Obsession or True Love
.
.
.
CAST :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
.
Support Cast :
Lee (Kim) Youngwoon
Park Jungsoo
Cho (Tan) Hankyung
Cho (Kim) Heechul
.
Genre :
Hurt/Comfort, Angst, Family
.
.
Rated : T+
.
.
Length : Chapter
.
.
Happy Reading~~!
oOoOoOo
"katakan yang sejujurnya, Min..
Apa kau mencintaiku?" ucapan Kyuhyun kali ini membuat Sungmin Skak mati. Merasa terjeblos di lubang yang ia buat sendiri. Tak seharusnya ia mengatakan semuanya pada Kyuhyun. yang ada, hanya pertanyaan bodoh seperti ini yang keluar dari mulut Kyuhyun.
"Aku.."
.
"Aku tidak mencintaimu, Cho Kyuhyun yang terhormat"
.
.
FOURTH CHAPTER
.
.
.
oOoOoOo
Author POV
Hening.
Setelah kata-kata itu terucap hanya hening yang menyelimuti keadaan. Kyuhyun yang membeku dan Sungmin yang salah tingkah karena ucapannya tersebut.
"Seminggu lagi kita menikah. Dan aku tidak menerima penolakan." Ucap Kyuhyun dengan seenaknya dan langsung melengos begitu saja. Sementara sang Yeoja, masih membulatkan mata dan mulut nya.
"Kau selalu memikirkan dirimu dan mementingkan egomu, Cho." Wanita itu berbicara dengan nada yang lirih namun tegas. Tetapi tetap saja tidak merubah pemikiran keras dari sang lelaki.
Wanita itu kembali terisak dan terduduk lemah dilantai sembari mengusap pelan perut buncitnya. "Aku tidak ingin menikah tanpa rasa cinta!" teriak Sungmin dengan tubuh nya yang masih membelakangi Kyuhyun.
"Persetan dengan rasa cinta itu." Ucapan Kyuhyun membuat Sungmin semakin merasakan sakit di hatinya. Bukan hatinya saja yang sakit, tetapi perut nya juga. Mungkin bayinya tahu jika orang tua mereka sedang mempunyai masalah sehingga terganggu. Tetapi Sungmin tetap menahan rasa sakit itu dengan mengigit erat bibir bawahnya.
"Baik. Kita berpisah saja." Ucapan Sungmin sukses membuat Kyuhyun berhenti melangkah dan berbalik menghadap tubuh belakang Sungmin.
"Bukankah kau sendiri yang ingin mendapat status dariku? Dan aku bilang kita menikah minggu depan. Apa aku salah jika berkata seperti itu, Lee Sungmin?"
Sungmin tidak menjawab. Ia terlalu sibuk pada kegiatan menenangkan bayinya. Perlahan Kyuhyun mendekati Sungmin. Kyuhyun tidak tahu jika Sungmin sangat merasakan sakit pada perutnya. Ia menghampiri Sungmin bermaksud membantu Sungmin untuk berdiri. Tetapi, saat Kyuhyun mengangkat wajah Sungmin. Ia sangat terkejut melihat ekspresi wajah Sungmin yang menahan rasa sakit yang teramat sangat. Dan jangan lupakan keringat yang seperti biji jagung muncul di hidung dan pelipis nya.
"Min! kau kenapa?! Hey! Katakan!"
"Arhh manhi apa.. arrgghh.. s-sakit, Kyuhh.."
"Min! kumohon jawab! Hey! Min!"
oOoOoOo
"Eomma.. apakah itu kau, Eomma?"
"Ne, chagiya" ucap wanita paruh baya itu tersenyum dan menunjukkan lesung pipit indahnya.
"Eomma.. aku sangat merindukan, Eomma.." ucap wanita bergigi kelinci itu seraya memeluk ibu tercinta-nya.
"Eomma lebih merindukanmu, Sungmin-ah.."
"Eomma ada dimana selama ini? Eomma baik-baik saja bukan?" ucap Sungmin dengan air mata yang masih mengalir. Air mata kerinduan.
