Persona 3: petualangan sang kakak
SP-CS: salam hangat para pembaca yang saya hormati, terimakasih telah membaca walaupun tak ada masuknya review di chapter 3. Mungkin sepertinya saya memang tidak berbakat dalam menulis cerita, tapi karena saya sudah mendaftar jadi Author di Fanfiction ini, saya harus menyelesaikan cerita saya yang pertama kali saya tulis sampai tuntas.
Disclaimer: persona 3 milik Atlus dan itu kenyataan.
warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh*
summary: Reizato kini mengeluarkan persona pertamanya yaitu Joker. Namun tak disangka sesuatu yang buruk akan membuat dirinya terdesak, bagaimana cara dia agar bisa mengatasinya?
"HAHAHAHA..." tiba-tiba Joker tertawa sendiri dan membuat semua orang yang ada di sana kaget. "Pe-persona Nii-san bisa tertawa?" ucap Yukari yang tak percaya. Jokerpun berhenti tertawa dan mengatakan sesuatu sambil bergaya kamen rider Den-o versi Momotaros "ore senjou!" juga di ikuti dengan perkataan Reizato "kowe ora lungo!" sambil meniru gaya yang di tiru oleh Joker. Semua yang disana sweatdrop sambil mangap sampai-sampai seekor kambing yang menyerupai manusia(Junpei)*Author di tebas* mulutnya kemasukan laler ijo dan akhirnya mati di tempat tanpa di ketahui yang lain. "ternyata benar, persona adalah bagian dari diri kita yang lain dan itu berarti sifat persona sama dengan pemakainya" jelas seorang berambut pink panjang yang kini lurus bukan bergelombang yang wajahnya mirip Lacus Clyne yang ternyata Selena yang muncul tiba-tiba di belakang Yukari bagaikan hantu dengan memakai piama bewarna pink bergambar hello kity imut dan membawa sebuah buku tebal yang didalamnya tentu saja ada kartu persona. "Se-Selena, kenapa kamu di sini?" tanya Reizato yang heran sampai membuat Joker kembali masuk kedalam tubuhnya. Selena menjawab "saya disini sebenarnya khawatir dengan Rei-chan, jadi apa salahnya jika saya ke sini untuk mengawasi Rei-chan jika sesuatu yang-" tiba-tiba Reizato memotong pembicaraan Selena dengan mengeluarkan Joker untuk kedua kali dan berteriak "SUDAH LUPAKAN DIA, AYO KALIAN BERSIAPLAH. JOKER MAJU!" akihiko dan Mitsuru bersiap menghindar. Selenapun jengkel dan berteriak kesal "REI-CHAN DENGARKAN DULU KALAU SAYA BICARA". Namun Reizato mengatakan "bicaranya nanti saja setelah ini" sambil menghindar dari serangan tinju Akihiko dengan cara salto ke belakang.
Chapter 4: Persona Gear untuk Joker
Lalu terdengar suara alunan musik 'Persona' dari persona 3 fes. Reizato kini memunculkan Joker, Joker akhirnya muncul dan merentangkan tangannya lalu keluarlah sebuah tiupan angin dari bawah atap dan mengenai Akihiko "argh... d^m^t".
Mitsurupun khawatir "Akihiko, kau tak apa?" Akihiko menjawab "aku tak apa, Mitsuru coba kau analisis kelemahannya" lalu Mitsurupun mengeluarkan Phentiselia dan mulai menganalisis. "TIDAK AKAN KUBIARKAN, JOKER PUKUL PERSONANYA!" teriak Reizato yang kini tiba-tiba sifatnya berubah drastis, Jokerpun maju melayang cepat kearah Phentiselia dan memukulnya namun di hadang oleh Polydecius yang juga membalas pukulan Joker dengan cara memukulnya juga dan menyebabkan sebuah ledakan kecil yang membuat persona mereka berdua terpental sedikit jauh. "Akihiko, kelemahannya Yaitu lemah terhadap serangan element petir. Jadi gunakan skill Zio" ucap Mitsuru yang selesai menganalisis dan menyembuhkan Akihiko dengan Diarama.
