Author : KekeMato2560

.

Title : Only Tears

.

Genre : Yaoi/Angst

.

Main Cast :

Choi Junhong

Jung Daehyun

Yoo Youngjae

.

Other Cast :

B.A.P's Members

.

.

"Kau tahu Youngjae hyung, rasanya sangat sakit saat melihat orang yang kau cintai ternyata akan menikah dengan orang lain"

"Junhong ah..."

"Haha..Aaku merasa seperti orang bodoh"

"Kau tidak bodoh! Kau harus mendapatkan orang itu! Rebut dia dari tunangannya"

Junhong terdiam, menatap wajah youngjae yang sedang tersenyum kearahnya. Andai saja pria dihadapannya ini tahu siapa orang yang ia maksud.

Warning : This is yaoi fanfiction. Typo! OOC! NO PLAGIARISM!

~Only Tears~

Semenjak pertemuannya dengan Daehyun. Junhong tidak berkata apa-apa. Ia hanya diam mengikuti kemana 'mantan kekasihnya' itu pergi. Junhong maupun Daehyun sama-sama memilih diam. Bingung harus memulai percakapan dari mana.

Walaupun mereka 'pernah' saling mencintai dan bersama selama dua tahun. Tapi semenjak mereka berpisah mereka lebih memilih untuk berpura-pura tidak saling mengenal. Ya, sebenarnya ini semua keinginan Daehyun, dan Junhong hanya bisa mengiyakan tanpa bisa menolak.

Suasana canggung melingkupi keduanya. Kini mereka berdua sedang dalam perjalanan ke butik tempat mereka akan memesan gaun pengantin. Mobil Audi putih milik Daehyun terus melaju membelah kota Seoul dengan kecepatan sedang.

Daehyun memutar otak. Berusaha mencari topik obrolan yang pas untuk memulai semuanya. Hey, ia sudah mulai muak dengan suasana ini.

"Bagaimana dengan sekolahmu Junhong-ah?"

Junhong tersentak kaget saat ia mendengar suara Daehyun mengintrupsi kegiatannya. Ia melirik Daehyun sekilas dan kembali melihat keluar jendela.

"Baik.." ucap Junhong pelan. Ia meremas celananya. Sungguh jantungnya berdegub dua kali lebih cepat dari sebelumnya.

"Baguslah.."

Hening kembali. Daehyun sibuk merutuki dirinya karna suasana hening ini kembali datang. Sedangkan Junhong sibuk dengan fikirannya.

"Apa kau masih dekat dengan Jongup?"

Bodoh! Daehyun ingin sekali membenturkan kepalanya sekarang juga. Kenapa harus pertanyaan itu yang keluar dari bibirnya? Tentu saja Junhong masih berteman dengan adik pacar sahabatnya itu.

"Tentu saja.. kami bahkan semakin akrab" Junhong kini mulai berani menatap Daehyun. Tapi itu tidak berlangsung lama. Ia kembali menolehkan kepalanya ke jendela saat matanya bertemu dengan iris kecoklatan milik Daehyun.

"Oh begitu.. Jongup orang yang baik"

"Ya.. dia sangat baik kepadaku.."

Menyerah. Daehyun memutuskan untuk fokus pada jalanan. Susah sekali mengajak Junhong berbicara. Padahal dulu Junhong lah yang akan memulai percakapan terlebih dahulu. Tapi sekarang semuanya sudah berbeda.

"Turunlah, kita sudah sampai"

Junhong menuruti perintah Daehyun. Ia mulai melepas sabuk pengamannya.

"Tidak bisa dibuka.." Merengut kesal karna sabuk pengaman yang sejak tadi ia pakai tidak mau terlepas. Ia mulai memakai cara kasar.

"Kau akan merusak sabuknya jika membuka dengan cara yang seperti itu Junhong-ah" Daehyun yang sedari tadi diam memperhatikan kemudian mulai angkat bicara. "Diamlah.."

