Persona 3: petualangan sang kakak

Sebelumnya terimakasih untuk para Reader yang sudah mereview fict saya ini, Sekarang saya kembali bersemangat untuk melanjutkan Fict ini walau salah tanggal dan tanggal sekarang di perbaiki. jadi thanks to review.

Disclaimer: persona 3 milik Atlus dan itu kenyataan.

warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* ditambah ada perkataan yang tersensor

summary: 5 jam setelah pertarungannya, Reizato kini bangun dari tidurnya namun bukan dari ranjang yang ada di kamarnya melainkan bangun dari sofa. Kemudian dia melakukan sesuatu, apa itu? Baca saja.


Senin Tanggal 25 bulan mei tahun 2009, menjelang pagi hari

Asrama Iwatodai

Reizato terbangun dari sofa dengan lemasnya yang ada di lantai 1 sambil tetap memakai baju pemberian Selena. "hoam..." dia melihat jam yang menunjukan jam 05.00 AM yang pertanda pagi hari. "masih pagi. Berarti aku hanya tidur selama 5 jam saja" Reizato kemudian tersenyum "heh, lucu. Karena ini jam 5... lebih baik aku buat sarapan untuk Yukari dan mereka semua," Reizato kemudian menundukkan kepala sambil tersenyum. "entah kenapa ya tiba-tiba aku ingin memasakan masakan yang sepesial untuk mereka. mungkin karena merekalah yang paling akrab dengan Adikku." diapun berdiri namun sebelum menyiapkan bahan masakan yang akan ia masak buat sarapan, dia mandi dulu agar bersih.

Setelah selesai mandi, akhirnya dia memakai baju dan memasang celemek bergambar Gundam 00 yang entah kapan asrama itu memilikinya, kemudian menyiapkan bahan-bahan untuk memasak telor pecah.

Beberapa menit kemudian masakan hancurnya jadi dan tercium aroma kematian yang menyesatkan

Chapter 5: Reizato Vs preman jadi-jadian

Yukari bangun dari ranjangnya yang empuk dengan lemasnya. "hoam..." lalu dengan lemasnya mengucek matanya pakai rinso sampai bening*digiles* dan melihat jam dinding berbentuk mini mouse yang menunjukan pukul 06.30. Yukaripun kaget "HAH! SUDAH JAM SEGINI!, ya ampun pasti aku dimarahin Mitsuru-senpai dan lainnya karena terlambat membuat sarapan pagi untuk mereka" lalu dengan cepat membawa handuk dan langsung masuk ke kamar mandi yang ada di lantai 4 untuk mandi secepat mungkin. "aku harap Minato-kun atau Minako-chan bangun dan menggantikan aku"

Beberapa menit kemudian, Yukari selesai mandi dan melihat jam dinding yang menunjukan pukul 06.45 "KYAAA! SUDAH JAM SEGINI!" Yukari bergegas menuju dapur yang ada di lantai satu dengan berlari cepat. Setelah dia sampai di lantai 2, terdengar bunyi orang makan dengan lahap dan membuat Yukari merasa sedikit lega ("pasti Minato-kun atau Minako-chan sudah memasakan mereka sarapan, syukurlah..."). Kini dia sampai di lantai satu dan duduk di kursi sebelahnya Minato yang sedang menikmati sarapannya.

Yukari segera mengambil piring pecah dan membuka tudung sajinya. saat membuka tudung sajinya, Tiba-tiba mata Yukari terbelalak kaget karena makanan kesukaannya berada di hadapannya. Dia lalu menaruh makanan itu keatas piringnya dan mencicipinya. Beberapa detik kemudian matanya kembali terbelalak kaget, rasa masakannya sama seperti yang di buatkan ibunya dulu di setiap paginya. Sudah berapa tahun sejak ibunya tidak pernah lagi membuatkan dirinya makanan kesukaannya ini, semenjak ayahnya meninggalkan ibunya pergi untuk selama-lamanya ibunya pun stress dan mencari pria lain sebagai pengganti ayahnya yang membuat Yukari tidak betah tinggal bersama ibunya, karena setiap ibunya membawa laki-laki bersamanya pulang kerumahnya, Yukari hampir saja di *PIIIIIP* oleh laki-laki itu tanpa sepengetahuan ibunya. tapi untungnya Yukari jago pencak silat sampai-sampai setiap laki-laki hidung belang yang terus di bawa oleh ibunya itu mati semua dengan sadisnya tanpa diketahui ibunya.

