Chapter 7

Strength Love

.

.

Cast: Kris Wu, Kim Jaekyung, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin (GS), Oh Sehun, Xi Luhan (GS), Kim Jongin, Lee Donghae, Do Kyungsoo (GS).

Genre : Hurt/Romance

a/n : ff ini ber-cast utama Kris Wu dan juga Kim Jaekyung, jika anda tidak suka dengan jalan cerita maupun cast utama yang ditampilkan, jangan memaksa diri anda untuk membaca fanfic ini, sekian, terima kasih ^^ (Oh Pheonix)

.

.

Oh Pheonix Present

.

.

.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tahun ajaran baru akan dimulai 3 minggu lagi, itu artinya akan ada generasi baru dalam Seoul of Perfoming Art dan generasi lama yang meninggalkan sekolah itu. Kyuhyun, Sungmin, Jongin, Donghae, Kris dan juga Jaekyung resmi lulus dari sekolah itu secara bersamaan, karena Jaekyung benar-benar mengikuti akselerasinya. Dan itu membuat Sehun termotivasi dan juga ikut kelas akselerasi yang membuatnya satu angkatan dengan Kyungsoo dan Luhan. Saat ini para anak populer itu sedang berada ditaman belakang rumah keluarga Do dimana sedang dilangsungkan pesta pertunangan antara putra sulung keluarga Kim dengan putri tunggal Keluarga itu. Kim Jongin dan Do Kyungsoo.

"Kau mengikatnya seolah-olah kau takut Kyungsoo berpaling darimu, Jong." ejek Kris,

"Bukan aku, tapi dia yang takut aku melirik gadis-gadis dikampus kita nanti." Sahut Jongin tak mau kalah, Kyungsoo memutar bola matanya dengan malas. "Harusnya kau juga mengikat adikku,"

"Untuk apa? Dia sudah terikat dihatiku sejak lama,"

"Kalian akan kuliah bersama dan tinggal bersama di Amerika, siapa yang menjamin adikku masih perawan saat kalian kembali ke Korea 5 tahun lagi?" tanya Jongin.

Ya, Kris dan Jaekyung akan melanjutkan study mereka di Amerika karena Jaekyung mendapat beasiswa penuh di Harvard University, sedangkan Kris mendaftar di Columbia University. Kyuhyun, Sungmin, Jongin dan Donghae akan tetap melanjutkan diKorea.

Kris mendengus, "Aku tidak semesum simaknae itu." Decihnya.

"Yoooo~ selamat atas pertunangan kalian..." Jongin baru akan menyahut kembali kalimat Kris kalau saja Sehun, Luhan dan Donghae tidak datang menghampiri mereka.

"Selamat, Kyungie.." kata Luhan sembari memberi kecupan manis dikedua pipi Kyungsoo, Kyungsoo tersenyum.

"Terima kasih, Luhannie..."

"Mana Kyuhyun dan Sungmin? Kalian tidak datang bersama mereka?" tanya Jongin.

"Mereka sebentar lagi datang..." jawab Donghae, "Jaekyung mana?" tanya Donghae balik.

"Ditoilet,"

"Apa?" tanya Jaekyung tiba-tiba, Donghae menoleh. Namun hanya menggeleng tanpa mengatakan apapun.

"Jangan dekat-dekat denganku." Ujar Sehun sambil mendorong pelan bahu Jaekyung agar lebih merapat pada Kris, "Aku masih marah padamu." Sungutnya.

Jaekyung tertawa, "Bagus, terus pertahankan dan susul aku ke Amerika. oke?" ujarnya enteng. Luhan dan Kris tertawa. Sedikit banyak mereka bangga akan persahabatan antara Sehun dan Jaekyung. Sering berdebat tapi saling mendukung satu sama lain.

"Aish, lihat saja nanti. Aku akan menyusulmu dan mendapatkan beasiswa disana. Tunggu aku!" sahut Sehun berapi-api, Jaekyung hanya mengangguk tanpa mau meladeni lagi.

