"KITTEN"
Wu Yi Fan & Huang Zi Tao
This is Yaoi fict!
If you don't like the pairing, just close this page please!
You've been warned baby...
.
.
.
Hanya sebuah hal sederhana. Amat sangat sederhana yang diminta oleh seorang Yifan Wu kala ia merasa hidupnya mulai-cukup-sangat-amat-terlalu- monoton dan berwarna monokrom.
Ia ingin Tuhan memberikan sedikit warna dan penyegar.
Agar ia, dapat lebih bersemangat menjalani hidupnya.
.
.
.
.
KITTEN
.
.
.
Yifan Wu merasa ada yang janggal. Ia tampak bergerak gelisah dalam tidurnya.
Sempit.
Ranjangnya terasa sempit dan tampaknya ia kehilangan selimut hangatnya.
Jemari pria tampan ini menggapai-gapaikain tebal yang ia inginkan. Berusaha menariknya namun ia merasa ada yang aneh.
"Berat.. Ugh.."
Ia masih mencoba mendapatkan selimut naganya, namun tiba-tiba gerakannya terhenti saat ia merasa ada yang mengendusi wajahnya.
"Urrmmhhh~"
Otak pria Wu ini masih sibuk memproses apa yang terjadi. Seiring dengan kedua netranya yang terbuka, menampilkan sepasang telinga yang menyapa indera pengelihatannya.
"Ukh.. Little kitty.. Geli.."
"Miaw~"
Tunggu! Telinga kucing mungilnya tak sebesar ini. Bulunya pun tak begitu panjang. Dan lagi, sejak kapan little kitty itu memiliki kulit langsat yang indah.
Dengan cepat, Yifan menarik dirinya dan duduk bersandar pada headboard ranjangnya. Betapa terkejutnya ia kala menemukan sosok pemuda bertelinga kucing dengan selimut yang membalut tubuh... telanjangnya.
Blugh!
"Miaw~"
Yifan masih terdiam seraya menatap horror pemuda cantik di hadapannya yang kini tampak menumpukkan tubuh berbalut selimutnya di pangkuan Yifan. Kedua blackpearl pemuda itu menatap penuh binar pada darkchoco Yifan.
"Miaw~"
"Gyaaaaa! Menyingkir dari tubuhku!"
Bruak!
.
.
.
"Berhenti mencakar pintuku! Yak! Yak!"
Yifan menjerit histeris kala makhluk menakjubkan yang berada di balik pintu kamarnya mulai mencakar permukaan pintu. Seakan berusaha menggapai pemuda brunette ini.
"Miaw! Miaw!"
"Gyaaaa! Berhenti! Berhenti!"
Yifan berusaha menahan pintu kamarnya yang sedikit demi sedikit mulai terdorong. Semakin panik kala melihat bayangan si manusia kucing.
"Hentikan! Ya!"
Brak!
"Master!"
Blugh!
Yifan terkejut. Pemuda kucing itu terlalu gesit. Memeluk erat tubuhnya dan menjilat lembut pipi Yifan.
Ekor hitam yang berhias pita merah miliknya bergoyang kekanan kekiri. Telinga runcingnya bergerak cepat. Menandakan betapa senangnya makhluk itu.
"Siapa kau?" tanya Yifan setelah berhasil menetralkan emosinya.
"Aku Huang Zitao miaw~ Kucing hitam yang Master selamatkan di kolam.."
Kucing- ehm, maksudnya pemuda aneh itu menatap manik Yifan dengan berbinar. Kedua pipi gembilnya dihiasi rona sakura dan bibir kucing sewarna peachnya membentuk lengkungan indah. Menampilkan jejeran gigi kecil yang dihiasi taring tumpul yang menggemaskan.
Sejenak Yifan terdiam. Terpaku menatap sosok asing namun indah dihadapannya. Perlahan kedua darkchoco miliknya mulai bergerak turun. Menyusuri bahu sempit nan mulus, punggung cantik tanpa cela dan bongkahan daging bulat nan kenyal yang-
"Master?! Kau tidak apa-apa?!"
Yifan tersentak. Kembali menatap blackpearl milik Zitao dengan wajah yang semerah kepiting rebus.
"Me..memangnya.. A..aku kenapa?"
"Master berdarah! Ugh! Banyak sekali!"
Yifan meraba hidungnya. Membola tak percaya kala melihat liquid merah pekat berbau anyir yang mengalir bebas dari sana.
"Ugh.. Memalukan.."
