"KITTEN"
Wu Yi Fan & Huang Zi Tao
This is Yaoi fict!
If you don't like the pairing, just close this page please!
You've been warned baby...
.
.
.
Hanya sebuah hal sederhana. Amat sangat sederhan yang diminta oleh seorang Yifan Wu kala ia merasa hidupnya mulai-cukup-sangat-amat-terlalu- monoton dan berwarna monokrom.
Ia ingin Tuhan memberikan sedikit warna dan penyegar.
Agar ia, dapat lebih bersemangat menjalani hidupnya.
.
.
.
.
KITTEN
.
.
.
"Kyaaaaa! Menjauh dari Taooo! Tao tidak mau mandiiiiii!"
Inilah suasana pagi di Mansion Wu. Rumah dua tingkat dengan taman superluas itu akan selalu ribut dengan pekikan sang Nyonya rumah yang menolak untuk mandi dan sang Tuan rumah yang akan menggunakan berbagai cara agar calon "istri"nya mau mandi.
"Come on Tao! Ini sudah jam tujuh! Kita ada janji untuk fitting baju di butik jam delapan!"
"Tidak mau! Tao tidak mau pergiiii!"
Pemuda bertelinga dan berekor hitam itu melompat cepat. Berlari menghindari Yifan yang telah siap menangkapnya.
Perut yang sedikit membesar sama sekali tak berpengaruh pada gerakan si cantik. Dengan lincah, sepasang kaki jenjangnya berayun cepat. Menuruni undakan tangga tanpa kesulitan yyang berarti.
"Huang Zitao berhenti berlari atau aku benar-benar marah padamu!"
Mendengar ancaman itu, Zitaopun berhenti berlari. Mengerucutkan bibirnya sebal seraya menghentakkan kakinya kuat.
Grepp
"Kyaaa! Turunkan Tao! Ya! Master Yifan! Tao tidak mau mandiiii!"
Zitao meronta dalam gendongan Yifan. Memukul kuat dada pria tampan itu seraya berteriak histeris. Air mata mulai menumpuk dan melapisi sepasang blackpearlnya. Siap menetes dan membasahi pipi porselennya.
"Huang Zi Tao! Hentikan rengekanmu itu!"
Zitao yang memang berada dalam suasana hati terburuknya pun terdiam. Bibir sewarna peachnya bergetar pelan dan..
"Huweeeee! Master Yifan jahaaaat! Master membentak Zitao lagi miaw!"
Yifan menghentikan langkahnya yang telah sampai diambang pintu kamar mandi mereka. Menghela nafasnya pelan seraya menatap kittennya yang menangis hanya karena masalah sepele.
"Sabarkan hatimu Wu.. Dia sedang mengandung.. Sindrom ibu hamil.."
"Zitao dengarkan aku.." ujar Yifan lembut.
Menurunkan tubuh sintal Zitao dan menggandengnya menuju sofa yang ada di sudut ruangan, kemudian berlutut dihadapannya.
"Lusa kita akan menikah.. Kau dan aku.. Kita akan membina sebuah hubungan yang dinamakan rumah tangga..."
Menggenggam jemari berhias cincin platina dihadapannya dengan erat. Memaksa si cantik menatap wajahnya seraya terisak pelan.
"Dua orang yang berniat berjalan bersama harus saling mengerti... Harus saling mengalah.. Kalau tidak, mereka akan berpisah.. Dan mengambil jalan mereka masing-masing.. Apakah kau ingin itu terjadi pada hubungan kita heumm?"
Kepala berhias surai sekelam malam itu menggeleng pelan. Jemarinya balas menggenggam dengan erat.
"Tidak.. Tao tidak mau itu terjadi.."
"Kalau begitu, maukah kau mengalah untukku? Sekali ini saja Tao.. Hingga pemberkatan selesai, aku berjanji akan memenuhi segala permintaanmu dan Baby... Tapi untuk sekali ini saja, menurutlah.."