"Saat kita bertemu lagi kau harus membuktikan ucapanmu itu, Sehun-ah." Gumam Jaekyung pelan, menatap satu persatu sahabatnya sambil tersenyum tipis. Tak ada satupun dari mereka yang menyadari bahwa Jaekyung sempat kambuh ditoilet, dan Jaekyung mensyukuri itu.

"Maaf, kami baru datang..." ketujuh remaja itu segera menoleh kearah sumber suara dimana Kyuhyun dan Sungmin sedang mengulas senyum pada mereka.

"Huhh, lama sekali." Cibir Donghae,

"Kau tahu lamanya seorang gadis jika sedang merias diri," ujar Kyuhyun setengah mengeluh, yang langsung dihadiahi satu cubitan dipinggangnya.

"Kalau kau tak suka kenapa menjemputku tadi!?"

"Aigoo~ sayang, aku bercanda.. sakit," keluh Kyuhyun lagi sembari mengelus pinggangnya. Sungmin melengos.

Jaekyung tersenyum, namun sedetik kemudian wajahnya menegang. Rasa sesak didadanya muncul lagi, sekuat tenaga gadis itu mencoba bersikap biasa, namun rasanya semakin sesak.

'Aku tidak boleh mengacaukan pesta kakakku,' batin Jaekyung, dalam hati ia terus men-sugestikan kalimat itu agar rasa sakitnya mereda, berusaha tersenyum manis saat Jongin dan Kyungsoo mulai berjalan kepanggung dan saling bertukar cincin.

Kris merangkul pinggang Jaekyung dengan mata yang terus menatap kepanggung, tak menyadari jika Jaekyung sudah berkeringat dingin.

"Aku ikut bahagia atas pertunangan calon kakak ipar ku,"

"Ehm~" Jaekyung hanya bisa mengangguk sebisanya dan memasang senyum tipis, sedikit benafas lega karena semua orang sedang fokus dengan Jongin didepan sana, jadi tak ada yang menyadari bahwa penyakitnya sedang kambuh.

DEG! DEG!

"Ugh~" Jaekyung mencengkram erat minidress yang sedang dipakainya, rasa sesak semakin menjadi dan sekarang ia kesulitan untuk bernafas. Gadis itu yakin bukan asma nya yang kambuh. Pandangannya mulai mengabur, bayangan Jongin dan Kyungsoo didepan sana mulai samar terlihat. Tak ada pilihan lain.

"Ge-"

BRUK!

"Astaga, baby!"

..

..

..

Seoul International Hospital terlihat tampak ramai dengan beberapa orang yang memenuhi koridor IGD, aura suram dan wajah murung terlihat jelas diraut wajah mereka. Bahkan seorang wanita paruh baya tengah menangis tersedu-sedu dipelukan seorang wanita lain.

"Anakku..."

"Tenanglah, Taeyeon-ah, Jaekyung akan baik-baik saja.."

Tepat saat wanita yang tadi tengah memeluk wanita yang sedang menangis itu menyelesaikan kalimat hiburannya, seorang pria berjas putih keluar dari ruang IGD dan langsung disambut antusias oleh para orang-orang disana.

"Bagaimana Jaekyung?" tanya Jongwoon –ayah Jaekyung- tidak sabar, kegundahan terus menyelimutinya.

Sang dokter menghela nafas dalam-dalam, wajahnya terlihat menyimpan beban berat.

"Ini sudah sampai tahap akhir."

DEG!

"Apa maksudmu? Katakan dengan jelas." Teriak Jongwoon kalut, Jongin menahan tubuh ayahnya agar tidak terjatuh.