"hei, kau kenapa, sakit ya?" tanya Minato yang telah membangunkan Yukari dari lamunannya."ti-tidak, a-aku bai-baik saja kok" ucap Yukari dengan pipi merona merah."oh... ya sudah," Minato lalu memakan sarapan lagi. Kini di benak Yukari, siapakah yang memasak buatan ibunya dulu di atas meja ini?. Yukari memandang Minato dan berpikir ("apa Minato-kun? Dia tidak mungkin tahu ke sukaanku") Yukari melirik Minako ("kalau Minako, sama dia juga tidak tahu kesukaanku") Yukari melirik Mitsuru ("apa Mitsuru-senpai, kalau dia yang memasak tidak mungkin.'kan dia yang selalu menyuruhku...") lalu melirik Akihiko ("kalau Akihiko-senpai... tidak mungkin") kemudian melirik Junpei ("kalau stupei, tidak mungkin dia bisa memasak") kemudian melirik tunangan sang tersangka *Author di pendam* ("Selena-san juga tidak mungkin, 'kan dia masih baru buatku") dan inilah orang yang dilirik Yukari yang tak lain kakak kandungnya sendiri ("apakah Nii-san...?").

Reizato tersenyum kepada Yukari "apa lihat-lihat, kau ingin kakak suap seperti dulu" sambil mengangkat sendoknya. Yukari kaget "ti-tidak Nii-" belum sempat menyelesaikan perkataannya, sesendok penuh makanan langsung meluncur masuk ke mulutnya dan Yukari segera cepat-cepat mengunyahnya dan menelannya. "rasanya enakkan?" tanya Reizato. Tiba-tiba Yukari marah pada kakaknya "NII-SAN! AKU BISA MAKAN SENDIRI TAHU!" tapi Reizato malah tertawa "HUHAHA...HA...HA...HA...HA..." layaknya tawa alien baltan yang sukses mengundang ultaman sekali lagi datang untuk meng'ultra beam' Reizato lagi, setelah itu ultraman terbang kembali ke planet ultra meninggalkan sang Reizato yang kini hangus tak berdaya. "adew..." desah Reizato.

Tiba-tiba entah mengapa Minako yang tadinya melihat Yukari di suap oleh kakaknya, kini memandang kakaknya yaitu Minato dengan pandangan 'Nii-san... suapin aku ya, please...'. Minato yang mengetahui arti pandangan itu menjawab "kaukan sudah besar, jadi makan-makananmu sendiri" dengan nada yang dingin sedingin gunung himalaya. Minako kemudian mendeath glare Minato yang mengartikan 'kalau aku nggak di suap, nanti aku nangis loh...'. tiba-tiba badan Minato gemetar ketakutan saat dia tahu arti dari tatapan adiknya "i-iya, kakak suapin, nih. Ayo aaa..."."ASIK!" Minako senang karena bisa disuap oleh Minato bagaikan koruptor. Yukari yang memandang hal itu sepertinya iri, karena dirinya juga ingin di suap oleh Minato.

"sepertinya ada yang cemburu nih ye..." goda Reizato yang telah membuyarkan lamunan adiknya. Kini wajah Yukari merona merah "Ni-Nii-san ngomong apaan sih?" kemudian dia berdiri "sudah, lebih baik aku pergi kesekolah" lalu berjalan menuju pintu keluar."Yukari tunggu!" teriak Reizato yang menghampri Yukari dengan membawakan sekotak bekal yang telah di buatkannya "ini bekal untukmu, jangan lupa kalau sebelum makan dan sesudahnya kau harus cuci tangan" sambil menyerahkan bekal Yukari."AKU SUDAH BESAR!" teriak Yukari yang keluar dengan membanting pintu yang tidak berdosa sampai berdarah dan benjol. "HATI-HATI DI JALAN DAN AWAS TERHADAP KAMBING LEPAS!" teriak Reizato pada semua yang sejak entah kapan keluar dan pergi bersama Yukari Menuju sekolah. "lebih baik aku bersih-bersih" Reizato masuk ke asrama dan mengikat saputangan di kepalanya sambil mengambil penyedot debu yang ada di belakang meja Receptionis.

