Persona 3: petualangan sang kakak
SP-CS: hai, sekarang chapter dua sudah update dan saya juga heran tentang cerita yang saya buat tadi, banyak sekali kesalahannya. Tapi saya akan buat agar menjadi jelas jadi mohon bantuannya dari review. Sekali lagi untuk crow inaba karena memberi saya Review untuk yang ke dua kalinya. Semoga cerita yang saya buat lebih berkembang lagi dan Langsung saja...
Disclaimer: persona 3 milik Atlus dan itu kenyataan.
Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh*
Summary:Reizato kini keluar dari rumah sakit bersama Selena sang tunangannya. Mereka di jemput oleh Yukari dan di tunjukan tempat tinggal mereka. Tiba-tiba Reizato terkejut dan Mitsuru mulai menjelaskan sambil memberi Reizato latihan kecil. Apakah yang terjadi?.
Hari minggu tanggal 24 bulan mei tahun 2009
Hari begitu cerah, burung-burung berkicau indahnya, Terdengar suara pejalan kaki yang melintas, tidak lupa juga di ikuti suara kendaraan yang tak terlalu ramai. Pagi itu biasa-biasa saja, walau kini dia sudah keluar... dari rumah sakit. Reizato takeba, kakak kandung Yukari akhirnya keluar dari rumah sakit bersama dengan tunangannya yang tidak lain adalah Selena.
"Akhirnya aku keluar juga". Ucap pemuda berambut coklat susu berantakan, kemudian dia menatap wanita berambut pink bermata biru ke emasan dengan pipi sedikit memerah yang berdiri di sebelahnya."Se-selena, terimakasih atas... baju ganti yang kau berikan", sambil meraba-raba badannya sendiri yang kini memakai rompi hitam terbuka, kemeja biru dengan dasi merah, topi bundar hitam, dan celana jeans hitam seperti pakaian seorang detecktif.
Gadis yang di panggilnya Selena kini tersenyum,"sama-sama Rei-san, oh ya baju itu juga dirancang khusus untuk bertarung".
Reizato tertegun."oh ya, kalau begitu sekali lagi terimakasih dan karena kini kau tunanganku. jangan panggil namaku dengan –san, panggil namaku dengan tambahan apa saja yang kau inginkan walau itu membuatku merinding", tawar Reizato.
"Baik", kemudian Selena berpikir sebentar dan mendapatkan sesuatu yang akan membuat Reizato terkejut setengah hidup."bagaimana kalau saya memanggil anda dengan sebutan Rei-chan, 'kan manis".
"APA!"
Chapter 3: Mari Bertarung dan Hai... Joker
"Ya sudahlah jika itu maumu", Reizato tersenyum pada Selena. "aku tak keberatan, malahan adikku sepertinya akan tertawa", Pipinya kini memerah dan Selena tertawa -tiba terdengar suara teriakan gadis,"NII-SAN...". mereka berdua akhirnya menoleh ke asal suara itu yang ternyata berasal dari Yukari yang sedang membawa satu tas berisi pakaian milik kakaknya."ini, baju gan... huh?", tiba-tiba Yukari terkejut karena melihat kakanya sudah memakai 'baju' pemberian Selena. Reizato tersenyum licik."kenapa? kaget ngeliat Nii-sanmu ini yang imut, ganteng nan cakep memakai pakaian ini?". Yukaripun mengangguk,"ini Nii-san dapat dari tunangan... Nii-san.. yang can...tik...", jawabnya dengan badan yang gemetar.
