Cast : Shim ChangMin dan Cho KyuHyun

Genre : Romance, Angst, Drama

Rating : M (aman untuk chapter ini)

Warning : TYPO(S), ngebosenin, YAOI, OOC (Out Of Character)

Bagi yang tidak suka YAOI a.k.a Boy x Boy harap menjauh dari fic ini. Tidak melayani genderswitch!

Dan yang tidak suka jika Changmin dan Kyuhyun berpasangan atau jadi couple harap segera angkat kaki. Silahkan pergi jauh-jauh! Tidak melayani bash atau protes merugikan.

Update chapter ini saya persembahkan untuk teman2 CKS yang galau gegara mbak Victoria, hahahaha….#pisssss ^^v

.

Selamat membaca

.

.

Chapter 5

.

.

ChangKyu

.

.

Beberapa siswa menyingkir perlahan merapat pada trotoar ketika sebuah mobil berwarna black metallic melaju pelan di jalan dekat gerbang sekolah. Mobil tersebut berhenti kemudian menepi di dekat gerbang sekolah. Tidak sampai masuk sekolah, karena sang pengemudi memang bukan salah satu siswa sekolah tempatnya datang.

"Apa yang kau lihat?" tanya Kyuhyun sarkastik ketika melihat arah pandang Changmin tampak menyelidik ke dalam area gerbang sekolah.

Changmin acuh. Tetap melanjutkan kegiatannya yang tampak lebih menarik menurutnya.

Kyuhyun menghela nafas kasar lalu bersiap membuka pintu mobil, ketika dia menyadari pintu masih terkunci otomatis.

"Aissh! Kenapa kau selalu melakukan hal ini? Tak bisakah kau membiarkanku lewat dengan mudah?"

Kyuhyun tampak jengkel. Changmin menarik sedikit sudut bibir kanannya ke atas.

"Ingatkan aku sudah berapa kali aku mengantarmu dan tingkahmu tak berubah," jawab Changmin datar.

Memang sudah hampir dua minggu ini Changmin mengantar jemput Kyuhyun. Lebih tepatnya memaksa mengantar jemput Kyuhyun, karena kondisi kaki kanan namja manis tersebut yang masih dalam tahap pemulihan.

Hanya sebenarnya, kaki Kyuhyun yang cedera telah membaik. Tidak ada yang perlu dicemaskan lagi. Tapi Changmin tetap memaksa mengantar jemput Kyuhyun.

"Kau-"

Kyuhyun kembali menelan makian yang akan dilontarkan untuk Changmin. Dia ingat untuk menahan energinya untuk segala kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan yang tentu berhubungan dengan namja mesum di sampingnya ini. Kyuhyun serasa ingin memukuli wajah Changmin yang baginya sungguh memuakkan.

Menghembuskan nafas perlahan, "Ya…ya…terserahlah…"

Changmin tersenyum agak puas. Tangan kirinya terjulur mengacak rambut almond Kyuhyun.

"Kau selalu tampak lebih manis jika penurut begini, Kyuhyunnie…"

Kyuhyun menahan nafasnya sejenak dengan perlakuan Changmin. Perhatian ini baginya sungguh membuatnya gugup. Dia merasa wajahnya agak menghangat. Kyuhyun berharap rasa hangat di pipinya tidak berubah semakin memanas. Dan mengapa Changmin tidak menghentikan usapan di rambutnya? Kyuhyun sungguh merutuki perlakuan Changmin. Sial! Sekarang pasti pipinya tampak merona!

"Hei, kenapa kau diam saja?" tanya Changmin heran melihat tak ada pergerakan dari Kyuhyun. Tampak namja manis tersebut makin menundukkan kepalanya.

Changmin pun berinisiatif mendekatkan wajahnya untuk melihat wajah Kyuhyun lebih dekat. Penasaran dengan namja manis di sebelahnya yang seperti tak mau melihatnya.

Kyuhyun memejamkan matanya berusaha menetralkan degup jantungnya yang sekarang seakan ikut berkompromi dengan pipinya yang merona. Setelah merasa bisa menguasai dirinya, Kyuhyun mengangkat wajahnya.

"Aku baik-baik sa-"

Kyuhyun kembali diam. Sekarang tepat di depan wajahnya adalah wajah Changmin. Kyuhyun dapat merasakan ujung hidungnya yang bersentuhan dengan ujung hidung Changmin. Kyuhyun sepertinya tadi tak menyadari jika Changmin mendekatkan wajahnya.

