Obsession or True Love
.
.
.
CAST :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
.
Support Cast :
Lee (Kim) Youngwoon
Park Jungsoo
Cho (Tan) Hankyung
Cho (Kim) Heechul
.
Genre :
Hurt/Comfort, Angst, Family
.
.
Rated : T+
.
.
Length : Chapter
.
.
Happy Reading~~!
oOoOoOo
Previous Chapter
"Min, K-kau hamil?"
"…."
oOoOoOo
Sungmin POV
"A-aku.."
Hening.
1 detik
2 detik
3detik
4—
"Sudahlah. Lupakan saja pertanyaanku. Itu hanya gurauan ku saja. Ini suratnya."
a-apa?!
Gurauan?!
Masih bisa kau berkata seperti itu?!
Seperti inikah bukti yang kau inginkan agar aku tetap disampingmu?!
Tuhan,
Sudah cukup kau memutar balikkan hatiku.
Seperti ini kah jalan hidupku bersamanya, Tuhan?
oOoOoOo
Seoul, 06 AM
Still Sungmin POV
Setelah aku berpikir, tentang kejadian semalam. Aku ingin membuktikan padanya jika aku bisa hidup tanpa belas kasihan nya. Aku memang seorang pelacur yang ia beli. Aku memang seorang yang dianggap rendah olehnya.
Tetapi aku tetap Lee Sungmin,
aku akan berusaha keras untuk menafkahi diriku sendiri dengan hasil keringatku.
Dan sudah ku putuskan untuk bekerja tanpa sepengetahuan nya. Dengan begitu, aku berharap ia tidak terus menganggapku wanita lemah dan menambah tabunganku untuk biaya melahirkan nanti. Walaupun sejujurnya, terkadang aku ingin di dekap nya, menghirup aroma maskulinnya, dan tentunya dicintainya sepenuh hati. Tapi sudahlah, itu tidak ada di dalam kamus hidupnya.
Tetapi,
Untuk bermimpi seperti itu tidak salah, bukan?
Ya, hanya sebetas bermimpi saja.
oOoOoOo
Author POV
Hari ini, Sungmin dengan semangatnya berjalan kearah pintu. Berharap hari ini ia akan mendapat pekerjaan.
"Min—"
Ia terkesiap mendengar suara yang menginterupsi keheningan pagi itu. Sungmin hanya memutar badannya dan tak sama sekali membalas ucapan namja jangkung di depannya saat ini.
"Mau kemana?"
Sungmin mendecih pelan mendengar pertanyaan yang dilontarkan Kyuhyun. dan jangan lupakan senyum meremehkan juga ada di bibir M-shape nya.
"Aku akan pulang." Kyuhyun ter kesiap mendengar jawaban yeoja dihadapannya.
Blam!
"Min? benarkah itu kau?"
oOoOoOo
At Café
"Sajangnim.. saya mohon. Terimalah saya.. saya benar-benar membutuhkan pekerjaan ini.."
"Tapi kau hanya lulusan Senior High School nona Lee. Itu juga belum tamat. Aku takut kau tidak dapat bekerja dengan benar." Ucap tuan Park selaku pemiliki café itu.
"Aku berjanji akan berusaha semaksimal mungkin.. aku mohon.. yaksokhae~"
"Geurae.. cepat ambil baju ini. Dan segera ke belakang."
oOoOoOo
Sungmin POV
Aku lelah sekali seharian ini.. aigoooo~ sudah jam 2 malam. Huhh~
"Min.."
K-kyuhyun?! sedang apa dia?
"N-nde?" ia mendekat kearah ku. Apakah ia akan marah padaku?
"Ming.. tidurlah dikamarku. Aku kesepian.."
GUBRAK!
Rasanya aku ingin mencebloskan diri ke sumur lagi
Apa itu hanya ilusi ku karena aku sedang kelelahan?
"Aku serius Min. itu bukan ilusi-mu kok. Kau lelah kan? Aku janji nanti akan ku pijat kaki mu. Yaksok~!"
a-apa?!
Kenapa ia berubah 100% seperti ini?
Tidak Sungmin. Kau tidak boleh tertipu oleh nya. Ia pasti sedang ingin menikmati tubuhmu lagi.
