"Even if armed with hundreds of weapons... there are times when you just can't beat a man with a spear of conviction in his gut."
"Red-Leg" Zeff to ''Black-Leg'' Sanji
Saya bukan pemilik Naruto maupun One Piece!
Naruto The White Tiger – Chapter 5
East Blue merupakan wilayah lautan yang terkenal lemah dibandingkan dengan wilayah lautan yang lain. Bajak Laut yang di kategorikan kuat di belahan laut ini, justru terlihat lemah jika dibandingkan dengan Bajak Laut dari sisi lain lautan, terutama dari Grand Line. Tetapi meskipun begitu, belahan laut ini justru menjadi tempat lahir dari Bajak Laut terkuat, Raja Bajak Laut Gol D. Roger. Bahkan pemimpin Revolusi Monkey D. Dragon juga terlahir dari sisi lautan ini, begitu juga dengan ayahnya yang merupakan petinggi Angkatan Laut, Wakil Admiral Monkey D. Garp.
Saat ini, di East Blue inilah terlihat sang pengembara, Panther D. Lightning Naruto tengah menikmati pesanan Ramen-nya. Naruto mengabaikan segala yang terjadi di sekitarnya begitu pesanan ramen-nya disuguhkan, dia sudah lama tidak merasakan ramen seenak yang dirasakannya sekarang.
"Sruppp..." Naruto menyedot mie dengan nikmatnya. "Ah, ramen ini terasa nikmat sekali. Ini bisa menyaingi Ramen Ichiraku!" Lalu dia meenumpuk mangkok ramen yang kosong dan mengambil makok lainnya yang masih berisi ramen. "Hem... mungkin aku akan tinggal disini saja, dengan begitu... sruppp... aku bisa menikmati ramen seumur hidupku dan melupakan masalah Kaido. Hem... itu... sruppp... pantas untuk dipertimbangkan. Aku akan mengajukan lamaran seletah ini... sruppp..."
"ZOROOO!"
"Ugh... uhuk... uhuk..." Naruto tersedak karena terkagetkan oleh teriakan kencang seseorang. Dia segera meneguk air putih yang disediakan di dekatnya. "Sial... siapa yang berani menggangu waktu makanku? Apa orang itu tidak pernah diajari untuk tidak berteriak saat ada orang makan? Sruppp..." Geram Naruto sambil mempercepat makannya.
"Oh... maksudmu diajari untuk tidak berbicara saat makan, bangsat?" Tukas pelayan restoran yang sedari tadi masih di samping Naruto.
"Hem... apa kau bermaksud mengajariku?" Naruto menyipitkan matanya untuk memendang pelayan itu. "Lagian, kenapa ribut sekali di luar sana?"
"Ahahaha... tentu saja tidak, bangsat." Alis Naruto mulai berkedut-kedut mendengar perkataan sang pelayan. "Kau adalah pelanggan terhormat. Tentu saja kalau kau memiliki uang untuk membayar semua pesananmu." Dia melihat pelayan bertubuh besar itu menatap 10 tumpukan mangkok di depannya. "Kalau masalah di luar sana, tidak perlu khawatir! Koki yang lain akan mengurusnya. Meskipun kami koki, tetapi kami masih punya harga diri. Sehingga siap bertarung jika restoran kami terancam. Jadi kau tidak perlu kuatir, bangsat!"
"Sruppp... tambah!"
"Dengan senang hati." Tukas pelayan itu sambil segera beranjak menuju dapur restoran.
"Hahhh... lebih baik aku periksa dulu. Lagian, kenapa Hawk lama sekali datang kesini? Malah bermain dengan anak-anak itu." Ucap Naruto yang masih menggunakan Kenbunshoku Haki-nya.
"Tenang saja, pria itu masih hidup." Naruto bisa melihat Mihawk sedang berbicara dengan pemuda yang memakai baju merah, begitu dia berada di pintu masuk restoran.
"Aniki! Aniki! Jawab aku!" Terlihat dua orang pia tengah meneriaki pria yang memakai Hara... pria bernama Zoro kalau Naruto tidak salah dengar sebelumnya.
Zoro merupakan pemuda berambut hijau, seperti warna brokoli. Memakai kaos putih dan celana hijau gelap, begitu juga dengan sepatu yang dipakainya. Dia memakai tiga buah anting emas pada telinga kirinya. Zoro juga terlihat memakai haramaki yang terlilit di pinggangnya. Dia merupakan Pendekar Pedang terkuat di lautan bagian East Blue, tetapi dengan mudahnya dikalahkan oleh Mihawk.
"Zoro?" Tukas pemuda di samping Mihawk.
"Uhuk..." Zoro memuntahkan darah.
"Zoro!"