"Eomma ada disuatu tempat yang sangat indah. Dan Eomma sangat baik.. lalu bagaimana denganmu, sayang?" kini wanita paruh baya itu mengajak Sungmin untuk duduk di rerumputan hijau seraya berbicara pada sang anak.
"Aku.. Aku b-baik, Eomma.."
"Hey.. tak usah berbohong.. bagaimana dengan kedua anakmu? Dan bagaimana juga dengan ayahnya?" ucapan Jungsoo –Sungmin eomma- membuat Sungmin terkejut bukan main. Kedua anak? Ayah dari anaknya?
"Tidak perlu tahu dan heran tentang bagaimana Eomma tahu. Yang terpenting, jika kau mencintai lelaki itu coba jalani hubungan yang lebih serius dengannya. Pria itu adalah pria yang baik meskipun dibalut oleh wajah yang dingin. seberapa besar rintangan yang terbentang diantara kalian berdua, hadapi bersama. Jangan pernah mencoba untuk menjauhkan diri satu sama lain.. Dan juga, Kedua malaikat kecilmu sangat menggemaskan, Min.."
Sungmin menangis mendengar penuturan lembut dari sang Eomma. Ia memang wanita yang sangat sempurna dimata Sungmin.
"Ini kehamilan pertamaku, Eomma.." ucapan Sungmin hanya dijawab senyuman oleh Jungsoo –eommanya-
"Aku rindu, Eomma.. Apakah Eomma setuju jika aku harus melakukan ini? Aku mencintainya, Eomma.. aku butuh, Eomma.. peluk aku Eomma. Peluk aku.." dengan segera Jungsoo memeluk erat sang anak. Memberikan segenap kasih sayangyang ia punya dan mengelus punggung Sungmin dengan lembut.
"Eomma.."
"Nde?"
"Aku ingin ikut dengan Eomma.."
"Jangan.. kedua anak dan suamimu menunggumu, chagi.. jika kau merindukan Eomma cukup pejamkan mata dan bayangkan wajah Eomma. Eomma selalu ada dihatimu.."
"Benarkah?"
"Ne.. sekarang tidurlah dipangkuan Eomma.. kau merindukan Eomma, bukan?" mendengar ucapan Jungsoo, Sungmin langsung menyamankan posisinya untuk tidur di pangkuan sang Eomma.
Tak lama kemudian, Sungmin mulai terlelap di pangkuan sang Eomma. "Sungmin-ah.. Eomma tahu kau anak yang tegar. Buktinya kau bisa bertahan selama ini tanpa Eomma dan Appa.. menikahlah dengan Kyuhyun. jangan pedulikan seberat apapun cobaan yang menguji cinta kalian. Jaga cucu Eomma. Jaga juga Appa di dunia. Eomma mencintai kalian.." ucapan wanita berhati lembut itu diakhiri dengan kecupan lembut di kening sang anak.
oOoOoOo
Kyuhyun POV
Saat ini aku sedang memijat kaki Sungmin dengan minyak aromatherapy. Aku tidak tahu jika kakinya menjadi sedikit membengkak selama hamil. Kata dokter yang tadi datang kesini untuk memeriksakan kesehatannya, itu adalah hal yang wajar untuk ibu hamil. Itu hanya pertumbuhan hormone saja. Tetapi yang membuatku semakin bersalah adalah ketika hormone nya semakin berkembang, semakin terasa pula pegal yang dirasakan Sungmin. Berarti selama 7 bulan ini ia merasakan pegal yang teramat bukan?
oh ya, mengenai kontraksi yang dialami Sungmin itu tadi karena puncak dari tekanan batin yang selama ini dialami oleh Sungmin. Untungnya, kedua anak kami baik-baik saja.
Ya, anak kami kembar. Tetapi, dokter sendiri juga belum tahu apa jenis kelaminnya karena Sungmin jarang Konsultasi dan tak pernah melakukan USG. Dokter mengetahuinya karena ia merasakan dua detak jantung dari dalam perut Sungmin.
Aku sangat senang mendengarnya. Aku juga tidak sabar menunggu kelahiran kedua anak kami.
Dan mengenai perkataanku tadi, aku benar-benar akan menikahinya. Sebenarnya, aku menikahi Sungmin bukan hanya karena anak kami. Tetapi, ada suatu perasaan yang membuatku tidak ingin ia dimiliki orang lain.