Junhong menurut. Ia hanya diam sambil menunduk. Sedikit malu juga karna ia tidak bisa melepaskan sabuk pengamannya. 'Uh sabuk menyebalkan!' batinnya.

"Eh?"

Pipi Junhong seketika memerah saat ia melihat wajah tampan milik Daehyun tepat berada didepannya. Wajah itu tampak serius. Wajah yang dulu sangat ia kagumi. Ah bahkan sampai sekarang ia tetap mengagumi wajah yang terpahat dengan sempurna itu.

Sedetik kemudia mata mereka bertemu. Iris mata berwarna hitam milik Junhong bertemu dengan iris kecoklatan milik Daehyun. mereka terdiam, berusaha mencari sesuatu dalam mata masing-masing.

Entah mendapat dorongan dari mana Daehyun mulai mendekatkan wajahnya perlahan. Dan Junhong secara reflek menutup matanya. Perlahan bibir keduanya mulai menempel. Hanya menempel tanpa ada lumatan disana.

Saling menutup mata meresapi kehangatan dimasing-masing bibir. Menyalurkan rasa rindu yang membuncah lewat sentuhan hangat itu.

'I bissoriga ni moksorinji~ Nabureuneun sorinji~'

Ciuman itu mendadak terlepas saat terdengar bunyi ponsel milik Daehyun. Junhong menggigit bibir bawahnya sambil mengalihkan pandangannya keluar. Sedangkan Daehyun sibuk mencari ponselnya yang berbunyi.

"Yeoboseo Youngjae-ya, ada apa menelpon?"

Junhong lebih memilih melepaskan sabuk pengamannya yang belum sempat terlepas. Sungguh ia merutuki sabuk mengaman yang menyebalkan ini.

"Ne, aku dan Junhong baru saja sampai"

Kali ini Daehyun melirik Junhong yang sedang sibuk melepaskan sabuk pengamannya dengan cara kekerasan. Daehyun meringis, mobilnya akan jebol jika perbuatan Junhong tidak segera dicegah.

"Ne Chagi, nanti akan ku kabarkan lagi. Hm.. Annyeong"

"Berhenti Choi Junhong, mobilku bisa rusak"

Daehyun buru-buru melepaskan sabuk pengaman. Dengan satu tarikan ia dapat melepas sabuk pengaman ini. Ck, sepertinya ia harus pergi kebengkel setelah ini.

Setelah sabuknya terlepas Junhong segera keluar dari dalam mobil. Menghirup nafas sebanyak-banyaknya. Ia tadi memang menahan nafasnya. Untung saja bisa cepat terlepas. jika tidak mungkin ia bisa mati konyol karna menahan nafasnya sendiri.

"Ayo masuk"

~Only Tears~

"Tuxedo ini sangat cocok dengan badan anda tuan Jung"

Daehyun sibuk berkaca. Ia memperhatikan tuxedo yang sedang ia gunakan ini. Memang sangat pas dibadannya.

"Apa ada yang berwarna putih? Hyung ku tidak suka memakai baju berwarna hitam" Junhong membuka suaranya. Ia menatap sang desainer.

"Ah.. yang berwarna putih? Kebetulan aku baru saja selesai membuatnya. Ukurannya juga sangat pas dengan tubuh tuan Jung dan tuan Yoo" Sang desainer menyodorkan tuxedo berwarna putih dengan motif berbentuk bunga dibagian dada sebelah kiri. Motif yang cukup simple tapi sangat elegant.

Daehyun menerima tuxedo itu dan pergi keruang ganti untuk menjajalnya. Sedangkan Junhong sibuk melihat-lihat baju rancangan lainnya.

Tatapan Junhong tertuju pada sebuah tuxedo berwarna soft blue dengan campuran warna putih pada bagian kerahnya. Soft blue adalah warna favorit nya. Ia mendekat pada tuxedo itu dan menyentuhnya. Lembut. Itu yang Junhong rasakan saat kulitnya bersentuhan langsung dengan bahan tuxedo itu.

"Tuan Choi menyukainya?" sang desainer mendekati Junhong.