"Ara... ara... tidak seperti dirimu Hawk, memakai Kokuto Yoru untuk melawan pria seperti itu." Tukas Naruto setelah melihat bekas sayatan di dada Zoro.
Mihawk melirik Naruto sambil mengulas seringai kecil. "Sekarang masih terlalu cepat untukmu mati. Namaku Juraquille Mihawk!" Ucap Mihawk dengan wajah penuh keseriusan, dan mengabaikan perkataan Naruto. "Temukan jati dirimu, lihatlah dunia, dan jadilah lebih kuat! Tidak masalah harus berapa lama, aku akan menunggumu untuk bertarung melihat siapa yang paling kuat! Lampauilah pedang ini! Dan kalahkan aku, RORONOA ZORO!"
"Aniki! Aniki! Kumuhon jawablah." Tukas kedua pria disamping Zoro.
"Mendengar 'Hawk Eyes' Mihawk mengatakan hal seperti itu..." Ucap Pemilik Restoran penuh keterkejutan.
"Bocah, apa tujuanmu?" Mihawk melirik pemuda yang kini terduduk di belakangnya.
"Menjadi Raja Bajak Laut!" Ucap pemuda itu tanpa adanya sedikit keraguan di matanya.
"Itu adalah tujuan yang berat, lebih berat dari pada mengalahkanku!" Tukas Mihawk dengan menyunggingkan seringaian.
"Aku tidak perduli, karena apapun yang terjadi aku tetap akan menjadi Raja Bajak Laut!" Balas pemuda itu dengan acuhnya. "Weee..." Dia kemudian menjulurkan lidahnya kepada Mihawk.
"Dia masih hidup!"
"Huh?" Teriakan dari dua pria di samping Zoro mengejutkan Mihawk maupun Pemuda berbaju merah itu.
"Dia hanya pingsan." Tukas pria lain yang memiliki hidung panjang sambil menyunggingkan senyum.
"Aniki!" Teriak dua pria disamping Zoro itu lagi. "Kumohon, katakanlah sesuatu Aniki!"
CLIK
"Zoro?" Pemuda berbaju merah itu dikejutkan kembali saat melihat Zoro mencabut katananya kembali dari sarungnya.
"Luffy, bisakah kau mendengarku?" Ucap Zoro dengan tubuh yang gemetar sambil mengangkat Katana-nya.
"Yeah!" Balas Luffy.
Luffy adalah pemuda yang memiliki nama lengkap Monkey D. Luffy, dia merupakan Kapten milik Zoro, dari Bajak Laut Topi Jerami. Dia memiliki rambut hitam, serta terdapat bekas sayatan pada bagian bawah mata kirinya. Luffy memiliki tubuh yang terbilang kurus. Dia memakai baju merah (seperti rompi) berlengan pendek, serta celana pendek berwarna biru.
"Maaf, telah membuatmu khawatiratir. Huff.. huff..." Lanjut Zoro dengan napas yang memburu. "Kau akan merasa dilema jika aku tidak menjadi Pendekar Pedang terkuat di dunia, benarkan? Huff.. huff..." Zoro terus berusaha keras menahan rasa sakit untuk menyelesaikan perkataannya. "Uhuk..." Dia kembali memuntahkan darah.
"Aniki! Cukup, jangan berbicara lagi!" Ucap kedua pria di samping Zoro dengan nada penuh kekhawatiran.
Sedangkan semua orang kini terlihat tegang, menunggu kelanjutan apa yang akan Zoro katakan.
"Aku... aku tidak... AKAN PERNAH KALAH LAGI!" Teriak Zoro yang kini sudah mencucurkan air mata. "Sampai aku bisa mengalahkan dia (Mihawk), dan menjadi Pendekar Pedang terkuat, aku tidak akan pernah kalah lagi! Adakah masalah dengan itu, Raja Bajak Laut?" Teriak Zoro.
"Shishishi..." Luffy melepaskan tawa dengan wajah bahagia. "Tidak!" Lanjutnya, sambil mengulas cengiran lebar.
"Kombinasi yang bagus." Tukas Mihawk sambil menyunggingkan senyum kecil setelah melihat interaksi antara Zoro dan Luffy. "Sampa jumpa lagi." Dia beranjak menuju perahunya.
"Pesanan datang, bangsat!" Teriak koki retoran yang dari tadi melayani Naruto.
"Naruto, kita pergi!" Teriak Mihawk.
"Ehhh? Ta-tapi ramen pesananku baru datang Hawk!" Naruto memandang temannya dengan pandangan penuh ketidak percayaan. "Mana mungkin aku meninggalkan ramenku?"
"Kalau begitu aku yang meninggalkanmu?" Balas Mihawk dengan acuh.
