Chapter 5
"Kau temannya?" suara dingin dan menusuk masuk kedalam indera pendengaran Sungmin, membuatnya bergidik dan segera menunduk dalam-dalam.
Kyuhyun menatapnya dengan tatapan tajam mengintimidasi, tak habis pikir dengan jalan pikiran gadis itu yang masih sempat-sempatnya membela seorang penjahat.
"Bu-bukan.." cicit Sungmin pelan.
"Kalau begitu diam saja jika kau tidak tahu apa-apa."
Sungguh, rasanya Sungmin ingin menangis saja mendengar suara Kyuhyun. Dia memang tidak membentak Sungmin, namun nada bicaranya sangat menyakitkan, belum lagi perkataannya yang seakan menusuk hati hingga membuatnya berdenyut nyeri. Sesakit inikah menyukai Kyuhyun?
"Iya.. ma-maafkan aku.." lirihnya, hampir seperti terdengar bisikan. Luhan dan Kyungsoo yang berada disamping kanan dan kirinya segera menggamit lengan gadis itu dan tersenyum ramah.
"Tidak apa-apa, eonni. Jangan dengarkan Kyuhyun oppa.." ujar Luhan memberi semangat, diikuti anggukan Kyungsoo.
"Kau terlalu kaku, bung." Jongin berkomentar dengan kalem. Kyuhyun mendengus dan menyalakan lagi PSP nya.
Strength Love
.
.
Cast: Kris Wu, Kim Jaekyung, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin (GS), Oh Sehun, Xi Luhan (GS), Kim Jongin, Lee Donghae, Do Kyungsoo (GS).
Genre : Hurt/Romance
a/n : ff ini ber-cast utama Kris Wu dan juga Kim Jaekyung, jika anda tidak suka dengan jalan cerita maupun cast utama yang ditampilkan, jangan memaksa diri anda untuk membaca fanfic ini, sekian, terima kasih ^^ (Oh Pheonix)
.
.
Oh Pheonix Present
.
.
.
Suasana kantin sekolah sangat ramai, beberapa siswa terlihat bercengkrama dengan temannya satu sama lain dimeja mereka. Nampak seorang yeoja yang sedikit berpenampilan agak seksi dengan baju sekolahnya memasuki kantin.
"Ahjumma, tolong Japchae satu," ucapnya riang, matanya menelusuri setiap meja kantin dan berhenti disalah satu meja kantin yang kosong. Meja yang selalu ditempati oleh anak-anak populer.
"Mereka tidak datang?" gumamnya sambil mengerutkan kening, namun ia menggedikkan bahunya tak peduli dan sibuk memainkan rambutnya sambil menunggu pesanannya datang.
CUP
Gadis itu tersentak kaget saat seseorang mencium pipi kanannya, ia segera menoleh dan langsung menganga hebat melihat seorang namja sedang tersenyum tampan padanya.
"Op-oppa.."
"Hai, Seohyunnie~" sapanya, Seohyun masih dalam mode blank dan hanya memandang Kyuhyun –namja itu- dengan tampang idiot.
"Oppa!" Seohyun langsung memekik begitu sadar apa yang terjadi. Oh, ini mimpinya. Dicium oleh seseorang yang ia cintai.
"Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat," ujar Kyuhyun dengan tatapan sayang, Seohyun seakan tersihir masuk kedalamnya.
"Mau kemana?" tanyanya manja,
"Ikut saja," Kyuhyun menyodorkan lengannya sambil mengerling menggoda yang dengan senang hati langsung disambut oleh Seohyun.
"Kemanapun oppa mengajakku, aku ikut! Asalkan itu bersama oppa." Kyuhyun tersenyum melihat Seohyun berbinar, gadis itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri dan tak menyadari bahwa senyuman tampan Kyuhyun terganti menjadi seringai yang menyeramkan.
.
.
"Kita mau membolos oppa?" tanya Seohyun saat sadar bahwa mereka berdua berjalan menuju gerbang sekolah, sedikit mengernyit saat didepan gerbang sekolah itu terlihat ramai.
"Heum.." Kyuhyun menjawab singkat dan tetap terus berjalan menghampiri kerumunan itu. Seohyun mendadak curiga.