"Tapi Tao tidak mau mandi miaw~ Tao benci air~ Tidak usah mandi miaw~"
Pemuda cantik ini kembali merajuk. Menggoyang-goyangkan lengan Yifan seraya menggelengkan kepalanya cepat.
"Hhh.. Baiklah.. Tidak mandi, tapi aku akan membasuh tubuhmu saja dengan air hangat, dan kau harus menggosok gigimu.. Hmm?"
Seketika kedua netra Zitao berbinar cerah. Dengan cepat ia mendekatkan wajahnya pada wajah Yifan kemudian..
Cups!
Mengecup pipi pria Wu itu cepat.
"Tao cinta Master Yifan miaw!"
.
.
.
"Selamat datang Wu!"
Pekikan bernada riang itu terlontar dari bibir seorang wanita cantik berpakaian modis kala Yifan dan Tao memasuki sebuah butik ternama yang menjual gaun dan setelan jas untuk pernikahan.
Yap, setelah melewati sesi membasuh dan sarapan yang penuh perjuangan, akhirnya Yifan berhasil membawa kitten manisnya untuk memilih pakaian yang akan mereka kenakan pada hari bahagia mereka. Dan pria Wu ini tentu saja takkan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
"Ah, Jessica... Lama tidak bertemu.." ujar Yifan seraya memeluk wanita itu.
"Bencana apa yang kulewatkan hingga bisa melihat seorang pria yang berstatus single seumur hidup, datang ke butikku ini hmm?"
Yifan terkekeh. Menarik lembut pinggang Zitao dan membawanya ke hadapan wanita cantik itu.
"Perkenalkan.. Pemuda cantik ini calon istriku.. Kami akan menikah lusa.."
Seketika sepasang hazel Jessica membola. Menatap horor kearah Yifan, kemudian kembali pada Zitao yang memandang aneh dirinya.
"What the fuckin' things you say? Are you kidding me? I mean.. He's a boy Wu! And.. Oh my gosh! He's pregnant?!"
Zitao mengangkat sebelah alisnya. Menatap aneh Jessica yang mengoceh dalam bahasa inggris seraya mengipas-ngipas wajahnya sendiri.
"Master.. Apakah wanita ini.. Waras?"
Bertanya tanpa sedikitpun berbasa-basi. Membuat Jessica menghentikan ocehannya, kemudian menatap tajam Zitao yang menggamit lengan Yifan.
"Maaf?"
"Nothing.. Aku hanya mengungkapkan apa yang ada dalam hatiku saat memasuki butik ini.. Kau membuatnya terlihat begitu indah.." ujar Tao seraya tersenyum kecil.
Jessica mengibaskan surai cokelatnya. Bersedekap angkuh seraya mengangkat dagu.
"Tentu saja indah! Ayo ikut aku! Akan kubuat kau berubah menjadi angsa cantik yang pantas bersanding dengan pangeran tampan!"
Wanita itupun menarik lengan Zitao cepat menjauh dari Yifan yang sedari tadi acuh dan sibuk memilih setelan jas yang akan dikenakannya nanti. Membawanya ke bagian dalam butik yang berisi gaun indah untuk pengantin wanita.
"Untuk apa kau membawaku kesini? Kau tahu pasti aku ini laki-laki.."
Zitao bertanya dengan nada ketus. Benar-benar berbeda dengan pribadinya yang biasanya akan bersikap pemalu dan manis.
Bersedekap seraya menatap tajam Jessica yang sibuk berjalan kesana-kemari dengan beberapa potong gaun yang tersampir pada lengan kurusnya. Merasa kesal diacuhkan oleh si pemilik butik
"Dengar- umm, siapa namamu tadi?"
"Tao.. Wu Zi Tao.."
"Ah, Tao.. Dengar.. Aku sudah bersusah payah datang dari New York hanya demi Kris yang akan menikah... Dan calon suamimu itu sendiri yang memintaku untuk menyulapmu menjadi angsa cantik.."
"Jadi, maksudmu aku itik buruk rupa?!"