Kini Yukari benar-benar cemas dan khawatir karena persona kakaknya memiliki kelemahan yang sama seperti dirinya dan juga Orpheusnya Minato dan Minako, apalagi lawan yang dihadapi kakaknya adalah senpainya yang memiliki serangan element petir. "MITSURU-SENPAI, AKIHIKO-SENPAI KUMOHON HENTIKAN!, JANGAN MENYAKITI NII-SAN!" teriak Yukari sambil menitihkan air mata yang kini benar-benar cemas namun kedua senpainya tidak mendengar permohonannya. Minato berusaha menenangkan Yukari sambil menatap matanya "Yukari tenanglah, aku yakin kalau Mitsuru-senpai dan Akihiko-senpai tidak akan mencoba menyakiti kakakmu, bukankah mereka bilang kalau ini hanya 'uji coba' kecil biasa. Jadi tenanglah". "Tapi Minato-kun..." tiba-tiba Yukari dikagetkan oleh sebuah pelukan hangat Minato yang ingin berusaha menengankannya. "Tenanglah, jangan menangis" ucap Minato sambil tetap memeluk hangat tubuh yukari dan mengelus rambutnya. Kejadian itupun dilihat oleh Reizato yang kini... "GYAAAAA, SUASANA ROMANTIS... BRRRRR" jatuh ke alas atap dengan badannya merinding gemetaran karena habis melihat adengan romantis ala Minato X Yukari. Mitsuru dan Akihiko kini berhenti melancarkan serangan karena heran melihat tingkah laku lawannya.
Beberapa menit kemudian mereka tidak lagi berpelukan dan Yukari akhirnya berhenti menangis. "Terimakasih minato-kun" pipi Minato lalu merona merah karena habis ketahuan kalau ikut sunatan Massal bareng Junpei dan Akihiko*Author di sunat dua kali*.
RALAT~
Beberapa menit kemudian mereka tidak lagi berpelukan dan Yukari akhirnya berhenti menangis. "Terimakasih minato-kun" pipi Minato lalu merona merah lalu membalas perkataan Yukari "sama-sama yukari-chan". Reizato kini bangkit dari kuburnya dan bersiap menyerang Akihiko dan Mitsuru yang tadinya sempat istirahat "baiklah ayo kita lanjutkan dan..." memandang Yukari "jangan melakukan hal yang dapat membunuh kakakmu ini" dengan nada serius. "baik Nii-san..." sahut Yukari dengan nada lemas. "tenanglah kan masih ada aku" ucap Minato sambil tersenyum dan memegang bahu Yukari. Tiba-tiba Reizato teriak "WOY ISTIGFAR WOY, KALIAN ITU BUKAN MUKRIM JADI JANGAN SALING BERSENTUHAN!". "ih... Nii-san sok alim gitu deh..." Reizatopun sweatdrop mendengar perkataan adiknya, akhirnya dia hiraukan karena Mitsuru mulai memanggil Phentiselia dan mulai menyerangnya. "jadi kapan kau akan mengakhiri pertarungan ini?" tanya Mitsuru. Reizato hanya menjawab "saat kalian berdua menyerah". "terserah, Phentiselia!" Phentiselia akhirnya mengeluarkan jurus element icenya yaitu BUFULA Reizatopun berhasil menghindar dengan cara melompat ke kiri namun sayang... "AKIHIKO SEKARANG SAATNYA". Reizato heran "apa?", Akihiko tiba-tiba saja berlari kearah Reizato sambil memanggil Polycdeus "ZIONGA!". "sial" umpat Reizato dan akhirnya diapun terkena sebuah sengatan listrik 10.000 Volt milik Polycdeus dan terpental dengan perlahan ke udara "AAARRRGGH!" topinyapun jatuh ke tanah.
'DHUAR' suara ledakan Reizato yang jatuh ke tanah ke tanah.
Yukaripun teriak sambil menangis "NII-SAN!" dan berusaha menghampirinya. "YUKARI!" Minatopun akhirnya mencegah Yukari mendekat dengan cara memeluknya dari belakang "JANGAN KESANA YUKARI!". Yukari meronta-ronta "TIDAK, AKU INGIN KESANA!". Minato terus memeluk Yukari dengan erat "YUKARI, JIKA KAU KESANA, KAU JUGA AKAN-" namun terpotong oleh teriakan Yukari "NII-SAN!". Selena tiba-tiba tersenyum namun di hatinya dia juga khawatir. Tiba-tiba waktu disana terhenti, Apa yang terjadi sebenarnya pada Reizato?.
