Author : KekeMato2560
.
Title : Only Tears
.
Genre : Yaoi/Angst
.
Main Cast :
Choi Junhong
Jung Daehyun
Yoo Youngjae
.
Other Cast :
B.A.P's Members
"Kau tahu Youngjae hyung, rasanya sangat sakit saat melihat orang yang kau cintai ternyata akan menikah dengan orang lain"
"Junhong ah..."
"Haha.. Aku merasa seperti orang bodoh"
"Kau tidak bodoh! Kau harus mendapatkan orang itu! Rebut dia dari tunangannya"
Junhong terdiam, menatap wajah Youngjae yang sedang tersenyum kearahnya. Andai saja pria dihadapannya ini tahu siapa orang yang ia maksud.
.
.
Warning : This is yaoi fanfiction. Typo! OOC! NO PLAGIARISM!
A/N: Annyeong ^^ saya memutuskan untuk membuat akun sendiri. Jadi saya me-repost ulang ff nya.
~Only Tears~
"Aku yakin kalau saja tugas-tugas itu bisa berbicara, mereka pasti akan meneriakimu untuk segera menyelesaikan mereka"
Daehyun menoleh ke asal suara. Ia tersenyum saat mendapati sahabatnya sudah duduk dikursi yang terletak didepannya. Tanpa membalas perkataan sahabatnya itu, Daehyun kembali sibuk dengan tugas-tugasnya yang tadi sempat ia abaikan.
"Tadi kau sedang memikirkan apa?"
"Tidak ada"
Yongguk-sahabat Daehyun- memutar bola matanya malas. Temannya ini mau membohonginya eoh? "Bodoh.."
"Huh? Tadi kau bilang apa Yongguk hyung?"
"Aku bilang kau bodoh. Sudah dengar kan sekarang? Selain bodoh ternyata kau juga tuli"
Yongguk memperhatikan raut wajah Daehyun. Seketika ia mengerutkan keningnya. Lagi-lagi tidak membalas perkataannya. Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada sahabatnya ini? Tumben sekali.
"Ya! Ada apa denganmu? Kau membuatku takut Jung!"
Daehyun melempar buku tugasnya tepat ke arah wajah Yongguk. Yongguk yang refleknya sangat bagus dengan mudah menghindari lemparan dari sahabatnya itu. "Hampir saja" Gumamnya.
"Kau jadi lebih cerewet hyung. Jangan-jangan kau sudah terkena penyakit cerewetnya Himchan hyung. Tsk aku prihatin" Daehyun mencibir. Sungguh sahabatnya ini sangat mengganggu. Mood nya yang tadi sudah buruk, bertambah buruk sejak kedatangan Yongguk.
"Setidaknya kau membalas perkataanku" Yongguk berdehem sebentar. Tiba-tiba ia menatap wajah Daehyun dengan serius.
"Bagaimana keadaan Youngjae?"
"Dia baik" ucap Daehyun singkat.
"Bagaimana dengan Junhong?"
Hening.
Daehyun terdiam. Apa ia harus menjawab pertanyaan Yongguk?
Tapi ia harus menjawab apa?
Baik?
Junhong memang terlihat baik-baik saja, ia tetap menjalankan aktifitasnya seperti biasa..
"Jung.."
'Pipinya terlihat tirus, bibirnya juga terlihat memucat' Daehyun menghela nafas berat.
Tidak. Ia yakin Junhong sebenarnya tidak baik-baik saja. Ia tahu segela hal tentang Junhong. Dua tahun bersama membuat dirinya bisa mengetahui segala sisi lemah dari mantan kekasihnya itu. 'apa dia kurang tidur?'
"Jung Daehyun!"
Daehyun tersentak kaget. Lamunannya buyar seketika. Ia menatap yongguk dengan tatapan sebal. Oh sungguh sahabatnya ini sangat mengganggunya.
"Berhenti melamun bodoh. Bagaimana kabar Junhong?" Yongguk kembali bertanya. Ia menunggu jawaban dari sahabatnya ini.
"Tidak tahu.." Daehyun menjawab dengan pelan.
"Tidak tahu atau tidak mau tahu?" Yongguk tersenyum meremehkan. "Jongup bilang akhir-akhir ini Junhong terlihat pucat. Ia juga bilang pernah melihat Junhong menangis sendirian ditaman belakang sekolah"
Diam sebentar..
