Cast : Mingyu x Wonwoo
Genre : Yaoi/Romance
Rating : M (Maybe)
.
.
"Jeon wonwoo seonsaengnim! Jangan dekati Mingyu lagi! Dia milikku!" sahut Pinky dengan sedikit membentak.
"H-hah?"
"Kalau tidak, aku akan membeberkan semuanya pada semua murid dan guru guru disekolah ini!" ancam Pinky. Dan pinky pun meninggalkan wonwoo yang masih terdiam karena kaget. Ia masih membulatkan matanya. Jantungnya terasa berhenti seketika itu juga.
"Sial! Dia mengetahui hubunganku dengan mingyu?" ucapnya pelan.
Ia memegang dadanya. Dan bersandar di dinding toilet. Wonwoo menarik napasnya lebar lebar. Dan mengeluarkannya dengan pelan. Hatinya sedikit tenang, walau jantungnya tetap berdetak tak karuan, tentu ia takut hubungan terlarangnya terbongkar. Wonwoo pun berjalan lemas kearah kelas ia akan mengajar. Kelas XII A. Kelas dimana kekasihnya belajar, Kim Mingyu.
Wonwoo menggeser pintu kelas tersebut, suara ricuh murid dalam kelas pun langsung berhenti saat melihat gurunya datang.
"Selamat siang semuanya" Sapa wonwoo seraya tersenyum ramah pada murid muridnya.
"Siang, wonwoo seonsaeng" jawab para murid. Mereka pun berdiri dan membungkuk hormat, kembali duduk ke bangkunya masing masing setelah wonwoo membalas sapaan hormat dari murid muridnya.
Seperti biasa, murid murid wanita terpesona dan kegirangan saat kedatangan wonwoo. Hampir semua wanita yang ada disekolah itu menyukai wonwoo. Mingyu pun sama, ia adalah salah satu murid yang banyak digandrungi murid wanita disekolahnya. Tapi mereka tidak akan menyangka 2 orang yang mereka kagumi, Jeon Wonwoo dan Kim Mingyu adalah sepasang Kekasih.
Wonwoo melirik ke arah dimana mingyu kekasihnya duduk, mingyu sudah tersenyum dengan senyuman yang terlihat seperti seringaian nakal. Wonwoo hanya membalas dengan senyuman datarnya berbanding terbalik dengan jantungnya yang tak karuan. Lalu dengan tidak sengaja mata wonwoo terarah pada gadis yang tadi mengancamnya, pinky. Ia duduk tepat dibelakang mingyu. Gadis tersebut menatap tak sopan kepada wonwoo. Matanya yang sudah bulat semakin terlihat membesar melotot geram pada wonwoo. kembali wonwoo merasa risih dibuatnya.
Mingyu menatap heran dengan perubahan ekspresi wonwoo. Ia menatap aneh kekasihnya.
'Tenang jeon wonwoo, kau harus tenang… bersikaplah seperti biasa' gumamnya.
"Baiklah, kita mulai pelajarannya"
.
.
Saat pelajaran berlangsung, wonwoo yang sedang focus menulis di papan pun ia mendengar suara gaduh kecil dari muridnya. Ia pun menoleh ke belakang, mencari siapa murid yang mengobrol disaat belajar seperti ini. Dan wonwoo melihat orang tersebut adalah pinky. Ia sedang menggoda mingyu. Terlihat gadis itu mencolek punggung mingyu dengan bulpoin nya, mingyu tak merespon dan tetap berkutat menulis di bukunya, lalu dengan lancang gadis itu memeluk mingyu dari belakang ditempat duduknya yang tentu saja langsung mingyu tepis dengan sedikit kasar.
"Apaan sih!" kesal mingyu sembari menoleh kebelakang kearah pinky.
Wonwoo pun ikut geram melihat tingkah pinky. Selain mengganggu pelajaran ia pun panas melihat pemandangan itu.
"Pinky sshi, tolong jangan berisik! Dan jangan bermain-main didalam kelas!" tegas wonwoo. memang bukan kali ini saja pinky seperti itu. Tapi yang kali ini bagi wonwoo pinky yang memeluk mingyu sudahlah keterlaluan.
"Kyak! Keren" ujar seorang murid perempuan dengan pelan, terpesona melihat wonwoo menegur pinky dengan gagahnya *ekhem*.
