"Wake up princess, I'm tired of your useless ideals. It's gotten pathetic. What good are your happy ideals if you can't do anything to make them a reality? They're nothing but dreams, and your dreams don't stand a chance."

-Crocodile to Nefertari Vivi

"Why don't you do something besides crying about it try getting stronger."

-Captain Smoker to Tashigi


Saya bukan pemilik Naruto maupun One Piece!

Naruto The White Tiger – Chapter 6


"Mantap!" Naruto mengulas cengiran lebar. "Yoshhh... sebentar lagi kita bisa pergi Hawk!" Tukasnya penuh kebahagiaan, tetapi tidak berselang lama semua kebahagiaannya menghilang, bahkan dia sama sekali tidak tersenyum. "Hawk, jangan bilang kau meninggalkanku." Naruto mencoba mencari teman seperjalanannya, tetapi sama sekali tidak melihat batang hidung salah satu anggota Sichibukai itu, bahkan auranya pun tidak dapat terdeteksi lagi oleh Kenbunshoku Haki miliknya. "Sial! Ramen datang, teman menghilang." Gumam pelan Naruto.

"Aku tarik kembali pikiranku tadi!" Batin Pria pemilik restoran sambil menundukkan wajahnya dan menutupinya dengan telapak tangannya.

"Hei, Paman Berkumis. Bisakah kau juga meberikanku perahu kecilmu?" Pinta Naruto.

"Hah! Kau mau merampokku? Sudah minta resep Ramen, sekarang minta perahu. Jangan bilang kau juga mau minta bekal perjalanan dan juga uang?" Tukas Pria pemilik Restoran Baratie terang-terangan.

"Ahahaha..." Naruto hanya tertawa nerfes. "Kau benar juga, Paman Berkumis. Kalau uang, kau tidak perlu khawatir! Aku tidak membutuhkannya, untuk saat ini." Tukas Naruto dengan memelankan suaranya di akhir perkataannya. "Namun aku memerlukan bahan makanan sebagai bekal, bisakah kau membantuku untuk itu?" Lanjutnya.

"Kau... hufff..." Paman Berkumis yang dipanggil Naruto hanya menghembuskan napas panjang. "Berikan alasan kenapa aku harus membantumu!"

"Em... aku membantumu membersihkan sampah-sampah itu!" Jelas Naruto sambil menunjuk kearah kru Bajak Laut Don... atau apalah namanya, dia sama sekali tidak mengingatnya.

"Hem..." Paman Berkumis tampak sedang berpikir setelah mendangar penjelasan Naruto.

"Hei! Apa yang terjadi? Apa yang kau lakukan pada mereka Paman Silver?" Teriakan Luffy menyadarkan Paman Berkumis dari alam pikirannya.

"Silver? Siapa yang kau pangggil begitu?" Tanya balik Naruto sambil mengamati Kapten Bajak Laut Topi Jerami.

"Eh? Tentu saja kau, Paman. Memangnya siapa lagi yang memiliki rambut silver disini?" Jelas Luffy dengan nada penuh kebosanan, dan ekpresi wajah seakan menganggap Naruto adalah orang terbodoh yang penah ditemuinya.

TWICH

TWICH

"Bocah! Siapa yang kau panggil Paman? Aku baru 22 tahun. Kemarilah, biar aku potong-potong tubuhmu!" Bentak Naruto penuh emosi.

"Heh, siapa yang mau? Aku masih ingin hidup, dan menjadi Raja Bajak Laut. Weee..." Balas Luffy sambil menjulurkan lidahnya.

"Bhahaha... Raja Bajak Laut? Kau? Pfff... hahaha..." Tawa lepas keluar dari mulut Naruto, tetapi yang ditertawai justru memasang wajah penuh keseriusan.

"Kenapa kau tertawa? Memangnya ada apa dengan keinginanku menjadi Raja Bajak Laut?" Tukas Luffy dengan serius sambil memandang tajam Naruto.

