Persona 3: petualangan sang kakak
Akhirnya update lagi dan kali ini semoga tidak seaneh chapter sebelumnya. Untuk Kuroi Onee-san terimakasih atas Reviewnya, Reviewnya sangat benar-benar-benar berguna bagi fict saya. Untuk para Reader juga telah membuat semangat saya kembali memuncak sampai ujung kepala saya berlubang dan memuncratkan cairan merah yang mengerikan sampai-sampai di tambal di tukang tambal ban setempat*Author lebay*, jadi saya mohon chapter yang satu ini untuk di Review...
Disclaimer: persona 3 milik Atlus dan itu kenyataan.
Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh*
Summary: setelah kejadian kemarin, Minato bangun dari ranjangnya dan berkaca. Tiba-tiba di balik kaca terdapat bayangan yang Minato kenal, bayangan apa itu dan dapatkah Reizato dan Minato memecahkan Misteri mereka masing-masing.
Rabu Tanggal 27 bulan mei tahun 2009, pagi hari
Asrama Iwatodai, lantai 2 kamar Minato
Pagi hari Minato bangun dari ranjangnya namun semalaman tadi dia tidak bisa tidur, bukan karena mengingat memori saat dirinya berusaha menyelamatkan Yukari, melainkan memandang Pale Rider yang hampir saja membunuhnya jika tidak ada Reizato yang saat itu menolongnya. Dia berdiri dari ranjang dan segera mencuci muka lalu menatap wajahnya yang ada di balik cermin dengan dalamnya. Terlihat wajah ketakutannya akan 'Kematian' yang dia temui.
"Kenapa?" Minato menatap kedua tangannya yang bergetar."Kenapa aku begitu takut?" dia lalu memejamkan mata sambil menghelah nafas panjang "Haaaah... mungkin aku terlalu tertekan". Lalu membuka kaca yang ada dihadapannya untuk mengambil pasta gigi 'Komodo' rasa coklat. Saat dia mentutup kotak kaca itu, tiba-tiba matanya terbelalak kaget karena terlihat sesosok bayangan yang di tunjukan cermin berada dibelakangnya sambil tersenyum."Orpheus"
Chapter 7: Misteri
Lantai 2
Reizato seperti biasa memasakan makanan untuk anak-anaknya*Author di lempar wajan*."WOY BANGUN, SARAPAN SUDAH SIAP!" teriaknya sampai membuat kaca di asrama pecah*Author di lempar kaca pecah*. Semua penghuni asramapun loncat dari lantai 2 dan 3 atas ijin tuhan yang Maha Esa*Author lebay*."Iya-iya, Yawn... kami turun" ucap setan merah*Author di santet* yang tak lain adalah Minako dengan malasnya. Sarapan pagipun mereka lahap dengan lahapnya sampai-sampai orang yang membuat sarapanpun ikut mereka makan juga*Author juga termakan*.
Beberapa menit kemudian, Reizato terus kepikiran tentang arti symbol Yunani yang ada di kunci emas yang dia sembunyikan.("Apa aku harus menelepon mereka?") batinnya."Rei-chan, kau kenapa?" tanya Selena dengan nada khawatir. Reizato segera tersadar "eh, tidak apa-apa,hm? Mana yang lain?" tanya Reizato sambil melihat keadaan meja makan yang sudah sepi bagaikan kuburan."Mereka sudah berangkat ke sekolah" jawab Selena."Oh... apakah bekalku sudah di bawah Yukari?" tanya Reizato pada Selena."Sudah" jawab Selena."Syukurlah" Reizato lalu beres-beres dan membantu Selena membersihkan meja makan.
-00-
Stasiun Iwatodai
Gerbong kereta, nomor 5
Minato menoleh ke arah kaca yang ada di belakang tempat duduknya, tapi bukan untuk melihat pemandangan yang biasa dia lihat. Melainkan melihat dirinya sendiri yang ada di balik kaca.
"Orpheus" Gumamnya pada dirinya sendiri.
