Sebelumnya..
kai telah sampai di depan ruang inap kyungsoo. Ia membuka pintu itu dengan pelan. Takut yeoja yang ia sayang itu terbangun. Ia Melangkahkan kakinya masuk, lalu duduk di atas kursi yang di sediakan disebelah ranjang kyungsoo. Kyungsoo terlihat sangat pucat sekarang, di tangan kirinya, terlihat sebuah jarum yang memasukkan obat dari infus ke dalam tubuh kurusnya, ia juga dibantu dengan masker oxygen agar bisa memenuhi pasokan oxygennya. Melihat keadaan itu, kai sangat sedih. Ia menggenggam tangan kanan kyungsoo yang tidak menggunakan infus. Kai sangatlah takut akan kehilangan yeoja yang ia sangat cintai itu, bisa di bilang ia belum siap menerima kenyataan.
Missing you chapter 3
Namja berkulit tan itu terbangun dari tidurnya, sepertinya ia tertidur saat menjaga kyungsoo. Ia menolehkan kepalanya kearah kyungsoo sekilas, ternyata yeoja itu belum membuka matanya. Namja itu mengarahkan tangan kanannya untuk menngenggam tangan mungil milik kyungsoo, sedangkan tangan kiirinya mengelus rambut kyungsoo dengan lembut. Menunggu agar yeojanya segera membuka mata indahnya itu.
Secara tiba tiba, kai merasakan tangan kyungsoo yang berada di genggamannnya bergerak, membuat kai langsung membelakkan matanya, lalu segera menolehkan kepalanya kearah wajah kyungsoo. Dan itu membuatnya langsung menitikkan airmata bahagia. Ya, kyungsoonya telah sadar. Menyadari itu, ia langsung memanggil dokter agar ia bisa mengetahui keadaan kyungsoonya.
Oooo
Kini, kai kembali berada di ruangan sang dokter. Ya, ia akan membicaran keadaan kyungsoo sekarang.
"jadi, bagaimana keadaan kyungsoo, dok?" Tanya kai memulai percakapan, dengan suara yang sedikit gugup.
"untuk sementara waktu, keadaannya sangat jauh dari kata baik. Dalam artian, keadaanya masih sangat lemah. Kami harus segera mengambil tindakan, maka dari itu anda harus cepat mengambil keputusan yang terbaik untuk kyungsoo-shii" jelas dokter itu detail.
"baiklah dok. Saya akan berdiskusi dengan keluarga besarku dan mengambil keputusan kasih atas bantuan anda, dok. Saya permisi"
KAI POV
Ku langkahkan kakiku ke dalam ruangan rawat inap kyungsoo. Lalu kutolehkan kepalaku kearah ranjang kyungsoo, teryata dia tidak tidur. Ia menatap kearah luar jendela, sepertinya ada yang ia pikirkan. Aku melangkah menghampirinya, lalu memeluknya. Rasanya ingin sekali menangis, tetapi kutahan airmataku ini, aku tak ngin menagis didepannya dan membuatnya khawatir.
"j-jonginnie" tiba-tiba ia memanggilku
"wae, baby?"
"s-sesak" dengan segera, aku melepaskan pelukanku
"gwenchana?" tanyaku dengan sedikit khawatir padanya
"nan gwenchana. Tapi kenapa kau memelukku erat sekali?" Tanyanya dengan wajah polosnya, dia juga memiringkan kepalanya. Ah, neomu kyeopta!
"kau tahu? Aku sangat khawatir padamu. Dan aku sangat senang kau telah sadar" jawabku jujur
"terima kasih telah mengkhawatirkanku, tetapi tenanglah, aku baik-baik saja" ujarnya. Walaupun aku tahu ia 100% berbohong padaku
END KAI POV
oooo
hari ini kai tidak pergi bekerja. Tentu saja ia mengambil cuti untuk menemani istrinya di rumah sakit, ia tak akan bisa bekerja jika pikirannya selalu mengarah kepada kyungsoo. Ditambah lagi dengan pengambilan keputusan tindakan pengobatan pada kyungsoo, ia juga tak bisa memutuskannya sendirian. Jadi hari ini kai akan pergi ke rumah mertuanya bersama orangtuanya untuk mendiskusikan masalah itu.
-skip time-
Kini kai bersama orangtuanya telah sampai di kediaman orangtua kyungsoo. Kedatangan mereka di sambut oleh eomma dan appa kyungsoo, setelah itu mereka memasuki kediaman kyungsoo.
"jongin, ada apa sebenarnya? Mengapa kita harus berkumpul? Mana kyungsoo?"
