Previous Chapter
"Kau pilih Appa atau… Kyuhyun?" Sungmin membeku mendengarkan pertanyaan itu. Haruskah Ia memilih diantara dua laki-laki yang sangat dicintainya?
"A-aku.. " ia menatap mata Kyuhyun dan Appanya berulang kali. Jujur, demi Tuhan. Ia tidak akan pernah sanggup memilih dua laki-laki ini.
"Maafkan aku, Kyu.. maafkan aku~"
"Kau dengar sendiri, Tuan Muda Cho? Ia memilihku. Dan sekarang, ikut Appa Sungmin-ah!" ditariknya Sungmin dengan kasar sehingga menimbulkan darah di pergelangan tangannya akibat genggaman Youngwoon yang begitu kuat.
"Min, kajima.. aku me—.."
"Maafkan aku Kyu, Heechul Ahjumma, Hankyung Ahjussi.. Maafkan aku.. aku harus pergi.."
.
.
.
.
Obsession or True Love (Fifth Chapter)
.
.
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Cho –Kim- Heechul
Cho Hankyung
Lee –Kim- Youngwoon
Henry Lau
.
.
Angst, Hurt/Comfort
.
FIFTH CHAPTER
.
Happy Reading~~!
.
Sungmin POV
Begitu banyak kata yang tak mampu terucap. Meski kau tak akan pernah mendengarnya. Aku hanya berdiri memandangimu. Tanpa Aku tak tau apa kelanjutan kisah cinta ini. Seperti sekarang ini, aku hanya bisa bermimpi mengecap indahnya memiliki rumah tangga bersamamu.
Salahkah jika aku hanya bermimpi seperti itu?
Belum 24 jam aku merasakan kebahagiaanku menjadi istrinya. Tapi? Perpisahan sudah menjemputku.
Ku usap perlahan perut buncitku yang masih berbalut gaun pengantinku. Seketika, aku merasakan pergerakan di dalam sana. Setidaknya, aku harus lebih kuat dari kemarin untuk membesarkan anak ini sendiri. Walaupun aku tidak bisa hidup bersama dengan ayahnya, aku bisa mengenang Kyuhyun lewat wajah anak kami, kan?
"Sungmin-ah. Cepat ganti bajumu dengan pakaian ini. Dan segeralah masuk kedalam. Itu tak sehat untukmu dan bayi itu." Ucap Appa menyadarkan lamunanku. Hatiku berdenyut sakit mendengar titah Appa tadi.
Bayi itu?
Ini cucumu, Appa..
oOoOoOo
Kyuhyun POV
Aku tidak menyangka seberat ini hukuman yang ku dapatkan darimu, Tuhan. Aku hanya dapat bersandar lemah di kursi penumpang mobilku sendiri. Sementara Appa –yang mengendarai- dan Eomma yang berada disebelahnya juga hanya bisa terdiam.
Aku benar-benar memikirkan keadaan Sungmin dan anak kami. Apakah mereka hidup dengan benar?
"Kyu," Suara parau Eomma menginterupsi keadaan hening yang menyelimuti mobil Audi hitam milikku ini.
"Nde?"
"Eomma ingin bertanya,"
"Ya? Malhaebwa." Jawabku sekenanya
"Apa Kau mencintai Sungmin?"
Hatiku berdegup kencang mendengar pertanyaan Eomma.
"M-mengapa Eomma bertanya seperti itu?" jawabku dengan gugupnya
"Dan mengapa kau tidak menjawabnya, Kyu?"
Skak mat, Kau!
Aku diam terpaku mendengarnya. Aku harus menjawab apa?
"A-aku tidak tahu, Eomma." Cicitku seraya menundukan kepalaku dalam-dalam.
"Apa? K-kau tidak tahu? Jika tak mencintainya, mengapa kau menikahinya, Kyu? Ingin melukai hatinya lebih dalam lagi, eoh?"
"…."
"Geurae, Ijeo Beoryeo (Lupakan Saja)."
oOoOoOo
Author POV
Tring
Tring
Suara dentingan sendok dan garpu mewarnai suasana ruang makan di kediaman Youngwoon. Wanita muda itu memakan makanannya dengan sedikit sekali. Bukan karena makanan yang tidak enak, tapi suasana hatinya lah yang sedang tidak enak.
