The Thrill of Chase
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Kim Ryeowook
Kim Jongwoon (Yesung)
Lee Hyukjae (Eunhyuk)
Lee Donghae
Rate : M
Disclaimer : Original story by Lynda Chance - Remake dari novel dengan judul yang sama dengan sedikit perubahan agar sesuai dengan karakter. Saya cuma pinjam cerita dan nama cast(s)^^
Summary : Sungmin, Ryeowook dan Eunhyuk adalah teman sekamar dan sahabat baik. Mereka masing-masing bertemu dengan seorang pria yang sangat menyukai mereka dan mati-matian mengejar mereka. Setiap bagian menceritakan secara detail masing-masing karakter dan bagaimana usaha sang Alpha male untuk mendapatkan mereka.
Warning : Genderswitch || Mature Content || Sex Activity || Typo(s)
Don't Like Don't Read
Enjoys^^
.
.
.
Donghae & Eunhyuk
Lee Hyukjae berlutut dan diam-diam memperbaiki rangkaian sequence dibaju pengantin Sungmin. Upacara pemberkatan hampir selesai dan Eunhyuk (panggilan akrab untuk Lee Hyukjae) ingin bahan pakaiannya melambai dengan lembut saat sahabatnya membalikkan badannya dan berjalan masuk kelorong dengan pengantin prianya.
Tugas selesai, Eunhyuk kembali memandang kearah yang sama saat pandangannya terjerat oleh sepasang mata yang gelap dibarisan depan tamu undangan. Eunhyuk merasakan aliran darahnya mengalir dengan cepat ke kepalanya dan bibirnya secara tidak sabar terbuka saat satu alis gelap terangkat dan tidak melepaskan pandangan darinya.
Eunhyuk gelisah, perutnya terasa diremas, dia memalingkan pandangannya dan memandang kedepan gereja dengan kaki gemetar.
Eunhyuk sudah tahu bahwa Lee Donghae akan berada disini hari ini. Dia adalah kakak Sungmin satu-satunya dan tidak mungkin dia akan melewatkan pernikahan adik perempuannya.
Walaupun Donghae tidak menghadiri acara makan malam gladi resik satu hari sebelumnya.
Tapi tentu saja semua orang akan bisa mengerti. Sebagai seorang petugas pemadam kebakaran Donghae sering dipanggil secara mendadak untuk melawan bunyi alarm tanda kebakaran dibagian selatan.
Keluaganya sudah terbiasa dengan itu, tapi Eunhyuk selalu menanggapinya dengan keringat dingin dan ketakutan yang melemahkannya saat dia mendengar Donghae sedang berusaha untuk memadamkan kebakaran.
Meskipun Donghae bukan siapa-siapa yang harus diperdulikan oleh Eunhyuk.
Dia hanya kakak dari sahabatnya.
Dan pria milik wanita lain. Tidak ada arti baginya, sungguh.
Kecuali bahwa Eunhyuk jatuh cinta padanya. Untuk waktu yang sudah sangat, sangat lama.
Kapan perasaannya berubah dari sekedar kagum menjadi cinta yang dalam? Saat Eunhyuk berumur dua belas tahun dia sudah merasa kagum pada Donghae. Saat dia terluka di umur lima belas tahun Donghae menggendongnya dan memegang tangannya sementara dia harus menerima sepuluh jahitan, Eunhyuk berpikir dia mencintai Donghae. Bisakah kau mencintai seseorang saat kau berumur lima belas tahun? Mungkin itu terjadi satu minggu sebelum pesta perpisahan SMA-nya saat teman kencannya menelpon dan membatalkannya dan Eunhyuk ditinggalkan tanpa ada yang menemani? Donghae hadir untuk menemani Eunhyuk. Eunhyuk hampir mabuk kepayang pada saat itu. Atau mungkin itu sudah terjadi saat malam pesta perpisahan SMA saat Donghae memperlakukannya seperti putri dalam cerita dongeng dan menunjukkan padanya bagaimana seorang gentlemen seharusnya bersikap.
Apa yang sebenarnya menjadi masalah jika perasaannya sudah mengambil kendali? Masalahnya, Donghae adalah hanya kakak dari sahabatnya, Donghae sudah berada dalam sebuah hubungan untuk beberapa tahun dan Eunhyuk sudah jarang melihatnya, atau malah tidak pernah.
Eunhyuk berusaha untuk tidak membandingkan setiap pria teman kencannya dengan Lee Donghae. Memang benar bahwa tidak ada seorangpun yang sebanding dengan Donghae dalam wajah, penampilan atau sopan santunnya. Jadi kenapa harus repot membandingkan?
Eunhyuk dengan tulus berharap wanita yang memiliki Donghae akan menghargai apa yang telah dia miliki. Sungmin pernah mengatakan padanya bahwa Donghae tampaknya tidak bahagia, Sungmin mengatakan Donghae dan pacarnya sering bertengkar. Hal itu membuat Eunhyuk merasakan sakit bahwa Donghae mungkin tidak bahagia.
Sebesar Eunhyuk menginginkan Donghae, di dalam hatinya, Eunhyuk sangat menginginkan Donghae bisa bahagia.
.
.
.
Donghae memandang garis punggung Eunhyuk yang langsing dan merasakan tangannya menjadi erat membentuk kepalan.
Sial, dia sangat cantik.
Donghae menyaksikan Eunhyuk tumbuh dari gadis 10 tahun yang kurus tomboy menjadi tinggi langsing dan sepenuhnya feminin. Eunhyuk seumuran dengan Sungmin, dua puluh lima tahun. Dengan umurnya yang sekarang dua puluh delapan tahun, perbedaan umur di antara mereka bisa ditiadakan. Tapi saat mereka remaja, perbedaan umur tiga tahun diantara mereka selalu membentengi mereka. Selama bertahun-tahun, Eunhyuk ia anggap terlalu muda untuknya, bahkan untuk menyadari Eunhyuk adalah seorang gadis. Tapi suatu waktu saat ulang tahun Eunhyul yang ke lima belas tahun, Donghae baru menyadari bahwa tahun-tahun berlalu, keingininannya terhadap Eunhyuk menjadi makin intens.