Pinky terdiam. Ia memandang wonwoo jengkel. Wonwoo pun terlihat demikian. ia tak memikirkan apa yang akan dilakukan pinky terhadapnya nanti.
.
Bel sekolahpun berbunyi, murid murid dikelas Wonwoo bubar satu persatu. Wonwoo masih didalam kelasnya membereskan buku bukunya.
Begitu pula dengan mingyu yang masih dikelas dan tentu saja ada pinky yang selalu mengikutinya.
Lalu mingyu bergegas untuk keluar kelas. Dan diikuti pinky dibelakangnya.
"Sonsaengnim, aku pulang. Sampai bertemu besok" ujar Mingyu dengan lembut diikuti dengan sunggingan manis dibibir mingyu.
"Yaa" jawab wonwoo singkat.
"Aku juga" tambah pinky yang masih mengikuti mingyu dibelakangnya. Wonwoo hanya menatap datar tatapan sinis pinky.
-ddrtt
Ponsel wonwoo bergetar tanda pesan masuk. Ia mengambil ponsel tersebut dari tasnya.
"Mingyu?"
'Jeon wonlu, aku tunggu dirumah, cepatlah pulang' begitulah isi pesan dari mingyu. Wonwoo tersenyum tipis dan membalas pesan tersebut.
'Dasar anak nakal! Aku tidak mau, aku pulang ke apartemenku' balas wonwoo dengan senyuman manis yang masih terukir di wajah tampannya.
'Kumohon hyungggg T^T' rajuk mingyu.
'Tidak.'
'Hyuuuuungggg TTTT' wonwoo terkekeh kecil membaca pesan rajukan lucu dari kekasihnya tersebut. Dan ia tak membalas lagi pesan itu. Wonwoo bergegas keluar kelas dengan ponselnya yang terus bergetar yang ia hiraukan.
.
Taksi berhenti tepat didepan gerbang rumah yang besar dan mewah. Wonwoo keluar dari taksi tersebut berjalan mendekati gerbang rumah itu, menekan bel yang ada ditengah tengah besi gerbang tersebut. Wonwoo tersenyum saat seseorang dengan santun membungkuk kepada wonwoo dan memencet sesuatu yang seperti password pada ponsel untuk membukakan gerbang tersebut.
"Baru saja tuan kecil memerintah saya untuk menjemput anda, tuan jeon"ujar orang tersebut yang tak lain adalah pengawal atau lebih bisa disebut pengasuh mingyu sedari kecil, Choi seungcheol.
"Kau jangan terlalu memanjakannya hyung" wonwoo mengingatkan, seungcheol hanya tersenyum, karena memang seungcheol adalah orang kepercayaan keluarganya, apalagi saat orangtua mingyu harus bertugas keluar negri seperti sekarang ini dan mereka mempercayakan rumah juga mingyu kepadanya. Seungcheol sudah menganggap mingyu seperti adiknya sendiri, begitu pula mingyu yang menganggapnya seperti kakak, karena itulah seungcheol selalu menuruti kemauan mingyu. Tak pernah sekalipun ia menolak perintah mingyu.
Wonwoo dan seungcheol berjalan beberapa meter dari gerbang untuk menuju pintu rumah. Karena jarak gerbang ke pintu utama cukup jauh. Pepohon kecil juga bunga bunga pun tertanam bagus dan rapih dihalaman rumah yang begitu luas.
Seungcheol mangantar wonwoo sampai pintu depan, dan pintu rumah dibukakan oleh pembantu paruh baya dan mempersilahkan wonwoo untuk masuk.
"Terima kasih ajumma"
Karena sudah terbiasa, wonwoo langsung masuk tanpa malu malu dan berjalan kearah tangga, tunjuannya tentu saja ke kamar mingyu yang ada dilantai atas.
"Kim mingyu" ucap wonwoo sambil mengetuk pintu kamar mingyu.
"Wonu hyung!" sahutnya keras dari dalam kamarnya. Mingyu membuka pintunya dengan cepat membuat wonwoo sedikit mengerjap ngerjapkan matanya karena terkejut.
"Wonu hyuuung" mingyu langsung mendekap tubuh kurus gurunya tersebut dengan manja.
