Angel Heart
Pairing:
WonKyu
.
.
.
Chapter 3
.
.
.
Siwon berjalan dengan ceria menuju lokasi syuting di lantai 13. Mendapatkan sedikit informasi dari sang appa tentang Kyuhyun membuat Siwon sebisa mungkin menyempatkan diri untuk bertemu dengan Kyuhyun. Siwon sengaja menggunakan toilet di lantai 12, tempat Kyuhyun bekerja supaya bisa bertemu seraca tidak sengaja dan ternyata benar ia bertemu dengan kyuhyun.
"YA Siwon kau darimana saja, syuting akan segera dimulai." Oceh sang manager.
"Toilet." Jawab Siwon santai masih dengan senyuman yang tidak hilang sedari tadi.
"Apa terjadi sesuatu di toilet? Kau terlihat aneh." Curiga manager melihat tingkah Siwon yang seperti orang kasmaran.
"Anniyo hyung-ah." Balas Siwon seraya mencubit kedua pipi managernya seperti yang dilakukan kyuhyun kepadanya kemudian ia pergi untuk syuting adegan pembuka yang dimulai dengan adegan perkelahian.
"Aigoo, anak itu mengapa menjadi semakin aneh." Keluh manager.
.
.
.
Sementara itu, hal yang serupapun dialami Kyuhyun, ia menutup mulutnya mencoba untuk menahan tawanya. Ia tidak habis pikir kenapa Siwon harus berdandan seperti itu, dia belum pernah bertemu dengan pria yang berdandan sebelumnya kecuali Yunho. Wajar jika Yunho berdandan, dia adalah artis jadi harus menjaga penampilannya di depan kamera, tapi kalau Siwon...
"Hahahaha.. aigoo..memikirnya membuatku tidak bisa berhenti tertawa." Kyuhyun menepuk-nepuk kedua pipinya yang kelu akibat terlalu banyak tertawa.
"Memikirkan siapa?" Tanya Changmin mendadak yang entah datang dari mana.
"Astaga.. kau mengagetkanku Chwang." Kyuhyun benar-benar terkejut dengan penampakan Changmin yang begitu mendadak. " Rasakan ini." Kyuhyun memukuli badan Changmin untuk melampiaskan kekesalannya.
"Ya Kyu ampun, hentikan hentikan aku tidak akan mengulanginya lagi."
"Aku tidak akan tertipu, kau sudah sering mengatakannya." Bantah Kyuhyun dan tetap memukuli Changmin tanpa ampun.
"Aku akan membelikan kaset games terbaru limited edition untukmu." Tawar Changmin, Kyuhyun langsung menghentikan aksi pukulnya.
"Mengapa tidak dari tadi kau mengatakannya, kau membuang-buang energiku saja." Ucap Kyuhyun sembari mengibaskan rambutnya dan merapikan penampilannya.
"MWO...jadi kau sudah merencanakannya. OMO bagaimana mungkin aku tertipu." Histeris Changmin tidak terima karena kali ini ia yang kalah dari Kyuhyun.
"Aku tunggu kaset gamesnya Chwang, bye bye." Kyuhyun melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Changmin.
"Ya kau belum memberitahuku siapa yang kau pikirkan." Teriak Changmin yang membuatnya mendapat tatapan dari semua pegawai disana.
.
.
.
"Hyukjae-ssi, tolong gantikan aku untuk melatih para trainer. Aku harus pergi ke Lotte departement store, ada masalah serius disana." Jelas kyuhyun pada asistennya.
"Baik manager-nim."
"Aku pergi sekarang." Kyuhyun mengambil tasnya kemudian berjalan keluar dari ruangannya.
Kyuhyun berjalan dengan sangat terburu-buru hingga ia tidak sengaja menabrak seseorang yang sukses membuat keduanya terjatuh. Orang yang ditabrak Kyuhyun membantunya untuk berdiri. "Mianhae, aku terburu-buru sehingga menabrakmu, gwencha—na?" barulah Kyuhyun melihat orang yang ditabraknya "Siwon-ssi."
Ternyata orang yang ditabraknya adalah Siwon, entah kesialan atau keberuntungan karena selalu bertemu dengan Siwon yang jelas Kyuhyun tidak membencinya.
"Gwenchana?" Tanya Kyuhyun khawatir.