Tahun-tahun, jarak dan hubungan lain selalu menjauhkan Eunhyuk dari dirinya. Tapi sekarang Donghae sedang tidak sedang menjalin suatu hubungan dan dia tahu dari Sungmin bahwa Eunhyuk juga tidak sedang menjalin suatu hubungan juga.
Inilah saatnya.
Donghae akan mencobanya. Mencoba untuk mendapatkan Eunhyuk. Donghae ingin tahu bagaimana hasilnya. Eunhyuk jelas sudah cukup dewasa sekarang untuk mengatasi apa yang bisa Donghae lakukan padanya.
Pandangan Donghae menyapu dari Eunhyuk lalu memandang adik sepupunya yang berdiri di samping Eunhyuk dan bertindak sebagai pendamping wanita yang lain. Ryeowook sudah menikah. Pikiran Donghae masih mengalami masalah untuk mengumpulkan semua fakta bahwa Ryeowook terlihat semakin cantik. Gaunnya jatuh dalam lipatan lembut yang makin menunjukkan kehamilannya. Ryeowook terlihat bahagia dengan pernikahan dan calon bayinya dan Donghae samar- samar terkejut untuk mendapati hal itu terjadi dengan urutan seperti itu yaitu pernikahan dan kehamilan. Donghar baru memikirkannya ketika dia mendengar Ryeowook sedang hamil dan sudah menikah, itu urutan yang seharusnya terjadi. Tapi bukan itu yang terjadi.
Pengantin prianya, Kim Jongwoon, telah melakukan urutan semi tradisional dan mendesak Ryeowook untuk pergi ke Jeju dan menghamili Ryeowook secepat yang dia bisa. Ibu Donghae, bibi favorit Ryeowook telah mengatakan gosip yang indah itu.
Donghae tidak bisa menyalahkan Yesung seutuhnya. Saat dia memandang Ryeowook, Donghae menyadari tepatnya betapa sudah dewasa dan cantiknya sepupunya itu. Seorang pria akan sangat bodoh jika tidak segera mengunci Ryeowook agar tetap berada disisinya. Dan dari apa yang Donghae tahu dari Yesung, pria ini jauh dari bodoh.
Pandangan Donghae kembali kepada Eunhyuk.
Donghae juga bukan seorang pria bodoh.
.
.
.
Eunhyuk meneguk sampanye dan menunggu pengantin wanita dan pria untuk membuat kemunculan perdana mereka ke dalam ruangan resepsi. Ryeowook dan Yesung berdiri disampingnya.
Dari sudut matanya, Eunhyuk memandang Donghae berjalan mengelilingi ruangan dan menyapa teman-teman mereka dan kerabat yang tidak sempat dia temui kemarin malam saat dia melewatkan makan malam gladi resik. Wanita yang lebih tua, ibunya, bibi-bibi, dan neneknya, senang melihatnya. Seperti biasa, dia seorang gentleman sempurna saat dia mencium pipi dan tersenyum dengan senyuman mematikannya.
Tubuh bagian dalam Eunhyuk mengepal.
Eunhyuk sangat ingin menjadi penerima senyuman itu.
Eunhyuk tak dapat menahan diri dan bertanya kepada Ryeowook, "Dimana pacar Donghae oppa?"
"Pacar apa?" Ryeowook terdengar bingung.
"Aku tidak ingat namanya. Jass-, Jess-, sesuatu yang terdengar seperti itu?" Suaranya terdengar acuh tak acuh itu. Padahal ia tahu dengan pasti siapa nama wanita itu.
"Maksudmu Jessica? mereka putus sudah lama."
Gelombang kelegaan melanda Eunhyuk. "benarkah? Sudah berapa lama?"
"Sekitar setahun, kupikir."
"Sayang sekali." Eunhyuk berusaha untuk memasukkan nada kesedihan dalam suaranya, tapi Eunhyuk tahu dia gagal dalam usahanya.
Ryeowook tertawa. "Benar. Dia seorang yang menyebalkan. Donghae oppa cukup beruntung bisa lepas dari wanita itu."
"Turut sedih saat-" Eunhyuk berhenti bicara saat Ryeowook mengangkat tangannya dan menggerakkan tangannya. "Apa yang kau lakukan?"
"Memanggil Donghae oppa untuk datang kesini," Ryeowook menjawab dengan cepat.
"Kenapa?" Eunhyuk tahu suaranya terdengar waspada dan gelisah.
"Diam Hyukie eonni, dan lakukan saja." Ryeowook seorang mak comblang yang tidak biasa, dan Eunhyuk tahu Ryeowook mempunyai peran atas pernikahan hari ini. Ryeowook adalah orang yang berjasa membuat Kyuhyun dan Sungmin kembali bersama setelah kejadian putus yang mengerikan.
"Wookie-" Eunhyuk menerima saran Ryeowook dan diam saat dia merasakan Donghae berjalan dibelakangnya.
Ryeowook melepaskan senyuman bahagia dan memeluk Donghae untuk menyapanya.
"Hey Donghae oppa," Ryeowook menyapa.
"Hey Sepupu kecilku," Donghae menjawab dengan mesra.
Donghae melepaskan Ryeowook dengan satu tangan lalu meraih dan menjabat tangan Yesung. "Hey Man. Selamat, hyung." Walau Donghae dan Yesung tidak saling mengenal dengan baik tapi mereka telah bertemu beberapa kali dalam acara keluarga.
"Terima kasih, Hae." Yesung menjawab.
"Bayinya laki-laki." Ryeowook berkata sambil melemparkan pandangan 'kubilang juga apa' pada Donghae.
"Luar biasa. Jenis bayi terbaik untuk dimiliki." Donghae menggoda.
Ryeowook memukul Donghae dengan gaya bercanda. "Sebagai seorang pria, oppa akan berpikir begitu."
Donghae membiarkan Ryeowook kembali kepelukan Yesung saat matanya memandang Eunhyuk. "Aku seorang pria." Dia berkata, menjawab Ryeoook dengan mata penuh magisnya yang memandang Eunhyuk.
