Previous ..
"Cium dia oppa dan ajak dia bermain bersama kita." Jaekyung menunjuk Sungmin yang sedang duduk tenang memakan makanannya, "Hanya dipipi." Lanjutnya lagi.
Jongin menoleh kearah Sungmin dengan heran, "Sejak kapan dia ada disana?"
"Lakukan saja tantangannya, hyung." Tukas Sehun tak sabar, membuat Kyuhyun mendengus kesal.
"Arra."
Kyuhyun segera bangkit dan berjalan menuju meja orang tuanya, diiringi tatapan penasaran dari remaja-remaja itu. Detik selanjutnya mereka terpekik kagum sekaligus geli melihat Keterkejutan orang tua mereka melihat Kyuhyun mencium Sungmin tiba-tiba.
Strength Love
.
.
Cast: Kris Wu, Kim Jaekyung, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin (GS), Oh Sehun, Xi Luhan (GS), Kim Jongin, Lee Donghae, Do Kyungsoo (GS).
Genre : Hurt/Romance
a/n : ff ini ber-cast utama Kris Wu dan juga Kim Jaekyung, jika anda tidak suka dengan jalan cerita maupun cast utama yang ditampilkan, jangan memaksa diri anda untuk membaca fanfic ini, sekian, terima kasih ^^ (Oh Pheonix)
.
.
.
Oh Pheonix Present
.
.
.
Sungmin merenung, kepalanya terkulai diatas meja kelasnya dengan kepala menghadap ketembok. Masih memikirkan kejadian semalam yang mampu membuatnya bersemu. Ia dicium tiba-tiba oleh salah satu dari anak populer itu, didepan semua orang tua dan dia mengajaknya bergabung bersama mereka. Well, itu pasti salah satu keinginan para gadis-gadis yang selama ini mengelu-elukan mereka semua. Dan Sungmin seharusnya merasa beruntung.
Derap langkah kaki dan jeritan-jeritan tertahan membuat Sungmin mendongak dan menatap pintu kelasnya, detik selanjutnya ia melihat siluet 4 namja itu memasuki kelas dan duduk ditempat mereka, mengabaikan para gadis itu seperti biasa. Saat pandangannya bertemu dengan Kyuhyun, jantungnya langsung berdetak heboh. Gugup melandanya dan dia memutuskan untuk kembali menenggelamkan wajahnya diperlipatan kedua tangannya. Tanpa menyadari bahwa Kyuhyun masih menatapnya dengan ekspresi yang sulit terbaca.
"Sungmin-ah!" gadis bermarga Lee itu menoleh dan mendapati Ryeowook melambai dari pintu sedang tersenyum manis.
Sungmin membalasnya dengan senyuman tak kalah manis pula, namun senyumnya pudar saat Jongin datang menghampiri mereka, mengabaikan Ryeowook yang menatapnya heran.
"Hai," sapa Jongin. Kyuhyun, Kris dan Donghae memperhatikan dari bangku mereka.
Sungmin mendongak dan menatap Jongin dengan heran, sekilas menatap bangku ketiga namja itu yang sedang tersenyum tipis.
"Ada apa?" tanyanya, berusaha ramah walaupun wajahnya menyiratkan kebingungan yang besar.
Jongin menoleh sebentar kearah sahabatnya yang mengangguk pelan sebelum akhirnya menatap Sungmin lagi, "Kami mengundangmu untuk datang keacara private kami."
"Apa?" pekik Sungmin dan Ryeowook bersamaan.
"Well, datanglah besok kerumah ku. Kalau kau tak tahu, Kyuhyun akan menjemputmu." Jelas Jongin sambil menggedikkan kepalanya kearah Kyuhyun yang menatapnya.
Sungmin mengerjap polos. Binar foxy nya memandang namja itu penuh tanya dengan raut wajah bingung yang kentara.
"Datang saja, Kyuhyun menjemputmu jam 2 siang. Sampai ketemu besok." Sedikit mencolek dagu gadis itu, Jongin berbalik menuju meja nya sambil ber-tos ria dengan sahabat-sahabatnya.
Ryeowook tercengang, sejak kapan anak populer itu berteman dengan Sungmin? Batinnya.
"Min, kau harus menjelaskannya padaku."
.
.
.
