"What good is treasure if I'm alone? After sharing so much of our dreams instead of sacrificing them and leaving with you. I would rather have nothing at all!"
Nami


Saya bukan pemilik Naruto atau One Peice!

Naruto The White Tiger – Chapter 4


TRING

TRING

TRANG

Suara pertemuan antar pedang yang saling diayunkan dalam pertempuran kedua pendekar pedang (Samurai/Swordman).

Salah satu dari mereka terlihat masih muda tetapi memiliki kekuatan yang luar biasa, dengan wajah yang masih terlihat imut tetapi memiliki pandangan mata layaknya petarung, tinggi badan yang tidak lebih dari 140 cm tetapi memiliki kecepatan yang tidak bisa diremehkan. Anak yang memiliki umur menginjak tahun ke-10 ini memiliki rambut putih/silver yang panjang hingga bagian punggung badannya dan terlihat ikatan pada rambutnya dibagian belakang leher, juga dikedua sisi wajahnya. Memiliki mata berwarna biru yang memancarkan kekuatan, semangat, dan kebijaksanaan. Kain putih yang terikat di kepala untuk menutupi bagian dahinya. Menggunakan kimono untuk latihan yang dipakai oleh samurai pada umumnya berwarna hitam. Tangan kanannya menggenggam erat sebuah katana yang diacungkan kedepan, dengan tangan kiri yang menggenggan erat wakizashi mengarah horisontal tepat berada dibawah lengan kanannya. Dia adalah Panther D. Lightning Naruto atau lebih dikenal dengan Miyamoto Naruto di Negeri Wano.

Sedangkan didepan Naruto berdiri pria tua yang menghadap berlawan dengannya. Wajah yang menunjukkan pengalaman setelah menjalani kehidupan yang lama, mata merah rubi menatap tajam kedepan, rambut hitam panjang yang terikat kuncir, memakai pakaian sama dengan lawannya hanya memiliki ukuran lebih besar. Dia bernama Miyamoto Kyo, nama yang terkenal di seluruh Negeri Wano karena perjuangan dan pengabdiannya pada negerinya di masa lalu.

"Hah... hah... hah..." Kedua petarung mulai bernafas berat kerena telah bertarung beberapa jam lamanya.

"Teknik pedangmu sudah mulai susah diatasi Naruto," Kyo mulai berjalan mendekati Naruto dengan rileks serta menyarungkan kembali katana miliknya. "Seandainya aku tidak memiliki banyak pengalaman bertarung dalam hidupku, mungkin kau sudah memotong tubuhku." Dengan memberikan pandangan bangga pada anak angkatnya.

"Jadi, apa kau sudah memutuskan apa nama teknik berpedangmu itu?" Kyo memandang Naruto serius.

"Heh... melihat perkembang bocah ini benar-benar membuatku teringat masa lalu. Masa-masa hidup yang dipenuhi dengan pertarungan, mungkin saja Naruto nanti bisa melampaui sang Raja Negeri Wano, Ryuma." Seringai kecil terlukis di wajah tuanya.

"Ya... aku beri nama 'Teknik Pedang Bunga Angin Surgawi'."


-20 Tahun Setelah Eksekusi Gol D. Roger-

"Eh." Naruto membuka mata birunya, tetapi dengan cepat menutupnya kembali karena terangnya cahaya yang memasuki matanya.

"Cahaya sialan... kenapa harus begitu terang Cahaya Matahari di siang hari?" Gerutu Naruto sambil meregangkan badannya.

"Hehehe... Kenapa tidak kau hancurkan saja Matahari-nya Naruto?" Tukas seorang pria yang bedara di samping Naruto.

Pria itu bermata kuning, memiliki rambut hitam, dengan jenggot pendek dan kumis tipis. Dia menggunakan pakaian hitam dan merah bermotif bunga berbentuk jubah tanpa memakai kaos dalam. Dia juga mengalungi Kogatana di lehernya, dan pedang Yoru di punggunggunya.

"Tch..." Naruto mengalihkan pandangannya kearah lautan. "Kita mau kemana Hawk?" Dia melirik kearah pria pemilik perahu kecil yang dinaikinya.

