelasan Hye Song. Sedangkan Hye Song mengernyitkan dahinya tak mengerti kenapa Kyuhyun tertawa.
"Apa ada yang lucu Kyuhyun-ah?"
"Ah, mianhe… Aku hanya merasa geli dengan penjelasan Ahjumma. Ahjumma seperti memberikan nasehat pada anak kecil saja. Aku sudah SMA Ahjumma…" jawab Kyuhyun masih dengan senyuman gelinya.
Hye Song tampak menganggukkan kepalanya.
"Baiklah… sepertinya aku salah memilih kata-kata," kata Hye Song maklum.
"Oh, ya Ahjumma, apa aku bisa pulang sekarang?" tanya Kyuhyun yang sudah merasa tidak betah berlama-lama di rumah sakit.
"Kau yakin sudah cukup kuat untuk berjalan?"
Hye Song balik bertanya. Dia tampak khawatir karena menurutnya Kyuhyun belum terlalu kuat untuk berjalan sendiri.
"Gwenchana Ahjumma, yang terluka hanya kaki kananku. Aku masih bisa berjalan. Aku ingin segera pulang. Boleh, kan?"
Kyuhyun merajuk pada Hye Song agar dia bisa segera pulang. Mungkin orang lain akan merasa aneh dengan tingkah Kyuhyun yang gampang merajuk pada orang yang baru dikenalnya. Tapi entahlah, bagi Kyuhyun, Hye Song dapat membuatnya nyaman dengan sikap keibuannya.
Hye Song menghela nafas pasrah mendengar rajukan Kyuhyun. Akhirnya dia mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Terima kasih banyak, Ahjumma…"
"Tapi, Ahjumma akan mengantarmu sampai rumahmu. Tidak ada penolakan. Okay?"
"Tapi-"
"Tidak ada penolakan," sela Hye Song cepat sebelum Kyuhyun merajuk lagi.
"Ne, sekali lagi terima kasih…"
.
.
ChangKyu
.
.
Saat membuka matanya pagi ini, hal yang pertama Kyuhyun rasakan adalah nyeri pada kaki kanannya. Dia mendesah pasrah ketika mengingat bahwa untuk beberapa hari ke depan dia tak bisa berjalan normal karena bengkak pada kaki kanannya. Mungkin dia juga bisa ijin untuk tidak masuk sekolah. Kyuhyun berpikir akan sangat menyenangkan bermalas-malasan di rumah dan tak perlu masuk sekolah. Dia terkekeh senang.
Kyuhyun mendudukkan dirinya di kasur kemudian mengambil smarthphonenya di nakas. Dia akan menelpon Eunhyuk untuk minta tolong membuatkannya surat ijin.
"Halo, ada apa, Kyu? Kau menganggu tidurku saja!" sahut Eunhyuk dengan suara parau khas bangun tidur.
"Dasar pemalas! Ini sudah jam enam pagi! Cepat bangun!"
"Aish! Kau menyebalkan! Ada apa? Setahuku tak ada tugas hari ini,"
Kyuhyun mengernyitkan dahinya tak mengerti.
"Apa hubungannya dengan tak ada tugas, hah?" tanya Kyuhyun mulai jengkel.
"Mungkin saja kau mau menyontek tugasku,"
"Apa? Yang benar saja! Selama ini justru kau yang selalu menyontek tugasku! Enak saja!"
Baiklah, Kyuhyun merasa sangat jengkel sekarang. Kalau tidak ingat ada urusan dengan sahabatnya itu, dia ingin menutup telponnya.
"Iya, iya… Maaf…mungkin saja kau lupa mengerjakan. Namanya juga manusia. Lalu ada apa kalau bukan tugas?"
Kyuhyun mendengus malas, "Aku mau minta tolong buatkan surat ijin untukku. Kemarin aku baru saja mendapat insiden yang membuatku tak bisa berjalan,"
"APA? Tak bisa berjalan? Dengan siapa kau melakukan itu dan sampai berapa ronde hingga kau tak bisa berjalan?" pekik Eunhyuk. Sepertinya Eunhyuk sudah tak mengantuk lagi.
