Author's note :

Haloo ini chapter 1 diupdate :3 Maaf lamaa bangeet banyak hal yang terjadi, mulai dari pemusatan latihan menjelang lomba 1 bulan lebih sampai lombanya trs ada ujian semester dll. Author mohon maaf yang sebesar-besarnya. Buat yang kemarin udah dibikin bingung sama prolognya, yang ini saya usahakan tidak membingungkan lagi. Selamat membaca, mohon kritik dan sarannya yaa~

.

.

CRIPT

Chapter 1

Disclaimer : Naruto punya Masashi Kishimoto ya :D

Genre : Science fiction, romance, action dikit deh

Pairing : Naruhina, Sasusaku

Warning : typo pasti, OOC, banyak istilah biologi, gaje dan lain-lain.

.

.

.

Laboratorium khusus Namikaze Tower, 28 Juli 20XX

08.00 AM

"Hari ini adalah hari pertama kita bekerja dengan Crimson Project. Setelah rancangan yang disusun sebelumnya aku ingin menambahkan bahwa senjata yang kita buat ini haruslah spesifik hanya menyerang target yaitu musuh dari Suna, tidak ada istilah senjata makan tuan dan juga tidak menyerang makhluk hidup selain manusia. Tentunya kita tak ingin merusak ekosistem. Oleh karena itu kita akan menggunakan bakteri yang hanya menyerang manusia" ucap Kakashi, sang ketua Crimson Project.

"Sejauh yang aku tahu orang Suna memiliki sel-sel kulit yang berbeda dengan manusia pada umumnya karena kondisi lingkungan mereka yang panas dan gersang. Kita bisa menggunakan ini sebagai target bakteri" pria berambut raven dengan mata hitam kelam yang tak lain adalah Uchiha Sasuke menyampaikan usulannya.

"Aku mengerti maksudmu, Teme. Bakteri itu akan mengenali sel kulit mereka, kemudian menginfeksi sampai ke peredaran darah hingga sampai ke otak. Jika orang tanpa sel kulit spesial ini terpapar bakteri ia tak akan menderita sakit karena bakterinya langsung mati" tetap dengan nada bicaranya yang ceria Naruto menambahkan.

"Baiklah, mari kita mulai bekerja."

.

.

.

Istana Negara Suna, 28 Juli 20XX

01.15 PM

Ruang kerja yang luas, mewah dan dilengkapi alat-alat canggih itu dijaga ketat oleh pengawal yang dilatih khusus untuk mengamankan orang nomor satu di Suna. Di dalamnya duduk seorang pria yang tak lain adalah presiden Suna sendiri dan ditemani penasihatnya.

"Saya sudah menerima laporan tentang perkembangan rencana penyerangan Konoha," ucap pria berambut hitam panjang dengan iris mata sedikit kekuningan tak seperti orang pada umumnya dan hanya dibalas anggukan oleh orang disebelahnya.

"Untuk melemahkan pertahanan di perbatasan Konoha, laboratorium pusat telah berhasil menciptakan bakteri rekombinan untuk membunuh manusia."

"Bagus. Lalu bagaimana rencanamu untuk menyebarkannya?" Sabaku Yashamaru, presiden Suna atau yang lebih dikenal sebagai Kazekage menatap layar komputer di hadapannya sambil mendengarkan penjelasan penasihatnya dengan serius.

"Saya sudah menyiapkan semuanya."

.

.

.

Valine Café, Konoha, 28 Juli 20XX

10.00 PM

Setelah seharian penuh bekerja di laboratorium Naruto memutuskan untuk mampir café tak jauh dari Namikaze Tower yang memang buka 24 jam. Sasuke, Sakura dan Kakashi sudah pulang terlebih dahulu.

Suasana caffe malam itu sangat sepi. Tak sampai lima orang pelanggan yang berkunjung, dengan seorang kasir yang sudah terkantuk-kantuk di sudut ruangan dan pelayan yang tertidur sambil bersandar ke dinding dekat pintu masuk. Bagi Naruto ketenangan seperti ini yang ia cari untuk sekedar bersantai dan melepas lelah setelah seharian bekerja ditemani secangkir kopi tentunya.

"Kopi hitam panas gulanya dipisah." (aku sendiri gatau ini pesan apaan-_- maaf ya author tiba-tiba nongol)

"Ada yang lain, Tuan?"

"Tidak. Itu saja."

"Mohon ditunggu sebentar. Pesanan Anda akan siap 5 menit lagi."

"Hn."

Pelayan itu pun pergi meninggalkan Naruto sendirian dalam lamunannya. Ia kembali mengingat kejadian sehari tadi selama bekerja di laboratorium.

FLASHBACK ON

Laboratorium khusus Namikaze Tower, 28 Juli 20XX

02.25 PM

Sakura dan Kakashi sibuk dengan electronmicroscope meneliti struktur virus yang sesuai untuk CRIPT sementara Naruto dan Sasuke fokus pada layar komputer yang menampilkan hasil sekuensing genom[1] bakteri. Tak sengaja Naruto menoleh ke Sakura dan pandangan mereka bertemu. Safir bertemu emerald. Naruto langsung mengalihkan pandangannya. Jantungnya berdegup kencang. Konsentrasinya tak lagi ada pada pekerjaannya.