"Ey jangan tiba tiba begini, nanti seungcheol hyung dan ajumma melihatnya" wonwoo mendorong tubuh bongsor mingyu sekuat tenaganya. Dan wonwoo tau kalau mingyu sudah manja seperti ini pasti ada yang ia inginkan dari wonwoo.
Mingyu tersenyum jahil, ia menggenggam tangan kiri wonwoo dan menarik wonwoo masuk kedalam kamarnya. Dan mingyu mengunci kamarnya tentu saja.
"Kenapa masih memakai seragammu? Cepat ganti" suruh wonwoo dengan nada bicaranya seolah seorang guru yang memerintah muridnya. Bukan apa apa, wonwoo hanya sedikit ummm malu atau mungkin risih melihat mingyu yang masih memakai seragam sekolahnya yang kencingnya itu terbuka setengahnya, memperlihatkan kulit dada bidangnya yang kecoklatan seksi.
"Tidak mau" tolak mingyu sambil menggelengkan kepalanya dan cemberut, wonwoo pun mengernyitkan alisnya.
"Anak nakal" karena tangan kirinya masih digenggam erat oleh mingyu, wonwoo berinisiatif untuk menggeplak kepala mingyu dengan tangan kanannya, tapi sebelum tangan wonwoo mendarat dikepalanya mingyu sudah menahan pergelangan tangan kurusnya, menariknya, membuat tubuh wonwoo yang entah mungkin berbobot memang ringan refleks ikut tertarik ke depan dan mendapat kecupan kilat dari mingyu tepat dibibirnya.
"Yak!" bentak wonwoo dengan lucu. Dan mingyu mengecup bibirnya lagi.
"Kim mingyu!" mingyu mengecupnya lagi.
"Yaiish umh—" mingyu terus mengecup bibir wonwoo berulang ulang. Dan diakhir kecupannya bibir mingyu sedikit menghisap lembut bibir wonwoo.
"Jangan membentakku seperti seorang guru kepada seorang murid kalau kita sedang berdua seperti ini, diluar sekolah, kau Jeon wonwoo adalah kekasihku, bukan guruku"ucap mingyu dengan nada suaranya yang sedikit serak dan ditekan, tanda ia sedang serius. Inilah yang membuat wonwoo taluk, sisi serius mingyu yang membuatnya terlihat begitu dewasa.
Sadar kalau wonwoo terdiam, mingyu mengecup lembut pipi kirinya, membuat wonwoo mengerjap ngerjapkan mata kedua sipitnya. Dan mingyu tersenyum lucu melihat wajah wonwoo yang terlihat 'Blank'. Kedua tangan mingyu memegang kedua sisi lengan kurus wonwoo.
"Aku lapar, masakkan ramen untuk kita berdua hyung"
"Ha? Kenapa aku? Kau yang jago masak" jawabannya membuat mingyu mengerucutkan bibirnya.
"Aku mau sekali kali makan buatan kekasihku" mingyu pun dapat cubitan pelan diperutnya dari wonwoo. Mingyu tau kalau wonwoo 'blushing'.
"Baiklah, aku tunggu dibawah, dan gantilah seragammu" mingyu mengangguk, dan wonwoo menyimpan tas nya di sofa dekat ranjang mingyu, ia keluar kamar mingyu, menuruni tangga dan menuju arah dapur. Wonwoo sudah tau tempat tempat dirumah luas mingyu karena seringnya ia berkunjung, lebih tepatnya dibawa mingyu. Mereka sudah berkencan hamper selama 3 bulan.
Oh ya, bagaimana awal mereka bisa berkencan? Wonwoo dan mingyu sudah pernah bertemu sebelum wonwoo masuk magang menjadi guru disekolahnya. Mereka bertemu saat keduanya sedang berlibur dipantai di Busan bersama teman temannya masing masing. Wonwoo bersama teman 1 kampusnya dan mingyu bersama teman 1 kelas sekolahnnya.
Saat itu wonwoo sedang berjemur di kursi tepi pantai dan bersampingan dengan mingyu, wonwoo lupa kalau ia belum memakaikan sunblock ketubuhnya. Wonwoo membuka tas kecilnya mencari cari sunblock dan 'shit' wonwoo lupa membawanya. Mingyu yang sedang berbaring di kursinya disamping wonwoo, melihat orang disampingnya sedang mengoceh sendiri, ia membuka kacamata hitamnya, ia mendudukkan badannya, ia melihat badan half naked wonwoo yang hanya memakai celana pendek diatas lutut.
