Angel Heart

Pairing:
WonKyu

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

Siwon berbaring di ranjangnya seraya mengamati gelang yeoja yang tidak sengaja ia ajak lari. Siwon mengamati dengan teliti gelang tersebut, ternyata ia menemukan dua huruf di gelang tersebut.

"K dan Y, apa ini inisial dari nama gadis itu?" Siwon tersenyum mengingat-ingat pertemuannya dengan gadis yang tidak ia ketahui namanya.

"Apa benar ia tidak mengenaliku." Tunjuknya pada dirinya sendiri. "Bagaimana mungkin bisa ia tidak mengenaliku bahkan aku sudah menunjukkan wajahku dihadapannya. Apa mungkin dia hanya liburan di Korea, tapi dia sangat fasih berbahasa korea, wajahnya juga seperti orang Korea." Siwon bertanya-tanya entah pada siapa.

"Aish.. mengapa aku jadi memikirkan gadis itu. Tunggu.. bukankah tadi ada yang memotret kami, aish pasti beritanya sudah beredar." Siwon langsung bangkit dan mengambil smartphonenya. Mengecek berita demi berita yang muncul hari ini dengan teliti, ia tidak ingin ada satu beritapun yang terlewat.

"Tidak ada berita tentangku sama sekali atau mungkin belum. Bagaimana jika ini menjadi skandal, aish mengapa aku malah menarik yeoja itu bukannya menghampiri reporter sialan itu." Siwon mengusap wajahnya kasar, sedikit merutuki kebodohannya.

TOK TOK TOK

"Wonnie makan malam sudah siap." Teriak eomma Choi dari balik pintu.

"Ne eomma." Siwon membuka pintu kamarnya dan nampak eomma Choi yang berdiri disana. Siwon ingin bertanya kepada sang eomma tapi ia ragu apakah harus mempertanyakan hal semacam ini.

"Eom—ma.." cicit Siwon.

"Waeyo?"

"Aniyo...kajja." Siwon hanya menunjukkan cengiran khasnya.

.

.

.

"KYUNNIE..." Teriak seorang namja jangkung menghampiri Kyuhyun seraya membawa tabletnya.

PLAKK

"YA Chwang, bisakah kau tidak berteriak, kita sedang di kantor pabbo." Maki Kyuhyun sembari melayangkan pukulan tepat di kepala namja yang dipanggilnya Chwang atau lebih tepatnya Changmin.

"Aish sakit...mengapa kau senang sekali memukulku eoh?" Rajuk Changmin.

"Kau mau kupukul lagi huh? Cepat katakan ada urusan apa kau kemari, aku masih banyak pekerjaan."

"Ck tidak sabaran sekali, aku tidak menyangka kalau kau itu ternyata sangat narsis Kyu." Ejek Changmin yang langsung mendapatkan tatapan mematikan dari Kyuhyun.

"Wah kau benar-benar minta kupukul ya." Kyuhyun sudah siap melayangkan pukulan kembali tetapi Changmin dengan cepat menghentikannya "Lihat" Changmin memperlihatkan isi di tabletnya yang ia pegang sedari tadi. Kyuhyun benar-benar terkejut dengan isinya.

"Apa maksudnya ini Chwang? Bagaimana bisa? Wanita yang difoto itu benar-benar aku?" Tanya Kyuhyun tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Jadi kau tidak tahu tentang ini?" Kyuhyun hanya menggeleng menanggapi pertanyaan Changmin.

"Apa benar kemarin siang kau makan di restaurant depan perusahaan dan mengenakan pakaian ini?" Selidik Changmin yang mendapat anggukan dari Kyuhyun.

"Wah ini sungguh aneh." Heran Changmin.

.

.

.

Siwon memasuki kantor agensinya 'SM Entertainment' yang telah menaunginya selama 5 tahun. Siwon debut sebagai aktor 5 tahun yang lalu, 3 tahun pertama ia mulai merintis karir sebagai aktor di Cina. Ia telah membintangi banyak drama maupun film di Cina. Setelah sukses di Cina akhirnya Siwon memutuskan untuk berkarir di tempat kelahirannya yaitu Korea Selatan. 2 tahun di Korea Selatan cukup membuat Siwon populer karena aktingnya yang begitu memukau para penonton.