"Kenapa, Min?" suara Youngwoon membuat Sungmin mendongakkan kepalanya dan menunjukkan wajah murungnya.
"Gwaenchanhayo, Appa." Lirih Sungmin sambil memaksakan seulas senyumnya.
"Masih memikirkan Namja brengsek itu, Min?"
"Ia tidak seburuk itu, Appa." Sungmin mencoba membantah perkataan Appa nya dengan lembut.
"Tentu Ia brengsek. Ia terlahir dari benih namja Cho yang brengsek pula."
"Appa.." sergah nya dengan lirih
"Jangan menangisinya, Min. Ia sudah banyak melukaimu. Ia menjadikanmu budak nafsunya. Menjadikanmu pembantunya. Dan sekarang, kau mau-maunya disuruh mengandung benih nya. Appa tak mengerti keadaan otak mu." Pria paruh baya itu meletakkan sendok yang sedari tadi digenggamnya dengan sedikit dibanting.
"Appa boleh membenciku. Tapi Jangan benci cucumu sendiri, Appa.." isaknya semakin menjadi tatkala bayinya menendang keras dinding rahimnya.
"Min, untuk apa mempertahankan benih dari keturunan namja brengsek itu, hah? Bahkan, Kyuhyun-mu itu tak mencintaimu kan? Benarkan? Laki-laki itu hanya memanfaatkanmu?"
"…." Perkataan Appa-nya membuat Sungmin tersadar jika selama ini Kyuhyun tak pernah sekalipun menyertakan kalimat cinta disela-sela kehidupan mereka dulu.
"Kau tak bisa menjawab, Min?"
"Geumanhae, Appa. Kenapa Appa tiba-tiba muncul dihadapanku setelah berpuluh-puluh tahun menghilang begitu saja?" Sungmin mulai tersulut emosi karena mendengar perkataan Appa-nya.
"Appa mencarimu selama ini, Min. Appa harus menyamar menjadi Kasir dirumah makan kecil, menjadi tukang sapu di taman kota sekalipun untuk bertahan hidup dan menghindar dari Body Guard Namja tua Cho itu. Kau tak mengerti pengorbanan Appa, Min." dada Youngwoon berdesir hebat mengingat perjuangannya selama ini untuk bertemu dengan sang anak.
"Mianhae, Appa…" Sungmin tampak menyesal menuduh Appa nya dengan hal yang tidak-tidak.
"Sudahlah, Min. Tak usah dipikirkan." Ucap Youngwoon seraya berdiri untuk pergi dari ruang makan.
"Appa, Chakkaman," cegah Sungmin saat menyadari Appa nya mulai meninggalkan ruang makan.
"Wae?" jawabnya tanpa menoleh sedikitpun
"Bisakah aku tetap melahirkan dan merawat anak ini?" Tanya Sungmin dengan nada yang memelas seraya mengusap perut buncit nya yang berisi keturunan Cho yang sedang tumbuh di rahimnya itu.
"Bisa. Asal kau harus menuruti satu syarat."
"Apa? Apa itu, Appa?" jawabnya antusias
"Kita pindah ke China. 2 hari lagi."
oOoOoOo
Still Author POV
"Kyu, makanlah nasinya walaupun hanya sedikit. Kau tak bisa mengandalkan cairan infuse-mu saja." Rajuk wanita paruh baya berambut coklat kemerahan pada sang anak. Ya, Kyuhyun sekarang dirawat dirumahnya sendiri dengan ditemani beberapa suster dari Rumah Sakit International di Seoul.
"Aniyo, Eomma. Aku tidak lapar."
"Kyu! Kau sudah 2 hari tidak makan apapun. Kau tidak akan sembuh jika seperti ini terus." Heechul –Eomma-nya- tak henti-hentinya menasehati Kyuhyun selama beberapa hari ini agar mau mengkonsumsi makanan walau sedikit.
"Biarkan. Aku tak peduli, Eomma. Aku tidak ingin makan kecuali ada Sungmin di sampingku."
