Tittle : Sorry, Did You Say Death.
Cast : cho kyuhyun, henry lau.
Warning : bahasa tidak baku, horor failed dsb, hati-hati typo(s) gg sempet ngedit soalnya.
Summarry : "katakan apa yang akan kau lakukan jika kau memanggil kegelapan dan kegelapan itu tidak mau pergi darimu, menciptakan teror dan kengerian dalam setiap detik, dalam setiap helaan nafasmu dan berujung dengan kematian menyakitkan saudaramu sendiri" horor fic gaje/failed.
.
.
.happy reading ^^
.
.
[~Lizz_L_L~]
" egh...hah...hah..." erangan kesakitan terdengar dari bibir seorang gadis yang tergeletak dengan bersimbah keringat di atas tempat tidur, sesekali dia mengernyit gelisah di tengah tidurnya, kilasan masa lalu tentang adik kecilnya berputar lagi di dalam otaknya berganti menjadi sebuah mimpi buruk kala melihat tubuh adiknya yang berdiri kokoh dengan kepala terpenggal yang berada di tangan kanannya yang menggemakan tawa jahat terlihat mengerikan di mata kyuhyun.
" aku akan selalu bersamamu, kita akan selalu bersama sampai kau mati" teriak kepala adiknya itu dengan darah segar yang merembes bagaikan sungai darah dari dalam mulutnya.
" tidaaaakkk...hosh...hosh...hosh..." kyuhyun tersadar dari mimpi buruknya menatap nyalang sekitar ruangannya yang terlihat gelap, kyuhyun sedikit merasa kesal karena wanita-wanita bodoh itu melupakan lagi pesan darinya, kyuhyun tidak suka gelap dan sekarang ruangan yang di tempatinya benar-benar terlihat gelap, sangat gelap.
Kyuhyun tak bisa menyalakan lampu yang di seberang ruangan dan dia juga tak ingin menginjakkan kakinya di lantai, kyuhyun takut jika dia turun dari ranjang akan ada tangan pucat seperti tulang yang bisa menarik kakinya kapanpun membuatnya sedikit paranoid, sementara lampu yang ada di meja nakas samping tempat tidurnya tak bisa di gapainya karena kedua tangannya tak bisa bergerak dengan bebas karena baju bodoh yang mengikat erat di tubuhnya. Baju khas rumah sakit, gadis itu sungguh sangat takut dengan kegelapan, dengan sedikit keberanian kyuhyun memaksa dirinya untuk meraih tombol lampu yang ada di meja nakas samping tempat tidurnya dengan mengunakan kakinya yang bebas hingga lampu itu menyala meski tidak terang namun jauh lebih baik dari pada dirinya terjebak dalam kegelapan pekat. Kyuhyun menyamankan posisinya dan mencoba menetralkan deru nafasnya yang mulai menggila sejak dia terbangun dari mimpi buruknya.
Kyuhyun tak bisa memejamkan matanya dengan tenang sejak kejadian enam minggu yang lalu awal dari semua mimpi buruknya. matanya terus menjelajah menelusuri setiap sudut dengan tatapan liar berharap apapun yang menggagu perasaannya sejak tadi tak muncul dan menampakan diri di depannya.
Kini yang terlihat di depannya hanya gelap
Gelap
Gelap
Dan
Gelap
sampai dia merasakan sebuah benda asing mengeliat tepat di selangkangannya, kyuhyun tersentak otaknya seakan memproses cepat apa yang akan terjadi selanjutnya, dia tak pernah berfikir jika benda mengeliat di pahanya itu bukan suatu hal yang paling di takutinya selama enam minggu terakhir yang selalu menghantuinya.
Nafasnya tercekat hingga membuat tubuh kyuhyun membeku, dengan susah payah kyuhyun menelan ludahnya hingga keringat dingin nyaris membasahi seluruh pakaian rumah sakit berwarna biru muda itu, perlahan kyuhyun menundukkan wajah pucatnya dengan ketakutan setengah mati sampai iris karamelnya menatap bulatan kepala yang berkedip di sana, di pangkuannya.
" boo...apa kau merindukanku" ucap kepala itu dan menyeringai seram setelahnya.
Wajah kyuhyun semakin pucat dengan kedua bola mata yang membulat sempurna, tubuhnya seakan mati rasa nafasnya mulai berjalan tidak normal nyaris putus-putus, bahkan kyuhyun kesulitan untuk menghirup udara hingga rasa perih mulai di rasakan paru-parunya.
" gyaaaaaa..." kyuhyun menjerit nyaris melengking dengan kaki yang menendang-nendang beringas berusaha mengenyahkan kepala yang mengelinding ke pangkuannya itu, kyuhyun tak menyukainya. sungguh kyuhyun tak ingin kepala iblis itu menyentuhnya. tanpa sadar gadis itu kembali menangis takut dan berteriak histeris, meski iblis itu terus menganggunya tanpa henti, kyuhyun tidak pernah merasa terbiasa sama sekali dan dia tidak berharap iblis itu terus menganggu hidupnya hingga membuatnya berada dalam rumah sakit jiwa dengan aroma obat yang paling di bencinya, kyuhyun tidak gila hanya saja dia sangat ketakutan tak adakah yang mengerti.