"Ginjalnya benar-benar sudah tidak berfungsi lagi, dan itu menyebabkan otot jantungnya membengkak hingga dia kesulitan bernafas, selain itu aliran darahnya jadi tidak bisa berjalan semestinya." Tutur Dokter itu, "Kami tidak bisa menahannya lebih lama lagi, maaf.. jika sampai sore ini kami tidak menemukan pendonor yang cocok, maka kami akan mele-"

"AKU TIDAK AKAN PERNAH MELEPASKAN ANAKKU!" pekik Taeyeon histeris, "ANAKKU TIDAK AKAN MATI!"

"Taeyeon-ah..."

"Ambil ginjalku, aku mohon.. berapapun yang anakku butuhkan agar dia tetap hidup.. ambil ginjalku," Taeyeon melemah, isakannya semakin hebat, Heechul dan Kibum memeluknya makin erat. Detik berikutya wanita itu jatuh pingsan.

"Taeyeon-ah!"

Hangeng dan Sehun langsung sigap menggendong wanita itu dan membawanya kekamar inap terdekat, karena Jongin sedang berusaha menenangkan ayahnya yang tengah menangis hebat.

"Kyu.." Sungmin menggenggam erat lengan kemeja Kyuhyun, ketakutan menjalari seluruh tubuhnya. Kyuhyun beralih memeluknya.

"Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja." Bisik Kyuhyun lirih, mengusap pelan punggung Sungmin untuk menenangkannya.

"Sebenarnya Jaekyung kenapa?" tanya Sungmin pelan, memeluk erat tubuh Kyuhyun.

"Dia menderita gagal ginjal..." jelas Kyuhyun, "Kami sudah berusaha mencari ginjal yang cocok tapi golongan darah Jaekyung mempersulit semuanya.." lanjutnya lagi, matanya memanas, satu liquid bening mengalir dipipi tirusnya yang langsung dihapus dengan cepat oleh pria itu.

Keadaan Kris tidak jauh berbeda, pria jangkung itu duduk dilantai rumah sakit dengan keadaan berantakan, beberapa bercak darah terlihat dikemeja birunya. Itu darah Jaekyung saat ia muntah darah. Donghae dan Siwon –ayah Sehun- terlihat berada dikiri dan kanannya, menjaga takut-takut Kris berbuat nekad.

"Kita harus segera menemukan pendonor yang cocok dan sesuai dengan golongan darahnya."

"Apa golongan darah Jaekyung?" tanya Sungmin tiba-tiba, Kyuhyun dan yang lainnya menatapnya penuh tanya.

"AB istimewa positif," jawab sang Dokter, Sungmin membulatkan matanya dan berlari menghampiri dokter itu dengan mata berbinar.

"Aku mau mendonorkan ginjalku," serunya antusias, Kyuhyun terkejut.

"Min!"

"Golongan darahku sama dengan golongan darahnya, aku mohon dokter."

Leeteuk dan Kangin yang sedari tadi terdiam, berjalan menghampiri anak tunggalnya, "Kau yakin sayang?" tanya Leeteuk lembut, Sungmin mengangguk mantap. Menatap Leeteuk dan Kangin bergantian.

"Aku mohon, appa, umma.. biarkan aku melakukannya.." pintanya memohon, kedua orang itu menghela nafas dan akhirnya menoleh pada Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan menghampiri Sungmin, "Min.."

"Aku mohon, Kyu.. aku masih akan hidup walaupun dengan satu ginjal. Jebal~"

Kris ikut bangkit menghampiri Sungmin dengan langkah gontai, "Kau benar-benar mau melakukannya?" tanyanya parau, sekilas Kyuhyun melihat ada cahaya pengharapan dimata sepupunya itu.

"Ya, aku mau melakukannya." Tutur Sungmin lembut, menggenggam jemari Kris dan tersenyum manis pada pria itu.

"Terima kasih..." lirih Kris, tersenyum lemah pada Sungmin. Sungmin mengangguk dan beralih menatap Kyuhyun dan kedua orang tuanya bergantian.

Leeteuk dan Kangin saling bertukar pandangan cukup lama sebelum akhirnya mengangguk dan tersenyum pada Sungmin.

