Halte dan Hujan

Chapter 5

Disclamer : Ansatsu punya Matsui Yuusei-sensei, Zaky Cuma pinjem beberapa chara-nya aja~

Genre : Hurt/Comfort

Rating : T

Pairing : Shinigami-sanxAguri, YanagisawaxAguri, DPL (Dan Pairing Lainnya)

WARNING ! Author newbie, typo(s) berceceran, alur kecepetan plus lompat-lompat(?), Human!Koro-sensei, OOC, DKL (Dan Kesalahan Lainnya)

Oke, minna-san langsung baca aja, ne! Dan selamat berbingung-bingung-ria(?)

Jaa naa~! ^^

Summary : "Jika takdir memang memilih kita untuk bersama, haruskah aku ragu berjalan di atasnya? Karena saat ini tempatku berpijak adalah dunia tanpa dirimu."

Author POV

Yukimura Aguri dapat menangkap jelas ekspresi tipis di paras lelaki yang senantiasa tersenyum itu. Tidak selalu lelaki yang dia panggil Shinigami-san itu benar-benar tersenyum, terkadang saat kesal pun ia tetap tersenyum dengan gurat kesal yang nyaris transparan. Jadi kali ini biarkan sudut hatimu berdebar riang, dan pasang saja senyuman yang seperti biasa, Aguri. Karena kau sendiri menyadari, apa yang kau rasakan bukan hal yang benar. Di antara setiap perhatian yang diberikan lelaki hitam itu padamu, kau tak boleh membalasnya melebihi batas normal.

Sekalipun Yanagisawa dan dirinya sangat berbeda, kau tak bisa begitu saja melepaskan lelaki yang menjadi tunanganmu. Melepaskan sepenuhnya hatimu memilih bukan hal yang tepat, karena sepenuhnya kau tahu—Shinigami hitam itu pilihanmu.

o.o.o

Malam ini Yukimura Aguri membulatkan pilihannya. Dia mengetahui seluruh resiko atas keputusannya, namun dia tak bisa mengingkari hatinya lebih lama. Mungkin orangtuanya akan marah, mungkin Yanagisawa tidak akan menerima keinginannya. Kali ini dia sadar bahwa kemungkinan besar ayah dan ibunya akan kecewa, tetapi dia ingin membebaskan hatinya. Dia ingin berjalan di atas pilihannya, bukan mengelak lagi dan lagi seperti pengecut kecil.

Tetapi di pagi harinya, saat dia sudah melewati rutinitasnya dan hujan deras turun—halte itu kosong. Tak ada lelaki hitam yang tersenyum padanya, menyapanya seperti biasa. Lalu dering ponselnya menyadarkan wanita itu, sebuah pesan dari tunangannya.

Kau tak perlu datang. Hari ini hujan deras, cepatlah pulang.

Lihat, sepertinya keputusan Aguri memang salah. Bahkan Yanagisawa mulai memperhatikannya. Sial sekali, tunangannya menjadi lebih baik saat Aguri sudah tak bisa lagi melihat orang lain.

o.o.o

Pertama kali si lelaki tanpa nama bertemu Aguri di luar halte kecil itu adalah saat ini. Di sebuah restoran yang cukup ternama, dengan sekumpulan orang-orang kaya dan berkuasa di sana. Manik sehitam arang itu melihat wanita Yukimura dari jauh. Duduk di sebuah meja untuk dua orang, dengan ditemani seorang lelaki berwajah-tidak-enak-dipandang. Dilihatnya senyum Aguri sedikit berbeda, ada sesuatu di mata wanita itu. Namun Sang Kematian tahu, Aguri tidak akan mengatakannya—baik pada dirinya maupun lelaki itu, tidak pada siapapun.

Jadi beginikah akhirnya? Setelah nyaris sebulan tak pernah berjumpa, dan matanya disuguhkan pemandangan makan malam romantis Aguri dan tunangannya.