Yukaripun tertawa pelan dan kemudian menghelah napas."haaaah... seharusnya aku nggak usah bawa tas Nii-san, lebih baik... nii-san bawa", Yukaripun memberi tasnya pada sang kakak. Akhirnya mereka berdua pergi ke suatu tempat yang akan di tunjukan Yukari. Di tengah perjalanan Selena terus menengok kesana kemari sambil terus bertanya pada Reizato layaknya orang yang tak pernah keluar dari dalam gua saja. Beberapa menit kemudian merekapun sampai di depan sebuah asrama berlantai 4 yang sepertiya sedikit tua dan biasa-biasa saja."ini dia tempat tinggal yang akan Nii-san dan Selena-san tempati"
Reizato terkejut. "a-asrama...? kau tidak bercandakan Yukari?", Yukari menggeleng pelan. Lalu terlihatlah Mitsuru dan laki-laki beruban*Author di tonjok Akihiko* masuk ke dalam asrama itu bersamaan. kejadian tadi membuat Reizato sempat shock,"Yu-yukari jangan bilang kalau ini asrama... campuran dan kau... juga tinggal di dalamnya?"
"Tentu saja aku juga tinggal di sini ,'kan hanya asrama ini saja yang ada di Iwatodai", balas Yukari. Reizato terkejut dengan jawaban adikknya. "tenang Nii-san, kamar laki-laki di lantai 2 dan kamar wanita di lantai tiga. Itu sudah di atur oleh Mitsuru-senpai", jelas Yukari yang telah membuat perasaan Reizato sedikit lega. Tiba-tiba Yukari mulai tersenyum licik pada kakaknya,"lebih baik kita masuk dan aku akan menunjukan kamar... kalian berdua"
Reizato langsung menelan ludah karena melihat senyuman licik dari adiknya dan kini dia mendapatkan firasat buruk yang akan menimpa dirinya.("kenapa adikku tersenyum mengerikan gitu ya? apalagi cara bicaranya seperti menandakan sesuatu, Dan Juga sepertinya aku punya firasat buruk"), batinnya.
Asrama Iwatodai, lantai 1
Saat mereka masuk, terlihatlah ruang tamu yang di tengahnya ada meja dan sofa, juga di sudut Ruangan yang dindingnya terbuat dari kaca terdapat TV berukuran 61 in. Di sebelah kiri mereka terdapat meja resepsionis. Merekapun langsung mengikuti Yukari yang naik tangga menuju ke lantai 2.
Asrama Iwatodai, Lantai 2
Reizato dan Selena naik ke lantai 2 bersama Yukari untuk di tunjukan kamar mereka. "Ini dia...", ucap Yukari yang menunjukan kamar paling pojok yang berada di depan kamar Minato."ini kamar Nii-san dan ini kuncinya", Yukaripun memberikan kunci kamar itu ke kakaknya sambil tersenyum.
Reizato menerima kunci itu dengan perasaan tak enak. saat dia membuka pintu itu, terlihatlah dalam kamar itu yang sangat luas, terdapat 1 meja berukuran sedang di tengahnya, sebuah televisi berukuran 51 in di sudut ruangan, 2 buah lemari pakaian yang berjejer di samping dinding, dapur kecil di kanan sendiri, pintu menuju kamar mandi di dekat lemari dan juga terdapat sebuah ranjang tidur yang sedikit tinggi dan lebar bisa digunakan untuk tidur 2 orang. ("tunggu dulu... ini tak seperti kamar 1 orang bagiku"), batin Reizato. "Yukari, kok kamar Nii-san sendiri begini?"
Yukari tiba-tiba tertawa licik,"hihihi... siapa bilang ini kamar Nii-san seorang diri". Tiba-tiba Reizato mengeluarkan keringat dingin dan juga jantungnya mulai berdetak kencang karena mendengar tawa licik adiknya, sedangkan Selena hanya terdiam melihat tingkah laku Reizato."Selena-san juga akan tinggal bersama Nii-san di kamar ini". Kini Reizato terkejut mendengar perkataan Yukari."APA!...", lalu Reizato tersenyum gugup." Y-Yukari, ka-kau tidak ingin kakakmu yang ganteng ini mati bergetarkan...?"
