(KYUHYUN)
DIBALIK HUJAN INDAH
Aku membuka mataku pagi ini,tubuhku masih terasa sakit dimana-mana,kulirik lenganku yang masih membiru di beberapa titik,ah bekas suntikan itu membuatku merinding,aku bahkan tak mengingat seberapa sakitnya saat itu. Aku berusaha berdiri dan mencoba mencari pegangan,kakiku bergetar namun aku masih berusaha berdiri dan melangkah menuju sofa kecil di depan jendela..
Dengan pelan kududukkan tubuhku,aku sedikit meringis saat kucoba menyandarkan punggungku,aku menatap jendela didepanku,jendela yang menjurus ke jendelamu,kamarmu..
Entah sejak kapan aku kembali mengingatmu..mengingat kenangan itu..dan semua tentang kita..
Ada cerita..
Tentang aku dan dia..
Dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita..
tentang masa yang indah..
saat kita berduka..
saat kita tertawa..(peterpan_semua tentang kita)
aku kembali meringis saat berusaha mengingatmu,aku menghela nafas saat jendelamu terbuka,kamu menatapku lalu melambaikan tangan sembari tersenyum,aku hanya melambaikan tangan pelan lalu meringis,kamu membelalakkan matamu,cemas. Aku bisa melihat kamu berbalik dan sedikit berlari keluar,bisa ditebak sebentar lagi kau ada dibelakangku dan..
Brakk…!
"Baby..Gwenchana.?" siwon membuka pintu dengan sedikit keras,aku berbalik dan menggeleng
"tapi tadi kau terlihat meringis,apa kau sakit.?" siwon duduk disampingku,aku tertawa pelan menatapnya yang hanya mengenakan celana pendek selutut dan kaos putih v-neck..
"kau membuatku khawatir babykyu.." ia terduduk di kasurku,ia tampak menghela nafasnya,aku mengernyitkan dahiku
"siapa bilang aku kesakitan.? Hanya kau yang berlebihan hyungie.." aku membalik badanku pelan,ia menatap lenganku yang sedikit terlihat karena aku hanya mengenakan piyama putih dengan motif stich biru berlengan pendek,aku mengikuti arah tatapannya
"ah..ini bekas suntikan kemarin,gwenchana.." aku berusaha berpura-pura dengan menggerakan lenganku
"uoocchhhh.." ringisku,ia memutar matanya malas
"itu pasti sakit.." lanjutnya meraih lenganku mengamati berapa banyak bekas suntikan disana..ia tampak khawatir,aku menarik nafas
" Wonnie.." ucapku,
"mmmm.." gumamnya,ia masih sibuk memperhatikan lenganku
"aku sudah mengingat semuanya.." lanjutku,ia menatapku
"maksudmu.?" Tanyanya,aku menunduk
"tentang kita..Heechul..Han Gege..Changmin..kepergianku ke australia..pertunanganku dengan Changmin..dan pertunanganmu dengan chullie yang batal.." ucapku panjang lebar,ia tampak terhenyak
"aku egois hyung..aku sudah mengambil semua yang aku inginkan,padahal belum tentu itu yg kubutuhkan.." aku menunduk,ada tetes airmata yang jatuh dipipiku,siwon menyekanya dengan ibu jarinya,ia mengangkat wajahku
"kau sama sekali tidak egois baby..aku yang salah..aku tidak pernah menyadari ini dari awal,hingga akhirnya terlalu banyak yang berkorban.." siwon tersenyum padaku,aku hanya terdiam
"aku juga sudah ingat kalau aku sudah tidak bertahan lama lagi hyung.." bisikku
"kau sebaiknya berfikir..aku sudah pasti tidak bisa menemanimu lebih lama lagi wonnie.." lanjutku menatapnya,matanya berkaca-kaca,ia menarikku ke dalam pelukannya
"aku sudah yakin kyu..kau dan hanya kau..tidak akan ada yang lain,apapun yang terjadi.." bisiknya,aku tersenyum mengangguk,Siwon melepas pelukannya lalu berdiri meraih gitar disudut kamarku,kemudian kembali duduk didepanku
"Aku ingin bernyanyi untukmu.." siwon tersenyum,aku memicingkan mata
"hei..kau jangan meremehkanku baby..aku sudah belajar banyak so, listen.." siwon mulai memainkan jemarinya,aku hanya tersenyum mendengar sayup2 suaranya mengalun indah
So here we stand, in our secret place..
When the sound of the crowd, it's so far away..
And you take my hand, and it feels like home..
We both understand, and swear we belong..
So how do I say, do I say goodbye..
We both of our dreams, we both wanna fly..
So let's take tonight, to carry us trough..
The lonely times..
Disini dikamar ber cat biru dengan walpaper awan kecil,aku bisa merasakannya,merasakan bulir kebahagiaan itu menetes membuai hatiku sendiri,merasakannya menghinggapi aliran darahku lalu sampai ke otakku,menahan memori ini agar tak pernah pergi dan menghilang..
I'll always look back, it's a walk away..
