Persona 3: Petualangan Sang Kakak

Hore, sekali lagi update. Terima kasih untuk,

Blazin'99(Chapter 4): Memang, saya pinginnya gitu, tapi di sini final bossnya lebih dari satu selain NYX. Jadi ada beberapa final boss baru yang akan di hadapi Minato Arisato(P3), Reizato Takeba(OC) dan Tetsuya Suou(P2). Dan itu akan di hadapi oleh mereka sendiri-sendiri. Jadi, baca sampai tamat ya.

Blazin'99(Chapter 1): Sebagian sifat Reizato milik saya, sebagian lagi milik teman saya, sebagian lagi milik adik saya, sebagian lagi milik kakak saya, dan sebagian lagi milik anda. *Author di Gorok Reader*

Blazin'99(Chapter 13): Minatokan kalau di manganya selalu tidur setelah pulang sekolah, jadi ya nggak nyadarlah *Author di lempar Orpheus ke segitiga bermuda*

2mIn(Chapter 13): Makasih atas reviewnya, berarti cerita sebelumnya nggak bisa di baca ya? *Pundung di kamar mayat*

Tapi jangan lupa untuk terus Review...

Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, ultraman milik tsuburaya production, Jokowi milik Indonesia, Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions, dan Vocaloid Milik Yamaha Corporation.

Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.

Summary: Petualangan mancari kebenaran dari misteri hilangnya Fuukapun dimulai. Namun kejadian gaje menimpa mereka, apa itu? Baca saja.


Jumat Tanggal 5 bulan Juni tahun 2009, pagi hari.

SMU Gekkoukan, kelas 2F.

Pagi itu cerah seperti biasa. Di kelas, banyak murid bergosip riah sesuka hati mereka karena bel tanda di mulainya pelajaran pagi hari belum berbunyi keras di telinga mereka yang dikarenakan listrik sekolahan mereka mati WKWKWKWKWKWK XDDD. *Author Di hajar satu sekolahan*

Di selah-selah itu, duduklah 4 orang yang tak lain adalah Minato, Minako, Junpei dan Yukari sedang mendiskusikan sesuatu.

"Hei, apa kalian dengar tentang rumor itu?" tanya Yukari.

"Ya" jawab Minato, Minako dan juga kambing mereka yang bisa bicara. *Author di sembelih Junpei*

Tiba-tiba Sensei Toriumi menggeser pintu kelas dan menyebabkan semua kembali ke tempat duduk mereka dengan tenang.

"Baiklah, kita lanjutkan setelah pulang sekolah" bisik Yukari kebelakang dan setelah itu segera menghadap ke depan.

Ms. Toriumi pun meletakan buku pelajaran setebal 1 M dengan berat 100 Kg ke meja dengan kerasnya.

BRAK!

Namun karena tidak bisa menahan berat buku tersebut,

BRUAK!

Meja guru itupun akhirnya ambruk dan berhasil membuat semua murid yang ada di sana termasuk Barrack Obama Mangap selebar 2 meter. *Di lempar nasi goreng*

Pelajaran tersadis, terangker dan terkejam yang di pimpin oleh Ms. Toriumi sang guru terHorrorpun di mulai. *Author di paksa ikut pelajarannya T_T*

...

Chapter 14: Penyelidikan Rumor Penculikan Hantu

Jumat Tanggal 5 bulan Juni tahun 2009, After School.

SMU Gekkoukan, kelas 2F.

TRIIIIING!

Bel tanda pulang telah berbunyi merdu di telinga murid-murid SMU Gekkoukan. Terlihat para murid senang mendengar suara bel tersebut, sangking senangnya sampai-sampai ada murid yang lompat dari atap sekolah dan terjun bebas dengan indahnya hingga terjatuh ke atas tanah dengan kerasnya sampai membuat kepalanya pecah dan mencecerkan cairan merah yang ternyata darah dan cairan putih yang ternyata otaknya, juga bola matanya bergelinding ke di tanah hingga burung gagak menghampirinya untuk memakan otaknya dan memakan dagingnya sambil meminum darahnya.

