Persona 3: petualangan sang kakak

Akhirnya update lagi dan kali ini semoga tidak seaneh chapter sebelumnya. Untuk Kuroi Onee-san terimakasih atas Reviewnya, Reviewnya sangat benar-benar-benar berguna bagi fict saya. Untuk para Reader juga telah membuat semangat saya kembali memuncak sampai ujung kepala saya berlubang dan memuncratkan cairan merah yang mengerikan sampai-sampai di tambal di tukang tambal ban setempat*Author lebay*, jadi saya mohon chapter yang satu ini untuk di Review...

Disclaimer: persona 3 milik Atlus dan itu kenyataan.

Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh*

Summary: Tetsuya ingin mencari jawaban atas hal yang terjadi dan Igor memberi tahu takdir yang akan di jalani Tetsuya, apa itu baca saja


Unknown Palace

"Dimana aku?" Tanya Tetsuya pada dirinya sendiri sambil melihat tempat dimana dia berada. Di sekitarnya yang terdapat daerah berpasir, pintu-pintu berdiri dengan bentuk juga warna yang berbeda dan langit biru pertanda siang. Namun Tetsuya tidak merasakan panas yang ada di sekitar tubuhnya. Tiba-tiba terdengar suara dari belakang Tetsuya "Tetsuya Suou, apakah kau melupakanku?" dengan nada jahat. Tetsuya lalu membalikan badan, Kini matanya terbelalak kaget karena yang ada di hadapan dirinya adalah seseorang serba putih, bertopi aneh dan berpenampilan seperti badut sambil memegang pemantik silver dan melemparkannya ke atas lalu menangkapnya seperti di buat mainan olehnya.

"Siapa kau?" tanya Tetsuya."Aku, hahaha..." tapi badut itu malah tertawa dan tidak lama kemudian, dia berhenti tertawa. "Aku? aku adalah Joker"

Chapter 8: My Memories, i Don't Know

Kamis Tanggal 28 bulan Mei tahun 2009, dini hari

Tatsumi Memorial Hospital, Kamar no.212(Wiro Sableng?*plak*)

Reizato sedang duduk disebelah Selena yang kini tertidur pulas di sebelahnya namun jaraknya jauh yaitu 5 meter dari TKP(Tempat Ketiduran Pelaku*Author sarap*). Mereka masih menunggu kesadaran pemuda yang tentunya protagonis Persona 2 yang kini masih belum sadar dari ajaran sesat*Author di tumbuk Roy Suryo*."Maya?" gumam Reizato yang masih memikirkan nama seseorang yang disebut oleh Tetsuya sebelum pingsan.

Selena kemudian bangun karena tak sengaja mendengar seucap kalimat dari Reizato "Rei-chan... Yawn... kenapa tidak tidur?, apa sedang memikirkan sesuatu?"."oh kau bangun ya, pasti karena gumamanku itu, maaf ya Selena?" ucap Reizato sambil tersenyum simpul ke arah Selena. Selenapun membalas senyuman Reizato "tak apa Rei-chan, oh ya. Jadi apa yang Rei-chan pikirkan?". Reizato lalu menjawab "Maya". Saat mendengar jawaban Reizato, raut wajah Selenapun menunjukan expresi heran "Maya?"."ya, Maya itu siapa ya?, pasti seseorang yang paling penting buat Tetsuya. Karena sebelum dia pingsan, dia menyebut nama 'Maya' dan juga sampai saat ini," ucap Reizato sambil memandang indahnya pemandangan malam di luar jendela rumah sakit."dan satu hal yang paling mengganjal di pikiranku adalah kenapa dia bisa berinteraksi di waktu yang terhenti sama seperti diriku, dirimu, Minato dan Minako?" tanya Reizato yang sekarang memandang Selena."I-itu..." Selena kini gugup.