"Kita?" Mihawk, atau Dracule "Hawk Eyes" Mihawk merilik Naruto dengan tatapan tajam. "Kau itu tamu tidak diundang, dan tidak mau pulang-pulang." Dia menembalikan pandangannya kearah laut yang sepi.

"AHAHAHA..." Pria pirang lawan bicara Mihawk hanya bisa tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya bagian belakang. "Habis, si Kepala Tomat sialan itu meninggalkanku gara-gara aku ketiduran di perahu kecilmu ini. Tapi aku tahu kalau dia meninggalkanku karena dia tidak bisa lagi menang saat adu pedang denganku karena hanya memiliki satu tangan. Hem... Itu pasti alasannya." Pria itu terlihat sedang berfikir keras.

Ini sudah 7 tahun semenjak kunjungannya di Sabaody Archipelago, dan mendengar semua cerita tentang kehidupan ayah dan ibunya. Shakki menawarinya tinggal untuk sementara waktu di rumahnya, sehingga Naruto pun memutuskan tinggal selama 2 tahun. Dia belajar banyak tentang mencari informasi, wanita, dan juga masakan dari Shakki. Rayleigh sering mengajaknya untuk membantu melakukan 'Coating' kapal, dan saat memasuki tahun ke-2 entah kenapa Rayleigh mulai mengajari Naruto untuk menguasai Haki miliknya. Semenjak itu dia mulai sering berlatih pedang dengan sang mantan Wakil Kapten kru Raja Bajak Laut.

Setelah itu, saat bertemu dengan Shank kembali di tahun ke-3 dia ikut berlayar bersama mereka. Dia beralasan bahwa 'Aku tidak ingin masa mudaku dihabiskan di dalam satu tempat saja. Aku ingin berkelana dan melihat dunia' dan itulah yang membuatnya diperbolehkan naik di kapal mereka. Pada akhirnya Naruto mendengar bahwa dia bisa ikut di kapal Bajak Laut Akagami karena dia sudah memasuki umur 17 tahun.

Naruto berlayar bersama Bajak Laut Akagami kurang lebih selama 2 tahun, dia mengikuti Akagami melakukan perjalanan di Grand Line. Tetapi dia mulai jarang turun dari kapal saat Kru Akagami memasuki lautan New World karena tidak ingin menimbulkan masalah. Hingga dia memutuskan untuk ikut Mihawk saat Kru Akagami jarang meninggalkan New World. Dia mungkin kuat, tetapi kalau harus melawan seluruh armada Kaido sendirian dia juga harus berfikir ulang.

Naruto berlayar bersama Mihawk sudah 3 tahun, dia ingin menempa kemampuannya menggunakan pedang lebih tinggi lagi sekaligus meninggalkan New World bersama Mihawk ke Grand Line. Naruto dan Mihawk sering beradu pedang, tetapi sampai sekarang belum ada yang tahu siapa yang lebih kuat karena setiap kali mereka serius selalu saja ada yang menggangu. Mulai dari kedatangan Shank yang tidak terduga, pangilan Angkatan Laut untuk anggota Sichibukai, bahkan sampai kedatangan bajak laut yang kesasar dan masih banyak lainnya.

Tetapi mereka menyadari bahwa Naruto maupun Mihawk adalah pendekar pedang yang hebat. Itulah kenapa Mihawk tidak komplain jika Naruto mengikutinya, kerana dia bisa bertarung melawan pengguna pedang yang sama habatnya. Tetapi terkadang dia juga harus angkat tangan saat aksi prank milik Naruto berlangsung.

"Lantas kenapa kau mengikutiku selama 3 tahun terakhir ini?" Mihawk sedikit mengangkat topinya untuk memperjelas pandangannya kedepan.

"Ah... kau dikenal oleh dunia sebagai pendekar pedang terkuat, karena itu pasti akan banyak orang yang datang untuk menantangmu jadi aku bisa melihat lebih banyak lagi gaya pedang dari pertarungan kalian. Aku juga merasa aman dari kejaran para prajurit Angkatan Laut karena mereka pasti menganggapku sebagai bawahanmu jika melihat kedekatan kita. Walaupun keyataannya kau masih di bawahku... BHAHAHA...UHG" Naruto menghentikan tawanya saat Mihawk mendorong masuk sebuah apel kemulutnya.

