Author : KekeMato2560
.
Title : Only Tears
.
Genre : Yaoi/Angst
.
Main Cast :
Choi Junhong
Jung Daehyun
Yoo Youngjae
.
Other Cast :
B.A.P's Members
"Kau tahu Youngjae hyung, rasanya sangat sakit saat melihat orang yang kau cintai ternyata akan menikah dengan orang lain"
"Junhong ah..."
"Haha.. Aku merasa seperti orang bodoh"
"Kau tidak bodoh! Kau harus mendapatkan orang itu! Rebut dia dari tunangannya"
Junhong terdiam, menatap wajah youngjae yang sedang tersenyum kearahnya. Andai saja pria dihadapannya ini tahu siapa orang yang ia maksud.
Warning : This is yaoi fanfiction. Typo! OOC! NO PLAGIARISM!
~Only Tears~
"Siapa dia?"
Sosok manis yang sedang sibuk memakan ice creamnya menoleh. Ia menatap kekasihnya yang sekarang sedang menatap sebuah bingkai foto yang terletak dimeja nakas disamping tempat tidurnya.
"Kakak tiriku.."
"Junhong-ah kau punya kakak?!"
Sosok yang dipanggil Junhong itu menghentikan kegiatan memakan ice creamnya. Ia mengangguk. "Youngjae Hyung, dia tinggal diamerika sejak umur 16 tahun.. Ia akan pulang ke korea minggu depan"
"Minggu depan? Tapi kenapa aku baru melihat fotonya setelah dua tahun berpacaran denganmu?"
"Dia kembali dan akan melanjutkan kuliahnya disini, aku menyimpan fotonya selama dia berada di Amerika.. Ish! Daehyun hyung kau banyak tanya sekali!" protes Junhong. Ia kembali sibuk memakan ice creamnya.
Daehyun terdiam. Tidak memperdulikan protes yang keluar dari bibir Junhong. Kepalanya tiba-tiba berdenyut nyeri. Ia meringis. Kenapa bisa?
.
.
.
Youngjae? Kakak dari Choi Junhong?
.
.
.
Daehyun meremas jari-jarinya yang tiba-tiba terasa membeku. Ia menatap Junhong lekat. Meneguk ludahnya kasar karna baru saja mendapatkan kenyataan pahit yang sangat mengejutkan.
Youngjae.. Kekasih barunya. Ia bertemu seminggu yang lalu saat ia pergi ke Amerika. memutuskan untuk berhubungan karna ia tahu Youngjae akan pulang ke Korea. Entah apa yang ia fikirkan saat itu. Yang jelas saat bersama Youngjae ia melupakan sosok Junhong. Dan saat itulah ia sadar bahwa ia sudah jatuh kedalam pesona Yoo Youngjae pada pandangan pertama.
"Hyung kau melamun"
Daehyun tersentak kaget. Ia tersenyum walau terlihat jelas sangat dipaksakan. "Maaf Junhong-ah.. aku minta maaf.." ucapan itu keluar begitu saja. Daehyun sadar dan buru-buru mengalihkan pandangannya dari Junhong.
Junhong menautkan alisnya bingung. "Maaf untuk apa hyung? Kau tidak melakukan kesalahan apapun"
"Bukan apa-apa.. Lupakan"
~Only Tears~
PRANG!
Tangan itu gemetar. Kaget karna ia tidak sengaja menjatuhkan cangkir teh hangat yang baru saja ia buat. Lututnya melemas. Ia jatuh terduduk dan tiba-tiba menangis. Menekan dadanya yang terasa sesak kuat-kuat. "Ada apa ini.. Kenapa.." ia bertanya pada dirinya sendiri. Bingung karna tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak.
"Astaga Yoo Youngjae kau baik-baik saja?!"
"Himchan hyung.."
Himchan buru-buru membopong tubuh Youngjae. Mendudukan tubuh gemetar itu ke sofa yang terletak tidak jauh dari Jangkauannya. Sinar matanya memandang khawatir pada sosok yang sudah ia anggap sebagai adik.
"Sshh tenanglah.. Jangan menangis.. Apa yang terjadi Youngjae-ya?" suara Himchan terdengar sangat lembut. Ia mengelus pelipis Youngjae yang mengeluarkan keringat dingin.