Saat Ryeowook tertawa dengan respon itu, Donghae menyapukan pandangannya kepada Eunhyuk. " Hey, gadis cantik."
Getaran gairah melanda Eunhyuk dengan kata-kata lembut Donghae itu. "Hai."
"Apa kabarmu?" mengenal Eunhyuk sejak dia berusia sepuluh tahun, efek yang Donghae rasakan terhadap Eunhyuk menembus jauh kedalam dirinya. Lebih dalam dari yang Donghae pikirkan pada saat ini.
Eunhyuk baru akan menjawab saat pintu terbuka dan semua orang mulai bertepuk tangan saat Sungmin dan Kyuhyun berjalan masuk dengan berpegangan tangan kedalam ruangan.
Hampir dengan segera Ryeowook menarik Yesung untuk menyapa pasangan yang baru saja menikah.
Eunhyuk ditinggal berdiri sendiri dengan Donghae.
Kesunyian melanda mereka sampai Donghae mengangkat dagu Eunhyuk dengan telapak tangan kasarnya dan mengulangi, "kau baik-baik saja, nak?"
"Aku bukan anak-anak lagi," Eunhyuk menantang Donghae dengan lembut.
Tangan Donghae menjadi erat diatas kulit lembut Eunhyuk saat dia menyapu tubuh Eunhyuk keatas dan kebawah. "Itu sudah pasti."
"Aku baik-baik saja."
Donghae tidak ingin menyudahi. "Ya?"
"Ya. Bagaimana denganmu? " Kata-kata Eunhyuk lembut. "Aku baik."
"Itu bagus."
Udara menjadi berat saat mereka mempelajari diri mereka masing- masing.
Tangan Donghae menyapu kulit Eunhyuk dan Eunhyuk merasakan pikirannya terbang dari kepalanya. Donghae melangkah lebih dekat dan Eunhyuk hampir tersedak dengan pandangan dimata indah Donghae. Eunhyuk merasakan kebutuhan untuk mengatakan sesuatu agar ketegangan ini berakhir. "Adik perempuanmu menikah." Astaga Hyuk, itu kan sudah jelas.
"ya. Dia menikah."
Suara batuk lembut yang feminin dengan maksud untuk menyela dengan lembut datang dari samping mereka. Tangan Donghae perlahan turun dari kulit lembut Eunhyuk saat Donghae berbalik menghadap ibunya yang memandang mereka berdua dengan pandangan bertanya.
"Hai, sayang." Ibu Donghae berkata.
"Eomma." Donghae membungkuk kedepan untuk mencium pipi ibunya walau dia sudah menyapa ibunya tadi.
Nyonya Lee memandang kearah Eunhyuk. "Kami membutuhkan bantuanmu sebentar, sayang, jika kau bisa pergi dari putraku."
Eunhyuk tersadar dari mabuk akan Donghae dan berubah menjadi pendamping wanita seutuhnya. "tentu Ahjumma, tolong tunjukkan aku jalannya."
.
.
.
Dua jam kemudian acara bersulang telah dilakukan, makam malam telah disajikan dan lantai dansa pada akhirnya telah dibuka untuk para tamu.
Donghae tidak menunggu. Donghae meninggalkan kursi tempatnya duduk dimana dia telah mengamati Eunhyuk sepanjang malam. Eunhyuk berjalan keluar dari lantai dansa setelah berdansa bersama dengan seorang pendamping pria. Donghae menarik tangan Eunhyuk dari belakang dan mengayun Eunhyuk kehadapannya.
"Giliran dansaku." Suara Donghae dalam. Donghae tidak menyatakan itu sebagai permohonan.
Akibat dari berbalik dengan cepat itu maka rok Eunhyuk mengembang dan tangan bebas Eunhyuk mendarat didada Donghae. Udara keluar dari paru-parunya. Mata Eunhyuk melebar karena sangat terkejut. Kata-kata tertahan ditenggorokannya dan dia tetap membisu.
Band memainkan lagu slow lainnya dan lengan Donghae memeluk pinggang Eunhyuk dan menarik tubuh Eunhyuk kearahnya.
Mata Eunhyuk memandang Donghae saat kebahagian panas dan intens mengisi tubuhnya. Lubang hidung Donghae melebar dan saat ia bicara, suaranya serak menjawab pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan. "Ya, seperti itu."
Eunhyuk terjebak dibawah pesona Donghae saat kebahagiaan menjalar ketulang belakangnya. Lengan Donghae erat memeluk Eunhyuk, aroma Donghae yang maskulin, sesuatu yang selalu Eunhyuk ingat. Panca indera Eunhyuk meluap saat sensasi melandanya.
Mata Donghae gelap dan intens. "Menurutmu apa yang akan dilakukan oleh keluargaku jika aku menciummu sekarang?"
Terpaku, Eunhyuk berdiri dilingkaran lengan Donghae saat kebahagiaan dan kelegaan intens bahwa Donghae ingin menciumnya menyusup kedalam pembuluh darahnya. Mereka memperlambat gerakan mereka menjadi seperti merayap. Tenggorokan Eunhyuk tegang dan dia masih tidak bisa bicara.
"Itu berarti ya atau tidak?" Donghae bertanya pada Eunhyuk.
Eunhyuk membersihkan tenggorokannya saat lengan Donghae memeluknya erat. Tangan yang memeluknya mengontrol debaran yang melanda Eunhyuk "Kupikir y-ya untuk mencium, tidak untuk disini."
Lengan Donghae jatuh dari pinggang Eunhyuk dan Donghae dengan segera mulai menarik Eunhyuk keluar dari lantai dansa.