Selena yang mencuci piring tiba-tiba bertanya pada Reizato "maaf Rei-chan, kalau anda tak keberatan apa saya boleh menanyakan sesuatu pada anda?".Reizato yang sedang menyedot debu menjawab "boleh dan kau tak perlu seformal itu padaku, biasa saja"."baiklah" Selena terus mencuci piring sambil berkata "saya ingin tanya, kenapa anda selalu gemetaran saat saya dekat dengan anda?". Reizato membunuh penyedot debunya dan mukanya menjadi gelap karena bingung menjelaskannya "itu karena…".Selena berhenti mencuci piring karena memandang Reizato dengan heran "karena apa?". Kini Reizato terpaksa harus jujur karena jika dia sembunyikan terus rahasia kelemahan atau kelainanya, kelak di kemudian hari dia pasti dibenci oleh Selena "itu karena... aku selalu merinding sa-saat melihat, mendengar atau merasakan suasana Romantis seperti tadi apa lagi selalu dekat dengan pe-perempuan se...can...tik... di-dirimu..." jawabnya gugup dan gemetaran layaknya seorang penjahat yang sedang di innterogasi, Kini dia melanjutkan menyedot debu."oh begitu… ma-maafkan saya ya Rei-chan..." ucap Selena dengan nada bersalah dan membuat Reizato panik."ti-tidak, ini bukan salahmu. Ini sebenarnya salahku, entah kenapa...?" Reizato kini menatap atap langit yang kuning dan Selenapun menatap lagi Reizato "setelah kejadian itu dan aku tersadar, aku mendapat kelainan itu saat dekat dengan teman-teman sekolahku yang perempuan. Sampai-sampai aku di jauhi oleh mereka karena menganggapku aneh gara-gara memiliki kelainan yang tidak normal seperti ini" matanya kini mengeluarkan setetes air mata karena mengingat kejadian pahit di SD-nya sampai masa kuliahnya, diapun menghapus setetes aliran airmatanya agar Selena tidak merasa lebih bersalah "oh ya," Reizato kini memandang Selena dengan expresi senang untuk menutupi kesedihannya "setelah kita menyelesaikan semua pekerjaan ini, aku akan mengajakmu keluar untuk memperlihatkan dunia ini padamu. karena itu adalah janjiku padamu" ucapnya agar Selena tersenyum dan berhasil. Selena kini tersenyum "benarkah" Reizato menggangguk "kalau begitu ayo kita selesaikan Rei-chan" lalu kembali mencuci piring dengan gembiranya.

Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka selesai mengerjakan semua pekerjaannya."baiklah, ayo kita jalan-jalan" kata Reizato sambil melepas ikat saputangan yang ia pakai di kepala dan memakai topi bundarnya. Akhirnya mereka berdua keluar asrama lagi dan Reizato menunjukan banyak sesuatu yang belum di ketahui Selena secara detil sampai sore.

-00-

Senin Tanggal 25 bulan mei tahun 2009, sore hari

Pulownia mall

Sebuah mall besar yang terletak di Tatsumi Port Island dekat dengan sekolah SMU Gekkoukan. Berkumpulah tiga perempuan yang memakai baju yang sama yaitu kaos hitam bercelana pensil biru di dekat air mancur yang ternyata mereka bertiga adalah Three Moiare Sister.