"Huaaa~ kau beruntung, Min. Sangat beruntung! Orang tua mu berteman baik dengan para orang tua anak-anak populer itu? Daebak!" pekik Ryeowook kagum. Baekhyun yang tadi pagi belum datang ikut berdecak sambil bertepuk tangan heboh mendengar cerita Sungmin. Saat ini mereka sedang berada didepan gerbang sekolah sambil menunggu supir mereka masing-masing.
Sungmin mengangguk lesu, dirinya sama sekali tidak tahu bahwa ternyata orang tuanya berteman baik dengan orang-orang yang cukup berpengaruh. Apalagi secara tidak langsung ia terlibat dengan anak populer itu.
TIN!
Ketiga gadis itu terkejut mendengar suara klakson mobil. Ketiganya menoleh dan melihat sebuah audi berwarna hitam melewati mereka dan keluar dari sekolah, disusul sebuah lamborghini merah dibelakangnya dan sebuah mobil sport ferrari warna putih dan kuning yang mengekor. Terakhir ketiga gadis itu melihat sebuah motor besar menutup formasi itu.
"Ckck, aku tidak pernah membayangkan orang tua mereka sekaya apa. Hahhh, aku saja tidak pernah dibelikan mobil sebagus itu." Keluh Baekhyun, meratapi kepergian anak-anak populer itu dengan pandangan iri.
"Itu tidak masalah bagi Sehun, ayahnya adalah pengusaha sukses dibidang otomotif. Tidak heran kalau setiap 2 bulan sekali dia berganti mobil."
"Ya, yang aku herankan, kenapa Donghae tidak pernah memakai mobil juga? Dia selalu membawa motor."
"Aku juga tidak tahu, mungkin dia nyaman seperti itu."
TIN
Sungmin, Baekhyun dan Ryeowook menoleh saat sebuah mobil sedan berwarna putih berhenti tak jauh dari mereka. Seorang pria paruh baya keluar dari pintu belakang yang langsung disambut senyuman lebar oleh Sungmin. "Appa!"
Kangin tersenyum, menanti didepan pintu mobil sambil melambai.
"Baek, Wookie.. aku duluan ne? Appa ku sudah datang." Sungmin tersenyum manis pada kedua temannya yang dibalas anggukan dari kedua gadis manis itu.
Sungmin segera berlari kecil menuju appanya dan tersenyum lebar, persis seperti bocah berumur 5 tahun.
"Tumben sekali appa ikut menjemput Minnie.." ucap Sungmin saat mereka sudah berada didalam mobil menuju rumah mereka.
"Eomma mu menyuruh appa pulang untuk makan malam, jadi sekalian saja appa menjemputmu." Jelas Kangin, Sungmin hanya ber-oh ria menanggapinya.
"Oh iya appa." Kangin berdengung tak jelas menanggapi panggilan anaknya, "Salah satu dari anak teman appa itu mengundangku kerumahnya, katanya dia mengadakan acara private.."
"Siapa?"
"Jongin,"
Kangin mengangguk paham, dirinya memang sudah tahu jika anaknya ternyata satu sekolah dengan anak teman-temannya sejak insiden tantangan-Kyuhyun-mencium-Sungmin kemarin malam, bahkan satu kelas. "Datang saja, bukankah bagus jika kau bisa akrab dengan mereka?"
"Menurut appa aku harus datang?" tanya Sungmin ragu. Kangin mengalihkan pandangannya pada anaknya.
"Setahu appa, setiap weekend mereka memang selalu mengadakan acara private. Semacam berkumpul atau sekedar jalan-jalan. Tidak ada salahnya kau ikut sayang.."
.
.
.
Dan disinilah Sungmin sekarang, berada dibelakang rumah Jongin yang dipenuhi taman dan sebuah kolam renang. Sebenarnya gadis itu ragu-ragu untuk mengiyakan ajakan Jongin, namun saat melihat Kyuhyun benar-benar datang kerumahnya, ia jadi tidak tega membiarkan Kyuhyun datang kerumahnya dengan sia-sia. Walaupun selama perjalanan mereka hanya diam tanpa membangun percakapan apapun.
"Oh, eonni datang?" Luhan datang menghampiri Sungmin dan langsung menggamit lengannya. Membuat Sungmin gelagapan sendiri.
"E-eh? Iya.."
"Aku tidak tahu kalau eonni adalah anak Kangin Ahjussi dan Leeteuk Ahjumma, selama ini eonni tidak pernah ikut mereka berkumpul kan?"