Pria tampan ini merasakan sesak. Darahnya merambat naik ke kepalanya. Memberikan sensasi panas yang membuat wajahnya merah sempurna bak apel matang.
Perlahan pandangannya mengabur. Seiring dengan pening di kepalanya yang menjadi.
Bruk!
"Master! Master!"
Dan Yifan pun tak sadarkan diri. Mimisan hanya karena makhluk kucing menggemaskan bernama Zitao.
.
.
.
"Nghhh..."
Yifan mengerjap pelan. Sedikit meringis kala merasakan pusing di kepalanya.
Mencoba bangkit dan duduk perlahan. Bersandar pada headboard ranjangnya.
Kedua maniknya menyusuri seisi kamarnya. Tertata rapi dan sunyi. Seperti yang seharusnya.
Plak!
Menepuk pipinya pelan. Mencoba memastikan kalau apa yang ia lihat bukanlah mimpi.
"Jadi.. Tadi itu... Mimpi?" bisiknya entah pada siapa.
Cklek
Bagai adegan slowmotion, Yifan menolehkan wajahnya kearah pintu kamarnya. Melongo idiot kala mendapati sosok pemuda cantik dengan sweater putih panjang dan boxer hitam yang membalut tubuhnya.
Di tangan pemuda cantik itu terdapat gelas dengan asap mengepul yang memancarkan harum melati yang menenangkan.
Telinga animal pemuda itu menegak. Begitu pula ekor berhias pita merahnya. Membola kala melihat Yifan yang sadar.
"Master sudah sadar miaw!" pekiknya girang.
Dengan gerakan antusias, Zitao melangkah mendekati ranjang Yifan. Meletakkan nampan berisi teh melati di atas nakas dan beringsut naik keatas ranjang.
"Master tidak apa-apa? Apa ada yang sakit miaw?"
Plak!
Yifan kembali menampar pipinya. Kali ini lebih keras hingga ia sendiri memekik kesakitan. Mengundang kecemasan si pemuda kucing menggemaskan.
"Haahahahahaha!"
Tiba-tiba saja tawa Yifan meledak. Membuat Zitao terlonjak dan mengkerut takut.
Namun ada yang aneh pada tawa Yifan. Pemuda tampan bak dewa itu tertawa dengan raut menyedihkannya.
"Aku menyerah.. Hiks.. Ini semua bukan mimpi.." lirihnya frustasi seraya kembali menatap Zitao yang memandangnya.
"Aku pasti sudah gila.."
.
.
.
AKHIRNYA KAU BERHASIL ANAK MUDA!
MENJADI SEDIKIT PEKA MENYENANGKAN BUKAN?
KUCING HITAM ITU KUHADIAHKAN UNTUKMU..
DIA SEDIKIT NAKAL DAN SUSAH DIATUR..
AKU HARAP KAU BISA MERAWATNYA DENGAN BAIK...
DIA BISA MATI JIKA KAU ME...AL..NYA..
SELAMAT MENIKMATI HARIMU!
TERTANDA: NENEK LIU
Yifan mendesah untuk yang kesekian kalinya. Menatap kertas kumal dengan tulisan yang hampir luntur sana-sini.
Sejenak melirik kearah pemuda manis yang tengah sibuk memandang ikan hias dalam akuarium, kemudian kembali menatap lembaran kertas kumal itu.
"Dia bisa mati jika aku melakukan apa?" gumamnya.
"Master! Ikannya lari miaw!"
Zitao memekik kesal. Telinganya jatuh melemas dan ekornya terkulai. Kedua blackpearlnya menatap Yifan sedih.
"Ukh.. Tahan dirimu Yifan.. Tahan dirimu.."
Seraya merapalkan mantera, Yifan melangkah pelan kearah Tao. Berdiri dengan kedua tangan yang tersimpan dalam saku, pria bersurai brunette ini ikut memandang akuariumnya yang kini tampak kosong.
"Hhh.. Kau itu kucing Tao.. Apa kau lupa? Mana ada ikan yang mau menatap pemangsanya?"
Zitao mengangkat wajahnya. Menatap Yifan sejenak kemudian terkekeh malu. Menyadari kebodohannya.
"Hehehe... Tao lupa Master.."
Melihat Zitao yang tertawa geli dengan tingkah polosnya membuat Yifan merona entah mengapa.
Hatinya yang belum pernah terjamah, terasa hangat. Dan Yifan menyukai perasaan itu.
'Presetan dengan surat itu.. Yang penting, Zitao milikku sekarang..'