Reizato lalu tersenyum pada Selena "tidak di jelaskan juga tak apa-apa, aku tidak memaksakanmu kok"."Sebenarnya..." Selenapun mulai menjelaskan tentang Tetsuya "Tetsuya Suou adalah Persona-user sama seperti Rei-chan, juga dia itu sedang kehilangan ingatan setelah berhasil mengalahkan makhluk yang bernama Joker". Reizato terkejut saat mendengar penjelasan Selena bahwa dirinya MAHO*Author di tikam Amingwati* "APA!"

Tiba-tiba Tetsuya tebangun dari makamnya*Author di Agidyne Apollo* "Yawn..." lalu melihat sekitarnya "eh, ini dimana?", Reizato lalu berkata "ini di rumah sakit, tadi kau pingsan saat kau menerima cahaya Arcana Star"."Arcana Star?" Tetsuya kini bingung."ya"

Reizato dan Selena kemudian menjelaskan apa yang terjadi pada Tetsuya Suou."Sudah ya, kami pulang dulu sebentar, nanti aku akan menjemputmu karena sebentar lagi kau akan keluar dari rumah sakit ini. Jadi tidurlah" Jelas Reizato dan mereka berduapun pulang ke Asrama."Apa benar aku hilang ingatan?" Tetsuya lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang "Lalu siapa sebenarnya gadis yang ada di ingatanku, juga siapa Joker dan kenapa aku menyebut nama Maya?. Yawn... lebih baik tidur lagi ah~" dan akhinrya dia Tertidur untuk selama-lamanya*Author di Heat Kaiser*

Velvet Room

Kini sebuah cahaya membawa kesadaran Tetsuya menuju suatu tempat berwarna biru Velvet yang tak lain dan tak bukan dan tak tidak dan*Author di lempar panci*, langsung saja yaitu Velvet Room.

"Welcome in Velvet room my son" ucap Igor yang di temani seorang bertopeng kupu-kupu putih yang sebagian rusak yang tentunya Philemon."Senang bertemu anda lagi Tetsuya Suou" ucap Philemon yang kabur dari dunia Digimon(emang Digimon?*Author di lempar ke fandom Gundam 00 dan terjadilah Crosshover Gundam 00 x Persona series(?)*). Tetsuya hanya bisa bingung dengan kejadian yang di alaminya kini "Kalian siapa? aku tak kenal dengan kalian". Igor tersenyum manis*Author+Tatsuya+Readers muntah darah* "Perkenalkan, namaku Igor dan orang di sebelahku ini adalah asistenku yang bernama Philemon" ucap Igor sambil menunjuk Teroris yang ada di sebelahnya*Author di tikam Philemon*."Salam kenal" ucap Philemon.

-00-

Kamis Tanggal 28 bulan Mei tahun 2009, menjelang pagi hari

Asrama Iwatodai, lantai 1

"Tadaima," ucap Reizato yang kembali bersama Selena dari rumah sakit."ZZZZzzzz..." terdengar suara dengkuran seorang laki-laki. Reizato lalu menoleh ke asal suara itu dan berteriak "GYAAAAA!" lalu akhirnya dia pingsan. Ternyata yang di lihat Reizato adalah adiknya yaitu Yukari sedang tidur di pundak Minato karena lelah menunggu kakaknya yang turut tak pulang-pulang dari Kuburnya*Author di kubur hidup-hidup*.

Yukari dan Minato lalu terbangun saat mendengar teriakan tersebut."Yawn... nii-san sudah pulang ya," ucap Yukari dengan polosnya sambil mengucek matanya. Setelah mengucek matanya, Yukaripun kaget dan tersadar saat melihat keadaan Reizato dengan jelasnya yang kini gemetaran menggigil."NII-SAN, NII-SAN TAK APA?" tanya Yukari dengan nada khawatir.