"Baiklah, jika kau ingin melakukannya, mari ikut saya keruang pemeriksaan." Suara sang Dokter memecah keheningan yang merayap disekitar tempat itu, membuat Sungmin kembali mengarahkan pandangan nya pada sang Dokter dan mengangguk.

Sungmin baru ingin menyusul mengikuti langkah Dokter itu jika Kyuhyun tak memeluk pinggangnya secara tiba-tiba dari belakang.

"Aku bangga padamu, terima kasih.." bisiknya ditelinga Sungmin, Sungmin tersenyum dan berbalik menatap manik mata Kyuhyun.

"Semuanya akan baik-baik saja, sesuai katamu.." balas Sungmin, Kyuhyun mengangguk dan mencium kening gadis itu.

"Aku mencintaimu..."

..

..

Lampu kamar operasi dirumah sakit mewah itu belum juga padam sejak 3 jam yang lalu, menandakan bahwa didalam masih menjalani aktivitas yang cukup membuat mereka tegang.

Jongin dan kedua orang tua Kyungsoo berusaha menenangkan Jongwoon, pria berumur itu masih saja terlihat syok dan Jongin takut ayahnya tiba-tiba pingsan dan terkena serangan jantung. Taeyeon lebih memprihatinkan lagi, wanita itu duduk diapit oleh ibu Kyuhyun dan ibu Sehun diruang tunggu pasca sadar dari pingsan tadi, bibirnya tak henti-henti menggumamkan nama Jaekyung sembari menangis. Kyungsoo terlihat duduk disamping Kris dan menggenggam erat jemari lelaki itu, masih dengan Donghae dan Siwon yang mengapitnya, sementara kedua orang tua nya dalam perjalanan menuju Korea. Luhan pun juga turut menggenggam erat jemari Kyuhyun yang terlihat gelisah sedari tadi, kedua orang tua Sungmin juga turut ada disampingnya. Sedangkan Hangeng dan Sehun berdiri mengapit Taeyeon, berjaga-jaga jika wanita itu pingsan lagi.

"Donghae-ya..." Donghae yang tengah bersandar didinding koridor rumah sakit menoleh kearah lorong, dilihatnya kedua orang tuanya datang dengan tergopoh-gopoh, "Bagaimana?"

"Operasinya belum selesai, appa.." jawabnya lesu.

Jang Hyun –ayah Donghae- terlihat menghela nafasnya dengan kasar, "Aku sudah menelpon Zhoumi dan dia baru saja lepas landas dari Beijing. Dia bilang mungkin dia baru sampai besok pagi-pagi sekali," ujarnya, Donghae mengangguk paham dan kemudian menepuk pundak Kris.

"Orang tuamu baru akan sampai besok pagi," katanya pelan, Kris mengangguk dengan pandangan kosong.

PIP

Semua orang disana dikejutkan dengan suara lampu kamar operasi yang mati. Bersamaan dengan itu, beberapa orang yang memakai masker, penutup kepala dan baju berwarna hijau keluar dengan wajah lelah.

Seorang dari mereka yang dikenali sebagai Dokter Hwang, orang yang selama ini mengontrol perkembangan kesehatan Jaekyung terlihat membuka maskernya dan menatap satu persatu wajah mereka semua dengan ekspresi yang sulit terbaca.

Jongwoon yang bangkit terlebih dulu dan langsung menggenggam erat lengan Dokter itu, "Bagaimana keadaan anakku?" tanyanya kalut.

"Ayah, tenang dulu..."

"Aku akan memberitahu keadaan sang pendonor terlebih dahulu."

"Bagaimana keadaan Sungmin?" tukas Kyuhyun tak sabar, Hwang uisa tersenyum tipis.

"Nona Lee Sungmin dalam keadaan baik, saat ini dia masih dalam pengaruh obat bius dan sebentar lagi akan dipindahkan keruang rawat inap... Sementara keadaan pasien.." Dokter itu menjeda sebentar kalimatnya, membuat semua orang yang ada disana menunggu dengan tegang.

