Author : KekeMato2560

.

Title : Only Tears

.

Genre : Yaoi/Angst

.

Main Cast :

Choi Junhong

Jung Daehyun

Yoo Youngjae

.

Other Cast :

B.A.P's Members

"Kau tahu Youngjae hyung, rasanya sangat sakit saat melihat orang yang kau cintai ternyata akan menikah dengan orang lain"

"Junhong ah..."

"Haha.. Aku merasa seperti orang bodoh"

"Kau tidak bodoh! Kau harus mendapatkan orang itu! Rebut dia dari tunangannya"

Junhong terdiam, menatap wajah Youngjae yang sedang tersenyum kearahnya. Andai saja pria dihadapannya ini tahu siapa orang yang ia maksud.

.

Warning : This is yaoi fanfiction. Typo! OOC! NO PLAGIARISM!

.

.

~Only Tears~

.

.

"Berhenti menyiksa dirimu sendiri Choi Junhong.. Lupakan pria itu dan mulailah kehidupan baru tanpa dirinya"

Junhong terdiam. Haruskah? Apa ia sanggup?

"Aku.. Aku menyukaimu"

Junhong menundukkan kepalanya. Sahabatnya.. menyukai dirinya? Kenapa semuanya jadi begitu rumit? Apa yang harus ia lakukan sekarang? Sungguh kepalanya sudah ingin meledak.

Ia memijat pelan pelipisnya yang berdenyut nyeri. Matanya terpejam, ia sudah sangat lelah. Kejadian di rumah makan bersama Daehyun tiga hari yang lalu masih terbayang olehnya, dan sekarang, sahabatnya bilang bahwa dia menyukai dirinya.

"Aku bisa benar-benar gila.. Tuhan.."

Tok Tok Tok

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Junhong. Dengan malas ia bangun dari tempat tidurnya dan berjalan untuk membuka pintu.

Clek

"Ah Junhong! Eomma dan Appa akan pulang hari ini!"

Junhong memegang dadanya. "Kau mengangetkanku Hyung!" mengambil nafas sejenak untuk menstabilkan detak jantungnya yang tidak beraturan. "Kenapa mendadak? Mereka bilang mereka akan kembali dari Jepang dua minggu lagi.."

Youngjae tertawa pelan. Ia membuat tanda peace pada tangannya. "Hehehe.. Mianhae Junhong-ah.. Eomma bilang Appa mempercepat urusan mereka agar bisa segera kembali ke korea.. Satu minggu lagi hari pernikahanku. Jangan bilang kalau kau lupa?"

Mendengar kata 'pernikahan' membuat mood Junhong kembali memburuk. Oh yeah, Jung Daehyun akan segera menikah dengan kakaknya. "Haha.." Junhong tertawa datar dan segera menutup pintu kamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Youngjae.

Tanpa Junhong ketahui. Ekspresi Youngjae berubah. Ia menatap pintu kamar Junhong dengan tatapan bersalah. "Mianhae..."

.

~Only Tears~

.

Yongguk melirik jam tangan yang ia pakai. Menghela nafas kasar karna sudah hampir 3 jam ia harus duduk dikursi yang mungkin sudah sangat panas ini. Menunggu sahabat baiknya –Jung Daehyun minum. Ini sudah pukul 1 malam. Ia sudah sangat mengantuk dan ingin pergi pulang.

"Aku menamparnya.. Yongguk hyung aku menyakitinya lagi.. Haha bodoh.. Aku benar-benar bodoh"

"Kau sudah mengatakan itu beratus-ratus kali dan aku akui kau memang sangat bodoh! Berhenti minum dan pulanglah Jung!" Yongguk menepuk kepala Daehyun kesal. Ia mengabaikan tatapan protes yang diberikan Daehyun padanya.