Kyuhyun serasa ingin menggeplak sahabatnya itu.
"Heh! Dasar mesum! Kau kira aku baru saja having sex, hah?" sembur Kyuhyun tak terima dengan dugaan Eunhyuk.
"Tentu saja, apalagi hal yang dapat membuatmu tak bisa berjalan secara tiba-tiba?"
'Oh Tuhan…sebenarnya dia bodoh atau polos?' Kyuhyun meratap dengan jawaban Eunhyuk. Kyuhyun menghirup nafas pelan untuk mengurangi emosinya. Sepagi ini Euhyuk sudah membuat masalah dengan moodnya.
"Jadi begini Hyukkie, kemarin aku menolong seseorang dari balok-balok kayu yang hampir menimpanya. Karena itu balok-balok kayunya menimpa kaki kananku. Jadilah aku tak bisa berjalan karena kaki kananku bengkak. Bagaimana? Sudah paham?"
"Aigoo… Lalu sekarang bagaimana kondisi kakimu, Kyu?" tanya Eunhyuk panik.
Kyuhyun memutar bola matanya malas. Bukankah tadi dia sudah bilang kakinya bengkak dan dia tak bisa berjalan?
"Sudah, jangan banyak tanya. Aku minta tolong segera buatkan surat ijin untukku, okay? Kalau kau ingin tahu kondisiku, mungkin kau bisa menjengukku setelah pulang sekolah. Mengerti, Hyukkie?" jawab Kyuhyun malas meladeni pertanyaan-pertanyaan yang dianggapnya tak penting dari Eunhyuk.
"Ah, kau ini! Arraseo… Aku akan menjengukmu nanti setelah pulang sekolah. Oh, ya jangan lupa, Kyu…" sahut Eunhyuk menggantung.
Kyuhyun mengernyitkan dahinya, "Apa?"
"Jangan lupa sediakan makanan yang banyak nanti, hahaha… Anyeong!"
Sambungan telpon diputus sepihak oleh Eunhyuk sebelum Kyuhyun sempat melontarkan makian untuk sahabatnya itu.
.
.
ChangKyu
.
.
Ting! Tong!
Kyuhyun merutuk kesal saat mendengar bel rumahnya berbunyi. Dia sungguh ingin menikmati waktu liburnya di rumah. Mumpung tidak sekolah. Tadi Eunhyuk sudah mengganggu ketenangan hidupnya karena merecokinya. Bukankah orang sakit yang harus dilayani? Tapi itu justru terjadi berkebalikan padanya. Untunglah Eunhyuk mendapat telepon dari rumahnya untuk segera pulang. Dia bernafas lega, tapi…
Ting Tong! Ting Tong!
Kyuhyun berdecak dan segera berjalan menuju pintu rumahnya meskipun dengan langkah terseok-seok. Dia benar-benar akan memaki orang yang yang telah mengganggu waktu bersantainya. Karena kakinya yang masih sakit dan agak sulit digerakkan, Kyuhyun melangkah agak lambat. Tapi justru karena Kyuhyun tak segera membuka pintu, bel rumahnya terdengar makin brutal-menurut Kyuhyun.
"Iya! Sebentar!" teriak Kyuhyun sambil mengernyit kesakitan karena kakinya.
Begitu sampai di pintu rumahnya, Kyuhyun segera memutar kunci dan membuka pintu rumahnya. Begitu melihat siapa yang datang, refleks Kyuhyun menutup kembali pintu rumahnya. Hilang sudah segala makian yang telah disiapkannya untuk orang yang bertamu ke rumahnya.
"Eits! Tidak semudah itu Kyuhyunnie!" kata seorang namja yang bertamu ke rumah Kyuhyun. Tubuh namja tersebut sekarang berada di pintu untuk menahan pintu yang akan ditutup Kyuhyun.
Kyuhyun kembali merutuki dirinya kenapa dia tak melihat siapa yang datang lewat interkom. Di saat Kyuhyun lengah, namja tersebut segera menyelinap dan menutup pintu rumah Kyuhyun.