"Ne." Jawab Siwon salah tingkah seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Siwon hanya mengenakan pakaian berlengan pendek membuat Kyuhyun melihat luka di tangan kanan Siwon. Kyuhyun langsung meraih tangan Siwon.
"Kau terluka, tunggu sebentar." Kyuhyun kembali ke ruangannya untuk mengambil sesuatu. Sebenarnya kakinya sedikit sakit akibat tabrakan tadi mungkin terkilir, tetapi ia tetap memaksanya untuk berjalan.
"Apa ada yang tertinggal manager-nim?" Tanya Hyukjae, asisten Kyuhyun yang bahkan tidak ditanggapi oleh Kyuhyun. Kyuhyun segera pergi setelah mendapatkan apa yang dicarinya di lari kerjanya. Kyuhyun kembali ke tempat Siwon berada.
"Kemarikan tanganmu." Siwon mengulurkan tangan kananya. Kyuhyun segera menempelkan plester menutupi luka di tangan Siwon. Sebenarnya luka di tangan Siwon bukan karena bertabrakan dengan Kyuhyun melainkan ia dapat saat syuting tadi. Tapi tak apalah yang penting Siwon mendapatkan sedikit perhatian dari Kyuhyun.
"Kau mau kemana?" Tanya Siwon.
"Yaampun aku hampir lupa." Kyuhyun menepuk keningnya sendiri. Kyuhyun bangkit dan hendak pergi tapi Siwon menahannya.
"Biar ku antar." Tawar Siwon.
"Tidak perlu repot-repot aku bisa naik taksi." Tolak Kyuhyun.
"Aniyo, anggap saja karena kau telah mengobati lukaku." Siwon menunjukkan lengannya yang diplester.
"Baiklah."
.
.
.
Siwon dan Kyuhyun kini sudah berada di dalam mobil Siwon. Keduanya terlihat begitu canggung.
"Aku harus mengantarmu kemana?"
"Lotte Departement Store." Jawab Kyuhyun singkat. Setelahnya tidak ada percakapan dianatara keduanya.
Lima menit telah berlalu, namun rasanya seperti berabad-abad karena keduanya tetap diam, bingung harus memulai percakapan seperti apa.
"Kyuhyun."
"Ne." Heran Siwon.
"Namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun." Ucap Kyuhyun malu-malu.
"Ah ne Kyuhyun-ssi." Sebenarnya tanpa Kyuhyun memperkenalkan dirinyapun Siwon sudah tahu siapa namanya, hanya saja Siwon tidak ingin membuat Kyuhyun curiga jika ia tiba-tiba memanggil Kyuhyun dengan namanya padahal mereka belum pernah berkenalan.
"Panggil Kyuhyun saja, aneh rasanya dipanggil seperti itu."
"Baiklah, kalau begitu kau juga harus memanggilku Siwon saja."
Siwon menurunkan Kyuhyun tepat di depan Lotte departement store. "Terima kasih Siwon."
.
.
.
Kyuhyun langsung mendatangi lokasi tempat penjualan produk perusahaannya di Lotte. Kyuhyun menemui manager toko dan menanyakan masalah yang terjadi di sana. Sang manager toko menjelaskan secara rinci permasalahan yang terjadi. Kyuhyun diajak manager toko untuk nemenui wanita yang membuat kekacauan di toko mereka.
"Annyeong nyonya, saya sudah mendengar keluhan yang Anda ajukan. Kita bisa selesaikan denngan baik-baik. Mari ikut saya." Kyuhyun harus selalu ramah kepada para pelanggan dalam kondisi apapun.
"YA APA KAU TIDAK MENEGERTI JUGA. LIHAT WAJAHKU.." wanita itu menunjukkan wajahnya yang tampah memerah seperti alergi "..ini pasti karena produk yang kalian jual mengandung bahan kimia berbahaya."
"Mohon maaf nyonya tapi semua produk kami terbuat dari bahan organik dan sudah teruji kualitasnya jadi tidak akan menimbulkan efek apapun bagi penggunanya apapun kondisi kulit mereka." Tutur kyuhyun sopan.
"Jadi kau menuduhku berbohong." Sewot wanita itu tidak mau kalah.
"Saya tidak menuduh Anda nyonya, sebaiknya kita periksa saja wajah nyonya ke dokter kulit ternama di Seoul, semua biaya pengobatan akan kami tanggung."
"Kau pikir aku tidak mempunyai uang untuk membiayai pengobatannya."