Kyuhyun masih dengan beringas mengenyahkan kepala iblis dalam wajah adiknya itu hingga tanpa sadar dirinya terjengkang dan jatuh berdebum keras di lantai membuat si kepala terpental ke tembok karena tendangannya, cepat kyuhyun berdiri di antara kedua kakinya yang gemetar hebat tak di pedulikan lagi rasa sakit pada punggungnya yang menghantam lantai tadi.
" hiks...hiks...aku mohon pergilah jangan ganggu aku, apa maumu sebenarnya..." cicit kyuhyun lagi dengan suara bergetar putus asa melangkah mundur menjauhi kepala itu yang masih mengelinding mendekatinya dengan kekehan menyeramkannya.
" sudah kubilang aku ingin bersenang-senang denganmu sebelum kau mati" ucap kepala itu ceria semakin cepat mengelinding mendekat ke arah kyuhyun meninggalkan noda merah panjang di lantai.
" tidak...jangan mendekat...seseorang tolong aku...aku mohon tolong aku...huuwwaaa...tidak..." teriak kyuhyun keras berlari menuju pintu dan berusaha membenturkan kepalanya, kakinya dan tubuhnya ke pintu dengan sikap frustasi berusaha agar suaranya dapat di dengar oleh seseorang di luar sana dan teriakan nyaring mengema dalam ruangan itu hingga membuat kepala kyuhyun berdarah karena terlalu keras membenturkan kepalanya pada pintu.
" hosh...hosh...hosh..." kyuhyun menatap nyalang sekitarnya yang kembali sunyi tanpa suara tak mendapati kepala iblis itu yang menghantuinya seolah menghilang di telan bumi.
" jika kau mati kurasa semua ini akan cepat berakhir" bisik kepala itu di samping telinga kyuhyun tertawa keras dan menghilang kemudian.
Kyuhyun terpaku dan kakinya seakan bergetar hebat melemah bagai jeli kyuhyun merosot dalam duduknya tak kuat menahan berat tubuhnya sendiri, dia terdiam dengan tatapan kosong menatap ruangannya dengan air mata yang masih menetes frustasi tak ada isak tangis hanya cairan bening liquid yang terus mengalir tanpa henti, sementara bibir keringnya bergetar seolah mengumamkan sebuah kata yang tak terdengar nyaris seperti bisikan dan suaranya menghilang meninggalkan gerak bibir tanpa suara yang terus bergerak.
Duk
Duk
Duk
Terus berulang-ulang kyuhyun membenturkan belakang kepalanya pada pintu dengan intonasi menyedihkan bagai nyanyian sepi penuh keputus asaan hingga pagi menjelang.
[~Lizz_L_L~]
" bagaimana keadaannya, apa dia masih seperti itu?!" tanya seorang pemuda bersurai sehitam arangnya yang menanyakan laporan perkembangan terbaru kyuhyun pada rekan polisi ayahnya.
Ya kibum hanya anak berusia tujuh belas tahun yang mempunyai otak jenius hingga dia di percaya oleh kepolisian untuk membantu memecahkan persoalan dan kasus-kasus rumit, hingga kasus seorang gadis bernama cho kyuhyun yang di duga melakukan pembunuhan masal di markas kepolisian serta tuduhan pembunuhan untuk adiknya cho henry yang terjadi enam minggu yang lalu, namun gadis itu seolah tak membenarkan jika dia melakukan pembunuhan dan dia bersikeras bukan dia yang melakukannya dugaan sementara jika gadis itu menderita kelainan jiwa.
Kibum ingat apa yang di katakan kyuhyun saat di tanyai dulu, meski gadia itu bungkam selama berhari-hari.
" bukan aku yang melakukannya, aku hanya bertangung jawab atas kematian satu orang"
Kibum bahkan tak mengerti apa maksud dari kata-kata gadis itu.
" hei...kau melamun?!" tanya donghae pemuda berusia dua puluh tujuh tahun itu membuyarkan segala lamunan kibum.
" entah kenapa aku merasa kasian dengannya, kau tau tadi pagi suster anna menelponku dan mengatakan jika keadaan kyukyun semakin memburuk" ujar donghae menatap kibum yang mengernyit tak mengerti seolah berkata " apa maksudmu?"
" tadi pagi dia di temukan di kamarnya yang terlihat berantakan dengan keadaan yang mengenaskan, dia sengaja melukai dirinya sendiri dengan membenturkan kepalanya ke pintu, dan dia terus mengumamkan tolong aku terus seperti itu tanpa henti dan dia terlihat sangat ketakutan, menurutmu apa yang terjadi dengannya?!" tanya donghae sekali lagi.