Obsesi kah itu?
Atau sebuah cinta yang sebenarnya?
Entahlah.. aku hanya ingin mengikatnya saja disisi-ku. *egois banget sih bang-…..-*
Beralih dari kakinya, kini aku mengusap lembut perut buncit nya dari lapisan baju yang ia kenakan. "Annyeong Aegideul.. kalian baik-baik saja, bukan? Mianhae ne.. appa sudah membuat Eomma mu sakit.. Appa janji, mulai saat ini Appa akan memperlakukan kalian bertiga dengan kasih sayang. Kalian senang kan? Wah wah wah kalian menendang tangan Appa! Kalian sangat pintar seperti Appa~ Apa disana sangat hangat? Baik-baik yaa di dalam perut, Eomma.. jangan nakal yaa.. Eomma dan Appa sangat menyayangi kalian Aegideul.. muahh~"
Aigoo.. hati ku kenapa menghangat seperti ini? Aigoo.. aigoo.. *Kenapeee lagi si kyu?-_-*
Kini kupandangi wajah imut kekasihku. Baru aku sadari, ia sangat cantik. Aigoo pasti anakku sangat cantik jika perempuan..
"Eungghh.. Eomma..Nado Saranghae.. eungghh! Kajima, Eomma.. kajima.. Hiks.."
"E-eh? M-min? kau sudah sadar? Ada yang sakit?"
GREP!
"K-kyu~" OMG! Sungmin memelukku?!
"K-kyunie aku takut~"
"Waeyo? Ada aku Minnie.. tidak perlu takut~ sshh~" ucapku seraya merangkul tubuh mungilnya seraya mengusap surai rambut gelombangnya.
"E-eh?" sepertinya Sungmin sudah tersadar. Dengan terburu-buru Ia melepas pelukannya. Ada sedikit perasaan kecewa dihatiku.
"M-mianhae.. a-aku lancang p-padamu, Kyu.."
"Gwaenchanhayo Minnie-ya.."
"M-mwo? M-minnie?" Aigoo! Betapa lancangnya mulut ini, Tuhaann~!
"N-ne.. w-waeyo?" ucap ku dengan wajah senormal mungkin.
"A-aniya.. bukankah itu terdengar aneh?" ucapnya dengan wajah yang memerah. Aigoo~ imut sekali..
"Tidak. Itu terdengar sangat manis menurutku." Ucapku dengan senyum hangat.
"…" Sungmin hanya mampu menundukan wajahnya dalam-dalam.
"Min, aku bersungguh-sungguh tentang yang tadi." Ucapku dengan nada yang mulai serius. Aku menarik dagunya. Menatap dalam mata Foxy-nya
"Tentang apa?"
"Pernikahan kita."
"A-aku.. takut, Kyu.."
"Takut kenapa, Min? ada aku.."
" Justru kau yang membuatku takut, Kyu.."
DEG!
A-apa? A-aku sumber ketakutannya?
"L-lagipula bukankah kau hanya ingin anak yang aku kandung ini?"
"Min.. aku hanya ingin membesarkan anak kita bersama. Bisakah?" tanyaku dengan lirih
"Walau tanpa cinta, Kyu?"
"…"
"A-aku sudah berjanji pada Eomma.. jika— aahh tidak— sakit.. kepalaku sakit, Kyu" Sungmin mulai menggelengkan kepalanya ke kanan-kiri. Ada apa dengannya?
"Tenang, Min.. shh~ jika kau ingin cerita, ceritakan dengan hati yang tenang.. dan jika tidak bisa, aku tak ingin memaksakannya. Ayo, istirahat. Besok lagi kita bahas.." ucapku menengahinya
"Ne.. Jaljayo.."
oOoOoOo
Author POV
"Min, hari ini kita ke rumah Appa. Aku ingin membicarakan hal yang sebenarnya dan ingin mengatakan jika aku ingin menikahimu. Bisa, kan?" wanita bermata foxy itu langsung menghentikan pergerakan memotong bahan masakan untuk makanan mereka saat ini. "Eum.. bisa" jawab nya dengan senyum yang hangat.