"Sudah….Tak usah mengomel. Aku sudah di sini!" kata namja tersebut dan berjalan melewati Kyuhyun yang masih sibuk merutuki dirinya sendiri.
Kyuhyun melebarkan matanya dengan sikap namja tersebut yang tak lain adalah Changmin, yang seenaknya sendiri.
"Hei! Siapa yang mempersilahkan kau masuk?" pekik Kyuhyun kesal saat melihat Changmin sudah duduk santai di sofa depan televisi. Tempat yang beberapa menit lalu menjadi tempat santainya menghabiskan waktu luang.
"Aku mempersilahkan diriku sendiri," jawab Changmin acuh sambil memilih saluran televisi sesuai seleranya.
Kyuhyun semakin sebal dengan sikap Changmin. tanpa sadar dia menghentak-hentakkan kedua kakinya sebagai pelampiasan rasa jengkelnya pada Changmin.
"Argh! Appo…"
Kyuhyun memekik kesakitan dan terduduk di lantai. Dia memegangi kakinya yang menjadi korban kecerobohannya.
Changmin mengalihkan perhatiannya ke arah Kyuhyun yang berteriak kesakitan. Dia tampak terkejut dengan kondisi kaki Kyuhyun yang diperban. Changmin memang tak memperhatikan jengkal tubuh Kyuhyun tadi, jadi dia tak tahu ada yang berbeda. Changmin segera menghampiri Kyuhyun yang masih merintih kesakitan.
"Kakimu kenapa?" tanya Changmin terlihat khawatir. Apalagi mata Kyuhyun tampak berkaca-kaca. Kelihatannya sangat sakit.
"Bukan urusanmu!" jawab Kyuhyun ketus.
Changmin mendesah malas mendengar jawaban Kyuhyun. Tanpa bertanya lebih lanjut, Changmin segera menggendong Kyuhyun ala bridal. Dia tak mempedulikan protes Kyuhyun. Baginya itu sudah biasa.
Changmin menurunkan Kyuhyun di sofa yang tadi didudukinya. Dia mengarahkan pandangannya pada kaki Kyuhyun kemudian menyentuhnya.
"Jangan sentuh!"
Kyuhyun menghalangi tangan Changmin yang menyentuh kakinya.
"Dasar bawel! Kau itu butuh pertolongan. Terserah kau terima atau tidak. Aku hanya tak ingin kau menangis tersedu-sedu karena kesakitan. Itu menggelikan, kau tahu?" kata Changmin yang juga mulai jengkel dengan sikap Kyuhyun.
Kyuhyun menggembungkan pipinya tak terima dengan kata-kata yang dilontarkan Changmin padanya. Tapi apa yang diucapkan Changmin ada benarnya. Dia merasa sangat kesakitan, rasanya sungguh membuatnya ingin menangis.
"Apa ada obat khusus, mungkin krim atau sejenisnya?" tanya Changmin saat dilihatnya Kyuhyun tampak sudah melunak.
Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia masih memegangi kakinya tak berani melihat Changmin. Mungkin merasa malu, karena tinggal menunggu waktu sampai air matanya keluar.
"Di mana kau meletakkannya?"
"Di kamar, di meja samping tempat tidur," jawab Kyuhyun pelan akhirnya berdamai dengan keadaan.
Kyuhyun dapat mendengar langkah kaki Changmin yang naik ke lantai dua tempat kamar Kyuhyun berada. Karena beberapa hari belakangan Changmin memang sering mengganggu hidupnya, jadi Kyuhyun tak heran jika Changmin sudah hafal seluk beluk rumahnya. Untunglah sejauh ini, Changmin tidak pernah menanyakan kenapa rumahnya seperti tak berpenghuni. Dia malas sekali jika harus menjelaskan.
Beberapa saat kemudian dia mendengar langkah Changmin yang menuruni tangga dan bergerak mendekatinya. Changmin berlutut di bawahnya dan mulai membuka tutup botol krim.
"Aku bisa sendiri!" sahut Kyuhyun cepat.