"A-a-a-aku ti-ti-tidak a-a-a-apa-a-a-a-apa," ucap Reizato sambil gemetaran merinding."Selena-san, siapkan ember " ucap Yukari pada Selena dan Selena pergi mengambil banyak air dan,

'BYUR'

Reizatopun sadar tapi sekarang masih menggigil kedinginan karena habis di siram oleh Yukari dengan air dingin."Hi... di-di-dingin... te-te-teganya kau Yukari..." ucapnya. Tapi Yukari, Minato dan Selena malah tertawa.

Beberapa menit kemudian Reizato akhirnya memakai baju ganti biasa yang ada di dalam lemari kamarnya."Baiklah, sebelum semuanya bangun aku akan memasakan sarapan untuk kalian. Jadi sambil nunggu aku selesai masak, kalian persiapkan buku-buku pelajaran dan habis itu mandi sana." Lalu Reizato mulai memasakan sarapan untuk semua penghuni terakhir Sesion 10. Minato dan Yukari segera menyiapkan diri untuk pergi ke sekolah.

-00-

Velvet Room

Setelah menjelaskan takdir Tetsuya, Igor menyerahkan sebuah kartu Arcana Star bergambar Apollo kepada Tatsuya, tapi Apollo yang kini di pegang oleh Tatsuya Berwana Hitam."Apa ini?" tanya Tatsuya saat menerima kartu arcana Sun itu pada Igor. "Itu adalah Personamu yang lama telah kau lupakan"."oh, ini namanya Persona" ucap Tetsuya ."Ya, nama Personamu adalah Apollo" ucap Igor sambil meneguk teh buatan Philemon.

"Apollo?" Tetsuya memandang kartu Arcana Star bergambar Apollo dengan dalamnya."Dulu Arcana Personamu adalah Sun, tapi sekarang berganti menjadi Arcana Star" jelas Igor. Tetsuya heran mendengarnya "Kenapa bisa begitu?"."Karena kau telah melupakan semua yang telah membuatmu kembali bersinar terang bagaikan matahari" jelas Philemon.

"Begitu, bagaimana caraku mengembalikan ingatanku?" tanya Tatsuya. Igor tersenyum "Jawabannya hanya ada pada seorang yang kau cintai, yang tak lain dan tak bukan adalah seorang perempuan yang dulunya kau kenal." Jawab Philemon.

Tetsuya berpikir sejenak dan terbayang olehnya sesosok perempuan berambut hitam panjang sebahu yang tak lain adalah Maya Amano, sang kekasihnya yang juga ikut-ikutan hilang ingatan."Maksudmu..." namun perkataan Tetsuya terpotong saat dirinya sudah berada di atas ranjangnya dan waktu yang di tunjukan oleh jam dinding sudah pagi."Hm?"

-00-

Kamis Tanggal 28 bulan Mei tahun 2009, menjelang siang hari

Asrama Iwatodai, lantai 1

Reizato dan Selena bersiap-siap Pergi ke rumah sakit untuk menculik Tetsuya*Author di giles Kompaja*."Ayo Selena" ajak Reizato pada Tunangannya."Baik"

Tatsumi Memorial Hospital, Kamar no.212

'Krek' suara Pintu terbuka.

Tetsuyapun menoleh setelah mengganti bajunya "eh, kalian, kenapa lama?"."Maaf Tetsuya-san, soalnya kami berdua harus membersihkan asrama dulu" jawab Reizato."Asrama?" Tetsuya kini heran dengan jawaban Reizato."Nanti kami jelaskan" jawab Selena.

Akhirnya mereka pergi menuju Wild Duck Burger lagi.

Wild Duck Burger

"Kenapa kita kesini lagi?" tanya Tetsuya."Ya untuk makanlah, 'kan kamu belum makan. Sebagai permintaan maafku, aku akan mentraktirmu" ucap Reizato. Tetsuya tersenyum lebar. Sangking lebarnya dapat membuat seluruh penggemarnya yang ada di Wil Duck Burger pingsan di tempat, bahkan menejer dan pekerja di Wild Duck Burger juga ikut-ikutan pingsan.