Yukari menggeleng pelan sambil terus mengeluarkan senyuman."tak apakan Nii-san.'kan tidak ada kamar lain selain kamar ini, apalagi Selena-san juga tunangan Nii-san", ujarnya.(" dan ini juga hukuman untuk Nii-san karena terus menganggapku laki-laki"), batinnya juga. lalu Yukari memandang Selena,"Selena-san tak keberatankan?". Selena hanya tersenyum."tak apa, saya malah senang jika bisa tinggal bersama Rei-chan", ujarnya. Tiba-tiba mendengar nama kakaknya di panggil dengan sebutan Rei–chan di depannya, Yukari lagsung tertawa sedangkan pipi Reizato sedikit memerah."baiklah sebelum aku pergi, nanti malam setelah makan malam... Nii-san harus ada di lantai 4 untuk kami jelaskan sesuatu dulu". Lalu Yukari pergi meninggalkan kakaknya juga calon kakak iparnya di depan kamar mereka."sampai jumpa Nii-san, semoga hari Nii-san dan Selena-san menyenangkan"
"YUKARI TUNGGU!", teriakan Reizato tidak terdengar oleh yukari karena adiknya sudah turun dari tangga dan menghilang di hadapannya."aduh... bagaimana ini?", gumamnya. "Rei-chan, saya mohon ijin masuk kamar dulu untuk membereskan barang-barang saya", ucap Selena. "Eh iya dan jika kau butuh bantuanku tak apa, aku terima dengan senang hati", ucap Reizato yang kini badannya gemetaran karena harus sekamar dengan perempuan. Selena kembali tersenyum."kalau begitu maukah Rei-chan membantu saya membereskan barang bawaan saya, jika mau nanti saya akan memberikan anda hadiah". Tiba-tiba Reizato berpikiran bahwa nantinya hadiah yang akan di beri Selena yaitu sebuah kecupan pipi yang tidak ingin dia dapatkan karena takut, nantinya badannya akan terus bergetar dan tidak akan bisa berhenti."ah... tidak terima kasih, aku membantumu dengan ikhlas kok", ucapnya. "anda baik sekali", kata Selena dengan pipi yang sedikit memerah.
Kini pipi Reizato semakin merona merah."namanya juga Reizato Takeba gitu loh, HUHAHA...HA...HA...HA...HA...", ucapnya sambil tertawa seperti tawa Alien Baltan yang sukses mengundang ultraman datang ke hadapannya dan akhirnya dia mendapatkan jurus 'Ultra Beam' dari Ultraman. kini Ultraman itu terbang pergi setelah melancarkan aksi kerennya."Adew...", ucap Reizato yang kini tepar+gosong.
Asrama Iwatodai, lantai 4: Command room
Malam harinya setelah makan malam, Reizato dengan memakai evoglassnya juga tetap mengenakan baju dari Selena dan para penghuni asrama dengan seragam sekolah SMA mereka kecuali Selena, duduk di sofa yang ada di ruangan lantai 4. Di ruangan itu terlihat ada banyak lemari buku yang berisi buku berjejer seperti sebuah perpustakaan dan di situ juga ada sebuah komputer yang sepertinya tua namun masih dapat di gunakan.
Mitsuru lalu memperkenalkan pemuda beruban*Author di tinju Akihiko* dan pria gondrong berkacamata pada Reizato sebelum memulai penjelasannya. "sebelum kita menjelaskan sesuatu yang sebenarnya terjadi padamu, perkenalkan pemuda berambut putih ini adalah Akihiko Sanada dan laki-lak tua ini adalah Chairman kami namanya Shuji Ikutsuki".
"Hai senang bertemu dengan anda…", ucap Akihiko. Reizato menjawab, "senang juga bertemu denganmu Sanada-san dan boleh kupanggil nama depanmu?". Akihiko berkata, "boleh…". Kemudian Ikutsuki juga berkata,"senang berkenalan denganmu nak…". Reizato membalas perkataannya, "ya sama-sama pak". Mitduru mulai menjelaskan "baik aku mulai penjelasannya, apa anda tahu jika dunia ini mempunyai waktu lebih dari 24 jam?"