"..." Naruto menghentikan tawanya begitu melihat wajah penuh keseriusan dari pemuda yang sebelumnya selalu memasang ekpresi ceria. Lantas pandangan matanya bertemu dengan Luffy, dan tanpa sadar Naruto mengulas senyuman getir.

Luffy terlihat bingung begitu melihat ekpresi seseorang yang baru saja menertawai mimpinya menampakkan kesedihan.

Naruto membalikkan badannya, dan beranjak menuju perahu kecil yang telah disediakan oleh Paman Berkumis. Namun dia menghentikan langkahnya sejenak, sambil melepaskan napas panjang. "Luffy, di lautan ini banyak orang yang memiliki mimpi sama denganmu. Banyak dari mereka lebih kuat darimu, saat ini! Mereka maupun Pemerintah Dunia, tidak akan diam saja dan membiarkanmu mengapainya. Berjuanglah! Lihatlah dunia! Nikmati petualanganmu! Dan lindungilah temanmu! Aku yakin kau bisa menggapai mimpimu." Naruto kembali melangkahkan kakinya. "Aku akan menemuimu lagi saat harga kepalamu melebihi milikku." Lanjutnya sambil melemparkan lembaran kertas yang diremasnya kearah Luffy.


"Hah..." Desahan pelan keluar dari mulut seorang pria berambut silver.

Pria tersebut merasa bosan dengan keadaannya saat ini. Dia tengah berada di dalam penjara besi sebuah kapal milik angkatan laut.

"Kenapa ini semua terjadi padaku?" Tukas pria tadi, dengar air mata yang telah berlinang membasahi wajah tampannya.

Pria tersebut adalah Panther D. Lighning Naruto, dan kenapa dia bisa berada di dalam penjara seorang diri? Semua itu berawal beberapa minggu yang lalu.

-oOo-

-Tiga Minggu Yang Lalu-

Naruto tengah asik menikmati tidurnya. Setelah seminggu tersesat di atas lautan Grand Line karena tidak memiliki Log Pose.

BYURRR!

"Gah!" Naruto langsung terduduk dari posisi tidurnya, saat wajahnya terasa basah kuyup karena tersiram oleh air. Mata mengerjap berkali-kali, mengamati bahwa dirinya tidak lagi berada di atas perahu kecil pemberian Paman Berkumis.

"White Tiger, dengan Bounty sebesar 50.000.000 berry. Kau kami tangkap karena melakukan pencurian bahan makanan di kediaman seorang Kapten Angkatan Laut dan juga meniduri anaknya... Apa-apaan ini? Kapten Smoker, apa lembaran bounty ini sesuai dengan kejahatannya?" Naruto hanya memandang kosong gadis yang sedari tadi berbicara padanya, dan kini justru sedang kebingungan serta komplain pada kaptennya.

"Mana aku tahu. Jangan tanyakan padaku, Tashigi!" Balas sang Kapten. Smoker namanya, menurut ucapan si gadis tadi.

"Ah... Kau salah Nona." Tukas Naruto setelah benar-benar tersadar dari bangun tidurnya.

"Hahaha... iya, kan! Pasti ada yang salah dengan lembaran bounty ini." Ucap Tashigi sambil menyunggingkan senyum hambar.

"Yah! Aku bukan hanya meniduri anaknya, tetapi juga istrinya." Jelas Naruto.

BUG

Tashigi langsung menendang wajah Naruto. "Jadi ini semua benar." Ucap gadis itu dengan geram. "Kau akan kami bawa ke penjara G-8, setelah urusan kami selesai di Kerajaan Alabasta!" Lanjutnya.

"Tashigi! Kenapa kau justru memberitahukan apa yang akan kita lakukan?" Bentak Smoker.

"Ah! Maaf Kapten Smoker."

"Tch... cepat masukkan saja dia ke penjara kapal!" Perintah Smoker dengan sedikit membentak.

"Siap Kapten!"

-oOo-

Begitulah kisah bagaimana Naruto bisa berada di penjara, dan terkurung seorang diri. Saat ini dia benar-benar diserang oleh rasa kebosanan, biasanya dalam keadaan seperti ini dia selalu mengganggu Mihawk atau menjahili kru Bajak Laut Akagami saat dia masih berkelana bersama Mihawk maupun Shanks.

