Persona 3: Petualangan Sang Kakak
Hore, sekali lagi update. Terima kasih untuk,
Blazin'99(Chapter 14): yah~ begitulah kalau cerita ini cuma saya yang pegang bukan temen saya. Kalau cuman temen saya yang pegang, yah~ jadinya kebalikan dari imaginasi saya WKWKWKWKW... XDDDD. Tapi yang 'Keresahan Hati' itu asli dari hati saya(?). Jadi karena bantuan dari temen saya dan saya, cerita ini bisa jadi imbang. Karena pikiran saya dan temen saya yang berbeda bisa menjadi satu. Seperti mottonya Kamen Rider Decade 'Hancurkan semua! Satukan semua!'.
Tapi jangan lupa untuk terus Review...
Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, ultraman milik tsuburaya production, Gundam milik Sunrise ,Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions, dan Vocaloid Milik Yamaha Corporation.
Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.
Summary: Misteri Kebenaran atas hilangnya Fuuka, satu persatu telah terpecahkan dan kini saatnya untuk menolong Fuuka Yamaghisi. Bisakah Fuuka di selamatkan?
Senin/08/06/2009, Daytime.
Asrama Iwatodai, Lantai 2 kamar Minato.
"ZZZzzz... zzzzz..." dengkuran Minato terdengar merdu di ruang kamarnya. Tidak ada yang terdengar selain suara dengkuran Minato.
Tapi tidak beberapa lama kemudian...
KUKU RUYUUUUKKK!
Terdengar suara Ayam jago berkokok dengan nyaringnya, pertanda Matahari telah muncul dari Timur. Juga membuat sang Protagonis Persona 3 terbangun dari kuburnya. *Di lempar BMW*
Chapter 15: Begining Rescue The High Priestess
Senin/08/06/2009, Morning.
Asrama Iwatodai, Lounge.
Sarapan pagipun sudah siap di atas meja, menunggu untuk dimakan. Semua penghunipun berkumpul di meja makan yang tentunya untuk sarapan pagi.
-00-
Senin/08/06/2009, Lunchtime.
Gekkoukan High School, Faculty office.
Minato, Junpei, Minako dan Yukari berjalan di lorong sekolahan menuju kantor guru untuk bertanya pada Mr. Edogawa tentang Fuuka. Merekapun sampai di depan kantor guru.
"Kita ke sini ngapain ya?" tanya Minato.
"Nii-san kok lupa, Kita kesini mau bertanya pada Mr. Edogawa-sensei. Kan dia wali kelas 2-E" jawab Minako.
"Sudah, lebih baik kita segera menanyakannya sebelum bel istirahat selesai." Sahut Yukari.
Dan saat mereka menggeser pintu kantor guru tersebut...
KRACK! *Author di lempar kursi karena sound efek pintu di gesernya jelek*
Terlihatlah Mitsuru dan Mr. Edogawa di sana bersama dengan seorang siswi berkulit coklat ke hitaman berambut jingga ke merahan dengan seragam perempuan sekolah Gekkoukan High School yang sepertinya ketakutan.
Minato, Minako, Junpei dan Yukari berjalan ke arah Mitsuru.
"Mitsuru-senpai, kenapa ada di sini?" tanya Yukari.
Mitsuru menjawab "Sedang mengintrogasi".Mendengar jawaban itu, 4 remaja tersebut menjadi bingung. Mitsuru lalu memandang siswi yang di introgasinya tersebut dengan tatapan serius "Sekarang, jawab pertanyaanku tadi... Apa yang telah kau lakukan pada Fuuka Yamaghisi?".
Mendengar ucapan pertanyaan tersebut, Minato Cs kaget dan tiba-tiba siswi yang ketakutan itu berteriak pelan."TIDAK, TIDAK SEPERTI ITU!" teriak siswi tersebut."Tidak seperti itu... aku tidak berharap itu terjadi".
Seluruh ruangan diam, siswi itupun melanjutkan pengakuannya tersebut yang telah membuat Minato, Minako, Junpei dan Yukari terkejut.
-00-
Senin/08/06/2009, Afternoon.
Tatsumi Port Island, Paulownia Mall.