"Tch... hei Koki Gorila, bisa kau bungkuskan ramenku!"
"Si-siapa yang kau panggil Gorila, bangsat?" Bentak sang pelayan. "Namaku Petti..."
"Hei, paman berkumis!" Tegur Naruto pada pemilik restoran.
"Ada apa, Bocah?" Balas pria paruh baya berambut pirang, serta kumis pirang panjang yang dikuncir dan diikat dengan pita biru.
"Em... bisakah aku meminta resep ramen ini?" Ucap Naruto penuh harap.
Pria itu menyipitkan matanya dan memandang tajam Naruto, seakan mencari sesuatu pada diri pemuda di depannya. "Tidak!"
"Ugh..." Naruto nyaris terjatuh begitu mendengar jawaban pria pemilik retoran itu. "Tapi kenapa? Setidaknya..."
BOOOMMMMM
TWICH
TWICH
Alis Naruto mulai berkedut, seseorang menggangu pembicaraan serius dan pentingnya. Dia mengalihkan pandangannya kearah sumber suara, dan mendapati kapal besar milik Bajak Laut Don... atau semacamnya terpotong menjadi dua bagian. Namun tetap saja amarahnya sudah meninggi, terlebih lagi dia sudah terganggu saat sedang berurusan tentang ramen sebanyak dua kali dalam sehari.
"Kalian semua, DIAM!" Seketika hampir semua orang terjatuh tidak sadarkan diri, bahkan yang tengah berenang di lautan. Hanya tertinggal beberapa orang saja yang masih tersadar, tetapi tidak semua dalam kondisi baik. Pria pemilik restoran terlihat mengeluarkan beberapa peluh di pelipisnya, Koki berambut pirang terlihat berlutut dengan tubuh gemetaran, Luffy sang Kapten Bajak Laut Topi Jerami tengah menoleh kekiri dan kekanan karena kebingungan, serta Kapten Bajak Laut lainnya yang berarmor emas terlihat terbaring lemas namun masih sadarkan diri.
"Haoshoku Haki..." Gumam pelan Pria pemilik restoran dengan iris mata yang melebar. "Kau..."
"Jadi, apakah tidak ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk mengubah keputusanmu Paman Berkumis?" Tanya Naruto memotong ucapan pria di depannya, sambil mengatupkan kedua telapak tangannya. "Apa aku perlu membayarnya? Kalau iya, berapa harganya?" Lanjut Pendekar Pedang Pengembara penggila ramen itu.
"Pemuda ini kuat... sangat kuat! Pantas saja Mihawk berbicara dengan nada penuh penghormatan padanya, meskipun dalam bahasa yang terdengar meremehkan. Jadi dia mengakui pemuda ini." Batin Pria pemilik restoran sambil terus melakukan observasi pada pemuda di depannya. "Kau... kau boleh memilikinya." Tukas Pria itu.
"Mantap!" Naruto mengulas cengiran lebar. "Yoshhh... sebentar lagi kita bisa pergi Hawk!" Tukasnya penuh kebahagiaan, tetapi tidak berselang lama semua kebahagiaannya menghilang, bahkan dia sama sekali tidak tersenyum. "Hawk, jangan bilang kau meninggalkanku." Naruto mencoba mencari teman seperjalanannya, tetapi sama sekali tidak melihat batang hidung salah satu anggota Sichibukai itu, bahkan auranya pun tidak dapat terdeteksi lagi oleh Kenbunshoku Haki miliknya. "Sial! Ramen datang, teman menghilang." Gumam pelan Naruto.
"Aku tarik lagi pikiranku tadi!" Batin Pria pemilik restoran sambil menundukkan wajahnya dan menutupinya dengan telapak tangannya.
Cerita Berakhir
Nama : Panther D. Lightning Naruto
Umur : 22 Tahun
Tinggi : 182 cm
Rambut : Silver/Putih
Mata : Biru
Makanan Kesukaan : Ramen
Hobi : Tidur, Bertarung, Berlatih, Berpetualang
Keluarga : Panther D. Kato [Ayah/Wakil Admiral Angkatan Laut], Lightning Masa [Ibu/Anggota Bajak Laut milik Shakki], Miyamoto Kyo [Ayah Angkat], Silver Rayleigh [Guru Haki]
Senjata : Wakisazhi 'Shinsoo' atau Tombak Dewa [God Spear/Sacred Spear], Katana Murasame [Autumn Rain]
Kekuatan : Buah Iblis Mythical Zoan, Neko-Neko no Mi, Model : Bake-Shiroi-Tora, Teknik Pedang Bunga Angin Surgawi, Ketiga Jenis Haki
Mohon tinggalkan review!
Salam... Deswa