Namun karena bagian di atas tidak di setujui pak SBY, akhirnya di ganti dengan jatuhnya beberapa bidadari yang tenyata ada pembuatan iklan minyak wangi AXE di tempat kejadian tersebut.

Ralat~

"Akhirnya... bell pulang kedengeran juga~" ucap Junpei dengan lemasnya setelah menerima pelajaran yang sangat sadis dari Ms. Toriumi.

"lemes~" sahut Minako yang juga lemas habis 'malam pertama' bersama Shinjiro.*Author di hajar Akihiko*

Yukari lalu berdiri "Yak, inilah saatnya."

Junpei dan Minato kaget "Apa?".

Yukari tersenyum ke arah mereka berdua "Jangan bilang kalau kalian lupa". Yang tentunya tersenyum Horror.

Minato dan Junpei gugup "Oh... te-tentang rumor itu, baiklah kita akan periksa bersama."

"Bagus," Yukari lalu melirik Minako yang kini memandangnya "Kau juga ikut Minako-chan?"

Minako berpikir sejenak "Hmm... baiklah."

"Oke sudah kuputuskan, aku tunggu kalian di asrama." Ucap Yukari yang kemudian keluar kelas.

-00-

Jumat Tanggal 5 bulan Juni tahun 2009, sore hari.

Asrama Iwatodai, Lounge.

Empat orang berkumpul di ruang tamu sedang mengadakan rapat kecil-kecilan tentang rumor penculikan Hantu yang menyebar di sekolahan mereka.

"Oke," Yukari membuka percakapan "Kita mulai bagian awal rumor penculikan 'Hantu' beredar".

Minato, Junpei dan Minako mulai mendengarkan penjelasan Yukari dengan cermat.

"Kenapa rumor itu dapat menyebar dengan cepat, jika itu pertama kali terjadi pada orang yang sendirian tengah hilang di culik oleh hantu?". Ucap Yukari bernada layaknya Naoto Shirogane yang tengah mengintrogasi Kanji agar kanji menyatakan cintanya pada Naoto. *Author dihajar karena nggak nyambung*

Minato segera menjawab "Itu karena ada 3 pelaku."

"Benar." sahut Yukari, kemudian dia segera melanjutkan "Tapi aku punya pilihan lain, beberapa yang kudengar orang-orang yang di culik 'Hantu' tersebut berbeda kelas dan tidak saling berhubungan dan itu yang membuatku bingung, bagaimana bisa ada rumor cepat menyebar begitu saja."

"Pertanyaan apa itu?" tanya Junpei, diapun menoleh ke arah Minato "Apa kau tahu?".

Kini Minako yang menjawab "Yukari-chan... kan ada Facebook, jadi rumor itu cepat sekali menyebar."

"Benar lagi," Yukari kini mulai tersenyum. "Dan juga aku tahu dimana tempat rumor itu dimulai."

Junpei yang mendengar itu kaget "Ja-jangan bilang kalau... Tempat itu adalah tempat yang ada di sebelah Tatsumi Port Island."

"Ya, itu dia" Yukari lalu memandang Minato dan Minako "Apakah kalian mau pergi bersamaku kesana untuk memecahkan misteri ini?".

"Baiklah" jawab Minato dan Minako.

"Hei apakah kalian Yakin?" tanya Junpei yang makin kaget.

"Ya harus bagaimana lagi? Kita harus memecahkan misteri ini!" ucap Minako dengat semangat Ramadhan.

"Tapi... DI SANA ADA BANCI PENGHUNI TAMAN LAWANG!" teriak Junpei histeris.

"APA!" Sahut Minato yang tak kalah Histeris dan kini lemas dengan wajah yang gelap karena takut akan sesuatu yang telah keluar dari mulut Junpei.

"Tapi itu tidak masalah buat Nii-san kan~? Kan Yukari-chan telah bekerja keras untuk kita~" tanya Minako sambil tersenyum layaknya setan.

Minato kini kembali terkena Ailment Scary "Ba-baiklah.", namun dalam hatinya berteriak ("TIDAAAAKKK! SIAPAPUN TOLONG AKUUUU!").

"Oke, besok malam kita mulai menyelidiki tempat itu." Ucap Yukari dan membuat Junpei hilang nafsu makan.