"Hm, Nii-san tadi mengatakan sesuatu?" tanya Minako yang dari tadi duduk di sebelah Minato sambil mendengarkan musik di MP3nya dan tidak sengaja mendengarkan sepercik perkataan yang keluar dari mulut Minato. "Ah, tidak, pasti kau salah dengar" ucap Minato pada adiknya."Hmm..." kini mata Minako menaruh pandangan curiga pada kakaknya "Nii-san aneh," lanjutnya dan mendengarkan lagunya lagi sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan cepat hingga kepalanya lepas dan terbang ke luar dari gerbong kereta, lalu darahnya muncrat keorang-orang yang ada disana dan tewaslah dia*Author di cekek Minako sampai puas*. Minato yang mendengar hal itu hanya bisa sweatdrop dan pasrah, kemudian kembali melihat kaca lagi.
Asrama Iwatodai, Siang
Lantai 1
Reizato sedang berada di meja recepcionis yang sepertinya menelepon seseorang.
"Halo, bisa saya bicara dengan Conan Edogawa?" tanya Reizato pada Seseorang yang dia telepon."Maaf Conannya sedang sekolah dan anda ini siapa ya?" tanya seseorang bernada cewek yang ada di telepon."Saya Reizato Takeba, maaf mengganggu" ucap Reizato dengan formalnya."oh Rei-kun rupanya, ingat aku tidak? Aku ini Ran, Ran Mori" ucap cewek yang ada di telpon yang ternyata Ran Mori, putri detektif dari Kogoro Mori yang selalu di bius oleh Conan jika mau menyelesaikan kasus sampai overdosis."Oh ini Ran, maaf ya mengganggu, dah..." Reizato segera menutup teleponnya agar tidak memenuhi durasi "huh... baiklah, coba ku telepon Shotaro atau Philip" diapun menekan tombol-tombol nomor telepon.
'TUT'
"Halo, ini siapa?" tanya seorang laki-laki di telepon."Ini Reizato Takeba, bisa saya bicara dengan Philip atau Shotaro?" tanya Reizato dengan formalnya."oh Rei-san, ini aku Philip, ada apa?" tanya Philip."aku mau-" tiba-tiba perkataan Reizato terputus oleh sebuah suara,
'CLINK'
"Maaf ya Rei-san, ada monster yang menyerang Windy City, mungkin lain kali kita bisa bicara lagi." ucap Philip."Tapi-" namun perkataan Reizato kembali terpotong oleh suara,
'CYCLONE'
"HENSHIN"
'TUT' teleponpun mati.
"HALO, HEI PHILIP, HALO. Ya di putus..." kini Reizato mencoba nomor telepon lain. "Semoga Watari atau L yang menjawab"
'TUT'
"Halo, ini sambungan rahasia internasional, silahkan masukan kode untuk masuk ke sambungan ini" ucap penerima telepon dengan suara yang di samarkan."R1234" ucap Reizato."kode yang di masukan benar" lalu suara itu terputus beberapa detik. Selama beberapa detik, akhirnya di angkat oleh seseorang laki-laki "Halo R, ini kau?"."Hoi-hoi... ini memang aku, L. Watari dimana kok nggak biasanya kamu yang jawab?" tanya Reizato yang sukses membuat L menangis."Watari... dia... mati." Ucap L dengan terisak."Ma-mati..." Reizato tak percaya dengan perkataan L "kenapa bisa begitu, siapa yang membunuhnya?" tanyanya dengan nada preman."jawabannya ada di 'Death Note: Last Name', jadi lihatlah dan juga dalam 23 hari ini aku akan mati, jadi lihat juga 'Death Note: L Change The World', sudah dulu ya aku akan segera menyusul Watari." ucap L dan sambungan telepon diputus olehnya."Halo-halo, L aku ini ingin bertanya, kenapa kau malah promosi film 'Death Note' sih?" ucap Reizato kesal dan sweatdrop lalu menutup teleponnya.