Reizato dan Selena berjalan bersama di Paulownia Mall.
"Rei-chan, kita di sini ngapain?" Tanya Selena.
"Kita di sini sedang mencari Miku dan Kaito. Beberapa hari ini mereka tak tampak sama sekali di asrama, jadi aku takutnya mereka ngapain-ngapain. Apalagi hilangnya ber... du... a... an... hiiii~" Jawab Reizato sambil mikir yang nggak-nggak terhadap Miku dan Kaito sampai membuatnya merinding Gaje.
"Benar juga..." sahut Selena yang juga ikut-ikut melihat sekitarnya agar bisa menemukan 2 Vocaloid tersebut.
...
1 jam kemudian, mereka istirahat duduk di tempat duduk yang di sediakan di sana.
"Hah... dimana sih mereka...?" gerutu Reizato.
"Ohayou~ Reizato-san." Sapa Tetsuya yang tidak sengaja berjalan di sana. "Kau kenapa, apalagi jalannya sama Selena. Apa kalian lagi kencan ya~" ucap Tetsuya yang mulai ngegoda iman Reizato. *Di Heat Kaiser*
"Tetsuya-san, nggak kok, kami cuma cari Miku dan Kaito. Soalnya... beberapa hari ini mereka tak tampak di asrama." Jawab Reizato.
"Oh~ mereka ya, tadi aku lihat sih." ucap Tetsuya.
"Benarkah? Dimana?" tanya Reizato.
"5 menit tadi aku lihat mereka masuk ke sebuah Studio di sini, bersama beberapa orang yang berpakaian seperti penyanyi Terkenal." Jelas Tetsuya panjang lebar.
"Oh~ ya sudahlah, terima kasih ya dan... kenapa Tetsuya-san berada di sini?" tanya Reizato.
"Menyelidiki perkara yang di selidiki oleh adikmu, yaitu hilangnya seorang siswi yang berasal dari Gekkoukan High School yang bernama Fuuka Yamaghisi." Jawab Tetsuya.
"Terus, apakah polisi sedang menyelidikinya?" tanya Reizato.
"Tidak, masih belum di selidiki." Ucap Tetsuya.
"Lah kok bisa?" tanya lagi Reizato.
...
"Itu karena polisi belum di kabari mengenai kejadian ini" jelas Tetsuya.
Reizato terkejut "Hah? Kok bisa gitu?".
"Entahlah, kemudian aku kerumah siswi yang hilang itu untuk mengabari keluarganya dan menanyai mereka." Ucap Tetsuya.
"Terus... apa reaksi mereka saat mengetahui anak mereka hilang?" tanya Reizato sambil ndlewer ngelihat Gunpla Gundam di pajang di tokoh yang ada di sana.
"Untungnya ayah dan ibunya berada di luar negeri, jadi mereka tidak tahu kondisi anak mereka saat ini." Jawab Tetsuya.
"Bagus kalau begitu," Reizato lalu memandang Tetsuya. "Nanti kalau anak-anak yang ada di asrama mendapat perkembangan, aku akan mengabarimu."
"Terimakasih dan aku juga akan mengabarimu jika aku mendapat perkembangan." Jawab Tetsuya.
"Sama-sama." Balas Reizato.
Tiba-tiba waktu berhenti dan terlihat di depan Reizato sebuah Kartu Tarot Arcana Star bergambar wajah Tetsuya Suou bersinar lebih terang daripada kemarin yang berarti Kebersamaan dengan Tetsuya Suou semakin akrab.
Waktu kemudian kembali berjalan. Merekapun berpisah, Reizato dan Selena akhirnya pulang ke asrama.
-00-
Senin/08/06/2009, Evening.
Asrama Iwatodai, Lounge.
Reizato dan Selena pulang bersama "Tadaima".
"Okaeri" Yukari lalu menghampiri Reizato dan Selena "Nii-san, Selena-chan".
Reiato dan Selena langsung memandang Yukari "Ya?".
"Nanti malem jangan tidur" ucap Yukari.
"Memang ada apa?" tanya Reizato.
"Nanti malam kita akan menyelamatkan Fuuka Yamaghisi dan tolong hubungi Tetsuya-san ya" jawab Yukari.