Merekapun akhirnya melakukan aktivitas masing-masing setelah membuat janji untuk memecahkan kasus penculikan oleh Hantu besok malam di Back Alley.

...

Diselah penjelasan tadi, tanpa mereka sadari dari balik sofa. Reizato mendengar semua perkataan adiknya dari awal sampai akhir tentang misteri penculikan Hantu.

("Penculikan... oleh Hantu?") batin Reizato sendiri dan membuat bulu kuduknya merinding saat mendengar kata 'Hantu'. ("Lebih baik besokku ikuti saja mereka") Reizato lalu menelepon Tetsuya untuk rencana besok malam –yang tentunya untuk pacaran-. *Di hajar karena ngelantur*

-00-

Sabtu Tanggal 6 bulan Juni tahun 2009, After School.

SMU Gekkoukan, kelas 2F.

Bel pulang sekolah kembali berdering.

"Nii-san bangun!" teriak Minako yang tengah mencoba membangunkan Minato dari kuburnya. *Di kejar pocong*

Minatopun terbangun dari mimpinya. "Ada apa sih? Nggangguin orang lagi mimpi enak aja!" ucap Minato dengan lemasnya.

"Memang Nii-san mimpi apa?" tanya Minako dengan polosnya.

"Mimpi jadi Andika kangen band" jawab Minato sambil ngibasin poninya.

Minako yang mendengar itu Sweatdrop. "Gitu aja sombong, aku saja mimpi jadi Istrinya Kyuhyun nggak sombong." Ucap Minako yang membuat Minato terdiam.

...

Sabtu Tanggal 6 bulan Juni tahun 2009, malam hari.

Asrama Iwatodai, Lounge.

Mitsuru dan Akihiko belum pulang dari urusan mereka, Miku dan Kaito masih berada di tempat rahasia untuk membuat album mereka, Reizato dan Selena nonton Tv di Lounge dengan jarak yang jauh. Kesempatan itulah yang di pakai Yukari, Minato, Minako dan Junpei untuk pergi malam hari sebelum senpai mereka pulang dari urusan mereka.

"Oke semua, ayo!" ucap Yukari pada tiga kawannya.

("SIAPAPUN TOLONG KAMI! KAMI NGGAK MAU NGELIAT BANCI PENGHUNI TAMAN LAWANG!") teriak Junpei dan Minato dari pikiran mereka.

Tiba-tiba Reizato yang dari tadi duduk bersama Selena di sofa dengan jarak 5 meter jauh dari Selena sambil nonton TV kesukaannya di malam minggu, menoleh ke arah 4 remaja tersebut.

"Kalian mau kemana malam minggu ini?" tanya Reizato pada Minato cs.

("Reizato-san, tolong kami!") teriak Minato dan Junpei sekali lagi melalui pikiran mereka.

"Biasa Nii-san, urusan ABG." Ucap Yukari pada kakak kandungnya.

"Oh~ Kalau begitu hati-hati di jalan ya." Ucap Reizato dan setelah itu dirinya melihat TV lagi, seperti benar-benar tidak tahu apa-apa.

("GYAAAAAA!") sekali lagi teriak Minato dan Junpei dari pikiran mereka.

"Baiklah, ayo!" Akhirnya mereka berempat keluar dari asrama.

Setelah 4 remaja tersebut keluar dari asrama, Reizato tersenyum licik.

-00-

Sabtu Tanggal 6 bulan Juni tahun 2009, malam.

Tatsumi Port Island, Back Alley.

Back Alley, sebuah tempat yang terletak di gang sempit ini di dalamnya penuh dengan Black Market, Pengedar Narkoba, Kriminalitas, PSK mangkal dan juga rumah Bordil, tempat ini terkenal akan Kriminalitasnya. Tapi di sisi itu, orang-orang di sana takut dengan sebuah kelompok yang ada disana. Kelompok itu bernama 'Banci Penghuni Taman Lawang'.