"Eomma mohon Kyu. Jangan bertindak kekanakkan seperti ini. Apa kau lupa sudah berapa banyak orang yang bertugas mencari Sungmin-mu? Bersikaplah dewasa! Lagipula, kau kan tidak mencintai Sungmin. Untuk apa merajuk seperti ini?" ucapan Heechul seolah menohok batin Kyuhyun. Kyuhyun baru tersadar. Apakah dirinya mencintai Sungmin? Atau hanya sekedar membutuhkan sosok Sungmin sebagai pendamping?
"Aku suaminya, Eomma. Ia juga sedang mengandung anakku. Aku berhak khawatir atas mereka."
"Sungmin pergi bersama ayahnya. Dan Ia bersama dengan laki-laki yang menyayangi dan mencintainya secara tulus. Lain denganmu Kyuhyun-ah." Ucapan pedas dari Heechul semakin membuat Kyuhyun merasa bersalah karena sudah menyia-nyiakan Sungmin dan anak mereka.
"Ya, aku tahu Eomma. Selama ini aku sedang berusaha menyadari perasaanku yang sebenarnya terhadap Sungmin. Aku tak mengerti perasaan ini. Maka dari itu aku mengikatnya di pernikahan ini. Aku membutuhkannya disampingku. Aku tidak bisa melepaskannya begitu saja. Aku tidak rela ada orang yang merebutnya dari hidupku. Dan sekarang, aku kehilangan sosok itu, Eomma."
"Kau hanya menyakiti hati Sungmin jika Ia mendengarnya, Kyu. Bahkan, kau menikahinya hanya karena ingin mengikatnya. Menikah bukan lah jenis permainan. Dan Wanita bukan lah bahan permainan."
oOoOoOo
Two Months Later
China,
"Sungmin-ah~"
"Nde, Appa?" jawab seorang wanita manis yang berbalut baju hamil sederhana berwarna baby blue.
"Istirahatlah dulu. Ini sudah jam istirahat. Biar Henry yang menyelesaikan rangkaian bunga-bunga itu." Bujuk sang Appa seraya tersenyum hangat.
"Nde, Eonni~ Eon istirahat saja. Kasihan Baby-deul. Biar aku saja yang meneruskan. Lagipula masih banyak yang membantuku. Acara pesta besok dimulai agak malam. Eonni tenang saja." Sungmin –Wanita itu- merasakan tepukan pelan di pundak nya saat mendengar sebuah suara yang berasal dari gadis bermata sipit dan berpipi chubby ini.
"Gomawo, Henry-ya~" jawabnya dengan senyum yang sangat cantik.
Ya. 61 hari sudah Sungmin dan Youngwoon menetap di China. Tepatnya di Guangzhou. Ia tinggal bersama sepupunya jauhnya, Henry Lau. Keluarga yeoja bermata sipit itu juga sangat ramah pada keduanya walaupun mereka hanya saudara jauh. Sebagai gantinya, Youngwoon dan Sungmin bekerja sebagai pegawai di toko bunga milik Henry Eomma.
Kandungan Sungmin sudah memasuki bulan kelahiran. Maka dari itu, Sungmin sedang giat-giatnya bekerja untuk biaya melahirkan. Walaupun, keluarga Lau sudah ingin membiayai biaya persalinannya nanti. Ia menolak nya dengan ramah. Ia tahu diri karena seperti ini saja, Ia dan ayahnya sudah banyak merepotkan keluarga Lau.
Jangan tanyakan betapa rindunya Sungmin pada Korea. Tentu, itu adalah tanah kelahirannya. Apalagi dengan namja yang sudah hampir setahun mengisi relung hatinya. Bahkan, kata-kata 'Aku sangat sangat merindukanmu' saja tidak mampu mengekspresikan perasaan rindunya yang membuncah.
Dan semakin hari, anaknya mengalami beberapa kemajuan. Apalagi jika Ia sedang memikirkan Kyuhyun. pasti anaknya akan bergerak dengan cepat.
Sangat rindu pada Appa, eoh?
Miris memang menurutnya yang merindukan seseorang yang bahkan tak pernah memirkan apalagi mencintai kita.
oOoOoOo
Kyuhyun POV
"Nde, Eomma. Aku sudah sampai di China. Ini baru saja masuk ke dalam mobil kantor."
"….."