Reizato dan Selena terkejut setelah mendengar penjelasan Yukari. "Memang siswi yang hilang itu ada dimana?".
"Nanti kami jelaskan di Command Room, jadi beristirahat ya" jawab Yukari. Reizato dan Selena akhirnya beristirahat sejenak sambil menghubungi Tetsuya.
...
Lantai 4, Command Room
Semua penghuni berkumpul di lantai 4 termasuk Tetsuya Suou yang telah di hubungi oleh Reizato.
"Baiklah, tolong jelaskan apa kalian tahu dimana Fuuka Yamaghisi berada?" ucap Tetsuya yang mulai tidak sabaran.
"Kami tahu dan secepatnya kita nanti harus menyelamatkan Yamaghisi, karena nyawanya dalam bahaya" ucap Mitsuru.
"Memang dimana dia berada?" tanya Reizato.
"Di dalam Tartarus" jawab Mitsuru yang membuat Reizato dan Selena terkejut, sedangkan Tetsuya heran karena belum mengenal Tartarus.
"Ka-kau yakin? Tapi bagaimana mungkin?" tana Reizato yang mulai gagap layaknya Azis Gagap. *Di lempar Laptop*
Tetsuya yang heran dengan kalimat Tartarus segera bertanya "Tartarus itu apa?".
Mitsuru yang menyadari bahwa Tetsuya yang belum mengenal Tartaruspun menjelaskan padanya "Tartarus adalah sebuah menara yang muncul saat Dark Hour terjadi dan itu adalah tempat dimana Shadow tinggal".
"Dark Hour itu apa?" tanya Tetsuya sekali lagi yang juga belum mengerti Dark Hour.
Mitsuru menjelaskan lagi "Dark Hour adalah sebuah dimensi atau dunia lain yang di tinggali oleh Shadow yang mengakibatkan listrik kota mati, dunia menjadi serba hijau, darah berceceran dimana-mana, Peti mati terdapat dimana-mana dan itu terjadi pada saat terjadinya setiap pergantian hari terjadi dengan batas waktu 1 jam saja. Hanya orang-orang yang memiliki 'Potensi' atau yang memiliki Persona yang secara otomatis akan masuk ke dimensi tersebut saat setiap pergantian hari terjadi. Sedangkan orang-orang yang tidak memiliki 'Potensi' yang cukup kuat... mereka akan berubah menjadi... Shadow atau menjadi santapan lezat bagi para Shadow yang kebetulan menemukan mereka yang masih tetap dalam wujud manusia".
Tetsuya kembali heran "Oh~ lalu bagaimana keadaan orang-orang yang dimakan Shadow?".
Tiba-tiba tatapan Mitsurupun menjadi tajam "Itulah sebabnya terjadinya Aparthy Syndrome di kota ini atau yang kami sebut sebagai 'The Lost'".
"Ternyata itu penyebab terjadinya Aparthy Syndrome." ucap Tetsuya.
"Tapi tidak sampai selesai menjadi 'The lost' saja," ucap Mitsuru yang membuat Tetsuya Terjekut.
"Apa masih ada lagi, memang setelah menjadi 'The lost', mereka kenapa lagi?" tanya Tetsuya yang semakin bingung.
Mitsurupun memejamkan mata. "Kadang-kadang mereka akan menjadi salah satu dari mereka, yaitu menjadi Shadow" jelas Mitsuru.
Tetsuyapun menundukan kepala "Mengerikan sekali, dimakan menjadi Shadow... kurang memiliki Potensi juga menjadi Shadow," lalu memandang Mitsuru. "Apa ada cara menghentikan Dark Hour terjadi?" tanyanya dengan nada serius.
Mitsuruh mengalihkan pandangannya "Sayangnya kami masih belum tahu caranya," lalu menoleh ke arah Tetsuya "Tapi kita Fokus dulu mengenai Yamaghisi".
"Baiklah, jadi kapan kita menyelamatkannya" tanya Tetsuya.
Akihiko menjawab "Kita tunggu dulu pengurus asrama ini, karena dialah yang membawa kunci pintu semua ruang sekolah".