Setiap malam minggu para banci tersebut mangkal di dalam tempat tersebut untuk mengambil kepejakaan laki-laki yang masuk ke Back Alley, juga kepejakaan penghuni Back Alley. Tidak peduli jika laki-laki itu Terrorist, Penjahat, atau pengedar Narkoba terkenal sekalipun, mereka selalu mengambil kepejakaan mereka dengan cara yang sadis, sampai korbannya itu menjadi salah satu dari mereka.

Tapi tidak bagi Minato, Minako, Junpei dan Yukari yang tidak ingin menyerah untuk memecahkan Misteri penculikan Hantu. Remaja-remaja itu dengan tenang berjalan masuk ke tempat Nista tersebut dengan seragam sekolah musim panas mereka yang masih mereka pakai.

Mereka menyadari bahwa mereka terus di lihat oleh para penghuni Back Alley dengan mata yang tajam dengan niat yang tak baik juga.

Minako semakin merapat ke arah Minato karena ketakutan. "Nii-san... takut..." ucapnya ketakutan.

"Tenang, selama aku bersamamu, kau tidak perlu takut. Nii-san pasti akan melindungimu" ucap Minato dengan menyakinan dan Coolnya sambil tersenyum ke arah Minako, adik perempuannya.

Senyuman Minato sempat terlihat oleh salah satu anggota Banci yang mangkal di dekat tempat tersebut, diapun segera berlari layaknya Banci di kejar Satpol PP untuk mmberi kabar tersebut pada kelompok anggotanya yang lain dan bersiap mengambil kepejakaan Minato.

...

Di selah itu...

2 orang aneh mengawasi 4 remaja tersebut dari jauh dengan memakai Jubah serba hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka serta wajah mereka hingga tak ada satupun orang yang kenal.

"Rei-san, kenapa kita berpenampilan kayak gini?" tanya salah seorang dengan suara Tetsuya yang ternyata adalah Tetsuya Suou.

"Tenanglah, kita berpenampilan begini agar mereka tidak tahu kalau kita mengawasi mereka" ucap seorang dengan suara Reizato yang ternyata adalah Reizato Takeba.

"Oh~" sahut Tetsuya yang kini mengerti bagaikan orang yang baru ngerti apa itu Siskamling *Di bacok Apollo*."Eh lihat, mereka sepertinya di kepung preman, Kita bantu?" tanya Tetsuya yang melihat 4 remaja tersebut di kepung beberapa preman.

"Tunggu, kita lihat dulu!" balas Reizato.

...

Minato, Minako, Yukari dan Junpei dihadang oleh segerombolan preman di depan mereka.

"Hei, kayaknya ada orang yang masuk ke wilayah kita tanpa permisi." ucap salah seorang preman tersebut.

Preman satunya lalu melihat Yukari dan Minako dengan pandangan mesum. "Hey manis, main sama aku yuk~" godanya sambil mendekat ke arah mereka.

Yukari dan Minakopun sembunyi di belakang Minato dengan sedikit takut. Minato kini mulai siap-siap melindungi 2 gadis yang ada di belakangnya dengan sedikit ketakutan.

"Jika kalian masuk kesini, kalian harus memberikan kami uang" ucap preman satunya lagi.

"Kenapa kami harus memberi kalian uang, ini tempat umum!" ucap Yukari dari belakang Minato.

"Benar!" sahut Minako.

Preman tersebut tersenyum mesum kearah 2 gadis itu dan menyebabkan Yukari dan Minako kembali bersembunyi di punggung Minato.

Junpeipun berkata sesuatu dengan muka kiyut "H-hei, kami di sini datang dengan maksud baik-baik teman." Ucap Junpei.

Preman tersebut menatap Junpei "Hei, ternyata di sini ada kambing yang bisa bicara ya."

"HAHAHAHA!" tawa para bawahan preman tersebut.

"Ka-kambing? O-oh maksudmu aku?" taya junpei dengan gugup.

"Ya kambing, jadi diamlah!" ucap Preman tersebut sambil memukul perut Junpei dengan keras.

JDUG!

Dan membuat Junpei jatuh berlutut sambil memegangi perutnya.

"Junpei!" teriak Yukari dan Minako bersamaan setelah melihat teman mereka di pukul oleh preman tersebut.

"Aaarrghh!" desah kesakitan Junpei sambil tetap memegangi perutnya.