Eunhyuk dengan cepat menarik nafas, sedikit tersandung dan mengikuti Donghae. Eunhyuk ingin mengikuti Donghae, tapi itu bukan masalah apakah Eunhyuk akan mengikutinya atau tidak karena Donghae tidak memberikan Eunhyuk pilihan. Lengan kekar Donghae hampir dikatakan menarik Eunhyuk keluar dengan terburu-buru untuk meninggalkan ruangan dan keramaian dibelakang mereka. Mata Eunhyuk menyapu barisan meja-meja yang paling dekat dengan lantai dansa dan dengan samar-samar Eunhyuk melihat ibu Donghae memandang mereka dengan ekspresi lembut diwajahnya dan Ryeowook mengamati mereka sambil menyeringai lebar. Yesung memandang mereka juga saat dia bersandar kedepan dan membisikkan sesuatu ke telinga istrinya, tangan Yesung memegang perut Ryeowook dengan cara protektif.
Lalu keramaian menghilang saat Donghae menarik Eunhyuk dari ruangan dan menariknya kekoridor gelap. Donghae berjalan sekitar tiga puluh meter dimana mereka bisa mendapatkan privasi tapi masih bisa merasakan vibrasi datang dari hentakan musik dari band yang sedang bermain. Donghae memutari sudut, mengayun Eunhyuk kedinding dan melingkupi Eunhyuk dengan lengannya.
Mata mereka bertemu saat mereka saling memandang.
"Aku butuh agar kepalaku diperiksa." Suara Donghae serak dengan gairah.
"kenapa?" Suara Eunhyuk seperti bisikan.
"Karena aku sudah menunggu sangat lama untuk melakukan ini."
"kenapa kau menunggu lama?" Eunhyuk bertanya dengan lembut.
"Aku tak tahu, semata-mata karena kebodohan?" jari Donghae menyapu bibir bawah Eunhyuk yang gemetar.
"Pesta prom," ucap Eunhyuk.
"Kenapa dengan pesta prom?" Donghae bertanya kepada Eunhyuk, jarinya bergerak maju mundur membelai bibir Eunhyuk.
"Kenapa kau tidak menciumku waktu itu?" Eunhyuk terdengar bingung bahkan bagi dirinya sendiri.
"Karena aku dua puluh satu tahun waktu itu, sedang dilanda testoteron yang meluap tak kendali dan aku tak bisa mempercayai diriku sendiri untuk bersamamu."
"Apa-apakah kau serius?" Eunhyuk sebenarnya menyukai apa yang dia dengar.
"Ya aku serius."
"Aku ingin kau menciumku malam itu,"
"Malam itu aku ingin tidur bersamamu. Dan berapa juta malam setelah malam sialan itu." Dalam desahannya Donghae melembutkan suaranya. "Kukira kau takut dan tak mau aku mencoba untuk menciummu. Lagipula setiap malam aku merasa seperti pedofil."
"Waktu itu aku berumur delapan belas tahun, aku ingin-" kata-kata Eunhyuk dipotong oleh Donghae.
"Apakah kita akan bicara sepanjang malam atau melakukannya?" ketidaksabaran mulai hadir dalam suara Donghae saat tangannya yang memegang Eunhyuk menjadi semakin erat.
"Melakukannya." Ucap Eunhyuk pendek dan singkat.
Donghae mengamati bibir Eunhyuk sementara tangannya menyapu bibir Eunhyuk kedepan dan kebelakang. Tangan Donghae menyusup masuk ke dalam rambut Eunhyuk dan merenggut kulit kepalanya.
Detak jantung Eunhyuk berakselerasi saat kepala Donghae turun dan mulut Donghae berada satu inchi dengan mulutnya. Donghae berhenti dan bicara, nafasnya hangat dan sejuk diwajah Eunhyuk. "Kau yakin?" Donghae tidak ada maksud untuk berhenti.
Tangan Eunhyuk merenggut kemeja Donghae untuk menambah stabilitas. Eunhyuk sangat gemetar. "Kumohon."
"Oh ya, aku sangat suka kata itu keluar dari mulutmu." Suara Donghae seakan arogan.
Mulut Donghae turun kemulut Eunhyuk dan dengan lembut meraih bibir Eunhyuk dengan yakin, ciuman dengan bibir tertutup. Donghae mengigit lembut bibir Eunhyuk beberapa kali lalu naik keatas untuk bertanya dengan suara serak. "Kau suka yang barusan?"
"Ya." Eunhyuk mendesah. Lalu berubah pikiran. "Tidak."
Donghae menggoda sudut mulut Eunhyuk. "kau menginginkan lebih?"
Eunhyuk sangat bergairah sehingga dia tidak berhenti untuk berpikir tentang rasa malu. "Ya."
Donghae menggeram. "Sekarang?"
Eunhyuk menggeliat saat gambaran erotis mereka berdua terbayang dipikirannya. Eunhyuk membanting tangannya kesada bidang Donghae dan memohon padanya. "Ya. Sekarang. Cium aku, ayolah."
Donghae menarik kepala Eunhyuk keatas dengan rambutnya dan meletakkan kembali bibirnya kebibir Eunhyuk, membuka bibir Eunhyuk dengan tusukan lidahnya. Mencium dengan dalam, Donghae mendorong lidahnya masuk dan menariknya keluar. Tubuh Donghae mendorong ketubuh Eunhyuk dan Donghae menangkupkan telapak tangannya kepayudara Eunhyuk.
Panca indera Eunhyuk diambil alih oleh Donghae. Eunhyuk merasa bahwa dia sudah kembali pulang kerumah. Mengintai disuatu tempat dibelakang nafsu, gairah, saat thanksgiving berada di pelukan Donghae, perasaan yang tepat. Ini adalah tepat.
Meremas payudara Eunhyuk ditelapak tangannya, semua yang Donghae inginkan adalah menggendong Eunhyuk dan membawanya keluar lalu pulang. Donghae tahu dia tidak bisa melakukan hal itu. Tidak satu pun dari mereka yang bisa pergi sebelum pesta resepsi selesai. Mereka harus menunggu sampai Sungmin dan Kyuhyun pergi untuk bulan madu mereka.
Donghae menciumnya beberapa kali lagi, panjang, menit-menit surgawi sampai Donghae tahu bahwa itu hanya berarti makin menghukum mereka berdua. Donghae melepaskan ciumannya dan menahan kepala Eunhyuk didadanya sementara nafas mereka mulai pelan bersamaan.