"Hyung, apa ada berita aneh tentangku?" Tanya Siwon pada managernya.

"Aniyo, wae? Apa kau berbuat kekacauan saat libur kemarin?" Tanya sang manager curiga, pasalnya Siwon tidak pernah bertanya demikian dan dia merupakan salah satu artis yang belum pernah terlibat skandal apapun.

"Ani...hehe" Cengiran khas Siwon menanggapi pertanyan sang manager.

"Jangan lakukan yang aneh-aneh, sebentar lagi kau akan terlibat projek baru. Ingat itu Siwon." Nasehat manager.

"Hyung apa pernah kau bertemu dengan seseorang dan orang itu tidak mengenalimu?" Tanya Siwon hati-hati.

"Tentu saja, kau pikir semua orang mengenaliku."

"Bukan begitu, maksudku jika kau orang yang terkenal lalu ada orang yang tidak mengenalimu padahal kau sudah menunjukkan wajahmu dihadapannya?"

"Jadi ada yang tidak mengenalimu begitu."

"Aniyo, aku tidak bilang begitu." Bantah Siwon sambil mengibaskan kedua tanganya, sedangkan sang manager hanya tertawa melihat tingkah konyol Siwon.

"Kajja kita berangkat sekarang untuk pembacaan naskah dan perkenalan para pemain." Ajak manager.

.

.

.

Seperti biasanya, pada jam makan siang semua restaurant akan dipadati oleh pengunjung. Kyuhyun memutuskan untuk membawa bekal saja hari karena tidak mau kejadian seperti kemarin terulang lagi. Tentu saja bukan Kyuhyun yang memasak melainkan eomma Cho, bukan rahasia umum lagi kalau pada kenyataannya Kyuhun tidak bisa memasak. Kini Kyuhunn dan Changmin berada di bagian teratas dari gedung tempat mereka bekerja yaitu atap, beruntungnya kantor mereka memiliki taman di atap. Sungguh tempat yang sangat nyaman untuk bersantai atau menikmati makan siang. Kenapa Changmin harus ikut makan juga? Tentu saja karena ia tak akan menolak makanan.

"Jadi kau sudah menemukan siapa yang melakukannya Chwang?" Tanya Kyuhyun sembari menikmati makanan buatan sang eomma.

"Ani, tapi dia mengaku bahwa dirinya adalah 'SparKyu'. Dia mulai memposting tentang dirimu sejak 2 tahun yang lalu. Tepat setelah skandalmu dengan Yunho." Jawab Changmin tanpa menatap Kyuhyun dan terus melahap makanannya.

"Apa mungkin dia adalah fans Yunho yang sangat membenciku?" Kyuhyun menghentikan acara makannya, ia sudah tidak bernafsu lagi untuk makan saat nama Yunho kembali dibahas.

"Kurasa bukan, kalau dia membencimu tidak mungkin dia memposting hal-hal yang baik mengenaimu. Kurasa dia adalah penggemar rahasiamu. Kau tidak makan?" Tanya Changmin karena melihat Kyuhyun yang tidak memakan makanannya lagi.

"Ani, kau habiskan saja semuanya aku sudah kenyang." Balas Kyuhyun dan menatap ke arah lain. Entahlah dia masih belum bisa melupakan kejadian 2 tahun yang lalu.

"Mian, pasti karena aku membahas Yunho." Kini Changmin pun menghentikan makannya.

"Kau tidak perlu meminta maaf, bukan salahmu."

"Tidak ini salahku, seandainya saat itu aku tidak Jepang atau setidaknya aku langsung kembali saat mendengar berita itu, semua hal itu tidak akan terjadi." Sesal Changmin.