Hwang uisa tersenyum, "Jaekyung adalah anak yang hebat, dia bisa bertahan sampai operasi berakhir walaupun kami sempat kehilangannya 3 kali.." tuturnya lembut, helaan nafas lega terdengar dari seluruh penghuni koridor itu. "Kami akan memindahkan Jaekyung ke kamar 1 jam lagi."

"Jadi operasinya berhasil?" tanya Jongin serak, Hwang uisa mengangguk dan tersenyum.

"Kami akan terus memantau keadaannya selama 2 minggu ini, apakah ginjal yang sudah didonorkan berfungsi dengan baik."

"Terima kasih!" lirih Jongwoon, air matanya sudah berulang kali membasahi pipinya.

"Anak anda bekerja sama dengan sangat baik dengan kami, Kwanjangnim.. dia hebat." Puji Hwang uisa tulus, "Kalau begitu saya permisi dulu.."

.

.

.

.

"Bagaimana keadaan Jaekyung, Kyu?" tanya Sungmin lirih, masih lemas pasca sadar 2 jam yang lalu. Kyuhyun yang menemaninya dikamar yang bersebelahan dengan kamar Jaekyung tersenyum.

"Dokter bilang keadaannya baik-baik saja, kemungkinan dia akan sadar besok pagi."

"Benarkah? Syukurlah~" desis Sungmin lega, Kyuhyun masih tersenyum sembari mengupas buah apel untuk kekasihnya itu.

"Aku sangat bangga padamu, Min.." gumam Kyuhyun, Sungmin menoleh dan tersenyum lemah. "Kau penyelamat hidupnya,"

"Aku ingin menolongnya, bukankah kalian menganggapku sebagai bagian dari keluarga kalian juga?"

"Tentu saja! Sebentar lagi juga kau akan menjadi bagian dari keluarga Cho."

"Ish," Sungmin mengerucutkan bibirnya yang terlihat pucat, "Masih lama."

"Ya ya ya baiklah, Nyonya Cho.."

"Hei~"

Tok tok tok

"Ya?"

Kyuhyun dan Sungmin menatap pintu kamar yang bergeser pelan dan menampilkan sosok lelaki berkemeja putih.

"Hai, Sungmin-ah.." sapa Jongin, tersenyum lembut pada Sungmin yang tersenyum lemah padanya. "Bagaimana keadaanmu sekarang?"

"Aku baik-baik saja," jawab Sungmin pelan, "Jaekyung bagaimana?"

Jongin mengangguk, "Ada Kris dan ibuku yang menjaganya. Yang lain sudah pulang.." lanjutnya memberitahu.

"Lalu siapa yang akan berjaga besok, Jongin-ah?" tanya Kyuhyun,

"Siwon ahjussi dan Sehun. Tapi Kris bersikeras tidak mau pulang."

Kyuhyun mengangguk paham, Jongin kembali menatap Sungmin dan menggenggam jemari gadis itu.

"Aku dan keluarga ku benar-benar berterima kasih padamu, Sungmin-ah..." ujarnya lirih, matanya mulai berkaca-kaca. "Kau gadis yang sangat baik."

"Aku senang bisa menolongnya, Jongin-ssi.." ujar Sungmin tulus, Jongin mengusap air matanya yang mengalir dan mengecup punggung tangan gadis itu.

"Sekali lagi terima kasih.."

Kyuhyun hanya tersenyum melihat Sungmin dan Jongin saling melempar pandangan tulus satu sama lain. Keputusannya untuk melepas Jaekyung dan memilih Sungmin memang tidak salah. Jaekyung pantas bersanding dengan Kris sepupunya, dan dia sangat bersyukur mendapatkan kekasih seperti Sungmin yang kelewat polos tapi baik hati.

..

..