"Kau manis, Hyukkie. Kau selalu sangat manis." suara Donghae serak berbisik ditelinga Eunhyuk.
Eunhyuk berdiri dalam pelukan Donghae, jantungnya berdetak dengan kencang melalui pembuluh darahnya. Eunhyuk menutup matanya saat aura sensual Donghae melingkupi dirinya. Eunhyuk menarik nafas saat ia mengetahui dengan pasti bahwa Donghae menginginkannya menyusup kedalam jiwanya. Ini fantastis, perasaan yang ingin ia nikmati selamanya.
Mereka berdiri bersama-sama dalam kesunyian, tangan Donghae menyapu rambut dan kulit Eunhyuk. Donghae mengulangi itu lagi dan lagi dan walaupun Eunhyuk bisa merasakan Donghae terangsang lewat tekanan kejantanan Donghae pada perutnya, sentuhan Donghae tetap terasa menenangkan, sangat lembut. Eunhyuk menarik nafas dengan lembut ketika rasa kebahagiaan melanda dirinya.
Mereka mendengar suara langkah sepatu menggema dikoridor kosong dan melihat keatas bersamaan saat Yesung mengitari sudut. Eunhyuk mengenali pandangan protektif didalam mata Yesung saat Yesung melirik kearahnya, mengamati Eunhyuk untuk melihat tanda-tanda kekacauan lalu beralih dan memberikan Donghae pandangan singkat. Eunhyuk tahu sikap protektif Yesung kepadanya berasal dari Ryeowook. Ryeowook menyayangi Eunhyuk, karena itu, Yesung merasa perlu untuk melindungi Eunhyuk dari bahaya.
Penilaian Yesung beralih dari Donghae lalu kembali kepada Eunhyuk. Yesung mengangkat alisnya dan bicara kepada Eunhyuk. "Wookie memintaku untuk mencarimu. Dia bilang Sungmin membutuhkanmu."
Eunhyuk menganggukkan kepala kearah Yesung dan tersenyum lembut. "Terima kasih. Aku akan segera kesana."
Yesung memandang mereka terakhir kalinya sebelum berbalik dan berlalu.
Eunhyuk mulai menarik dirinya dari lengan Donghae. "Aku harus pergi."
"jangan dulu." Donghae membujuk.
"Aku harus pergi. Adik perempuanmu membutuhkanku."
Pandangan marah dan frustasi mengeras diwajah Donghae "Baik. Jangan pergi jauh-jauh. Aku akan mengamatimu. Jangan sedetikpun berpikir aku sudah selesai denganmu. Dengan ini. Dengan kita."
.
.
.
Sisa malam berlalu dengan cepat bagi Eunhyuk. Eunhyuk berjalan dengan rasa bahagia yang tiada tara, bahagia akan hidup, bahagia akan Donghae, bahagia akan acara yang sangat membahagiakan. Sungmin dengan jelas sangat jatuh cinta dengan Kyuhyun dan Kyuhyun juga demikian, hal itu membuat Eunhyuk menangis beberapa kali. Diantara bersulang, makanan, kue dan keramaian, Eunhyuk menyadari mata Kyuhyun mencari-cari dan menemukan pengantin wanitanya. Itu seperti pengantin baru ini terhubung oleh arus listrik. Eunhyuk melihat bagaimana Sungmin akan melirik dan menemukan pandangan Kyuhyun terfokus padanya. Sungmin akan tersenyum kepada Kyuhyun, wajah Kyuhyun kemudian akan menjadi relaks lalu Kyuhyun akan melanjutkan apapun yang sedang dia lakukan pada saat itu. Eunhyuk tahu tanpa ragu bahwa Kyuhyun mencintai Sungmin dan pria yang tepat untuk Sungmin. Bagaimana bisa Sungmin pernah meragukan itu?
Eunhyuk hanya berharap dia bisa menemukan kebahagian yang sama. Sensasi kehangatan melanda dirinya saat Eunhyuk berpikir tentang ciuman itu lagi. Sepanjang malam, pikiran itu tidak pernah jauh darinya.
Dansanya menyenangkan dan melelahkan, sampanye mengalir dengan lancar dan dibelakang pikirannya. Eunhyuk tahu Donghae menunggu disamping resepsionis, mata indah Donghae tertuju padanya sepanjang waktu.
Donghae menghampiri dan mengajak Eunhyuk berdansa beberapa kali untuk lagu yang slow dan jika tidak, Donghae dengan gagah berdansa dengan wanita yang lebih tua dalam keluarganya, kebanyakan dari para wanita itu janda. Eunhyuk mengagumi Donghae melakukan hal itu.
Eunhyuk selalu mengetahui bahwa Donghae seorang pria yang baik.
Begitu tampan. Begitu seksi.
Pada suatu saat, Eunhyuk melihat Donghae mengambil ponselnya dari dalam kantong jasnya dan entah apa yang dia baca dari layar ponselnya, dahinya berkerut.
Tak lama kemudian, Donghae melangkah dan bicara dengan Sungmin dan Kyuhyun lalu kepada kedua orang tuanya. Eunhyuk melihat Donghae berjalan menuju pintu, memalingkan wajahnya sampai matanya menemukan Eunhyuk. Donghae tersenyum kecewa, menggelengkan kepalanya seperti Donghae telah kehilangan sesuatu lalu Donghae berpaling dan berjalan keluar pintu.
Ibu Donghae melirik kearah Eunhyuk dan berjalan menuju Eunhyuk. Nyonya Lee memegang tangan Eunhyuk. "Dia mendapat panggilan, sayang. Darurat. Kebakaran besar. Dia harus pergi." Ibu Donghae menggengam tangan Eunhyuk erat dan kedua wanita ini membagi kekhawatiran tentang seorang pria yang tidak pernah jauh dari pikiran mereka.
.
.
.
Malam berikutnya Eunhyuk sedang membersihkan apartemennya yang hampir kosong saat ponselnya berbunyi tanda notifikasi SMS masuk. Eunhyuk membersihkan tangannya, naik keatas sofa dan mengambil ponselnya.