"Oh, sepertinya aku tadi tidak sengaja, jadi aku tak perlu dong minta maaf," lalu Preman tersebut menatap Minato yang masih melindungi Yukari dan Minako.

Minato menunjukan expresi marah ke preman tersebut.

Preman tersebut memandang raut muka Minato. "Kau ingin punya masalah denganku? Yeah kau. Pandangan macam apa itu Pretty Boy...?" ucap preman tersebut yang tengah bersiap memukul Minato.

...

"Sudah cukup" ucap seorang laki-laki dengan nada garang yang muncul dari belakang preman tersebut dengan jaket ungun kemerahan tebal, topi kupluk di kepalanya dan wajah garangnya yang tak lain adalah Shinjiro. "jangan ganggu mereka" lanjut Shinjiro.

"Apa aku punya masalah denganmu Aragaki? Oh yeah, kau ingin melindungi mereka karena kau pesuruh mereka, benarkan?" ucap preman tersebut.

"HAHAHAHA!" tawa para bawahan preman tersebut.

"Ayo maju!" ucap Shinjiro dengan kerennya.

"OKE, RASAKAN INI PEN****NG" Preman tersebut maju sambil mengepalkan tangan kanannya untuk memukul Shinji, namun naas. Shinjiro sedikit mengindar dan berhasil menjeglang Preman tersebut hingga jatuh mencium tanah. Semua yang melihat terkejut.

Preman tersebut berusaha bangkit. "Kau... akan mati di tanganku, Aragaki!" ucap preman tersebut dengan lemas.

Shinji langsung mendeathglare preman tersebut sambil mengeluarkan aura pembunuh. "Bilang sekali lagi agar aku tidak segan-segan untuk membunuhmu!" ucapnya garang sambil membengkokan tongkat besi yang ada di tanah sampai 20 derajat dan patah.

Tiba-tiba semua nyali preman menjadi ciut saat melihat kejadian tersebut.

"Ti-tidak, aku Cuma bilang sampai nanti~" ucap Preman itu yang kemudian kabur dan di ikuti para bawahaannya.

...

Shinjiro lalu memandang 4 remaja tersebut."kalian bukannya teman-temannya Aki yang ada di rumah sakit kemarin? Kenapa ada di sini?" tanya Shinjiro.

Yukari lalu menjelaskan "Kami di sini karena membutuhkan informasi".

"Pulanglah, ini bukan tempat kalian yang cocok untuk bermain!" ucap Shinjiro.

"tunggu! Sepertinya kau tahu sesuatu." ucap Minako yang menghentikan Shinjiro pergi.

Shinjiro menoleh "Baiklah, tapi ini hanya sedikit saja dan berjanjilah kalian tidak akan kesini lagi".

4 remaja itupun menganguk.

Shinjiro akhirnya menjelaskan sesuatu "Kalian mencari info tentang cerita hantu itukan? Itu hanya rumor. Kemarin yang ku dengar ada seorang anak perempuan hilang dan namanya Yamagishi, mereka membuat cerita hantu tentangnya."

Yukari terkejut "Yamaghisi. Tapi kenapa mereka membuat cerita hantu tentangnya?"

"Tunggu, Yamaghisi...? dia gadis yang di Bully itukan?" ucap Junpei.

"Kalian tidak tahu?" Shinjiro kemudian melanjutkan. "ada yang bilang gadis itu mati, karena minggu lalu dan sampai saat ini dia tidak pulang kerumah".

"Jadi itulah sebabnya kami tidak tahu keberadaan Yamaghisi karena dia menghilang, tapi kenapa ada cerita Hantu mengenainya?" tanya Minato pada Shinjiro.

"Kau serius? Tapi bukannya Yamaghisi itu sakit? Terus kenapa dia menghilang?" sahut Junpei.

"Hanya itu yang aku tahu." Ucap Shinjiro.

"Kalau begitu terimakasih atas infonya" ucap Yukari sambil membungkuk kepada Shinjiro dan di ikuti yang lain.

"Sama-sama" balas Shinjiro.

"Kau sepertinya baik" ucap Minako.