Reizato yang melihat semua orang pingsan di Wild Duck Burger malah Sweatdrop "Tet, kalau senyum biasa saja, kayaknya senyumanmu itu dapat membuat semua yang di sekitarmu pingsan deh"."Ma-maaf, soalnya kalau aku senyum tidak sengaja seperti itu" ucap Tetsuya, tiba-tiba dirinya heran "Oh ya, kenapa kalian berdua tidak pingsan saat menerima senyuman mautku?"

Reizato dan Selena menjawab "mungkin kita persona-user kali ya?" dan Tetsuyapun sweatdrop mendengar hal itu."Lebih baik kita pergi ke tempat lain aja, tiba-tiba aku tidak nafsu makan" ucap Tetsuya dan mereka berdua setuju dengan pendapat Tetsuya.

Kuil Naganaki

"Kenapa kita kesini?" tanya Reizato. Tetsuya langsung duduk di kursi yang ada di sana sambil menyalakan sebatang rokok "Karena selama 1 bulan ini, tempat inilah yang menjadi tempat paling nyaman untukku berpikir"."Oh begitu, apa kau sudah mengingat sesuatu?" tanya Reizato, namun Tetsuya menggelengkan kepala,"Tenang, mungkin sedikit-demi sedikit kau akan ingat, sama seperti salah satu temanku yang dulu yang tinggal bersama Partnernya di Windy City". Tetsuya kembli heran "Windy City?"."Yap" jawab Reizato."Siapa dia?" tanya Tetsuya."Philip"

-00-

Windy City, Kantor Detektif Shotaro.

"HACHOO!"

"Kau sakit Philip?" Tanya seorang yang berpakaian detektif yang di ketahui adalah Shotaro Hidari, sang detektif anak buah dari kamen rider Skull kepada Philip teman mahonya*Author di Rider Kick*."Tidak, sepertinnya ada yang membicarakanku" jawab laki-laki manis seperti Tiera Erde sang Gundam Meister Gundam Virtue yang tak lain adalah Philip yang jenis kelaminnya masih misteri*sekali lagi Author di Rider kick*."Hah?"

-00-

Kembali ke Kuil Naganaki

"Dia itu adalah orang yang memiliki indra ke enam yang berguna bagi Partnernya" jelas Reizato."Memangnya apa indra ke enamnya?" tanya Tetsuya yang mulai semangat mendengarkan cerita Reizato."Dapat menemukan rahasia orang lain di dalam pikirannya" jawab Reizato."Waow... hebat sekali, lalu siapa Partnernya?" Tanya Tetsuya sekali lagi."Partnernya adalah Shotaro Hidari, dia itu seseorang yang memiliki insting detektif yang hebat. Sejak bosnya meninggal, dia dan Philip bekerja bersama untuk menuntaskan kasus-kasus kejahatan di Windy City" jelas Reizato.

-00-

Windy City, Kantor Detektif Shotaro.

"HACHOOO"

"Kau kenapa juga Shotaro, sakit ya?" tanya Philip."Sepertinya aku ketularan virusmu Philip" jawab Shotaro."Kalu begitu, lebih baik kita beli obat flue saja" usul Philip dan mereka berdua pergi membeli obat Flue di apotik bang Supri.

-00-

Kembali ke Kuil Naganaki

"Oh..." ucap Tetsuya, "Sepertinya enak ya punya teman"."Emang kau dulunya tak punya teman?" tanya Reizato."Sepertinya punya, tapi aku tak tahu siapa saja yang dulunya menjadi temanku" ucap Tetsuya sambil menundukan kepala ke bawah. Reizato lalu memandang ke langit "mungkin kau masih punya teman dan kini mereka masih tetap menjadi teman-temanmu walau kau masih hilang ingatan, apalagi sepertinya mereka juga akan mencarimu. Aku yakin hal itu". Tetsuya yang mendengar hal itu menitihkan air mata "Terima kasih Reizato-san". Reizato lalu tersenyum ke arah Tetuya "sama-sama, karena kita adalah teman". Tetsuyapun tersenyum "Kau benar".