Sungmin hanya mengangguk kaku menjawabnya, Luhan tersenyum lebar dan menariknya untuk menghampiri teman-temannya.
"Sehunnie~" panggil Luhan manja, Sehun yang notabene nya sedang berlomba berenang dengan Kris dan juga Donghae tidak mendengarnya sampai akhirnya mereka bertiga sampai disudut. Luhan segera menghampiri Sehun-nya, masih dengan menggamit lengan Sungmin.
"Hai deer.." sapa Sehun lembut, Kris dan Donghae hanya tersenyum tipis. "Hai juga, noona."
Sungmin hanya mengangguk sebagai balasan atas sapaan Sehun dan tersenyum pada Kris dan Donghae.
"Kupikir kau tidak akan datang," ucap Donghae.
"Atau kemungkinannya Kyuhyun oppa yang tidak menjemputnya," Sungmin dan Luhan menoleh kebelakang saat mendengar seseorang menimpali omongan Donghae. Detik selanjutnya ia melihat Jaekyung duduk dipinggir kolam renang dengan kaki yang dimasukkan kedalam air.
Kris segera keluar dari kolam saat melihat Jaekyung membawa batrhobe untuknya.
"Terima kasih, baby.."
"Hm,"
"Sehunnie, makan dulu. Kau juga, oppa," Luhan segera mengingat tujuan awalnya menghampiri Sehun, dua namja itu mengangguk dan ikut keluar dari kolam, menyusul Kris yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan mereka.
"Eonni, aku tinggal dulu tidak apa-apa kan?" tanya Luhan, Sungmin mengangguk dan tersenyum.
"Tidak apa-apa, Luhan-ssi."
"Luhannie saja, atau Lu," tukas Luhan sambil tersenyum, "Jae, kau sudah makan?" tanyanya lagi pada gadis disebelah Sungmin yang masih mengayun-ayunkan kakinya didalam air.
"Sudah, eonni."
"Baiklah, aku tinggal dulu ya. Jangan terlalu lama merendam kakimu didalam air, baby Jae." Ujar Luhan ceria, Jaekyung hanya mengangguk dan Luhan segera berlari kecil menyusul Sehun dan Donghae.
Sungmin memandang sebentar kearah Luhan, dimana disana sudah ada Sehun, Donghae, Kris, Kyuhyun, Jongin dan kekasihnya yang sedang memanggang daging sambil sesekali tertawa. Pandangannya kembali ia tujukan pada gadis disebelahnya yang sekarang sedang menunduk menatap riak air yang ditimbulkannya sendiri.
"Kenapa kau memanggil Luhan 'eonni'? bukankah kalian sekelas?" tanya Sungmin, mencoba mencairkan suasana canggung yang entah kapan terjalin.
"Dia lebih tua dariku," jawab Jaekyung, Sungmin mengangguk. Mungkin hanya berbeda beberapa bulan, batinnya polos.
"Kau bisa berenang, sunbae?" tanya Jaekyung tiba-tiba, Sungmin menoleh dan mengangguk.
"Bisa, memang kenapa?"
"Tidak, aku hanya bertanya.."
"Memang kau tidak bisa berenang?" kali ini giliran Sungmin yang bertanya, Jaekyung tersenyum miris yang sayangnya tidak disadari oleh gadis bergigi kelinci itu.
"Aku tidak diizinkan berenang."
"Eh? Waeyo?" tanya Sungmin heran, Jaekyung hanya menggeleng pelan.
"Tidak apa-apa.."
"BABY JAE DAGINGMU SUDAH MATANG!" Jaekyung dan Sungmin menoleh saat mendengar teriakan nyaring Kyungsoo, ia tersenyum dan mengangguk.
"Ayo, sunbae." Ajaknya, bibir Sungmin mengerucut lucu.
"Jangan panggil aku sunbae. Aishh, aku berasa sangat tua dengan panggilan itu."
Jaekyung terkekeh geli melihat aegyo alami Sungmin, ia hanya bisa mengangguk dan tersenyum manis, "Baiklah, ayo, eonni.."
Sungmin tersenyum senang, ia dengan segera bangkit disusul dengan Jaekyung. Namun belum sempat menggamit lengan Sungmin yang sudah terulur untuk menggandengnya. Jaekyung terpeleset lantai pinggir kolam yang licin dan-
BYURR!
"JAEKYUNG!"