"T-tapi kyu—"
Srett~
"Kyu! Turunkan aku! Lepaskan! Omona! Aig—"
CHUUU~~
"Min. cukup diam dan turuti apa mauku."
oOoOoOo
Kyuhyun POV
Ternyata tidur dengan Sungmin seperti tidur dengan eomma. Yaa, walaupun bukan kali pertama aku tidur dengannya. Tetapi, ini adalah pengalaman teraneh bagiku. Ah, maksudku seperti ini. Biasanya kami memang tidur di satu ranjang yang sama tetapi tak ada pelukan hangat seperti ini.
Aigoo..
Apa kau sudah gila, Kyu?
Sebenarnya yang seharusnya dipeluk adalah Sungmin. Pasti wanita hamil sering mengalami perubahan mood yang drastic. Tapi mengapa Sungmin tak menunjukannya, eoh?
Dan kenapa Sungmin tidak meminta sesuatu dariku? Bukankah ini adalah fase tri semester awal yang membuat nya terus menginginkan hal yang aneh-aneh?
Aneh..
Oh ya, apa kalian bertanya-tanya tentang perasaanku terhadap Sungmin dan perihal kehamilannya? Sesungguhnya, aku merasa ada perasaan senang dan 'sedikit' menyesal.
Ya, sedikit.
Dan aku tidak tahu apakah aku mencintainya atau tidak.
Tapi satu yang harus kalian tahu, aku sangat nyaman berada di pelukannya.
Apa kalian tahu apa jenis perasaan itu?
oOoOoOo
Sungmin POV
Ku mohon, Tuhan.. hentikan debaran yang berlebihan di jantung ini..
Aku malu -
Eum…
Apakah Kyuhyun sudah tidur? Sepertinya iya. Ah.. kenapa sekarang aku menginginkan Ice Cream rasa kiwi dan dengan taburan almond diatas nya?
Aegi-ya.. eomma sangat lelah sekarang. Bisakah kau tunda keinginanmu sampai esok hari? Lagipula, uang eomma masih sedikit jika untuk menghamburkan uang. Eomma mohon chagiya..
Ya Tuhan.. aku ingin sekali Ice Cream itu.. aku tidak punya uang yang cukup untuk membelinya. Jika aku membelinya sekarang, bagaimana dengan biaya ongkos kerja ku besok?
Haruskah aku berjalan kaki?
oOoOoOo
Author POV
Akhirnya Sungmin memaksakan diri untuk menuruti keinginan Aegi-nya. Dan Sungmin juga memutuskan untuk berjalan kaki. Ia rela memberanikan dirinya untuk berjalan di daerah sekitar apartment Kyuhyun.
Ya, demi anaknya.
Walau jalanan tidak begitu sepi, namun tetap saja sangat bahaya bagi wanita secantik Lee Sungmin. Dan hari ini salju juga belum selesai menuruni kota Seoul yang sangat indah.
Seraya merapatkan jaket yang ia kenakan, ia terus menyusuri jalanan kota Seoul. Sepertinya bukan ide buruk juga untuk berjalan kaki disekitar daerah Seoul.
Akhirnya ia mendapatkan kedai Ice Cream Mini di sekitar jalanan itu. Saat ia melihat daftar harga Ice Creamnya, ia mendadak lesu dan mengerucutkan bibir nya.
Ternyata, uangnya juga belum cukup.
Dengan langkah lesu, ia paksakan kakinya untuk bergerak. Ia sedih. Ternyata, hanya untuk membelikan anaknya sebuah es krim saja, ia tak mampu.
Apalagi untuk memberikan kebahagiaan yang lain?
Ia terduduk di sebuah bangku yang terletak di pinggir jalan. Ia menundukan kepalanya. Menangis seraya mengusap pelan perutnya yang sedikit mengalami perubahan.
"Aegi.. mianhae.. jeongmal mianhae..
Eomma belum bisa membelikan apa yang kau mau sekarang. Hiks.. hiks.. bodoh! bodoh kau Lee Sungmin. Kau tidak berguna Lee Sungmin! Hikss.. hikss.."
Srett!
Ia mendongak. Melihat sesuatu yang tadi di inginkannya ada di depan matanya.
"Igeo," Deg! Mata foxy Sungmin langsung menatap kedua bola mata yang memancarkan sesuatu yang ia tidak mengerti.