"Haaaah..." kini Reizato bisa pasrah sambil mengipasi dirinya dengan topi bundarnya,"lebih baik aku ke perpustakaan Iwatodai"."Rei-chan mau kemana?" tanya Selena yang dari tadi duduk di sofa dan sedang menonton tv."Aku akan pergi sebentar dulu" jawab Reizato."Aku ikut boleh?" tanya Selena."Baiklah"
-00-
Gekkoukan High school, makan siang
Lantai 2
Minato dan kawan-kawan sedang makan siang bersama di bawah pohon yang ada di belakang sekolah. Minato masih memikirkan arti senyuman orpheus ke dirinya tanpa memperdulikan bekal makanannya yang kini secara diam-diam di habiskan oleh seekor kambing*Author di bacok Hermes*.
Minako yang dari tadi melihat kelakuan kakaknya yang kini makin aneh segera menyadarkannya dari ajaran sesat. "NII-SAN, BANGUN!" teriak Minako dengan menggunakan speaker yang di dapatkannya dari Masjid Agung Surabaya. Minatopun kaget dan secara tak sengaja dengan latahnya mengucapkan "Ayam-ayam-ayam" dengan merentangkan kedua tangannya ke atas, lalu memandang Minako dengan tatapan marah "KAU INI APA-APAAN SIH, SAMA KAKAK KOK GITU?" tanya Minato yang marah kepada Minako."AKU SUDAH MEMANGGIL NII-SAN BERULANG KALI KARENA TUH," bentak Minako sambil menunjuk bekal makan siang Minato yang telah di habiskan seekor kambing "bekalnya Nii-san di makan kambing"."Apa?" Minato lalu menengok bekalnya "WOY JUNPEI, JANGAN NGABISIN BEKAL GUE!"."Sorry Dude, habis kamu ngelamun sih, kukira kamu nggak mau makan. Daripada basih yang sudah, aku makan" jawab Junpei seadahnya yang sudah menghabiskan bekal Minato tanpa ampun.
"Bekalku..." Kini Minato bisa menangisi bekalnya yang sudah dijamak seekor kambing sambil menahan dasyatnya kelaparan yang menghampiri Lambungnya. Melihat hal itu, Minako dan Yukari merasa kasihan pada Minato."Nii-san ambil bekalku saja, aku sudah kenyang kok" ucap Minako."jangan Minako-chan, lebih baik Minato-kun makan bekalku saja. Bekalku ini terlalu banyak jadi..." Yukari lalu memberikan sebagian bekal jumbo buatan kakaknya pada Minato "...ini untuk Minato-kun saja". Minato merasa terharu "terimakasih Yukari-chan, Itadakimasu." lalu melahap sebagian bekal dari kakakknya Yukari "hmm... enak.". Junpei yang melihat itu menulurkan tangannya ke arah Yukari "buatku mana, Yuka-tan?"."MATI AJA LOE" jawab Yukari.
Beberapa menit kemudian, mereka selesai makan siang bersama."Allhamdulilah, sesuatu banget gitu" ucap Minato yang sudah melahap habis bekalnya dengan senang hati."Hihihi..." Yukari tertawa manis. Minato yang mendengar itu menjadi heran dengan Yukari "Ada apa? Kenapa kau tertawa seperti itu?". Yukari lalu mengeluarkan sebuah saputangan berwarna pink bertuliskan 'Pink' dan mengelap mulut Minato yang berlumuran sisa bekalnya "itu karena ada sisa nasi di mulutmu". Mendengar hal itu dan juga mendapat sebuah usapan sapu tangan dari Yukari, pipi Minato kini merona merah."hi... pipi Nii-san jadi merah" goda Minako yang tidak sengaja melihat wajah kakaknya. Mendengar hal itu Minato membalikan wajah "a-apa maksudmu?"."Kan benar kalau pipi Nii-san memerah, berarti Nii-san..." Minako lalu berdiri dan melanjutkan perkataannya "Nii-san suka Yukari-chan!." Teriaknya dan berlari."Minako, sini kamu!" teriak Minato yang kini mengejar Minako."Tangkap dulu aku kalau bisa!" teriak Minako dari kejahuan."Awas ya kalau kau ku tangkap" teriak Minato. Kini Minato tahu arti senyuman Orpheus yang ada dipikirannya itu yang mengartikan 'kau tak sendirian'.("terimakasih Orpheus, sekarang aku mengerti arti dari senyumanmu itu") batin Minato yang kini tersenyum sambil mengejar Minako.