"Oppa-"
Terlambat! Kyuhyun sudah menarik lengannya dengan paksa dan menyeretnya, tatapan tajam dan menusuk Kyuhyun tujukan padanya.
"Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu." Ujarnya dingin, sedikit menyentak gadis itu yang langsung ditangkap oleh seorang pria berperawakan tinggi dan berseragam. Seohyun terperanjat! Polisi!
"Ap-apa yang oppa lakukan!?" tanyanya kalut.
PLAK
Sebuah tamparan keras diterima oleh Seohyun, ia mendongak dan terkejut saat melihat kedua orang tuanya menatapnya dengan pandangan kecewa.
"Memalukan!" umpat Tuan Seo marah, "Aku tidak pernah membesarkan anak iblis sepertimu, Seo. Joo. Hyun."
"Appa.." Seohyun menatap ayahnya tak percaya, ayahnya yang selama ini memanjakannya menamparnya?
"Apa maksudnya? Aku tidak salah apa-apa!" teriak Seohyun, Kyuhyun tersenyum meremehkan.
"Tak salah, eoh? Benarkah?" Seohyun menoleh kearah pintu gerbang, ia terkejut saat melihat Seulgi diborgol dengan dua polisi dikanan kirinya, ditambah Kris dan Jongin yang sedang menatapnya dengan sinis.
"Nona Seo Joo Hyun dan Nona Kang Seul Gi. Anda berdua ditangkap karena kasus kekerasan dan pembully-an yang anda lakukan diarena sekolah.
"Apa!?"
"Kenapa seterkejut itu, baby?" tanya Kyuhyun, berpura-pura lembut namun sorot matanya masih memancarkan kebencian. Tak jauh beda dengan tatapan Kris dan Jongin.
"Bawa mereka." Titah salah seorang polisi yang dikenali sebagai inspektur mereka.
"Tidak! Eomma! Appa! Aku tidak melakukannya!" pekik Seohyun keras, masih berusaha meronta dalam borgolan polisi-polisi itu.
"Kami harap mereka berdua tidak dilepas begitu saja hanya karena segelintir uang." Ucap Jongin pada Inspektur polisi itu setelah Seulgi dan Seohyun dibawa masuk kedalam mobil.
"Kami menjamin itu, Tuan. Kalau begitu kami permisi.." ketiganya membungkuk singkat dan menatap mobil polisi itu yang mulai menjauh dari pandangan.
"Kami minta maaf atas kesalahan putri kami.." Jongin, Kris dan Kyuhyun menoleh saat satu suara menginterupsi mereka, dilihatnya kedua orang tua Seohyun menatap mereka dengan sendu.
"Kami juga minta maaf karena melakukan hal ini paman, bibi.." ujar Kris sembari membungkuk singkat, "Tapi kami tidak akan membiarkan begitu saja jika anda melepaskan Seohyun dan Seulgi dengan jaminan uang." Lanjutnya dengan nada datar.
Kedua orang tua Seohyun sempat terkejut mendengar perkataan Kris, namun mereka mencoba memaklumi.
"Bagaimana keadaan Jaekyung?"
"Dia masih dirawat dirumah sakit karena kesehatannya masih harus diawasi," jawab Jongin.
"Ah~" Nyonya Seo mengangguk paham, "Kami benar-benar minta maaf atas kejadian ini. Dan bisakah kalian sampaikan salam kami untuk Jaekyung, dan satu gadis lagi yang menjadi korban pembully-an itu? Kami mohon.."
"Akan kami sampaikan nanti," ujar Kyuhyun.
"Baiklah, kami permisi dulu kalau begitu.." sekali lagi, ketiga pria tampan itu membungkuk singkat melepas kepergian Tuan dan Nyonya Seo.
.
.
.
.
"Kyaaaaaa~" Luhan berteriak sekencang-kencangnya saat mereka tiba didepan villa milik orang tua Kyuhyun di Jeju. Hatinya sangat gembira setelah ujian semester berakhir dan kasus Seohyun dan Seulgi selesai. Dan sekarang mereka semua ada disini. Di Jeju.
Sehun hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan yeojachingunya itu, ia dan para anak lelaki masih mengeluarkan koper-koper mereka –sekaligus koper anak perempuan- dari dalam bagasi mobil dan membawanya kedalam villa.
