Chapter 1
Title : Strength Love
Cast: Cho Kyuhyun, Lee Sungmin (GS), Kris Wu, Kim Jongin, Lee Donghae, Oh Sehun, Xi Luhan (GS), Kim Jaekyung, Do Kyungsoo.
Genre : Hurt/Romance
Length : 7 chap (END)
Summary : Bagaimana kisah percintaan remaja SMA yang populer dengan versinya masing-masing? Kyuhyun dengan Sungmin yang polos, Sehun yang tergila-gila dengan sunbaenya, Jongin yang uring-uringan karena Kyungsoo lebih sering berpergian dengan ayahnya, Kris dan Jaekyung pasangan yang terlampau kaku namun sangat romantis, Donghae yang berusaha mencari sang belahan jiwa. Bagaimana kisah mereka semua?
Disclaimer : semua cast milik Tuhan, pheo hanya pinjam. Adapun perubahan marga, gender dan yang lain sebagainya itu hanya lah sebuah kebutuhan cerita untuk ff ini. Mohon maklum, happy reading ^^
.
.
.
.
PART 1
"SEHUNNIEEE~~"
Luhan berteriak dengan nyaring didepan pintu kantin saat melihat kekasihnya itu sedang berkumpul bersama teman-temannya, membuat para gadis yang ada dikantin itu menatapnya dengan tatapan iri.
Sehun tersenyum tipis dan melambai, Luhan segera berlari kecil dan segera menghempaskan tubuhnya tepat disamping pria albino itu dan mengecup pipinya sekilas.
"Hai nonna-ku sayang.." sapa Sehun manis, membuat semburat merah muncul dikedua pipi gadis itu.
"Sehunnie..." rengek Luhan, malu dilihat oleh Kyuhyun, Donghae, Jongin dan Kris.
"Lu, mana Jae?" tanya Kris, biasanya Jaekyung akan datang bersama Luhan dan Kyungsoo.
Luhan mengerjap dan berusaha mengingat, "Jaekyung? Aku tidak melihatnya sedari tadi, dia tidak masuk kelas. Kupikir dia tidak masuk."
Kris dan Jongin tersentak, sementara Sehun menatap Luhan dengan heran, mengabaikan tatapan Kyuhyun dan Donghae yang menatap kekasihnya dengan bingung.
"Jaekyung tidak masuk kelas?" ulang Jongin panik, Luhan mengangguk polos.
Tanpa diminta, Kyuhyun mengambil ponselnya dan mendial nomer Jaekyung. Namun belum sempat ia menempelkan benda pipih itu ketelinganya, seseorang menyambar pelan ponselnya dan duduk didepannya, tepat disamping Kris.
"Aku disini, tidak perlu mencariku."
"Darimana kau?" Jongin langsung menodong adiknya itu dengan pertanyaan, namun yang ditanya malah tersenyum kecil.
"Atap sekolah," sahut Jaekyung, menyodorkan kembali ponsel Kyuhyun kepada pemiliknya.
"Kau membuat khawatir." Ujar Kyuhyun dingin. Namun dalam hati ia sangat lega mengetahui bahwa Jaekyung baik-baik saja,
Oh, apa aku belum memberitahu kalian jika pangeran kita menyimpan sebuah cinta untuk gadis yang sudah dimiliki oleh orang lain? Kyuhyun memang telah lama menyukai Jaekyung, namun sayangnya dia keduluan oleh sang sepupu. Dan Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa selain menyimpan sejuta rasa kagumnya untuk kekasih sepupunya dibalik wajah dinginnya itu.
"Maaf," ujar Jaekyung singkat. Kris curiga, wajah Jaekyung tampak pucat walau ia berusaha bersikap biasa. Ia ingin menaruh telapak tangan kanannya didahi kekasihnya, namun niat itu seketika batal saat Jaekyung dengan halus menepis tangannya.