"kemana lagi kita mencarinya Kizuka-nii?" Tanya Kizuma. "Aku tak tahu?" ucap Kizuka yang lagi duduk di kursi yang ada di dekat air mancur. "Aku punya ide yang bagus, gimana kalau kita berpencar?" teriak Kizumi dengan semangat kemerdekaan 45 yang berhasil membuat Kizuka dan Kizumi Sweatdrop. "Kizumi, kita di beri oleh bos kita itu satu foto jadi... KITA TIDAK BISA MENCAR!" teriak Kizuma yang sangat jengkel atas sikap polos adiknya."Kalau begitu kita foto-copy saja fotonya, gimana" ucap Kizumi dan sekali lagi membuat kakak-kakaknya sweatdrop. "Gimana mau foto-copy, orang ini foto gambarnya hitam putih apalagi warnanya di gambar oleh bos kita itu dengan buruk pakai kerayon" jelas Kizuka sambil menunjukan foto hitam putih seorang gadis yang di warnai kerayon oleh bosnya sendiri atau pacarnya yang masih belum dia ketahui masih hidup. Kizumi Cuma tertawa "hehe.. maaf-maaf, tadi Cuma usul saja". Kizuma berkata "mangkannya kalau usul jangan asal dan kalau asal tak boleh usul". Kini Kizuka sekali lagi Sweatdrop mendengar perkataan Saudarinya yang rambutnya di kuncir dua itu seperti perkataan Acara 'asal-usul' yang pernah dia tonton. "Terus bagaimana sekarang?" Tanya Kizumi. "Lebih baik kita pergi minum phenorome coffe di Chagali café untuk istirahat dan menenangkan diri sebentar" ajak Kizuka, kakak tertua dari saudarinya. "Oke, Kizuka-Nii-chan yang teraktir ya" ucap Kizuma dan Kizuki bersamaan yang langsung pergi masuk ke dalam cafétarian. Kizuka menghelah napas "haaaah… mentang-mentang aku kakak mereka berdua" sambil berjalan dengan lemasnya untuk masuk kedalam cafetarian.

-00-

Di air mancur bagian samping…

"Nah, bagaimana hp yang kubelikan untukmu Selena?" Tanya Reizato pada Selena yang duduk sejauh 5 meter dari Selena."Sebentar, saya coba dulu" ucap Selena yang berusaha menelepon Reizato melalui Hp barunya bermerek SPC. Tiba-tiba terdengar hp Reizato yang bermerek Mito berbunyi 'Burn~ my Dread~' lalu Reizato mengangkat hpnya dan menjawab "halo…"."halo juga" jawab Selena kemudian mematikan hp barunya "ternyata suaranya lebih jelas terdengar Rei-chan"."ya, apa kau senang Selena?" Tanya Reizato. "ya, saya senang" kata Selena. "baguslah dan dengan begini kau bisa menghubungiku kapan saja kau mau" kata Reizato yang tersenyum pada Selena.Selena tersenyum "terimakasih Rei-chan"

Tiba-tiba waktu terhenti dan terdengar kaca pecah

'JTAR WUSH'

Dan munculah sebuah kartu tarot beracana Lover yang bergambar wajah amingwati lagi close up dengan ancurnya di dalam kartu itu dan sukses membuat kedua pasangan tadi muntah-muntah."Rei-chan... HUEK... kenapa gambar arcana lovernya ancur begitu?" tanya Selena sambil Muntah-muntah layaknya habis di *PIIIIIIP* oleh Reizato. Reizato Cuma geleng-geleng kepala sambil muntah "HUEK... aku juga tak tahu, tapi kenapa kau bisa berinteraksi di waktu yang berhenti ini?"."itu karena aku adalah pemegang compedium Rei-chan" jawab Selena dan terdengar sebuah suara.

Selamat, social arcana Lover level 1 aktif...

Senjata panah cupid level 1, aktif...

Lalu suara itu menghilang berseta kartunya yang menjadi sebuah cahaya yang masuk ke dalam tubuh Reizato dan waktu kembali berjalan.

"itu tadi anda telah meningkatkan Social link kita berdua" ucap Selena dengan nada senang."Ya, tapi... itu sepertinya akan berat buatku..." jelas Reizato dengan lemasnya. Selena bingung "maksud Rei-chan apa?".Reizato memandang Selena dengan lemasnya "kau lupa apa yang ku bilang tadi di asrama?" kini Selena teringat dengan perkataan Reizato yang tadi pagi."Oh begitu, aku harap Rei-chan bisa terlepas dari kutukan itu" ujar Selena. "Yang benar Kelainan" jelas Reizato dengan lemasnya."Tapi bagiku itu kutukan" ucap Selena yang tak mengalah. Reizato akhirnya mengalah "Hm... terserah kaulah".