'Kurus sekali' gumam mingyu dalam hatinya.
"Mencari apa?"
Wonwoo pun menoleh ke orang yang ada disampingnya.
"Ah.. itu, aku lupa membawa sunblockku" jawab wonwoo dengan muka kusut tapi terlihat lucu.
"Oh kalau itu kau bisa pakai sunblock punyaku" mingyu mengambil tas kecil di bawah kursinya, mengambil sunblock miliknya dan menyodorkannya pada wonwoo.
"Ah terima kasih" wonwoo mengambilnya seraya tersenyum manis khas emo termanis miliknya. Demi tuhan dia bukanlah penyuka sesame jenis, tapi senyuman wonwoo barusan sungguh membuat hati mingyu terasa seperti akan ada kupu kupu yang keluar membuncah.
Mingyu menggelengkan kepalanya, menyadarkan dirinya dari hipnotisan senyuman wonwoo.
Mingyu membaringkan kembali tubuhnya, tapi kedua matanya masih mencuri curi pandang kearah wonwoo. dilihatnya wonwoo sudah mengolesi seluruh tubuhnya oleh sunblock tersebut. Tangan kanannya mencoba menjangkau punggungnya, tapi tak sampai. Wonwoo mengarahkan tatapannya kearah mingyu, mingyu yang menyadari itu langsung melihat kearah lain.
"Umm, maaf.." mingyu menoleh saat wonwoo bersuara yang sepertinya kepada dirinya.
"Ya?"
"Umm.. bisa kau membantuku mengoleskan sunblock ini kepunggungku?" permintaan wonwoo langsung membuat mingyu bangkit dari kursinya, dan mengambil sunblock ditangan wonwoo dengan cepat. Entah kenapa mingyu amat bersemangat. Belum pernah ia sekalipun mengolesi tubuh orang lain, bahkan pernah sekali teman laki laki sekelasnya meminta ia untuk mengolesi sunblock ketubuhnya mingyu menolaknya karena merasa geli harus mengolesi tubuh laki laki.
"Akan kubantu!"wonwoo kembali tersenyum membuat mingyu ingin mengeluarkan kata kasar.
Mingyu duduk dikursi wonwoo, dengan wonwoo yang didepannya. Ia menuangkan sunblock tersebut ke tangannya, dan mengoleskannya ke punggung wonwoo.
'Demi tuhan kurus sekali, seperti tulang yang hanya dibalut daging tipis. Putih pucat dan mulus. Tapi kenapa indah dan bagus saat dilihat, padahal ini tubuh laki laki' gumam mingyu yang masih mengolesi keseluruh punggung wonwoo dengan kedua tangan besarnya. Entah ia sadar atau tidak kedua tangannya menelusup ke kedua ketiak wonwoo dan berhenti di kedua dada wonwoo.
"Ahh-" desahan geli lolos dari mulut wonwoo. mingyu mendengar desahan wonwoo pun sadar dengan apa yang kedua tangannya lakukan.
"Ak! Maaf! Aku benar benar tidak sengaja, aku tadi melamun, maafkan aku" mingyu segera melepaskan kedua tangannya, dan berdiri menunduk meminta maaf.
"Tidak apa apa, justru aku lah yang berterima kasih sudah memakai sunblockmu dank au juga membantuku memakaikannya" ujar wonwoo lembut. Membuat mingyu menggaruk kepala nya yang tak gatal sama sekali.
Wonwoo pun ikut berdiri mengsejajarkan tubuhnya dengan mingyu yang lebih tinggi darinya. Ia mengulurkan tangan kanannya kepada mingyu.
"Namaku jeon wonwoo, siapa namamu?" mingyu menyambut uluran tangan wonwoo.
"Mingyu. Namaku kim mingyu" balasnya. Dan sepertinya mereka memiliki ketertarikan satu sama lain. Mereka saling bertukar nomor telepon. Bahkan awalnya mingyu menyangka kalau wonwoo adalah murid sekolahan sepertinya. Sampai saat itu 1 minggu setelah pertemuan mereka, mingyu yang berada dikelasnya, mengirim pesan kepada wonwoo dan bertanya wonwoo bersekolah dimana. Wonwoo menjawab kalau ia bukan murid sekolahan melainkan mahasiswa semester 6.
