Sejak saat itu Kyuhyun-ku menjadi bisu serta lumpuh, ia menghabiskan hari-harinya hanya berdiam diri didepan jendela kamarnya, aku? Tentu saja aku setia disampingnya, aku akan menjadi mulut baginya, menjadi kaki baginya, apapun untuknya..
"Baby...waktunya makan siang..." aku bersorak riang memasuki kamarnya dengan nampan di tanganku, ia tampak tersenyum, lalu membuka lengannya, aku yg mengerti segera menyimpan nampan makanan lalu berjalan memeluknya, menggendongnya menuju ranjang, menyandarkan tubuh ringkihnya lembut.
"Jjaaa.. saatnya makan ne baby" Aku duduk dihadapannya, membelai sebentar pipinya.
"Hyung.." kyuhyun menggenggam jemariku, dengan bibir di poutkan lucu, aku terkekeh
Chup..
Aku mengecup bibirnya pelan, melumatnya lembut, tak sadar airmataku menetes membuat kyuhyun melepas pagutanku.
"Hyung hwenhana? (Hyung gwenchana?)"Kyuhyun-ku menyeka bulir airmata yang mengalir di pipiku
"Gwenchana baby, aku hanya terlalu mencintaimu" Aku menatapnya lama, semua orang tidak akan pernah mengerti betapa aku mencintai makhluk di hadapanku ini, semua tentangnya bahkan semua kekurangan yang ia miliki.
"Jja, kita makan ne" Aku tersenyum ia hanya mengangguk lucu.
Kyuhyun-ku tidak berubah sama sekali, masih seperti yang dulu, masih cantik, masih imut, dan masih menggemaskan..
(KYUHYUN)
GOD
Aku membiarkan siwon tertidur sembari memelukku malam ini, ia tertidur sangat damai. Aku menatap jari manisnya yang dilingkari cincin pertunangan kami, aku tersenyum miris. Cincin yang ia kenakan sepertinya sedikit sempit hingga membuat sekitar jarinya memerah, dasar bodoh! Berulang kali aku memintanya untuk mengganti saja, tapi ia masih saja bersikeras dengan cincin kecil itu.
Aku tertawa kecil lalu mengecup bibirnya. Dia makhluk terindah yang Tuhan ciptakan untukku, makhluk yang begitu sempurna menyayangiku apa adanya. Aku meraba wajahnya, menatapnya begitu lama, sudah beberapa hari ini pandanganku mulai mengabur, aku hanya ingin menyimpan pahatan wajahnya di dalam memoriku. Aku memeluk tubuhnya erat, airmataku menetes. Tuhan tahu betapa aku mencintai makhlukNya ini.
Sekitar pukul 3 dini hari,
Aku masih terjaga, sembari mengusap lembut lengan kokoh siwon yang melingkari perutku pandanganku menerawang melintasi langit-langit kamarku. Aku menghela nafas, memindahkan lengan itu pelan lalu berusaha bangkit, aku ingin memandang langit malam ini dari balkon kamarku.
Aku mengulurkan tanganku mencoba meraih kursi roda yang tak jauh dari sisi ranjang. Kusingkap selimut tebal dan mencoba berdiri dengan gerakan yang amat pelan, aku tidak ingin membangunkan siwon-ku.
Braaaakkkkkkk..Naas, aku terjatuh
"Ouch.."
"Baby! Gwenchana? Ya Tuhan chagiya, kenapa kau tidak membangunkanku? Apa ada yg sakit? Apa kau mau minum? Kamar mandi? Apa yang kau inginkan nae baby?"
Aku menatap lekat Siwon yang kini mengangkatku duduk di kursi roda, ia berlutut dihadapanku, membersihkan lutut serta bagian lain tubuhku.
Aku tidak tahan lagi untuk tidak memeluknya.
"Sssstttt.. uljima, ada apa denganmu baby hm? Kau bermimpi buruk?" Siwon mengangkat wajahku, membersihkan bulir airmataku.
"Hanio, Hyung..Haranghe, heongmal..heongmal haranghe" Aku kembali memeluk Siwon, kurasakan lengannya juga memelukku erat
"Nado baby, hyung juga sangat sangat sangat mencintaimu"
"Hyung.." Aku melepas pelukannya, kuraih note kecil di meja nakas lalu menuliskan sesuatu disana.
Hyung.. menikahlah
Aku menunjukkan tulisanku, ia tampak tersenyum
"Tentu saja baby, kita akan menikah dan memiliki keluarga bahagia"
Aku menggeleng, kembali menulis di lembar yang berbeda
Bukan denganku tapi yang lain hyung, carilah kebahagiaan.. denganku hanya akan membuatmu menderita..
"Apa maksudmu baby? Kau menyuruhku untuk meninggalkanmu? Tidak..Tidak akan" Siwon berdiri dihadapanku ia menggeleng kuat, matanya memerah.
"Hyung.." Aku mencoba meraih jemarinya, namun ia tepis
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Cho Kyuhyun! Tidak akan!" Tegasnya, aku menunduk dalam, retinaku jebol sudah.
"Ssssstttt..mianhe baby, mianhe.. aku tidak bermaksud membuatmu sedih, hanya saja aku mohon padamu jangan memintaku untuk meninggalkanmu, aku mencintaimu apa adanya, apapun yang terjadi padamu baby, aku.. aku.. aku sangat mencintaimu, seluruh jiwa ragaku, selamanya" Siwon mengecup dahiku, airmatanya menetes pelan.
"Aku mohon baby.. aku mohon.." Bisiknya menatapku pilu, airmatanya tetap mengalir.
Aku menunduk mencoret sebuah barisan lagi di note kecilku
SARANGHAE CHOI SIWON 3
Siwon terkekeh membaca tulisanku, ia mengecup jemariku
"Nado..Nado saranghae baby, jangan pernah meragukanku lagi ne, aku tulus padamu"
Aku memeluk tubuh siwon, erat.
Tuhan pasti sangat menyayangiku, hingga mengirimkanku malaikat seperti Siwon..
TBC..
nangis aku buatnya :'(