"Ya, aku akan segera ke Perusahaan Cabang Guang Zhou. Arraseo."
Hah. Baru saja landing. Sudah diberondong perintah melalui telephone. Cerewet.
Ya. Aku berada di China sekarang. Sebenarnya aku kesini hanya untuk menghadiri pesta ulang tahun saudara ayahku. Dulu, ayahku adalah asli orang Chinese. Tapi karena menikah dengan Kim Heechul –ibuku- jadinya Ia pindah kewarganegaraan.
Kalau tidak salah nama saudara Appa itu keluarga Lau. Aku saja belum pernah bertemu. Kalau Appa tidak sibuk belakangan ini, aku juga tidak mau repot-repot ke China. Untung saja acaranya agak malam jadi aku bisa makan siang dulu.
Aku benar-benar tidak pernah jalan ke luar negeri ataupun berekreasi kemana pun semenjak Sungmin pergi dari sisi ku. Sudah dua bulan mereka pergi dariku. Memang, aku tak separah dua bulan yang lalu. Tapi, keadaan hatiku masih sama. Masih merindukannya.
Aku sudah berusaha mencarinya dengan tanganku sendiri. Tapi, nihil.
Sebenarnya kau berada dimana, Min?
Aku merindukanmu~ sangat~
oOoOoOo
Sungmin POV
Aku harus pakai baju yang mana?
Semua dress-ku sangat sederhana. Aku tak punya dress yang indah dan anggun. Sementara, nanti malam adalah pesta ulang tahun pernikahan Shushu dan Yima Lau (Paman dan Bibi Lau). Pasti mereka mengundang kerabat dan rekan bisnis mereka. Aku takut membuat malu mereka.
Ditambah lagi perut buncit ku ini. Masih ada kah Dress anggun untuk seorang Ibu hamil sepertiku?
"Awh.." rintih ku ketika bayi-bayiku menendangnya. Maaf, Baby-deul. Eomma tidak bermaksud menyinggung kalian.
Tidak terasa sebentar lagi aku melahirkan. Dulu, aku bercita-cita melahirkan anak-anakku ditemani suami yang kucintai. Sekarang? Hh~ aku hanya dapat bercita-cita saja rupanya
Aku sangat berharap Kyuhyun menemaniku melahirkan anak-anak kami. Mengusap keringat ku saat sedang berusaha mengejan. Mengecup dan memberi semangat kepadaku dengan kata-kata cintanya. Aku juga ingin Ia lah orang pertama yang menggendong anak-anak kami nantinya. Memberi nama yang indah untuk anak kami.
Aku tersenyum kecut membayangkan itu semua. Bahkan, Kyuhyun tidak berusaha mencariku. Tidak berusaha mencegah dengan keras saat itu. Benar kata Appa. Jika Kyuhyun hanya memanfaatkanku. Ia tidak mencintaiku.
Kurasakan pergerakan hebat dari bayi-bayiku. Selalu seperti ini. Setiap aku memikirkan Kyuhyun, pasti mereka akan bergerak hebat atau menendang.
"Apa kalian rindu Appa? Eomma juga. Setidaknya kalian harus bahagia jika sudah lahir. Karena Eomma tidak akan membiarkan kalian disakiti siapapun. Kalian harus jadi anak yang baik ya? Kita berjuang bersama, ya?"
Kuusap air mata ku yang tak henti-hentinya mengalir. Aku hanya dapat meminta yang terbaik untuk penyelesaian kisah rumit ku ini.
Tok!
Tok!
Tok!
Siapa itu?
"Eonni~"
"Oh, Henry-a~ Wae?" jawabku pada gadis China yang fasih berbahasa Korea itu.
"Ini. Ini ada Dress untuk ibu hamil yang dibelikan Eomma untuk Eonni. Cantik sekali. Dan sangat cocok menurut ku untuk orang semanis Eonni. Hehe" jawabnya seraya memberikan paper bag bertuliskan merk Channel itu.
"Terima kasih, Henry-a. tapi tak usah repot untuk membelikan barang sebagus ini. Aku takut tidak muat. Lagipula aku ada Dress kok." Tolak ku dengan halus. Sebenarnya bukan itu alasannya. Aku hanya tidak ingin lebih merepotkan mereka.