Kata-kata yang dia baca mengirimkan rasa bahagia kedalam dirinya. "Hey gadis cantik."
Eunhyuk tidak menyimpan nomor Donghae didalam ponselnya, tapi siapa lagi? ini harusnya menjadi pertanda yang bagus. Bagaimana dia harus menjawab? Dia harus memastikan ini Donghae. Tidak ada harapan baginya jika itu bukan Donghae, "Donghae oppa?"
"Ya."
Detak jantungnya berakselerasi karena konfirmasi Donghae itu. Giliran Eunhyuk. Sial. "Senang bisa bertemu denganmu."
"Senang sekali bisa menyentuhmu." Oh Tuhan. "Yeah."
"Kau setuju?"
"Aku setuju." Tentu saja Eunhyuk setuju!
"Dan kau akan mengizinkanku untuk menyentuhmu lagi?"
Wow. Intens. Bagaimana cara menjawabnya jika jawabannya sudah jelas untuk Eunhyuk? "Um..."
"Jawaban macam apa itu?"
"Jawaban macam apa yang kau inginkan?"
"Jawaban positif."
"Dimana kau?"
"Daegu."
"Benarkah?"
"Aku tak akan bohong padamu."
"Kebakaran?"
"Ya, kebakaran besar."
Rasa takut menjalar di tulang belakang Eunhyuk. "Apakah kau berhati-hati?"
"Aku selalu berhati-hati, sayang."
"Di mana kau menginap sekarang?"
"Hotel. Hanya bersantai. Hari yang melelahkan."
"Aku minta maaf."
"Aku berharap kau ada di sini."
"Diatas tempat tidur denganmu?" Eunhyuk tak bisa percaya dia mengirimkan SMS itu.
"Diatas tempat tidur dibawahku."
Oh. Astaga. Tangan Eunhyuk mulai gemetar. Dan Eunhyuk tidak menjawab cukup cepat sebelum Donghae mengirimkan SMS berikutnya.
"Kau tahu itu yang akan terjadi padamu saat aku kembali?"
"Apa aku harus mengatakan sesuatu tentang itu?"
"Tidak juga, sayang."
Apa yang Donghae ingin dengar dari Eunhyuk sekarang? "Um..."
"Serius?" Eunhyuk sepertinya bisa benar-benar mendengar nada ketidaksabaran dalam suara Donghae.
"Serius apa?"
"Serius kau ingin berdebat soal itu?"
"Tidak."
"Lalu apa maksud 'um' tadi?"
"Aku tak tahu apa yang harus aku katakan padamu."
"Katakan ya. Aku ingin bertemu denganmu saat aku pulang dari Daegu dan aku ingin kau mengatakan bahwa kau menginginkannya juga."
"Aku juga menginginkannya." Dengan semua perasaannya. Eunhyuk sudah menginginkannya dari dulu.
"Bagus."
"Kapan kau akan pulang?"
"Kebakaran harusnya sudah bisa diatasi sebelum seminggu. Bersiap-siaplah."
"OK."
"Malam, sayang."
"Malam. Hati-hati."
Eunhyuk meletakkan ponselnya dan memeluk dirinya sendiri. Eunhyuk memejamkan matanya dan seringai lebar muncul di wajahnya.
Bisakah mimpinya benar-benar menjadi kenyataan? Ya Tuhan, Eunhyuk benar-benar berharap itu bisa. Walaupun Eunhyuk sangat menyayangi Sungmin dan Ryeowook, dan dia benar-benar bahagia mereka telah menemukan pria impian mereka, tapi cukup sulit baginya saat jauh didalam hatinya dia tahu bahwa hanya ada satu pria yang bisa membuatnya berbahagia.
Dan sekarang Eunhyuk mempunyai peluang untuk bersama pria itu! akhirnya.
Selama beberapa menit, Eunhyuk mencoba untuk membuat dirinya percaya pada kenyataan bahwa dia dan Donghae baru saja saling mengirim SMS, lalu Eunhyuk beranjak dan mulai melanjutkan membersihkan apartemennya yang tadi sempat ditinggalkannya dengan penuh semangat.
.
.
.
Senin malam saat Eunhyuk sudah beberapa jam pulang dari Bank tempat dimana dia bekerja dan beristirahat untuk bersantai didepan TV, ponselnya kembali berbunyi. Please, please, please.
Eunhyuk mengambil ponselnya dan membaca tampilan di layar. Ini Donghae lagi dan kebahagiaan langsung melandanya. Eunhyuk membuka ponselnya dan membaca SMS Donghae. "Pakaian apa yang sedang kau kenakan?"
Eunhyuk tertawa terbahak-bahak. Apakah mereka akan melakukan permainan ini? mungkin akan menyenangkan. "Tidak pakai apa- apa. Apa yang sedang kau pakai?"
"Jangan buat aku terkena serangan jantung. Hanya butuh membayangkan."
Eunhyuk melihat kebawah kebaju tidur lama dan usangnya. Tidak akan. Eunhyuk harus berbohong. Atau tidak. Eunhyuk memandang kaki telanjangnya dan mendapat ide nakal. Eunhyuk melepaskan sandal jepit Sponge Bob nya dan menjatuhkannya kelantai. Kakinya terlihat indah. Eunhyuk merawat kakinya dan mencat jari-jarinya kemarin malam. Eunhyuk mengangkat baju tidurnya keatas pahanya, menyilangkan satu kaki telanjangnya keatas kaki lainnya lalu megambil foto dari atas paha kejemari kakinya yang dicat merah muda.
Eunhyuk melampirkan foto itu ke SMS nya dan menekan tombol kirim. Dan menunggu. Dan menunggu.
Akhirnya, ponselnya bergetar dan Eunhyuk menyeringai dan membuka SMS nya. "Kau akan membayar ini dengan sangat mahal."
Eunhyuk tertawa lagi. Ini menyenangkan. "Tidakkah kau ingin membalas kebaikanku?"
"Tidak sekarang. Yang lain."
"Yang lain apa?"
"Kirim foto yang lain."
Rasa bahagia yang tajam melanda Eunhyuk dan mendarat didalam kolam panas basah didalam celana dalamnya. Donghae sangat menarik! "Kau ingin foto lainnya?"