Tiba-tiba waktu terhenti dan terdengar kaca pecah di telinga mereka bertiga.

'JTAR'

"Ini lagi?" tanya Tetsuya yang kembali heran.

Kemudian sebuah kartu Arcana Star menampakan dirinya lagi di hadapan mereka dan terdengar sebuah suara.

'Selamat, anda telah memunculkan social link arcana star level 2,'

'Yang berarti senjata Star Claw level 2 terbuka'

Lalu kartu arcana Star berubah menjadi 2 buah bolah cahaya berwarna merah dan putih lagi. Bola cahaya merah masuk ke dalam tubuh Tetsuya dan yang berwarna putih masuk ke dalam tubuh Reizato. Saat bola cahaya berwarna merah masuk ke dalam tubuh Tetsuya, kali ini Tetsuya tidak merasa ke sakitan."Huh?"

Waktu kembali berjalan seperti normal.

"Kau tak apa Tetsuya?" tanya Reizato dengan nada khawatir."Tak apa, tapi kenapa kali ini aku tak merasakan apapun?" tanya Tetsuya.

"Mungkin anda telah mendapatkan kembali Persona anda walau masih dalam hilang ingatan" jelas Selena."Persona?" Tetsuya lalu menunjukan Kartu Persona Apollo beracana Star di hadapan Reizato dan Selena "Maksudnya ini". Reizato lalu memandang Persona Tetsuya "ya, itu Persona dan apa nama Personamu?"."Kata Igor nama Personaku adalah Apollo dan kata dia Apolloku arcananya Sun, bukan Star" jelas Tetsuya yang membuat Reizato heran."Maksudnya apa?" tanya Reizato."Maksudnya sih jika ingatanku kembali, wujud Apollo juga akan kembali seperti semula" jelas Tetsuya."oh..."

Tak terasa matahari mulai terbenan di ujung barat.

"yah... sudah sore, kau mau kami antar pulang Tetsuya?" tawar Reizato."Tidak, aku masih ingat tempat yang ku tinggali, kalau tak salah... hm... " Tetsuya berpikir sejenak "kayaknya aku lupa tempatku kembali"

'BRUAK'

Reizato dan Selena jatuh ala anime saat mendengar perkataan Tetsuya."Haaaaah... bagaimana kalau kau tinggal dulu sebentar di asrama bersama kami?" tawar Reizato."Apa boleh buat, baiklah"

Asrama Iwatodai, malam hari saat makan malam

"Tadaima" ucap Reizato saat melangkah masuk kedalam Asrama."Okaeri," sapa Yukari adiknya "Nii-san ini kenapa lama sih?, sudah hampirnya waktu makan malam nih..."."Hahaha... maaf-maaf" ucap Reizato. Yukari lalu melihat seseorang lelaki yang ada di belakang Reizato "Dan siapa yang... kakak..." tidak lama kemudian "KYAAAAA... TETSUYA SUOU SIH 'HOT SMOKING' ADA DI ASRAMA IWATODAI!" teriaknya saat melihat wajah pasaran Tetsuya*Author di Heat Kaiser Apollo*. Seketika Mitsuru dan Minako yang membaca majalah di asrama kaget "Ada apa?" tanya mereka polos."A-a-a-a-ada Tetsuya Suou" ucap Yukari gelagapan sambil nunjuk-nujuk pelaku pencuri BHnya*Author di Garudyne*.

"KYAAAAA... TETSUYA!" teriak Mitsuru dan Minako bersamaan lalu pingsan."Hai..." sapa Tetsuya dengan senyum dan sukses membuat Yukari meleleh bagaikan lilin."Tet, lebih baik jangan senyum yang begituan lagi deh" ucap Reizato."Sory..."