Kyuhyun merasa pasokan oksigen ke paru-parunya tidak normal. Kenapa susah sekali rasanya untuk bernafas hanya karena menatap wajah Changmin yang terlalu dekat? Kenapa otaknya terasa kacau? Kenapa tak ada pergerakan yang bisa dia lakukan? Kyuhyun sangat yakin sistem kerja otaknya benar-benar kacau saat ini. Bagaimana bisa dia berpikiran wajah di depannya ini begitu mempesona? Wajah Changmin yang sangat maskulin berbingkai rahang yang tegas, kedua orbs jernihnya seakan bisa menusuk jauh ke dalam matanya, hidung mancungnya, dan bibir yang….

Chu~

Menciumnya?

Kyuhyun mengerjapkan matanya tampak kaget dengan apa yang dilakukan Changmin.

"Halo~ kau masih di sini, Kyu?" tanya Changmin tampak jengah. Dia menatap lekat wajah manis di depannya yang masih memasang wajah bodoh.

"Apa perlu kau ku cium lagi?" bisik Changmin di telinga kanan Kyuhyun kemudian mengecupnya.

Kyuhyun akhirnya tersadar karena kecupan Changmin di telinganya. Dia memfokuskan penglihatannya pada wajah mesum-anggapan Kyuhyun- di depannya. Tampak kedua mata bulatnya melotot kesal.

"Kenapa kau suka seenaknya sendiri, hah?! Atau jangan-jangan kata seenaknya itu adalah hobimu?!" tanya Kyuhyun jengkel.

Changmin hanya menyeringai senang tak berniat menanggapi pertanyaan Kyuhyun.

"Aku rasa sebentar lagi bel sekolah berbunyi, keluarlah! Kau pasti tak ingin terlambat, kan? " Namja tampan tersebut menyandarkan tubuhnya di kursi, sekali lagi tampak tak tertarik dengan omelan Kyuhyun.

Kyuhyun melongo mendengar ucapan Changmin. Setelah moment yang terasa canggung tadi, kenapa namja menyebalkan di depannya bisa bertingkah seperti tak ada yang terjadi?

Changmin menolehkan kepalanya ketika merasa tak ada pergerakan dari Kyuhyun. Changmin memutar bola matanya tak habis pikir karena mendapati Kyuhyun yang menatapnya dengan wajah bingung. Akhirnya namja tampan tersebut mengambil inisiatif. Changmin membuka pintu mobilnya, keluar kemudian berjalan ke pintu di sebelah sisi Kyuhyun. Changmin membuka pintu tersebut.

"Silahkan keluar, princess…." Ucap Changmin dengan nada yang dibuat-buat, bermaksud menggoda Kyuhyun.

Kyuhyun yang sedari tadi memang melihat pergerakan Changmin, tampak terkejut dengan perlakuan Changmin.

"E-enak saja kau memanggilku princess! Aku namja! Menyebalkan!" sahut Kyuhyun ketus. Dia pun segera keluar dari mobil kemudian berjalan cepat meninggalkan Changmin yang terkekeh senang karena berhasil menggoda Kyuhyun.

"Hei, princess! Jangan lupa nanti aku menjemputmu!" teriak Changmin heboh bermaksud menarik perhatian.

Kyuhyun menghentikan langkahnya, terkejut luar biasa dengan teriakan Changmin. Kyuhyun membalikkan tubuhnya melihat Changmin yang tampak melambaikan tangannya. Kyuhyun pun menjulurkan lidahnya. Dia segera berbalik kemudian mempercepat langkah kakinya. Dia merasa berlama-lama dengan Changmin membuat kerja jantungnya makin tak normal.

.

.

ChangKyu

.

.

"Hei, jelaskan padaku siapa namja yang mengantarmu temanku?" tanya Eunhyuk menyelidik tepat ketika Kyuhyun mendudukkan dirinya di bangkunya.

Kyuhyun memasang wajah jengkel terhadap sahabatnya itu.

"Apa? Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Eunhyuk lagi. Dia merasa tak melakukan kesalahan yang berakibat kesalnya Kyuhyun. Jadi seharusnya Kyuhyun tak marah, kan?