Zitao memekik kesal. Merasa tersinggung dengan ucapan Jessica yang selalu menyinggung angsa cantik dalam pembicaraan mereka.
Asal tahu saja, ia sudah melahap habis bacaan yang ada di perpustakaan milik Masternya. Termasuk cerita dongeng tentang itik buruk rupa.
"Sebenarnya kau manis.. Hanya saja pakaianmu itu membuatmu terlihat aneh... Bercerminlah.. Kau hanya memakai dress longgar dan sweater.. Juga topi aneh yang benar-benar tidak sesuai dengan pakaianmu..." ujar wanita cantik ini seraya menunjuk bayangan Zitao yang ada pada permukaan cermin.
"Aku tidak bisa memakai celana.. Terasa sesak dan membuatku susah bergerak.."
Jessica menjentikkan jemari lentiknya seraya menatap dalam sepasang blackpearl Zitao. Menyeringai jahil, kemudian menyodorkan tiga gaun putih pada pemuda cantik itu.
"Maka dari itu aku memberikanmu gaun.. Kujamin kau akan terlihat cantik di hari pernikahanmu lusa.. Hmm?"
Dengan berat hati, Zitao menerima gaun-gaun mahal itu. Mengundang senyuman yang terbit pada paras cantik Jessica. Membuat wanita itu berdecak tak sabar dan mendorong pelan tubuh Zitao memasuki kamar ganti yang ada.
"Katakan jika kau mengalami kesulitan saat memakainya Tao.. Jiejie akan dengan senang hati membantumu!"
"Yaak! Keluar dari siniii!
.
.
.
Yifan mengetuk-ngetukkan jemarinya tak sabar. Sesekali melirik jam tangannya dan menghela nafasnya pelan.
Pria Wu ini benci menunggu dan dengan pintarnya Jessica membuatnya menunggu. Padahal dirinya sudah sangat penasaran dengan pakaian yang dipersiapkan wanita itu untuk calon isterinya.
Drrt.. Drrt..
Getaran ponsel itu membuyarkan keterdiaman pria berparas dewa ini. Dengan gerakan malas ia merogoh saku celana panjangnya. Menarik keluar benda tipis dan mengusap panel hijau pada permukaannya.
"Yo Kris! Aku berada di bandara Icheon dan akan berangkat sekitar lima belas menit lagi... Bisakah kau jemput aku nanti?"
"Kau kan bisa naik taxi untuk pergi ke mansionku Kim.." ujar Yifan malas. Memainkan kunci mobil dengan jemarinya yang bebas.
"Ya! Aku tidak mau naik taxi! Aku ingin kau sendiri yang menjemputku!"
Yifan berdecak kesal. Menatap kearah jendela butik demi mencari sesuatu yang bisa mengalihkan perhatiannya dari ocehan pria yang berdengung dari speaker ponselnya. Tak menyadari sepasang kaki jenjang berbalut heels hitam berdiri di hadapannya.
"M..master.."
Hanya satu kali. Dan terdengar bagai oase di tengah gersangnya padang pasir. Membuat si tampan Wu menolehkan kepalanya dan menjatuhkan rahang tegasnya seketika. Membola kala melihat sosok dihadapannya.
"K..kabari aku jika sudah sampai Kim.."
"Yak! Wu Yi Fan! Apa maksud-"
-pip-
Dengan gerakan kaku bagai manekin yang telah lama terabaikan, Yifan bangkit dari duduknya. Melangkah pelan menuju sosok dihadapannya. Menatapnya dengan pandangan tak percaya.
"Z..zitao?"
Tao menundukkan kepalanya. Menyembunyikan wajah memerahnya dibalik helaian jelaganya. Menolak menatap sang Master.
Telinga animalnya bergerak-gerak risau dan ekornya bergoyang pelan. Menandakan betapa gugup dirinya.
"Kau.. Kau sungguh indah.."
Ya. Bagaimana Yifan tidak memuji? Tao memang terlihat sangat menawan dengan gaun diatas lutut yang mengekspos bahu sempit nan mulusnya.