Dengan lembut, pria itu mengusap surai gagak Tao. Menyembunyikan senyum tipisnya kala melihat ekspresi kittennya yang begitu menggemaskan.
"Huang Zi Tao.. From now on.. You're mine.."
.
.
.
"Zitao.. Berhenti mengacak-acak kasurku..."
Yifan berujar entah yang keberapa kalinya. Netranya fokus pada layar laptopnya namun tak membuatnya melupakan si kitten manis yang berguling-guling diatas ranjangnya.
"Hihihi.. Ranjangnya empuk.. Tao suka miaw~" kekeh Zitao seraya memeluk bantal-bantal yang ada dengan erat. Menghirup wangi sang Master yang tertinggal.
"Terserahmu sajalah! Yang penting jangan sampai-"
Sreeet!
Yifan mengangkat kepalanya. Mengarahkan pandangannya pada selimutnya yang robek.
"Maaf Master! T..tao tidak sengaja!"
Kitten manis itu terlihat panik. Menangkupkan kedua tangannya dibawah dagu dan menatap Yifan dengan pandangan memelas.
Pria tampan ini bangkit dari duduknya. Melangkah mendekati Tao dengan ekspresi dingin dan datar yang membuat Tao semakin panik.
"Kucing nakal... Ikut aku.."
Kitten lucu itu membola. Blackpearlnya mulai berkaca-kaca dan bibir peachnya bergetar pelan. Siap menangis.
Dengan kepala tertunduk dan ekor yang terkulai, Zitao melangkah pelan. Mengikuti Yifan yang melangkah menuju beranda belakang mansionnya yang menghadap taman dengan kolam renang.
"Ckk! Cepatlah sedikit!"
Tersentak pelan, Zitao mempercepat langkahnya. Mengusap lelehan air matanya yang tumpah sedikit demi sedikit.
Grepp
"Kyaaaa!"
Memekik kaget, kitten manis ini membola kala Yifan menarik lengannya tiba-tiba. Membuatnya terduduk di pangkuan pria itu.
"Ma..master..."
Yifan tak menjawab. Jemari panjangnya meraih telapak tangan Tao. Memperhatikan jemari lentik yang berhiaskan kuku hitam yang cukup panjang.
Ctak.. Ctak.. Ctak..
Dengan lembut, pria Chinesse-Canadian ini memotong kuku-kuku itu. Masih dalam mode diamnya yang membuat Tao merasa tak nyaman.
"Maafkan Tao Master~ Tao memang nakal hiks.."
Satu isakan lolos dari bibir Tao. Kucing manis ini tak suka diacuhkan. Melihat Yifan bersikap dingin membuat hatinya merasa sangat tak nyaman.
"Aku tak marah Tao..." ucap Yifan pada akhirnya. Memutar tubuh di pangkuannya dan menatap manik blackpearl Tao yang berkaca-kaca.
"Lalu kenapa mendiami Tao?"
Menghela nafasnya pelan, Yifan mengusap jejak air mata di pipi gembil kitten manisnya. Tersenyum tipis kemudian merengkuh pinggang ramping Tao.
"Ada beberapa hal yang harus kau ketahui tentang aku Tao.."
"Ung?"
"Pertama.. Aku bukanlah pria humoris yang murah senyum.. Dan menyelesaikan masalah dengan emosi bukanlah gayaku.."
Darkchoco Yifan mulai mengunci Tao. Menatap pemuda itu dalam.
"Kedua.. Aku tak suka ditentang.. Terserah tanggapan orang, tapi aku, tak pernah suka jika seseorang mulai mengusikku.."
Wajah Yifan mulai mendekat. Membuat Tao menahan nafasnya kala hidung mereka bersentuhan.
"Dan yang terakhir.. Kau harus memaklumi semua sikapku itu.. Karena mulai detik ini kau milikku.. Kepunyaanku.."
Meski mengatakannya dengan nada dingin dan datar, namun Zitao tak dapat menyembunyikan percikan bahagia di hatinya.
Menjadi milik seorang Yifan Wu yang tampan dan sempurna. Menderitapun rasanya ia rela.
"Tao mengerti Master! Tao juga.. Akan berusaha.. Membuat Master senang!"
Yifan tersenyum. Kali ini tanpa paksaan dan tak disembunyikan. Memeluk kitten manisnya dan meresapi wangi peach segar yang mulai menjadi candu baginya.
"Thanks God.. Kau menjawab permohonanku.. Dan memberikan warna, dalam hidupku.."
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