"Kau masak apa, Min?" Tanya Kyuhyun sembari mendekat ke arah Sungmin.
"Sup krim jagung. Entahlah, aku juga tidak tahu mengapa aku masak menu ini" jawab Sungmin yang masih focus memotong daging sapi yang sedang di rajang halus.
"Mungkin keinginan Baby-baby kita, Min" lagi-lagi pernyataan Kyuhyun membuat pergerakan Sungmin terhenti. alis Sungmin mengkerut. "Baby-baby? Museun mareul?"
"Oh iya, kemarin aku lupa memberitahumu ya? Min, anak kita kembar loh~ aku hebat, ya? Hehehe" godanya terhadap Sungmin seraya memeluk wanita itu dari belakang dan mengusap pelan perut buncit Sungmin. Sontak wajah Sungmin langsung memerah padam akibat kelakuan lelaki yang sedang mengelus perut nya.
"A-ah? J-jinjjayo? Berarti yang dikatakan Eomma benar dong?" tanyanya secara monolog.
"Eomma? Nuguya?"
"A-ah eobseoyo.. Eum~ K-kyu.. bisakah kau melepaskan tanganmu? A-aku ingin memasak. M-mian.." ucap Sungmin dengan takut-takut.
CUP!
Sebuah ciuman mendarat di pipi chubby Sungmin. Wajahnya sudah bewarna orange mungkin. "Berhenti meminta maaf untuk sesuatu yang bukan kesalahanmu, chagiya.."
Blush!
'Aigooo baby-deul tenanglah.. eomma tahu kalian senang. Tapi jangan menendang terus, oke?' batin Sungmin.
oOoOoOo
"Minnie-ya.. sudah selesai belum? Lebih cepat, oke?"
"Ne, Kyu.."
Seperti itulah mereka saat ini. Di hari Sabtu ini, mereka memutuskan untuk pergi kerumah Ayahnya Kyuhyun.
"Kajja, Kyu. Aku sudah siap" Kyuhyun mendongak. Menatap Sungmin dengan takjub.
'Aigoo, cantik sekali Sungmin..'
Dengan memakai dress Pink soft dan menenteng tas kecil untuk meletakkan Handphone-nya, Ia tersenyum hangat menatap Kyuhyun.
"Kau cantik, Min.." entah sudah berapa kali wajah Sungmin memerah oleh Kyuhyun.
"E-eh?" Kyuhyun yang tersadar langsung menjadi salah tingkah. Ia menggaruk rambut ikalnya dengan asal.
"A-aniya. A-ayo, Min. kita berangkat."
oOoOoOo
Kyuhyun POV
Saat ini aku sudah sampai di halaman rumah mewah Appa. Ya, dulunya ini memang rumahku. Tetapi, semenjak aku menjadi mahasiswa, aku meminta pada Appa agar aku tinggal di Apartment sendiri. Awalnya Eomma melarang Appa untuk membelikanku Apartment mewahku yang dulu. Tapi berkat nilai-nilai ku yang memuaskan, mereka mengizinkannya.
Dengan masih menggandeng Sungmin di lenganku, aku terus berjalan melewati beberapa maid yang terus menunduk hormat kepadaku.
Dari sini aku melihat jika Appa dan Eomma sedang bersantai di Gazebo yang ada dirumah kami. Yaa, tentu saja kelihatan, karena arah pintu masuk dan pintu gazebo berhadapan. Aku langsung mengajak Sungmin menuju Gazebo.
"Annyeong haseyo Eomma.. Appa.." salamku pada mereka dan sukses menghentikan tawa Eomma. Ia pun terkejut melihat kami. Lebih tepatnya terkejut melihat menantu –Palsu- nya tengah berdiri dengan perut yang sangat buncit.