"Aku tidak apa-apa, hanya membolos dipelajaran Kim Songsaenim." Jelasnya, Kris mengangguk walaupun matanya tak pernah lepas dari gadisnya itu, tanpa menyadari bahwa Kyuhyun menahan cemburu dengan tangan yang terkepal dibawah meja.
"Aku tahu kau pintar, sampai bisa loncat kelas. Tapi bukan berarti kau bisa membolos seenaknya." Ujar Donghae, nada bicaranya sudah seperti ayah yang sedang menasehati putrinya yang ketahuan mendapat nilai jelek diulangan.
Jaekyung hanya mengangguk tanpa mau berkomentar seperti biasanya, membuat Kris semakin curiga saja dengan keadaan Jaekyung. Biasanya Jaekyung dan Donghae akan selalu bertengkar disaat-saat istirahat seperti sekarang ini.
"Kau yakin tidak apa-apa, baby dongsaeng? Wajahmu pucat." Tukas Jongin khawatir, Jaekyung tersenyum dan mengangguk.
"Ngomong-ngomong, aku bertemu dengan seorang hoobae tadi, sepertinya anak baru."
"Siapa? Sepertinya tidak ada anak baru di tingkat 1." Ucap Sehun,
"Entahlah, dia sedang ada dikantor kepala sekolah sekarang. Tapi aku seperti pernah melihatnya.."
"Benarkah? Apa dia cantik?" tanya Jongin antusias, Jaekyung mendelik.
"Ku adukan dengan Kyungsoo eonni nanti."
"Yak! Kau tega sekali..."
.
.
.
"Umma..." seorang gadis bergigi kelinci terlihat sedang merengek pada kedua orang tuanya didepan ruang pintu kepala sekolah. Sedangkan kedua orang tuanya hanya tersenyum manis.
"Sayang~ kau pasti bisa, ayolah.. jangan merajuk lagi ne?" Kangin –sang ayah, hanya bisa membujuk untuk yang kesekian kalinya sambil mengusap kepala Sungmin –gadis kelinci itu.
"Tapi bagaimana kalau teman-temanku nanti tidak menyukaiku? Ah! Ani, mereka belum menjadi teman-temanku!" Sungmin melengos, bibirnya mengerucut dengan alami.
"Pasti suka sayang~ jangan hiperbolis seperti itu." Sahut Leeteuk, memutar bola matanya saat melihat putri semata wayangnya masih saja kekanakan.
Koridor tempat mereka berdebat memang sepi, karena bel istirahat sudah berbunyi 10 menit yang lalu.
"Permisi.." seorang wanita cantik menghentikan aksi merajuk Sungmin dan menyapa kedua orang tuanya dengan sopan. "Saya Im Yoona, kebetulan saya akan mengajar dikelas yang akan Sungmin tempati." Ujarnya sembari membungkuk sopan.
"Ah, iya .. nah sayang baik-baiklah disekolah. Kim ahjussi akan menjemputmu nanti, oke?"
Sungmin mengangguk patuh meskipun bibirnya masih mengerucut.
"Lee Sungmin, mari saya antar kekelas.." ujar Yoona, Sungmin mengangguk dan memeluk kedua orang tuanya.
"Aku mau makan bibimbap umma,"
"Akan ada dimeja makan saat kau pulang nanti sayang," sahut Leeteuk lembut.
"Jangan nakal," nasehat Kangin.
"Ndeee~ annyeong appaaa... dahh ummaaa~"
Yoona tersenyum melihat keakraban murid barunya dengan kedua orang tuanya, dan berjalan menuju kelas diikuti Sungmin dibelakangnya.
.
.
.
Kelas XII-A memang selalu terlihat ramai, Kyuhyun terlihat sibuk dengan PSP nya dibangkunya yang bersebelahan dengan jendela. Donghae dan Jongin yang sedang bermain batu-gunting-kertas dengan salah seorang teman sekelas mereka, sedang Kris yang masih memejamkan matanya dengan earphone yang bertengger ditelinganya, tak sadar menjadi sorotan para gadis sekelasnya yang sedang berusaha mengambil gambarnya secara diam-diam.