"Jangan pernah menyalahkan dirimu Chwang. Mungkin benar semua hal itu tidak akan terjadi seandainya kau cepat kembali tapi pasti akan jauh lebih kacau. Aku tahu dirimi, kau pasti akan langsung mendatangi Yunho dan memukulinya."

"Ne, tentu saja. Aku tidak akan tinggal diam, aku akan mematahkan kedua kakinya dan merusak wajahnya agar dia tidak bisa lagi membanggakan wajah sok kerennya." Ujar Changmin seraya menggerakkan kedua tangan dan kakinya seolah-olah sedang berkelahi dengan musuh.

"Sudahlah cepat habiskan makanannya, aku kemabali ke dalam dulu." Ucap Kyuhyun dan pergi meninggalkan Changmin, tapi tak lama kemudian ia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Changmin.

"Sepulang kantor apa kau mau ikut mengunjungi anakku?" Tawar Kyuhyun.

"Tentu saja."

.

.

.

Kyuhyun kembali melakukan pekerjaan, ia harus cepat menyelesaikannya agar bisa pulang tepat waktu yang menemui anaknya.

"Hyukjae-ssi, tolong kau cek barang yang baru saja tiba, aku akan melaporkan dan meminta persetujuan sajangnim untuk proyek bulan depan." Perintah Kyuhyun pada asistennya.

"Ne, namager-nim."

Kyuhyun memasuki lift dan menekan tombol 20, pintu lift akan segera tertutup tapi tiba-tiba ada seseorang yang menahannya. Pintu lift terbuka lagi dan orang tersebut segera masuk ke dalam lift kemudian menekan tombol agar pintu segera tertutup. Kyuhyun tidak melihat orang yang baru saja masuk itu karena fokus pada smartphonenya. Kemudian ia menatap tombol di lift tersebut dan menegernyitkan dahinya.

"Kau tidak menekan tombolnya?" Tanya Kyuhyun pada orang disebelahnya dan pada saat itulah ia baru melihat wajah orang tersebut yang ternyata pria yang kemarin.

Pandangan keduanya bertemu dan mereka saling menunjuk satu sama lain.

"Kau/Kau" ujar keduanya bersamaan.

"Apa yang kau lakukan disini? Kau mengikuti?" tanya Kyuhyun dengan penuh kecurigaan pada namja tersebut. Tapi setelahnya ia merutuki kebodohannya, bagaimana bisa ia berkata seperti itu, mungkin sajakan kalau namja itu juga bekerja disana.

"MWOYA. Kau pikir aku penguntit, untuk apa juga aku mengikutimu. Mungkin saja kah kau yang mengikutiku." Jawab Siwon tidak terima dengan tuduhan Kyuhyun.

"Aigoo..Hey dengar ya jelas-jelas aku duluan yang berada di dalam lift ini bagaimana mungkin aku yang mengikutimu." Bantah Kyuhyun.

"Apa kau sudah mencari namaku di Naver?" Selidik Siwon ingin mengetahui apakah yeoja tersebut sudah mengetahui tentang dirinya.

"Kau pikir aku orang yang tidak punya pekerjaan sehingga harus melakukan hal tidak berguna seperti itu."

TING

Belum sempat Siwon berkata apapun pintu lift sudah terbuka, Kyuhyun segera keluar dari lift begitupun dengan Siwon. Kyuhyun merasa ada orang yang mengikutinya di belakang, iapun berbalik dan menemui Siwon yang ada di belakangnya. Siwon menghentikan langkahnya karena Kyuhun berbalik dan menatapnya.

"YAA.. jangan mengikutiku." Teriak Kyuhyun, beruntung karena tidak banyak orang disana jadi tidak ada yang memperhatikan teriakan Kyuhyun.

.

.

.

"Sajangnim, ini proyek pemasaran untuk bulan depan." Kyuhun memberikan map yang berisi proyek yang telah timnya rancang.

"Jadi kau mau menggunakan artis untuk memasarkan produk kali ini."