"Apa sudah kalian hubungi?" tanya Reizato.
"Sudah, tapi sayangnya belum ada jawaban" jawab Minako.
...
"Terus kapan dimulainya kalau begini?" ucap Tetsuya yang mulai tak sabaran.
"Tenanglah, kita tunggu sebentar saja lagi, soalnyakan kuncinya masih dipegang oleh pengurus asrama ini" ucap Mitsuru yang memcoba menenangkan Tetsuya.
"Apa tidak ada cara lain?" tanya Tetsuya.
Junpei berdiri "jangan khawatir, aku sudah 'mempersiapkan' sesuatu untuk hal ini...".
Minato heran "Persiapan?".
"Apakah itu?" tanya Minako penasaran.
"Lihat saja~".
-00-
Senin/08/06/2009, Night. Bulan purnama
Gekkoukan High School, Lantai 1.
Terlihat 9 orang masuk dari pintu keluar darurat tanpa di ketahui oleh siapaun.
"Lihat, tak ada masalahkan~" Ucap Junpei sambil memegang gelang yang memiliki kunci.
"Jadi ini ya yang namanya sekolahan Rei-chan?" bisik Selena pada Reizato.
"Ya, inilah sekolahan" jawab Reizato.
Mitsuru lalu bertanya pada Junpei "kau dapat kuncinya darimana, Iori?"
"Saat istirahat aku mengambil kunci ini..." jawab Junpei dengan jujur sekali.
Mitsuru kaget "Kau mencurinya?".
"A-apa?" ucap Minako dan Yukari yang kaget.
"Men... apa? apa maksudnya?" tanya Junpei.
Reizato berusaha mengalihkan pembicaraan "Sudah-sudah, ini bukan saatnya berdebat. Jadi selanjutnya apa?".
"Kita ke kelas 2-F dulu" ucap Mitsuru dan merekapun pergi ke kelas 2-F.
-00-
Lantai 2, Kelas 2-F.
"Selanjutnya apa lagi?" tanya Tetsuya.
"Selanjutnya... kita perlu kunci gudang olah raga, karena Fuuka di sekapnya disana. Iya kan?" ucap Akihiko, kemudian dia menatap Junpei. "Iori, apa kau punya kuncinya?".
"Kalau soal itu... sayangnya aku tidak punya" jawab Junpei.
"Begitu..." ucap Akihiko.
"Kalau begitu kita berpencar untuk mencari kunci itu," ucap Mitsuru, lalu memandang Junpei, Minato dan Yukari. "Kalian bertiga pergi ke Kantor guru," lalu memandang Reizato, Selena dan Tetsuya. "Sedangkan kalian bertiga ke ruang olah raga dan sisanya ikut aku ke ruang Osis" jelasnya.
Junpai tiba-tiba tersenyum licik "Ruang guru ya," lalu menggosok ke dua tangannya seolah-olah mempunyai niat buruk. "Tempat dimana kunci jawaban ulangan berada, baiklah hehehe..." ucapnya jujur sekali.
Akkihiko yang tak sengaja mendengar bergumam "Kunci Jawaban?" lalu memandang Mitsuru. "Mitsuru, aku lebih baik sama mereka ke ruang guru, kan ruang guru banyak kuncinya" ucapnya beralasan.
Mitsuru memejamkan mata dan tersenyum "hm... lebih baik Iori dan Akihiko bersamaku saja mencari kunci olahraga itu di ruang osis".
Junpei terkejut "A-apa? mengapa, kan aku sudah mau kalau di ruang guru nyari kuncinya hehe...".
Akihiko pun berkata "Benar, aku juga akan membantu mereka di kantor guru ya, please..." dengan pupy eyes layaknya pingin di sunat. *Author kena Ziodyne bareng Sule dan Andre*
Mitsuru lalu berkata dengan mata yang masih terpejam "jika kalian maksa apa boleh buat, baiklah".