~Dua Bulan Kemudian~

"Paspor mu sudah?"

"Sudah."

"Ada barang yang ketinggalan?"

"Tidak,"

"Semua berkas dan perlengkapan untuk Universitasmu nanti?"

"Sudah."

"Dima-"

"Semuanya sudah ku cek, ibu..." potong Jaekyung jengah, Taeyeon menatap putri bungsunya sejenak dan tersenyum hangat.

"Baiklah, maaf ibu terlalu cerewet.."

"Memang." Taeyeon tersenyum mendengar jawaban acuh putrinya dan mencubit pelan pipi gadis itu.

"Belajarlah dengan baik disana sayang.. dan jaga dirimu, ingat kalian belum resmi menjadi sepasang suami istri." Nasehat Taeyeon, Jaekyung mengangguk paham.

Tanpa sadar air mata keluar dari kedua mata indah Taeyeon, membuat Jaekyung mengernyit heran dan mengusap air mata ibunya.

"Ibu, kenapa menangis?' tanya Jaekyung pelan.

Taeyeon menggeleng dan memeluk tubuh Jaekyung dengan erat, "Aniya.. ibu hanya bahagia melihatmu sehat seperti sekarang, ibu tidak khawatir lagi meninggalkanmu sendirian disana."

"Tetap harus khawatir ibu, si naga itu pasti akan berbuat macam-macam." Tukas Jongin tiba-tiba, Jaekyung dan Taeyeon menoleh dan melihat Jongin berdiri didepan pintu kamar sambil tersenyum.

Jaekyung tanpa sadar mengerucutkan bibirnya mendengar ocehan Jongin, "Kris tidak semesum kau dan Sehun, oppa."

Jongin tertawa, berjalan menghampiri Jaekyung dan mengusak surai hitam gadis itu. "Aku tahu."

..

..

"Aish, dia yang mau pergi kenapa kita yang menunggu nya?" gerutu Sehun sebal sambil sesekali melirik jam tangannya. Luhan dan Sungmin terkikik.

"Jangan mengeluh terus, Sehunnie.."

"Lagipula kenapa dia tidak berangkat dengan kalian saja tadi?" gerutu Sehun lagi sembari menatap Kris, Kyuhyun, Sungmin dan kedua orang tua Kris bergantian.

"Kau terlalu berisik, kita baru menunggu 15 menit." Kesal Kris.

"Tapi rasanya seperti sejam, ge."

PLETAK!

"Diam saja, maknae."

"Ish, hyung!"

"Maaf, kami terlambat," sesal Jongin. Jaekyung, Kyungsoo, Donghae dan kedua orang tua Jaekyung mengekor dibelakang mereka.

"Lama kau!" cibir Sehun, Jaekyung hanya menatapnya tanpa ekspresi.

"Oh, Zhoumi-ya, Vicky-ah.." seru Jongwoon begitu melihat kedua orang tua Kris, "Kupikir kalian sudah kembali ke Beijing."

"Aku akan mengantarkan mereka sampai diapartemen, besoknya aku dan istriku akan langsung ke Kanada."

"Jadi Samchon dan Imo ikut?" tanya Donghae. Ibu Kris, Victoria mengangguk.

"Baiklah, tidak ada lagi yang tertinggal 'kan sayang?" tanya Taeyeon memastikan, Jaekyung dan Kris mengangguk.

"Jaga diri kalian berdua, dan jangan berbuat macam-macam, arra? Jaga kepercayaan kami. Kau dengar itu, Kris?" tanya Jongwoon tajam, Kris mengangguk paham.

"Algeseumnida, ahjussi."

"Aku menitipkan Jaekyung padamu, Zhoumi-ya.."

"Tenang saja, menantuku akan baik-baik saja.." ujar Zhoumi sembari mengerling pada Jaekyung yang tersenyum padanya.

"Baiklah, telepon ayah dan ibu jika sudah sampai."