Semua berteriak histeris saat melihat gadis itu terjatuh kedalam kolam renang. Sungmin sendiri tak kalah terkejutnya, namun kakinya terasa kebas saat melihat Jaekyung menggapai-gapai tangan keudara berusaha mencari pertolongan. Entah kenapa kaki gadis itu susah sekali digerakkan untuk bergerak dan menolong Jaekyung.
Sebuah dorongan keras diterima oleh Sungmin yang masih terpaku ditempatnya hingga ia tergeser beberapa langkah, dan bunyi seseorang yang masuk ke air menyadarkannya dari lamunannya.
Kyuhyun dengan cekatan segera menarik tubuh gadis itu yang sudah tak berdaya, membawa nya kepinggir kolam dan menidurkannya disana. Ia sendiri segera keluar dari kolam dan menekan permukaan dada Jaekyung dengan cukup keras.
Kris, Luhan, Sehun, Jongin, Kyungsoo dan Donghae segera mengerumuni Kyuhyun yang sedang mencoba melakukan nafas buatan pada Jaekyung, dengan sesekali menekan-nekan dadanya. Setelah beberapa kali melakukannya secara berulang-ulang, Jaekyung terbatuk dengan air yang keluar dari mulutnya. Kyuhyun segera memberi isyarat pada Kris.
"Siapkan mobil, Jong. Kita harus segera membawa dia kerumah sakit." Seru Kyuhyun, Jongin mengangguk. Dengan segera berlari kedalam rumahnya guna menyiapkan mobil. Kris juga dengan sigap menggendong Jaekyung masuk kedalam rumah. Beruntung dirinya sudah berbilas diri dan berpakaian setelah berenang tadi.
Kyuhyun masih tinggal sementara yang lain sudah menyusul Kris untuk membawa Jaekyung kerumah sakit. Meninggalkannya yang masih basah kuyup bersama seorang gadis yang masih mematung.
"Apa yang kau lakukan?" Sungmin tersentak kaget saat mendengar suara yang begitu dingin menusuk indera pendengarannya. Mata foxy nya langsung bertubrukan dengan obsidian milik Kyuhyun. Sungmin seakan dikuliti saat itu juga oleh pria didepannya ini.
"A-aku.."
"Kau mau membunuhnya?" bentak Kyuhyun, Sungmin berjengit kaget. "Kenapa kau tidak menolongnya? Kau sengaja melakukan itu, huh!?"
"Bu-bukan.."
"Jika sesuatu terjadi padanya, aku akan tidak akan pernah melepaskanmu. Ingat itu. Lee Sungmin." Potong Kyuhyun dengan penuh penekanan. Detik selanjutnya pria berambut coklat itu meninggalkan Sungmin sendirian yang masih membeku ditaman belakang rumah Jongin dengan air mata yang lolos dari mata kelincinya.
.
.
.
2 minggu berlalu, hubungan Sungmin dengan para anak populer itu merenggang dengan sendirinya, walaupun belum bisa dikatakan akrab juga. Baekhyun dan Ryeowook juga sama sekali tidak membantu, 2 gadis cerewet itu masih saja memborbardir Sungmin dengan berbagai pertanyaan seperti 'Bagaimana rasanya berkumpul dengan mereka?' atau 'Apa kau menyukai salah satu diantara mereka?' yang justru membuat Sungmin jengah.
Ia masih merasa bersalah karena ketidak cekatannya saat Jaekyung terjatuh kekolam renang, ia ingat saat gadis itu bilang tidak diizinkan berenang, entah karena apa. Hatinya juga terkadang berdenyut nyeri saat mengingat bagaimana ekspresi Kyuhyun saat itu. Marah sekaligus khawatir.
"Sungmin-ah." Baekhyun mengibaskan tangannya tepat didepan wajah gadis itu saat merasa Sungmin hanya melamun.
"Kenapa dia?" tanya Ryeowook heran, Baekhyun menggeleng. Kesal karena diacuhkan oleh temannya itu.
"Ssstt, lihat. Sekarang hanya Donghae yang datang." Bisik Ryeowook saat melihat Donghae masuk kekelas dengan wajah dingin, jauh dari biasanya.
Baekhyun menoleh dan ikut mengangguk setuju, "Ada yang aneh. Formasi mereka tidak lengkap selama 2 minggu terakhir ini, dan wajah mereka juga muram. Ada apa ya?"