Reizato tersenyum mendengar pertanyaan yang pernah dia dengar sebelumnya. "ya, jika dunia ini bertabrakan dengan dimensi lain yang membuat dunia ini mempunyai tambahan beberapa jam, itulah jawabannya". Semua tim terkejut dan Mitsuru takjub, "anda tahu darimana?" tanyanya pada Reizato. Reizato menjawab, "sebenarnya aku ngawur dan tak tahu apa-apa HAHAHA…". Semua orang yang ada disana sukses dibuat Reizato Sweatdrop.
Minako berbisik pada Yukari, "eh Yukari-chan, Kakakmu lucu banget deh… bisa ngelawak dan ngalahin lawakkannya Ikut-gaje ini, hihihi…". bisikan 'setan' itupun terdengar di telinga Ikutsuki yang sukses membuat sang pendengar pudung di pojokan. Yukari semakin sweatdrop, "ya… sepertinya…". Mitsuru melanjutkan, "baiklah kita lanjutkan yang tadi dan Ikutsuki-san tolong anda kembali duduk"
"Ya…", jawab orang tua berambut coklat gondrong itu dengan lemasnya dan duduk di kursinya lagi.
Mitsuru kembali melanjutkan,"ehem... waktu yang lebih itu kami namakan Dark Hour, waktu yang terselip saat tengah malam dan terjadi hanya 1 jam saja. Di dark hour hanya orang yang memiliki potential-lah yang bisa bergerak dan yang lain menjadi peti mati. tapi beberapa orang yang masuk ke dark Hour tanpa memiliki potential yang kuat, orang itu akan berubah menjadi makhluk yang bernama shadow...".
Akihikopun melanjutkan perkataan Mitsuru,"shadow adalah makhluk yang memakan jiwa orang yang dapat berinteraksi di dark Hour dan menjadikan mereka terkena 'Aparty syndrome' tapi kami memaggil jiwa orang yang termakan shadow itu dengan sebutan 'the lost'. terus kami melawan makhluk itu dengan menggunakan persona dan persona dapat kami keluarkan dengan ini…", sambil menunjukan sebuah pistol putih bertuliskan S.E.E.S dan mengarahkannya kekepalanya sendiri. "dan beginilah cara kami memanggil persona". Mitsuru menyuruh Akihiko berhenti,"baiklah Akihiko cukup untuk demonstrasinya". lalu memandang Reizato dan menyerahkan koper putih dan membukanya. Isi koper itu sebuah evoker dan pita berwarna merah bertuliskan S.E.E.S lalu Mitsuru berkata, "S.E.E.S singkatan dari Spesial Extraculiculer Execution Squad. kami ingin anda bergabung dengan kami untuk menyelamatkan dunia…"
Reizato berpikir sejenak, kini 4 musuh walau kurang satu di hadapannya di 2 tahun lalu, mengajak dirinya berteman dan masuk untuk melindungi dunia, seperti sebuah pepatah mengatakan 'musuh kemarin adalah teman hari ini'. Dia memang tahu segalanya tentang kejadian 10 tahun yang lalu dan kini ingatan itu masih kelam di ingatannya karena, ayahnya yang di cintainya juga dicintai adik dan ibunya mati di ledakan tanpa sebab yang jelas. juga beberapa anak-anak lainnya yang sama seperti dirinya juga mati di sana. Tapi 2 di antaranya menghilang entah dimana karena tidak di temukan jasad mereka. yang satu seorang gadis berambut merah mudah panjang dengan mata biru ke emasan berwajah manis yang selalu bermain dengannya saat bosan Dan yang satu lagi kakak sih gadis itu. Tapi kini mereka berdua masih belum ada di ingatannya, Memang kejadian 10 tahun yang lalu memakan korban jiwa yang menyisahkan 1 orang. Tapi sebenarnya menyisahkan 3 orang. yang duanya lagi entah dimana dan itu masih tetap belum muncul dalam ingatan Reizato. walau dirinya belum tahu, bahwa sih gadis itu kini berada bersamanya dan apalagi satu kamar dengannya walau nama sih gadis itu telah berubah.