" haruskah kita pasang cctv di kamarnya, kurasa itu akan sedikit membantu dan bisakah aku bertemu dengannya?!"
" tentu kurasa itu bukan ide yang buruk, ayo kebetulan aku juga akan kesana" donghae beranjak dari kursinya seraya mengambil sebuah kunci yang ada di atas mejanya.
Selama perjalanan kibum hanya diam, terlihat jika dia sedang memikirkan sesuatu yang rumit di kepalanya tanpa sadar mobil yang di kendarai oleh donghae telah memasuki pelataran rumah sakit.
"Kajja..." ajak donghae turun dari mobil di ikuti oleh kibum yang mengekor di belakangnya. Kibum berjalan di lorong rumah sakit dalam diam sampai teguran dari donghae membuyarkan lamunannya.
" ayo kita sudah mendapat ijin untuk masuk keruangan kyuhyun" ucap donghae memberi kode pada kibum untuk mengikutinya memasuki ruangan tempat dimana kyuhyun berada.
" maaf kalian hanya memiliki waktu setengah jam untuk berbicara dengannya, keadaannya masih belum stabil aku harap kalian mengerti" ucap suster ana menatap khawatir sosok kyuhyun yang menelusupkan kepalanya di antara kedua kakinya. Donghae menganguk mengiyakan suster ana yang mulai beranjak meninggalkan ruang rawat kyuhyun.
" hai...kyu boleh kami bicara denganmu sebentar?!" tanya donghae mendudukan dirinya di kursi samping ranjang kyuhyun sementara kibum lebih memilih untuk berdiri dan mengawasi. Tak ada tanggapan sedikitpun dari kyuhyun. Kibum mengernyit melihat keadaan kyuhyun yang jauh dari kata baik, kepalanya mendapat perban dan beberapa lebam ke unguan terlihat di antara lutut dan kakinya.
" kyu bo..."
" pergilah..." belum sempat donghae menyelesaikan kata-katanya kyuhyun memutus ucapannya dengan suara dingin, perlahan kyuhyun mendongakkan wajah mengerikan dengan kantung mata dan wajah pucat nyaris tanpa darah dengan bibir kering yang sedikit pecah-pecah.
" kalian tak akan mendapat apapun dariku selain kematian, jadi pergilah..." tambah kyuhyun lagi dengan tatapan kosong. Donghae berdehem.
" kami hanya berniat membantumu, jika kau terus bungkam dan tak ingin mengatakan apapun kami tak akan pernah tau apa yang terjadi dan pengadilan akan menetapkan kau sebagai tersangkah pembunuhan" ucap donghae membujuk.
" biarkan saja, aku tidak yakin jika aku akan hidup lama setelah ini" lirih kyuhyun namun masih bisa di dengar jelas oleh kibun dan donghae.
" apa kau berniat untuk bunuh diri?!" tanya donghae refleks bertanya.
" mungkin, tapi kurasa sebelum itu terjadi dia akan menghentikanku, hei...bantu aku, kau bisa membunuhkukan, aku...aku tak ingin hidup dalam ketakutan karenanya" ucap kyuhyun seraya meneteskan air matanya kembali, terisak.
" dia...siapa yang kau maksud?!" tanya kibum menatap kyuhyun intens.
" ya...dia akan datang dan semakin menyiksaku, dia akan menyiksaku...bunuh aku sekarang sebelum dia semakin membuatku gila..." teriak kyuhyun kalap mulai menyerang dan menarik kerah baju donghae agar menurutinya untuk membunuhnya, kibum menarik kyuhyun hingga tautannya dengan donghae terlepas dan menghempaskan tubuh gadis itu ke atas kasur.
Kibum menatap kyuhyun yang menangis di bawahnya dengan wajah merah. Beberapa suster dan dokter terlihat tergesah memasuki ruang rawat kyuhyun.
" aku mohon tolong aku..." bisiknya lemah saat cairan bius itu mengalir kedalam nadinya.
Kibum termenung entah apa yang di pikirkannya sampai saat matanya menatap sebuah manik gelap yang menatap intens kibum dari balik celah ventilasi udara seketika membuat bulu kuduknya meremang dan bola mata hitam sempurna itu menghilang kemudian.
" sial...apa itu"
TBC
Maaf ya lama lizz gak update, soalnya lizz lagi keasyikan liburan idenya jadi pada mentok, sebenernya sih semua ff lizz udah separuh jadi tinggal ngelanjutin sedikit siap deh di publish tapi ya gitu ini masa liburan ya lizz jadi males buat pegang hp hahaha maaf ya, mungkin agak lamaan lizz baru update lagi.
Mohon jangan bakar atau kirimin lizz santet ya kasih aja lizz tranferan uang buat tambah modal biaya liburan hahaha
Oke sekian dulu reviewnya di tunggu^^