"Lulu, jangan teriak-teriak!" tegur Heechul, ibunda Kyuhyun yang saat ini bertugas mengawasi anak-anak mereka.
Setiap mereka pergi berlibur, mereka memang selalu diawasi oleh salah satu orang tua mereka, dan itu bergantian. Heechul kebagian tugasnya saat ini.
Luhan hanya tersenyum lebar bak anak kecil, tak menghiraukan peringatan Heechul yang sudah mereka anggap sebagai orang tua sendiri.
"Eonni senang kan?" Kyungsoo menggamit lengan Sungmin yang sedari tadi hanya diam, membuat gadis itu tersentak kaget dan tersenyum kaku.
"Kita harus kepantai!" pekik Luhan heboh, dan detik selanjutnya ia meringis karena Donghae menyentil dahinya.
"Besok saja, hari ini kita istirahat dulu. Ayo masuk."
"Eh? Tunggu dulu.." Sungmin menginterupsi Donghae yang sudah berjalan lebih dulu, dahinya mengernyit.
"Apa?"
"Kau yakin tidak ada yang tertinggal?"
"Huh?" Donghae makin mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan Sungmin, "Tidak, semua koper termasuk milikmu sudah dibawa masuk kedalam." Ujarnya.
"Tapi aku tidak melihat Jaekyung dari tadi.."
"Oh, astaga!" Seketika Donghae menepuk dahinya keras-keras, "Aku lupa, dia pasti masih tertidur didalam mobil. KRIS!"
Sungmin, Luhan dan Kyungsoo reflek menutup kedua telinganya saat mendengar teriakan nyaring namja itu, menghasilkan seorang namja tegap berambut pirang keluar dari villa dengan wajah garang.
"Apa!?"
"Jaekyung masih didalam mobil, bodoh!" dengus Donghae, Kris mengernyit dan melempar tatapan tajam nya pada pria bermarga Lee itu.
"Kau yang bodoh! Aku sudah membawanya masuk kedalam."
Hening.
"MWOYA!?"
Ketiga gadis itu langsung berlari masuk kedalam villa diiringi tawa puas, puas karena berhasil mengerjai Donghae yang sukses didamprat oleh Kris.
"Maaf oppa!" teriak Kyungsoo sambil tersenyum jahil.
"Haishh! KEMARI KALIAN BERTIGA!"
..
..
"Kau itu bisa memanggang tidak sih sebenarnya?" tanya Donghae tak sabaran saat melihat Jongin memanggang dagingnya dengan santai.
"Kau berisik sekali sih?" damprat Jongin, Donghae menghela nafas kasar.
"Aku lapar!"
"Kau menghabiskan 3 bungkus keripik kentang sendirian, dan masih bilang kau lapar?"
"Aishh, cepat panggang daging nya, Jong."
"Kau tahu, Hae? Aku ingin sekali memanggangmu jika kau masih berisik seperti itu."
"YAK! Apa kau bilang!?"
"Apa sih yang kalian debatkan?" tanya Sehun heran,
"Tanya pada ikan nemo yang sedang PMS disebelahmu itu." gerutu Jongin sebal, Donghae melotot.
"Apa kau bilang? Ikan nemo? PMS katamu?"
PLETAK
"Aduh!"
"Kau berisik sekali," komentar Kyuhyun, tiba-tiba datang dan menyomot satu daging yang sudah matang dengan sumpitnya.
"YA! Dasar Evil! Kenapa memukulku!?"
"Ahjumma! Dagingnya sudah kupanggang semua!" Jongin berteriak menginterupsi ocehan Donghae yang semakin aneh saja. Malas mendengar Donghae mengoceh sedari siang.
"Sudah?" Heechul datang dengan sepiring jagung yang sudah siap dipanggang, mereka memang sedang berada ditaman belakang untuk menikmati pesta barbekyu. "Kalau begitu tolong panggang jagung nya, ahjumma akan taruh ini dimeja."
"Suruh si ikan nemo itu, aku lelah." Lagi-lagi Donghae melotot horror mendengar Jongin menyuruhnya. Namun belum sempat ia mengoceh dan memarahi namja itu, Jongin sudah berbalik lebih dulu dan tidur dipangkuan Kyungsoo yang sedang mengobrol dengan Luhan dan Sungmin.
"Dasar Kkamjong!" umpatnya, Kyuhyun dan Sehun mengernyit, saling bertukar pandang heran.