"Aku tahu kalian berdua masih saling mencintai. Hentikan semua ini Jung Daehyun, jangan membohongi dirimu sendiri. Selagi kau dan Youngjae belum menikah"
"Aku tidak bisa.." lirih Daehyun. Ia menunduk dalam. Kepalanya langsung terasa pusing jika sudah menyangkut Junhong dan Youngjae. Semuanya sudah terlanjur. Salahkan dirinya yang sudah keliru mengartikan soal cinta.
"... Lagi pula aku tidak mungkin membatalkannya. Aku tidak mau menyakiti Youngjae. Dia tidak tahu apa-apa..."
"Jika semua ini tetap berlanjut, Jangan menyesal kalau kau kehilangan Junhong.."
"Apa maksudmu?" Daehyun mengangkat wajahnya. Menatap mata yongguk dengan pandangan tidak senang. "Aku tidak akan kehilangan Junhong" ucapnya datar.
"Aku sudah memperingatimu Jung. sudahlah aku harus pergi, Himchan sudah menungguku sejak tadi.." Yongguk berdiri dari duduknya. Menepuk pundak Daehyun pelan. "... Jangan sampai kau menyesal pada akhirnya Jung Daehyun. Jaga Youngjae dan Junhong baik-baik.. aku pergi"
Setelah mengatakan itu Yongguk pun pergi meninggalkan Daehyun yang terdiam. Kembali larut dalam fikirannya.
~Only Tears~
"Aku mencintai orang lain"
Junhong tercekat. Seketika tubuhnya melemas. Kekasihnya mencintai orang lain?
"H-hyung.. Jangan bercanda! Leluconmu itu tidak lucu.. haha" Berusaha menyangkal. Ia tertawa hambar. Tidak. Tidak mungkin. Kekasihnya ini pasti hanya bercanda.
"Ini bukan lelucon. Aku serius Choi junhong. Aku jatuh cinta pada orang lain"
Mendengar namanya yang disebutkan oleh Daehyun membuat junhong sadar kalau kekasihnya sedang tidak bercanda. Biasanya Daehyun akan memanggilnya baby. Bukan nama lengkap seperti ini.
"Siapa?" gumamnya lirih, suaranya mulai terdengar gemetar. Sekuat tenaga menahan tangis yang akan segera meledak. "Siapa orang itu Jung Daehyun? Siapa orang yang berhasil merebutmu dariku.."
"Yoo Youngjae.."
Tubuh Junhong menegang. Youngjae? Apa ia tidak salah dengar?
"Young... jae?"
"Ya. Kakak tirimu.. Yoo Youngjae"
"Hahh.. hahh.. hahh.."
Junhong berusaha mengatur nafasnya yang memburu. Mimpi itu lagi. Kenapa ia tidak bisa melupakan kejadian itu?
"Kenapa harus Youngjae hyung?"
Memeluk gulingnya dengan erat. Inilah yang membuatnya sering tidak bisa tidur. Ia takut.. ia takut kalau ia tidur ia akan kembali memimpikan kejadian itu. Ia bahkan terkadang bersyukur mempunyai penyakit insomnia. Setidaknya ia tidak akan merasakan kantuk.
"Junhong-ah, Kenalkan.. dia kekasih baruku, namanya Jung Daehyun dan Daehyun, Ini Junhong, dia adikku yang paling ku sayang~ hehe"
Masih teringat jelas dibenaknya saat Youngjae mengenalkan 'kekasih' barunya itu kepadanya. Saat itu ia hanya bisa berdiam diri. Bingung harus berbicara apa. Ingin sekali ia meneriaki kalau Daehyun itu miliknya. Tapi lidahnya kelu saat melihat wajah kakaknya yang berbunga-bunga, Sungguh ia tidak tega.
"Annyeong Junhong-ah.. Salam kenal"
Bahkan Daehyun bersikap seolah-olah baru kenal dengannya. Ia tidak habis fikir. Mengapa Daehyun begitu tega padanya?
"Junhong imnida"
Hanya itu yang bisa ia katakan. Setelahnya ia langsung berjalan menjauhi kedua pasangan baru itu. Yang junhong ingat setelahnya Daehyun menghampirinya–tentu saja tanpa sepengetahuan kakaknya– mengajaknya bicara.