Nampak sesosok Orpheus dilayar dan sesosok wanita berambut pirang panjang berbando putih dengan hiasan sekelopak bunya krisan di rambutnya dan berbaju putih, berkutlit hitam seperti Persona Io milik Yukari berada di samping Orpheus di layar, yang tak lain adalah Eurydice. Mereka berduapun berubah wujud menjadi ayah dan ibunya Minato dan Minako lalu pergi menuju cahaya putih yang ada di belakang mereka dan layarpun memutih.
-00-
Perpustakaan Iwatodai, siang hari
Lantai 1
di suatu Tempat, dimana berjejer-jejer buku di rak buku yang tentunya memiliki arti dari sang penulis, juga banyak memiliki buku gambar dan cerita. Tempat itu tak lain dan tak bukan adalah sebuah perpustakaan.
Reizato meyusuri setiap rak demi rak hanya untuk mencari sebuah kamus Yunani-indonesia(?)."Mana ya?" gumamnya dan tak sengaja melihat seorang wanita berkacamata berambut pirang terkuncir yang tidak lain dan tidak bukan salah satu anggota Three Moiare sister, yaitu Kizumi Hinamori yang sedang membuat laporan tugas kuliahnya."Hei itu Kizumi, sepertinya dia pintar, lebih baik aku bertanya padanya." Reizato lalu menghampiri Kizumi.
"Sejarahnya Orpheus gitu ya, kasihan sekali dia." Gumam Kizumi yang tengah membolak-balikan halaman buku sejarah Yunani."Kizumi" Kizumi pun menoleh ke arah asal suara itu yang tak lain adalah suara Reizato."KYAAA... REIZATO" teriak Kizumi dan mendapatkan hadiah "SSSSSHHH..." dari semua orang. Kizumi membungkukkan badan ke semua orang yang disana "Maaf-maaf..." lalu memandang Reizato "Reizato kenapa ke sini?"."aku disini mencari sebuah kamus, oh ya. Kau tahu arti kata ini" Reizato lalu menunjukan kunci emas berukiran symbol yunani."Oh... ini artinya 'Kunci Pembuka Peti'." Jawab Kizumi."Oh... terimakasih ya" ucap Reizato lalu dirinya mulai heran "kenapa kau sendirian, mana Saudari-saudarimu yang lain?"."Oh... mereka sedang mencari orang" Kizumi."Mencari orang?" tanya Reizato.
"Sejak kematian pacar Nii-chan, lalu kemunculan orang itu..." Gumam Kizumi yang tidak sengaja terdengar oleh Reizato. Kizumi lalu sadar "eh, kau dengar ya, tolong rahasiakan ya" lalu dia berdiri dengan membawa buku "sudah dulu ya, sayonara..." dan pergi ke meja perpustakawan lalu pergi keluar. Tiba-tiba Reizato mendengar suara arcana social link Fortunenya naik level 2 yang berarti social linknya menjadi level 2.("Fortuneku naik") batinnya ("jadi salah satu kakaknya mempunyai pacar yang mati ya, Lalu apa maksud kemunculan orang itu?") Reizato lalu menatap kunci emasnya ("juga arti 'kunci pembuka peti'?").