Junhong mengangguk. Kemudian ia tersenyum. "Aku menyukai warna biru, dan aku berharap bisa menikah dengan memakai tuxedo berwarna biru.. hehe"

"Kalau begitu cepatlah menikah.. hahaha" gurau sang desainer.

"Maunya seperti itu.. tapi..."

Mata itu kembali sendu. Wajah yang tadi terlihat cerah kembali muram. Tapi apa? Sebenarnya apa yang sedang ia fikirkan? Tapi ia ingin menikah dengan Daehyun?

'Jangan bodoh Choi Junhong, Daehyun sudah jadi milik orang lain. Ahh tidak, bukan orang lain tapi kakakmu..'

"Ah tuan Jung, bagaimana? Anda senang dengan tuxedo ini?"

Daehyun hanya terdiam. Menatap lurus kearah Junhong yang juga sedang menatapnya. Mereka terdiam. Berusaha berbicara lewat tatapan mata. Menyalurkan perasaan yang mereka rasakan.

"Ahem"

Tatapan itu terlepas. Daehyun menganggukkan kepalanya tanda ia setuju. "Aku mengambil yang ini.. tapi tolong diubah dibagian sini karna aku tidak suka desain yang terlalu mencolok"

"Arraseo tuan Jung.."

~Only Tears~

Suasana hening lagi-lagi mendominasi. Yang terdengar hanya suara denting sendok dan piring yang berbenturan. Sekarang Daehyun dan Junhong sedang berada disebuah Rumah makan. Memilih ruangan VIP yang sangat tertutup.

Daehyun yang sejak tadi makan sambil sesekali melirik Junhong hanya tersenyum kecil. Lihatlah, Choi Junhong makan dengan sangat lahap dan lucunya pemuda yang lebih muda empat tahun darinya itu makan seperti anak kecil.

"Pelan-pelan Junhong-ah.. makanan itu tidak akan lari darimu"

Junhong tersedak mendengar suara Daehyun. Mulutnya yang masih penuh dengan makanan itu menggembung. Untung saja semua makanan itu tidak terlempar keluar. Tangannya memukul-mukul dadanya, agar makanan yang menyangkut setidaknya bisa turun.

"Minumlah.. Astaga kau itu.."

Daehyun menyodorkan segelas air putih kepada Junhong yang langsung diambil dan diminum. Ia hanya memperhatikan dalam diam. Tidak bisa dipungkiri jantungnya pun berdetak dua kali lebih cepat. Tapi dia berusaha untuk tetap terlihat biasa saja.

Sejak tragedi ciuman itu keduanya jadi semakin canggung. Daehyun merutuki kebodohannya. Sungguh ia tidak bermaksud mencium Junhong. Hanya saja, saat ia menatap irisan berwarna hitam milik Junhong. Seperti ada magnet yang menariknya masuk kedalam iris tersebut.

Mungkin karna perasaan nya. Ya, perasaan cinta yang sebenarnya masih ada. Seandainya ia tidak ceroboh mengambil keputusan saat itu. Pasti semuanya akan baik-baik saja. Pasti ia dan Junhong masih tetap bersama.

Tapi kenapa Daehyun tidak memutuskan Youngjae dan kembali kepada Junhong? Alasannya simpel. Ia tidak mau menyakiti Youngjae. Cukup Junhong yang ia kecewakan. Ia tidak mau Youngjae merasakannya juga.

"Daehyun hyung.." Panggilan itu terdengar sangat kecil, namun dengan suasana yang hening ini Daehyun bisa mendengar suara itu.

"Ada apa Junhong?"

"Kau.. melamun."

Daehyun tersenyum. Ia berdehem untuk meredakan detak jantungnya. "Maaf.."

Junhong mengangguk. Ia kembali melanjutkan makannya. Tidak memperdulikan pria dihadapannya yang sedang menatapnya lekat.

"Pipimu terlihat tirus Junhong-ah..."

Tanpa sadar Daehyun mengeluarkan suaranya. Junhong yang mendengar itu menghentikan acara makannya dan balik menatap Daehyun. Ia tersenyum –lebih tepatnya menyeringai– ke arah Daehyun.