"Jika Anda masih bersikeras seperti ini, saya tidak akan segan-segan utuk mengambil jalur hukum atas tuduhan pencemaran nama baik perusahaan kami. Bagaimana?" Wanita itu langsung ciut mendengar perkataan Kyuhyun, tanpa berkata apapun wanita itu segera pergi meninggalkan toko mereka.
Akibat kekacauan yang ditimbulkan wanita itu membuat para pengungjung toko ragu untuk membeli produk mereka.
"Mianhamnida atas kekacauan yang terjadi, silakan berbelanja kembali. Kami dengan senang hati akan membantu Anda semua untuk memilih produk yang sesuai dengan keinginan Anda semua." Ujar Kyuhyun kepada semua pelanggan yang menyaksikan kekacauan yang terjadi. Kyuhyun melirik manager toko dan para pegawai memberi isyarat agar mereka membantu para pelanggan yang datang.
"wah manager-nim daebak." Terdengar bisik-bisik para pegawai yang memuji kepiawayan Kyuhyun dalam menangani masalah.
"Permisi, apa Anda juga memakai produk ini." Tanya salah seorang pelanggan wanita kepada Kyuhyun.
"Tentu saja nyonya." Jawab Kyuhyun ramah.
"Bisa kau tunjukkan produk mana yang kau gunakan, akua juga ingin memiliki wajah sepertimu, bersih dan bercahaya." Pinta pelanggan tersebut.
"Baiklah, mari nyonya." Kyuhyun melayani pelanggan tersebut. Kyuhyun begitu cekatan saat saat melayani para pelanggannya, terlihat dari antusiasnya para pelanggan yang ingin dilayani oleh Kyuhyun.
.
.
.
Kyuhyun kembali ke kantor untuk mengecek pekerjaan yang dilakuakan oleh asistennya, sebagai manager ia tidak bisa lepas tangan begitu saja atas pekerjaan yang seharusnya diselesaikan olehnya.
"Hyukjae-ssi apa kau sudah membuat laporan mengenai pelatihan tadi?" Tanya Kyuhyun pada asistennya.
"Ne, manager-nim. Sudah saya letakkan di atas meja manager-nim."
"Baikalah kalau begitu kau boleh pulang."
"Apa tidak apa-apa aku pulang lebih dulu daripada manager-nim?"
"Tentu saja tidak apa-apa. Aku akan memeriksa laporannya terlebih dahulu sebelum pulang." Jelas Kyuhyun meyakinkan asistennya.
Sebenarnya Hyukjae tidak sampai hati meninggalkan atasnya sendiri tapi mau bagaimana lagi ia harus segera pulang.
Kyuhyun membaca laporannya dengan sangat teliti, melingkari bagian-bagian yang salah kemudian merivisinya. Sekali-kali pulang terlambat tidaklah masalah lagipula ia sudah memberitahu sang eomma kalau akan pulang terlambat. Setelah selesai merivisi laporannya, Kyuhyunpun bergegas untuk pulang. Kantor terlihat sepi, mungkin tidak ada yang lembur hari ini selain dirinya.
Kyuhyun berjalan menelusuri koridor, ia merasakan ada yang mengikutinya tapi ia ragu untuk sekedar menengok ke belakang. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan seketika itu juga langkah kaki di belakangnya berhenti tak terdengar lagi. Kyuhyun kembali lagi berjalan dan ia bisa mendengar lagi langkah kaki di belakangnya. Dengan gerakan cepat Kyuhyun membalik badannya dan memasang posisi siap untuk menghajar siapapun yang ada di belakangnya.
"KYAAAA." Teriak Kyuhyun sambil memejamkan matanya.
"KYAAAA."
"Kenapa aku tidak lari saja kenapa aku malah berbalik, bagaimana jika itu adalah hantu. OMO...tunggu hantu tidak mungkin menjerit kan, bagaimana kalau itu penculik atau pembunuh." Pikir Kyuhyun dalam hatinnya. Dengan ragu Kyuhyun membuka perlahan kedua matanya.
"OMO SIWON." Teriak Kyuhyun lega karena ternyata orang yang mengikutinya adalah Siwon. Kyuhyun mengelus dadanya, ia merasa lega karena tidak bertemu hantu.
"Kau membuatku takut Siwon." Marah Kyuhyun.