Oh, sepertinya ada sesuatu yang baru connect di kepala si tuan pembunuh bayaran. Aguri sudah bertunangan, dan dia baru saja merasa cemburu pada tunangan orang lain. Mendadak lelaki hitam itu melangkahkan kakinya keluar restoran, setelah mencapai pemikiran betapa bodohnya dia hingga baru menyadari kesalahannya sekarang.

Wanita unik itu sudah menjeratnya.

o.o.o

"Sepertinya kau jadi betah di Jepang ya, Shinigami-san?" tegur Aguri saat keduanya bertemu di halte. Mentari cerah, siang ini menurut ramalan cuaca hujan tidak akan turun. Sebuah kebetulan, karena biasanya hujan seperti sudah menjadwalkan janji pertemuan mereka. Senyuman Aguri membuat lawan bicaranya terdiam agak lama, berusaha mencari kalimat yang tepat.

Setelah menghela napas kecil barulah Sang Kematian berucap, "Aguri, aku akan meninggalkan Jepang minggu depan." Satu tarikan napas lagi, "Ada pekerjaan lain yang menunggu, dan aku—"

"Aku mengerti." Potong Aguri ketika dia melihat gurat tak yakin di wajah lelaki yang mengaku sebagai pembunuh itu. "Kau pasti sibuk kan, Shinigami-san? Kalau begitu mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu."

Sang Kematian kembali terdiam. Baru sekali ini dia tidak menyukai senyuman yang diberikan Yukimura Aguri. Senyuman wanita itu seolah menyatakan perpisahan, mengatakan secara tersirat bahwa wanita itu akan menerima salam perpisahannya. Meskipun Sang Kematian sendiri tak benar-benar yakin apakah mata itu juga mengungkapkan kesanggupannya jika kata 'Selamat tinggal' sungguh terlontar di antara keduanya.

"Lusa nanti aku akan menunggumu di sini." Ujar lelaki itu sambil berjalan ke arah bus yang terparkir di depannya. Sejenak dia menoleh ke arah Aguri, "Datanglah, dan kita akan makan siang bersama."

Aguri termenung di tempat, cukup lama hingga langit yang cerah perlahan berubah. Hujan turun cukup deras, namun langit tetap terang dengan beberapa awan tebal menutupinya. Langit membasahi bumi saat matahari tak sempat bersembunyi. Seperti menyuarakan sesuatu di dalam benak Yukimura Aguri.

o.o.o

Sepanjang hidupnya, dia hanya mengenal membunuh atau dibunuh. Dia tak pernah tahu kapan semuanya akan menjadi baik-baik saja, karena hampir setiap saat musuh bisa menyerangnya. Dunianya hanya sebatas bertahan hidup, pada dasarnya. Dia menjadi seorang pembunuh karena tempatnya terlahir adalah negara penuh konflik. Tak ada yang tahu siapa kawan dan lawan, nyawa siapapun bisa hilang saat lengah. Kepercayaan adalah hal yang mustahil diberikan dan diterima dari orang lain. Para pengkhianat terlalu banyak, dan penjilat juga tumbuh subur.

Namun bertemu dengan Aguri membuatnya tersadar, tidak semua tempat di dunia ini busuk. Mungkin memang tak ada tempat yang bebas dari kekotoran dunia, tetapi masih ada banyak tempat yang lebih baik. Ada tempat-tempat di dunia ini di mana kau bisa pulang dengan hati tenang, dan kau tahu bahwa di sana semuanya akan baik-baik saja.

Tempat itu biasa disebut 'rumah'. Dan baginya, Yukimura Aguri sudah menjadi rumah-nya.

TBC

Nyuaaa~ ketemu lagi di chap5~ udah 5 chap tapi masih pendek-pendek, ya? Gapapa, Zaky emang niatnya begitu, kok :') #ditabokreaders

Yah, mungkin agak spoiler, tapi kemungkinan chapternya ga sampe belasan

Soalnya Zaky lagi mentok idenya~ gomen neee minna-san~

Yosh, seperti biasa Zaky minta RnR+RCL-nya ya, minna-saaan~ ^o^)/

Salam,

Z.U.M