"eomma, appa, mianhae. Aku meminta kalian untuk berkumpul disini karena aku ingin memberi tahu bahwa kyungsoo sekarang sedang dirawat di rumah sakit." Ujar kai sambil menahan air matanya
"HAH? KYUNGSOO DI RAWAT DI RUMAH SAKIT? APA YANG TERJADI PADANYA JONGIN?" Tanya eomma kyungsoo bertubi tubi pada kai.
"mianhae umma, aku baru bisa memberitahukan pada kalian hari ini. Karena semalam aku sangat panic saat melihat kyungsoo tak sadarkan diri di toilet dengan hidung yang mengeluarkan darah. Sehingga ponselkupun tertinggal di kamarku." Kini pertahanann kai telah runtuh. Airmatanya jatuh ke pipi tirusnya. eommanya dan eomma kyungsoopun langsung menangis di dalam pelukan suaminya masing masing.
"lalu, kyungsoo sakit apa, jongin?" Tanya appa kai
"kyungsoo.. terkena leukemia stadium akhir. Kata dokter yang menangani kyungsoo, kemungkinan ia telah mengidap penyakit ini dari lama, tetapi kyungsoo malah lebih memilih untuk menutupinya dari kita semua. Dan kita sekarang harus mendiskusikan tentang pengobatannya" kai menjelaskan apa yang terjadi pada kyungsoo sambil menangis. Ia menjelaskan secara detail. Kedua orangtua mereka yang mendengar kabar itu langsung menangis, tak menyangka dengan apa yang terjadi pada kyungsoo.
"eomma, appa, kita harus memilih salah satu dari dua pilihan yang ada. Pertama adalah operasi pencangkokan sumsum tulang belakang, tetapi kemungkinan keberhasilan dari operasi itu hanya sekitar 15%.." kai menghela nafasnya sejenak
"dan juga memiliki resiko yang sangat besar. Sedangkan yang kedua adalah dengan melakukan kemotheraphy" kai melanjutkan kata-katanya sambil menahan tangis. Dan saat kata-katanya terselesai tangisnya langsung pecah. eommanya menepuk nepuk pundaknya sambil menangis.
"lebih baik jika kita mengambil jalur kemotheraphy saja. Karena resikonya tak begitu besar. Walau memang itu haya bisa untuk mengulur waktu, tetapi itulah yang terbaik" tiba tiba appa kyungsoo mengeluarkan suaranya. Membuat kai langsung mendongakkan kepalanya
"betul, kita tak bisa langsung mengambil keputusan akan mengoperasinya. Dan memang operasi itu memiliki resiko tinggi" ucap appa kai meng-iya kan penuturan appa kyungsoo.
"baiklah kalau begitu, aku akan memberitahu dokter tentang keputusan ini. Habis dari sini aku akan langsung ke rumah sakit untuk membawakan pakaian kyungsoo" jawab kai
"EOMMA IKUT!" teriak eomma kai dan eomma kyungsoo bersamaan
"mianhae eomma, lebih baik kalian menyusul bersama appa, Karena mobilku penuh oleh barang barang kyungsoo" jawab kai
"baiklah kalau begitu, kami akan kesana nanti sore" jawab eomma kai
"baiklah, eomma, appa, aku permisi" pamit kai
"berhati-hatilah saat menyetir, jongin-ah"ucap eomma kyungsoo
"arraseo, eomma^^" jawab kai sambil melangkahkan kakinya menuju garasi.
oooo
kai telah sampai di rumah sakit. ia melangkahkan kakinya memasuki ruangan kyungsoo. Lalu mengarahkan pandangannya pada yeoja-nya. Ternyata yeoja itu sedang tidur. Kai menghampiri kyugsoo yang sedang tertidur, lalu mengecup kening yeoja itu.
"apa kau telah menyadari penyakit yang kau derita, soo-baby?"
"jika memang benar kau telah menyadarinya, kenapa kau tidak memberitahuku? Kenapa kau menutupinya dari semuanya?" lirih kai. Lalu kembali mengecup kening sang yeoja.
"bertahanlah untukku, soo-baby.."
…
…
TO BE CONTINUED
Hai semua! Abyeol udah update lagi
Mian chapter kemaren pendek banget, soalnya lagi banyak tugas!
Ohiya, exo udah comeback ya?! Senangnya!
Mv mereka juga keren. Hahaha
Mian abyeol blom bisa balas review kalian. Mungkin chapter depan
Review lagi yaa^^
Khamsahamnidaa *deep bow*