"Kau yang membuatku terkejut Kyuhyun, tiba-tiba berbalik dan berteriak begitu." Balas Siwon.
"Ku pikir kau hantu."
"Kau percaya pada hantu hahahaha." Siwon menertawakan Kyuhyun membuat Kyuhyun cemberut dan terlihat imut tidak sesuai dengan usianya.
"Ani, aku tidak berkata seperti itu." Bantah Kyuhyun.
"Ku dengar gedung ini berhantu, setiap malah hantunya akan muncul dan mengganggu wanit." Ujar Siwon menakut-nakuti Kyuhyun.
"YAK kenapa hanya wanita?" Kyuhyun mulai terbawa suasana dan percaya saja dengan perkataan Siwon mengenai hantu terlebih Siwon berjalan mendahuluinya.
"YAK SIWON TUNGGU... ouch." Kyuhyun seketika terduduk memegangi pergelangan kakinya yang terasa sakit. Mendengar erangan Kyuhyun, Siwon pun berbalik dan menghampiri Kyuhyun.
"Gwenchana?"
"Sepertinya kakiku menjadi bengkak karena dipaksa berjalan." Jelas Kyuhyun, Siwon mengamati pergelangan kaki Kyuhyun yang terlihat membiru.
"Apa perlu ke rumah sakit?"
"Aniyo, aku akan mengompresnya setelah sampai di rumah."
"Kalau begitu aku akan mengantarmu."
"Tidak perlu aku bisa naik taksi." Tolak Kyuhyun. Kyuhyun tidak ingin merepotkan orang lain. Ia sudah terbiasa mandiri dalam hal apapun.
"Akan lebih cepat jika aku mengantarmu, kajja. Masih bisa berjalan atau perlu ku gendong?" Tawar Siwon, jelas pilihan kedua sangat menguntungkan bagi Siwon dan itulah yang diharapkanya.
"Aniyo aku masih bisa berjalan."
.
.
.
Kini suasana di dalam mobil sudah tidak secanggung sebelumnya. Sepertinya mereka sudah lebih akrab.
"Siwon kau bekerja di departemen mana?" Tanya Kyuhyun penasaran.
"Departemen produksi." Jawab Siwon asal. Kyuhun nampak berpikir mendengar jawaban Siwon.
"Bukankah departemen produksi ada di Busan?"
'mati aku, kenapa aku bisa lupa.' Siwon merutuki kebodohannya "mmm.. aku diutus untuk memperkenalkan produk baru."
"ooo..makanya waktu itu kau menemui sajangnim."
"hmm.. Kyuhyun."
"Ne."
"Boleh aku meminta nomormu."
"Kemarikan handphonemu." Siwon memberikan Handphone kepada Kyuhyun. Kyuhun mengetikkan nomor handphonenya kemudian menyimpangnya dengan namanya.
"Sudah, aku menyimpannya dengan namaku." Jelas Kyuhyun agar Siwon mudah mencari kontaknya. Dikembalikan handphone milik Siwon.
"hmm..Siwon apa kau selalu berpakaian seperti ini?" Tanya Kyuhyun hati-hati, pasalnya setiap bertemu, Siwon tidak begitu formal dalam berpakaian, terlalu santai, tidak sesuai kau kenakan untuk bekerja.
"Ne, waeyo?" Tanya Siwon tidak mengerti, apa ada yang salah dengan penampilannya.
"Sebaiknya kau menggantinya dengan pakaian yang sedikit lebih formal saat ke kantor, itu akan jauh lebih sopan." Nasihat Kyuhyun.
"Akan ku pikirkan." Jawab Siwon dengan santainya.
"MWOYA.. kau pikir itu perusahaan milik appamu sehingga kau bisa bertingkah seenaknya." Protes Kyuhyun karena Siwon tidak mau mendengarkan nasihatnya.
'memang itu perusahaan milik appaku' Jawab Siwon dalam hatinya. "Arraseo, arraseo. Sebaiknya besok kau tidak usah menggunakan heels, pakai saja sandal."
.
.
.
Setelah mengantar Kyuhyun pulang, Siwon pun segera pulang ke rumahnya.
"Kau baru pulang, bukankah syutingmu sudah selesai sejak sore." Tanya eomma Choi begitu Siwon masuk ke dalam rumah.
"Ada proyek baru eomma jadi aku terlambat." Jelas Siwon.