"HOREEE!" teriak Junpei dan Akihiko kegirangan layaknya habis di kasih boneka Berbie. *Di Bakar sama di santet*
Mitsuru tiba-tiba membuka matanya dan menunjukan expresi serius. "Tapi sebagai gantinya, kalian ku 'EXECUTION' dulu sebelum ke ruang guru" ucapnya dengan mengeluarkan aura kematian sambil menyiapkan pedang Zan-Getsu yang keluar dari dalam mulutnya.(itu Orochimaru apa Ichigo kurosaki ya? -_-) *Di tebas pake Zan-Getsu*.
Semua yang melihat itu merinding. "TIDAAAAKKKK!" teriak Junpei dan Akihiko sambil saling berpelukan.
"Jadi... apa kalian masih mau?" tanya Mitsuru menancapkan pedang Zan-Getsu ke lantai dan mengakibatkan lantai tersebut berlubang.
"Ti-ti-tidak, ampuni ka-ka-kami... kami a-akan mencari kunci itu bersamamu..." ucap Junpei dan Akihiko dengan ketakutan sambil sujud-sujud syukur(?) kepada Mitsuru.
"Baguslah" ucap Mitsuru sambil menyimpan pedang Zan-Getsu.
...
Tiba-tiba Ichigo mendatangi Mitsuru. "WOY PEDANG GUE JANGAN LOE SIMPEN, EMANGNYA LOE ERZA YANG ADA DI FAIRY TAIL APA?" ucapnya sambil marah-marah, lalu kemudian menjulurkan tangannya. "Sini kembalikan pedang gue, enak aja di ambil...".
"Ya-ya..." Akhirnya Mitsurupun mengembalikan pedang itu dengan Ikhlas. Setelah itu, Ichigo lompat dari lantai 100 senayan City untuk kembali ke habitatnya.*Di sodok*
Semua sweatdrop. "Sudah, kita mulai!" ucap Tetsuya.
"Tunggu!" Reizato teriak dn membuat semua orang melihat dirinya.
"Kenapa lagi?" tanya Tetsuya.
"Aku nggak iklhas adik laki-lakiku jalan sama laki-laki lain, nanti khawatirnya Minato ngapa-ngapain adik laki-lakiku..." ucap Reizato yang tanpa sadar di Deathglare Yukari dengan aura setan sama seperti yang di keluarkan Mitsuru tadi.
Semua yang merinding dengan aura yang di keluarkan Yukari, mulai menjauhinya kecuali Reizato yang masih belum sadar.
"Siapa... yang Nii-san sebut... 'Adik laki-laki', heh?" ucap Yukari dengan nada Geram.
"Tentu saja kau" jawab Reizato asal-asalan tanpa melihat keadaan adiknya.
Tiba-tiba Yukari memegang kerah baju Rezato dan...
BRUAK!
Membantingnya ke atas lantai hingga lantai tersebut retak. "Aww..." ucap semua yang melihat kekerasan tersebut.
"Aku ini perempuan, ucap sekali lagi..." Yukari lalu mengacungkan jari telunjuknya. "Nii-san tahukan apa yang terjadi, hehehe..." ucanya dengan tawa jahat dan membuat semua yang di sekitarnya semakin merinding.
"Ma-maaf..." ucap Reizato dengan gemetaran.
"hiiii... Yukari tampak seperti setan kalau marah..." bisik Minako.
"Benar" jawab Mitsuru dan Akihiko.
"Dude... hati-hati ya di jalan, semoga kau selamat... hehehe..." bisik Junpei pada Minato.
"Ka-kau ini memang punya pikiran ngeres ya, kami ini cuma berteman... mengerti itu" Bisik Minato yang jengkel pada Junpei.
"Oh~ tapi aku doakan semoga nanti jadian ya, hehehe..." bisik Junpei sekali lagi.
"Ter-terserah..." jawab Minato.
...
"Sudah-sudah, kita mulai pencarian kunci tersebut dan..." Tetsuya lalu memandang Reizato. "Reizato-san jangan khawatir, Minato-san tidak akan ngapa-ngapain adikmu." ucapnya sambil membantu Reizato berdiri.
"Baiklah kalau begitu," ucap Reizato, kemudian dia mendeathglare Minato. "Tapi jika terjadi sesuatu padanya, kau...".
"Nii... san...!" ucap Yukari yang membuat Reizato merinding.
"Nii-san cuma bercanda kok yee..." ucap Reizato sambil merinding dan tersenyum gugup pada Yukari.
