"KITTEN"
Wu Yi Fan & Huang Zi Tao
This is Yaoi fict!
If you don't like the pairing, just close this page please!
You've been warned baby...
.
.
.
Hanya sebuah hal sederhana. Amat sangat sederhan yang diminta oleh seorang Yifan Wu kala ia merasa hidupnya mulai-cukup-sangat-amat-terlalu- monoton dan berwarna monokrom.
Ia ingin Tuhan memberikan sedikit warna dan penyegar.
Agar ia, dapat lebih bersemangat menjalani hidupnya.
.
.
.
.
KITTEN
.
.
.
"Urmmmhhh... Urmmmhhh..."
Srak.. Srak.. Srak..
"Ughhhhh..."
Kitten mungil berbulu hitam ini menggerung pelan. Menggesek-gesekkan perut bawahnya pada permukaan karpet.
Kedua telinganya menekuk lemas dan netra kelamnya tampak sayu. Frustasi entah karena apa.
"Baby Tao! I'm homeee!"
Suara berat itu menggema di seantero mansion mewah ini. Membuat si kucing manis ini terlonjak kaget, kemudian berlari memasuki kolong tempat tidur.
"Zi! Where are u babe?!"
Derap langkah yang awalnya terdengar samar semakin jelas. Menandakan bahwa si pemilik kaki tengah mendekat.
Cklek
Pintu kamar dengan ukiran naga pada permukaannya itu perlahan terbuka. Menampilkan sosok pria serupa pangeran dari negeri dongeng yang kelihatan bingung.
"Zitao?!"
Yifan melangkahkan kaki panjangnya tak sabar. Memeriksa kamar mandinya dan berdecak kesal karena tak menemukan apa yang ia cari.
Namun seketika, kegalauan pangeran Wu itu terhenti kala telinganya menangkap suara gesekan lirih yang berasa dari kolong ranjangnya.
"Gotcha!"
"Miaw!"
Zitao memekik kaget kala dengan tiba-tiba tubuhnya diseret paksa oleh Tuannya yang tampan. Suatu keberuntungan bagi Yifan karena telah memotong kuku-kuku kucing manisnya hingga kini ia tak perlu melihat bekas cakaran pada lengannya.
"Diamlah kucing nakal.. Kau takkan bisa mengigitku dengan gigimu yang lucu itu.."
Pria tampan itu membawa tubuh Tao keatas ranjang. Memeluk dan menciuminya penuh sayang.
"Urmmmhhh... Urmmmhhh.."
Kucing manis itu menggerung senang. Menggesekkan perutnya pada permukaan kain celana yang dikenakan Yifan. Membuat si tampan Wu mengernyit bingung.
"Hey... Ada apa denganmu baby?"
Kitten manis itu tak mengindahkan pertanyaan Masternya. Terlalu sibuk dengan kegiatannya kini yang mulai merambat kearah paha pria itu.
"Yak! Yak! Yak!"
Yifan panik. Tentu saja! Posisi kitten itu terlalu berbahaya bagi keselamatannya dan adik kecilnya. Ia tidak mau berakhir dengan bangun dan bermain solo lagi.
Ugh. Big no!
"Ada apa denganmu baby? Kau terlihat tak sehat heum?"
Pria Wu itu mengangkat tubuh Tao. Hendak mengecup permukaan bibirnya -yang merupakan ritual untuk merubah Tao menjadi sosok manusia- yang sayangnya gagal karena mendapat penolakan dari kucing manis itu.
Tak ingin memaksa dan berakhir dengan si manis yang merajuk, Yifan pun mengalah. Menurunkan Tao dan membiarkan kitten itu melanjutkan acara gesek-menggeseknya.
Pria Wu ini merogoh saku jasnya. Menarik keluar ponsel pintarnya dan mendial nomor seseorang.
"Halo! Xiaozhi gawat! Ada yang aneh pada sifat Tao!" ucapnya tanpa basa basi pada sekretarisnya diujung sana.