"Rei-chan!" teriak Selena dan mendapat hadiah dari orang sekitar yaitu "SSSSHHH...". Selenapun menundukan badan ke semua orang di sana "ma-maaf semua". Reizato lalu menghampiri Selena "Selena, ayo kita pulang"."Hah? sudah ketemu?" tanya Selena dan mendapat anggukan dari Reizato. Mereka berduapun pulang, kembali ke Asrama.
Di tengah perjalanan, sore
Reizato dan Selena melewati stasiun -tiba seorang yang sepertinya berniat jahat sedang memandang seorang ibu-ibu dengan niatan tak baik juga, pria itu semakin lama-semakin dekat, tangannya bersiap mengambil tas ibu itu. Reizato yang mengetahui niatan tak baik dari orang tersebut perlahan mendekat untuk melindungi ibu itu. Saat tangan orang itu mau mengambilnya mengambil, ibu itu langsung membanting penjahat tersebut. "kena kau" ucap ibu itu dengan suara laki-laki.
'BRUAK' penjahatpun jatuh ke tanah dengan kerasnya "aduh..." desahnya ke sakitan.
Ibu itu atau laki-laki yang menyamar sebagai ibu-ibu mengeluarkan borgol "kau di tangkap atas tuduhan pencurian tas di negeri ini" ucapnya sambil memborgol penjahat tersebut dan melepas wiknya. Semua orang di sekitarnya melihat dia dengan kagum."I-itu, Tetsuya Suou si 'Hot Smoking' ada di Iwatodai" teriak salah seorang yang ada di sana dan semua wanita kecuali Selena teriak "KYAAAAA, TETSUYA!", langsung para perempuan mengerubungi Tetsuya bagaikan semut. "lepaskan aku, woy, aku ini sedang bertugas!" teriak Tetsuya yang kegerahan karena para perempuan yang mengerumuninya bagaikan semut itu dengan sengaja memegang-megang bagian-bagian tubuhnya dengan seenak udel mereka, sampai-sampai hampir saja membuat kepejakaan Tetsuya lenyap di muka bumi ini(?). "GYAAAA, SIAPAPUN TOLONG AKU!" teriak Tetsuya namun dikalahkan oleh teriakan para perempuan yang teriak secara berjamaah "TETSUYA!".
Reizato yang berada di dekat TKP itu merinding gemetaran karena melihat adegan yang tak pantas di lihat olehnya karena masih memiliki kelainan tersebut "GYAAAA..." teriaknya yang juga tidak mau kalah dari teriakan Tetsuya.
Tiba-tiba, penjahat yang tadinya di borgol oleh Tetsuya melepas borgolnya sendiri lalu menghampiri Selena yang tengah melamun melihat Reizato dan segera menyanderanya."JANGAN ADA YANG MENDEKAT! JIKA ADA TANG MENDEKAT, AKANKU BUNUH GADIS INI!" ancam Penjahat itu yang sukses membuat semua orang sekitar sadar. Tetsuya dan Reizato segera bersiap siaga. Tiba-tiba terpikirkan sebuah ide oleh Reizato cara melepaskan Selena dari penjahat tersebut, Yaitu...
"Hei kau" panggil Reizato pada penjahat tersebut. penjahat tersebut menoleh ke arah Reizato "APA?" dan saat penjahat itu menoleh, tiba-tiba Reizato melemparkan sebuah topi bundarnya ke arah wajah penjahat tersebut dan berhasil membuat penjahat tersebut tidak dapat melihat apapun karena topi bundar Reizato di beri lem perekat oleh Reizato sendiri."GYAAAA, APA-APAAN INI, AKU TAK DAPAT MELIHAT!" teriak penjahat tersebut yang tengah berusaha melepaskan tempelan topi Reizato."Selena menjauh!" perintah Reizato dan Selenapun berlari menjauh,"THIS TIME TO ALL OUT ATTACK GUYS" teriak Tetsuya dan seketika itu juga, wajah Tetsuya dan Reizato close up di layar, juga terdengar alunan musik 'FIGHT' dari Gundam 00 yang berarti mereka akan meng-all-out-attack panjahat tersebut.