Yukari menghelah nafas panjang "Hah~".
"Sudah-sudah, kita mulai mencari kuncinya" ucap Tetsuya yang penuh dengan semangat dan semuanya pun mulai mencari kunci gudang olahraga kecuali Minato dan Yukari yang masih tetap di kelas.
Yukari lalu memandang Minato dengan muka melas. "Maafkan sikap Nii-sanku ya, Minato-kun..." ucapnya dengan nada lemas.
"Tidak apa-apa... kita sebaiknya segera menemukan kunci itu" ucap Minato dengan muka datar dan nada yang dingin.
"I-iya" ucap Yukari dan merekapun keluar kelas.
Di selah itu...
-00-
Senin/08/06/2009, Night. Bulan purnama
Back Alley, Three Moiare Sister Place.
3 perempuan berbaris di hadapan boss mereka yaitu Yoshino yang sedang menyamar menjadi Kamen Rider Kiva karena ngefans berat sama Kamen Rider Kiva soalnya gaya berubahnya di gigit kelelawar.
"Berhitung... MULAI!" ucap Yoshino bagaikan Pelatih MOS.
"1" ucap Kizuka.
"2" ucap Kizuma.
"3" ucap Kizumi.
"Sepertinya semuanya sudah datang" ucap Yoshino.
"YA IYALAH BOSS, KITAKAN CUMA BERTIGA!" teriak Kizuka, Kizuma dan Kizumi dengan serentak.
"Lagian... ngapain pake di hitung segala sih? Kan anak buah boss Cuma 3 orang yaitu kami" ucap Kizuma.
"Iya, lagian kita juga di pakein kostum aneh gini... kok nggak pake kostum para cewek yang ada di Final Fantasy X-2 sih? Kan lebih imut tuh" ucap Kizumi yang panjang lebar karena kebanyakan main Final Fantasy X-2 dan tidak suka di pakein kostum Power Ranger.
Semua ucapan itupun membuat Yoshino pundung di pojokan "Kayaknya... aku memang boss yang tidak berguna hiks...".
"Sudah semua!" teriak Kizuka yang membuat 2 adik perempuannya menoleh kepadanya dengan expresi ketakutan. "Kita di sini untuk melakukan suatu tujuan, bukan untuk main-main." Ucapnya dengan tegas. "Mengerti?" sambil mendeathglare Kizuma dan Kizumi.
"Mengerti..." ucap Kizuka dan Kizumi dengan ketakutan.
Kizuka menghelah napas panjang, kemudian menghampiri bossnya yang tidak di ketahuinya adalah kekasihnya yaitu Yoshino. "Boss... sudah jangan pundung, kami cuma bercanda kok jangan di ambil hati..." ucapnya sambil tersenyum kepada bossnya yaitu Yoshino.
Yoshino yang melihat senyuman dari kekasihnya itu, wajahnya mulai merona merah.("Kau memang cantik kalau tersenyum seperti ini dan maafkan aku Kizu-chan... telah membohongimu selama ini. Tapi dengan ini aku bisa mencari adikku, setelah semua ini berakhir... aku pasti akan bersamamu lagi seperti dulu sebelum aku membohongimu seperti ini") batinnya. Dia pun berdiri "Ehem... baiklah, aku maafkan" ucapnya dengan semangat kembali.
"Nah begitu boss" ucap Kizuka sambil terus tersenyum, lalu berhenti tersenyum dan kini menunjukan expresi muka heran. "Terus kita di panggil di sini dapat tugas apa?" tanyanya dengan polos.
Yoshino mulai menjelaskan "Kalian di sini kupanggil karena sekarang... waktunya kita muncul di hadapan anak-anak S.E.E.S itu, untuk mengambil orang yang aku cari, juga peti kecil itu".
"Baiklah kami mengerti, lalu dimana mereka" tanya Kizumi.
"Di Gekkoukan High School. Jadi bersiaplah, operasi akan kita mulai saat Dark hour terjadi, mengerti?" jelas Yoshino.
"Roger" ucap 3 perempuan tersebut sambil hormat kepada boss mereka.