Unknown palace
Reizato kini berada di depan pintu emas yang sangat besar yang memiliki 4 mata yang terus melirik kanan dan kiri, namun pintu itu terbuka dan menunjukan isinya yang masih kosong. Terdengar suara alunan musik 'Seal' di persona 3 Fes. "apakah aku sudah... mati?" tanya Reizato pada dirinya. Lalu terdengar suara seorang laki-laki yang pernah dia kenal sejak masih kecil bersama dengan adik kandungnya "tidak anakku, kau belum saatnya untuk mati". Reizato lalu menoleh ke asal suara itu dan kini matanya terbelalak tanda terkejut karena yang dihapannya kini terlihat sesosok orang yang memakai baju seperti doktor yang dia kenal, dia adalah..."a-ayah" sambil menitihkan air mata rasa senang "be-benar ini ayah". Eichiro mengangguk pelan "kini kembalilah dengan ini" diapun memberikan sebuah kartu arcana fool bergambar pedang putih yang pernah di pakai Reizato untuk menebas satu shadow "sekarang kembalihlah dan jagalah adikmu, jangan buat dia menangis" lalu pandangan Reizato memutih. "AYAH!"
Asrama iwatodai, Rooftop
waktu disana kini kembali, Yukari kini kembali menangis dan Minato terus memeluk Yukari. "apa berhasil?" tanya mItsuru kepada Akihiko yang menjawab "aku harap". Tiba-tiba Selena tersenyum dan membuat orang di sekitarnya heran."kau kenapa tersenyum?" tanya Minako dengan polosnya. Selena menjawab "coba lihat" sambil menunjuk tempat dimana Reizato terpental. Semuanya kemudian melihat tempat yang di tunjuk oleh Selena dan merekapun kaget. Tiba-tiba terdengar suara alunan musik 'UNKNOWN' dari gundam 00 dan dari kabut yang berasal dari ledakan itu, munculah Joker yang kini di tangan kanannya memegang pedang GN sword Exia namun berwarna putih dan kali ini skill 'Bash' yang ada didirinya berubah menjadi 'Cleave' namun kini Joker menghilang, juga di belakangnya Joker tadi berdiri Reizato yang sedikit terluka dan berjalan menghampiri topinya. "hah-hah-hah... itu tadi benar-benar menyakitkan," ucap Reizato sambil kelelahan menahan lukanya dan membersihkan topinya lalu memakainya "baiklah aku menyerah, kalian menang dan maafkan perkataanku yang tadi ya". Akihiko dan Mitsuru tersenyum "baiklah kami maafkan".
Tiba-tiba 68 shadow berbentuk tuyul yang memiliki topeng berwarna merah, memiliki sayap dan memegang sebuah anak panah yang ujungnya berbentuk hatir datang dari langit. Mitsurupun merasakan ke hadiran mereka dan berteriak "SEMUA BERSIAP! AKU MERASAKAN KEBERADAAN SHADOW DATANG KEMARI DARI LANGIT DAN JUMLAH MEREKA BANYAK!". Semua kaget kecuali Reizato dan langsung mengambil senjata milik mereka beserta Evokernya dengan kecepatan cahaya, kemudian kembali ke atap untuk bersiap bertempur. "Selena-san, sebaiknya anda ke kamar dulu ya" ajak Yukari namun wanita yang diajaknya Cuma bilang "tidak, bukankah sudah saya bilang kepada Yukari-chan kalau saya juga punya persona seperti Rei-chan. Jadi saya juga akan bertarung bersama Rei-chan" lalu tersenyum memandang Reizato. Tapi Reizato malah menghiraukan senyuman Selena dan terus bersiap siaga melihat kelangit bersama lainnya.
Akhirnya 68 shadow itu datang "SEMUA BERSIAP!" teriak Minako dan semua orang kecuali Ikutsuki yang sembunyi di command room bersiap untuk menyerang lalu suara alunan lagu 'UPROACH' dari Gundam 00 terdengar. Tiba-tiba shadow-shadow dari langit mulai menghujani tim SEES dengan panah. "ORPHEUS", teriak Minato dan Minako bersamaan sambil memakai evoker mereka untuk memanggil orpheus. Akhirnya dua orpheus muncul dan mengembalikan semua anak panah yang turun dari langit itu dengan harpa mereka masing-masing bagaikan pemain badminton. Semua anak panah itu berhasil di kembalikan ke para shadow yang ada di atas dan berhasil mengenai setengah shadow yang ada di langit. Semua melongo yang melihat cemesan dari kedua orpheus milik Minato dan Minako. "yeah Nii-san, kita berhasil" teriak Minako kegirangan namun mendapat balasan kata dari Minato yaitu "berhasil apanya? Shadownya masih ada yang hidup tuh" sambil menunjuk beberapa shadow yang masih hidup dan tetap melayang di angkasa.