Membawa langkahnya ke beranda agar kittennya tak mendengar pembicaraan absurdnya.
"Memangnya ada apa dengan Tao?"
"Dia bersikap aneh! Menolak kuubah menjadi manusia, tak merespon ucapanku, dan terus menggesekkan perutnya pada apapun.."
"Hah?"
"Iya... Menggesekkan perutnya dan menggerung... Astaga..."
"Jika yang dia lakukan memang seperti apa yang kau katakan, berarti Tao sedang mengalami heat.."
"Heat?"
"Masa dimana kucing sepertinya butuh sentuhan.. Seperti musim kawin.."
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Yifan bertingkah konyol dengan melongo layaknya idiot. Menjatuhkan rahangnya tak percaya seraya menatap horor kitten manisnya yang masih asyik bergelung diatas ranjang.
"Ugh.. Aku tahu kau pasti sedang berpikir bagaimana cara menikmati tubuh Tao yang malang.. Well, selamat bersenang-senang Kris.. Dan saranku untukmu, berhati-hatilah dengan taring dan sikapnya yang mungkin sedikit liar.."
Seketika, seringai tampan muncul pada wajah rupawan Yifan. Pria itu kembali melangkah memasuki kamarnya. Sedikit melonggarkan dasinya dan menatap tajam mangsanya yang masih tenggelam dalam dunia kecilnya.
"Tenang saja Xiao-er... Aku pastikan kucing itu akan tunduk padaku..."
-pip-
"Baby Tao.. Apa kau merasa tak nyaman heum?"
Jemari Yifan mulai mengusap pelan permukaan kulit perut kucing manis itu. Menggaruk dengan lembut hingga membuat Sang submisif melenguh pelan.
"Urmmm.. Rhhhh..."
"Bagaimana? Apakah nyaman?"
Zitao memejam. Menggerung lagi seakan meminta lebih. Membuat Yifan semakin melebarkan senyuman -seringai mesum- nya.
Dengan perlahan ia mengangkat tubuh mungil Tao. Mengecup bibir berhias kumis itu dengan gemas.
Perlahan sosok kitten itu berubah. Tergantikan oleh sosok Zitao yang memerah, berkeringat, dan tentu saja telanjang.
Telinga animal itu menekuk sayu dan helaan nafasnya benar-benar tak teratur. Mencengkeram kuat permukaan seprai demi melampiaskan rasa sakitnya.
"Hiks.. hiks... Panas.. Tidak.. hiks.. enak.. miaw~"
Yifan menghela nafasnya pelan. Ini yang pertama baginya, juga bagi Zitao. Meski ia tahu bagaimana cara melakukannya, namun tetap saja ia merasa sedikit gugup.
Ia hanya tak mau menyakiti Zitao dan berakhir dibenci oleh makhluk menggemaskan itu.
"Hey... Jangan menangis baby Peach... Aku disini..."
Yifan membawa Tao keatas pangkuannya. Membiarkan kucing manis itu mengendusi lehernya.
"Sakit... huks.. huks.. Rasanya sakit miaw~"
"Yang mana yang sakit humm? Biar kulihat..."
Kitten manis itu menunduk. Rona merah muda terlihat jelas pada pipi gembilnya. Ekornya bergoyang pelan dan telinganya bergerak-gerak cepat.
"Tao malu miaw~ Nanti Master tertawa..."
Yifan tersenyum. Mengecup gemas pipi gembil Tao dan memeluk pinggang ramping pemuda itu.
"Aku mengerti dengan apa yang kau alami Peach... Tak perlu malu padaku... Bukankah aku sudah pernah mengatakan bahwa kau milikku dan aku milikmu?"
Zitao mengangguk pelan. Mendekatkan dirinya pada Yifan dan memeluk leher pria mapan itu dengan gerakan malu-malu.