"Nii-san... kalau berpikir kelamaan nanti cepat tua loh", canda Yukari membuyarkan lamunan sang kakak yang lagi asik-asiknya nostalgia di dalam pikirannya. Reizato yang mendengar itu langsung tersenyum,"baiklah, aku ikut karena adikku yang cakep nan ganteng inikan ikut. Jadi aku akan ikut untuknya". Ingin sekali Junpei dan Minato tertawa. tapi sebelum tertawa, terasa aura gelap di sekitar Yukari yang sedang mendeathglare sang kakak dan membuat 2 orang tadi tak jadi tertawa. "Apa Nii-san mau aku hajar lagi, heh...", ancam Yukari yang kini mengarahkan sang anak panah rajawali(?) andalannya ke arah Reizato. "Heh walaupun kau memanahku atau menghajarku, aku dapat bangun lagi karena akukan LAKI. HAHAHAHA...", tawa Reizato yang sekali lagi membuat orang di selitarnya sweatdrop. Yukari tiba-tiba tersenyum licik dan berhasil membuat Reizato berhenti tertawa."apa Nii-san lupa tentang jurus pertamaku", ucapnya sambil mengacungkan jari telunjuk kanannya. Semua orang di sana heran sedangkan Reizato, Sang kakak tiba-tiba menjauh dari adiknya sambil berkeringat dingin dan menelan ludah.
"Nii-san, apa yang sedang Yukari-chan lakukan?", tanya Minako pada Minato yang kini juga berkeringat dingin. Minato tahu apa yang akan dilakukan oleh Yukari sama dengan yang pernah dilakukan Minako pada Minato. Yaitu mengincar titik lemah sang kakak.
"Yu-yukari, jangan mendekat. ampuni kakak ya, kakak janji nggak akan mengatakanmu ganteng dan sebagainya. Nanti kakak kasih permen kalau kamu mau maafin Marwan-eh salah maafin kakak maksudnya ya, Please...", ucap Reizato dengan nada ketakutan+pupy eyes. Yukari tersenyum licik dan semakin lama semakin mendekat."ter-lam-bat...". Reizato langsung teriak,"TIDAAAAAK!"
'JLEB' kini suara tusukan jari telunjuk Yukari mengenai bagian sebelah kanan pinggang sang kakak. Tak lama kemudian...
"shrnk...", Reizato ingin sekali menahan tawanya tapi..."hehe... HAHAHAHAHAHAHAHA...", suara tawanya mulai terdengar dan semuanya heran sedangkan Yukari malah tertawa manis karena sudah 4 tahun dia tidak bermain dengan kakaknya. Memang 4 tahun sangat lama baginya karena sendirian tanpa sang kakak. Kini semua yang ada disana kecuali Selena sweatddrop sedangkan Reizato terus tertawa sambil guling-guling gaje.
Tiba-tiba waktu terhenti dan terdengar suara kaca pecah
'JTAR WUSH'
Lalu muncul kartu tarot arcana fool yang bergambar Sule di gigit anjing*Author di hajar FC Suleker*
Selamat social link arcana fool level 1 terbuka...
denjata White Sword level 0 naik ke level 1...
Lalu kartu itu berubah menjadi bola cahaya dan masuk ke dalam tubuhnya,Tapi Reizato tak peduli karena dirinya terus tertawa tak terhenti. Lalu terdengar kaca pecah lagi.
'JTAR WUSH'
Dan terlihat sebuah kartu tarot arcana fool level 3 dan terdengar bunyi.
Thou art i… and I'm thou…
thou has grown the bonds social arcana fool…
Kemudian cahayanya masuk ke dalam tubuh Minako dan Minato yang kini masih sweatdrop melihat tingkah laku Reizato dan waktupun berjalan kembali."Nii-san, kakaknya Yukari-chan kenapa sih?", tanya Minako kepada Minato yang masih heran. Minato hanya menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak mengerti.
1 jam kemudian Reizato berhenti tertawa dan waktu itu hampir menunjukan dark Hour. Mitsuru dan yang lainnya kecuali Selena masih ada di coommand room."oh ya", Mitsuru mulai membuka percakapan karena selama 1 jam tadi semua sweatdrop+heran gara-gara tingkah laku pemuda yang bertunangan itu."nanti anda akan kami uji kemampuan persona anda. Jadi apa anda mampu?"