"Hm?" gumam Shinjiro yang tidak sengaja mendengar.

"Ah, ma-maaf" ucap Minako dengan pipi merona merah.

...

"Secepatnya kalian pergi sebelum-" tiba-tiba perkataan Shinjiro di potong oleh nyanyian.

'AKYU TAK MAU~ KALAU AKU DI MADU~

"Oh tidak terlamabat" ucap Shinji yang tiba-tiba panik.

Suara itupun semakin lama semakin mendekat.

"Ada apa?" tanya Minato.

"I-itu" Junpei kini memegang bagian bawahnya dengan kedua tangannya .

"Ada apa?" tanya Minato.

"Kelompok banci penghuni taman lawang" ucap Shinji yang ikut-ikutan megang bagian bawahnya. "Lebih baik kita cepat pegi sebelum-"

"Terlambat~" sebuah suara laki-laki yang mirp bancipun terdengar di telinga mereka dengan jelas. "Kalian tidak akan bisa lari dari kami~" ucap seonggok banci yang wajahnya mirip seperti Kanji yang ternyata Kanji. *Di Ziodyne Rokuten-maoh*

"eh ada cewek, gimana ini bos~?" tanya seorang banci dengan wajah mirip Aming yang tak lain adalah Amingwati. *Di celupin ke air panas*

"Biarin ajalah mereka, kan sasaran kita adalah cowok manis itu tuh~" ucap banci itu sambil nunjuk Minato dan tak sengaja melihat Shinjiro, "Eh ada bang Shinji~, kali ini abang tidak akan lolos loh~" ucap Banci tersebut yang membuat bulu kuduk Shinjiro dan Minato meriding.

"AAARRRGGGHHH TIDAK!, KEPEJAKAANKU AKAN HILANG!" teriak Junpei.

...

"Eh, ada kambing yang bisa ngomong tuh bos, enaknya di apain yah boss?" tanya banci yang nunjuk Junpei.

"Ih, biarin aja tuh kambing, kita lahap ajah tuh emo sama abang Shinji~" ucap banci tersebut.

"Syukurlah~ eke nggak di lahap juga~" ucap Junpei yang lega sambil ngomong kayak Banci kepijet truk Tronton. *Di bacok Hermes*

"Tidak akan kami biarkan kalian melahap Nii-san dan Shinjiro-san" ucap Minako yang menghadang para banci itu.

"Iya, aku juga!" ucap Yukari yang ikut menghadang banci tersebut.

"Heh, kami tuh nggak segan-segan ya ngelukain kalian~, jadi minggir loe-loe pade sebelum kena musibah~" ucap banci yang mirip Kanji. *Sekalilagi di Diziodyne*

"Betol~" sahut banci yang mirip Amingwati. *Di lempar sendal*

"EEEEEEWWWW..." ucap Minako dan Yukari yang sudah jijik melihat tingkah laku 2 banci tersebut.

"Itu tidak akan terjadi!" tiba-tiba 2 orang aneh serba hitam maju kedepan Minako dan Yukari, seperti mau melindungi mereka.

"Siapa loe?" tanya 2 banci itu.

"Kami adalah..." merekapun membuka penyamaran dan alunan musik 'UNKNOWN' terdengar dramatis di telinga mereka semua.

"SATPOL PP" ucap Reizato dan Tetsuya dengan pakaian Satpol PP dan memegang pentungan sambil nyanyi...

'IWAK PEYEK~ IWAK PEYEK~ IWAK PEYEK NASI JAGUNG~'

'SAMPAI TUEK, SAMPAI ELEK, TRIO MACAN TETEP OKE~!'

Setelah nyanyi lagu dan joget bareng Super Junior(?), semua orang yang melihat termasuk 2 banci tersebut mangap.

"Kabur yuk~ ada Satpol PP" ucap banci 1.

"Iya, KABUR!" teriak banci 2 dan merekapun kabur.

"Hah, ketemu Satpol PP aja kabur, kalau ketemu Jokowi pasti ikut Be A Man tuh, HAHAHAHAHA." Ucap Reizato sambil tertawa Gaje, diapun menoleh ke arah 4 remaja dan 1 orang tua *Di tabrak Castor*. "Kalian tidak apa?" tanya Reizato, "Mangkannya kalau pergi ketempat berbahaya, harus ada bimbingan orang tua".