"Annyeong anak-anak!" suara Im Songsaenim menghentikan segala aktivitas para murid, kembali ketempat duduk mereka masing-masing dan sedikit mengernyit melihat seorang gadis disebelah wali kelas mereka.
"Annyeong Songsaenim!"
"Hari ini, kita akan mempunyai teman baru, jadi ibu harap, kalian bisa membantunya beradaptasi." Ujar Yoona ramah, lalu menoleh pada murid disampingnya dan mengisyaratkan untuk memperkenalkan diri.
"Ehm.. Annyeong.. Lee Sungmin imnida.." ucap Sungmin membungkuk dalam guna menyembunyikan rasa malunya karena ditatap oleh 'calon' teman sekelasnya.
"Dia anak baru itu?" Donghae berbisik pada Kris disebelahnya, Kris menoleh.
"Mungkin," sahut Kris singkat, maniknya menatap Sungmin didepan sana dengan datar.
"Kalaupun benar dia anak baru yang dimaksud baby Jae, aku tak heran. Dia memang terlihat seperti hoobae." Jongin yang duduk dibelakang mereka berdua mendorong kepalanya diantara Kris dan Donghae sembari berbisik pada mereka berdua,
"Kau benar, Jong. Aigoo~ cukup manis." Donghae mengangguk setuju.
"Apa ada yang ingin bertanya?" tanya Yoona. Donghae mengacungkan tangannya.
"Ya, Donghae-ssi?"
"Apa kau sudah punya pacar?"
Teriakan 'wooo' dan jeritan histeris para gadis langsung bersahutan didalam kelas saat mendengar pertanyaan frontal Donghae, Sungmin sendiri mengerjap polos dan mengerutkan dahinya. Pertanyaan macam apa itu? Pikirnya.
Yoona menggelengkan kepalanya saat tahu pertanyaan itu hanya main-main, ia kembali menoleh pada muridnya dan tersenyum.
"Sungmin-ssi, kau bisa duduk disamping Ryeowook. Ryeowook-ssi, kau duduk sendiri kan?"
"Ne, songsaenim."
"Terima kasih, Songsaenim." Sungmin tersenyum seperti anak kecil sebelum berjalan kearah gadis yang tadi ditunjuk oleh gurunya.
"Annyeong, aku Kim Ryeowook.."
"Senang bisa berkenalan denganmu, Ryeowook-ssi.." balas Sungmin sambil tersenyum ramah.
.
.
.
"Luhan noona!" Sehun melambai pada Luhan saat dilihat gadis itu berjalan bersama Jaekyung. Luhan balas melambaikan tangannya.
Bel pulang sekolah memang sudah berbunyi dan para pria tampan itu sedang berkumpul didepan Lamborghini milik Kyuhyun.
"Hai semuanya..." sapa Luhan manis, 4 pria tampan itu hanya tersenyum sementara Sehun sudah merangkul pinggangnya.
Jaekyung berdiri disamping Kris yang sudah merangkul bahunya.
Mereka berenam masih berada didepan mobil Kyuhyun, mengobrol sejenak. Sebelum seorang gadis terjatuh dengan buku-buku yang berserakan didekat mereka.
Mereka menoleh, Jaekyung berinisiatif mendekat dan membantu Sungmin -gadis itu- membereskan kembali buku-bukunya.
"Gwenchana?" tanya Jaekyung, Sungmin yang masih meringis mendongak saat mendengar suara lembut seorang yeoja.
Untuk beberapa saat Sungmin terdiam. Gadis ini cantik sekali, batinnya. Namun ia tersentak kaget saat Jaekyung melambaikan tangannya didepan wajah Sungmin.
"Kau tidak apa-apa?" tanyanya sekali lagi.