Daehyun meneguk bir yang juga ia pesan dengan cepat. Tidak ada gunanya berbicara dengan Daehyun yang sedang kacau. Benar-benar hanya membuang waktunya. Sebenarnya ia bisa saja pergi meninggalkan Daehyun. Namun pesan singkat dari kekasihnya membuat ia harus rela menunggu sahabatnya ini.

Ponselnya bergetar. Ada telepon masuk dan itu dari kekasihnya. Ia mengangkat dengan cepat.

"Apa?"

"Hey Bang kau galak sekali.."

Terdengar suara Himchan disebrang sana. Yongguk hanya memutar bola matanya malas.

"Hime kau dimana? Ini sudah hampir 3 jam! Aku pegal dan lelah"

"Ck. Kau benar-benar tidak sabaran.. Aku sudah berada diluar, sebentar lagi aku akan kesana"

"Cepatlah.."

Pip

Sambungan itu terputus. Yongguk mengalihkan tatapannya pada Daehyun yang kini sudah terkapar. Ia menatap prihatin pada sahabatnya ini.

Masalahnya jadi semakin rumit. Ia sendiri tidak habis fikir pada Daehyun. Seharusnya dulu ia melarang Daehyun untuk dekat dengan Youngjae.

Seharusnya begitu.

Tapi semuanya sudah terlambat dan tidak ada gunanya menyesali yang sudah berlalu.

"Apa dia tidur?"

Yongguk mengalihkan tatapannya. Ia tersenyum melihat Himchan sudah berada disampingnya saat ini. Mengangguk pelan dan menarik Himchan untuk duduk dipangkuannya.

"Bang jangan mulai.." Protes Himchan. Ia mencubit pelan lengan Yongguk yang mulai melingkarkan tangannya ke perut Himchan.

"Aku mengantuk Hime" Ujar Yongguk. Bukannya melepaskan tangannya ia malah membalikkan tubuh Himchan untuk menghadap ke arahnya.

Himchan hanya pasrah dalam pangkuan Yongguk. Ia memperhatikan raut wajah kekasihnya yang terlihat sangat lelah. Sedikit menyesal karna memaksa Yongguk untuk menemani Daehyun minum.

"Sebaiknya sekarang kita bawa Daehyun pulang.." Himchan mengelus pipi Yongguk pelan.

Tanpa memperdulikan perkataan Himchan. Yongguk menarik tengkuk Himchan dan langsung meraup bibir merah itu. Mengulum dan menggigit-gigitnya pelan. Ia tersenyum saat Himchan mulai membuka sedikit mulutnya. Tanpa membuang waktu ia langsung melesatkan lidahnya kedalam untuk menyapa sang tuan rumah.

Lenguhan terdengar dari bibir Himchan. Tangannya ia letakkan dibelakang tengkuk Yongguk. Sesekali meremas rambut Yongguk pelan menandakan bahwa ia menikmati permainan Yongguk pada lidahnya.

Entah sejak kapan tangan kekar Yongguk yang awalnya memeluk pinggang Himchan mulai masuk kedalam kaus yang kekasihnya itu kenakan. Mengelus punggung mulus itu dengan lembut.

"Nggh.." Desahan itu keluar bersamaan dengan terciptanya tanda kemerahan dileher Himchan. Bibir itu kembali menyatu, Himchan semakin mengeratkan pegangannya pada tengkuk Yongguk saat ia mulai merasakan pergerakan tangan yongguk yang turun ke-

"Ehem!"

Tautan itu terlepas secara mendadak. Himchan menundukkan kepalanya. Menyembunyikan rona merah yang sudah menghiasi wajah cantiknya. Ia segera bangun dari pangkuang Yongguk dan merapikan kausnya yang sudah kusut.

Sedangkan Yongguk hanya memberikan death glare terbaiknya pada sosok yang sekarang sedang menatapnya tanpa rasa bersalah. Ia mendesis.

"Emh.. Kau sudah sadar Daehyun?" Himchan membuka suaranya. Ia menatap Daehyun.