"Aigoooo.. Sungmin-ah? Kyuhyun-ah? Akhirnya kalian datang. Kenapa tidak menelfon kami dulu? Hyaaa! Min! kau hamil, eoh? Sudah berapa bulan? Kenapa Eomma dan Appa tidak tahu kau mengandung cucu kami? Uuhh jahat" ucapnya panjang lebar dan diakhiri aegyo gagalnya. Ckckck.. cho heechul~ kau tidak akan bisa melakukan aegyo~~ *songong nih kyu sama eommanyaaaaa.. evil-_-*
"Annyeong Eommonim, Appanim.. mianhae kami tidak memberitahu dulu jika kami ingin kesini. Kyuhyun bilang, Ia ingin memberikan kejutan hehe~ ne, Eommonim.. kandunganku sudah 7 bulan dan ingin memasuki usia 8 bulan. Mianhae.. aku tidak memberitahu Appa dan Eomma.. itu karena aku sedang sibuk bekerja.." jawab Sungmin dengan polosnya.. aigoo! Bisa dicekik aku sampai Eomma tahu jika Sungmin dalam keadaan hamil tua seperti ini masih dibiarkan bekerja.
"MWOYA!? Kau bekerja, Min!? Kyu—"
"Eomma.. Kasihan Sungmin dibiarkan berdiri seperti ini. Tidakkah kalian mempersilahkan kami duduk terlebih dahulu?" ucapku memotong dan mengalihkan pertanyaan Eomma. Sementara, Appa hanya tertawa renyah saja melihat perdebatan kami. Ahh, tidak usah heran. Kami memang suka dan sudah biasa berdebat.
"Baiklah.. Min, Kyu silahkan duduk.."
"Gomawo Heechul Eomma kekeke.." balasku dengan tawa evil. Haha! Lihatlah wajah Eomma lucu sekali. Wajah yang kalah.. *Eviill-_-*
"Geurom.. ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan dengan Eomma dan Appa. Tetapi, aku minta maaf yang sebanyak-banyaknya dari kalian.. Aku mohon dengan sangat jika kalian menghargai keputusan kami.." ucapku dengan nada yang mulai serius. Sontak alis Eomma dan Appa langsung mengerut.
"Ada apa, Kyu?" jawab Appa dengan nada yang lembut. Eum.. mungkin sudah saat nya kami ungkapkan semuanya.
"Eomma.. Appa.. sebenarnya Sungmin bukan istriku.."
Hening.
Sungmin semakin mengeratkan telapak tangannya yang terpaut dengan telapak tangan milikku.
"Appa sudah tahu kelakuan bejat-mu, Kyu. Ia hanyalah pelacur yang kau beli, eh?"
Apa!?
Appa sudah tahu?!
J-jadi….
"terus kau mau apa, Kyu?" ucap Eomma dengan santainya. Jadi Eomma juga sudah tahu..?
"I-itu.. A-aku ingin menikahi Sungmin.. secepatnya"
PUK!
"Tentu saja, anak bodoh. kau harus menikahinya. Apa kau ingin anakmu tumbuh tanpa ikatan pernikahan orangtuanya?!" Aigooo Eomma kasar sekali. Memukul kepalaku sembarangan. Ihs..
"Appo, Eomma.. tentu saja, tidak! Aku tidak akan mau pada saat bayi-bayiku lahir, sementara orangtuanya tidak dalam status menikah."
"Heh! Kau bilang apa barusan? Tidak akan mau pada saat bayi kalian lahir dan kalian tak terikat dalam suatu pernikahan?! Kemana saja kau, anak bodoh? kemana saat kau membuat anak itu dengan Sungmin, heh? Dan sebentar— bayi-bayi? Anak kalian kembar?!"
"Ampun, Eomma.. aku khilaf~ ne~ anak kami kembar, Eomma.."
"Khilaf katamu?! Jika khilaf tidak mungkin sampai kembar begitu, tahu! Salah apa Appa padamu, Kyu? Sampai-sampai menghamili anak gadis orang.. huh.." kini Appa yang menghakimiku. Huh! Semuanya saja menghakimiku~ u.u
"Minnie-ya.. bela aku.." ucapku dengan manja pada Sungmin yang masih tertunduk.
"Kyu.. jangan manja~"
"Yasudah.. kau sudah tau kapan pernikahan kalian berlangsung? Dan kapan resepsinya?" Tanya Appa sembari meminum teh hangat yang tersaji di depan kami.
"Seminggu lagi Appa.. sepertinya untuk resepsi aku tidak terlalu mengutamakannya.. yang terpenting kami sudah sah di mata Tuhan dan sah di Negara."