Youngjae menggeleng. Ia sendiri tidak tahu apa yang terjadi padanya. Yang jelas perasaannya sekarang sangat tidak enak. Sesak dan entahlah.. Perasaannya campur aduk. Ia memandang Himchan dengan tatapan nanarnya.
"Aku tidak kuat lagi Himchan hyung.. Aku lelah.. Semuanya.. Semuanya percuma.. Hiks.."
Himchan memeluk Youngjae dengan erat. Mengelus punggung rapuh itu perlahan. Berusaha menenangkan sahabatnya. "Tidak ada yang percuma.. Sudah sejauh ini.. Sebentar lagi.. Bertahanlah"
Hanya gelengan yang Himchan dapat. Ia menghela nafas berat. Ia sendiri sudah sangat lelah melihat semua ini. Tapi bukankah ini sudah terlanjur? Mau berhenti juga tidak ada gunanya.
"Aku benar-benar sangat jahat.."
Himchan memilih untuk diam. Membiarkan Youngjae meracau.
"Daehyun... Dia masih mencintai Junhong.. Dia masih mencintai adikku.."
"Dia juga mencintaimu Youngjae.."
Lagi-lagi Youngjae menggeleng. melepas pelukannya pada Himchan. Ia menunduk dalam. Tangannya meremas celana yang ia pakai. "Seharusnya aku tidak melakukan semua ini... Aku sudah sangat jahat pada adikku sendiri. Merebut kekasihnya, Berpura-pura menjadi sosok yang tidak tahu apa-apa.. Sungguh.. Itu membuatku hampir gila.."
"Kalau begitu hentikan semua ini.."
Deg
Youngjae semakin meremas celananya. Menghentikan semua ini? Melepaskan Daehyun? Melepas cintanya? "Tidak.. Aku.. Aku tidak bisa.."
Himchan mendengus kesal mendengar jawaban dari sahabatnya ini. Ia berdiri. Menghampiri pecahan gelas yang belum sempat dibersihkan.
"Kau bilang kau sudah sangat lelah.. Tapi kau tidak mau mengakhirinya. Terserah kau sajalah Tuan Yoo, semua keputusan ada di tanganmu. Ku harap kau tidak menyesal dengan keputusan yang kau ambil itu"
Himchan mulai memberesi pecahan kaca itu. Ia melirik sekilas kearah Youngjae yang masih saja menunduk. "Aku hanya menyarankan padamu untuk melupakan Daehyun dan biarkan mereka berdua bersama. Masih banyak orang-orang yang mau mencintaimu dengan tulus Youngjae. Kalau begini semuanya akan tersakiti.." setelahnya Himchan pergi meninggalkan Youngjae sendirian.
"Maaf Junhong-ah..."
~Only Tears~
Semuanya mendadak hening. Semua orang menahan nafas. Bahkan beberapa ada yang sudah menutup mata. Tidak mau menyaksikan kejadian yang diluar dugaan mereka.
Bruk..
Tubuh putih pucat seperti mayat itu terjatuh. Bibir yang semula berwarna merah itu sekarang sudah terlihat membiru. Dada itu terlihat naik turun. Menandakan bahwa tubuh pucat itu masih bernyawa.
Tiba-tiba airmatanya mengalir keluar. Kejadian yang baru saja ia alami membuatnya terguncang. Sepertinya Tuhan masih sangat menyayanginya. Terbukti dengan sebuah mobil truk besar yang berhenti tepat beberapa senti dari tubuhnya.
"Nak kau baik-baik saja?!"
Orang-orang mulai mengerubungi sosok pucat itu. Salah satu diantara mereka mendekat. Terkejut bukan main saat ia mengenali sosok yang menjadi pusat perhatian itu.
"Junhong-ah? Junhong! Astaga.."
~Only Tears~
BUG!
"Brengsek kau Jung Daehyun!"
Sebuah tinju melayang disertai dengan umpatan kasar yang terdengar disebuah ruangan yang dipenuhi dengan buku-buku, Mendadak suasana yang awalnya tenang menjadi ricuh.
Daehyun mengelap sudut bibirnya yang sedikit memar dan mengeluarkan darah. Ia melirik kearah sosok yang tadi memukulnya. "Ada apa?" tanyanya dingin.