Sungmin yang mendengar nama salah satu dari anak populer itu sontak menoleh dan mendapati Donghae duduk dengan kepala terkulai dimeja menghadap tembok. Mengabaikan desis-desis teman-temannya ataupun bunyi 'ceklak-ceklik' berusaha mengambil gambarnya.
Seketika rasa bersalah dihati Sungmin kembali muncul didadanya, dan detik selanjutnya ia bangkit dan keluar dari kelas.
"Ya! Min, mau kemana?" teriak Baekhyun.
"Toilet." Balas Sungmin dan langsung menghilang dari pandangan.
.
.
.
Sungmin melihat pantulan wajahnya dicermin depan wastafel. Mata sembab dan hidung memerah. Gadis itu habis menangis rupanya. Sekelebat raut wajah khawatir para anak populer itu berputar dikepalanya, jangan lupakan aura dingin dan tatapan intimidasi yang Sungmin terima selama dua minggu ini –itu Kyuhyun yang melakukannya-. Ia memutar keran wastafel dan segera membasuh wajahnya.
"Eonni?" Sungmin mendongak saat mendengar suara yang ia kenal memanggilnya. Ia melihat pantulan Luhan dan Kyungsoo yang tengah memandangnya heran dari arah cermin.
"O-oh," Sungmin gugup, bagaimana ia bisa bertemu mereka disini? Bagaimana kalau mereka ingin memarahi Sungmin habis-habisan? Oh, Sungmin bergidik ngeri membayangkannya.
"Eonni habis menangis?" tanya Kyungsoo, Sungmin menggeleng pelan dengan gelisah.
"A-ani.."
Luhan sepertinya menangkap gelagat Sungmin yang terlihat gelisah, ia tersenyum manis. "Eonni, tidak perlu takut dengan kami. Kami tahu insiden itu bukan salah eonni." Ujarnya lembut.
Sungmin memandang Kyungsoo dan Luhan yang sekarang sedang tersenyum manis dengan curiga, setengah tidak percaya dengan apa yang mereka katakan. Bisa saja kan mereka mengatakan hal itu untuk membuat Sungmin rileks saja, lalu setelahnya dua gadis itu akan menyiksanya? Sungguh pikiran yang hiperbolis Lee Sungmin.
"Nde, Jaekyung juga sudah menjelaskannya kalau ia jatuh karena terpeleset dan tidak hati-hati." Tambah Kyungsoo, ia tersenyum manis sekali pada Sungmin yang sekarang sedang mengerjap polos.
"Be-benarkah?" tanya Sungmin sangsi, Luhan dan Kyungsoo mengangguk antusias.
"Dia sudah pulang dari rumah sakit dua hari yang lalu, dan sekarang sedang istirahat dirumah."
"A-apa yang terjadi padanya?"
"Paru-paru nya kemasukan air, dan dia harus diopname sementara waktu. Tapi tenang saja eonni, Jaekyung sudah tidak apa-apa." Ucap Luhan meyakinkan, Sungmin menghela nafas lega.
"Syukurlah.." desisnya sengau,
"Eonni mau ikut kami melihat Jaekyung nanti?" tanya Kyungsoo, Sungmin berjengit kaget. Sekelebat wajah dingin Kyuhyun berputar diotaknya.
Gadis itu menggeleng pelan sambil tersenyum lemah, "Kupikir tidak, maaf.. bisakah kalian menyampaikan salamku saja untuknya?" pintanya.
Luhan dan Kyungsoo bertatapan satu sama lain sebelum akhirnya mengangguk maklum. Mungkin sunbaenya ini masih syok, pikirnya.
"Terima kasih, aku duluan.." dua gadis itu lagi-lagi mengangguk dan hanya membiarkan Sungmin melewatinya.
"Apa kau pikir Sungmin eonni merasa bersalah? Kita kan sudah menjelaskan kalau Jaekyung yang ceroboh." Desah Luhan.
Kyungsoo mengangkat bahunya, "Mungkin saja, kau tidak lihat bagaimana marahnya Kyuhyun oppa saat tahu paru-paru Jaekyung kemasukan air. Apalagi waktu itu dia sempat membentak Sungmin eonni."
"Hahh, kupikir kita akan berteman baik dengan Sungmin eonni."
.
.
.
"KYUHYUN OPPA!" teriakan nyaring seorang yeoja membelah kerumunan gadis-gadis yang sedang menjerit histeris melihat para namja tampan yang sedang lewat.