"Dobe, kurasa bakteri ini kurang cocok. Kita perlu mencoba bakteri yang lain atau melakukan rekayasa terhadap bakteri ini" kata Sasuke dengan pandangan yang tak kepas dari layar.

Tak ada sahutan dari Naruto.

"Dobe? Jangan-jangan kau sudah terinfeksi bakteri ini?" Sasuke yang tak sabar langsung memukul bahu Naruto.

" Apa katamu, Teme? Aku masih sehat!"

"Hn."

Kejadian yang tak lebih dari 5 detik ketika pandangannya bertemu dengan Sakura memang mengacaukan pikiran Naruto. Ia sudah lama memendam rasa terhadap Sakura, sejak SMA lebih tepatnya. Namun Sakura tak pernah menanggapinya dengan serius karena ia menyukai Sasuke. Ketika melihat ke arah Naruto tadi Sakura sebenarnya sedang diam-diam memperhatikan Sasuke yang malah salah diartikan oleh Naruto.

FLASHBACK OFF

"Ini pesanan Anda." Naruto tersadar dari lamunannya saat pelayan mengantarkan pesanannya.

.

.

.

Perbatasan Konoha-Suna, 31 Juli 20XX

Suara roda yang bergulir, dentingan logam peralatan medis, aroma obat-obatan dan antiseptik serta suara berisik lainnya mengiringi kesibukan luar biasa yang terjadi di satu-satunya rumah sakit di distrik paling utara Konoha, distrik Ame, yang berbatasan langsung dengan Suna. Rumah sakit ini kebanjiran pasien. Instalasi gawat darurat penuh, tak satupun kamar rawat yang kosong, hingga akhirnya lorong-lorong rumah sakit dijadikan tempat perawatan untuk pasien yang bahkan tidak diketahui apa penyakitnya. Semua tenaga medis dikerahkan namun tetap tak cukup untuk menangani orang-orang yang terus berdatangan.

Laki-laki perempuan, tua muda, penyakit aneh ini menyerang siapa saja. Gejalanya sama, keringat dan urin yang berlebihan, dehidrasi, tubuh lemas, mengeriput serta menyusut. Sejak dilaporkan menyerang malam tadi penyakit ini telah memakan puluhan korban. Sebagian besar orang yang terjangkit meninggal karena kehilangan terlalu banyak cairan tubuh. Situasi ini menjadi kondisi darurat nasional karena dikhawatirkan penyakitnya akan menyebar ke daerah lain.

Distrik Ame merupakan daerah sumber air bersih Konoha karena selalu hujan sepanjang tahun dan masih asri dengan pepohonan sehingga persediaan air tanahnya melimpah. Dengan keadaan seperti, tampaknya Konoha akan kekurangan pasokan air bersih karena menurut penyelidikan, penyakit aneh di Ame disebarkan melalui air. Hal ini berdasarkan bukti yang ada bahwa semua penderita mulai memunculkan gejala penyakit setelah mengonsumsi air dari kantor pengelolaan air Ame (anggap aja PDAM ya hehe).

Semua orang seakan tahu bahwa dalang di balik wabah ini adalah Suna yang ingin menghancurkan Konoha dengan menyerang daerah-daerah vital, seperti Ame ini. Namun ada yang janggal karena secara tiba-tiba Suna yang dikenal kurang berkembang pada bidang life science mampu menciptakan wabah penyakit mematikan.

.

.

.

Istana Negara Konoha, 14 Agustus 20XX

01.00 PM

"Ini tidak bisa dibiarkan, sudah dua minggu semenjak wabah itu menyebar dan sekarang penduduk Ame telah berkurang hingga lebih dari 60%. Konoha juga kekurangan air bersih." Wanita cantik yang tampak berusia 25 tahun berkebalikan dengan kenyataannya, 52 tahun, bernama Tsunade yang tak lain adalah Hokage Konoha itu tampak tertekan dengan permasalahan yang sedang dialami negaranya.

Monolog Tsunade terhenti ketika pintu ruangannya diketuk dan masuk penasihatnya, Jiraiya, bersama seorang pria berambut kuning cerah dengan warna mata bak permata safir. Ia segera mempersilahkan mereka duduk di sofa empuk yang tampak mahal, harganya memang selangit, di sudut ruangan.

"Selamat siang Nyonya Tsunade, mohon maaf apabila Saya menggangu waktunya. Saya Minato Namikaze dari Namikaze corporation."

Tanpa memperkenalkan diri pun Tsunade sudah mengetahui siapa pria dihadapannya.

"Silakan."

"Ini mengenai distrik Ame."

.

.

.

Laboratorium khusus Namikaze Tower, 14 Agustus 20XX

CRIPT sudah mencapai tahap akhir. Kini hanya tinggal pembuatan antidote dan mencobanya ke hewan percobaan. Pekerjaan dari tim Kakashi memang sangat cepat dan handal. Senjata yang mereka buat sungguh terdengar kejam, tapi untuk mempertahankan negara dan menghadapi tindakan sewenang-wenang musuh tidak ada salahnya bukan?