Daehyun hanya mengangguk. Nanum sedetik kemudian ia memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri.

"Kenapa kau sadar secepat itu! Seharusnya kau tidak usah sadar saja selamanya!"

PLAK

Satu jitakan sayang mendarat didahi lebar Yongguk. Himchan tersenyum canggung pada Daehyun.

"Jangan dengarkan kata-kata Yongguk. Apa kepalamu pusing? Ah! air putih.." dengan telaten Himchan menuangkan air putih dan menyuruh Daehyun meminumnya.

Daehyun hanya menurut. Ia benar-benar merasa pusing. Kepalanya terasa ingin pecah saja.

"Jika ada masalah datanglah kerumah kami. Jangan datang ke bar seperti ini. Bisa saja kau dirampok atau bahkan dibunuh oleh preman-preman yang ada disini ah atau kau diculik dan dimintai tebusan!"

"Hime kau mulai mendramatisir keadaan.." suara berat Yongguk mengintrupsi. Yongguk menggelengkan kepalanya. Kekasihnya ini terlalu berlebihan.

"Maaf.." suara itu terdengar sangat kecil. Namun masih bisa didengar oleh Yongguk dan Himchan.

"Sebaiknya kita pulang. Aku antarkan kau kerumah Youngjae"

Mendengar nama Youngjae disebutkan Daehyun menggeleng. Ia tidak mau bertemu dengan Youngjae dengan keadaan seperti ini. Tunangannya itu pasti akan sangat khawatir padanya.

Terlebih disana pasti ada Junhong. Tidak. Ia belum mau bertemu Junhong setelah insiden beberapa hari yang lalu. Sungguh ia menyesali perbuatannya. Merutuk dirinya sendiri karena lagi-lagi menyakiti orang yang ia cintai.

"Lalu kau mau kemana?! Rumah mu itu jauh dan butuh waktu satu jam kesana! Aishh" ujar Yongguk mulai kesal. Ia benar-benar sudah sangat mengantuk.

"Biarkan aku menginap dirumah kalian malam ini saja"

"Mwo?! Tidak bo-"

"Baiklah!"

Perkataan Yongguk segera dipotong oleh Himchan. Belum sempat Yongguk melaksanakan aksi protesnya ia sudah diberi tatapan membunuh dari kekasihnya itu. Dengan pasrah Yongguk menurut. Ia memapah Daehyun dan membawanya keluar dari Bar.

.

~Only Tears~

.

"Bagaimana?"

Keheningan terjadi. Dua sosok yang saat ini sedang berada dilorong sekolahan yang sepi itu terdiam bersama. Junhong - salah satu dari dua sosok tersebut terlihat gusar. Ia menundukkan kepalanya dalam.

Junhong menggenggam dengan erat tas ransel yang sedang ia gunakan. Ia mengambil nafas dalam.

"Mianhae Jongup hyung.. Aku.. Aku tidak bisa.."

Jongup hanya tersenyum kecil. Sinar matanya meredup. Ia sudah tau jawabannya. Sahabatnya ini belum bisa melupakan pria brengsek itu. Ia mengangguk pelan. Berusaha terlihat tenang, mengabaikan hatinya yang sekarang sedang berdenyut nyeri.

"Aku mengerti.." setelah mengucapkan itu Jongup memutuskan untuk melangkah pergi.

Meninggalkan Junhong yang sekarang sedang menangis. Hati Junhong berdesir. Sungguh ia merasa sangat jahat pada Jongup. Ia menolak sahabatnya itu. Ia menyakiti Jongup. Menyakiti orang yang bahkan sudah sangat baik padanya.

Perlahan tubuhnya merosot. Ia terduduk. Memeluk lututnya sendiri dan menenggelamkan wajahnya. Tubuhnya bergetar hebat.