"Eonni menolak Dress ini? Ini adalah hadiah special dari Eomma untuk Eonni. Aku yakin, baju ini muat. Tubuh Eonni kan langsing walau sedang hamil. Ayolah Eonni terimalah~ aku dan Eomma akan marah jika Eonni menolaknya." jawabnya dengan nada yang murung dan rajukan mautnya.
"Nde. Eonni terima. Sampaikan salam terima kasih banyak untuk Lau Yima (Bibi Lau)." Jawabku seraya menerima paper bag itu.
"Nde, Arraseo~!"
oOoOoOo
Aku bukan orang yang bisa mencintai siapapun yang aku lihat.
Dalam dunia yang begitu banyak manusia, aku hanya melihatmu.
Walau suatu hari nanti aku tak ingat lagi namamu,
Hati ini akan terus mengingat kenangan itu.
oOoOoOo
Author POV
Matahari sudah terbenam. Digantikan oleh elok nya sang rembulan. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Banyak para Business Man dan kerabat dari keluarga Lau yang datang ke pesta pernikahan yang ke-25. Termasuk keluarga Cho yang mengirim putra tampannya untuk mewakilkan ayahnya –Cho Hankyung atau Tan Hangeng-
Kyuhyun sangat tampan hari itu dengan balutan jas formal berwarna Abu-abu tua dan kemeja putih gading. Wangi maskulin menguar dari tubuh tinggi tegapnya. Dengan sangat gagah, perlahan Kyuhyun berjalan menuju gedung acara.
Ia tersenyum kecil saat melihat tamu undangan yang lainnya menatap kagum atas dirinya.
'Ternyata aku memang tampan.' Innernya.
"Kyuhyun-ah!"
Seketika Kyuhyun menengok ke asal suara yang memanggilnya. Ada seorang pria paruh baya yang sedang menggandeng istrinya. Aksen Chinese begitu kental menghiasi wajah mereka.
'Siapa ya? Aku belum pernah bertemu dengan Lau Jumma dan Lau Jussi'
Kyuhyun langsung berjalan menuju dua orang paruh baya yang terlihat awet muda itu.
"Ni hao, Yima, Shu shu~ Wo Jiao Cho Kyuhyun. (Hallo, bibi, paman. Nama saya Cho Kyuhyun.)" ucap Kyuhyun menggunakan Bahasa Mandarin nya yang pas-pasan.
"Ya, Kyuhyun-ah~ tak usah terlalu formal pada kami. Lagipula kami bisa bahasa Korea." Ucap Paman Lau pada Kyuhyun yang terkaget karena ternyata mereka bisa berbahasa korea dengan lancar.
"Nde, Samchon~" ucap nya seraya melemparkan kekehan kecil. Dan sesekali melihat ke kanan-kiri untuk melihat keadaan sekitar
Tak lama kemudian, muncul lah seorang gadis berpipi chubby dengan mata sipit nya dan seorang wanita hamil yang sangat manis setelah Paman Lau memanggil mereka untuk datang ke arahnya. Mereka –Henry dan Sungmin- datang menghampiri Paman Lau dengan perlahan. Takut menyakiti Sungmin, kata Henry.
"Kyuhyun-ah. Kenalkan, ini anakku Liu Xian Hua atau Henry. Dan ini keponakanku, Lee Sungmin."
DEG!
'K-kyuhyun?'
'S-sungmin?'
Mata mereka beradu saat itu juga. Tatapan yang sarat akan kerinduan terpancar dari kedua mata mereka. Kedua nya seakan tersedot dari dunia nyata mereka. Tak memperdulikan pandangan aneh Paman dan Bibi Lau yang memandang mereka bergantian. Tak terkecuali Henry.
"Ehm. Eonni? Waeyo?"
Kontak mata mereka terputus dan menyisakan perasaan gugup di diri masing-masing.
"Ah, A-aniyo." Jawab Sungmin seraya tersenyum kecil.
"Cho Kyuhyun," ucap laki-laki itu seraya mengulurkan tangannya pada Henry.