Kyuhyun mengusap telinganya dengan malas, tak menanggapi panggilan yeoja itu dan terus berjalan.
"Oppa!" Seohyun langsung bergelayut manja dilengan Kyuhyun sambil tersenyum manis, membuat beberapa gadis disana mendelik.
"Lepas nona." Ujar Kyuhyun dingin, namun Seohyun malah dengan beraninya mencium pipi Kyuhyun.
"Ck,"
"Oppa, aku merindukan mu.." ucap Seohyun manja, Kyuhyun hanya memberikan deathglare andalannya pada gadis tak tahu malu disampingnya ini.
"Tidak yang ini, atau Ahjumma yang itu, dua-duanya sama-sama tidak tahu malu."
Seohyun menatap garang gadis yang baru saja mengumpat dibelakangnya. "Siapa yang kau panggil Ahjumma!?" tanyanya sarkatis.
"Kau dan pengikutmu itu." Balas Kyungsoo tak kalah sinis."Berhentilah mengejar Kyuhyun dan Kris jika kalian masih punya malu."
Seohyun tersenyum sinis, "Aku tidak akan berhenti mengejar Kyuhyun oppa, begitupun Seulgi. Lagipula sibocah penyakitan itu tidak datang kan hari ini?" tanyanya remeh.
Detik selanjutnya, Kyungsoo dan Jongin menganga saat melihat Seohyun mengaduh kesakitan dengan tangan yang dipiting kebelakang, membuat pelukannya dilengan Kyuhyun terlepas begitu saja.
"Siapa yang kau panggil bocah penyakitan?" suara yang dalam, dingin, dan menusuk. Menimbulkan aura gelap disekitar koridor itu yang ditonton oleh beberapa siswa disana.
Jaekyung masih memiting tangan sunbaenya dengan pandangan datar. Dibelakangnya, Kris, Sehun, Luhan dan Donghae menonton sambil tersenyum remeh.
"Sakit bodoh! Lepaskan aku!"
Jaekyung mengabulkan permintaan Seohyun, ia melepaskan pitingannya dan mendorong pelan gadis itu, namun karena ketidakseimbangan dan ketidaksiapan, Seohyun tersungkur jatuh dengan tidak elite nya. Beberapa siswa dan siswi disana berusaha menahan tawanya melihat gadis centil itu jatuh.
"Ck! Apa yang kau lakukan!?" bentaknya, Jaekyung mengangkat bahu sambil memasang wajah polos.
"Bukankah sunbae yang memintaku melepaskanmu?"
Wajah Seohyun memerah, apalagi saat dilihatnya orang-orang yang menonton aksi mereka terlihat menahan tawa dengan keadaan Seohyun sekarang.
"Oppa~ bantu aku.." rengek Seohyun, Luhan langsung memasang ekspresi seakan-akan dia akan muntah saat itu juga.
"Kau punya dua kaki yang sehat, bisa bangun sendiri kan?" ujarnya sambil tersenyum miring, membuat Seohyun cemberut.
"Tapi oppa~ kau kan-"
"Oh, sunbae.. lebih baik kau cepat bangun sebelum seluruh sekolah tahu kau terjatuh dengan sangat cantik." Ejek Sehun, Donghae tertawa mendengarnya.
Jaekyung tersenyum sinis dan melewati Seohyun begitu saja, mengabaikan serentetan sumpah serapah yang dilontarkan gadis itu untuknya.
"Awas saja kau Kim Jaekyung. Kubuat kau menyesal dengan apa yang sudah kau lakukan padaku."
.
.
.
Bel sekolah sudah berbunyi, seluruh murid Seoul Art terlihat berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing. Begitupun Jaekyung, Luhan dan Kyungsoo.
"Aku ketoilet dulu eonni, kalian duluan saja." Ujar Jaekyung.
"Yakin tidak mau ditemani?" tanya Luhan, Jaekyung menggeleng,
"Aku hanya sebentar,"
"Baiklah, kita menunggumu diparkiran, jangan lama-lama."
Jaekyung mengangguk dan segera berjalan menuju toilet, tanpa menyadari ada dua serigala betina yang sedang mengincarnya.
.
.
.
"Aku mau ke toilet dulu,"
"Aku juga, kau tahu pelajaran Kwon Songsaenim membuatku penat dan terus-terusan ingin kekamar mandi." Keluh Ryeowook.