Jongup -sosok tadi- menggeram marah. Ia mengepalkan tangannya dan mulai melangkah mendekati Daehyun. Mencengkram kerah baju Daehyun dan..
BUG!
Satu tinju lagi melayang. Daehyun tersungkur dan meringis nyeri. Ia menatap Jungup kesal. "Ada apa hah?! Kenapa memukulku?!"
"Kau.." Jongup menggeram marah. Ia berdecih pelan. "Benar-benar brengsek" umpatan kasar kembali terdengar. Ia mundur selangkah. Membalikan tubuhnya hingga kini ia membelakangi Daehyun. Berjalan perlahan menjauhi sosok yang kini tengah memandangnya heran.
Jongup berhenti. Ia menolehkan kepalanya kesamping. "Junhong hampir mati tertabrak truk dan sekarang dia sedang menangis dirumahnya. Tidak mau keluar bahkan ia mengunci pintu kamarnya.." Jongup berhenti sebentar. "Tapi kau malah asik berkutat dengan buku seolah tidak terjadi apa-apa.. Brengsek" setelahnya Jongup benar-benar melangkah pergi.
Daehyun membeku. Tertabrak? Truk?
Ia berdiri dan tanpa fikir panjang berlari sekencang mungkin. Satu tujuannya saat ini. Junhong..
~Only Tears~
Duk Duk Duk!
"Junhong-ah.. Buka pintunya.. Kau harus makan"
Youngjae menghela nafas lelah. Junhong tidak mau keluar sejak kejadian kemarin sore. Youngjae ingat kemarin saat ia sampai rumah ia melihat Junhong yang sudah tidak sadarkan diri digotong kedalam rumahnya. Ia sangat terkejut bahkan hanya bisa berdiri mematung melihat semua itu.
Untung saja saat itu ada Himchan yang datang kerumahnya dan menenangkannya, kalau tidak, bisa dipastikan Youngjae akan ikut pingsan dan malah semakin merepotkan.
Yongguk bilang padanya adiknya itu hampir tertabrak sebuah truk. Dan sampai saat ini Youngjae tidak henti-hentinya mengucapkan syukur pada Tuhan karena adiknya tidak mendapat luka fisik sedikitpun.
"Hiks.. Junhong-ah maafkan hyung.." Youngjae bersandar dipintu kamar Junhong. Ia menangis. Matanya yang sudah memerah dan sembab itu kembali mengeluarkan sisa airmata yang masih tersisa. Ia sudah cukup lelah karna dari kemarin ia tidak berhenti menangis.
"Jangan menangis.. Sudahlah. adikmu baik-baik saja Youngjae-ya.."
Youngjae mengangguk. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang kepala keluarga. "Ne appa.."
~Only Tears~
"Kau belum tidur Jongup-ah?"
"Belum hyung, masuklah"
Himchan melangkah masuk kedalam sebuah ruangan yang didominasi oleh warna hijau. Ia tersenyum kearah sosok yang sedang sibuk dengan bukunya. Menatap sendu kearah sang adik. "Aku tahu kau sedang tidak membaca buku.." ucapnya sembari mendudukan diri disamping tubuh Jongup.
Jongup tersenyum kecil. "Bagaimana bisa hyung tahu aku sedang tidak membaca buku?" Ia menaruh bukunya dan mulai menyenderkan kepalanya dibahu Himchan.
"Matamu tidak bergerak sama sekali.. Kau hanya memandang buku itu tanpa membacanya.." Himchan terkekeh pelan. Ia menepuk kepala sang adik. "Istirahatlah.. Tubuhmu sudah meminta diistirahatkan"
"Hyung.."
"Hm?"
"Aku mencintai Junhong.."
Himchan terdiam. Tidak berminat membalas perkataan sang adik. Ia menyibukkan diri dengan mengambil buku Jongup dan mulai membacanya. Jongup yang melihat itu hanya menghela nafas. Ia tahu kakaknya itu tidak mau membahas persoalan Junhong saat ini.
Jongup memutuskan untuk tidur. Ia menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Memejamkan matanya agar bisa terlelap.