"K-kyuh?" setelah mengucapkan nama Kyuhyun, ia langsung menghapus air mata nya dan menggeser badannya untuk mempersilahkan Kyuhyun untuk duduk.
"Makanlah Min. Bukannya tadi kau menginginkannya?" Sungmin semakin menundukan kepala dan memainkan jemarinya.
"A-aku..—"
"Tatap aku Min." ucap Kyuhyun seraya menggenggam tangan Sungmin dan meletakkan Ice Creamnya begitu saja di selah-selah tempat mereka duduk.
"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku jika kau menginginkannya?" Sungmin mulai memberanikan diri menatap mata Kyuhyun. tatapan nanar Kyuhyun seolah menghisapnya ke alam bawah sadarnya. Mata itu sungguh mempesona.
"A-aku tidak ingin merepotkanmu.. Mianhae—"
"Seharusnya aku yang mengatakan maaf padamu. Aku ini appa dari aegi kita. Sudah seharusnya aku mengabulkan semua permintaan anak kita. Aku sangat menyayanginya. Kau tahu? Ini sudah sangat malam. Bahkan hampir menjelang pagi. Tapi kau nekat keluar di musim dingin dan membeli Ice Cream. Apa aku tidak berguna untukmu, Min?"
Sungmin hanya dapat terdiam.
Di satu sisi, Ia senang Kyuhyun mulai bersikap baik padanya.
Tetapi..
Apa hanya anaknya saja yang di khawatirkan?
Ia tahu Ia bodoh mengharapkan Kyuhyun mengkhawatirkannya.
Apakah salah menginginkan nseseorang yang kita cintai melihat kehadiran kita?
"Bukan begitu Kyu..—"
"Sudahlah.. mulai sekarang jika anak kita butuh atau menginginkan sesuatu, kau cukup bilang padaku. Arraseo?"
Sungmin hanya dapat mengangguk pasrah.
Ya, keinginan anak kita.
"Ayo kita pulang."
oOoOoOo
Still Author POV
"Min, besok kita pindah." Pernyataan singkat Kyuhyun membuat Sungmin menatap Kyuhyun dengan akomodasi maksimal matanya.
"M-mwo?"
"Ne.. kau tahu bukan jika aku belum mendapat kerja. Aku juga tidak mungkin bekerja di tempat Appa. Karena Appa tidak ingin aku hanya menumpang padanya saja. Jadi, aku tidak bisa membayar sewa Apartment mewah ini lagi. Kau mau kan? Aku janji. Aku akan memberikan kehidupan yang layak untuk anak kita."
Lagi-lagi Kyuhyun mengucapkan hal itu. Tak tahukah Ia bahwa ada seseorang yang tengah menahan tangisnya?
"B-baiklah. Itu bukan masalah." Sungmin menjawabnya dengan senyum yang dipaksakan. Biarlah.. ini hanya menjadi rahasia nya.
Tapi, apa yang dilakukan Sungmin benar?
Apa cemburu pada anak sendiri itu wajar?
Salahkah jika Ia menginginkan Kyuhyun bersikap seperti apa yang ia inginkan
oOoOoOo
5 Months later
Sungmin POV
Sudah berbulan-bulan aku bekerja part time di 2 restaurant tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Lelah memang. Tapi jika tidak begini, aku tidak akan mendapat penghasilan yang cukup untuk membiayai persalinan nanti.
Sekarang, kandunganku sudah memasuki usia 7 bulan. Aku sangat senang. Karena, setiap harinya Kyuhyun akan menyanyikan lagu seraya mengusap pelan perutku. Setiap malam ia selalu mengajak berbicara bayi kami. Dan sangat mengejutkan, bayi kami selalu menendang-nendang ketika ayahnya sedang mengajak berbicara maupun sedang menyanyikan lagu untuknya.
Oh iya, Kyuhyun juga sudah mendapat pekerjaan. Yaa, walaupun hanya karyawan tingkat tengah di perusahaan Games terkenal di Korea.
Selama 5 bulan ini, Kyuhyun selalu mengatakan akan berusaha lebih baik untuk anaknya. Dan itulah yang menjadi dilemma untukku.
Aku yakin jika Kyuhyun nanti akan bisa merawat bayi kami.