"Hyung, kau aneh.. atau jangan-jangan benar kau sedang PMS?"
"YAK! OH SEHUN!"
"Oppa! Kenapa teriak-teriak?" tanya Luhan, Donghae makin mendengus kesal melihatnya.
"Jauh-jauh dariku," ujarnya datar, Luhan mengernyit bingung.
"Mwo?" tanyanya tak mengerti, Donghae tak menjawab, menyibukkan diri memanggang jagung. "Ah~ kau masih marah karena aku menjahilimu tadi siang dan kau kena marah Kris gege?" tebaknya.
Dilihat dari perubahan air muka Donghae yang semakin suram, sepertinya tebakan Luhan benar.
"Hehe, oppa... Mianhae ne? Ayolah jangan marah lagi~" Luhan dengan segera memeluk lengan kanan Donghae dan mengeluarkan jurus aegyonya, membuat Donghae mendengus kasar karena sudah pasti tak tahan dengan serangan itu.
Sehun dan Kyuhyun yang ikut membantu Donghae memanggang jagungpun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tak habis pikir Donghae marah-marah tak jelas hanya karena dikerjai Luhan? Hell! Childish.
"Lepas! Kau tidak lihat aku sedang memanggang?" tanya Donghae ketus, memilih untuk tidak menatap Luhan yang masih bergelayut manja dilengannya.
"Tapi maafkan aku, Kyungsoo dan Sungmin eonni dulu.. ya? Oppa~" Luhan merengek manja, lengkap dengan mata rusanya yang mulai berkaca-kaca. Membuat Sehun mati-matian menahan tawanya, dia saja susah untuk menolak permintaan Luhan jika sudah menyerang dengan aegyo seperti itu.
"Aish, iya iya. Aku maafkan. Kau puas?" Donghae mendelik, kesal karena pertahanannya runtuh hanya karena aegyo Luhan.
"Yeaayyy!" Luhan memekik dan menepuk kedua tangannya dengan mata berbinar, "Gomawo oppa!" ujarnya sambil mengecup pipi Donghae sekilas. Giliran Sehun yang melotot heboh.
"YA! Xi Luhan! Tidak usah sampai mencium pipinya!" teriak Sehun frustasi, Luhan hanya menjulurkan lidahnya dan tertawa sebelum berlari kearah Sungmin. Kyuhyun tertawa melihatnya.
"Luhannie! Kenapa tidak menciumku juga?" teriak Kyuhyun, bermaksud menggoda Sehun yang makin membulatkan mata sipitnya.
"Kau mau mati ya, hyung?"
"Aigoo.. apa kau belum mendapat jatah french kiss mu hari ini?" goda Donghae, moodnya kembali membaik setelah berbaikan dengan Luhan.
Sehun mendelik, "Diam, hyung!" Ujarnya ketus.
"Apa jagungnya sudah matang?" Kris datang tiba-tiba dari belakang Donghae, tak menyadari aura gelap Sehun yang sedang cemberut.
Kyuhyun tersenyum, "Kau mau?"
Kris mengangguk, "Jaekyung ingin makan jagung. Jadi, mana yang sudah matang?" tanyanya.
Kyuhyun mengambilkan satu jagung yang sudah dipanggang pada sepupunya itu, sekilas melirik Jaekyung yang duduk dikursi ayunan sambil memainkan ponselnya.
"Thank's," ucapnya singkat seraya tersenyum tipis. "Selamat berjuang kembali kalau begitu." Candanya sebelum berbalik menghampiri kekasihnya.
Kyuhyun memandang kepergian Kris, atau mungkin lebih tepatnya mengamati raut wajah senang Jaekyung yang berbinar menerima jagungnya. Tanpa sadar pria itu tersenyum.
"Hei.." fokus Kyuhyun tiba-tiba buyar saat mendengar satu suara lembut menginterupsi mereka, dilihatnya Sungmin yang entah kapan sudah menghampirinya. Ehm, mereka bertiga maksudnya.
"Noona mau jagung juga?" tanya Sehun, Sungmin tersenyum dan menggeleng.
"Ahjumma bertanya sudah berapa banyak jagung yang kalian panggang?" tanya Sungmin lembut, tak menyadari seseorang menatapnya dalam-dalam.