"Hmm... sepertinya Nii-san masih lelah Mitsuru-senpai, jadi...-", tiba-tiba perkataan Yukari dipotong oleh Reizato."baiklah", semua orang langsung memandang Reizato."aku terima permintaanmu"
"NII-SAN", bentak Yukari. Reizato menatap Yukari dan bertanya,"Kenapa, kau takut kakak kalah menghadapi nenek sihir ini, juga laki-laki beruban ini Yukari? Tenang,'kan sudah kakak bilang kalau kakak ini LAKI...". Yukari menghelah nafas. Mitsuru dan Akihiko merasa tersinggung tapi mereka menunjukan expresi senyum untuk menutupi kejengkelan mereka itu."baiklah karena waktu hampir tengah malam, kita lebih baik ke atap", ajak Mitsuru.
Asrama iwatodai, Rooftop 'Dark Hour'
"hey dude", ucap Junpei yang sedikit menyenggol bahu Minato."ayo kita bertaruh siapa yang menang".Minato hanya diam saja sedangkan Minako masih menebak-nebak siapa nanti yang akan menang.
Mitsuru dan Akihiko bersiap dalam posisinya untuk menyerang Reizato. Memang tidak adil bagi Reizato, 2 lawan satu itu dia terima hanya untuk membuktikan bahwa dirinya kuat."Kau sudah siap? Mana senjatamu?", tanya Mitsuru.
Reizato kini masih tetap memakai evoglassnya yang masih belum diketahui oleh Mitsuru juga yang lain kecuali Selena."aku siap tanpa senjata...", lalu berpose gaya kamen rider W yang baru muncul di episode 1. "...kapanpun kalian siap"
Minako kagum,"WAOW, kakakmu keren dan berani ya Yukari-chan". Sedangkan Yukari hanya tegang melihat kakaknya yang akan di hajar 2 senpainya. Minato lalu memegang bahu Yukari untuk menenangkan Yukari sambil tersenyum kepadanya."tenanglah, aku yakin kakakmu bisa", Kini Yukari tersenyum kepada Minato dan mengangguk pelan padanya.
Mitsuru dan Akihiko bersiap memakai Evokernya."PERSONA..."
'D-DHOR'
Lalu munculah 2 sosok makhluk biru di hadapan mereka. Yang satu dihadapan Akihiko berambut kuning panjang namun laki-laki dan yang satu lagi dihadapan Mitsurur memakai mahkota dan pedang namun perempuan."ZIONGA...",ucap Akihiko dan di ikuti Mitsuru."BUFULA...", lalu sebuah listrik berukuran sedang menyambar Reizato dan di ikuti sebuah es berukuran sedang keluar dari dalam atap yang akan membekukan kaki Reizato. Untungnya Reizato berhasil menghindar dengan cara melompat ke kanan untuk menghidari es dan melompat lagi ke kekiri sedikit kedepan untuk menghindari sambaran petir bagai seorang ninja.
"PHEW... hampir saja", ucapnya setelah bisa kembali berdiri dan membersihkan topi bundarnya lalu kembali berpose seperti kamen rider W yang pertama kali muncul."lumayan untuk pemula...", ejeknya yang padahal merekalah senior sedangkan dirinya hanyalah seorang yang baru memiliki persona walau tak tahu bentuk personanya nantinya apa."tapi kini giliranku...", Kini Reizato pura-pura memakai Evokernya yang padahal sebenarnya memakai evoglass pemberian Igor. Tiba-tiba sebuah cahaya keluar dari dalam atap asrama dan masuk kedalam tubuh Reizato walau tak ada yang melihat kecuali Reizato dan dua bersaudara Arisato.("itu tadi apa?"), batinnya.
"Hey cepatlah kalau tidak kami yang akan menyerangmu", ancam Akihiko.