"Baiklah. Min, bagaimana dengan keluargamu? Apa kedua orangtuamu sudah mengetahui tentang hubungan 'aneh' kalian?" Tanya Appa pada Sungmin yang langsung menatap kaget wajah Appa.
"K-kedua orangtua-ku sudah tidak ada, Appanim.." cicitnya seraya menundukkan wajahnya lebih dalam lagi.
"Mianhae, Min.. jika boleh Appa tau, kedua orangtua-mu meninggal karena apa?"mendengar pertanyaan Appa yang begitu menyelidik, Sungmin makin meremas ujung dress pink soft-nya.
"I-ibuku meninggal karena ditembak seseorang yang sangat membenci Appa. Sedangkan Appa-ku hilang diculik oleh orang itu juga."
"A-Apa!? Apa ayahmu bernama Lee Youngwoon? Dan ibumu bernama Park Jungsoo?" Sungmin hanya mengangguk tertahan mendengar pertanyaan Tuan Cho di depannya saat ini.
"Sudahlah, Appa.. jangan bertanya seperti itu.. kasihan Sungmin. Kemarin, ia baru saja mengalami kontraksi ringan. Aku tidak ingin terjadi apa-apa pada Sungmin dan bayi-bayi kami." Ucapku seraya merangkul tubuh mungil Sungmin kedalam pelukanku. Mencoba memberikannya kehangatan.
"Kyu, kalau begitu bawa saja Sungmin ke kamarmu yang dulu. Biar dia istirahat. Kami yang akan mengurus pernikahan kalian." Aku hanya mengangguk mendengar suruhan lembut Eomma. Dan aku menuntun Sungmin dengan perlahan menuju kamarku yang dulu.
oOoOoOo
Author POV
Setelah memberikan teh hangat dan beberapa cemilan pada Sungmin, Ia langsung naik ke atas menuju kamar nya dan Hankyung.
Saat membuka pintu, ia menemukn Suaminya yang sedang sibuk melamunkan sesuatu. Entah itu apa. "Ada apa Yeobo? Kau melamun?" Tanya nyonya Cho –Heechul- pada sang suami yang sedari tadi melamun seraya mendudukkan dirinya disamping tubuh sang suami.
"A-ah aniya.." ucap Hankyung yang terkaget.
"Malhaebwa.."
"Berjanjilah akan tetap disampingku setelah kau tahu semuanya.."
"Aku berjanji"
oOoOoOo
FLASHBACK ON
"Hankyung-ah.. Kumohon.. beri aku waktu untuk melunasinya. Aku janji 1 bulan lagi semua pinjaman akan aku lunasi.. aku mohon Hankyung-ah.." seorang laki-laki berumur 35 tahun terlihat tengah bersujud di bawah seorang laki-laki yang berumur tak jauh dari usinya.
"I bulan, eoh? Kau bodoh atau memang sudah tolol, hah?! Bulan kemarin kau juga berkata seperti itu padaku! Tak ada ampun Youngwoon-ah! Kau pilih menyerahkan istrimu padaku atau kau mati ku tembak!?"
"Jangan pernah menyentuh Jungsoo dan Sungmin seujung kuku pun, Tuan Cho.. Lebih baik bunuh aku saja.. jangan sentuh mereka, Kumohon.." lelaki itupun sudah tak kuasa lagi menahan tangis nya. Ia merasa gagal menjadi suami dan ayah bagi Jungsoo dan Sungmin.
"Jangan lakukan itu, kanginie! hankyung-ah.. apa kau tega membiarkan hidup kami berantakan? Aku tahu kau masih mempunyai perasaan padaku.. tetapi itu hanya masa lalu saja.. kumohon.. aku mencintai Kangin, Hankyung-ah.. jangan pisahkan kami.." pinta Jungsoo seraya menangis dan memeluk anak gadis kecil manis berusia 3 tahun yang memeluk boneka bunny-nya.
"Persetan dengan semua itu! Bodyguard tembak dia!" ucap Hankyung dengan penuh kuasanya.
DUAR! DUAR!
"ARRRGGHH!"
"EOMMA!"
"JUNGSOOOO!"