Perkenalannya berjalan 2minggu, wonwoo dan mingyu berkepribadian berbeda, kesukaan yang berbeda, tapi mereka sama sama nyaman. Perbedaan mereka malah membuat mereka nyaman satu sama lain. Mingyu mengajak wonwoo untuk bertemu di salah satu tempat hiburan bermain, dan mereka pun menikmati hari itu yang lebih tepatnya disebut Kencan. Sore nya saat mingyu mengantar wonwoo ke apartemennya, tepat didepan pintu apartemen, mingyu menyatakan perasaanya. Tentu saja wonwoo terkejut. Karena dia belum pernah sekalipun berkencan dengan wanita apalagi laki laki. Tapi iya pun mempunyai perasaan yang sama terhadap mingyu, wonwoo menerimanya dan mereka resmi sebagai sepasang kekasih juga pada hari itu pula wonwoo memberikan 'kesucian' pertamanya kepada mingyu, begitu pula mingyu.
2 minggu resmi berpacaran, mingyu amat terkejut saat wonwoo berkata kalau ia akan menjadi guru magang disekolahnya. Ia was was kalau wonwoo datang ke sekolahnya ia akan mendapat saingan, tapi ia juga senang karena bisa melihat wonwoo setiap hari.
Dan kini hubungan mereka sudah menginjak 3 bulan, karena tugas magang nya hanya selama 3 bulan, wonwoo memiliki waktu 2 minggu lagi untuk mengajar di sekolah mingyu.
Wonwoo yang sedang serius memasak ramen, ia mengiris bawang daun dan terkejut saat seseorang memeluk pinggangnya dari belakang.
"Aw!" telunjuk kiri wonwoo berdarah. Terkena goresan pisau karena kaget.
Mingyu segera melepaskan tangannya dari perut wonwoo, dan memegang pergelangan tangan kiri wonwoo.
"Maaf hyung! Apa kau sedang melamun sampai kaget seperti itu?" ucap mingyu dan langsung mulutnya menyedot darah yang keluar dari telunjuk wonwoo.
"Akhh.." wonwoo merinding saat mulut dan lidah hangat mingyu menyentuh kulit telunjuknya. Sekitar 1 menit mingyu melakukannya.
"Sudah, tidak apa apa mingyu ya" wonwoo menarik tangannya. Mingyu menahan tangan wonwoo, dan menjilat sekilas telunjuk wonwoo, membuat pipi wonwoo merona malu atau mungkin bergairah?
"Kau tak membuang darah yang kau sedot barusan?" Tanya wonwoo, dan mingyu menggelengkan kepalanya.
"Kau menelannya?" mingyu mengangguk.
"Jorok!"mingyu hanya nyengir. Dan kembali memeluk wonwoo dari belakang. Ia menghirup leher wonwoo.
"Aku berhenti masak kalau kau menggangguku seperti ini" ancam wonwoo.
"Tidak apa apa, darah barusan cukup mengganjal perutku" jawab mingyu.
"Memangnya kau vampire yang kenyang hanya minum darah?" wonwoo menyentil pelan dahi mingyu.
Mingyu mematikan kompor yang sedang memasak ramen tersebut, dan membalikkan tubuh wonwoo agar menghadapnya. Ia memegang tengkuk wonwoo, dan langsung melumat bibir wonwoo. wonwoo memukul mukul dada berisi mingyu karena mingyu menciumnya secara tiba tiba, bahkan melumatnya langsung, menelusupkan lidahnya kedalam mulut wonwoo. memainkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, menggigit menghisap lidah wonwoo. Dan saliva pun keluar dari sudut bibir wonwoo.
"Ahh" Mingyu memutus ciumannya, benang saliva mereka juga terputus dan bersisa di dagu wonwoo.
"Aku ingin memakanmu sekarang, Jeon wonwoo"
.
.
Yaaaaaaahallooooooo 1 chapter lagi bakalan gw bikin END~ hahahaha gw gabisa bikin yang adegan ikeh ikeh nya dulu karena gw lagi puasa makanya gw cut dulu sampe sini ya~ hope u like it guys~
Review pleaseu~