Henry menjabat tangan Kyuhyun dengan lembut. "Henry Lau,"
Lalu Kyuhyun melepas jabatan tangan Henry dan berpindah pada Sungmin. "Aku Cho Kyuhyun," Sungmin melihat kaget sekilas pada tangan Kyuhyun.
"Sungmin," Sungmin hanya menempelkan tangannya tanpa menjabat tangan Kyuhyun.
Kyuhyun bisa merasakan setengah hati nya hancur melihat perlakuan Sungmin. Tapi Ia menutupinya dengan mengganti topic obrolan dengan Paman Lau. Henry, Sungmin dan Bibi Lau izin pergi untuk menyapa tamu yang lain. Tapi saat ingin jalan, Sungmin merasakan ada suatu hantaman keras yang memaksa keluar dari perut nya.
'Ya Tuhan, sakit sekali. Apa aku akan melahirkan sekarang? Aku tidak ingin mengacaukan acaranya sekarang. Bagaimana ini?'
"Min, kau kenapa? Sakit? Ya Tuhan! Apa kau akan melahirkan?" panic Nyonya Lau seraya berusaha menopang tubuh Sungmin.
"S-sakit, Yima.. A-apha.. Neomu apeudaaa.. arrhh"
"Henry, panggilkan Baba (ayah) dan Kyuhyun. Kuai Ba! (Cepat lah!)" titah Nyonya Lau panic.
Dengan tergesa-gesa, Henry menghampiri Ayahnya dan Kyuhyun yang masih asik berbicara.
"Baba, Sungmin Eonni akan melahirkan. Ia ada disana!"
"A-apa!?" teriak Kyuhyun yang sangat kaget mendengar Sungmin akan melahirkan.
oOoOoOo
Still Author POV
"Youngwoon ahjussi~ aku mohon.. biarkan aku menemani Sungmin melahirkan anak kami. Aku mohon~ biarkan aku menebus kesalahan ku pada Sungmin, Ahjussi.." mohon Kyuhyun pada Youngwoon yang masih keras kepala untuk menolak Kyuhyun yang ingin menemani Sungmin melahirkan.
"Tidak. Kau tidak pantas menemani anakku melahirkan. Pergi kau!"
Suasana di ruang persalinan begitu menyeramkan sekarang. Henry yang tidak berhenti menangis daritadi mengkhawatirkan kakak sepupunya yang sedang berjuang melahirkan anaknya. Dan kedua lelaki ini yang sibuk beradu mulut.
"Ahjussi, bisakah Kyuhyun Oppa tetap menemani Sungmin Eonni di ruang persalinan? Apa ahjussi tidak mendengar jika dokter tadi bilang Sungmin Eonni membutuhkan pendamping?"bela Henry pada Kyuhyun yang sedang memohon seraya berjongkok di depan tubuh kokoh Youngwoon.
"Bagaimana perasaan Leeteuk Ahjumma ketika melihat suaminya menjadi seorang yang kejam dan sombong seperti ini? Melarang anaknya untuk ditemani seseorang saat melahirkan? Sungmin Eonni sedang mempertaruhkan nyawanya untuk anaknya sendiri. Apa Ahjussi tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk nya?"
Kyuhyun hanya terpaku melihat Henry membela nya habis-habisan. Apa Ia tau masalah nya dengan Sungmin.
Sementara air muka Youngwoon berubah sedih saat mengingat mendiang istrinya. Hatinya seakan luluh ketika membayangkan wajah istrinya yang sedang tersenyum hangat kepadanya.
"Baiklah."
oOoOoOo
Kyuhyun POV
Hatiku terasa diiris secara perlahan oleh beribu pisau ketika melihat keadaan Sungmin. Meringis kesakitan lah yang bisa ia lakukan. Peluh membanjirinya. Baju khusus melahirkan telah Ia pakai dan itu sudah basah karena keringatnya.
Aku berlari menuju tempat Ia melahirkan. Aku hanya bisa mengecup kening basah nya. Mengelus pipi chubby nya yang kini tirus. Dan terus menggenggam kuat tangannya.
"Min, Aku datang. Kau pasti bisa, sayang. Ayo. Ayo, Min. lahirkan mereka. Mereka pasti bangga mempunyai seorang Ibu yang sangat kuat sepertimu."