'BRAK'
'BRIK'
'BRUK'
'JTAR'
'PLAK'
'KLEK'
'CKLIK'
Penjahat tersebut berhasil di borgol lagi oleh Tetsuya dengan bantuan Reizato, Selenapun terselamatkan tanpa luka sedikitpun. Reizato mengambil topi bundarnya dan menghampiri Selena "kau tak apa Selena?". Selena tersenyum "aku tak apa Rei-chan". Reizato merasa lega "syukurlah"
Akhirnya kejadian tersebut masuk TV dan penjahat tersebut masuk penjara dengan masa hukuman 5 tahun penjara karena mencuri, di tambah 10 tahun karena menyerang petugas, di tambah lagi 7 tahun penjara karena menyandera seorang perempuan. Jadi total penjahat itu dapat adalah 22 tahun penjara.
"Hei" panggil Tetsuya pada Reizato "terimakasih atas bantuanmu".Reizato tersenyumm pada Tetsuya "sama-sama, perkenalkan Reizato Takeba dan ini tunanganku Selena"."Salam kenal" sapa Selena."Salam kenal juga, namaku adalah Tetsuya Suou" sapa Tetsuya. Akhirnya mereka berbincang-bincang dan minum-minum bersama di wild duck burger sambil mendengarkan lagu Doraemon yang dimainkan di sana pula."jadi kau polisi di sini ya?" tanya Reizato."sebenarnya sih tidak, 1 bulan yang lalu aku di pindahnkan dari kota asalku ke sini" ucap Tetsuya."oh begitu, jadi apa di sini kau punya teman?" tanya Reizato."Sampai sekarang sih masih belum" jawab Tetsuya sambil merokok."kalau boleh, aku bisa menjadi temanmu?" tawar Reizato dengan senang hati."Dengan senang hati, aku terima"
Tiba-tiba waktu terhenti dan terdengar kaca pecah di mereka bertiga.
'JTAR'
"ada apa ini?" tanya Tetsuya yang heran. Reizato tidak percaya dengan apa yang di lihatnya bahwa Tetsuya juga bisa berinteraksi di waktu yang berhenti,"Tetsuya, kau juga bisa berinteraksi di waktu yang terhenti ini?" tanya Reizato."Entahlah, lalu kenapa kalian juga?" tanya balik Tetsuya."Nanti kami jelaskan"
Kemudian sebuah kartu Arcana Star menampakan dirinya di hadapan mereka dan terdengar sebuah suara.
'Selamat, anda telah memunculkan social link arcana star level 1,'
'Yang berarti senjata Star Claw level 1 terbuka'
Lalu kartu arcana Star berubah menjadi 2 buah bolah cahaya berwarna merah dan putih. Bola cahaya merah masuk ke dalam tubuh Tetsuya dan yang berwarna putih masuk ke dalam tubuh Reizato. Saat setelah cahaya berwarna merah masuk ke dalam tubuh Tetsuya, Tetsuya mengerang kesakitan sambil memeggang kepalanya "Aaaarrgh..." sampai membuat sebatang rokoknya jatuh ke lantai. Seketika itu juga sepercik gambar dirinya bersama seorang wanita berambut hitam panjang lurus muncul di dalam ingatannya."Ma... ya..." ucapnya pelan tanpa sadar lalu dia pingsan."Tetsuya!" teriak Reizato yang khawatir terhadap keadaan Tetsuya. Waktupun kembali berjalan dan Tetsuya dilarikan oleh Reizato ke rumah sakit."Ma...ya..."
TBC
Senjata/skill:
Star Claw: sebuah senjata berbentuk cakar milik kamen rider OOO yang selalu berada di kedua tangannya, terdapat ailment poison didalamnya namun sedikit berfungsi di level 1 dan sangat berguna di level 10. Type serangan Slash.
Maaf pendek jadi Silahkan, diReview-diReview Fict saya jika yang berminat. Walau yang tak berminat tetap...
R&R