"Sasuke, selesaikan antidotenya segera." Perintah dari sang leader tim hanya dijawab dengan gumaman dua huruf khas Uchiha Sasuke.

"Sakura, setelah ini kau membantuku untuk injeksi bakteri ke mencit"

"Baik, Sensei."

"Naruto, mencit-mencit untuk percobaan senjata sudah siap?"

"Tentu sudah, Sensei. Ngomong-ngomong, apa tidak apa-apa mencobanya ke mencit sedangkan antidotenya saja belum selesai?"

"Tidak ada pilihan lain. Kita dituntut untuk menyelesaikan proyek ini secepat mungkin."

Satu jam setelah Kakashi mengatakan itu kepada Naruto, mereka berempat telah siap melakukan percobaan senjata biologis tersebut. Sakura dengan alat mirip pistol yang dilengkapi dengan jarum sudah siap untuk menyuntikkan serum bakteri ke tubuh mencit. Alat tersebut dibuat dan dirakit oleh Sakura sendiri. Kakashi dan Naruto diam mengawasi dengan serius, sementara Sasuke di depan layar monitor yang terhubung dengan si mencit mengamati kondisi fisiologisnya seperti detak jantung dan suhu tubuh.

Semua sudah siap, hitungan mundur sudah dimulai, jarum juga telah menusuk tubuh mencit. Namun tiba-tiba...

"Kyaaaaa !" Sakura berteriak dan jatuh pingsan seketika. Semua orang di sana terkejut dengan apa yang mereka lihat. Ternyata alat yang digunakan untuk menyuntikkan serum tersebut belum sempurna hingga cairannya bocor dan mengenai tangan Sakura. Tangannya memerah, melepuh dan mengeluarkan darah. Bahkan beberapa tetes serum yang tercecer ke lantai juga merusak lantai. Benar-benar seperti zat korosif, belum lagi nanti efek virus di dalamnya.

Melihat kondisi tersebut Naruto dengan sigap menggendong Sakura membawanya keluar dari laboratorium dan Kakashi menghubungi rumah sakit. Sasuke masih berdiri di sana menatap kosong ke lantai. Sekilas tadi dia sempat menyangka Sakura meninggal hingga sebelum pergi Kakashi mengatakan, "Sakura masih bernafas. Kau bereskan saja lab ini jangan sampai serumnya menyebar ke mana-mana. Biar aku dan Naruto yang mengurus Sakura."

.

.

.

Jalanan Konoha, 14 Agustus 20XX

11.25 PM

Naruto tidak tahu harus menyalahkan siapa. Sakura yang terlalu ceroboh dengan alat ciptaannya, Sasuke yang terlalu lama menyelesaikan antidote, Kakashi yang gegabah terburu-buru melakukan percobaan, atau malah mereka bertiga sekaligus dirinya sendiri yang mau-maunya membuat senjata berbahaya tersebut. Sakura adalah orang yang sangat berharga untuknya, cinta pertamanya.

Seharian tadi Naruto menemani Sakura yang tak kunjung sadar di rumah sakit. Dokter mengatakan penganan yang mampu dilakukan rumah sakit hanya menghentikan perdarahannya saja. Selebihnya memang belum ada obat untuk Sakura.

Seharusnya saat ini Naruto pulang ke apartemennya, namun ia malah berkeliling jalanan Konoha dengan mobil. Ia sedang memendam amarah kepada Sasuke karena Sasuke sama sekali tak memunculkan batang hidungnya untuk menjenguk Sakura. Tangan Naruto mencengkeram erat setir mobil, kakinya menginjak pedal gas hingga maksimum. Iris safirnya yang semula biru cerah kini tampak gelap. Emosinya ia lampiaskan dengan memacu mobilnya secepat yang ia bisa di sepanjang jalan hutan pinggiran kota. Jalan ini sangat sepi, saat siang saja jarang ada yang melewatinya apalagi tengah malam begini. Karena itulah Naruto yakin ia aman-aman saja kebut-kebutan di sini.

Namun ternyata perkiraan Naruto salah. Seseorang tiba-tiba saja muncul dari balik pepohonan rimbun dengan langkah sempoyongan seperti orang mabuk dan menyeberang jalan tanpa melihat kanan kiri.

CKIIIITTTTTT

BRAAAKKKK

Tabrakan itu tak dapat dihindarkan.

.

.

.

TBC

.

.

.

Huaa nanggung ya. Kira-kira gimana kelanjutan ceritanya? Ditunggu chapter depan aja hehe. Terimakasih sudah membaca fanfict gaje saya ini. Review please...

*Mencit itu tikus putih yg imutimut :3

[1] genome itu keseluruhan materi genetik yang dimiliki suatu makhluk hidup. Dan sekuensing itu cara yang digunakan untuk mengetahui dan membaca urutan kode dari materi genetik tersebut.