"Sekarang Hyukie."
Oh. Wow. Ok. Eunhyuk berpikir sejenak. Dia tidak pernah mengirimkan foto telanjangnya pada siapapun dan lagi pula mereka belum pernah bercinta. Belum. Tidak, Eunhyuk tidak punya keberanian untuk melakukan itu. Dan tentu Donghae tidak mengharapkan hal itu, kan? Apa yang Donghae ingin Eunhyuk berani untuk lakukan? Nafas Eunhyuk menjadi cepat saat Eunhyuk berpikir dia terangsang dengan memikirkan hal ini, untuk melakukan hal ini. Eunhyuk mengangkat baju tidurnya dan melirik kebagian tubuh bawahnya. Merah muda dan berenda. Tapi Eunhyuk bahkan tidak pernah berpikir dia bisa melakukan hal itu. Tidak sebelum mereka segera saling mengenal.
Eunhyuk bersandar kebelakang, mengempeskan perutnya supaya terlihat lebih cekung, menahan baju tidurnya dibawah payudaranya dan mengambil foto perut telanjangnya sampai kepada renda celana dalamnya. Eunhyuk mengambil empat foto lalu memilih yang terbaik dan sebelum dia bisa berpikir ulang, Eunhyuk menakan tombol kirim.
Eunhyuk mengigit bibirnya dan menunggu. Dia gugup sementara dia menunggu. Foto seperti itu tidak apa-apa, ya kan? Hanya foto perutnya. Eunhyuk memperlihatkan perutnya setiap waktu. Dikolam renang. Dipantai.
Eunhyuk tidak harus menunggu lama. Donghae membalas SMS Eunhyuk dengan segera. "Fotonya bagus sekali. Sekarang aku ingin foto celana dalamnya."
Eunhyuk merasa pipinya merona dan merangkak kedadanya. Eunhyuk membalas SMS Donghae. "Tidak akan."
"Ya. Sekarang."
"Tidak."
"Aku akan pulang hari Jumat. Akan jadi lebih mudah bagimu jika kau melakukan apa yang aku katakan sekarang."
Oh tolong. Itu terdengar seperti ancaman. Ancaman seksual. Ancaman mempesona, bergairah yang membuat celana dalammu basah.
Eunhyuk melepas celana dalamnya dan mengambil botol wine lalu mengisi botol dengan air untuk memberikan efek, mengatur celana dalam dan beberapa benda lainnya diatas meja dan mengambil foto.
Eunhyuk menekan tombol kirim dan menunggu.
"Sangat cantik tapi bukan itu maksudku. Apakah kau sedang minum?"
"Tidak. Hanya kupikir itu akan membuat fotonya cantik."
"Apakah itu celana dalam yang sama yang kau kenakan dan menyentuh kulitmu beberapa menit yang lalu?"
"Ya"
"Kau masih telanjang sekarang?"
"Tidak."
"Kau sudah memakai celana dalammu lagi?"
"Ya."
"Aku ingin foto celana dalam itu saat sedang kau pakai."
"Tidak."
"Fotomu. Pakai. Celana dalam.""Tidak."
"Hyukie. Sayang. Sekarang."
Oh Tuhan. Ini hal paling seksi yang pernah Eunhyuk lakukan. Sejauh ini. Melakukan hal ini kepada Donghae begitu meggairahkan dan lebih seksi daripada hubungan seks manapun yang pernah Eunhyuk lakukan dalam hidupnya.
Eunhyuk mengirimkan SMS lainnya. "Apa kau yakin?"
"Ya."
Eunhyuk mengatur dirinya diatas sofa, mengempeskan perutnya lagi, mengangkat baju tidurnya dan mengambil beberapa gambar perutnya termasuk celana dalamanya. Eunhyuk melihat semua foto yang dia ambil dan memilih foto yang paling cantik. Menarik nafas sangat dalam lalu dia menekan tombol kirim.
"Kau cantik. Aku selalu tahu kau cantik."
"Terima kasih. Aku tak bisa percaya aku melakukannya."
"Percayalah, sayang. Sekarang letakkan tangan di vaginamu."
Rasa terkejut yang tajam dan rasa terangsang yang intens melanda kedalam tubuh Eunhyuk saat dia membaca permintaan nakal Donghae. Eunhyuk menyukainya, tapi tidak akan! dia tidak akan melakukannya.
"Tidak." Eunhyuk mengirimkan SMS penolakan.
"Ya."
"Tidak."
"Sayang. Ya."
" ... "
"Berikan aku sesuatu sayang. Aku kesepian setelah mengalami hari yang melelahkan memadamkan api."
"Tidak."
"Sekarang."
"Tidak."
" ... "
"Hae. Aku juga ingin. Tapi aku tidak bisa."
"Ini saja. Ini akan menjadi permintaan yang terakhir. Lalu aku akan memimpikanmu sepanjang malam."
Oh Tuhan. Donghae tahu bagaimana untuk merayu Eunhyuk. Eunhyuk sangat sangat senang jika Donghae memimpikan dirinya. Tuhan tahu, Eunhyuk sudah memimpikan Donghae cukup lama.
Eunhyuk memandang kebawah ketangannya. Eunhyuk sebelumnya tidak pernah memperhatikan kaki dan tangannya begitu dekat seperti yang terlihat didalam foto. Tapi foto-foto ini sangat jelas. Dan Donghae akan menjadi orang yang memandang foto-foto itu. Apakah Donghae akan melihat foto-foto itu dan melakukan apa yang Eunhyuk pikir akan dilakukan oleh Donghae? Aliran basah panas menyusup lagi kedalam dirinya. Eunhyuk bisa melakukan hal ini untuk Donghae. Jika ia melakukannya, itu akan membuat hari Jumat nanti menjadi lebih panas jika mereka pada akhirnya bersama. Jadi kenapa tidak?
Segera, Eunhyuk akan memberikan seluruh tubuhnya. Eunhyuk tidak akan membuat Donghae menunggu. Ia tidak bisa. Ia sudah menunggu Donghae seumur hidupnya.