Akhirnya saat sadar, Reizato menceritakan semuanya pada Mitsuru dan Akihiko yang baru turun dari tangga saat mendengar teriakan Mitsuru namun ke WC dulu untuk BAB dan di susul dengan Minato dan Junpei yang akhirnya mereka berebutan WC sampai lama turunnya.

"Begitu..." Mitsuru kemudian berpikir sejenak "Bagaimana kalau tidur satu kamar dengan saya?"."APA!" teriak Yukari, Minako dan Akihiko yang sepertinya cemburu."ITU TIDAK BOLEH MITSURU-SENPAI" teriak Yukari yang tidak setuju degan ucapan Mitsuru."Iya benar, seharusnya Tetsuya itu satu kamar dengankyu~" ucap Minako ngelantur."TIDAK BOLEH, TETSUYA HARUS TIDUR DI KAMARKU!" teriak Yukari yang juga ngelantur."ENAKAN KAMARKU" teriak Mitsuru."TAPI LEbIH NYAMAN KAMARKU" teriak Minako dan pertarungan adu bacotpun tidak terhindarkan walau sudah memanggil Ustad Syarifudin.

"Bagaimana ini Reizato?" tanya Tetsuya. Reizato berpikir sejenak dan teringat bahwa di samping kamar Junpei ada kamar kosong dan di depan kamar kosong juga ada kamar kosong "Aku tahu" ucap Reizato bahagia."Huh?"

Reizato kemudian mengambil toa masjid yang di ambil oleh Minako "STOP-STOP-STOP!" alhasil kaca asrama pecah semua dan 3 wanita tadi terjatuh alay."APA" teriak mereka pada si pembuat suara."Gimana kalau Tetsuya masuk kamar yang ada di sebelahnya Junpei, kan kamar itu kosong". Mitsuru berpikir sejenak "Baiklah"."Yes, akhirnya kau mendapatkan tempat menginap Tetsuya" ucap Reizato bahagia."Ya, ini semua berkat kau, terima kasih Reizato" ucap Tetsuya."Sama-sama"

Lalu terdengar suara bahwa level arcana Fool bagi Reizato, naik menjadi level 3.("Waow naik level 3")

Di Lantai 2

"Ini Piayama untukmu Tet" ucap Reizato seraya memberikan Piaya bergambar Wallpaper Gundam 00 ke sukaannya pada Tetsuya. Tetsuya menerimanya dengan senang hati "terimakasih, sepertinya kau suka dengan Gundam ya?"."Ya... begitulah. Selamat tidur ya" ucap Reizato sambil turun tangga. Tetsuya masuk ke kamar untuk segera ganti baju dan kemudian tidur pulas. sebelum dia tidur pulas, dia menatap langit-langit atap sambil menngucapkan "Maya, siapa kau?" lalu tidur untuk bermimpi bertemu dengan Maya Amano.

-00-

Three Moiare Sister Palace, Dark Hour

"Argh..." desah Kizumi kesakitan."Ada apa Kizumi?" tanya Kizuka penasaran."Pasti Mules" jawab Kizuma sinis."Bukan, tapi..."."Tapi apa?"."Tapi di sekitar Gadis yang beranama Selena, terdapat 1 lagi kekuatan besar yang menjaganya dan kini jadi ada 4 kekuatan besar yang melindunginya" jelas Kizumi yang sukses membuat yang lain kaget.

'DUAK'

Yoshino yang masih menyamar menjadi Kamen Rider Kiva memukul meja bundar itu dengan keras, lalu pergi keluar dari ruangan itu. Semua yang melihatnya itu merasa heran.("Apa yang sebenarnya terjadi?") batin Yoshino kesal.


TBC

Akhirnya selesai lagi, silahkan...

R&R