Reizato melihat jam tangannya "sudah sore" lalu mereka berdua berdiri, tiba-tiba dia di kejutkan dengan sebuah kertas yang berisi 'kompetisi lomba bernyanyi. Yang nyanyinya bagus akan mendapatkan gitar dan dilaksanakan malam hari di Chagal Cafe hari senin tanggal 25', kini yang ada di pikiran Reizato ("kayaknya aku harus ikut lomba ini"). "maaf ya Selena, apa kau bisa pulang ke asrama sendiri? Karena aku ada urusan" kata Reizato sambil membungkukan badan. "Tak apa Rei-chan, saya bisa pulang sendiri" kata Selena. Reizato kemudian pergi meninggalkan Selena sambil berkata "jangan lupa bilang yang lain kalau aku pulangnya telat" lalu masuk ke dalam sebuah kafe. "baik"

Malam hari di chagali cafe...

Kizuma dan Kizumi sedang asik-asik membicarakan penyanyi-penyanyi yang akan tampil untuk ikut lomba di panggung Chagali café sambil menikmati coffe mereka masing-masing.

"eh tahu nggak?" Tanya Kizumi. "apa Kizumi?" Tanya Kizuma yang penasaran. "malam ini akan ada lomba menyanyi loh dan katanya semua pesertanya ganteng-ganteng, aku pingin lihat" ucap Kizumi dengan mata berbinar-binar. "wah kalau gitu aku pingin lihat juga" kata Kizuma yang bersemangat 45. Kizuka tertawa "hihihi… kalian ini memang adik-adiku yang aneh hihihi…". Kizuma protes "kalau kami aneh berarti Nii-chan juga aneh dong"."benar, berarti kita semua saudara yang aneh" sahut Kizumi dan mereka bertiga diam. Tiba-tiba terdengar suara alat music dimainkan diatas panggung Chagali cafe mengalun pelan. Tiga saudari itu memandang panggung dan yang mereka lihat sekarang adalah seorang pemuda tampan berkacamata hitam bertangkai merah, berompi tipis hitam, bertopi hitam bundar, berkemeja biru dan bercelana jeans hitam panjang layaknya sang detektif, bernyanyi menyanykan lagu 'Seventeen – jaga selalu hatimu' sambil memainkan gitar pinjaman dari Chagal cafe.

Diselah pemuda berambut coklat susu bernyanyi. "KYAAAA…" suara teriakan Kizuma,"laki-laki itu ganteng buanget…" mata kedua saudari Kizuka itu berbinar-binar. "iya, apa dia punya pacar?" Tanya Kizuma. "aku tidak tahu, menurut kabar yang aku dengar dari pengunjung Chagali café disini, dia itu orang baru disini jadi sepertinya dia tidak kenal daerah ini deh" jawab Kizuma. "lalu apa kau tahu dia tinggal dimana?" Tanya Kizuma. "aku dengar dia tinggal di sebuah asrama yang di dirikan oleh putri Kirijou group" jelas Kizumi. "oh begitu rupanya…" kata Kizuma.

Saat music selesai dimainkan, Kizuka berdiri sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya dengan cepat dan berkata pada dua adiknya "lebih baik kita pulang, karena banyak preman berkeliaran di malam hari, juga 'kucing garong' dimana-mana" sambil berjalan menuju ke pintu keluar. "baik" jawab Kizumi. Kizuma mau protes "tapi Nii-chan-" namun Kizuka dan Kizumi menjauh dengan cepat sebelum Kizuma menyelesaikan perkaataannya. "Nii-chan tunggu aku!" teriak Kizuma sambil berlari menuju dua saudarinya.

Senin Tanggal 25 bulan mei tahun 2009, malam hari

Back Alley

"Nii-chan tunggu…" teriak Kizuma. "cepat, nanti banyak preman sama 'kucing garong' loh" kata Kizuka yang menunggu Kizuma. "maaf-maaf" Kizuma akhirnya sudah berada di samping mereka. "sudah, lebih baik kita cepat sebelu-" perkataan Kizuka tiba-tiba terpotong saat dikepung 9 orang preman.