Tangan Eunhyuk cantik dengan manicure. Eunhyuk mengatur dirinya lagi diatas sofa. Mempersiapkan ponselnya untuk kembali mengambil foto, ia meletakkan ponselnya pada satu sisi sementara ia mencoba untuk mengira-ngira apa yang Donghae inginkan. Dia tetap mengenakan celana dalamnya. Untuk itu, ia tidak ragu. Eunhyuk hanya sanggup sejauh itu saja.
Eunhyuk meletakkan tangannya dan menggerakkan tangannya kebawah kearah perutnya sampai mendarat pada titik diantara pahanya. Eunhyuk mengangkat satu lutut dan sedikit melebarkan kakinya. ia menangkup bagian panas milikya dan membayangkan Donghae memandang foto yang akan dia kirimkan ini. Cairan mulai mengalir ke celana dalamnya. Eunhyuk mendesah pelan dan mengigit bibirnya. Ia menarik nafasnya saat rangsangan meluap kedalam tubuhnya. Ia menegang dan perutnya tenggelam kedalam karena nafas yang dia tarik dengan dalam. Eunhyuk memandang kebawah pada apa yang akan Donghae lihat. Ia tak pernah berpikir sebelumnya bahwa tubuhnya cantik, tapi melihatnya sekarang, lewat pandangan Donghae, Ia berpikir mungkin tubuhnya indah. Pusarnya kecil, melekuk vertikal membelah perutnya. Renda merah muda turun rendah, hampir ketulang pubisnya. Eunhyuk mendorong tangannya kebawah dan menangkup bagian panas tubuhnya dengan keras dan membiarkan ibu jarinya masuk kecelana dalamnya.
Eunhyuk mengambil foto dengan kamera ponselnya. Ia memandang fotonya dan mendesah.
Fotonya erotis.
Ini yang Donghae inginkan.
Jadi Eunhyuk menekan tombol kirim dan menunggu. Ponselnya bergetar dan berbunyi tiga puluh detik kemudian.
Panggilan masuk. Bukan SMS.
Eunhyuk menjawab teleponnya, suaranya serak keluar dari tenggorokannya. "Hai."
"Aku hanya akan mengatakan hal ini sekali saja. Aku ingin kau mendengarkan aku dan memahami. Aku sudah selesai untuk menunggumu. Aku sudah menunggumu sampai dewasa sudah seumur hidupku. Kau dulu selalu terlalu muda lalu kau sedang menjalin suatu hubungan dengan orang lain, atau aku yang sedang berhubungan dengan orang lain. Itu sekarang berakhir. Dengan foto yang tadi kau kirimkan padaku, aku menyatakan kepemilikan. Kau milikku. Jangan menerima ajakan kencan dari siapapun lagi. Sekarang hanya ada kau dan aku. Dan saat aku kembali, kita akan memperkokoh ikatan. Kau mengerti?"
"Y-Ya."
"Bagus."
"OK."
Lalu ada keheningan di antara mereka sementara Eunhyuk menunggu detak jantungnya kembali berdetak normal. Tangannya gemetar saat dia menahan ponselnya agar tetap berada ditelinganya.
Suara Donghae tidak lagi tajam. Sekarang terdengar seperti memuja, penuh kekaguman. "Kau cantik. Aku akan menyimpan foto-foto itu selamanya. Aku akan selalu memilikimu di dalam sakuku."
Eunhyuk menikmati kata-kata Donghae didalam hatinya untuk sesaat. "Hae, aku-"
"Terima kasih telah mengirimnya. Aku membutuhkannya. Aku membutuhkanmu. Aku tadi menjalani hari yang buruk. Apa yang aku inginkan adalah kekacauan ini berakhir, agar kebakaran bisa dikendalikan. Aku ingin pulang. Aku ingin akhirnya tenggelam ke dalam dirimu. Itu seharusnya terjadi kemarin malam. Kau tahu?"
Eunhyuk tidak mencoba untuk menyanggahnya. "Aku tahu."
"Aku menginginkan itu terjadi."
"Aku juga."
"Kau berhati-hati, sayang. Jaga diri baik-baik sampai aku pulang. Ok?"
"OK. Kau juga."
"Malam."
"Selamat malam."
Eunhyuk meletakkan ponselnya, menarik baju tidurnya kebawah dan meringkuk seperti bola. Hal ini berarti semua mimpinya bisa menjadi kenyataan. Jika Donghae memiliki perasaan yang sama terhadapnya seperti apa yang ia rasakan terhadap pria itu. Jika apa yang Donghae rasakan lebih dari sekedar nafsu dan gairah semata.
Eunhyuk hanya bisa menunggu dan melihat.
.
.
.
-Tbc-
.
.
.
Annyeong~
Yosh ini dia part HaeHyuk.. yang nungguin bang ikan tuh udah nongol langsung blak-blakan malah hahah
Jadi untuk kasus(?) HaeHyuk mereka memang sudah lama saling memendam perasaan..
Tipe setia yang sulit berpaling meskipun sudah mencoba, bukan tipe yang baru kenal langsung mau gabres(?) aja kaya.. #lirikKyu
Kyu : *melotot ala Suzana* #tendangAuthor
Yoweslahh dari pada saya nanti ga dikasih jatah(?) Sama Kuyun.. jatah jajan maksudnya secara kan babeh hihihihiiiii~
Chap depan ff ini udah End lhoo.. ayo dong yang belum muncul mampir bentar kekotak review heheh #plakk
Saya mengucapkan terima kasih banyak bagi yang sudah mampir, membaca, review, fav, follow, juga silent reader.
Selamat tahun baru untuk semuanya yeay!
Semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin & lebih banyak perubahan menuju hal positif^^
Selamat hari spesial juga untuk para ELF PUMPKINS & KMS pokoknya yang STILL SUNGMINS STAND #HAPPYEONGMINNIEDAY^^
Wish you all d'best lahh buat Sungmin Oppa pokoknya yang benar-benar d'best d'best d'best of d'best~
#semogaKyuMincepatbersatukembali^^