Perutnya yang sedikit membesar justru memberikan kesan seksi di mata Yifan. Juga kaki panjang nan rampingnya yang terbalut dengan sepatu heels hitam dan surai yang dihiasi oleh flower crown veils berwarna pastel.
Zitao bagaikan malaikat yang jatuh dari langit.
"Jung.. Kau... Kau apakan calon istriku?"
Yifan berujar dengan sepasang netra yang masih tertuju pada Zitao. Terlalu terpesona hingga mengabaikan Jessica yang bersedekap di sebelah Zitao.
"Hanya melakukan apa yang kau minta.. Aku membuatnya terlihat menawan kan? Aku mengorbankan salah satu masterpieceku yang paling berharga untuk ekor panjangnya.. For God Sake Kris.. Kau harus membayarku lima kali lipat!" dumal wanita cantik itu.
Yifan tersenyum. Mengusap lembut sisi wajah Zitao kemudian menarik pinggang pemuda itu mendekat. Mengunci tatapan sang kitten cantik dengan sepasang darkchoconya yang memikat.
"Kirimkan saja nomor rekeningmu padaku... Katakan berapa yang kau minta dan kau akan mendapatkannya..."
Jessica mendengus. Meraih smartphonenya dan membidik kearah Yifan dan Tao. Memotret sebuah gambar dan tersenyum kala melihat hasilnya.
"That's a great idea.. Call!"
.
.
.
"Aku harus menjemput si pendek Kim di bandara.. Kau tak apa jika kutinggal sendirian dirumah Tao?
Zitao mengangguk cepat. Memberikan senyuman menggemaskannya pada Yifan yang sibuk membenahi pakaiannya di depan cermin.
"Apakah akan lama miaw?"
Pria Wu ini tersenyum. Mengusak helaian surai Zitao lembut kemudian mengecup cepat dahi yang tertutup poni hitam itu.
"Tidak akan lewat dari setengah jam.. Aku berjanji.. Hmm?"
"Baiklah.. Tao mengerti.."
Sepasang tungkai semampai itu mengekori Yifan yang melangkah menuju halaman mansion mereka. Melambaikan tanggannya pelan kala Yifan memasuki mobil dan mulai menjalankan kuda besi itu meninggalkan area mansion mereka.
Kala audi hitam itu tak lagi terlihat, Zitao melangkah cepat menuju kamarnya. Mengganti seluruh pakaian santainya dengan training abu-abu dan sweater tebal. Memakai beanienya dan sepatu kets pada sepasang kakinya.
Pemuda cantik ini meraih sebuah kertas dan pulpen. Menuliskan beberapa untaian kata yang berubah menjadi rangkaian kalimat yang tidak begitu panjang.
Meletakkan selembar kertas itu diatas meja kerja sang Master dan menimpanya dengan pulpen yang ia gunakan sebelumnya.
Zitao meraih tas ransel yang entah kapan dipersiapkannya. Memakainya, kemudian melangkah menuju area luar mansion.
"Master Yifan.. Maafkan Tao miaw...Tapi Tao harus melakukan ini.."
Dengan air mata yang mulai menetes membasahi kedua pipi gembilnya, Zitao mulai melangkah. Meninggalkan Mansion Wu tanpa berniat menolehkan kepalanya.
Hingga pada akhirnya, sosok kitten cantik itu menghilang di persimpangan jalan. Meninggalkan secarik surat yang mungkin akan membuat sang Wu hancur nantinya.
Master Yifan...
Maaf, Tao harus pergi...
Tao..
Belum siap untuk menikah...
Jangan cari Tao karena Tao akan baik-baik saja..
Wo ai ni..
.
.
.
.
To be continue...
.
.
.
.
Yosh!
Ini cerita updatenya lama banget...
Si Taonya gamau nikah...
Ada yang tahu kenapa?
Maaf ini pendek...
Untuk seterusnya, kitten akan dipost di ffn...
Jangan lupa reviewnya!
Chu!