"Kita sudah sampai..." Mihawk memandang terus kedepan dan menghiraukan Naruto yang masih menggerutu.

Tidak jauh dari perahu mereka berdua terlihat dua kapal yang besar, tetapi kapal yang satunya memiliki kerusakan sangat berat.

"Eh... Apa maksudmu?" Naruto yang sedari tadi menggerutui perbuatan Mihawk akhirnya menyadari bahwa mereka mendekati kapal yang sangat besar.

"Heh... Oh." Naruto tersenyum lebar saat melihat kapal yang lebih kecil, sambil menepuk-nepuk pundak Mihawk. "Kau memang teman yang pengertian Hawk, kau tahu kalau aku sedang lapar dan kau dengan susah payah membawaku ke restoran. BHAHAHA..." Naruto tertawa dengan mata bersinar tajam, lapar akan sesuatu untuk di makan.

"Perahumu lambat sekali teman, aku duluan untuk memesan." Terlihat seringaian di wajah Naruto.

'Air Walk' Naruto langsung melompat keudara sambil menendangnya.

"Tunggu..." Naruto mengindahkan perkataan Mihawk. Dia dengan cepat berada di depan pintu restoran 'BARATIE' meninggalkan Mihawk sendirian di perahunya.

"Pria itu bernama Hawk E..." Pria pirang berkumis panjang dikuncir menghentikan perkataannya saat salah satu pria di sampingnya berbicara dengan lantang.

"Selamat datang di Restoran Baratie, bangsat..." Sambut pria berbadan besar yang memiliki kumis tipis, memakai baju berwarna biru dan apron putih terikat di pinggangnya.

"Hem..." Naruto melangkahkan kakinya memasuki restoran. Dia melihat semua orang sedang dalam keadaan tegang. "Jika ada Ramen, tolong berikan aku 5 mangkok Miso dan 5 Beef Ramen." Dia lalu duduk di kursi pelanggan dekat pintu masuk.

"EH...?" Semua yang berada di dalam restoran terkejut dengan pesanan Naruto kecuali pemuda yang memakai topi jerami.

"Hem? Kenapa kalian terkejut?" Naruto mengambil katana dan wakizashi-nya dan meletakkannya di samping kursi. "Biasanya kalau aku lapar aku memesan 30 sampai 40 mangkuk." Kemudian dia menggunakan jari tangan kirinya untuk mengorek hidungnya.

"APA?" Teriak orang semua orang didalam restoran, kecuali pemuda yang memakai topi jerami.

"BHAHAHA... " Tawa keras terdengar dari mulut pemuda yang memakai topi jerami.


Cerita Berakhir...


- Teknik pedang Bunga Angin Surgawi (Heavenly Wind Flower) dalam tahap pengembangan dan masih belum sempurna. Terinspirasi dari Niten Ichi-ryu (Two Heavenly as One Style/Teknik Dua Surgawi Menjadi Satu) milik Miyamoto Musashi dan nama Zanpakuto milik Shunsui Kyoraku 'Katen Kyokotsu' (Flower-Heaven Bone of Madness) serta Kazehana (Wind Flower) dari Sekirei.

- Devil fruit (Buah Iblis) milik Naruto adalah Mythical Zoan, Neko-Neko no Mi, Model : Bake-Shiroi-Tora. Diambil dari legenda tentang Harimau Putih Byakko, King of all Beast (Raja Monster), Lord of Mountain (Tuan Pegunungan), Guardian Hell's Gate of West (Penjaga Gerbang Neraka Bagian Barat), Pengndali Elemen Angin dan Metal (Besi), Autumn Seasion (Bagian Musim Gugur), God of War (Dewa Peperangan).

- Air Walk merupakan teknik milik Naruto yang mirip dengan Geppo (Cp 9 / Sky Walk milik Sanji), dia menggunakan pengendalian angin dari Devil Fruit miliknya. Byakko atau White Tiger merupakan hewan legenda yang mengendalikan elemen angin dan metal (besi) seperi hal-nya Phionex yang mengendalikan elemen api.


Sampai jumpa dicerita selanjutnya...

Mohon tinggalkan reviews!

Salam... Deswa