"Biarkan aku membantumu heum?"
"Ya Master..."
Jemari panjang pria Wu itu mulai mengusap punggung Tao dengan lembut. Membuat pola abstrak yang membuat kitten hybrid berusia delapan belas tahun itu melenguh pelan.
"Eungg... Urmnnhh..."
"Apakah nyaman? Masih terasa panas?"
Tao menggeleng pelan. Masih mengendusi perpotongan leher Yifan dengan manja. Ekornya bergoyang kekanan dan kekiri dengan konstan. Terlihat begitu menikmati apa yang Yifan berikan padanya.
Perlahan jemari itu merambat turun. Menyapa kaki jenjang Tao yang terlipat dan semakin naik menuju pangkal paha kitten manis itu.
"Nyaahh!"
Zitao memekik kaget. Namun dengan desahan hebat pada akhirnya. Wajahnya memerah sempurna dengan peluh yang membasahi tubuhnya saat Yifan menjamah penis mungilnya yang menjadi pusat gairahnya.
"Suka dengan apa yang kuberikan Peach?"
Kitten itu mengangguk cepat. Kepalanya pusing namun rasanya begitu menyenangkan. Membayangkan bagaimana Yifan memijat penisnya seraya mengusap punggungnya membuat gairahnya naik dengan cepat.
Splurt
Pemuda dengan telinga animal itu tersentak pelan. Menarik dirinya dengan cepat dan membola kala melihat jemari Yifan yang ternodai cairannya.
"Hiks.. hiks.. Huweeee!"
Pria tampan ini mengernyitkan alisnya bingung. Menatap heran Tao yang tiba-tiba menangis dipangkuannya.
"Kenapa menangis baby? Apa aku menyakitimu?"
"Hiks... bukan Master... Tapi Tao yang sudah kurang ajar miaw~ Tao pipis di tangan Master Yifan... hiks.. hiks... Mafkan Tao miaw~"
Yifan terkekeh pelan. Jadi tak tega menodai kucing manisnya. Tapi kalau hal ini tidak cepat-cepat diselesaikan, ia khawatir sifat hewani dalam tubuh Tao akan mendominasi dan kucing manis itu akan mencari betina diluaran sana.
Hell yeah. Mana mau dirinya dikalahkan oleh spesies betina. Kucing pula.
"Kau itu memang benar-benar Tao..."
Blugh!
Dengan lembut Yifan membaringkan tubuh itu diatas ranjang empuknya. Mendekatkan wajahnya dan mengunci Zitao dengan tatapannya.
"Kurasa kau perlu belajar lebih banyak lagi Tao... Dan aku.. Akan membantumu dalam hal ini..."
"Uahhhh!"
Zitao memekik lagi kala Yifan kembali menjamah penis mungilnya. Nalurinya mambuatnya tak sadar menggerakkan tubuhnya berlawanan dengan gerakan tangan Yifan.
Meremat surai brunette Yifan frustasi. Kedua kaki jenjangnya melingkar indah pada pinggang Yifan. Bergerak maju mundur dengan cepat.
"Mhhh.. Uaaahhh.. Nyaahh!"
Splurt
Zitao terengah hebat. Dadanya naik turun. Mengundang hasrat Yifan untuk menjamah dua kepingan cokelat yang berhias buliran keringat itu.
"Aahhh~"
"M...master~~ L..lebih... kuathh... miawhhh~"
"Ughhhh~ Uahhhh~"
Yifan menyeringai disela-sela aktivitasnya. Jemarinya memilin gemas puncak dada Tao yang bebas. Membuat si kitten tak dapat berujar sepatah katapun selain melenguh dan mendesah.
Tak tahan dengan rintihan submisifnya, Yifan pun melepaskan kuluman dan pilinannya. Melepas sabuk dan celananya dengan tak sabar. Membebaskan adik kecilnya yang sudah mulai bangun.