Ia juga bisa meminta bantuan mantan pacarnya –Seohyun- untuk membantu mengurusi anak kami nantinya
Ya, mereka sudah putus. Entah kapan dan mengapa. Kyuhyun akan memasang wajah dingin ketika aku membahas tentang wanita itu.
Jadi, apa pemikiran untuk meninggalkan mereka berdua –Kyuhyun dan anak kami- adalah keputusan yang benar?
oOoOoOo
At Café
Siang ini sangat penuh sekali Café. Aku sangat kualahan melayani para pelanggan café ini. Tapi aku bersyukur, di usia kehamilanku yang semakin tua. Aku semakin bersemangat untuk bekerja.
"Sungmin, apa kau sudah selesai istirahatnya? Tolong bantu aku.. diluar ada banyak pelanggan.." ucapan Jihyun –teman kerjaku- menginterupsi pemikiranku.
"Ne! aku akan segera kesana.."
oOoOoOo
Author POV
"Selamat siang Tuan. Ingin memesan apa?"
"5 Ddubokki, 1 Ramen, 6 Lemon Tea Ice—" Merasa mengenal suara itu, tubuh Sungmin mendadak dingin dan kaku. Kyuhyun yang baru saja menyebutkan pesanan para rekan dan atasannya langsung tersadar melihat diri Sungmin yang berada di depannya.
"S-Sungmin?!"
"M-maaf Tuan. Tadi anda ingin memesan apa s-saja? Apa yang tadi sudah cukup?" Tanya Sungmin dengan sekuat tenaga ia menahan kegugupannya. Bagaimanapun ia harus professional.
"Cukup."
Setelah mencatat, Ia membungkuk lalu segera berjalan cepat menuju pantry.
'Ya Tuhan.. kenapa harus Kyuhyun..?'
oOoOoOo
Still Author POV
Setelah pekerjaannya di café tadi selesai, ia menuju restaurant jepang tempat ia bekerja juga untuk meminta ijin karena ia tak bisa masuk kerja hari ini dengan alasan tak enak badan.
Dan seperti saat ini,
Ia tengah melatih dirinya untuk berhadapan dengan Kyuhyun nantinya. Ia bahkan sudah siap ditampar atau dipukuli seperti dulu jika ia bohong atau membantah.
Klek~
"Min, kita perlu bicara." Baru satu tarikan pintu rumah sederhananya dengan Kyuhyun, lelaki itu sudah memasang wajah seperti itu.
"N-ne?"
"Sudah berapa lama bekerja?" Tanya Kyuhyun dengan nada dingin.
"Mianhae.."
"Aku tidak butuh kata maaf mu Min."
"7 bulan.."
"A-apa?! J-jadi selama ini—" Kyuhyun menjambak keras rambut ikalnya. Tak habis pikir dengan wanita di depannya ini.
"Apa kau tidak peduli dengan anak kita, Min? Apa kau memikirkan anak kita, Min? kau keterlaluan, Min. membiarkan dirimu bekerja siang-malam hanya untu uang yang tidak seberapa. Masih untung, bayi kita sehat saja, Min. kalau tidak—"
"Kalau tidak apa, Kyu?!" nada marah terlontar dari bibir Sungmin. Dan membuat Kyuhyun membeku begitu saja.
"Aku selalu memkirkan anak kita, Kyu. Setiap saat.
Tapi kau? Apa pernah memikirkan sedikit pun tentangku? Memang, uang itu hanya beberapa peser saja untukmu. Tapi bagiku, uang itu sangat berharga. Aku selalu menabung untuk biaya persalinan nanti. Aku memikirkan anak kita, bukan?
Tapi kau?!
Apa pernah ememikirkan perasaan ku yang sangat membutuhkanmu? Membutuhkan kata-kata kasih darimu?
Aku juga mulai berpikir..
Bagaimana jika aku meninggalkan kalian berdua saat aku sudah melahirkan nanti.
Ide bagus, bukan?
Sepertinya, memang kau tak membutuhkan aku. Kau hanya membutuhkan anak ini saja, bukan?"
Kyuhyun hanya terpaku mendengar semua pernyataan Sungmin yang menohok batinnya.
Benar. Semua yang dikatakan Sungmin benar adanya.