Lama Himchan terdiam. Ia tidak membaca buku itu melainkan hanya menatapnya dan menerawang. Melirik kearah Jongup dan menghela nafas. Membetulkan selimut sang adik agar tidak membuat Jongup kehabisan oksigen. Ia menatap wajah tenang milik adiknya itu. Ada gurat kesedihan disana. Sinar wajah yang dulu selalu terang sekarang mulai meredup.
Walaupun adiknya ini tidak pernah mengeluh dan selalu memilih untuk menyimpannya sendiri. Himchan tahu, bahwa adiknya juga tersakiti. Jongup sangat mencintai Junhong tapi Junhong malah mencintai Daehyun. Ia tersenyum kecut. Daehyun mencintai Junhong tapi ia sudah terikat dengan Youngjae. Bukankah itu terlihat sangat rumit?
Mengingat sudah banyak air mata yang tumpah. Seharusnya ia mencegah Youngjae untuk dekat dengan Daehyun. Sama halnya dengan kekasihnya -Yongguk- mereka berdua sama-sama menyesal karena sudah mengenalkan Youngjae dan Daehyun.
Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Semuanya tersakiti disini. Youngjae pun merasakannya. Himchan selalu saja memergoki sahabatnya itu menangis sendirian. Cinta itu keras bukan?
"Hime.."
Himchan menoleh kepintu. Ia tersenyum melihat Yongguk yang sedang berdiri disana dengan pakaian yang terlihat acak-acakan khas seseorang yang baru bangun tidur. Ia mengibaskan tangannya. Menyuruh Yongguk untuk menunggunya diluar.
Lagi ia membenarkan selimut Jongup. Mengelus rambut Jongup pelan dan mencium keningnya lembut. "Lupakan Junhong.. dan mulailah kehidupan baru tanpa dirinya.." bisiknya pelan dan mulai melangkah keluar. Sebelum pintu itu benar-benar tertutup Himchan lagi-lagi melirik kearah Jongup dan menghela nafas.
BLAM..
Pintu itu tertutup. Jongup membuka matanya dan tak lama setetes butiran kristal bening meleleh keluar dari sudut matanya. Ia menangis dalam diam.
~Only Tears~
"Makanlah.. Kau sudah dua hari tidak makan.. Eomma dan appa sangat khawatir.."
Youngjae menyodorkan sesendok bubur kehadapan Junhong. Tapi ia harus menelan kekecewaan karna Junhong tidak mau membuka mulutnya. Ia sungguh sangat khawatir. Adiknya ini bahkan tidak berbicara sama sekali. Dokter bilang Junhong mengalami trauma sehingga menyebabkan jiwanya sedikit terguncang.
"Dia harus dijaga ekstra.. Beban fikiran yang sangat berat diusianya yang baru menginjak 17 tahun membuat mentalnya menurun, ditambah dengan kejadian yang ia alami. Tapi ini tidak akan berlangsung lama, Tuan Choi tidak perlu khawatir"
"Kau tahu Youngjae hyung, rasanya sangat sakit saat melihat orang yang kau cintai ternyata akan menikah dengan orang lain"
Youngjae tersentak kaget. Lamunannya buyar seketika. Tubuhnya gemetar mendengar suara Junhong yang sangat lirih. Ia mencerna perkataan Junhong. Sedetik kemudian wajahnya memucat. "Junhong ah..."
"Haha.. aku merasa seperti orang bodoh" datar dan terkesan dingin. Bahkan tawa itu terdengar sangat hambar. Sorot mata Junhong masih sama. Lurus dan kosong.
Youngjae menggeleng. Ia meneguk ludahnya kasar. "Kau tidak bodoh! Kau harus mendapatkan orang itu! Rebut dia dari tunangannya" terdengar sedikit bergetar. Ia tertawa hambar. Berusaha agar terlihat biasa. Segera ia taruh mangkok bubur yang sedari tadi ia pegang kemeja nakas. Takut jika tangannya yang sudah lemas menjatuhkan mangkok itu. Menatap Junhong sambil tersenyum lebar.
Junhong terdiam, menatap wajah youngjae yang sedang tersenyum kearahnya. Andai saja pria dihadapannya ini tahu siapa orang yang ia maksud.
Hening sebentar..