"Gyaaa! Punya Master sangat besar miaw! Kereeeen!"
Tanpa pria Wu itu duga, jemari lentik Sang kitten bergerak pelan. Mengusap lembut permukaan penis Yifan yang berkeringat. Membuatnya mengigit bibir menahan nikmat.
"Apakah bisa keluar seperti Tao tadi miaw?"
Yifan menyeringai. Menatap Tao yang sibuk mengamati penisnya dengan netra berbinar.
Dengan lembut ia menarik tengkuk kittennya. Membuat wajah si manis berhadapan langsung dengan kebanggaannya.
"Tentu saja bisa Tao... Tapi kau harus melakukan usaha agar dapat melihat dan merasakannya..."
Wajah Tao terangkat. Menatap darkchoco Yifan dengan kepala dimiringkan, telinga yang menekuk sebelah, dan ekspresi polos minta diterkam.
"Memangnya Tao harus melakukan apa agar susunya keluar miaw?"
"Hisap dan kulum... Bagaimana?"
Si manis tak menjawab, namun lidah mungilnya bergerak menyapa lil' dragon dihadapannya. Membuat Yifan menggeram pelan menahan sensasi kala benda lunak itu menjamah seluruh permukaan penisnya.
"Mmhhhhh... Unghhh..."
Perlahan Tao membuka mulut kecilnya. Melahap perlahan milik Yifan yang ereksi sepenuhnya. Menghisap, menjilat, dan sesekali menggeram pelan.
"G..good.. hhh.. boy.."
Jemari panjang Yifan bergerak menyusuri tulang punggung Tao. Menggoda dengan perlahan, hingga sampai pada cincin merah muda yang telah basah dan berkedut pelan.
"So wet baby.."
"Ummmhhhh..."
"Sepertinya kau sudah tak sabar ingin digagahi ya?"
Kepala Zitao terkulai lemah. Bertumpu pada paha dalam Yifan. Kucing manis itu masih memblowjob penis Masternya, namun tak sanggup mengangkat kepalanya.
Usapan jemari Yifan disekitar holenya benar-benar membuatnya mabuk dan..
"Mmmhhhaaarghhhhhh!"
"SHIT!"
Pria Wu ini mengumpat sakit. Mendorong kepala Tao agar melepaskan penisnya.
Sekretarisnya benar. Seharusnya ia tak menyuruh Tao untuk mengoral penisnya. Taring kitten itu, biarpun mungil tetap saja berbahaya. Untung hanya sedikit menggores permukaan kulit kebanggaannya.
Salahnya juga sih memasuki hole Tao dengan tiba-tiba.
"Ngghhhh... kurang.."
Zitao mulai frustasi. Panas di tubuhnya semakin naik dan entah sejak kapan, penis mungilnya mengeluarkan precumnya kembali.
"Kau mau aku melakukan apa Peachy?"
"Tambah...kan... unghhh... jarimu... Masterhhh..."
"Berapa?"
"S...semuanya!"
Yifan memutar posisinya hingga kini Tubuh Tao berada dalam kungkungannya. Telunjuknya hanya terbenam setengahnya dan ia mulai menambahkan dua jari sekaligus.
"Nyaaah! Ahhh!"
"Baru tiga jari Peach... Dan kau sudah menjerit seperti itu..."
Zitao menggeleng. Rasanya sakit, tapi inilah yang ia cari. Rasa penuh pada holenya.
"K..kurang! Tao mau semua- Arrggghhhh!
Empat jari.
Yifan menggerakkannya dengan cepat. Tak memberi jeda pada kittennya bahkan untuk menarik nafas.
Menggaruk dinding sempit Tao. Berusaha menemukan benda kenyal yang akan membuat kitten itu-
"Uaaahhhhhhhhhh!"
Splurt
Klimaks untuk yang ketiga kalinya.