"Cewek… main yuk" suara salah satu preman. "kalian mau kemana, mending main sama kita-kita, iya nggak…" kata preman yang di sebelahnya. "ayo cyin, main sama eke yuk~" kata preman satunya yang sepertinya banci kaleng sampai-sampai Semua preman dan tiga wanita Sweatdrop mendengar perkataan preman tadi. "WOY, LO ITU PREMAN BUKANNYA BANCI DODOL!" teriak preman yang satunya pada preman banci tersebut. "loh, bukannye malam ini malamnya kita jadi banci cyin?" Tanya preman layaknya banci kecebur got. "Woy, lu nggak inget apa kalau kemarin malam kita sudah jadi banci, berarti sekarang giliran malam ini kita jadi preman, mengerti nggak lu" jelas Preman tadi kepada preman banci tadi dengan suara lantang. "mengerti cyin-eh maksud saya mengerti Gan" balas banci kaleng tadi yang sekarang menjadi preman seutuhnya.

Kizuka sweatdrop "ternyata mereka memiliki dua profesi ya?". "iya Nii-chan, orang-orang yang langkah" balas Kizuma dan Kizumi yang juga ikut-ikutan sweatdrop.

"nah kalau lu ngerti sekarang kita 'main ranjang' sama mereka, 1 cewek buat 3 orang" kata Preman tadi. "SETUJU!" teriak 8 preman lainnya yang memandang Kizuka, Kizuma dan Kizumi dengan pandangan mesum. "aduh Nii-chan gimana sekarang, kita mau di *PIIIIIP* oleh preman-preman jelek ini" kata Kizumi yang panic. "kalau premannya ganteng kayak artis, lu mau di gituin?" Tanya Kizuka. "iya Nii-chan hehe…" jawab Kizumi dengan tertawa pelan. Dua saudaranya sweatdrop "kau ini…". "tapi ini bukan waktunya, kita lawan saja mereka" ucap Kizuma yang menyiapkan ancang-ancang karatenya. "baiklah" Merekapun berpose layaknya 3 agen wanita charle angels yang siap mau menyerang

Preman tadi tersenyum mesum "heh... mau melawan kami ya, oh tidak bisa… kami ini ku-" belum selesai preman tadi bicara, tiba-tiba sebuah tong sampah menabrak kepalanya hingga preman tadi pingsan seketika.

'TIUNG BRAK'

"ore senjou!" suara dari seseorang sambil bergaya seperti layaknya kamen rider den-o versi Momotaros. "siapa itu yang berani melukai bos kami jika ia tak ingin hidup" teriak semua preman yang kini memandang pelaku pelemparan. Lalu munculah pemuda berambut coklat susu yang bernyanyi di Chagali café tadi dengan membawa gitar dan berkata "itu saya Mbak…" sambil memainkan gitarnya 'JREENG' "si kesatria bergitar datang" lanjtunya.

Kizuma dan Kizumi tersenyum lebar "wah Pria itu yang ada di chagali cafe, keren sekali!" dengan mata berbinar-binar seperti kuda binal*plak.*

"kurang ajar beraninya kau menyebut kami mbak, kau ternyata bosan hidup ya. Semuanya serang!" teriak preman dan semua preman menyerbu pemuda berambut coklat berkacamata hitam. Lalu terdengarlah alunan lagu 'Doa - Eiyu' dari lagu pembuka ultraman Nexus opening pertama.

'BRAK'

'BUG BAG BUG'

'JTAR'

'NGEONG(?)'

'WACYAH(?)'

'BRRRR(?)'

'DHAR(?)'

'BAG BIG BUG'

'CIUUUUT DHUAR(?)'

'NGEK(?)'

'CKLIK'

'JLEB SLASH AARGH(?)'

'WUSH'

'CLINK'

'TUT TUT(?) JES JES JES(?)'

'GOAAAL(?)'

'MINYAAAAK~(?)'

'SOL SEPATU~(?)'

'SAYANG ANAK SAYANG ANAK~(?)'

'KEMANA~ KEMANA~ KEMANA~(?)'

'JUS… MELON~ I WANNA BUY~(?)'

'FIRE FIRE(?)'

'DHOR DHOR DHOR'

'REPORT THE TEAM(?)'

'SECTOR CLEAR(?)'

'FIRE IN THE HOLE(?)'

'DHUAR'

'COUNTER-TERRORIST WIN(?)'