"Ne, sajangnim. Kita bisa menggunakan artis yang banyak digemari kalangan remaja bahkan dewasa sehingga dapat meningkatkan penjualan." Jelas Kyuhyun.

"Apa kau sudah menemukan artis yang tepat untuk proyek ini?"

"Kami akan menentukan artis yang tepat setelah Anda menyetujuinya sajangnim."

"Baiklah, aku menyetujuinya. Berikan aku daftar artis yang kau rekomendasikan, aku akan memilihnya."

"Baik sajangnim, saya permisi." Kyuhyun keluar dari ruangan Bossnya dan lagi-lagi ia bertemu dengan namja yang menurutnya menyebalkan bernama Choi Siwon.

"Kau lagi, apa yang kau lakukan sekarang disini?" Siwon hanya menunjuk pintu dibelakang Kyuhyun, lebih tepatnya ruang Boss Kyuhyun.

"Kau bekerja disini juga?" Siwon hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Kyuhyun. "Aigo.. apa kau mendadak tidak bisa berbicara sehingga menggunakan bahasa isyarat." Kyuhyun meninggalkan Siwon sembari mengomel sendiri. Sedangkan Siwon segera memasuki ruangan yang ditujunya.

"Appa. Kau tahu siapa yeoja yang baru saja keluar dari ruangan appa?" Tanya Siwon tidak sabaran membuat sang appa curiga.

"Apa kau datang kemari hanya untuk menanyakan hal itu?"

"Ayolah appa tinggal jawab saja apa susahnya." Mohon Siwon. Tuan Choi yang tidak tega pada anaknya pun langsung memberikan jawaban yang diinginkan anaknya.

"Namanya Cho Kyuhyun, manager pemasaran disini." Jelas Tuan Choi, sedangkan Siwon hanya senyum-senyum tidak jelas. "Apa kau menyukainya?" Selidik Tuan Choi.

"Kenapa aku harus menyukainya, aku hanya bertanya appa." Bantah Siwon atas tuduhan sang appa. Tuan Choi hanya tersenyum melihat tingkah anaknya.

"Appa tahu, karyawan appa itu tidak mengenaliku. Bagaimana mungkin ia tidak mengenaliku sedangkannya wajah dan namaku selalu beredar di internet. Aku sudah menunjukkan wajahku dihadapannya tapi dia tetap tidak mengenaliku bahkan menuduhku penguntit, aigoo.. aku tidak percaya ada yeoja seperti dia." Papar Siwon frustasi. Tidak dikenal oleh satu orang saja bukankah itu tidak masalah.

.

.

.

Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Kyuhyun dan Changmin pergi untuk mengunjungi anak Kyuhyun. Mereka pergi dengan mobil Changmin karena tidak memiliki mobil, ia lebih senang menggunakan kendaraan umum daripada harus mengendarai mobil sendiri. Tidak butuh waktu lama akhirnya merekapun tiba, Kyuhyun keluar dari dalam mobil begitupun dengan Changmin. Keduanya lalu memasuki 'rumah pemakaman' tempat abu anak Kyuhyun disimpan. Anak kyuhyun telah meninggal, beberapa hari setelah insiden yang menimpanya, Kyuhyun dinyatakan keguguran karena stres dan tertekan.

"Annyeong aegy, mian eomma baru datang.." Kyuhyun menempelkan bunga yang dibawa pada kaca tempat abu anaknya berada. "..eomma datang bersama Changmin ahjussi."

"Annyeong baby, kau masih ingat dengan ahjussi kan? Kau jangan khawatir ahjussi akan selalu menjaga eommamu." Kali ini giliran Changmin yang menyapa.

"Mianhae.. maafkan eomma yang tidak bisa menjagamu sayang. Eomma memang bukan eomma yang baik. Mianhae." Kyuhyun tertunduk sedih, air matanya sudah tidak terbendung lagi.

Changmin memeluk Kyuhyun dan mengusap punggung Kyuhyun, inilah alasan kenapa Changmin tidak akan pernah membiarkan Kyuhyun pergi sendirian menemui anaknya. Kyuhyun pasti akan selalu menyalahkan dirinya sendiri.