"Aku akan mengirim pesan line saja, ayah. Telepon luar negeri sangat mahal." Ujar Jaekyung polos. Jongin tertawa.

"Sampai ketemu 5 tahun lagi, baby Jae.." ujar Kyungsoo lembut sembari memeluk erat tubuh calon adik iparnya itu, bergantian dengan Luhan dan terakhir Sungmin.

"Terima kasih banyak, Sungmin eonni.." bisik Jaekyung begitu Sungmin memeluknya, Sungmin tersenyum dan mengusap surai hitam gadis itu.

"Ne.. jaga dirimu baik-baik.." balas Sungmin berbisik, ia melepaskan pelukannya dan saling tersenyum manis.

"Jangan lupa kabari kami kalau Jaekyung hamil, oke?" Kris melotot saat mendengar kalimat frontal Kyuhyun, dengan segera pria itu menjitak keras kepala Kyuhyun, membuat sang empu meringis.

"Aku tidak akan berbuat macam-macam padanya, bodoh!"

"Yaaaa~ siapa tahu kau sedang khilaf, ge.." sahut Sehun enteng.

"Bukan harusnya kau yang mengabariku jika Luhan eonni telat datang bulan nanti? Mengingat kalian sering ber-" omongan Jaekyung terputus tiba-tiba saat Sehun dengan panik membekap mulutnya dan memandang tajam gadis itu. Mereka semua terbahak.

"Sudah, sudah.. waktunya berangkat. Jae-ya, Yifan. Ka." Ujar Victoria menengahi, menggamit lengan suaminya setelah sebelumnya berpeluk ria dengan Jongwoon dan Taeyeon.

"Ppaiiii~" lambai Sungmin ceria, Luhan dan Kyungsoo juga tak kalah antusias melepas kepergian Kris dan Jaekyung. Begitupun Kyuhyun, Donghae, Jongin dan Sehun yang tersenyum pada mereka.

"Susul aku tahun depan, Sehun-ah! Aku akan menunggumu dibandara!" teriak Jaekyung, tersenyum lebar pada Sehun yang sedang mempoutkan bibirnya.

"Iya! Aku akan menyusulmu tahun depan! Kupegang janjimu!" balas Sehun.

Sehun, Kyuhyun, Sungmin, Luhan, Jongin, Kyungsoo dan Donghae saling bertukar pandang bahagia. Tak menyangka mereka akan mendapatkan kebahagiaan sejauh ini.

Kyuhyun yang menemukan cinta sejatinya didalam diri Sungmin. Sehun yang akan terus mendampingi Luhan sampai kapanpun. Jongin dan Kyungsoo yang saling mengikat janji setia. Dan Kris yang akan terus menjaga Jaekyung sampai waktunya mereka menikah. Hanya satu hal yang menurut mereka kurang sempurna, yaitu...

"Jadi, Hae-ya. Kapan kau akan mengenalkan kekasihmu pada kami?"

"Mwo?"

.

.

.

.

.

.

.

.

The End ..

Hehehe, finally ending juga .. otthe? Memuaskan kah? Apa masih ada yg mau protes Kyumin moment nya kurang?

Dont worry guys, karna pheo sudah menyiapkan bonus chapter khusus kyumin version, jadi full kyumin. FULL! ^^

Kalo banyak yg berminat, bakalan pheo update, tapi kalo gak ada .. yasudahhhhh ..

Terima kasih banyak yaa untuk semua pembaca, review, siders, followers, favers, nd yang udh follow akun ffn pheo. Terima kasih ^^

Terus dukung karya2 pheo yaaaaaa..

Jangan lupa, ada ff baru tentang Kyumin, prolog nya secepatnya akan diupdate. Minta review nya disana boleh kan? Hehe

Annnyyeeeoooonnggggg~

.

Big Thank's

.

PumpkinEvil137 ; Anisa Jung ; PaboGirl ; nurindaKyumin ; ; pspnya kyu

.

Oh Pheonix 2016