Donghae melirik –menghitung- jagungnya, "5 yang sudah matang, 1 diambil Kris. Dan jadi 9 jika ini matang." Jelasnya sambil menunjuk jagung-jagung yang berada dipanggangan.
Sungmin ber-oh ria menanggapinya, "Yasudah, setelah ini ahjumma menyuruh kalian bergabung untuk makan malam."
"Oke, katakan pada ahjumma kami akan kesana setelah jagung ini matang."
"Baiklah, fighting!" Sungmin tersenyum polos dan mengangkat tangan kanannya yang terkepal ke udara, mengundang gelak tawa dari Sehun dan Donghae, sementara Kyuhyun tertegun, terpesona oleh senyuman Sungmin.
Sungmin masih tersenyum dengan segala kepolosannya menanggapi tawa Sehun dan Donghae, sampai akhirnya mata rubah itu bertemu dengan manik hitam Kyuhyun yang membuat senyumannya luntur seketika.
Tanpa diperintah dua kali, gadis itu merona. Ia segera menundukkan kepalanya dalam-dalam dan lebih memilih berbalik menghampiri Heechul ahjumma yang sedang mengupas buah.
Kyuhyun masih memandangi punggung gadis itu. Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang saat melihat senyuman Sungmin. Cantik dan manis disaat bersamaan. Membuat suatu gejolak didalam hatinya meronta.
"Hyung! Perhatikan jagung nya!"
.
.
.
.
"Oke, mari kita mulai permainannya!" seru Sehun antusias sembari mengangkat soda yang sudah kosong itu tinggi-tinggi.
Kris, Jaekyung dan Donghae duduk disofa panjang dengan tenang, sementara Kyuhyun dan Sungmin duduk bersebelahan disofa didepan mereka. Sedangkan Luhan dan Sehun duduk dikarpet diantara sofa itu berhadapan dengan Jongin dan Kyungsoo yang hanya terhalang oleh sebuah meja. Mereka duduk melingkar sebenarnya.
Sehun menaruh botol itu dimeja dan mencoba memutarnya, sementara mereka memperhatikan. Mereka memang sudah selesai dengan acara barbekyu mereka ditaman belakang dan sekarang sedang berada diruang tengah untuk memainkan permainan mereka. Truth or Dare.
"Anak-anak, jangan tidur terlalu malam, oke?" ujar Heechul sebelum beranjak kekamarnya, mereka semua tersenyum dan mengangguk.
"Mulai dariku ya," Sehun segera memutar botol itu, menunggu dan akhirnya ujung botol itu berhenti menghadap Jongin.
"Truth." Ujar Jongin santai.
"Truth? Oh, hyung kau tidak seru," cibir Sehun, "Tapi baiklah. Aku ingin bertanya.. apa kau pernah mengajak Kyungsoo noona nonton film yadong bersamamu?"
"Mwo!?" Jongin melotot heboh membuat Sehun, Luhan dan Donghae tertawa melihatnya.
Namja itu melirik kekasihnya yang berada disampingnya, wajahnya sudah memerah dan memilih menunduk.
"Pe-pernah," jawab Jongin, sedikit gugup dan dia gagal menetralisir suaranya.
"Wow~ Benarkah? Apa yang kalian lakukan setelah itu?" tanya Sehun semangat.
"Hey! Pertanyaannya hanya boleh dilontarkan satu kali." Seru Jongin tak mau kalah.
"Aish, baiklah baiklah. Putar botolnya."
Jongin segera memutar botolnya setelah menjulurkan lidahnya pada Sehun yang sedang cemberut.
"Truth." Tembak Kris langsung begitu melihat ujung botol itu mengarah padanya.
"Tidak asik," komentar Jongin, "Well, apa Jaekyung pernah mengutarakan kecemburuannya langsung padamu? Maksudku, apa kalian pernah bertengkar hanya karena baby Jae cemburu?" tanyanya, melirik Jaekyung yang sedang memeluk lengan kiri Kris dan bersandar dipundaknya.
Kris menoleh sebentar kearah Jaekyung sebelum menjawab, "Tidak." dengan tegas, membuat mereka kecewa dan mendelik.
"Ya! Pertanyaan macam apa itu?"