"Kalau begitu aku ikut." Baekhyun langsung menggandeng kedua lengan temannya dan berjalan beriringan keluar kelas. Sungmin sempat melirik sekilas kearah Kyuhyun, entah apa yang ada dipikirannya. Namun setiap kali bertatapan dengan Kyuhyun, jantungnya kembali berdetak heboh tak karuan.
"Hey, bagaimana kalau kita mengadakan pajama's party akhir pekan ini." Seru Ryeowook, Baekhyun yang sedang memakai eyeliner meliriknya dari cermin.
"Boleh juga, dimana?"
"Rumahmu saja, Min." Tembak Ryeowook langsung, Sungmin yang sedang membetulkan seragamnya yang kusut tersenyum dan mengangguk.
"Boleh, eomma ku pasti senang kalau aku membawa teman kerumah." Sahutnya ceria.
"Yeeayyy!" Ryeowook bersorak dan segera merangkul dua temannya keluar dari toilet.
Mereka menyusuri koridor yang mulai terlihat sepi sambil sesekali bercanda, namun candaan mereka terhenti saat mendengar suara-suara aneh.
"Apa itu?" tanya Ryeowook, ketiga gadis itu menajamkan pendengaran mereka sambil berjalan mencari sumber suara.
"Kau pikir bocah penyakitan sepertimu bisa mempermalukanku!" terdengar suara teriakan seorang yeoja,
"Itu suara Seohyun," gumam Baekhyun, mereka segera berlari menuju koridor yang mereka yakini asal suara Seohyun berada.
Ketiganya segera mengintip dari balik tembok dan terkejut dengan apa yang mereka lihat. Disana ada Seohyun dan Seulgi yang sedang mencaci maki seorang gadis yang terlihat kepayahan. Sungmin berjengit kaget. Jaekyung.
"Kita harus menolongnya." Ujar Sungmin, dan langsung segera menghampiri mereka bertiga namun cekalan tangan Baekhyun menghentikannya.
"Tunggu dulu, Min." Cegah Baekhyun, dengan segera mengambil ponselnya dan memfoto adegan kekerasan itu. Ryeowook juga tak mau kalah dan merekam aksi pembully-an yang dilakukan oleh Seohyun dan Seulgi.
"Aku akan kesana, kalian cari anak-anak populer itu sekarang." Perintah Sungmin, Ryeowook dan Baekhyun mengangguk dan langsung berbalik menuju gerbang sekolah.
"KRIS!" Baekhyun dengan seluruh suara nyaringnya berteriak memanggil seorang namja yang sedang menyandarkan tubuhnya didepan kap mobil, bersama para teman-temannya tentu saja.
"Ada apa?" tanya Kris heran, yang lain menatap penuh tanya.
Ryeowook dan Baekhyun terlihat mengatur nafasnya dan menatap mereka semua dengan gusar.
"Kalian harus ikut kami. Jaekyung dalam bahaya!" sengalnya, sontak membuat ketujuh remaja disana berjengit kaget.
"Apa!? Dimana?"
.
.
.
Jaekyung keluar dari toilet sambil sesekali merapihkan seragamnya, tangannya terulur saat merasakan getaran ponselnya, menandakan sebuah pesan masuk.
From : Kris Ge
Kenapa lama sekali?
Jaekyung tersenyum tipis, dengan segera ia membalas pesan kekasihnya itu.
To : Kris Ge
Sebentar lagi aku kesana.
Setelah membalas pesan Kris, Jaekyung segera memasukkan ponselnya dan berjalan menuju parkiran. Namun belum dua langkah berjalan, seseorang mencekal lengannya dengan kasar dan menariknya berlawanan arah dengan parkiran.
"Ya!" pekik Jaekyung, melotot horror saat tahu siapa yang menyeret nya.
"Diam!" bentak Seulgi, Seohyun mengikuti sambil tersenyum remeh.
BRAK!
PLAK!
"Sshh.." Jaekyung meringis saat merasakan panas dan perih didua tempat bersamaan. Pipi dan punggungnya.
"Sakit?" tanya Seohyun dengan nada panjang yang dibuat-buat, tersenyum sinis pada Jaekyung.
"Oh, dimana para pengawal mu itu, huh?" tanya Seulgi meremehkan, mendorong kepala Jaekyung yang sekarang sedang terpojok.