Tapi saat ini yang bisa dilakukannya hanya tidur, makan dan begitu seterusnya selama beberapa minggu terakhir.

"Hah..." Desah Naruto lagi. "Aku beruntung para Angkatan Laut itu tidak ada yang tahu kalau aku Pemakan Buah Iblis. Jadi mereka tidak memborgolku dengan kairoseki."

Lantas dia berdiri, dan mengeluarkan wakizashi serta katana-nya dari kedua lengan kimono-nya [Hal ini pernah dilakukan Mifune, pemimpin Negara Besi di Narutoverse untuk menyembunyikan katana-nya di pertemuan Lima Kage].

"Sepertinya kapal ini sudah berhenti berlayar, dan para Angkatan Laut telah turun semua." Tukas Naruto sambil memasang kuda-kuda Iai.

SLASH

KLIK

BLAMMM

Dalam sekejap jeruji besi penjara jatuh terpotong oleh tebasan katana milik Naruto. "Nah, sekarang... aku mau kemana?" Dia keluar dari penjara dan menaiki tangga dek kapal dengan memasukkan lengannya pada kain kimono yang dikenakan serta menyedekapkannya di dadanya.

"Mr. 11."

"Kalian mengetahi Nama Sandi-ku, berarti kalian adalah anggota bayaran Baraque Works! Millions, ya?" Naruto bisa mendengar dan merasaakan beberapa orang berada di dek atas kapal.

KREK

"Ugh..." Desah Naruto sambil menyipitkan matanya begitu tersinari oleh cerahnya mentari untuk pertaman kali setelah tiga minggu terakhir berada di kegelapan penjara kapal.

"Cepat lepaskan aku!"

"Hehehe... memang benar kita merupakan anggota bayaran Baroque Works, tapi..."

"Kita adalah Billions! Dengan kata lain, merupakan kandidat untuk menjadi Agent Bernomor."

"Mr. 11..."

"Hwaaa..." Suara uapan dari mulut Naruto menghentikan percakapan orang-orang yang sedari tadi tengah bercakap.

"Hei, kau bilang tadi sudah tidak ada lagi Angkatan Laut yang tertinggal di kapal." Ucap seorang pria gendut yang memakai topi caping pada temannya begitu melihat Naruto.

"Yah, aku pikir juga begitu. Tapi tidak masalah, lagian cuma satu orangkan!" Balas teman pria gendut tadi.

"Ta-tapi, bukannya itu Naruto The White Tiger?" Tukas teman si gendut yang lainnya.

"Benarkah?" Tanya pria gendut sambil mengambil lembaran poster Bounty dari saku bajunya. "Hem..." Dia memandang Naruto, lalu ke poster, Naruto, lalu ke poster, Naruto, lalu ke... "Benar. Naruto The White Tiger, bounty 50.000.000 berry."

"Wah... beruntungnya kita hari ini. Bisa mendapat uang sekaligus naik jabatan." Komentar temannya si gendut.

"Heh... apa kalian mengatakan sesuatu?" Tanya Naruto sambil mengorek-ngorek telinga kirinya.

"Kau..."

KLIK

"Heh?" Ketiga anggota Baroque Works terkejutkan saat Naruto menghilang dari hadapan mereka dan tiba-tiba merasakan rasa sakit pada tengkuknya.

"Tenang saja, aku menggunakan bagian belakang katanna-ku." Tukas Naruto.

BRUK

BRUK

BRUK

Ketiga orang tadi langsung jatuh pingsan di dek kapal.


Cerita Berakhir


AN : Maaf pendek, tidak terlalu ingat kerangka plot yang sebelumnya pernah saya buat. Komputer juga belum bagus, jadi ya... sampai di sini dulu. Kalau sudah ingat lagi, atau komputer udah baikan baru disambung lagi.


Jangan lupa tinggalkan reviews!

Salam... Deswa