This memory will last, for eternity..
And all of our tears, Will be lost in the rain..
When I found my way back, to your arms again..
But until that day, you know you are..
The queen of my heart..
Disini dikamar ini,kamu dengan wajah sendu dan mata coklat itu masih setia menyanyikanku bait demi bait yang terasa menguras air mataku,menumpahkannya dalam titik terbahagia dalam hidupku..
Prok..prok..prok..aku bertepuk tangan saat Siwon berhenti memainkan jemarinya dan suaranya menutup indah,ia tersenyum menyeka sudut mataku yang sembab,aku menangis..haru.
"Gomawo hyung.." ucapku memeluknya,ia menggeleng
"aku yang seharusnya berterima kasih padamu baby, karena kau telah hadir dalam kehidupanku, sudah menjadi queen of my heart..kau adalah kebahagiaanku.." bisiknya,aku mengeratkan pelukanku tak kuperdulikan perih yang mendera lenganku ataupun pening di kepalaku bahkan keram di tulangku,aku hanya ingin kebahagiaan ini terpatri jelas di otakku..selamanya..
"Kyunnie..sarapan datang.." eomma membuka pintu saat siwon menarik selimut menutupi badanku sebatas dagu
"eh..Siwonnie,kau disini.." Eomma tersenyum ramah sambil menaruh nampan berisi makanan di meja nakas samping kasur,siwon mengangguk
"Eum Ahjum eh eomma.. aku pergi dulu.. aku belum mandi.." Siwon menggaruk belakang kepalanya,aku hanya terkekeh
"ya sudah..sana, badanmu sudah bau.." eomma mengejek,kami tertawa
Siwon mengacak rambutku lalu berlalu,Eomma duduk disamping kasurku,menatapku lama,aku beranjak duduk bersandar pada puncak kasur
"Eomma..Bogoshippo" bisikku menatapnya,ia tampak terhenyak
"boleh tidak kyu memeluk eomma.?" Lanjutku,eomma langsung mendekapku,bahunya bergetar,aku tahu ia sedang menangis
"eomma, aku ingin eomma berjanji satu hal padaku." pintaku,eomma hanya mengangguk
"Eomma, uljima ne.." bisikku,Eomma mengeratkan pelukannya
"Aku tidak akan bertahan lama eomma.. aku lelah.." lanjutku membuat airmata Eomma tumpah
"Eomma sudah berjanji tidak akan menangis bukan..?" rengutku menghapus airmata eomma yang terderai bebas di pipinya..
…..
Seminggu setelah kondisiku drop,aku kembali memupuk semangatku,memupuk semua niatku untuk membahagiakan orang-orang disekitarku,untuk terakhir kalinya..
Aku berputar di depan cermin besar yang tertempel di salah satu sisi dinding kamarku,wajahku berubah keruh,pakaian yang dulu terlihat pas buatku kini sedikit kebesaran,wajahku terlihat tyrus dengan lingkaran mata panda di bawah kedua kelopak bawahnya,rambutku juga tak selebat dulu,kini sedikit menipis,hingga kuputuskan mencukur habis hingga rambutku nyaris sama dengan rambut siwon..
Aku meraih bola basket di keranjang samping meja nakas,sekali lagi aku memperhatikan penampilanku,celana pendek selutut,baju yang kebesaran dan rambut cepak..aku tampak seperti mayat hidup dengan kulit sepucat ini,aku harus berolahraga sedikit..
"Wonnieeee…!" aku berteriak kencang di balkon kamarku,jendela dihadapanku masih tertutup rapat
"woiiiii..bangunnn oiiiiii…!" aku kembali berteriak dengan kini ditambahkan dengan sebuah gulungan besar kertas yang melayang bebas ke arah jendela siwon
Krieeettt..jendela itu terbuka..menampilkan sosok siwon yang masih mengucek matanya.
"Waeyo? Aku masih mengantuk baby" kilahnya, aku mengernyikan dahi, matanya membulat tiba-tiba
"Ne..Ne.. tunggu aku disana,berhentilah seperti itu atau aku akan memakanmu"
Blush..
Pipiku memanas seketika, selalu seperti ini..
"Jja..Waeyo baby" Siwon muncul tak lebih dari 10 menit, dia memang selalu menggunakan tenaga kudanya hahaha.
"Hyung, temani aku bermain basket ne" pintaku dengan serangan puppy eyes andalanku, ia tampak mengerucutkan bibirnya lalu menggeleng tegas
"Ani, hyung tidak mau kau colaps lagi baby"
"Hyung…"
"Ani"
"Wonnie hyung.."
"A.N.I.Y.O"
"Chagiya…"
"Ani baby.."
"…"
"…"
"Yeobo.."
"Baby, hyung bi- MWO? Kau memanggilku apa kyu?" siwon membulatkan matanya menatapku yang menunduk malu.
