All Of Me

Part 2 : NaruHina

Disclaimer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Warning : typo, alur kecepetan, cerita mainstream

Don't like, don't read ya ..

Tanda "..." berrarti lagu ya,

blackcherry-hime proudly present:

All Of Me

Beda Sasuke, beda lagi dengan temannya Naruto. Ia tahu ia terpesona pada Hinata, tapi ia masih mengingkari hal itu. Memberi petuah pada temannya, tapi untuk diri sendiri bahkan ia tak mampu. Aaahh… ia jadi bingung sendiri. Setelah kepergian Sasuke siang tadi, ia hanya duduk-duduk dengan temannya yang lain, tapi seperti ada yang terlupa darinya. Tapi apa ? Ia mencoba mengingat dengan keras, hari ini sabtu kan ? Yaya, checklist. Hanya ada ekstrakulikuler ? Yap, checklist. Ngomong-ngomong soal ekstrakulikuler...

"Apaa? Astaga, kenapa tidak ada yang mengingatkanku ? Aku harus bergegas …"

Ya, ia lupa dengan ekskul drama yang ia pilih. Hanya iseng sih, karena yang lain sudah terlalu 'mainstream' baginya. Saat tengah berlari, entah mengapa ia malah membayangkan wajah manis Hinata. Haha … lupakan itu untuk sementara. Yang penting, ia harus tiba tepat waktu jika tidak ingin dapat ceramah gratis dari sang pembina.

Di ruang klub drama, yang lain tengah latihan, tapi Hinata tak bisa menemukan partner latihannya. Ya jelas, temannya itu sudah pasti terlambat kan ?

'Brakkk …'

Pintu dibuka dengan keras, bahkan engselnya hampir terlepas. Pemuda itu datang dengan nafas terengah dan langsung melihat seisi ruangan demi mencari Hinata.

'Indigo … indigo … Mana ya ? Hmm, aahh… dapat, itu dia!' batinnya senang setelah melihat teman latihannya itu.

Entah kenapa, kelas drama minggu ini diubah menjadi kelas dansa. Naruto dan Hinata, mereka merasa mengulang kembali kejadian 2 minggu lalu. Music terdengar, dan Naruto mulai mendekati Hinata dan mengajaknya berdansa.

"what would I do without your smart mouth"

"drawing me in and you kicking me out"

"got my head spinning, no kidding, I can't pin you down"

Benar, kejadian itu terulang lagi. Wajah yang merona itu kembali memikat Naruto. Senyum manis itu lagi dan lagi membuat Naruto kacau.

"what's going on in that beautiful mind"

"I'm on your magical mystery ride"

"and I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright"

Tubuh mereka bergerak secara naluriah, tangan Narutopun bergerak semakin erat merangkul pinggang ramping itu. Membuat tubuh sang gadis makin dekat, dan ia bisa mencium aroma segar dari tubuh sang gadis.

"my head's underwater but I'm breathing fine''

"you're crazy and I'm out of my mind"

Lengan kokoh itu sedikit bergetar ketika dengan pasti ia dapat memeluk Hinata lagi. Perasaan nyaman itu kian terasa dan ia mulai mengakuinya. Mengakui bahwa ia sedang jatuh dalam pesona seorang Hyuuga Hinata.

''cause all of me, loves all of you'

''loves your curves and all your edges"

"all your perfect imperfections''

"give your all to me, I'll give my all to you''

"You're my end and my beginning''

"even when I lose I'm winning''

Naruto sadar posisi mereka saat ini membuat Hinata gugup, tapi ia tak menghiraukan itu. Ia hanya ingin melihat wajah Hinatanya dalam ekspresi yang sangat menggemaskan itu.

"Pftt..hehe kau lucu, hime…" ucapnya spontan di depan Hinata.

Mereka sama-sama terkejut dan merona. Tapi Naruto dengan cepat bisa mengendalikan diri. Ia kembali merapatkan diri dengan Hinata hingga ujung hidung mereka saling bersentuhan.

"Hinata…"

Suara Naruto rendah dan dalam. Perlahan ia menurunkan wajahnya dan mengecup bibir indah Hinata. Lembut, namun hanya sekilas saja. Ia lantas memandang wajah terkejut Hinata.

"Na-naruto-kun, kau… kau …"

Yap, kesempatan emas bagi Naruto dan malang bagi Hinata. Segera saja ia lahap bibir mungil itu lebih dalam dan dalam. Tangan yang tadinya ada di pinggang Hinata, kini berpindah di belakang kepalanya. Lama, ya ciuman itu cukup lama. Seluruh siswa di sana ikut menyaksikannya tanpa berani menginterupsi momem itu. Lumyan kan, tontonan gratis ? Setelah puas, Naruto kembali menatap wajah merona Hinata dan tanpa ia sadari, ia juga turut merona karena memandang wajah itu.

"Kau milikku, Hyuuga Hinata. Sekarang dan selamanya!"

Mutlak. Tak terbantahkan. Apa yang Naruto ucapkan bagai mantra yang hanya bisa membuat Hinata mengangguk tanpa berani membantahnya. Naruto lantas memeluk Hinata. Seiring waktu, pelukan itu semakin erat saja. Ya, ia akan terus memeluk Hinata dan tak akan membiarkannya pergi dari sisinya. Selamanya.

END

~Omake

"Hmmm… Maaf Uzumaki-san, dan Hyuuga-san, bias ikut saya ke kantor sekarang?" Tanya Tsunade-sensei sambil mengeluarkan aura iblisnya.

Naruto yang menyadari hal itu akhirnya melepaskan pelukannya dan mengajak Hinata berlari. Ia tidak mau jadi sasaran amarah nenek seksi itu. Sementara Naruto dan Hinata dalam keadaan 'hidup dan mati', di bawah pohon maple itu pasangan baru lainnya tertidur dengan saling berbagi earphone. Aaahhh… damainya mereka.

Fin

yapp..sequelnya cuma 2 chp ya, maaf kalau mengecewakan, semoga minna-san suka dan kalau ada kritik ataupun saran silahkan di review yaa.. arigatou buat yang udah baca dan review chp sebelumnya. sampai jumpa di fanfic saya berikutnya ...