"Apa pedulimu?" Ucap Junhong datar.

"Aku peduli karna kau adik iparku"

Ucapan itu terdengar pelan. Junhong merasakan hatinya bergemuruh. Adik ipar? Sungguh ia sangat sakit saat mendengar kata itu. Matanya memanas. Tapi dengan berani ia menatap langsung ke arah bola mana milik Daehyun.

"Aku bukan adik iparmu tuan Jung" Lagi-lagi menyeringai.

"Aku akan menikah dengan kakakmu"

"Salah. Kakak tiriku, bukan kakak kandungku.. cih, bahkan aku sama sekali tidak punya hubungan darah apa-apa dengannya. Dia hanya seorang anak pungut yang tidak tahu diuntung!"

PLAK..

Satu tamparan mendarat dipipi mulus Junhong. Ia merasa bekas tamparan itu sangat sakit. Tapi rasa sakit itu terkalahkan dengan rasa sakit hatinya. Air matanya terjatuh. Hancur sudah benteng pertahanan yang sejak tadi ia pertahankan.

"Jaga ucapanmu Choi Junhong! Biarpun begitu kalian berdua sudah bersama sejak kecil! Jadi dia sudah menjadi bagian dari hidupmu"

Junhong terkekeh pelan. "Aku tidak pernah mengakuinya.. Tuan Yoo membawa putranya yang berumur delapan tahun kedalam keluarga kecil kami. Meminta kami agar merawatnya sedangkan dia pergi entah kemana..."

"... Sejak kedatangannya perhatian orang tuaku jadi terbagi. Dia merebut perhatian mereka padahal dia orang baru. Aku saat itu masih bisa menerimanya.. Tapi Yoo Youngjae memang benar-benar tidak tahu diuntung!"

Junhong menutup matanya saat tangan Daehyun kembali terangkat. Tapi ia tidak merasakan adanya pergerakan dari tangan itu. Ia kembali membuka mata. Melanjutkan kata-katanya yang tadi sempat terputus.

"... Dan sekarang.. dia juga merebut satu-satunya orang yang berharga dalam hidupku.."

Junhong menunduk. Air matanya terus mengalir. Ingin sekali ia berteriak. Ini benar-benar tidak adil untuknya.. Semuanya benar-benar tidak adil. Apakah Tuhan begitu membencinya sehingga terus mengambil orang-orang yang ia sayangi?

"... Aku masih mencintaimu Daehyun hyung.. Rasanya sakit saat melihat orang yang dicintai bermesraan didepan dirimu.. apa kau memikirkan perasaanku hyung? Rasa sakit ini benar-benar sangat menggangguku.. Terkadang aku berfikir untuk menyudahi hidupku..."

Daehyun tersentak. Menyudahi hidup? Mati?

Ingin rasanya Daehyun memeluk Junhong. Memenangkan pemuda manis itu agar berhenti menangis. Tapi emosi dan ego lebih mendominasi dirinya. Dia pergi melangkah keluar ruangan tanpa berucap sepatah katapun.

Lagi-lagi meninggalkan Junhong yang menangis sendirian.

Sendirian meratapi nasibnya yang dipermainkan oleh Tuhan.

Bukankah semua ini benar-benar tidak adil?

.

.

.

TBC

Semuanya akan terjawab seiring berjalannya waktu. Udah kejawab kan kenapa Youngjae sama Junhong punya marga yang beda, tapi disana saya bilang mereka adik kakak. Yaps! Jawabannya karna Youngjae itu bukan saudara kandung Junhong.

Dan kenapa Yongguk bisa tau Jongup, karna Jongup itu adiknya Himchan. Jadi mereka semua berhubungan.

Cerita ini kemungkinan masih akan berlanjut sampai beberapa chapter lagi. Endingnya pun saya belum tahu xD jadi jangan bosen dengan cerita saya yang pasaran ini ya..

Okelah.. akhir kata..

Review Please? ^^