We Are
Chapter 1
Cast : Baekhyun
Chanyeol
Sehun
Chen
Kai
Etc.
Genre : Romance, Friendship, Humor
Summary : "Cinta itu bisa menghancurkan persahabatan jadi jangan ada cinta diantara persahabatan kita oke"
Sorry For Typo ^-^
.
.
.
.
.
.
.
.
"Sialan, Yak dimana buku matematika ku!"
"Jangan berteriak hitam"
"Cadel kau meminjam nya kan kemarin, dimana sekarang astaga"
"Kemarin aku meletakkan nya di atas meja baekhyun"
Kai sibuk mencari buku matematika nya yang entah dimana, keadaan kamar mereka saat ini benar benar hancur. 'berdoalah semoga taeyeon noona tidak masuk ke kamar' batin sehun dan chen.
Pintu terbuka menandakan ada orang yang membukanya, sehun dan chen melihat kearah pintu dan menyerit kan dahi. Tidak ada yang masuk tapi pintu nya terbuka, Sehun dan chen mengarahkan pandangan mereka agak merendah.
"Apa yang sedang kau lakukan baek?" Tanya sehun seraya melihat baekhyun yang sedang merangkak mencari sesuatu.
"Hyung, kau lihat puppy dan poddle tidak?"
"Tidak, bukan kah puppy dan poddle ada dikandang nya?" jawab sehun
"Tidak ada hyung"
"F**k B*tch! dimana buku ku" Baekhyun, sehun dan chen langsung memandang kearah kai yang tengah mengacak acak rambutnya, umpatan kai benar benar mengagumkan. Sangat nyaring pula, bagaimana kalau taeyeon mendengarnya. Taeyeon sangat melarang orang orang dirumah ini untuk berkata kasar.
"SIAPA YANG MENGUMPAT TADI! KALIAN SEMUA TURUN KEBAWAH SEKARANG DAN PERGI SEKOLAH ATAU AKU AKAN MENENDANG KALIAN SEMUA AGAR TINGGAL DIJALANAN!" Teriak taeyeon dari bawah.
Keempat namja itu langsung mengambil tas dan keluar rumah dengan tergesah gesah. Kai tidak peduli lagi dengan buku matematikanya dan baekhyun tidak melanjutkan mencari "puppy"nya yang keluar dari kandang tadi pagi.
.
.
.
.
.
.
"Gila, Guru matematika yang baru itu benar benar disiplin dengan tugas. Aku tidak mengerjakan tugas saja langsung dihukum membersihkan kamar mandi dasar sialan"
Sejak mereka berada dikantin. selama 15 menit yg lalu, kai tidak berhenti mengoceh tentang guru matematika nya. Ya hanya guru matematika kai, karna mereka berempat berbeda kelas.
"Aku rasa hukuman itu pantas untuk mu" -Chen
"Ini bukan pertama kalinya kau tidak mengerjakan tugas hyung" –Baekhyun
"Padahal menurutku tugas yang diberikan tidak terlalu sulit" -Sehun
Kai menghela nafas berat
"Aku sudah mengatakan padanya, buku ku hilang dan guru itu tetap tidak percaya"
"Kalau aku jadi guru, aku juga tidak akan percaya dengan ucapan mu kai" ucap Chen santai
"Ambil positif nya saja, lagipula dengan begitu kau jadi terkenal kan hyung?" sahut baekhyun.
"Siapa yang tidak tahu kai? Siswa yang terkenal karna terlalu sering tidak mengerjakan tugas dan akhirnya dihukum membersihkan kamar mandi" Sehun tertawa diakhir kalimatnya. Kai mendengus kesal
"Bicara soal kamar mandi, tadi aku mendengar seseorang sedang beronani dan mendesahkan nama mu baek. Sepertinya itu suara chanyeol"
"Jangan bicara sembarangan, chanyeol tidak mungkin beronani disekolah" Ucap Sehun lalu memukul kepala kai dengan sendok ditangan nya.
"Aku serius, tidak mungkin aku bicara sembarangan tentang chanyeol. Dan lagi, dia benar-benar menyebutkan nama Byun Baekhyun"
Kai menekan pengucapan nama baekhyun dikalimatnya sambil mengusap kepala nya yang sakit akibat sehun, baekhyun yang mendengar pembicaran mereka sedari tadi hanya diam dengan wajah memerah.
"Hei baek, ada apa dengan wajah mu? Kenapa memerah?" Ucapan chen mengejutkan baekhyun
"Benarkah?"