"A-kkhuu mencintai muhh Kanghhinieh .. Sunghminieh.."
FLASHBACK OFF
oOoOoOo
Setelah selesai menceritakan semua yang terjadi beberapa tahun silam kepada sang istri, Hankyung menghembuskan nafas berat. "Aku juga yang sudah membuat perusahaan Kangin bangkrut sehingga membuatnya bertekuk lutut dihadapanku. Maafkan aku Heechullie.. maafkan aku yang diulu belum bisa mencintaimu sepenuhnya sehingga aku dengan piciknya mengambil Leeteuk dari tangan Kangin.. Maafkan aku.." Lelaki itu memohon maaf pada sang istri seraya mengganggam erat tangan lembut Heechul.
"Aku memakluminya, Hannie.. jelas kau masih mencintai Teukkie Eonni pada saat itu karena kita menikah juga karena di jodohkan, bukan? Sudahlah Han.. tidak usah meminta maaf seperti itu. Lagipula aku sudah melupakannya.. ayo~ dimana Hannie-ku yang tampan dan pervert itu?" ujar Heechul panjang lebar menyemangati sang suami.
Hankyung hanya tersenyum renyah seraya mengacak pelan rambut Heechul. "Heechulie.. aku ingin menebus dosaku pada mereka dengan menikahkan Kyuhyun dan Sungmin.. bolehkan?"
"Tentu saja boleh, Hannie.."
"Terima kasih banyak, Heechullie.. Saranghae.."
"Nado Saranghaeyo"
oOoOoOo
Author POV
A Week Later
Hari ini adalah hari pernikahan Sungmin dan Kyuhyun berlangsung. Upacara pernikhan dilakukan sangat amat sederhana. Hanya dihadiri kerabat keluarga Cho. Dan mereka juga berencana untuk tidak mengadakan resepsi karena banyak hal yang menjadi penyebabnya.
Bisa dilihat ada seorang lelaki tampan tengah berdiri dengan gagah di depan altar. Menunggu sang pengantin wanita untuk dijemputnya ke kehidupan baru.
Kreekk!
Bunyi pintu gereja tempat pengesahan dua sejoli itu terbuka. Terlihat Hankyung –Sang Appa- menggandeng Sungmin menuju altar. Sungmin kini tampak cantik dengan balutan gaun pengantin yang sederhana namun memberikan kesan elegan. Sungmin sangat cantik.
"Jaga Sungmin, Cho." Ucap Hankyung pada Kyuhyun yang disambut dengan senyuman simpul oleh sang anak. "Tentu, Appa."
"Cho Kyuhyun, bersediakah anda menjaga Sungmin sepenuh hati, dan mencintainya sampai ajal memisahkan serta menjalankan tugasmu sebagai Seorang Suami untuk Lee Sungmin?"ucap sang pendeta
"Aku bersedia menjaga, mencintai, dan menjalankan tugasku sebagai seorang suami untuk Lee Sungmin."
"Lee Sungmin, bersediakah anda merawat Kyuhyun sepenuh hati, dan mencintainya sampai ajal memisahkan serta menjalankan tugasmu sebagai Seorang Istri untuk Cho Kyuhyun?"
"Aku bersedia merawat, mencintai, dan menjalankan tugasku sebagai seorang istri untuk Cho Kyuhyun."
"Aku sahkan kalian menjadi seorang Suami dan istri dihadapan Tuhan. Silahkan ber—"
BRAK!
"TUNGGU! PERNIKAHAN INI TIDAK SAH!"
.
.
.
.
.
.
.
"A-appa?!"
.
.
.
-0o0o0o-
Author POV
"Pernikahan ini tidak sah! Aku adalah ayah yang sesungguhnya dari Lee Sungmin." Ucapan Kangin membuat semua tamu terheran-heran dan saling berbisik. Kemudian satu persatu mulai keluar dari gedung gereja tersebut.
"Tetapi menurut Tuan Cho, ayah kandung dari Lee Sungmin sudah meninggal. Dan itu bisa diwalikan, Tuan." Bela sang Pendeta dengan nada lembut.
"Tapi aku masih hidup sampai sekarang! Dia itu bajingan, pendeta! Jangan percaya akan ucapan busuknya!" teriak Kangin seraya menunjuk kearah Tuan Cho.