"Bisakah kau diam dan tak merecokiku? Aku ingin pagi yang damai dan tenang, Tuhan….." Kyuhyun mengacak-acak rambut almondnya. Sekarang surai ikal tersebut tampak berantakan.

"Memangnya aku mengacaukan pagimu? Hei… aku tak melakukan apa pun, Kyu!" sahut Eunhyuk masih tak terima.

"Kau menambah kacaunya pagiku dengan menanyakan hal yang menjengkelkan!"

Kyuhyun merasa gemas dengan Eunhyuk yang gagal paham. Tampak sahabatnya itu masih bingung dengan perkataan Kyuhyun. Akhirnya Kyuhyun memilih mengalah. Dia mencoba mengatur nafasnya pelan-pelan untuk menyetabilkan emosinya.

"Namja itu, bukan siapa-siapaku. Ya, hanya itu…" mulai Kyuhyun.

"Hah? Bukan siapa-siapamu? Yakin? Apakah antar jemput selama hampir dua minggu itu tidak berarti apa-apa?" tanya Eunhyuk kritis.

Kyuhyun menoleh cepat ke arah Eunhyuk yang memasang pose berfikir. "Kau ternyata mengamatiku selama hampir dua minggu ini?!"

"Di awal aku tak sengaja, hari kedua iseng, selanjutnya aku penasaran. Eh… Ternyata berlanjut sampai sekarang. Aku tak bisa terus-terusan penasaran, lah… Makanya hari ini aku bertanya padamu. Harusnya kau mengapresiasiku bisa sabar menunggu hampir dua minggu untuk bertanya padamu,"

Eunhyuk menjelaskan panjang lebar, tak mempedulikan raut wajah Kyuhyun yang tampak syok mengetahui sahabatnya mengamati interaksinya dengan Changmin.

Kyuhyun menumpukan dahinya ke meja. Setelah itu dia mengangkat kepalanya kembali melihat sahabatnya.

"Ceritanya panjang…" sahut Kyuhyun pelan. Tampak tak berminat bercerita.

Eunhyuk mengernyitkan dahinya melihat reaksi Kyuhyun. Setelah itu dia menarik sudut bibirnya ke atas. "Tenang, Kyu… pelajaran Jun Songsaenim kosong, kau bisa bercerita sepuasmu, hahaha…."

Kyuhyun memutar bola matanya jengkel dengan ucapan Eunhyuk. Sepertinya dia tak bisa beralasan lagi.

"Haaah…. Baiklah…."

.

.

ChangKyu

.

.

Jaejoong menghirup dalam-dalam aroma green tea dalam cangkir yang dipegangnya. Mata doenya tampak begitu menikmati pemandangan Kota Berlin dari kamar hotelnya yang terletak di lantai sembilan. Baginya sekarang adalah saatnya bersantai setelah rutinitas padat fashion week Berlin kemarin. Setelah ini dia bisa mengambil libur sejenak sebelum pameran lagi dua minggu yang akan datang.

Jaejoong telah memikirkan beberapa agenda yang akan dilakukannya nanti setelah pulang ke Korea. Terutama adalah memanjakan dongsaeng satu-satunya yang sering dia tinggal di rumah sendirian.

Jaejoong menghembuskan nafas pelan. Memikirkan Kyuhyun selalu sukses membuat perasaan bersalahnya menumpuk. Dia sadar sepenuhnya jika dia terlalu keterlaluan karena sering meninggalkan Kyuhyun. Membiarkan dongsaengnya sendirian tanpa pengawasan. Bahkan terkadang meskipun dia mampir ke rumah sejenak pun, seolah tak ada waktu sekedar melongokkan kepala ke kamar dongsaengnya itu. Tapi Jaejoong berkeyakinan sejauh ini dongsaengnya baik-baik saja. Dia menyimpulkan dari telepon-telepon mereka selama ini. Kyuhyun tampak baik-baik saja dan tak terganggu dengan kesibukan Jaejoong. Jaejoong berharap dugaannya benar.

"Serius sekali. Memikirkan apa, hmm?" bisik seseorang dari belakang tubuh Jaejoong.

Jaejoong tersenyum menyadari Yunho yang telah berdiri di belakangnya dan sekarang memeluknya. Dia melirik sekilas ke belakang, kemudian kembali melempar pandangannya ke langit malam Kota Berlin.