"Baiklah", lalu Reizato memejamkan mata sambil tetap mengarahkan Evoker miliknya kekepalanya. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang ada di pikirannya,("panggil aku... karena aku... bisa membantumu..."). lalu diapun tanpa sengaja bersiap menarik pelatuk evoker itu dan badai angin kecilpun datang menerpa mereka semua yang ada disana, membuat rok Mitsuru, Minako dan Yukari terangkat ke atas. Untungnya mereka segera menahan rok mereka sambil... Yukari menampar pipi lembut Minato dan berkata,"jangan lihat! Kalau kau lihat aku tak mau lagi bicara denganmu!". sedangkan Minako memukul kepala kambing(Junpei) dan berkata,"rasakan ini mbing!". sedangkan Mitsuru mengeksekusi Akihiko sambil berkata,"EXECUTION". Minato, Junppei dan Akihiko di buat gitu karena mereka tanpa sengaja melihat-*Author di ALL-OUT-ATTACK karena banyak penjelasan yang terlalu dewasa*. Sedangkan Ikut-ajeb, dia malah tepar dan mimisan karena sudah melihat-*sekali lagi Author di ALL-OUT-ATTACK*
Lanjut yuk~
Reizatopun menarik pelatuk itu tanpa sadar dan kemudian berteriak,"PERSONA!"
'DHOR'
Badai kecilpun segera berhenti lalu membentuk tornado kecil di hadapan Reizato. Kini munculah di hadapan Reizato sebuah makhluk yang muncul dari dalam pusaran angin tornado kecil. Bentuknya berbadan tegap, memakai topeng badut datar yang tersenyum memiliki warna bagian kanan wajahnya putih dan warna wajah bagian kiri hitam, memakai topi konyol yang warnanya sama seperti topengnya dan memiliki lonceng, juga memakai baju besi yang warnanya sama seperti topengnya, memakai sepatu yang ujungnya melengkung ke belakang juga sarung tangan yang tidak memegang senjata apapun namun di pergelangan tangan dan kakinya ada borgol besi yang masih terantai panjang menuju dadanya yang memiliki sebuah gembok emas. Makhluk itupun berbicara untuk memperkenalkan dirinya.
Aku adalah kau... dan kau... adalah aku...
Dari hatimu aku terlahir... dan dari jiwamu aku terpanggil...
Namaku Joker... The Fool ...
Kemudian sebuah bayangan yang tak jelas yang pernah muncul di belakang Reizato kembali terlihat dan kini menghilang juga kacamata hitamnya mulai sedikit bersinar.
General informasion
Nama persona :Joker
arcana: Fool
lv: 20
weak: -Thunder
Drain: (tidak ada)
repel: (tidak ada)
null: (tidak ada)
streght: -Wind,-light,-dark
skill: -paste minds ,-Garu, -Bash, -Tarunda
next skill level:22
-paste power
?, ?, ?, ?, ?, ?, ?
Joker, sebuah kartu khusus dalam tumpukan kartu permainan yang bisa menggantikan peran kartu manapun juga. Asal mula Joker tidak di ketahui pasti, tapi di kartu permainan dia berbentuk badut. kini menjadi persona Reizato saat pertama kali di uji kemampuannya oleh Mitsuru dan Akihiko.
Skill persona yang belum di ketahui:
Paste Minds(Joker): meniru skill
Paste Power(Joker): meniru jenis serangan
A/N: sejarah joker saya baca di 'sejarah kartu joker indentik dengan badut' di internet. Jika ada yang keberatan mohon bantu saya, saya senang hati akan menerima bantuan kalian. Juga untuk Crow inaba sekali lagi thanks karena terus mereview cerita saya dari pertama ini dan jangan lupa ya untuk mereview cerita saya yang ada di croshover Gundam00 X persona series please...
Author hidup untuk membuat cerita dan cerita hidup untuk adanya Review. Setiap Review memiliki arti tersendiri dari pembaca, mulai dari manis hingga pahit. jadi mohon kirim review untuk cerita saya dan cerita buatan dari Author lain, karena bukan hanya saya sajalah Author di Fandom ini. Sekian terima kasih...
Chapter 4: Persona Gear untuk Joker