"Tenangkan dirimu, Tuan. Silahkan diskusikan dulu permasalahanmu. Tugasku untuk menikahkan mereka sudah selesai. Aku permisi." Ucap Pendeta itu kemudian pergi.
"A-appa.." lirih Sungmin seraya menatap Kangin dengan tatapan penuh rindunya pada sang Ayah.
"Sungmin-ah! Ayo kita pergi dari sini. Aku tidak sudi berhadapan dengan orang kaya bengis sepertinya." Hardik Kangin seraya menarik tangan Sungmin dengan kerasnya.
"Tidak bisa, Appa.. Sungmin sudah menjadi istriku."
"Cuih! Persetan dengan sebutan Appa, Tuan Muda Cho. Sampai kapanpun aku tidak ingin menikahkan anakku dengan keturunan dari Si Bengis ini."
"Ia ayahku, Tuan. Jangan pernah mengatainya seperti itu. Ia bukan seorang bajingan seperti apa yang kau katakan."
"Jika Ia tidak bengis dan bajingan, Ia tidak akan membunuh istriku dan menghancurkan masa depan anakku!" bentak Kangin. Kyuhyun mengerutkan alisnya. "Apa maksudnya semua ini, Appa?" Tanya Kyuhyun pada Kangin.
"Maafkan aku, Kangin-ah! Maafkan aku.. Kumohon.. biarkan Kyuhyun dan Sungmin bahagia. Sebentar lagi mereka akan mempunyai anak.. itu cucu kita, Kangin-ah.."
"Akan kubunuh anak yang ada dikandungan Sungmin sekarang juga kalau hanya itu yang membuat mereka berpisah dan hidup kalian menjadi menderita!" Ucap Kangin dengan Kasarnya.
"Jangan Appa.. jangan bunuh anak ini.." Ucap Sungmin dengan tatapan memohonnya.
"Anak itu anak haram! Aku tidak sudi anakku melahirkan keturunan Cho brengsek ini! Ikut Appa, Sungmin-ah!"
"T-tapi Appa, aku tidak bisa.." ucap Sungmin dengan nada yang memohon.
"Kau pilih Appa atau… Kyuhyun?" Sungmin membeku mendengarkan pertanyaan itu. Haruskah Ia memilih diantara dua laki-laki yang sangat dicintainya?
"A-aku.. " ia menatap mata Kyuhyun dan Appanya berulang kali. Jujur, demi Tuhan. Ia tidak akan pernah sanggup memilih dua laki-laki ini.
"Maafkan aku, Kyu.. maafkan aku~"
"Kau dengar sendiri, Tuan Muda Cho? Ia memilihku. Dan sekarang, ikut Appa Sungmin-ah!" ditariknya Sungmin dengan kasar sehingga menimbulkan darah di pergelangan tangannya akibat genggaman Kangin yang begitu kuat.
"Min, kajima.. aku me—.."
"Maafkan aku Kyu, Heechul Ahjumma, Hankyung Ahjussi.. Maafkan aku.. aku harus pergi.."
.
.
.
.
.
TBC / END?
.
.
.
.
Review :
Q : Kira-kira sampe berapa chapter?
A : sampe chapter 6
Q : Kyumin bakal nikah gak?
A : Ikuti kelanjutannya ^^v
.
Annyeong yeorobun?
Jal Jinaseoyo?
Semoga suka yaa sama chapter 4 nya.. maaf kalo tidak memuaskan dan banyak Typo(s) dimana-mana.
Makin aneh ya? Maaf /_\
Mungkin ff ini akan tamat gak sampe chap 7. Mungkin 5 atau 6. Sesuai keingin Chingudeul sekalian .. dan aku pengen chingudeul sekalian buat manggil aku dengan nama Aulia, Aul, atau Jihyun. Aku 98line. Dan aku kelas 1 SMA. Jadi boleh manggil Eonni, Saeng, Aul, Noona dll. Kecuali Author/thor. Aku hanya ingin kita semakin akrab kok\^0^/
Oke! Cukup author's notenya..
Mau dilanjut atau stop?
thanKYU! Comment for Continue :*
