"KITTEN"
Wu Yi Fan & Huang Zi Tao
This is Yaoi fict!
If you don't like the pairing, just close this page please!
You've been warned baby...
.
.
.
Hanya sebuah hal sederhana. Amat sangat sederhana yang diminta oleh seorang Yifan Wu kala ia merasa hidupnya mulai-cukup-sangat-amat-terlalu- monoton dan berwarna monokrom.
Ia ingin Tuhan memberikan sedikit warna dan penyegar.
Agar ia, dapat lebih bersemangat menjalani hidupnya.
.
.
.
.
KITTEN
.
.
.
"Master bangun! Bangun! Miaw~"
Zitao melompat senang di ranjang Masternya. Terkekeh geli seraya menggoyang-goyangkan lengan Yifan yang masih terlelap.
"Diamlah Tao... Aku baru saja tidur selama empat jam dan kau menggangguku.."
Yifan berujar malas. Semakin merapatkan selimutnya dan kembali melanjutkan tidurnya. Namun tiba-tiba saja...
Blugh!
"Ya! Ya! Ya!"
Yifan berteriak panik kala kitten manisnya menduduki perutnya. Menumpukan kedua tangannya dan mengunci pergerakannya.
"Mayday! Mayday! Matilah aku!"
"A..apa yang kau lakukan Tao?"
Kitten manis dengan telinga animal hitam itu memiringkan kepalanya. Menatap Yifan dengan pandangan polosnya.
"Tao ingin Master bangun... Master kan sudah berjanji pada Tao akan membawa Tao jalan-jalan hari ini miaw~"
"Shit! Berhenti membangunkan penisku dengan gerakan manjamu itu kucing nakal!"
Yifan tersenyum kaku. Berusaha menetralkan hormon pria dewasanya kala Zitao bergerak pelan diatas benda kebanggaannya. Belum lagi ekor cantik yang membelai kakinya.
"Menyingkirlah Tao... Aku akan mandi dan kita bisa pergi..." ucap Yifan tertahan.
Seketika kucing manis ini mengangguk. Bangkit dan berguling ke tempat kosong disebelah Yifan dan memeluk guling yang ada.
"Jangan lama-lama Master... Tao sudah tidak sabar miaw~"
Yifan mendengus pelan. Bangkit dari tidurnya dan segera menasuki kamar mandi. Menatap nanar asetnya yang entah kapan telah 'bangun' dari tidurnya.
"Sialan..."
.
.
.
"Jangan berlarian Tao! Kau bisa terjatuh nanti!"
Entah sudah berapa kali Yifan harus memperingati kucing manisnya. Kini mereka tengah berjalan-jalan di kebun binatang.
"Woaaah! Ada pandaaaa!"
Zitao berteriak kencang. Menarik lengan Yifan yang sibuk dengan ponselnya -mengecek sahamnya- dengan antusias. Membawa si tampan menuju kandang berisi makhluk lucu berwarna hitam putih itu.
"Master! Apa Tao bisa membawa pulang satu? Tao ingin punya satu miaw!"
"Tidak Tao.. Mereka dilindungi oleh negara karena jumlah mereka tinggal sedikit..."
"Tapi Tao mau satu Master..."
Yifan menghela nafasnya pelan. Kini mereka mulai jadi tontonan karena Zitao yang merengek sedih dan dirinya yang terlihat seperti om-om mesum.
"Jangan mulai Huang... Kalau kau terus memaksa, lebih baik kita sudahi saja acara jalan-jalanya..."
Kitten manis ini bungkam seketika. Netra onyxnya berkaca namun sebisa mungkin ia menahan air matanya.
"Baiklah... Tao tidak jadi minta pandanya.. Tao mau ketempat lain saja miaw~"
Dengan lesu, pemuda cantik itu melangkah menjauhi kandang itu. Meski ekornya tersebunyi dan telinganya tertutup beanie, Yifan yakin pasti kittennya tengah bersedih.
"Hhhh... Ini pasti akan jadi hari yang benar-benar melelahkan.."
.
.
.
"Kau mau camilan apa Tao?"
Yifan bertanya pelan pada Zitao yang melangkah disebelahnya. Kini mereka berada di pusat perbelanjaan. Membeli kebutuhan bulanan yang telah habis.
"Terserah Master saja miaw~"
"Kau masih sedih perihal panda tadi Tao?"
Zitao menggeleng pelan, namun masih setia menunduk. Berjalan lambat sampai-
Bruk!
Seseorang menabrak tubuh semampai Tao cukup kencang. Membuat si kitten terjatuh dan meringis karena bokongnya membentur lantai.
"Kau tak apa?"
Seseorang mengulurkan tangannya. Membuat Tao mendongak dan merona kala mendapati wajah orang yang menabraknya.
"T..tao baik-baik saja!" ucapnya cepat seraya menyambut uluran tangan itu.
"Maaf.. aku tak sengaja menabrakmu... Aku tak tahu kalau kau berjalan di depanku..."
Sosok tampan itu tersenyum. Membuat Zitao ikut mengembangkan senyumannya tanpa ia sadari.