"Tidak memikirkan apa-apa. Aku hanya ingin segera pulang. Entah kenapa rasanya aku sangat merindukan Kyunnie," ucap Jaejoong pelan sembari menutup matanya perlahan. Dia meresapi kehangatan dari pelukan yang Yunho berikan. Begitu menenangkan.

"Tenang saja. Ada waktu dua minggu kau free, kan? Kau bisa memanfaatkan waktu itu untuk bersama Kyuhyun. Mungkin itu bisa menjadi kejutan untuknya,"

Jaejoong membuka matanya, kemudian mengangguk. Jaejoong tahu Yunho bermaksud menenangkannya dengan kalimat yang diucapkannya. Tapi, entahlah, dia merasa perasaannya agak berbeda kali ini tentang kondisi Kyuhyun.

Jaejoong membasahi bibirnya yang agak kering. Dadanya terasa bergemuruh tak nyaman. Dia menolehkan kepalanya kemudian menatap lurus mata Yunho yang sekarang juga menatap matanya.

Yunho melihat sebersit kekhawatiran dalam mata doe bening itu.

"Ada apa, Boo?" tanya Yunho agak cemas.

Jaejoong tampak ragu untuk menjawab. Akhirnya dia menghembuskan nafasnya perlahan, "Yunnie, mmm…menurutmu apakah Kyuhyunnie sekarang baik-baik saja?"

Yunho terdiam sejenak dengan pertanyaan Jaejoong yang tak diduganya. Yunho merasa agak heran dengan pertanyaan tersebut. Tapi, Yunho memilih mengabaikan keheranannya dan segera menjawab pertanyaan Jaejoong. Tampaknya namja cantik yang sedang dipeluknya butuh jawaban yang mampu menenangkannya.

Yunho kembali mengulas senyum, "Tentu. Kyuhyun pasti baik-baik saja. Atau kau mau menelponnya untuk memastikan kondisinya?"

Jaejoong menggeleng dengan tawaran Yunho. Dia kembali melihat pemandangan malam Kota Berlin.

"Aku tak ingin mengganggunya," kata Jaejoong kemudian mendesah, "Semoga Kyunnie baik-baik saja," tambah Jaejoong berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

.

.

ChangKyu

.

.

Kyuhyun mengamati basement tempat Changmin memarkir mobilnya. Otaknya mendadak memikirkan banyak spekulasi tentang tempat tujuan Changmin kali ini. Kyuhyun pun menoleh ke arah Changmin dan melempar tatapan menusuk. Sadar dengan tatapan tak bersahabat dari namja manis di sebelahnya, Changmin pun melirik sekilas.

"Kemana lagi kau membawaku namja mesum?!" tanya Kyuhyun dengan nada tinggi. Tidak sampai berteriak.

"Haaahh…," Changmin hanya mendesah malas dengan pertanyaan Kyuhyun, terutama panggilan namja manis tersebut padanya.

"Aku butuh jawaban, bukan helaan nafasmu!"

Kali ini suara Kyuhyun telah naik satu oktaf. Dia masih melihat Changmin yang malah sibuk melepaskan selt-belt-nya. Tampak tak tertarik dengan omelan Kyuhyun.

Kyuhyun makin murka. Namja manis itu pun memegang lengan Changmin kemudian menggoyangkannya secara brutal, bermaksud menarik perhatian namja tampan di sebelahnya.

"Hen-ti-kan," perintah Changmin pelan yang mulai terganggu dengan tingkah Kyuhyun. Matanya menatap tajam mata Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam dan menahan nafas saat matanya menangkap tatapan tajam dari mata Changmin. Tiba-tiba Kyuhyun merasa jantungnya melonjak-lonjak tak karuan dengan tatapan Changmin. Entah karena refleks atau karena terpesona dengan tatapan Changmin, Kyuhyun melepas tangannya yang memegang lengan Changmin.

"Ini apartemenku," ucap Changmin setelah memastikan Kyuhyun berubah jinak.

Kyuhyun mengerjapkan matanya memproses kata 'apartemenku'. Mendadak pikirannya kembali berspekulasi.

'Bisakah aku berhenti memikirkan hal yang tidak-tidak?'