"ok dude, serahkan padaku" ucap kambing*Author di buang kejamban* alias Junpei yang mengarahkan evoker miliknya kekepala untuk bunuh diri di depan mereka karena stress selalu di panggil kambing oleh author dan para pembaca juga yang lain. "Hermes" lalu muncul Hermes yang keluar dari beol Junpei*Author+semua kecuali Junpei muntah* dan mengeluarkan bola api berukuran kecil dan mengenai satu shadow. "oh sh^t"
"Akihiko, kelemahan mereka adalah angin namun kuat dengan petir dan Ice" ucap Mitsurur yang selesai menganalisis. "S^AL! AKU COBA SAJA!" teriak Akihiko yang memakai evokernya untuk memunculkan Polycdeus dan memerintahkannya untuk menyerang shadow-sahadow itu dengan banyaknya petir berukuran sedang namun semua shadow berhasil menahannya. "D^MNT" umpat Akihiko yang kesal karena cintanya di tolak shadow-shadow itu*Author di Ziodyne*. "tenanglah Akihiko, masih ada aku" Mitsuru berusaha memenangkan Akihiko. "terimakasih Mitsu" Akihikopun berhasil tenang. Semua mulai sweatdrop dengan apa yang mereka lihat "ini mau melawan shadow atau pacaran sih?" tanya Reizato pada semuanya dan yang lain Cuma geleng-geleng tanda tak mengerti.
Tiba-tiba shadow-shadow yang di langit berusaha menyatu dan semua yang di bawah terkejut "apa yang akan mereka lakukan?" tanya Minako. "semua kita harus menghancurkan shadow-shadow itu, aku punya firasat buruk tentang ini" ucap Mitsuru dan semuanya memanggil persona mereka bersamaan. "Selena, kau yakin?" tanya Reizato dan Selena menjawab "tentu aku yakin akan melakukannya bersama Rei-chan" sambil senyum dan berhasil membuat badan Reizato sedikit bergetar. Yukari menghampiri Selena dan meminjaminya evoker miliknya "ini Selena-san, gunakan seperti yang lainnya". Namun Selena menolak "tidak terimakasih, saya bisa memanggilnya dengan ini" menunjukan sebuah kartu yang dia pegang. "baiklah kita mulai. Yukari, Selena,Minato,Minako,Mitsuru dan Akihiko bersiap" " BAIK!" lalu mereka berteriak "PERSONA!". Selena mencium kartunya lalu melemparnya ke langit dan munculah sesosok wanita melayang di depan selena dengan wujud memakai Ghotic Lolita girl berwarna merah mudah yang memiliki rantai di tangannya sebagai cambuk, rambut panjang berwarna pink, wajah cantik dan kulitnya berwarna hitam lalu memperkenalkan dirinya dengan nada perempuan yang lembut.
Thou… Art I… and… I'm Thou…
From the sea thou soul… I'm come…
my name Andromeda…
"itu personanya Selena-san, lebih cantik dari personaku" ucap Yukari yang iri. Selenapun berusaha menghibur Yukari "sudah, yang namanya persona adalah cerminan diri kita jadi terima saja. Mungkin saat personamu berevolusi pasti bentuknya akan cantik lebih dari miliku". "sungguh" ucap Yukari yang tak percaya dan Selena mengannguk. Kini Yukari kembali semangat. "LETS LAUNCH OF ALL OUT ATTACK" teriak Minato, Persona Mitsuru mengeluarkan tentarafoo, persona Akihiko mengeluarkan sonic punch. Persona Minato, Minako dan Junpei melancarkan serangan api berukuran sedang dan persona Reizato, Selena dan Yukari mengeluarkan serangan Garu dan Garula(Yukari) secara bersamaan. Shadow yang berusaha menyatu di langitpun terkena berbagai serangan dan meledak.