"Bagus, aku akan kesana duluan, jadi saat Dark Hour terjadi, kalian langsung beraksi dan jika ada Shadow yang menghalangi, hancurkan dulu!" Ucap Yoshino yang kemudian menghilang di balik kegelapan.
-00-
Senin/08/06/2009, Night. Bulan purnama
Gekkoukan High School, Corridor ,Lantai 1.
Minato dan Yukari turun dari lantai 2.
"Sekolahan kalau malam... sangat mengerikan..." ucap Yukari yang semakin mendekat ke Minato.
Minato menoleh ke arah Yukari. "Kau takut?" ucapnya dengan dingin.
Yukari yang mendengar itu menjauh sedikit dari Minato. "A-apa maksudmu, a-aku tidak takut kok..." ucapnya berusaha menyakinkan.
Tiba-tiba terdengar sebuah langkah kaki yang dapat di dengar oleh Minato dan Yukari.
Tap! Tap! Tap!
"Su-suara apa i-itu?" tanya Yukari yang kembali mendekat ke samping Minato.
"Itu suara langkah kaki, sepertinya Satpam sekolahan ini, lebih baik kita sembunyi!" ucap Minato yang langsung menarik tangan Yukari dan bersembunyi di balik tiang penyanggah besar yang ada di dekat tangga.
Satpam itupun sampai di ruang tengah sambil membawa senjata M4A1 dengan memakai seragam U.S. Navy SEAL yang ternyata pasukan U.S. Navy SEAL beneran yang nyasar ke jepang. "Sector clear" ucap orang nyasar tersebut itu dengan sok Inggris gara-gara kebanyakan main Counter Strike dan Point Blank. *Di tembak, di geranat dan di bom karena ngelantur*
Terdengar suara yang keluar dari Radio orang tersebut "Report team".
"Roger" balas orang itu yang benar-benar layaknya Counter-Terrorist, tiba-tiba terdengar suara tembakan di Radionya,
DOR-DOR-DOR!
FIRE IN THE HOLE!
DHUAR!
"Enemy Supotted" ucap Radio tersebut. Mendengar hal itu, orang nyasar tersebut langsung menuju ke TKP. Minato dan Yukari yang mengetahui kejadian itu hanya bisa Sweatdrop, merekapun keluar dari persembunyian.
"oh ternyata cuma Satpam, syukurlah..." ucap Yukari dengan lega.
Minato memandang Yukari sambil berkata "Kau benar-benar takut Hantu?".
Yukari lalu menoleh ke arah Minato. "A-apa yang kamu maksud?" ucapnya dengan expresi wajah sedikit ketakutan, Kemudian memandang Minato dengan muka seirus sambil berkata dengan nada marah "Dengar ya, AKU TIDAK TAKUT YANG NAMANYA HANTU DAN... YANG NAMANYA HANTU ITU TIDAK A-".
Tiba-tiba alarm Hp Yukari berbunyi suara tawa Yukiko Amagi,
HUWAHAHAHAHA...
"KYAAAA!" teriak Yukari yang kaget dan secara reflek memeluk erat lengan kiri Minato dengan sangat ketakutan dan membuat Minato sedikit kaget dan raut muka Minato merona merah. Tidak lama kemudian Yukari sadar bahwa suara itu berasal di Hpnya, diapun mengambil Hpnya yang ada di dalam saku roknya dan langsung mematikan alarm Hp tersebut, tangan kanannya masih memeluk lengan kiri Minato. "Ternyata Cuma Alarm, hah~" ucapnya setelang mengantongi Hpnya kembali yang tanpa sadar masih memeluk lengan kiri Minato.
"eh... Yu-Yukari..." panggil Minato dengan wajah merona merah.
Yukari langsung menoleh ke arah Minato "Kenapa?".
"Kau... sangat manis jika di lihat dari dekat..." ucap Minato dan membuat Yukari segera melepas pelukannya dengan wajah merah merona karena sadar dan jengkel.
"Hentikan itu, aku tidak suka di rayu!" ucap Yukari yang marah dan segera memalingkan pandangannya, berusaha menyembunyikan wajahnya yang merah merona dengan expresi marah.