Selama ini, ia tak pernah menanyakan sesuatu tentang Sungmin. Yang ia tanyakan hanya keadaan anaknya.
"Min.. Jangan pergi.."
"Apa hakmu untuk melarangku?! Apa kau ingin mengatakan bahwa aku pelacur yang kau beli lagi?!
Kau bukan suamiku dan bukan siapa-siapaku Kyu.
Apa kau sadar jika aku hanya bayangan semu dihidupmu?
Jadi, untuk apa aku berada di sampingmu?
Menjadi Baby sitter, pembantu sekaligus pelacur dalam satu waktu.
Hebat. Kau hebat Cho."
Kyuhyun menangis mendengar pernyataan Sungmin yang tak henti-hentinya ia keluarkan. Ia tahu, Sungmin hanya wanita biasa yang ingin mendapat status. Tapi ia membiarkan hubungan mereka menggantung begitu saja..
"katakan yang sejujurnya, Min..
Apa kau mencintaiku?" ucapan Kyuhyun kali ini membuat Sungmin Skak mati. Merasa terjeblos di lubang yang ia buat sendiri. Tak seharusnya ia mengatakan semuanya pada Kyuhyun. yang ada, hanya pertanyaan bodoh seperti ini yang keluar dari mulut Kyuhyun.
"Aku.."
.
.
.
.
.
.
"Aku tidak mencintaimu, Cho Kyuhyun yang terhormat"
.
.
.
.
.
TBC!
Q/A :
Q : kepribadian Kyu selalu berubah-ubah?
A : sikap Kyu yang seperti itu aku tonjolkan untuk memperlihatkan kalo Kyu tuh bingung atas perasaannya pada Sungmin.
Q : FF ini remake dari novel atau dari FF lain?
A : FF ini ada 2 versi tetapi ini murni cerita buatan ku. Ada yang Kyuhyun dengan other cast (ulzzang) dan kyuhyun dengan Sungmin. FF yang aku di post di ffn akan aku kasih bonus nc scene (walau tidak banyak). Sementara ff Kyumin yang ada di wp ku itu tidak ada nc scene nya.
Q : Feel nya kurang dapet?
A : maaf jika ff ini buruk._. setelah aku baca ulang, memang ff ini banyak sekali kelemahannya. Tetapi aku berpikir ulang. Jika ff ini aku banyak ubah dialog atau jalan cerita nya akan rancu terhadap chapter-chapter berikutnya. Ff ini sudah aku buat sampai end soalnya hehe._. sekali lagi maaf kan kekurangan ff ini._.
Q : Kenapa Sungmin takut memberi tahu Kyuhyun perihal kehamilannya?
A : Sungmin dan Kyuhyun itu kan gak deket sehari-harinya. Masa tiba-tiba Sungmin langsung bilang ke kyu kalo dia lg hamil? Jadi, sungmin pun ingin kyu tau dengan sendiri nya
Q : Apa Kyu sudah menyukai Sungmin?
A : kita lihat nanti. Sekali lagi aku tegaskan. Kalau sikap kyu yang berubah-ubah itu karena dia bingung sm perasaannya sendiri. Pada saat dia dingin pada Sungmin, berarti dia sedang bingung kenapa Ia gak bisa lembut sm Min.
Q : Kenapa Kyu bisa dipecat? Kyu gak kerja di perusahaan sendiri? Atau punya ayahnya?
A : Kyuhyun gak mau manja hehehe._.
Q : Sad or Happy ending?
A : ikuti kelanjutannya saja hehe^^v
Q : Kyu bakal kasar terus sama min?
A : Kyuhyun gak akan banyak nyiksa Min. karena bukan itu persoalan intinya. Semuanya akan terungkap di chap 4, 5, dan 6.
Annyeong~ Aku panjangin dan aku lanjutin nih~ sekali lagi aku minta maaf atas segala kekurangan ff ini. Ini adalah ff aku yang udah lama. Jadi kemampuan menulisku yang waktu itu sangat minim. Maaf yaa._. Di ff ini aku gak bakal menonjolkan NC, hub. Kyuseo, dan sikap dinginnya kyu. Karena ada suatu masalah yg membuat kyumin bisa seperti ini. Ohiya, terimakasih untuk yang udah baca dan review *deep bow*
See You in next Chapter ;)