Jaekyung menatap tajam kedua gadis itu, berusaha sebisa mungkin menahan emosinya. Namun yang ditatap hanya memandang sinis.
"Apa yang kau lihat!?" bentak Seohyun, kembali mendorong kepala Jaekyung dengan kasar.
"Mau apa kau!?" desisnya, nafasnya mulai tersengal. Shit! Kenapa harus kambuh disaat seperti ini, umpatnya.
"Mau kami?" Seulgi menatap tajam Jaekyung, "Berhenti mencari perhatian pada Kris dan Kyuhyun oppa! Kau itu hanya menyusahkan saja kau tahu?" umpatnya.
Jaekyung ingin membalas, namun otot jantungnya tiba-tiba merasa sesak dan ia jatuh terduduk setelahnya. Seohyun dan Seulgi tertawa rendah.
Ia segera mengambil tasnya, namun belum sempat meraih apa yang ada didalam tas nya. Seohyun sudah merampas dan melemparnya lebih dulu, membuat tas itu jauh dari jangkauannya.
"Ouhh, Jaekyung kita yang malang.." ujar Seulgi saat melihat Jaekyung mendesis dan memegangi dadanya sambil menatap tajam mereka berdua. "Apa heum..?"
Seohyun menarik paksa agar Jaekyung berdiri, tangan kanan gadis itu mencengkeram erat pipi Jaekyung. Memaksa gadis itu menatapnya.
"Dengar, ini akibatnya jika kau mempermalukan ku." Ujarnya dingin, tertawa dengan suara melengking saat melihat Jaekyung pucat pasi. "Kau pikir bocah penyakitan sepertimu bisa mempermalukanku!" teriaknya tepat didepan wajah gadis yang sudah kepayahan itu.
Jaekyung berusaha mengatur nafasnya sesaat setelah Seohyun menghempasnya, penglihatan nya mengabur, sesak didadanya semakin terasa, namun gadis itu berusaha keras agar tidak pingsan.
"Apa yang kalian lakukan!?" Seohyun dan Seulgi menoleh saat mendengar teriakan nyaring seorang gadis. Keduanya tersenyum sinis.
"Siapa kau? Pahlawan kesiangan?" cemooh Seulgi, Sungmin memberikan deathglare andalannya dan langsung menghampiri Jaekyung.
"Kau tidak apa-apa?" tanyanya khawatir, tubuhnya menegang saat melihat Jaekyung kepayahan, nafasnya tersengal.
Jaekyung tak sempat lagi melihat lagi siapa orang yang ada didepannya ini, namun ia masih bisa mendengar suaranya.
"Sini kau!" Seohyun segera menarik paksa Sungmin agar berdiri dan Seulgi tanpa rencana menampar pipinya dengan keras, membuat gadis kelinci itu meringis.
PLAK!
"APA YANG KALIAN LAKUKAN!?"
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue ..
Ige otthokae? Dua nenek sihir muncul kepermukaan.. jaekyung yang malang ^^ hihi
Disini pheo mau mengkonfirmasi beberapa hal yaa, hehe . pheo emang punya penyakit sesak nafas kok, tapi udah jarang kambuh ^^
Disini jaekyung nya pheo bikin sedramatis mungkin, kalo disini ada yang mengerti tentang ilmu kedokteran atau semacamnya, mohon dimaklumi tulisan pheo yang sepertinya terkesan memaksakan penyakit jaekyung. Murni biar dikasihanin aja, jadi banyak komplikasinya.
Nd konflik ini gak seberat yg para readers pikir kok, tenang aja ^^
Sekali lagi pheo mengingatkan yaa readers-nim.. ff ini cast utamanya jaekyung, ditambah pedekate-nya kyumin nd love dovey hunhan. Jangan marah yaa.. kalo semisalnya readers pada gak suka. Bisa di klik kok tombol close nya..
Makasih banyak yaa buat semua pembaca, yang udh nyemangatin pheo lewat review, favorite dan follow ff ini.. siders pun juga :* lafyuuuuuu
.
p.s : ff I'm Sorry (HunHan) minggu depan yaa..
.
Big thank's
Anisa Jung ; kyumin203101 ; abihikmah ; orange girls ; seira minkyu ; cho minhyun137 ; Guest ; hunexohan ; nurindaKyumin ; Girls in awesome world ; siscomel12 ; fani ; jellyfish ; choi hyuna ; PumpkinEvil137 ; chillo.
.
Oh Pheonix 2016