"Ye-Yeobo" lirihku
"…"
"…"
"Aaaarrrrggghhh baby, neomu kyeopta, jja kau boleh bermain basket, tapi jangan sampai kelelahan arraseo?" siwon memelukku erat, aku memekik tertahan, sungguh mudah meruntuhkan pertahanan siwon hyung ini.
Aku mengecup bibirnya sekilas
"Gomawo chagiya" bisikku tersenyum manis, dapat terlihat ia mengerjapkan matanya lucu, aku tertawa berlari kecil keluar kamar, semburat merah di pipiku ini terlihat memalukan.
Mentari sudah mencapai sepertiga siang, aku duduk di tepi taman dengan dahi penuh peluh ditemani siwon yang masih setia mengipasi wajahku. Aku terkikik geli melihat ekspresi wajahnya.
"Waeyo?"
"Hyung, kau lucu" aku memegangi perutku, menahan rasa geli dan tawa.
"Mwo?"
"Hahahahahaha.. ouch.."
Tawa itu berubah menjadi rintihan, entah kenapa tubuhku terasa nyeri lalu mati rasa.
"Baby?" Siwon menatapku khawatir, aku berusaha menahan rasa linu di tulang-tulangku dengan menggigit bibir bawahku.
"H-Hyung..G-gwenchana"
"Kau sedang tidak baik baby, jja kita masuk"
Aku berusaha berdiri dengan bertumpu pada bahu siwon, namun yang terjadi aku malah terjatuh kembali dan semakin merintih
"Baby..Baby..uljima" Siwon membungkukkan tubuhnya lalu menggendongku dengan bridal style. Aku semakin merintih saat lengan siwon menggesek tulang belakangku.
"Kyu? Siwon? Waeyo?" Yunho hyung muncul dari balik kamarnya, aku menggeleng samar, berusaha memberitahunya agar tetap tenang
"Omo! Kyunnie-ah?" Eomma berlari dari arah dapur saat mendengar lengkingan suara yunho hyung begitupula appa.
Aku hanya menggeleng saat siwon menatapku setelah beberapa saat lalu membaringkanku di ranjang.
"Baby.. jangan membuat hyung takut, Saranghae saranghae saranghae saranghae.." Siwon menggenggam jemariku kuat sembari berbisik lirih, airmatanya tumpah.
"Na do.." jawabku lemah, aku merasa sangat lelah, sangat amat lelah, setelah itu semuanya menjadi gelap.
…..
(SIWON)
NEVER!
Sudah 2 hari ini kyuhyun-ku terbaring tak sadarkan diri di kamar, yah ia ada dikamarnya sendiri. Aku benar-benar trauma dengan kamar-kamar rumah sakit dengan peralatan yang mungkin saja menyakiti kulit rapuh kyuhyun-ku.
Aku duduk disisinya, setiap hari. Bahkan aku tertidur dengan jemari yang menggenggam tangannya, aku ingin ia merasakan kalau aku sangat menyayanginya, menginginkannya, membutuhkannya dan sangat sangat mencintainya.
Lihatlah wajah kyuhyun-ku, aku nyaris tersenyum miris, wajahnya pucat dengan garis-garis hitam dibawah mata indahnya, pipi tyrus yang kini menonjolkan rahangnya dengan tegas, bibir plummy yang kini terlihat kering dan tak hidup. Aku menyeka airmata yang lolos dari sudut mataku, kukecup pelan dahi kyuhyun-ku, kukecup pula jemarinya yang lemah, hingga bibir plummynya.
"Baby.. aku merindukanmu, kumohon bangunlah" bisikku tepat di telinganya. Jujur aku benar-benar khawatir, aku benar-benar tidak ingin kyuhyun-ku seperti ini. Ini terlalu menyiksanya.
"Ugh.."
Aku mengangkat kepalaku, kyuhyun-ku bergerak, jemarinya menggenggam tanganku, aku tersenyum
"Baby? Kau sudah sadar? Apa yang sakit?" Tanyaku beruntun, aku berdiri hendak memanggil yang lainnya namun lenganku ditahan.
"Hyung.. " lirihnya, aku kembali duduk.
"Ne? waeyo nae baby?" tanyaku membelai pipinya.
"…"
"baby?"
"…"
"Chagiya?"
"Hiks..Hiks.."
Kyuhyun tidak menjawab melainkan terisak, aku memeluknya
"Ssssttt..uljima ne, katakan pelan-pelan" Firasatku berubah buruk
"Hyung.. a-a-aku.. "
"..."
"Hyung.. a-ahu.."
Deg
Dadaku berdetak cepat, aku kembali merengkuh tubuh kurus kyuhyun, memeluknya erat, tangisnya pecah.
"Ssssttt uljima chagi, hyung disini, hyung akan tetap disini, uljima ne.. Hyung berjanji akan tetap disini" airmataku mengalir mengiringi bahu kyuhyun yang terlihat bergetar.
Tuhan, apakah ini jalanMu?
TBC..
Huaaaaaaa, makin g jelas... sebenernya ini kisah nyata teman-teman sekalian, nyatanya cuma sampai tunangan yang batal, selebihnya udah ngarang hehehehehehe