"Bagaimana jika aku merebut Daehyun darimu Hyung?"
Deg
.
.
.
TBC
Jangan tanya saya kenapa ceritanya jadi semakin rumit. Saya sendiri juga tidak tahu -_-v ini semakin seperti sinetron. Saya berharap cerita ini segera selesai karna jujur otak saya sudah mulai koslet. Maaf jika readerdeul kecewa dengan chap ini u.u saya hanya ingin menampilkan sudut pandang dari masing-masing pemeran. Agar semuanya terkuak /? Jadi nanti readerdeul tidak bingung dengan ceritanya..
Jangan hajar saya karna Junhong tidak jadi tertabrak XD saya masih cinta Junhong. Tidak tega buat dia semakin mederita. wkwk
Disini sudah ketahuan kalau Youngjae memang dari awal sudah tahu hubungan Daehyun dan Junhong. Dan adakah yang sadar dengan kode saya dichap kemarin? ._. disana saya kasih satu kata yang nunjukin Youngjae memang sudah tahu semuanya. Tapi sepertinya tidak ada yang sadar xD Hahaha..
Terimakasih untuk yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca cerita saya yang sangat pasaran ini ^^
Balasan review :
Ichizenkaze : Gampar aja Daehyun! Saya ngedukung banget /plak/ Junhongnya gak jadi ketabrak wkwk.. Makasih yaaa udah review /Peluk cium/ Ini sudah lanjut :D Jangan bosen baca cerita yang semakin sinetron ini wkwkw..
Destyrahmasari : Kan biar gredet, jadi TBCnya dipas yang lagi seru wkwk.. Maaf gak bisa update kilat /bow/ Ada suatu kendala jadinya jadwal update ff ini harus diundur. Tapi next diusahakan update kilat petir geledek /plak/ Ini udah lanjut :D Makasih udah review, Jangan bosen baca cerita ini ya hehe.
Meyminimin : Gapapa. Ngerusuh aja sesukanya, nanti saya ikutan ngerusuh xD hahaha.. Ini udah lanjutttt.. Makasih udah baca :D Oh ya besok-besok kasih lampu yang 100watt ya biar makin cepet updatenya wkwk XD
Yongchan : Saya juga nyadar makin kesini masalahnya makin ribet -_-v hampir mirip sinetron yang sering tayang ditv /Yaiyalah masa diradio/ /Plak/ Oke abaikan yang tadi ._. /sodorin Jongup/ Bantuin dia mupon biar gak nangis lagi wkwk.. Makasih udah review :D ini udah lanjut.
Oneshootbunny : /Ikutan nyanyi bareng Baekhyun-Do/ /Dilempar karna suara jelek/ wkwk.. Itu Junhong gak jadi ketabrak, Saya ketawa pas baca review kamu. Udah jatuh tertimpa tangga, sakit hati kena tabrak pula xD wkwk.. Makasih udah review /Peluk cium/
RinKM137 : Saya gak tau kenapa Dae brengs*k banget disini /Sok-sokan disensor/ wkwk.. Bikin Junhong tambah kesiksa? Wkwk boleh xD /Dijambak babys/ ini udah Asap sampe keluar api /abaikan/ Makasih udah review ^^
Akasuna Minkyoo : Siapa yang keren? Saya? /plakplak/ Maaf gak bisa update kilat /bow/ ada kendala yang mengharuskan ff ini diundur jadwal updatenya. Tapi next bakal diusahain cepet :D makasih udah review /bow/ Jangan bosan dengan ff saya ya ^^
Kim Rae Sun : Jangan gigit suami saya/umpetin daehyun/ dia sebenernya suka sama saya~ /Dijambak rame-rame/ wkwk.. Maaf kalau kecewa dengan chap ini /bow/ ini udah lanjut :D makasih ya udah review.. hehe.
RaHae AngELFishy : Maaf kalau chap 4 kemarin pendek /bow/ ini udah saya panjangin :D Ada kemungkinan begitu, tapi lihat aja nanti xD hahaha.. Makasih udah review, ne fighting! ^^
Makasih untuk yang sudah mereview. Untuk silent readers saya juga berterimakasih /bow/
Next chapter akan segera update..
Akhir kata..
Review Please? ^^