'BOOOM DHUAR'
"apa berhasil?" tanya Junpei. "tidak" semua melirik Mitsuru yang kini raut mukanya berubah menjadi takut "Sha-shadownya". Tiba-tiba terdengar suara gerangan dilangit "GRRRRRR" semua kemudian membelaalkan matanya karena wujud shadow ini sangat mengerikan, yaitu berbadan besar, berkepala elang dan memiliki cakar tajam. Shadow besar itupun mengeluarkan megidola dan sebuah cahaya jatuh lalu meledak di sekitar mereka. "MINATO!" "YUKARI!" "AKIHIKO!" "MITSURU" "MINAKO" "MELUK GUE, LU MATI!" teriak mereka sambil saling memeluk pasangan mereka kecuali Junpei yang di ancam Minako dan semua team terkena.
'DHUAR'
Reizato membuka matanya secara perlahan dan di hadapannya kini adalah Selena yang melindunginya dan semuanya dengan tubuh mulusnya, Selena jatuh lemas. "Se-SELENA!" Rezato lalu menghampiri Selena dan menahan berat tubuhnya di pelukannya "ka-kau tak apa?". Selena hanya tersenyum lemah "a-aku tak a-apa Rei-chan, aku senang... Rei-chan tak terluka". Reizato menangis "bertahanlah, Yukari sembuhkan Selena!" Yukari melepaskan pelukannya dan menghampiri Selena untuk menyembuhkannya. Reizato kemudian berdiri menghadap ke arah shadow itu dengan tatapan marah namun tidak semarah di kereta kemarin. "Nii-san mau apa?" Tanya Yukari yang masih menyembuhkan Selena dengan skill Diarama dari Io. Reizato menoleh ke Yukari sambil tersenyum untuk menyembunyikan expresi kemarahannya. "Nii-san, jangan-" "tidak akan sampai mati Yukari, kakak berjanji" Reizato lalu menghampiri shadow itu yang kini turun dari langit.
Reizato lalu menutup mata sambil mengarahkan Evokernya kekepala dan tetap memakai evoglassnya. Semua yang disana berusaha ikut namun di cegah Reizato "jangan mendekat! Ini masalahku. Akan kuselesaikan" lalu memanggil Joker
'DHOR'
munculah Joker dan kini Reizato juga memunculkan sebuah kartu beracana fool dihadapannya bergambar pedang putih dan menyebabkan semua orang di belakangnya kaget. "Persona Gear, white Sword" Reizato melempar kartu itu ke tangan kanan Joker. Tiba-tiba sebuah cahaya menyelimuti tangan kanan Joker dan berubah menjadi pedang Exia berwarna putih. "ayo, KITA MULAI!"
lalu terdengar alunan lagu di kepala Reizato, yaitu lagu kesukaannya 'The green briliant – Ash Like Snow'. Joker lalu melaju kedepan dengan kecepatan tinggi sambil berusaha menebas Shadow berkepala elang. Mitsuru lalu menganalisis shadow itu dan terkejutlah dia "ti-tidak mungkin, Shadownya beracana Temprance. Lalu kelemahannya kini berubah menjadi petir", akihiko tersenyum "baiklah aku-" "JANGAN MAJU DULU!" suara Reizato mencegah Akihiko maju. Padahal jika Akihiko maju dia pasti menang namun karena ini tanggung jawabnya karena Selena berusaha melindungi dirinya dan itu berarti salahnya. "Cih, kenapa denganmu" umpat Akihiko kesal. Joker masih tetap berusaha menebas Shadow besar itu namun berhasil di tahan terus dengan kedua tangannya. Reizato kemudian tersenyum, ("ini dia"). Joker sekali lagi menebas shadow itu sambil mengeluarkan serangan anginnya namun sekali lagi ditahan oleh silangan tangan Shadow itu. Tiba-tiba Reizato berteriak "IT'S TIME, JOKER PASTE MIND", jokerpun tiba-tiba mengaliri listrik melalui pedangnya sampai ke tubuh Shadow berkepala Garuda. "ZIonga!" teriak Reizato, Joker masih terus mengaliri pedangnya dengan listrik dan shadow itupun jatuh ke tanah "NOW LAUNCH TO ALL-OUT-ATTACK!" perintah Reizato. Tiba-tiba terdengar alunan musik 'FIGHT' dari Gundam 00 dan semua wajah Minato, Minako,Reizato ,Junpei, Mitsuru dan Akihiko closeup di layar yang bertanda mereka memulai All-out-Attack. Kemudian mereka semua memanggil semua persona mereka dan memakai skill andalan mereka masing-masing.