"Gwenchana, appamu disana pasti menjaga cucunya."

.

.

.

Hari ini adalah hari paling menghebohkan, semua karyawan tidak ada yang diam, mereka semua histeris. Kyuhyun penasaran ada apa sebenarnya, akhirnya ia bertanya kepada salah satu dianatarnya.

"Apa terjadi sesuatu?"

"Oh manager, annyeng haseyo.." karyawan tersbut membungkuk kepada kyuhyun "..begini manager, akan ada syuting disini." Jelas karyawan tersebut.

"Syuting untuk apa?" Tanya Kyuhyun lagi.

"Syuting film, hari ini adalah hari pertama syuting. Pasti banyak artis yang datang, apa aku bisa berfoto dan meminta tanda tangannya."

.

.

.

"Hyukjae-ssi, apa kau tahu akan ada syuting disini?" Tanya Kyuhyun pada asistennya.

"Ne, manager. Mereka menggunakan gedung di lantai 13 untuk lokasi syutingnya, mengapa manager menanyakan hal itu?"

"Anniyo."

Kyuhyun duduk di kursi kerjanya. Memikirkan siapa yang akan syuting di kantornya, semoga saja bukanlah Yunho karena ia tidak ingin bertemu namja itu lagi. Jujur saja selama 2 tahun ini tepatnya setelah insiden yang menimpanya, ia tidak pernah lagi membaca ataupun sekedar melihat-lihat berita seputar dunia entertain. Dia bahkan menutup jejaring sosialnya karena mendapat banyak hujatan.

Tiba-tiba saja Kyuhyun teringat pada namja yang tempo hari tidak sengaja ia temui. "Hyukjae-ssi, apa ada yang bernama Choi Siwon di kantor ini?"

"Mollayo, aku tidak pernah mendengar namanya di departement pemasaran."

.

.

.

Kyuhyun baru saja keluar dari toilet wanita, ia begitu terburu-buru sehingga tidak memperhatikan sekeliling dan tanpa ia duga ia bertabrakan dengan seorang namja yang keluar dari toilet pria. Letak toilet pria dan wanita berada bersebrangan yang dihubungkan dengan satu lorong.

Untungnya namja yang menabrak Kyuhyun mempunyai reflek yang baik sehingga Kyuhyun tidak perlu terjadi dan merasakan dinginnya lantai. Namja itu memeluk erat pinggang Kyuhyun kemudian membantunya berdiri.

"Terima kasih telah menolongku." Ucap Kyuhyun menatap sang lawan bicara. Seketika Kyuhyun terkejut melihat namja dihadapannya.

"Kau lagi, aigoo.." Kyuhyun mengamati wajah Siwon dengan saksama bahkan ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Siwon membuat Siwon gugup setengah mati. Siwon tidak bisa menerka apa yang akan dilakukan kyuhyun selanjutnya.

"Kau..." Tunjuk Kyuhyun pada wajah Siwon. Apa mungkin Kyuhyun sudah mengenali Siwon, itulah yang ada dalam pikiran Siwon. Namun sepertinya ia harus menelan kekecewaan karena bukan itu maksudnya.

"Kau berdandan, menggunakan make up hahahahahaha." Kyuhyun tertawa lepas sedangkan Siwon tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Apa yang salah dengan pria yang menggunakan make up, Siwon adalah artis tidak masalah bukan. Masalahnya adalah Kyuhyun tidak tahu kalau Siwon adalah artis jadi itu akan sangat aneh.

"Aigooo Kyowo.." Kyuhyun mencubit kedua pipi Siwon kemudian pergi begitu saja sembari menahan tawanya, sedangkan Siwon hanya dapat menyentuh kedua pipinya dan memandang kepergian Kyuhyun.

.

.

.

TBC

.

.

.

Sudah dilanjut buat yang penasaran.. kalau banyak peminatnya bakalan update asap. Need review for support me.