"O-oh? Y-ya.."
Jaekyung mengulurkan tangannya guna memberikan buku-buku Sungmin yang langsung disambut oleh Sungmin, sedangkan 5 orang dibelakangnya menonton dengan tenang.
"Kau anak baru itu bukan?" Donghae tiba-tiba datang merangkul bahu Jaekyung dan menatap Sungmin dari atas sampai bawah.
"N-nde.."
"Kau kenal?" tanya Jaekyung heran, Donghae tersenyum.
"Dia hoobae yang kau bilang itu kan? Dia masuk dikelas kami." Sahut Donghae santai, Jaekyung tersentak dan kembali menoleh kearah Sungmin.
"Kau kelas 3?" tanyanya tak percaya, Sungmin mengangguk polos.
"Kalian berdua! Cepatlah!" teriak Jongin tak sabar, Jaekyung dan Donghae menoleh sekilas kebelakang sebelum akhirnya menatap Sungmin lagi.
"Ayo," Donghae segera menarik Jaekyung dan berbalik.
"Terima kasih," ujar Sungmin sambil tersenyum ramah, Jaekyung menoleh dan ikut tersenyum tipis.
"Sama-sama."
Sungmin melihat gadis yang membantunya tadi masuk kedalam mobil berwarna putih bersama seorang pria berwajah tampan, sedangkan pria yang tadi merangkul gadis itu menghampiri motor besarnya.
"Aigoo~ mereka tampan-tampan sekali.. dikelilingi gadis cantik pula.." gumam Sungmin saat melihat mereka semua keluar dari pekarangan sekolah dan meninggalkannya.
.
.
.
"Kyaaaa! Donghaee oppaa saranghaeee~"
"Aigoo Kyuhyun oppaaa~"
"Jongin oppaaa~"
"Sehunnieeee~"
"Krisss oppaaaa!"
Suasana kantin terlihat sangat berisik saat 5 pria tampan memasukinya dan duduk dimeja yang memang sudah diperuntukkan untuk mereka, mengabaikan tatapan lapar dan jeritan histeris para gadis yang mengelu-elukan nama mereka.
Sungmin melongo, mereka kan namja yang kemarin, batinnya. Dahinya berkerut heran, sejak tadi pagi ia mendengar teriakan-teriakan heboh para gadis dikoridor. Apalagi pada saat ia dikelas, teman-teman dikelasnya meneriakan 4 dari namja yang sekelas dengannya.
"Kenapa mereka semakin hari semakin tampan sih?' Baekhyun mengeluh sambil menumpukan kedua tangannya diatas meja, memandang dengan pandangan berbinar kearah meja 5 namja populer itu.
Sungmin menoleh kearah Baekhyun, teman barunya selain Ryeowook dengan bingung, "Mereka terkenal disini?" tanyanya polos.
"Tentu saja, siapa yang tidak kenal mereka?" Ryeowook menyahut.
Gadis ber-eyeliner itu mengangguk antusias, "Aku akan mengenalkannya satu persatu padamu." Ujarnya ceria.
Sungmin hanya bisa mengangguk dan memperhatikan Baekhyun.
"Yang pertama, pria yang berambut hitam itu.." Baekhyun menunjuk kearah Kris, "Namanya Kris Wu, dia orang China. Bersepupu dengan pria berambut coklat yang sedang bermain PSP itu, namanya Cho Kyuhyun." Ujarnya, Sungmin mengenali Kris sebagai orang yang satu mobil dengan gadis yang membantunya kemarin.
"Mereka berdua sangat dingin, terkenal dengan julukan 'ice prince'" tambah Ryeowook kalem,
"Tapi kau jangan coba-coba mendekati Kris," ujar Baekhyun.
"Kenapa?" tanya Sungmin heran. "Bukankah kita sekelas dengan mereka? Kecuali namja yang berkulit susu itu."