Akhirnya 9 preman tadi terpental kemana-mana setelah terkena ledakan granat cinta(?) dari pria pemuda berambut coklat susu tadi dan musikpun berhenti dimainkan. "Hah rasain tuh, mangkannya jangan suka ngegoda perempuan yang rajin ibadah(?), selalu sholat(?) dan patuh terhadap perintah orang tua(?). Jika kalian macam-macam, akanku habisi kalian lebih dari ini!" teriak pemuda berambut coklat susu tadi pada preman-preman yang terpental jauh dengan coolnya. Kemudian pemuda berambut coklat susu memandang Kizuka, Kizuma dan Kizumi "kalian bertiga tak apa?"

Pipi Kizuma dan Kizumi merona merah "ka-kami tidak a-apa-apa, terima kasih...". Kizuka Cuma mangap tentang kejadian aneh bin ajaib yang dia lihat tadi. "kau tak apa?" Tanya pemuda berambut coklat susu yang sedang memandang wajah Kizuka dengan heran. Kizuka tersadar dan segera menjawab "ti-tidak apa-apa dan terima kasih telah menolong kami" Pemuda berambut coklat susu menjawab "sama-sama dan boleh Tanya, saya ini siapa ya?" dengan polos.

'GUBRAAK' semuanya pun jatuh ala anime.

"Mereka bertiga itu masih belum kenal, jadi saya tulis pemuda berambut coklat susu. Begitu…" jelas Author layaknya Parto sang dalang dari OVJ. "oh~, saya sekarang mudeng" ucap Reizato."ya sudah, back to story"

Back to story yuk~

"oh ya, boleh kenalan?" Tanya Kizuka. "boleh, perkenalkan namaku Reizato Takeba dan aku bukan terrorist" kata Reizato sambil mnyimpan kacamata hitamnya dan berjabat tangan dengan Kizuka dan Mereka bertiga sweatdrop saat mendengar dirinya bukan 'terrorist'. "oh ya, perkenalkan namaku Kizuka hinamori dan mereka ini adik-adikku namanya Kizuma dan Kizumi Hinamori" jelas Kizuka sambil menunjuk ke dua adiknya yang pipi mereka masih merona merah karena melihat ketampanan Reizato. "oh hai" kata Reizato sambil tersenyum pada kedua adik Kizuka. "KYAAAA…" mereka berdua langsung pingsan terkena senyuman Deadly Sky milik Reizato. "sepertinya aku harus membantu mengantarmu pulang" tawar Reizato."Oh tidak, aku bisa sendiri dan rumah kami hanya tinggal satu blok dari sini" kata Kizuka yang tengah menyeret Kizuma dan Kizumi dengan sadisnya. "oh yasudah kalau begitu, hati-hati dijalan" kata Reizatyo pada Kizuka. Kizuka yang jauh berteriak "ya, kau juga hati-hati!" dan berbelok di tikungan tajam(?).

Tiba-tiba waktu terhenti dan Reizato mendengar suara.

'JTAR'

Lalu muncul kartu tarot arcana Fortune yang bergambar Parto dengan baju dalangnya dan terdengar suara.

Selamat, anda memunculkan social Link arcane fortune lv.1 yang berarti,
anda mendapatkan senjata
dual FN Five-Seven lv.1 aktif...

Lalu sebuah cahaya masuk kedalam tubuh Reizato.

Mata Reizato kaget "a-apa? ?". Reizato langsung melompat kegirangan "oke, aku dapat senjata yang bagus. Aku tak sabar mencobanya" lalu Reizato kembali pulang .

TBC


Senjata/skill:

Panah Cupid(Lover): panah dengan ailment charm yang sedikit berguna jika di level 1 dan sangat berguna di level 10. type pierce Attack

Dual FN Five-Seven(Fortune): siapa yang tak tahu senjata jenis ini? Senjata ini selalu muncul di game PC 'Counter Strike'. Senjata berpeluru lebih dari 10 ini mempunyai tambahan skill Critical, cuman di level 1 sedikit berfungsi tapi di level 10 sangat berfungsi. type Pierce Attack

Sp-CS: sekali lagi terima kasih atas reviewnya, karena satu review sama dengan semangat bagi saya untuk membuat cerita ini. Dan sekali lagi mohon beri saya Review seikhlasnya meskipun banyak sekali Typo, dengan senang hati dan sehat walafiat. Untuk yang UN saya doakan semoga berhasil dan mendapat Nilai tertinggi dengan suksesnya. Jadi sekali lagi mohon...

R&R...