"Pasti karna sehun dan kai menyebut nama chanyeol sedari tadi" Chen menggoda baekhyun yang duduk disamping nya
"Kau menyukai chanyeol ya"?" Tanya kai
"Tidak" sangkal baekhyun
"Jangan bohong baek, jujur saja pada kami" ucap chen kembali menggoda baekhyun
"Sudah lah tidak usah dibahas" Pipi baekhyun sudah memerah karna godaan dari chen. Ketiga sahabatnya hanya tertawa melihat baekhyun. Sepertinya baekhyun harus menanyakan ini kepada chanyeol nanti.
.
Drrtt drrtt
Handphone baekhyun bergetar menandakan ada pesan masuk. Baekhyun merogoh sakunya dan segera membaca pesan yang diterimanya.
' Poodle mu mati baek, aku menemukannya di bawah tumpukan buku yang berserakan di kamarmu. Aku sudah menguburnya, aku turut berduka cita dan aku telah menemukan puppy dengan luka ringan di kaki nya karna tertimpa kotak pensil. Aku membawa nya ke dokter jadi jangan khawatir.
Taeyeon cute sekali (ini nomor baru ku, simpan ya pendek)'
.
"TIDAAAKKK poodle ku mati tidak!" Baekhyun menghantupkan kepalanya di meja kantin dan menangis, ketiga sahabatnya hanya terdiam.
"Kami turut berduka cita baek" Kata Chen dan kai seraya menundukkan kepala nya.
"Kami akan datang kepemakaman nya baek" Sahut sehun lalu menepuk pundak baekhyun
"Ya, Terima kasih"
Baekhyun medongakkan kepalanya, matanya berair habis menangis. Orang orang yang berada di samping meja mereka hanya memandangi keempat orang itu dengan aneh, ini hanya binatang peliharaan milik baekhyun yang mati. Dan mereka bersikap seakan akan saudara mereka yang pergi untuk selamanya.
"Tapi ini semua terjadi karna kau kai hyung" Baekhyun memicingkan matanya kearah kai, dan kai tersenyum aneh.
.
.
.
.
.
Kini terlihat 4 orang namja tengah berdiri dengan kepala menunduk dalam.
"Apa kalian ingin cepat cepat angkat kaki dari rumah ini? Harusnya kalian menjaga ucapan kalian disini"
Seorang wanita didepan mereka duduk di atas kursi dan memasang wajah angkuh.
"Noona mengatakan itu untuk ku juga?" Baekhyun menunjuk dirinya
"Tidak, hanya mereka" Baekhyun mengangguk
"Noona, hanya kai yang melakukan kesalahan, kenapa harus aku dan sehun yang dilibatkan" Chen angkat bicara
"Karna kalian datang kerumah ini bertiga, kau, sehun dan kai jadi kalian harus setia kawan"
Taeyeon menunjuk mereka satu persatu kecuali baekhyun, taeyeon mengeluarkan seringainya yang cukup mengerikan.
"Apa kalian masih mau tinggal disini?" Chen, sehun dan kai mengangguk bersamaan.
"Kalau begitu kalian bertiga harus menjadi tukang bersih bersih dirumah ini, karna bibi kim sudah tidak bekerja disini lagi"
Taeyeon kembali menunjuk mereka dan yg ditunjuk hanya menganggukkan kepala dengan pasrah. Baekhyun menahan tawanya.
"Tapi untuk malam ini, sepertinya kalian tidak bisa tidur dirumah ini. Karna aku akan mengadakan pesta bersama teman teman ku, kalian bisa menginap di rumah teman kalian kan"
"Ayolah noona, kami tidak punya banyak teman, kami juga belum makan. Ini sudah sore noona, mana sempat kami mencari tempat menginap " Protes kai yang diangguki oleh chen dan sehun.
"Salah kalian sendiri tidak mau bergaul dengan banyak orang, aku tidak mau tahu. Kalian harus tidur di tempat lain dan bawa baekhyun bersama kalian"
"Kenapa aku? Aku mau dirumah saja" protes baekhyun
"Setia kawan baek" ucap chen, sehun dan kai bersamaan
"Tapi kami menginap dimana, aku lelah ingin tidur dirumah saja dan juga aku masih berduka dengan kematian poddle ku"
"Berhenti mengeluh byun baekhyun dan bukankah kalian bisa menginap di rumah chanyeol."
"Tapi kami tidak akrab dengan chanyeol, dia hanya akrab dengan baekhyun" - Sehun
"Dia juga terlihat menyebalkan" - Kai
"Dan dia selalu menempel dengan baekhyun lalu mengabaikan kami" – Chen
Baekhyun menatap ketiga sahabatnya dengan tajam dan seakan akan berbicara melalui tatapannya 'kalian yang tidak mau berdekatan dengan chanyeol'
"Aish sudahlah, terserah kalian mau menginap dimana. Aku tidak peduli, aku akan kekamar. Dan aku ingin saat aku sudah keluar dari kamar, kalian telah pergi"
Taeyeon berjalan menuju kamarnya dan menutup pintu, meninggalkan 4 namja yang menatapnya kesal.