"Jae-ya, kau benar-benar tidak punya ekspresi ya?" yang ini suara Donghae, yang langsung dihadiahi pukulan didadanya oleh tangan Jaekyung yang bebas.
"Aku tidak punya pertanyaan lain."
"Harusnya kau tanya sudah sejauh apa Kris menyentuh adikmu, bodoh!"
"Itu kau yang mesum, maknae!" komentar Kyuhyun. "Kris tidak akan berani macam-macam sepertimu."
"Sudahlah," ujar Luhan jengah, "Putar botolnya, ge."
Kris segera memutar botolnya, membuat mereka berhenti berdebat. Ujung botol itu berhenti di Kyuhyun.
"Dare."
"Ini yang aku tunggu-tunggu." Pekik Sehun heboh, Sungmin dan Kyungsoo yang sedari tadi diam akhirnya ikut tertawa.
"Aku ingin kau mencium Donghae."
"MWO!?" Kyuhyun dan Donghae memekik bersamaan, "Apa-apaan kau!?" tanya Donghae tak terima.
"Well, hanya kalian yang masih menyandang status single diantara kita.. jadi, bukankah kalian lebih baik menjadi pasangan?" ujar Kris menggoda, Kyuhyun mendelik kesal.
"Tahu begini aku tidak akan memilih 'Dare'." Umpatnya pelan, beringsut mendekati Donghae yang sedang bergidik ngeri.
"Jangan mendekat kau!" pekiknya, memeluk erat-erat Jaekyung yang ada disampingnya seraya memejamkan mata.
"Aish, aku juga tidak mau melakukan ini kalau bukan karena tantangan, bodoh!"
Jongin tertawa sampai membungkuk dan memukul-mukul meja, "Kau benar-benar seperti gadis perawan, Donghae-ya.."
"Dia cocok jadi uke." Komentar Luhan jahil.
"5 detik, hanya 5 detik, Ikan nemo.." ujar Kris sembari menahan tawa, namun masih berusaha melepas Jaekyung dari pelukan Donghae.
"Tidak! Kau yang dapat tantangan kenapa aku yang jadi korbannya!?" teriaknya tak terima, mendelik kearah Kris, "Dan aku tidak akan melepaskan kekasih mu sampai bocah setan itu menyelesaikan tantangannya!" lanjutnya lagi dan menarik Jaekyung lebih dekat, Jaekyung hanya bisa tertawa pasrah.
Kyuhyun mendelik kesal dan duduk dilengan sofa disamping Donghae yang masih memalingkan wajahnya seraya memeluk Jaekyung.
"Oppa, kalau posisimu begini, aku yang akan kena cium." Protes Jaekyung. Memang posisinya Jaekyung yang bertatapan dengan Kyuhyun yang sedang duduk dilengan sofa karena Donghae memeluknya, membuatnya menatap Kris.
"Kau saja yang menggantikanku kalau begitu."
"Enak saja kau!" Kris menjitak dahi Donghae keras-keras, membuatnya meringis dan membuka matanya.
"Sakit!" gerutunya, namun menciut saat melihat tatapan garang Kris. "Aish, baiklah, baiklah." Akhirnya ia menyerah dan melepaskan pelukannya. Menoleh kearah Kyuhyun.
Kyuhyun menelan salivanya dengan gugup, sementara teman-temannya menahan tawa melihat Kyuhyun dan Donghae yang memucat.
Dan malam itu, mereka semua berseru heboh saat Kyuhyun menempelkan bibirnya dibibir tipis Donghae, Kyungsoo bahkan memfotonya dan tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Donghae dan Kyuhyun.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue ..
Hehehe di chap ini fluffy2 aja yaa, tinggal 2 chap lagi end kok .. nanti bakal ada ff baru lagi.
Sssttt, cast nya KyuMin loohhhh~
Otthe? Sebelumnya terima kasih banyak buat semua review-ers maupun siders yang udh mampir kesini ^^ pheo membuka kotak kritik nd saran kok .. juseyoooooo {}
Untuk Pspnya kyu, eonni tegaa baru review dichap 4, kita putus :"(
Review juseyoo, annyeooonggg~
.
Big thank's
Abihikmah ; NurindaKyumin ; Pspnya kyu ; ; PumpkinEvil137 ; siscomel12 ; Anisa Jung ; Girls in awesome world
.
Oh Pheonix 2016