'BRAK'
'BRIK'
'BRUK'
'WUSH'
'JTAR'
'DHAR'
'BUR'
'BLAR'
'JLEB'
'SLASH'
'BOOOM'
"dan ini untuk Selena yang telah kau sakiti" Reizato menyuruh joker terbang tinggi keatas langit sampai batasnya, Jokerpun sampai di atmosfir bumi "JOKER!". Joker merentangkan pedang yang menyerupai Exia ke depan dadanya dan jatuh dengan kecepatan penuh dengan dorongan skill Garu miliknya menuju shadow yang terkapar. "HYAAAA!" pedang jokerpun terselubungi oleh panas sampai kebadannya dan terus jatuh bagaikan bintang Kejora(?) yang jatuh dari langit "WATASHI WA KURAYAMI NO KOKORO, YAMI TO HIKARI O ATAERU HEIWA O KOWASUDESHOU!".
'CLINK'
'WUSSSSSSSH'
'TING' namun ditahan oleh Shadow Temprance dengan tangannya
"HYAAAAAA, HAKAI SA RETA KAGE!"
Joker langsung menebas shadow itu dengan ke cepatan tinggi.
'S-S-S-S-S-S-S-S-S-S-S-S-SLASH'
'JTAR' perisaipun dapat di tembus
'JLEB' akhirnya shadow temprance bisa tertusuk pedang Joker.
Reizato lalu membalikan badannya sambil berkata "Eien no wakane,"
'BOOOOM'
'DHUAR'
Akhirnya shadow temprance itupun hancur, Joker kemudian menghilang dan aksi itupun membuat atap asrama Iwatodai hampir saja hancur, Reizato membenarkan kacamata hitamnya dan Dark hour selesai tepat pada waktunya. "Rei-chan, kau berhasil" Reizato lalu menoleh asal suara manis yang dia kenal yaitu Suara tunangannya. "Se-selena" Reizato lalu berlari merentangkan tangannya bermaksud memeluk Selena "SELENA...". Selenapun juga berlari ke arah Reizato "REI-CHAN...". "SELENA..." beberapa detik kemudian Reizato sadar akan sesuatu dan berhenti terus berkeringat dingin "SELENA BERHENTI!" namun Selena tetap berlari untuk memeluk Reizato. "REI-CHAN..." TIBA-TIBA Reizato berlari menjauhi Selena, ada apa?. "SELENA KUMOHON BERHENTI, AKU TIDAK MAU DI PELUK!" teriak Reizato yang kini main kejar-kejaran dengan Selena. "kenapa?" tanya Selena yang masih berlari mengejar Reizato dan membuat semua disana sweatdrop. "SOALNYA JIKA AKU MEMELUKMU, AKU TIDAK AKAN BISA BERHENTI BERGETAR" ucap Reizato yang ternyata masih memiliki kelainan. Selena terus mengejar Reizato "KALAU BEGITU SEKALI SAJA YA, REI-CHAN?"."TIDAK"."SEKALI"."TIDAK"."CUMA SEKALI, PLEASE..."."KUBILANG TIDAK YA TIDAK DAN BERHENTI MENGEJARKU!" namun Selena tetap tidak menghiraukannya "YUKARI TOLONG KAKAK!" tapi Yukari malah tertawa manis bersama dengan Minako karena melihat tingkah laku konyol Reizato."AYOLAH REI-CHAN..."."TIDAK, SIAPAPUN TOLONG AKU!"
Dan malam itupun berakhir dengan kejar-kejaran.
-OO-
Senin tanggal 25 bulan Mei 2009, Dini hari
Three Moiare Sister Palace
2 wanita sedang duduk di meja bundar untuk rapat rahasia. "Baiklah Sizuka, apa kau sudah dapat di mana letak gadis itu?" tanya Kizuka pada adiknya yang kini terus memijat kepalanya untuk menemukan keberadaan Selena. "Nii-chan... karena Dark Hournya habis... jadi kita lanjutin besok ya, soalnya HOAM aku ingin tidur, sayonara" ucap Kizumi yang kini pergi kembali ke kamarnya untuk tidur karena lelah di paksa nonton 'Shaun the Sheep' oleh kakak perempuannya. Kizukapun Sweatdrop atas tingkah laku adiknya yang satu-satunya memiliki sifat manja dan polos di keluarganya.