Yifan menarik keluar jarinya yang basah oleh cairan lubricant alami yang ada pada hole kitten itu, sementara bibirnya menjelajahi leher mulus Tao. Memberikan hickey sebanyak mungkin.
"Ini mungkin akan terasa sangat sakit.. Tapi kau harus menahannya... Mengerti baby Tao?"
"T..tao mengerti... Master.."
Yifan tersenyum. Agak tak tega menyakiti Taonya yang begitu polos.
Dengan lembut, ia mengecup bibir Tao.
"Uhhhh... Mhaaah... Nyaaaah.."
Pria Wu ini membungkam bibir peach Tao dengan cepat. Melumat, menghisap, dan mengekspolari isi mulut kitten imut itu yang terasa seperti susu. Membuat si manis melenguh tertahan dalam ciumannya yang memabukkan.
Kedua lengan Tao bergerak menuju tengkuk Yifan memgacak surai brunette sang Master dengan tak sabar. Sementara Yifsn sibuk mengulum bibirnya hati-hati. Berusaha membuat kittennya merasa nyaman.
Diam-diam ia mengarahkan penisnya pada cincin Tao yang berkerut. Menimbang-nimbang untuk memasukkannya sekaligus atau perlahan.
"Lakukan apapun untuk melampiaskan sakitmu Tao..." bisik Yifan pelan. Membuar kittennya mengernyit bingung dan-
Slap
"Aaaarrrrggghhhhhhh! Sakiiiit!"
Terima kasih pada sisi pervy Yifan yang mendominasi hingga membuat pria tampan itu melesakkan penis besarnya sekaligus.
Tao tidak tau harus berbuat apa selain meraung dan menangis. Rasanya benar-benar sakit. Seperti terbelah hingga ke tulang-tulangnya.
"Tenanglah sayang.. Akan semakin nyeri jika kau tak tenang... Bernafaslah..."
Ucapan lembut Yifan yang disertai usapan-usapan pada perutnya perlahan membuat Sang kitten tenang. Cengkraman holenya pada penis Yifanpun perlahan melembut.
'SHIT! INI SEMPIT!'
Pria Wu ini menghela nafasnya. Mencoba mengatur gairahnya agar tak lepas kontrol dan berakhir dengan memperkosa kittennya secara brutal.
"B..bergerak... lah.. Master..."
Thrust
Thrust
Thrust
"Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~"
Perlahan rasa sakit itu berganti. Membuat Tao mendesah hebat dan menggerakkan pinggulnya berlawanan arah.
Kedua kaki jenjangnya melingkari pinggang Yifan. Sedangkan kedua lengannya mendekap tengkuk Yifan. Mencium pria itu dengan kacau.
"Lebih... uahhhh.. Dalamhhh! Lebih... kuathhh!"
Kitten manis itu terlihat tak sabar. Seiring dengan tiba-tiba, kedua blackpearlnya berubah menjadi keabu-abuan. Membuat Yifan mengernyit bingung dan..
Bruk!
Melongo kaget kala dengan cepat kitten itu merubah posisi mereka.
"Zi.. Are you okay?" Yifan bertanya dengan hati-hati. Meenatap cemas kittennya yang menyeringai padanya.
"Call me Peach Master... Aku suka nama itu..."
Tunggu! Ada yang berubah dari dirinya. Zitao tak pernah memakai bahasa inggris sebelumnya. Dan, apa-apaan suara menggoda itu.
"Setiap hewan punya sisi liar Wu... Dan kau beruntung... Aku adalah tipikal submisif... So, aku yang akan melayanimu dan mencari kenikmatanku sendiri..."
"Apa yang kau katakan Zi- argghhh"
Kata-kata Yifan terpotong oleh gerakan si kitten yang cepat. Memaju mundurkan tubuhnya dengan kedua tangan yang bertumpu pada dada bidang Yifan.
Zitao benar-benar liar. Bukan lagi si manis dengan seribu kepolosannya.