Kyuhyun memejamkan matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Dia berusaha menghilangkan spekulasi aneh-aneh dari otaknya. Terutama dia ingin menetralkan jantungnya yang sedari tadi tak berhenti bergemuruh, tak terkontrol. Kyuhyun menepuk-nepuk pipinya pelan karena dia merasa panas mulai menjalar di pipinya.

Changmin mengernyit heran dengan tingkah namja manis di sebelahnya.

'Dia kenapa lagi?'

Tak ingin repot-repot berpikir, Changmin pun keluar dari mobilnya. Setelah itu memutari mobil menuju pintu sisi sebelah Kyuhyun, membukanya kemudian menepuk bahu Kyuhyun pelan. Tampak Kyuhyun masih memejamkan matanya erat dan menepuk-nepuk pipinya.

"Hei, pipi bulatmu itu sudah merah. Berhenti melakukan itu!"

Changmin memegang tangan Kyuhyun untuk menghentikan tingkah Kyuhyun. Merasa ada yang memegang tangannya, Kyuhyun pun membuka matanya dan melihat tangannya yang dipegang Changmin.

"Ayo keluar!" ajak Changmin bersiap menarik tangan Kyuhyun. Tapi Kyuhyun segera menahan tangannya.

"Ke mana?"

"Ya…Tuhan…" gumam Changmin malas.

"Ke apartemenku! Kau mau ku gendong?" jawab Changmin sarkastik, agaknya namja tampan itu mulai jengkel. Tapi sedetik kemudian Changmin menyeringai menyadari tawarannya.

Kyuhyun mengernyit ngeri dengan seringaian Changmin. Menyadari hawa sekelilingnya berubah mencekam, Kyuhyun menggeleng kuat-kuat.

"Benarkah? Aku tidak keberatan," ucap Changmin semakin mendekati tubuh Kyuhyun yang masih di dalam mobil.

"Tidak! Terima kasih!" jawab Kyuhyun tegas setelah itu dia mendorong tubuh Changmin kuat-kuat untuk keluar dari mobil dan bersiap kabur. Tapi sepertinya Kyuhyun lupa, kalau Changmin masih memegang tangannya.

Changmin agak tersentak ke belakang, hanya mundur satu langkah karena dorongan Kyuhyun. Dia segera menarik tubuh Kyuhyun, saat menyadari namja manis itu bersiap kabur.

Changmin segera melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kyuhyun. Mencegah namja manis tersebut kabur.

"Jangan mencoba kabur, Baby Kyu… Aku tak akan melepaskanmu," bisik Changmin dingin di telinga Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh ke belakang bermaksud bertanya apa maksud ucapan Changmin. Apakah hanya perasaannya saja yang merasakan suara Changmin terdengar dingin?

"Apa?" tanya Changmin polos saat mendapati Kyuhyun menatapnya dengan raut wajah bertanya.

Kyuhyun memajukan bibirnya kesal. Kenapa namja yang memeluknya ini aneh sekali, sih?

Changmin memanfaatkan Kyuhyun yang memberengut kesal untuk mencuri satu kecupan.

"Yah! Kau menyebalkan!" teriak Kyuhyun jengkel. Dia memukul keras-keras lengan Changmin yang memeluknya.

"Aduh! Sakit, Kyu!" teriak Changmin kesakitan. Kyuhyun melihat Changmin kemudian menjulurkan lidahnya.

"Aish… Sudahlah, ayo jalan,"

Changmin pun melepaskan pelukannya. Dia meraih jemari Kyuhyun kemudian menggenggamnya. Tampaknya Changmin kembali tak memperhatikan wajah namja manis di belakangnya yang memerah parah dan terus melihat tangannya yang digenggam Changmin.

.

.

ChangKyu

.

.

Terdengar gerutuan sumpah serapah yang tak berhenti dari bibir pinkish seorang namja manis yang sedang memasak sekarang ini. Tidakkah dia pernah mendengar nasehat yang mengatakan suasana hati mempengaruhi cita rasa masakan? Tampaknya untuk sekarang dia tak peduli.

Kyuhyun, namja manis tersebut sesekali melongokkan kepalanya mencari keberadaan Changmin. namja tampan tersebut menghilang entah ke bagian mana apartemennya sejak meminta-memaksa tepatnya- Kyuhyun memasak.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Dia menatapi masakannya lekat-lekat. Dia sedang tidak mood untuk memasak sebenarnya. Tapi entah mengapa ada bagian dari dirinya yang dengan sudi menuruti paksaan Changmin.