"Yeah, kita memang sekelas dengan mereka, tapi mereka berlima adalah pangeran tampan yang diturunkan dewa. Orang tua mereka adalah penyumbang dana terbesar untuk sekolah ini. Dan Kris sudah punya kekasih. Kim Jaekyung dari kelas XI-B, adik kandung Kim Jongin." Ryeowook menunjuk kearah Jongin yang sedang tertawa bersama dengan seorang gadis yang baru saja datang dan duduk disamping namja berkulit susu.
'Oh, jadi namanya Lee Jaekyung.' Batin Sungmin.
"Dan namja yang kau bilang berkulit susu itu namanya Oh Sehun, dia dari kelas X-A. Dan yang disampingnya itu Luhan, kekasihnya dari kelas XI-B." Jelas Baekhyun lagi.
"Lalu, siapa dia?" tanya Sungmin sambil menunjuk Donghae yang sedang mengobrol dengan Kyuhyun.
"Lee Donghae, kau mengenal Lee Jang Hyun?" tanya Ryeowook,
"Aktor internasional itu?" Sungmin balas bertanya dengan raut wajah bingung.
"Yep! Dia adalah anak dari aktor Lee Jang Hyun."
"Benarkah?" Sungmin mengerjap tak percaya, Ryeowook dan Baekhyun mengangguk bersamaan.
"Lihat lihat! Kim Jaekyung datang!" pekik Baekhyun tertahan, Sungmin dan Ryeowook ikut menoleh kearah pintu kantin dan mendapati Jaekyung datang dengan wajah yang tak kalah dingin dan duduk diantara Kyuhyun dan Kris.
"Ah, aku benar-benar iri dengan Jaekyung. Pintar, cantik, kaya, mempunyai kekasih yang tampan dan pengawal yang mengikutinya kemana-mana.." lirih Baekhyun, Ryeowook mengangguk setuju dan ikut menumpukan kedua tangannya diatas meja.
"Pengawal?" ulang Sungmin sambil mengernyit.
Ryeowook mengangguk tanpa melepas pandangannya dari meja 'populer' itu, "Kris dan Jongin sangat protektif pada Jaekyung, apalagi jika Donghae, Kyuhyun dan Sehun ikut turun tangan. Tidak akan ada yang berani mendekatinya."
"Memang kenapa?"
"Yang kudengar, Jaekyung mempunyai fisik yang lemah, dia juga sering bolos kelas. Tapi selalu menjadi juara umum setiap tahunnya."
"Wow.." Sungmin berdecak kagum, kembali menoleh dan hampir terjungkal saat melihat Jaekyung menatap lurus kearahnya.
"Dan dia hampir tidak pernah cemburu saat gadis-gadis disekolah ini mendekati Kris."
Sungmin tak menyahut, matanya masih beradu pandang dengan manik mata Jaekyung. Gadis itu masih memperhatikan Jaekyung yang sekarang sedang berbisik pada Kyuhyun disebelahnya, dan detik selanjutnya ia mematung saat Kyuhyun menoleh dan menatapnya tajam.
DEG!
Nafasnya seakan berhenti saat itu juga saat melihat Kyuhyun yang menatapnya dengan datar namun terkesan dingin, dengan segera ia memalingkan pandangannya kearah lain dan memilih meminum jus Stawberrynya.
"Seulgi datang.." Ryeowook berbisik pelan saat melihat seorang gadis cantik yang terkesan centil menghampiri meja yang sedari tadi mereka bicarakan, membuat Sungmin kembali menoleh kearah mereka.
"Siapa?"
"Kang Seulgi, kelas XII-B. Dia sangat tergila-gila dengan Kris. Lihat!" Baekhyun memekik saat melihat gadis itu dengan tanpa rasa malu mengecup pipi Kris dan duduk disampingnya. Mengabaikan tatapan mendelik disekitarnya. Sungmin melihat Jaekyung hanya melirik sekilas sebelum kembali meminum minumannya.