"Perkenalkan... Namaku Gao-"
"Sayangku... Kenapa kau lama sekali heum?"
Entah sejak kapan, Yifan kini berada di dekat Tao. Merengkuh pinggang si manis dan memeluknya posesif.
Oh, jangan lupakan tatapan membunuhnya. Membuat pria yang hendak mengenalkan namanya terdiam seketika.
"M..mas-"
"Ah! Apakah kau teman lama istriku? Kenalkan... Namaku Kris Wu.."
Pria itu tersenyum kaku, mau tak mau menjabat tangan Yifan yang terulur.
"Eung.. Maaf sebelumnya.. Sepertinya kau salah paham.. Aku sama sekali tak mengenal istrimu... Aku hanya membantunya bangkit saat ia jatuh tadi... Kesalahanku.."
Yifan tersenyum tampan, namun semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Tao. Mengecup pelan pipi kittennya kemudian merubah rautnya menjadi begitu dingin.
"Kalau begitu belajarlah untuk menjaga mata dan tanganmu... Jangan sampai kau kehilangan keduanya karena berusaha tebar pesona pada orang yang salah.."
Setelah berkata seperti itu, Yifan pun menarik Tao menjauh. Menatap kittennya yang menunduk takut kemudian mendekatkan wajahnya pada telinga si manis yang tertutup beanie.
"You're in danger little kitty.. You.. Are.."
.
.
.
Brak!
Yifan membanting pintu mobilnya. Membuat Zitao yang sudah duduk manis terlonjak kaget dan mengkerut takut di tempatnya.
Raut Yifan dingin. Menakutkan dan mengingatkannya saat pria itu membentaknya dua hari yang lalu.
"M..master Tao tidak bermaksud untuk membuat master marah... Sungguh yang tadi itu tidak senga-"
"Aku tidak memintamu bicara Tao... Jadi diamlah.."
Kitten manis itu pun bungkam. Ada secercah rasa sakit di hatinya kala mendengar nada Yifan yang begitu datar.
Perjalanan pulang itu pun hanya didominasi oleh keheningan. Dengan Tao yang sesekali bergerak tak nyaman di kursinya dan Yifan yang fokus menyetir sambil sesekali melirik kittennya.
Mobil audi hitam pria Wu ini akhirnya sampai di mansionnya. Memarkirkannya asal kemudian mematikan mesinnya cepat.
Pria tampan ini menghela nafasnya. Perlahan jemarinya terulur untuk melepas beanie yang dikenakan Tao dan mengusap helaian kelam kitten itu lembut.
"Masuklah dulu.. Aku akan membereskan barang belanjaan di bagasi.."
Pemuda bertelinga animal itu hanya mengangguk singkat. Membuka pintu mobil setelah Yifan melepaskan seatbeltnya.
Yifan merogoh ponselnya. Mendial nomor seseorang cepat dari ponsel pintarnya.
"Sudah kau lakukan apa yang kuminta?"
"Memangnya kapan pernah aku melewatkan satupun permintaanmu Jerk? Hitunglah sampai tiga dan kittenmu pasti akan-"
"Huaaaaaa!"
"Nah.. Itu buktinya.. Sekarang uruslah urusanmu dan jangan coba hubungi aku atau aku akan membakar seluruh dokumen pentingmu!"
-pip-
Sambungan itu diputus secara sepihak. Membuat Yifan mendumal pelan seraya keluar dari Audi mahalanya.
Melangkah santai memasuki mansionnya dan menapaki tangga. Membawa kaki panjangnya kearah kamar dan-
"Master! Pandanya ada disini miaw! Di kamar ini miaw!"
Yifan tersenyum lembut. Menatap kittennya yang tengah memeluk boneka panda super besar diatas ranjang ehm, mereka.
Dengan gaya cool, ia melangkah mendekati ranjang. Menaikinya dan duduk bersila dihadapan kitten cantiknya.
"Kau suka?"
Zitao mengangguk cepat. Tersenyum lebar dan menampilkan deretan gigi mungil berhias taringnya.
"Tao suka miaw~ Terima kasih Master.. Dan.. umm.. Maafkan Tao yang sudah membuat Master marah tadi.."
Yifan terkekeh. Mencubit gemas pipi gembil Tao kemudian mengacak surainya.
"Kalau begitu... Give me some reward please..."
Dengan jahil Yifan menunjuk pipi kanannya. Minta dicium.
Tao pun bangkit perlahan. Mendudukkan tubuhnya dipangkuan Yifan kemudian mengecup pipi Tuannya dengan malu-malu.
Terlihat jelas rona merah muda yang menghiasi pipi gembilnya. Membuat Yifan tak tahan untuk tak memeluk tubuhnya.
"Jangan pernah berdekatan dengan pria manapun selain aku.. Aku tak suka milikku diusik orang lain.. Kau mengerti Huang?"
Zitao tersenyum. Membalas pelukan Masternya dan mengangguk malu-malu. Terlalu senang karena mendapatkan klaim dari Masternya.
"Tao mengerti Master.. Karena Tao memang milik Master seorang miaw~"
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