Bicara tentang Changmin, Kyuhyun selalu dibuat bingung. Pasca malam itu-Kyuhyun merona jika mengingatnya-, Changmin tak pernah lepas darinya. Kyuhyun selalu memikirkan hal-hal yang membuat Changmin selalu berotasi di sekitarnya. Apa one night stand itu juga bisa berdampak seperti ini? Atau mungkin namja tampan itu terpikat dengannya? Aduh…Kyuhyun merona parah dengan dugaannya.

Oke, sekarang jantungnya ikut melompat-lompat tak jelas. Kyuhyun mengatur nafasnya berkali-kali untuk menenangkan dirinya sendiri. Kenapa sekarang perasaannya sering ikut andil jika memikirkan Changmin? Kyuhyun bukannya tak paham dengan reaksi tubuhnya jika berdekatan dengan Changmin. Oke, dia sangat paham untuk mengartikannya. Tapi, masak dengan Changmin? Seperti tak ada namja lain saja. Kyuhyun mendesah malas.

Sekarang Kyuhyun mulai memikirkan hal-hal apa yang membuat perasaannya semakin berubah untuk Changmin. Kyuhyun terkekeh memikirkannya. Tapi sedetik kemudian bersungut-sungut jengkel. Baginya, Changmin itu luar biasa mesum. Bagaimana tidak mesum jika saat bertemu pasti Changmin akan mencuri ciuman di bagian apapun tubuhnya. Kyuhyun merinding mengingatnya. Jangan lupakan Changmin yang suka seenaknya. Menariknya ke sana kemari dan memaksanya mengikuti keinginannya. Kyuhyun sangat jengkel mengingatnya. Kalau Changmin sangat menyebalkan, lalu hal apa yang membuatnya tertarik pada Changmin? Kyuhyun melotot horor dengan kata 'tertarik'. Yang benar saja!

"Hei, manis! Lama sekali kau memasak!" seru seseorang dari belakang Kyuhyun.

Kyuhyun memutar bola matanya malas mendengar omongan namja di belakangnya yang tak lain Changmin.

Kyuhyun menahan nafasnya gugup, saat dia merasakan Changmin mendekat ke tubuhnya. Sekarang dia dapat merasakan punggungnya menempel dengan dada bidang Changmin.

Kyuhyun hanya diam saat Changmin lagi-lagi mengambil daging dari masakan yang masih dalam proses memasak itu.

"Hmm, lumayan…"

Changmin berkomentar sambil menumpukan dagunya ke bahu Kyuhyun.

"Hei, kau tahu?" kata Changmin pelan di telinga Kyuhyun.

Kyuhyun hanya melirik Changmin dari ujung matanya. Tak berniat mengeluarkan satu kata pun. Ingat? Kyuhyun sekarang sangat gugup. Jadi, dia hanya menggelengkan kepalanya pelan.

"Hahaha…."

Changmin terkekeh pelan di bahu Kyuhyun. Dia segera melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Kyuhyun. Changmin dapat merasakan tubuh yang dipeluknya menegang sesaat.

"Aku hanya merasa, kita seperti suami istri saja dengan posisi seperti ini," bisik Changmin dengan husky voice-nya di telinga Kyuhyun.

Changmin dapat melihat pipi chubby namja manis di pelukannya memerah parah. Dia menyeringai, setelah itu dia mulai memberikan kecupan-kecupan di telinga Kyuhyun.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya menahan geli di telinganya karena kecupan Changmin. Apalagi sekarang kecupan-kecupan Changmin mulai turun ke lehernya. Kyuhyun merasa tubuhnya mulai bereaksi dengan kecupan Changmin. Wajahnya memanas dan tubuhnya bergetar dengan sensasi aneh yang dia rasakan.

Kyuhyun ingin menghentikan Changmin. Kyuhyun belum siap jika Changmin akan melakukan hal-hal aneh. Tapi, Kyuhyun merasa tak berkutik dengan sentuhan Changmin. Kyuhyun memejamkan matanya erat ketika dia merasakan tangan Changmin mulai menelusup ke dalam baju yang dipakainya. Adakah yang bisa menolongnya saat ini?