"Jahat" -Chen
"Tidak berperasaan" –Sehun
"Pantas tidak punya pacar, noona terlalu kejam dan mengerikan" –Baekhyun
"Semoga taeyeon noona tidak menjadi perawan tua" -Kai
"I CAN HEAR YOU!"
Keempat namja yang tidak bersalah itu langsung berlari keluar rumah dengan ketakutan.
.
.
.
Keempat namja tadi akhirnya memutuskan untuk pergi ke minimarket milik keluarga chanyeol, mereka terlihat lemas. Bagaimana tidak lemas, mereka pulang dari sekolah dengan berjalan kaki karna ketinggalan bus dan bergantian menggendong baekhyun yang mengaku lelah. Dasar baekhyun manja!
.
Mereka telah sampai di minimarket chanyeol dan langsung masuk, dan tentunya baekhyun yang lebih dulu masuk.
Chanyeol yang menyadari keberadaan baekhyun lantas memicingkan matanya, baekhyun terlihat benar benar tidak bersemangat.
"Baek kau kenapa?" Baekhyun berjalan mendekati chanyeol yang berada di sudut kanan minimarket dengan beberapa minuman kaleng ditangan nya. Dan tentu saja meninggalkan sahabatnya yg masih berdiri di depan pintu masuk.
"Chanyeol, peluk aku" Baekhyun merentangkan kedua tangan nya, chanyeol meletakkan minuman kaleng itu dan dengan senang hati memeluk baekhyun. Menghiraukan pandangan aneh dari orang orang yang menatap mereka.
"Kau kenapa hmm?" Chanyeol mengusap kepala baekhyun, 'ah kaki ku lemas' batin baekhyun.
"Kata taeyeon noona, poodle ku mati"
"Kau kan masih punya puppy dan papillon" Chanyeol mengeratkan pelukannya seraya menciumi puncak kepala baekhyun, 'serius, kaki ku seperti jelly. Aku siap jatuh'
"Tapi poodle ku itu yg paling menggemaskan chan"
"Baek, puppy dan papillon juga menggemaskan. Bahkan, kau juga sama menggemaskan nya" Chanyeol melepaskan pelukannya dan baekhyun langsung menunduk dengan wajah yg sudah memerah. Chanyeol menarik dagu baekhyun dan menatap baekhyun.
"Dan lagipula, poodle itu hanya seekor hamster. Kau juga jarang bermain bersama hamster yang kau namai dengan jenis anjing itu"
"Itu karna mereka terlalu kecil, aku tidak tega membawa mereka keluar kandang. Kalau kaki nya patah saat aku mengambilnya bagaimana? Kasihan chan" Chanyeol tersenyum dan memeluk baekhyun kembali.
"Terserah kau saja kalau begitu"
Baekhyun melepaskan pelukan mereka dan berjalan ke kulkas lalu mengambil sekaleng minuman.
"Untuk yang ini, haruskan aku bayar?" Baekhyun tersenyum sambil mengangkat kaleng minumanya kearah chanyeol.
"Tidak perlu, aku yang akan membayar nya untuk mu" Mereka saling melemparkan senyum selama 2 menit dan tidak sadar bahwa ada seorang anak kecil yang berdiri ditengah tengah mereka dan sedang melongo.
'Hyung hyung ini kenapa?' batin anak itu.
"Hei anak kecil, apa yang kau lakukan di situ? Pergilah" Ucap Sehun yang baru datang dengan 2 namja lain dibelakang nya.
Kai yang melihat baekhyun memegang kaleng minuman langsung merebut dan meminumnya lalu disusul oleh chen yang ikut mengambil minuman baekhyun. Jadilah mereka rebutan minuman.
"Tidak biasa nya kalian datang kesini" kata chanyeol
"To the point saja, kami ingin menginap dirumah mu" Ucapan sehun membuat Chanyeol terdiam, mereka tidak dekat, hanya bertemu beberapa kali dan sekarang mereka ingin menginap dirumah chanyeol.
Chanyeol tidak keberatan jika hanya baekhyun tapi sekarang ditambah dengan mereka, apa kabar kamar chanyeol nanti.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Next chapter
"Aku ingin tidur disamping baekhyun"
"Chanyeol cium aku"
"Apa kabar ibu mertua"
"Aku sudah bilang kan, kita tidak boleh jatuh cinta karna kita sahabat"
"Harusnya kau berfikir lebih dewasa"
"Kamar mu luas sekali ya, pasti kalau bercinta bisa dimana saja"
"Ayo buat video porno"
"Dasar gila"
Thanks yg udh review kemarin ^-^