"Proyek baru? Tapi managermu tidak bilang apa-apa. Apa proyek barunya Siwon?"
"Proyek mengejar Kyuhyun." Timpal appa Choi yang tiba-tiba muncul.
"APPA, sudah aku bilang tidak seperti itu." Rengek Siwon.
"Kyuhyun? Siapa itu Kyuhyun?" Tanya eomma Choi penasaran.
"Seseorang yang tidak mengenali putra kita yang tampan ini yeobo, anakmu ini datang ke kantorku merengek-rengek karena tidak dikenal." Jelas appa Choi kepada istrinya.
"Appa aku tidak seperti itu, eomma jangan dengarkan appa." Bantah Siwon.
Siwon jadi senyum-senyum sendiri mengingat moment bersama Kyuhyun seharian ini. "Hahaha.. aigoo dia bahkan menertawakanku yang menggunakan make up...hahaha." Siwon tertawa dan berbicara pada dirinya sendiri, ia pergi menuju ke kamarnya meninggalkan kedua orangtuanya.
Tiba-tiba Siwon keluar dari kamarnya dan muncul kembali dihadapan orangtuanya "Appa, besok jangan marahi Kyuhyun karena ia mengenakan sandar, kakinya terkilir." Setelah mengatakan itu, Siwon kembali lagi ke kamarnya.
"kau lihat sendiri kan kelakuannya, terlalu jelas." Ucap appa Choi.
.
.
.
Siwon berbaring di kasurnya setelah membersihkan dirinya, ia memegangi handphonenya sedari tadi. Ia ingin mengirimi Kyuhyun pesan tapi ia ragu. Dibukanya aplikasi pesan, mengetik beberapa kalimat tapi tak kunjung ia kirim.
To: Kyuhyun
Kyuhyun ini aku Siwon. Apa kakimu sudah lebih baik?
Siwon sudah mengetiknya sedari tadi tapi ia belum juga menekan tombol kirim.
CEKLEK
KLIK
"Siwon mau eomma buatkan cokelat hangat?" Tanya sang eomma yang mendapat teriakan dari Siwon.
"KYAAAA.. bagaimana ini." Tragis memang tapi mau bagaimana lagi, saat eomma Choi membuka pintu kamar Siwon karena terkejut Siwon tidak sengaja menekan tombol kirim.
"Kya eomma apa yang harus aku lakukan?" Heboh Siwon seraya berputar-putar di kamarnya. Eomma Choi hanya bisa mendesah melihat tingkah anaknya.
KLING
Bunyi handphone Siwon yang menandakan ada pesan masuk, Siwon tidak mendengarnya karena terlalu heboh sedari tadi.
"Dia membalas pesanmu." Eomma Choi mencoba memberitahu anaknya.
"Eomma jangan berkata yang aneh-aneh."
"Handphonemu berbunyi, dia membalas pesanmu, kau saja yang tidak mendengarnya." Jelas eomma Choi.
"Jinjayo?" Siwon segera mengambil handphonenya yang tadi ia lempar begitu saja di atas kasus.
"Eomma benar, dia membalasnya." Senang Siwon langsung membaca pesan masuk sedangkan eomma Choi sesegera mungkin meninggalkan kamar Siwon.
From: Kyuhyun
Ne, kakiku sudah lebih baik setelah aku mengompresnya dengan air hangat. Apa kau sudah tiba di rumah?
To: Kyuhyun
Ne, aku sudah tiba di rumah. Kau belum tidur?
From: Kyuhyun
Bagaimana aku bisa tidur kalau kau mengirimiku pesan.
To: Kyuhyun
Haha..selamat tidur Kyuhyun.
From: Kyuhyun
Selamat tidur Siwon
.
.
.
Kyuhyun sangat ceria pagi ini sepertinya tidurnya sangat nyenyak semalam. Ia menggunakan sandal sesuai saran Siwon untuk bekerja hari ini agar bengkak di kakinya cepat sembuh.
"Eomma aku berangkat dulu ne." Pamit Kyuhyun.
"Ne, hati-hati sayang."
Kyuhyun keluar dari gerbang rumahnya dan melihat seseorang tengah berdiri disana. Wajahnya begitu terkejut melihat namja dihadapannya.
"Yun—ho."
.
.
.
TBC
.
.
.
Oke sekian dulu untuk Chap ini... Yunho bakal muncul lagi di next chap.
Lets review
thanKYU