Semuanya terasa sangat berat. Ia sudah tidak sanggup memikul beban ini sendirian. Semua ini membuatnya benar-benar hampir gila. Kepalanya berdenyut nyeri. Ia berusaha bangun dari duduknya dan dengan tenaganya yang tersisa ia mulai melangkah.

Keluar dari gedung sekolahnya dan berjalan tanpa arah. Wajahnya menunduk. Terkadang ia menabrak orang-orang yang berlalu lalang. Mendapatkan tatapan protes dan umpatan kesal. Ia hanya menggumankan kata maaf dan kembali melanjutkan langkahnya.

TINNNN!

"HEY NAK AWAS!"

.

.

.

TBC

._. Apa itu? Apa? Apa? /digetok/ Hai saya kembali. Saya hampir putus asa meneruskan ff ini. FF ini sebenarnya sudah jadi satu minggu yg lalu. Tapi hilang karna tidak sengaja terhapus. Ingin melanjutkan tidak ada ide sama sekali. Tapi untungnya saya mendapat pencerahan..

Sedikit BangHim moment untuk BangHim shipper. Maaf otak mesum saya sempat on tadi /? Wkwk

Saya sangat berterimakasih untuk yang sudah menyempatkan waktu membaca ff saya ^^ Sehabis baca jgn lupa tinggalkan jejak ya Hehe..

.

.

Balasan review :

Destyrahmasari : /kecekek dengan kecenya/ /plak/ Iya ini udah lanjut~ makasih udah review, review lagi ya :p wkwk

.

.

Bang3424 : DaeLo kembali bersatu? Hng.. /mikir/ Tunggu dan saksikan kelanjutannya /? Wkwk. Ini udah lanjut~ makasih udah review, review lagi ya :D

.

.

Oneshotbunny : Saya juga maunya Daelo, tapi itu tergantung otak saya nya ya /? Bisa berubah sewaktu-waktu. Wkwkw.. Makasih makasih /peluk cium/ Ini udah lanjut~ Review lagi ya~ :D

.

.

Tatsmatochan : Sebenernya saya gak tega nyiksa uri junhong, tapi demi kelangsungan ff ini jadi terpaksa /plak/ Yow ini udah lanjut yow wkwk.. Makasih udah baca~

.

.

Kim Rae Sun : Tendang aja daehyun tendang, Saya juga kesel sama dia /dicekek baby/ Ini udah lanjuuuttt~ Makasih udah review yahh /cium/ wkwk

.

.

Yongchan : Iya ribet, ceritanya ribet. Ini siapa sih yang bikin cerita, tampol aja authornya W(;A;W) /dor/ Dae dibikin mati? /smirk/ boleh juga /plakplak/ wkwkw.. Ini udah lanjut~ makasih udah baca yaaa :D

.

.

9396JC : Gapapa~ udah mereview aja saya sangat berterimakasih hehe /bow/ Berdoa aja semoga saya bisa bikin happy ending /? Wkwk.. Ini udah lanjutt~ makasih udah review :D

.

.

Ichizenkaze : /Galau mau balas yang mana/ Huwaaaa makasih udah mau mereview. Pokoknya reviewnya bikin semangat! Awas hati-hati capslock nya jebol wkwk.. Ini udah lanjuuuttt.. :D

.

.

riri : DaeLo, DaeJae, JongLo atau JongDae? Saya pun masih galau mau ending yang kayak gimana /plak/ Nanti saya bikin ending BangHim /dijambak readers/ wkwkw makasih udah review :D

.

.

RaHae AngelFishy : Saya keren? Aduh makasih kamu orang pertama yg bilang saya keren /kasih daehyun/ wkwk.. Happy ending? Hm hm bisa diatur /? Makasih udah review :D

.

.

Jika banyak yang mereview saya akan melanjutkan /plak/ bercanda.. Wkwk. Doakan semoga saya mendapat pencerahan lagi! Sampai jumpa dinext chapter! Diusahakan update secepat petir kilat geledek geluduk /?

Akhir kata..

Review Please? ^^