Kini dia pergi ke atap gedung yang letaknya tidak jauh dari rumahnya yang terletak di Back Alley. Disana adalah kenangan bersama dia dan pacarnya yang sangat membahagiakan untuknya walau kini dia sudah tiada di dunia ini. tiba-tiba disana dia bertemu dengan bosnya yang selama ini tetap ngefan berat sama Kamen Rider Kiva walau kini sudah berganti eranya kamen Rider Decade dan terus memakai topeng kamen rider Kiva untuk menyembunyikan jati dirinya. Bosnya pun tahu kalau Kizuka berada di atap "kau rupanya, kenapa kau ada disini? Apa gadis itu sudah ketemu?". Kizuka lalu memandang langit "tidak, sebenarnya aku disini hanya refresing untuk menghilangkan Stres yang ada di pikiranku saat ini dengan cara melihat bintang di langit." Kemudian Kizuka memandang bosnya "lalu kenapa anda juga kesini?". Bosnya hanya mengatakan "aku disini hanya untuk melihat orang-orang berlalu lalang yang bagaikan semut" Kizuka tiba-tiba membelalakan matanya memandang bosnya, saat ini dirinya melamun memandang bosnya bahwa yang dia lihat bukanlah bosnya melainkan pacarnya. Kini tetesan airmata membasahi pipinya yang mulus karena mengingat wajah pacarnya yang ada di benaknya.
Tiba-tiba bosnya menoleh ke arahnya dan membuyarkan lamunan anak buahnya yang padahal masih pacarnya "kau kenapa memandangiku seperti itu?". Kizuka membuyarkan lamunannya dengan cepat "ti-tidak, sebaiknya aku pergi". "tunggu dulu, kau menangis, sini aku usap" Yoshino lalu mengeluarkan saputangan bergambar para karakter Persona 4 dan mulai mengusap air mata Kizuka "nah, begini lebih baikan". Tiba-tiba pipi Kizuka merona merah dan jantungnya kini berdegup dengan kencang ("pe-perasaan ini"). Yoshino sepertinya khawatir dengan pacarnya yang masih belum mengetahui kalau dirinya masih hidup "kau tak apa? Kizuka". "te-terimakasih" ucap Kizuka yang kini menyembunyikan wajahnya dan pergi berlari menuju kamarnya untuk tidur. Yoshino kembali melihat orang-orang di bawahnya ("maafkan aku Kizuka, seharusnya aku tidak menipumu untukn hal ini") kemudian membuka helmnya untuk melihat ke langit malam "Selena, dimana kau. adikku"
To Be Continue
General informasion
Nama persona : Andromeda
arcana: Lover
lv: 20
weak: -Dark
Drain: (tidak ada)
repel: (tidak ada)
null: (tidak ada)
streght: -Wind,-Light
skill: -Dia ,-Garu, -magaru
next skill level:22
-Garula
?, ?, ?, ?, ?, ?, ?.
Andromeda adalah putri dari Cepheus dan Cassiopeia, raja dan ratu Ethiopia. pernah hampir di korbankan ayahnya, cepheus untuk menenangkan amukan Poseidon. namun Andromeda berhasil di selamatkan oleh Perseus dengan cara Perseus membunuh monster laut(Kraken) dengan menggunakan kepala Medusa dan Andromeda menjadi istrinya.
Persona Gear: sebuah senjata yang berasal dari kartu senjata persona-user yang dilemparkannya ke bagian tempat dimana personanya dapat memakainya. Bisa mengubah tipe skill atau level skill.
Sp-Cs: akhirnya chapter 4 selesai dan berakhir dengan saya harapkan. Maaf kalau ada Typo ada kesalahan kalimat. Bagi pembaca saya benar-benar galau karena chapter sebelumnya tak ada yan g mereview. Mungkin jelek dan saya sepertinya tak cocok jadi Author. Jadi semoga chapter ke-4 ini bisa membuat anda semua senang. Kali ini saya tidak akan memberi tahu Chapter selanjutnya dan ending cerita saya di akhir cerita adalah Minatonya menjadi Great seal sedangkan Minako masih hidup. Ini bukan berarti saya benci Minato, namun saya punya rencana tersendiri akan cerita saya yang akan datang. Yaitu tentang penyelamatan Minato.
A/N: saya bisa buat cerita ini karena bantuan para Author sekalian. Terima kasih telah buat cerita.
R&R, Please...