"Ma-maaf jika kau tidak suka..." ucap Minato dengan pelan dan penuh penyesalan sambil memalingkan pandangannya. "Aku hanya ingin membuatmu kembali semangat...".
Perkataan Minato itupun membuat Yukari kaget dan kembali memandang Minato "eh? Ka-kalau begitu... terimakasih".
Minato lalu berjalan duluan ke depan menuju kantor guru tanpa memandang Yukari "Lebih baik kita ke kantor guru segera!".
"Baiklah..." ucap Yukari yang berlari kecil menuju Minato yang sedikit jauh darinya.
...
Belakang Gekkoukan High School, Gedung olahraga.
Terlihat Reizato, Selena dan Tetsuya berada di depan gedung olahraga.
"Baiklah, kita mulai mencarinya" ucap Tetsuya dan merekapun masuk ke gedung olah raga untuk mencari kunci gudang olahraga.
Beberapa menit kemudian... mereka keluar karena tidak menemukan apapun di dalam gedung tersebut.
"Hah~ kok gudang olah raganya nggak bisa di buka sih..." ucap Selena. Reizato dan Tetsuya sweatdrop mendengar ucapan Selena.
"Ya iyalah, orang di kunci gitu yang nggak kebuka" ucap Tetsuya. "Sudahlah kita kembali saja ke mereka, mungkin mereka menemukan kuncinya" katanya dan merekapun ke bagian koridor.
Lantai 1, lorong seni.
Di tengah perjalanan ke Koridor, Reizato mulai berkeringat dingin. "Kau kenapa Reizato-san?" tanya Tetsuya.
"Aku ke toilet dulu, kalian duluan saja!" ucap Reizato yang langsung melesat ke arah toilet yang ada di belakangnya tadi.
"yah sudah." ucap Tetsuya dan mereka berduapun menuju Koridor.
...
Beberapa detik kemudian Reizato keluar dari WC. "Hah~..." ucapnya, kemudian melihat sekitar dengan sedikit merinding. ("Be-benar-benar mengerikan kalau malam, kuharap tidak ada hantu, hiiii...") batinnya.
Tiba-tiba sebuah sosok Kamen Rider Kiva tidak sengaja terlihat olehnya di sebelah kiri lorong sedang berlari menaiki tangga, menuju ke atas.
Reizato yang melihat itu kaget "i-itu tadi... Kamen Rider Kiva?". Namun di pikirannya ada yang janggal dengan sosok tersebut ("Tunggu, sepertinya ada yang janggal... coba kukejar"), akhirnya dengan keberanian yang ciut seperti tikus, dia perlahan mengejar sosok tersebut yang menuntunnya ke arah atap sekolahan.
...
Gekkoukan high school, Rooftop.
Sampailah Reizato ke atas atap sekolahan. ("Dimana dia?") batinnya sambil menoleh kanan kiri.
"Mencariku?" ucap Yoshino yang berada diatas dengan sok coolnya dan terdengarlah alunan musik 'DECADE' dari serial Kamen Rider Decade yang salah di putar oleh Author Sp-Cs.*Di hajar gara-gara salah musik*
Reizato memasang kuda-kuda bertarung milik Chie Satonaka. "Siapa kau? Apa kau temannya Skeleton yang suka niru-niru gayanya Kamen Rider Skull?" tanyanya dengan nada serius.
Yoshino bingun. "Skeleton? Siapa tuh, apa dia Fans kamen Rider Juga?" tanyanya.
"Kayaknya sih..." jawab Reizato yang sweatdrop dan kembali bertampang serius. "Tapi jawab dulu, siapa kau?" Tanyanya dengan nada serius sekali lagi.
To be continue~
Terima kasih telah membaca Fict saya yang kecampur banget. Mohon di Review ya, agar saya dengan semangat melanjutkan Fict saya karena review anda sangat berarti bagi Author ini untuk belajar menjadi Author sejati yang berkembang. Jadi...
Read & Review ok...
Author Sp-cs mengucapkan selamat menjalani Ibadah Puasa...
Pertanyaan untuk Author:
Kalau mempublish cerita, enaknya pake format Docx atau Format Story yang ada di Doc Manager?
tolong di jawab :D.