"S-sah.. kitthh.. Kyuuhh~ sakith sek-kaliihh.. Arrghh!"
"Kau mencintaiku kan? Kau saja bisa melawan sakitnya hatimu. Ini hanya sebentar ku mohon. Aku janji aku tidak akan meninggalkan kalian lagi. Kita akan merawat anak-anak kita bersama. Membesarkannya bersama, Min. Ku mohon.." berkali-kali aku ucapkan kata-kata penyemangat untuknya. Dan aku juga menghapus bulir air mata yang keluar dari mata indahnya. Aku tidak ingin kau menangis lagi, Min..
"Arrgghh! Erhmmmm! AARRGGHH!" teriak Sungmin dan disusul suara lengking tangisan bayi.
Ya Tuhan.. benarkah? Benarkah sekarang aku menjadi seorang ayah?
"Bayi pertama anda Perempuan, Tuan, Nyonya." Ucap Park Uisa seraya memperlihatkan anak ku sebentar.
Sungguh. Ia sangat cantik. Seperti Sungmin..
Aku mengecup pelan kepala anakku yang masih terlihat darahnya. Halus. Halus sekali.
Park Uisa memberikan anakku kepada satu suster disamping nya dan menyuruh suster itu untuk memandikannya.
"Ayo, Min. satu lagi. Kau pasti bisa. Kau ibu yang kuat sayang! Ayo!"
"Arrggh! Kyuuhh! Arrgghh! Sakit!"
"Aku mencintaimu, Ming~ Kau mencintaiku, kan? Bertahanlah untuk kami! Ku mohon.."
"Arrrgghhhhhhh!"
Senyum lega ku terkembang seketika saat mendengar tangisan bayi kedua ku. Terima kasih, ya Tuhan!
"Nyonya, Tuan. Anak kedua anda laki-laki. Sangat tampan." Ucap Park Uisa seraya memperlihatkan jagoan kecilku.
Ia tampan. Sangat tampan. Sepertiku..
"Terima kasih, Min.. terima kasih sayang sudah memberikanku 2 malaikat terindah dalam hidupku. Aku mencintaimu, sayang~" Sungmin hanya tersenyum lemah dan menutup matanya perlahan.
"M-min? kau kenapa? Ireona, Min! Uisa! Ada apa dengan Sungmin?"
.
.
.
.
.
.
Tebeceee!
Review :
Q : Anaknya gak bakal dibunuh kan?
A : di chap ini Twins sudah lahirr ;)
Q : kenapa Kangin bisa selamat ?
A : Dia melarikan diri saat ditawan maen kejar kejaran deh o.O
Q : Kangin kemana aja selama ini? Kok tiba-tiba datang pas pernikahan sungmin doing?
A : udah di jawab di chapter ini yaa ^^
Q : masalah kangteuk dan hankyung apa?
A : hankyung adalah mantan kekasih leeteuk. Tapi karena han di jodohin sama heechul jadinya mereka putus. Dan han terpaksa hidup sm heechul~ sampe akhirnya Han gelap mata dan menghancurkan hidup Kangteuk
Q : Alur nya kecepetan?
A : mohon saran yang lebih spesifik lagi yaa chingu. Maksudnya harus seperti apa lagi alur yang menurut chingudeul bagus dan pas. Jeongmal gomawoyo, By The Way ^^
Q : pernikahannya udah sah belum?
A : sudah kok. Kan Ming gatau ayahnya dimana pada saat itu. Jadi bisa diwakilkan sama Han appa sbg org tua pendamping.
Annyeong~ Assalamualaikuumm~~ aku kembali nihh bawa chapter 5~ mianhae telat nge post hehe._.v
Kira-kira masih ada yang mau review ff abal ini? ._.
Pendek atau panjang nih sekarang ff nya? Ohiya, aku kelas 2 SMA~ tp tetap 98L kok;) mianhae Aku typo kemaren hehe._.v
Aku kasih sedikit clue ya, chap berikutnya adalah chap terakhir~~ ayoo, kira-kira kenapa yaa sama sungmin? U.u di chapter depan aku kasih semua flashback kenapa kyu bisa ketemu sama sungmin serta hubungan kangteuk dan hanchul.
Hehe oke~
ThanKYU for reading :*