"Sebenarnya ada satu wanita lagi yang sangat terobsesi dengan Kyuhyun, namanya Seohyun. Tapi dia tidak masuk sejak kemarin. Mereka berdua itu Troublemaker."
.
.
.
"Hari ini kalian harus ikut aku menjemput Kyungsoo dibandara, dia pulang hari ini.." seru Jongin bahagia.
"Setelah itu teraktir aku makan hyung," sahut Sehun, Jongin hanya mengangguk dan melihat sekeliling.
"Lu, kenapa baby Jae belum kesini?"
Luhan mengangkat bahunya sambil bersandar didada Sehun, "Aku tidak tahu, dia bilang tadi ingin ke toilet."
"Apa perlu kususul?" tanya Kyuhyun, menatap Kris.
Kris menatap balik Kyuhyun sambil tersenyum tipis, "Dengan menyamar sebagai seorang siswi? Sepertinya ide bagus."
Kyuhyun balas tersenyum mendengar candaan sepupunya. Walaupun ia menyukai Jaekyung, ia cukup tahu untuk tidak membenci atau memusuhi sepupunya sendiri. Ini hanya masalah keterlambatannya memiliki Jaekyung, dan bukan salah Kris. Ini murni salahnya.
Tak lama kemudian, Jaekyung datang dengan membawa aura gelap dan terkesan dingin, menghempaskan tubuhnya diantara Kyuhyun dan Kris sebelum menyeruput cola milik Kris. Mereka semua memang sudah terbiasa meminum atau memakan bersama satu sama lain. Dibandingkan sahabat, mereka lebih seperti saudara.
"Kenapa baby?" tanya Kris halus, Jaekyung mendengus.
"Changmin menghadangku lagi," adunya.
"Tenang saja Tuan Puteri, kami akan memberi hadiah manis untuknya nanti." Ujar Donghae sambil mengedip, Jaekyung membuang pandangannya kearah lain dan Kris cukup tahu diri untuk tidak mengganggu kekasihnya disaat badmood seperti ini.
Tanpa sengaja, Jaekyung melihat Sungmin bersama dua orang temannya sedang menatap kearah meja mereka. Dan manik matanya langsung bertatapan dengan foxy milik Sungmin.
"Kuperhatikan gadis itu menatap kearah kita," ujar Jaekyung. Sehun, Luhan, Donghae dan Jongin melirik sekilas.
"Sebelum kau datang malah, kurasa dia akan mendaftar menjadi gadis-gadis yang berteriak dikoridor." Ejek Sehun diikuti anggukan Luhan dan Donghae.
Kyuhyun mengikuti arah pandang Jaekyung dan menatap tajam gadis yang dimaksud Jaekyung. Obsidiannya bertemu dengan manik mata Sungmin cukup lama, sebelum akhirnya gadis itu memutuskan kontak mata mereka.
"Ge, siapa nama anak baru itu?" tanya Jaekyung, Kris mengernyit.
"Lee Sungmin, kenapa?"
"Bukankah dia anak Paman Lee? Rekan bisnis Cho Ahjussi. Kita pernah bertemu dia dipesta ulang tahunmu oppa." Ujar Jaekyung sambil menoleh sekilas kearah Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat bahunya tak peduli.
"Kris oppaaa~" sebuah suara manja yang mengganggu gendang telinga membuat mereka semua menoleh, namun-
CHU~
-Kris yang paling kaget karena mendapat serangan tiba-tiba dipipinya, membuatnya menatap tajam sang pelaku yang sekarang dengan seenak jidatnya duduk disampingnya dan bergelayut manja dilengannya.
"Seulgi, lepas." Desis Kris dingin, namun gadis itu mengabaikannya, ia juga menganggap angin lalu tatapan membunuh dari sekitarnya.
Jaekyung melirik sekilas dan tersenyum sinis sebelum kembali fokus meminum colanya –yang ia rampas dari Kris. Mengabaikan fakta bahwa kekasihnya sedang digoda oleh gadis centil disebelah Kris.