"Jangan bawel!" potong Changmin sebelum Kyuhyun berhasil mengambil krim darinya.
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya sebal dengan tingkah Changmin yang seenaknya. Namun akhirnya dia mengalah. Pikirnya semakin cepat diobati, semakin cepat berkurang rasa sakitnya. Dia malas berdebat lagi dengan kondisi seperti ini.
Changmin membuka perban yang membebat kaki kanan Kyuhyun. Kemudian mengambil krim dan mulai mengoleskannya secara perlahan ke kaki Kyuhyun. Namja manis tersebut agak merintih kesakitan. Tampaknya Kyuhyun berusaha menahan rasa sakit di kaki kanannya.
"Tinggal tunggu reaksinya. Jika sudah kering aku akan mengganti perbannya," ucap Changmin setelah selesai mengoleskan krim di kaki Kyuhyun.
Kyuhyun mencuri pandang pada Changmin yang sedang membereskan perban bekas.
"Ada apa kau ke sini?" tanya Kyuhyun penasaran, karena Changmin selalu muncul di waktu yang tak pernah di duganya.
"Hanya untuk mengisi waktu luang," jawab Changmin acuh. Setelah itu dia duduk di samping Kyuhyun, meraih remote control dan mulai memilih kembali saluran televisi.
Kyuhyun jadi agak sebal dengan jawaban Changmin yang terkesan tidak serius menanggapinya.
"Terserah kau sajalah!" sahut Kyuhyun terdengar ketus. Dia mengambil smartphonenya dan berusaha menyibukkan diri dengan ponsel pintarnya itu.
Changmin melirik Kyuhyun sekilas dan menyeringai senang mendengar nada bicara Kyuhyun.
.
.
ChangKyu
.
.
Changmin menoleh ke samping kirinya ketika merasakan bahu kirinya agak berat. Dia melihat Kyuhyun yang telah tertidur dan sepertinya tanpa sadar tertidur menyandar di bahunya. Changmin tersenyum sekilas saat membayangkan Kyuhyun yang tak akan mau menyentuhnya dalam kondisi sadar.
Changmin segera mematikan televisi dan mengangkat ala bridal tubuh Kyuhyun untuk memindahkan namja manis tersebut ke tempat tidurnya. Namja tampan tersebut memperhatikan langkahnya agar tidak menimbulkan suara-suara yang dapat membangunkan namja manis dalam gendongannya.
Namja tampan tersebut meletakkan dengan hati-hati tubuh Kyuhyun, kemudian menyelimutinya. Sejenak Changmin mengamati wajah Kyuhyun yang tampak polos dan manis ketika tidur. Berbeda sekali saat sudah dalam kondisi sadar. Wajah manis yang tampak polos tersebut pasti akan selalu menunjukkan wajah kesalnya saat di depannya. Tapi bagi Changmin, hal itu tak penting. Yang terpenting adalah menaklukkan Cho Kyuhyun.
Saat akan berbalik untuk pulang, mata onyx Changmin melihat bingkai foto yang ada di nakas. Changmin menghentikan gerakannya. Tangan kanannya terulur meraih bingkai foto tersebut. Changmin dapat merasakan amarah dari dendam yang tiba-tiba muncul dalam dirinya. Dendam yang selalu menuntut untuk dibalas. Changmin melihat kembali namja manis yang bergelung nyaman dalam selimutnya.
'Kita akan lihat nanti, siapa yang paling menderita di akhir' gumam Changmin sambil mengusap foto yang masih dipegangnya. Foto Kim Jaejoong dan Cho Kyuhyun yang saling merangkul dan tertawa bahagia.
TBC
Akhirnya bisa update! Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk semua yang telah berkenan mampir dan membaca karya abal ini. Apalagi untuk yang sudah berkenan mereview, nge-fav, dan nge-follow. Saya sangat bahagia…\(n_n)/
Terima kasih…..#deep bow
Saya selalu berharap agar dapat rutin update, semoga ide2nya lancar. Oke… Sampai jumpa di chapter depan