"Ni-Nii-san... k-kok tahu kami ada di sini?" tanya Yukari.

CLINK

Mata Reizato bersinar. "Kemarin omongan kalian kedengaran di telingaku, jadi ya ketahuanlah" ucapnya sombong.

"Emang waktu itu Rei-san berada dimana?" tanya Minato.

"Di hatimu~" ucap Reizato dengan ke banciannya yang langsung di hajar FC Minato yang sempat mangkal di sana.

...

"Kau..." Shinji yang melihat wajah Reizato, mulai teringat sesuatu.

Tiba-tiba raut muka Reizato menjadi gelap dan merinding "Eh, a-ada apa?". Di dalam hatinya ("Ketemu satu mantan musuh lagi, sial!").

"Tidak, apa kita pernah bertemu?" tanya Shinjiro dengan nada serius.

Reizato membalikan badan "Sepertinya tidak, HAHAHAHA..." ucapnya sambil tertawa gugup. Namun di dalam hatinya ("Untung dia juga lupa").

"Yukari-chan, Nii-sanmu sepertinya mencurigakan ya." Bisik Minako.

"Benar" sahut Yukari.

"Lebih baik kita pulang," ucap Reizato, dia lalu memandang kembali Shinjiro. "Dan terimakasih telah melindungi mereka dari gangguan preman tadi." ucapnya sambil membungkuk ke arah Shinjiro.

"Sama-sama dan kalau punya adik, kau harus menjaganya dengan baik dan jangan terulang lagi!" ucap Shinjiro dengan garang dan setelah itu pergi.

"Baik." Ucap Reizato dan akhirnya mereka kembali ke asrama.

...

Dari atap kediaman Three Moiare Sister

"Hm... Reizato Takeba, sudah 10 tahun tidak bertemu sudah berbeda sifatnya." ucap seorang laki-laki yang memakai topeng Kamen Rider Kiva sambil membawa Pistol berbentuk Cerberus milik Vincent Valentine yang telah melihat kejadian di bawah tersebut yang ternyata Yoshino.

Dia lalu membalikan diri. "Jika kau ada di sini, berarti adikku yang kini namanya berubah menjadi Selena ada padamu." Kemudian Yoshino melompat dari atap tersebut dan menghilang jatuh kegelapan.

"Sampai nanti di 'rumah', Reizato."

To Be Continue~


Akhirnya saya sempet update walau masih PSG. Oke ini Penjelasan yang belum saya jelasin.

General information

Persona

Nama Persona: Reverse Apollo

Arcana: Star

LV: 22

Weak: -ice -dark

Streght: -fire -light

Null: -

Absorb: -

Repel: -

Skill: -Agi –Maragi –Shining Apollo Beam –Bash –Sakukaja –Tarukaja

Next skill level: 25

-Agilao

?, ?, ?, ?, ?, ?, ?

Reverse Apollo, bentuknya sama seperti Apollo milik Tetsuya di Persona 2 namun dengan warna hitam. Kehilangan ingatan telah membuat warna Apollo menjadi hitam dan telah mengubah Arcananya menjadi Star.

Skill Persona:

Shining Apollo Beam(Apollo): jurus yang digunakan Ultraman untuk menghancurkan alien yang di copy oleh Apollo hitam. Caranya menggunakannya sama seperti Ultraman, yaitu menyilangkan ke dua tangannya, kerusakan yang di terima sangat besar namun tenaga yang di keluarkan juga besar.

Persona Gear:

Guitar Nevan(Moon): Gitar yang di pakai Dante son of Sparda di Devil May Cry 3 : Dante's Awakening setelah mengalahkan Nevan, kini menjadi senjata Reizato yang bisa memanggil petir dan kelelawar hitam, juga dengan tambahan skill 'Drain' yang dapat menghisap darah musuh.

Oke gitu aja, maaf kalau jelek dan jangan lupa doakan saya nanti bisa lebih aktif Update, jadi...

R&R

VVV

VV

V