Tepat saat Changmin akan mencium bibirnya, Kyuhyun mendengar ringtone smarthphone-nya berdering. Changmin berdecak kesal. Tapi memilih melanjutkan kegiatannya untuk mencium bibir Kyuhyun. Kyuhyun segera mengelak dari ciuman Changmin. Oke, dia merasa mempunyai kekuatan sekarang.

"Aish! Hentikan kemesumanmu! Aku harus mengangkat telpon!" gerutu Kyuhyun jengkel saat mendapati tanda-tanda Changmin tak ingin menghentikan ciumannya.

"Abaikan saja!" sahut Changmin tak kalah jengkel. Dia mempererat pelukannya di tubuh Kyuhyun.

"Enak saja kau bicara! Bagaimana kalau itu panggilan penting?"

Kyuhyun meronta dalam pelukan Changmin. Merasa tak ada hasilnya, Kyuhyun menyeringai sadis ke arah Changmin saat menemukan cara untuk lepas dari pelukan Changmin

"Ap-Aduh!"

Changmin memekik kesakitan karena ulah Kyuhyun. Oke, Kyuhyun menginjak kakinya tak kalah sadis dari seringaiannya. Refleks, Changmin melepas pelukannya dan memegangi kakinya yang terasa sangat sakit karena injakan Kyuhyun. Merasa Changmin tak berdaya, Kyuhyun segera berlari kecil menuju tasnya yang tergeletak di meja makan. Dia segera mengeluarkan smarthphone-nya dan mengecek siapa yang menelpon. Kyuhyun tersenyum senang mendapati Jaejoong yang menelpon. Dia segera menggeser screen ke arah answer untuk mengangkat telpon.

"Yeoboseyo," sapa Kyuhyun antusias.

" Yeoboseyo, Kyunnie…. Kau terdengar sangat senang. Ada apa?" jawab Jaejoong heran.

"Tentu saja aku senang jika hyung menelpon!" rajuk Kyuhyun mendengar pertanyaan hyungnya.

"Hahahaha…. Iya. Hyung percaya. Bagaimana kabarmu?"

"Kabarku? Baik! Sangat baik!" jawab Kyuhyun antusias. Dia melupakan fakta tentang kaki kanannya yang sempat cedera dan baru pulih.

"Hah… Syukurlah," terdengar desahan lega dari Jaejoong. "Oh, ya! Lusa hyung pulang. Mungkin tiba di Korea sekitar jam setengah lima sore. Kau menjemput hyung, Kyu?"

"Apa? Hyung pulang? Hyung tidak bohong, kan?" tanya Kyuhyun agak memekik untuk memastikan kebenaran perkataan hyungnya.

"Hahaha…." Jaejoong justru tertawa mendengar pertanyaan Kyuhyun.

"Hyung, aku serius!" Kyuhyun kembali merajuk.

"Iya, hyung tidak bohong. Bagaimana? Kau bisa menjemput hyung, kan?"

Kyuhyun melebarkan senyumnya dan mengangguk-angguk semangat, "Tentu saja aku bisa!"

Kyuhyun dapat mendengar tawa Jaejoong lagi. Mungkin hyungnya merasa geli dengan Kyuhyun yang terdengar bersemangat dan antusias.

"Baiklah, ingat-ingat jamnya, ya! Jangan sampai hyung menunggu,"

"Siap, hyung!"

"Baiklah, hyung tutup dulu telponnya. Selamat beraktivitas kembali, Kyunnie…"

"Ne, hati-hati, hyung!"

Kyuhyun memandangi smarthphone-nya dengan senyum yang masih tercetak di bibir pinkishnya. Dia sungguh tak sabar untuk menjemput hyungnya besok lusa.

Tampaknya Kyuhyun tak menyadari namja tampan yang masih di dapur mendengar semua obrolannya di telpon. Namja tampan itu menyeringai, "Sepertinya ini akan sangat menarik,"

TBC

#tarik nafas…..

Akhirnya update….T_T #terharu

Mendengar keluhan teman2 di grup ChangKyu FB, membuat saya bersalah sangat#plak!

Andai saya bisa produktif….hahhh…. Semoga masih ada yang baca, hiks…

Baiklah semoga menghibur teman2… Terima kasih untuk yang berkenan mampir, baca, nge-fav, nge-foll, dan review#kalo ada#plak!