"Maafkan aku Junhong, Tapi ku mohon. Jangan katakan pada kakakmu kalau kita berdua pernah menjalin hubungan kekasih. Lupakan hubungan kita yang dulu, sekarang kita memulainya dengan hubungan pertemanan"
Dan setelah itu Daehyun pergi. Meninggalkan Junhong menangis sendirian. Mengis meratapi nasibnya yang begitu buruk.
"Kau bahkan tidak perduli dengan perasaanku.."
"...Rasanya sangat sakit.. ah tidak, bahkan rasa sakit itu tidak bisa diucapkan dengan kata-kata..."
~Only Tears~
"Astaga bagaimana ini? Aku harus melakukan apa?"
Junhong menghentikan langkahnya. Menatap sang kakak yang terlihat sedang kebingungan. Awalnya ia berusaha untuk tidak memperdulikan kakaknya itu. Tapi entah kenapa kakinya malah berjalan mendekati kakaknya.
"Ada apa hyung?"
"Junhong! Tolong bantu aku" Youngjae segera mendekati adiknya itu. Menangkupkan kedua tangannya didepan dada. Membuat pose memohon andalannya.
"Bantu apa?" Junhong terlihat bingung. Ia kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju. Tidak kuasa melihat Youngjae yang memohon seperti itu. Ya, walaupun ia berusaha menjauhi Youngjae, tapi tetap saja ia tidak bisa membenci kakak tirinya itu.
"Dosen sialan itu memintaku untuk datang menemuinya sekarang juga. Aku sudah berusaha menolak tapi orang tua botak itu mengancam tidak akan meluluskanku dalam mata pelajarannya.."
"Lalu?"
"Sekarang aku ada janji dengan Daehyun untuk pergi memilih gaun pengantin.. jadi.. bisakah kau menggantikanku untuk memilih gaun dengannya? Ayolah Junhong, aku tau seleramu sama dengan ku. Jadi wakilkan aku ya ya ya?"
Junhong terdiam. Pergi bersama Jung Daehyun?
Haruskah?
"Junghong..."
Lagi-lagi ia hanya bisa mengangguk pasrah. Kakaknya itu selalu saja bisa mengalahkannya dengan telak.
"Baiklah hyung.."
Youngjae melompat senang. Walaupun ia tidak bisa memilih gaun secara langsung. Setidaknya adiknya itu bisa membantu memilihkannya.
'Semoga aku bisa melewati hari ini..'
.
.
.
.
TBC
Balasan review :
Destyrahmasari : Makasih ya udah review :) ini udah dilanjut kok ^^
Oneshotbunny : saya juga nyesek sendiri nulisnya :D DaeJe atau Daelo yaaa? Wkwk.. Itu rahasia :p tunggu dan saksikan /plak/ Yongguk bakal keluar di next chapter.. Member bap yg lain akan menyusul :D
Kang hyun yoo : Astagaaa.. Saya cengengesan baca review dari kamu xD bakar jung daehyun! Bakar /dor/ tenang~ pasti ada saatnya daehyun kesiksa muahahaha /ketawa setan/
yongchan : Makasih udah mau mereview /sodorin junhong/ Ini endingnya... Rahasia.. Ahahaha xD /dibakar/ ditunggu kelanjutannya aja ya~ ^^ sekali lagi makasih udah mau mereview ff saya.. Duh saya jadi terhura (?)
.
Saya masih sangat baru disini. Jadi masih bingung nge gunain akun ini.. Ehehe.. Ini juga ceritanya bukan saya yang post xD saya gk tau apa-apa.. Saya anak polos (?)
.
.
Annyeong! ^^ saya kembali lagi dengan ff ini.. maaf lagi-lagi bersambung, awalnya ff ini mau saya buat 2shot, ternyata perkiraan saya salah. Mungkin ff ini akan berakhir dichapter depan atau chapter depannya lagi atau depan depannya lagi (?) /digiles reades/
Terimakasih yang sudah mereview dichapter sebelumnya /Cium/ yang belum review, saya tunggu jejak kalian~ kkk..
Kritik dan Saran yang membangun benar-benar saya harapkan, Tolong jangan bosan dengan ff saya yang pasaran ini. Terimakasih untuk yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya.
Akhir kata..
Review Please? ^^