Bahkan ia mengetatkan holenya. Mencengkram kuat seakan memeras penis Yifan. Membuat pria Wu itu menggeram kuat.
"Menyukai pelayananku miawhhh?"
Melesakkan kepalanya pada perpotongan leher Yifan. Mengecup dan menghisap permukaan kulit mulus itu. Sesekali menggigit kecil untuk memberikan tanda kepemilikannya.
Mereka terus bergerak. Berlawanan arah dengan brutal seolah mencari putih yang dekat.
"Ahhh... Uahhhh..."
"Aku memang menyukai... Mhhh... Sisi liarmu Peach..." ujar Yifan seraya meraih tengkuk kittennya.
"Mhhhhh... Ungghhhh..."
"Tapi aku mencintai Zitao... Kucing polos yang kuselamatkan... Kucing yang menemaniku dan menyayangiku.. Aku mencintainya..."
Perlahan tapi pasti putih itu hampir sampai. Dan kala Yifan mencium bibir kittennya, puncak itupun datang.
Splurt
Blugh
Tubuh kitten itu ambruk. Terengah-engah seraya memeluk Yifan. Ekornya bergerak pelan. Begitu menggemaskan.
"Apakah sudah lebih baik Tao?"
Pemuda cantik itu mengangguk pelan. Mengendusi tubuh Yifan dengan manja seakan mencari kenyamanan.
Dengan pelan. Ia mengangkat wajahnya. Membuatnya beradu pandang dengan Masternya yang tampan.
Netra itu kembali ke warnanya semula. Hitam sekelam malam. Juga ekspresi polos yang begitu manis. Membuat Yifan tak dapat menahan senyumannya.
"Ada apa love? Apa ada yang hendak kau katakan?"
Si manis mengangguk pelan. Menarik dirinya hingga kini ia duduk tanpa menindih tubuh Yifan.
Pria tampan itu pun ikut mendudukkan tubuhnya. Bersandar pada headboard ranjang. Menunggu apa yang hendak Tao katakan.
Perlahan kitten itu beringsut naik ke pangkuan Yifan. Ekornya bergoyang manja dan telinga animalnya bergerak cepat.
"Tao mempelajari kalimat dari drama yang Tao lihat di televisi..."
"Uhum?"
"Sepertinya kata itu hanya ditujukan.. Untuk orang yang berharga..."
"A..ha?"
Kitten itu menggigit bibir bawahnya. Memantapkan hatinya kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Yifan. Membisikkan sesuatu.
"T..terima kasih.. Master... Tao sudah jauh lebih baik miaw~ Wo... ai.. ni..."
Yifan tersenyum. Begitu tampan dan memancarkan aura bahagia.
"Akupun mencintaimu sayang... Sangat amat mencintaimu.." ujarnya seraya memeluk tubuh Tao.
"B..bolehkah.. Tao.. Mencium Master Yifan miaw?"
Pria Wu ini melepaskan pelukannya. Menatap wajah Zitaonya yang bersemu cantik seraya mengangguk pelan.
Kitten itu mendekatkan wajahnya. Menumpukan kedua telapaknya pada permukaan dada bidang Yifan yang telanjang dan mempertemukan bibirnya pada bibir Yifan.
Manis tanpa adanya lumatan atau hisapan. Hanya ciuman khas seorang Huang Zi Tao yang begitu tulus untuk Masternya yang ia cintai.
'Aku mencintaimu sayang.. Kau milikku.. Dan takkan kubiarkan seorangpun yang menyakitimu... Aku bersumpah...'
Dan malam itupun berakhir dengan ciuman manis keduanya. Penuh cinta dan kasih sayang yang tulus.
Sepertinya doa Yifan Wu terjawab sudah. Ia mendapatkan warna yang begitu indah dalam hidupnya.
Huang Zi Tao. Kitten manis yang jadi miliknya. Kitten yang mendampinginya.
Kitten yang begitu ia cintai.
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