"Dasar wanita tidak tahu malu." Umpat Luhan, tidak malu-malu mengeluarkan suaranya dengan pandangan membunuh kearah Seulgi. Luhan tidak pernah mengumpat orang lain, kecuali Troublemaker yang sebutkan Baekhyun tadi, garis bawahi itu.
"Apa kau bilang?" Seulgi menatap Luhan garang.
"Dia bilang kau tidak tahu malu, Ahjumma." Sehun menyahut dan melempar pandangan dingin. Menekan kata 'Ahjumma' pada gadis centil itu.
"Kurasa 'Ahjumma' terlalu bagus, 'Nenek sihir' lebih pantas," komentar Kyuhyun pedas, Donghae tertawa sinis.
"Ya, dan Seohyun ketua nya."
Seulgi tidak peduli, ia masih saja bergelayut manja dengan Kris. Bahkan menaruh kepalanya dibahu pria berambut hitam itu.
"Kubilang lepas, Kang Seulgi!" Kris masih punya kesadaran untuk tidak menyentak seorang wanita, namun nada bicara nya sudah sangat dingin sekali, bagi yang tak mengenalnya pasti akan langsung bergidik ngeri.
Seulgi menggeleng –sok- imut dan memasang senyum termanis pada Kris, kemudian melongokkan kepalanya guna menatap Jaekyung dan Kyuhyun.
"Kyuhyun oppa, Seohyun bilang dia merindukanmu." Ujar Seulgi sambil mengedip pada Kyuhyun yang dibalas tatapan horror oleh namja itu. Gadis itu menatap Jaekyung yang masih bersikap biasa saja seolah tak ada kejadian apa-apa, ia tersenyum sinis.
"Baby Jae, kau ha-"
Jongin tersentak tiba-tiba saat melihat Jaekyung mendadak mencengkeram dadanya, dengan segera ia merogoh alat yang sudah sangat dikenalnya dan duduk disamping adiknya –setelah Kyuhyun dengan sadar menggeser bangkunya- dan segera menyemprot beberapa semprotan. Detik selanjutnya Jaekyung terkulai dipelukan Jongin dengan wajah pucat pasi.
"Cih, mencari perhatian saja." Jongin memberikan tatapan tajamnya pada Seulgi.
"Siapa yang kau bicarakan nona!?"
Kyuhyun, Kris, Donghae, Sehun dan Luhan yang semula menahan nafasnya berganti menjadi tatapan membunuh yang ditujukan pada Seulgi.
Habis sudah kesabarannya, Kris menyentak lengan Seulgi yang bergelayut ditubuhnya dan bangkit dengan gusar. Ia segera mengambil alih Jaekyung dari pelukan Jongin dan mengangkatnya ala bridal dengan hati-hati. Bersiap membawa Jaekyung meninggalkan tempat itu sebelum melempar tatapan dinginnya pada Seulgi.
"Jangan mencari masalah denganku. Aku tidak main-main." Ancamnya dingin, dan segera beranjak meninggalkan tempat itu diikuti Sehun, Luhan dan Jongin.
"Ayo, Kyu." Donghae menepuk bahu Kyuhyun yang masih menatap Seulgi dengan aura penuh kebencian. Sedangkan yang ditatap hanya bersikap tak peduli.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
Yohoooooo, haloo .. selamat datang di ff baru pheo .. semoga suka yaa ..
Maaf buat yg gak suka kalo ada other cast diluar pairing, sebenernya ff ini hanya utk komsumsi pribadi saya (Karna ada nama korea saya) tapi salah satu temen pheo baca dan katanya bagus buat dipublish. Jadi dengan modal nekat pheo coba utk ngupdate chap satu.
Yoyoyoooo..
Kalo ada yg gak suka, silahkan klik tombol close ..
Dan review juseyooo .. ({})
