Persona 3: Petualangan Sang Kakak
Hore, sekali lagi update. Terima kasih untuk,
Blazin'99(Chapter 15): Zan-Getsukan emang miliknya Ichigo Kurangsakti. *Di Bankai Ichigo dan di hajar Tite Kubo*
2mIn(Chapter 15): Emang lucu ya WKWKWKWK XDDDDD
Tapi jangan lupa untuk terus Review...
Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions.
Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.
Summary: Semua anggota S.E.E.S terpisah, bisakah mereka kembali bersatu untuk menyelamatkan Fuuka?
Senin/08/06/2009, Night. Bulan purnama
Gekkoukan High School, Corridor.
Semua kecuali Reizato berkumpul di Koridor Sekolahan.
"Takeba, apa kau sudah mendapatkan kunci gudang Sekolah?" Tanya Mitsuru kepada Yukari.
Yukari menunjukan kuncinya "ini".
"Bagus, sekarang sebagian dari kita pergi ke tempat Yamaghisi menghilang dan sebagian lagi bersamaku" ucap Mitsuru.
Yukari menoleh kekanan dan kiri untuk mencari kakaknya. "Nii-san mana?" tanyanya.
Semuanya melihat sekitar. "Mungkin masih di WC" jawab Selena.
"Huft... kenapa saat keadaan seperti ini harus ke WC sih, dasar Baka-Nii..." gumam Yukari.
"Sudah, sementara menunggu kakak Takeba, Arisato, Iori, Suou dan Akihiko masuk ke gudang Olahraga!" ucap Mitsuru sambil melihat Minato, Junpei, Tetsuya dan Akihiko. Kemudian menoleh ke arah Minako, Yukari dan Selena "Sementara kalian... ikut bersamaku!".
Yukari protes "Ke-kenapa kami bersama Mitsuru-senpai? Kami juga ingin mencari Yamaghisi!".
"Benar!" jawab Minako.
"Sudahlah... serahkan urusan penyelamatan Fuuka Yamaghisi pada laki-laki seperti kami!" ucap Junpei yang sok cool.
"Iori benar, kalian lebih baik bersama Mitsuru... untuk menjaganya saja!" sahut Akihiko.
"Baiklah..." jawab Minako dan Yukari dengan lemas.
Akhirnya semua di posisi masing masing kecuali Reizato yang masih berhadapan dengan Kamen Rider Kiva gadungan.
Chapter 16: Katakan Dimana Sayu!
Gekkoukan High School, Rooftop.
"Siapa kau, cepat jawab!" ucap Reizato dengan serius.
Yoshino dengan tenangnya menjawab dari atas atap Sekolahan "Kau tidak sabaran ya... Tapi sebelum aku menjawab pertanyaanmu, katakan dimana adik perempuanku... Sayu berada?".
Reizato menjadi heran mendengar ucapan Yoshino yang belum dia ketahui "Sayu...?". Tiba-tiba di kepala Reizato terdengar suara yang hanya bisa di dengar olehnya seorang.
CIIIIING!
Yang membuat dia memegang kepalanya karena sakit dan sedikit demi sedikit mengembalikan ingatannya karena mendengar nama Sayu. "Aaarrgh..." teriaknya kesakitan sambil tetap memegang kepalanya yang sakit.
Kemudian terdengar suara Gadis kecil di kepalanya.
("Kau sedang main apa?") tanya suara Gadis kecil yang kira-kira berusia 10 tahun.
("Aku sedang membaca sebuah cerita") ucap suara anak laki-laki kecil yang hampir mirip dengan suara Reizato di kepalanya.
("Apa boleh aku ikut membacanya?") ucap suara gadis kecil itu.
("Boleh, kalau kau mau aku membacakanya... baiklah.") tawar suara Reizato pada suara gadis kecil tersebut.
("Hore!") teriak suara Gadis kecil tersebut dengan senang.
("Baiklah, tapi sebelum itu... siapa namamu?") tanya suara Reizato.
("Namaku Sayu, Sayu Hiroshi") ucap suara Gadis tersebut.("Kalau namamu...") Tanya suara Gadis tersebut.
Tiba-tiba suara itupun menghilang dari kepala Reizato. Reizato kemudian jatuh berlutut, tidak kuat menahan sakit kepalanya "AAAAGGRRHH!". Tidak lama kemudian dia tidak merasakan sakit di kepalanya, diapun berusaha bernapas karena lelah menahan sakit di kepalanya.
Yoshino dengan tenang dan sabar menunggu jawaban Reizato "Cepat jawab! Dimana Sayu berada?".
Reizato kemudian menatap Yoshino dengan pandangan tajam setajam silet lalu berdiri lagi. "Maaf, tapi aku tidak kenal dengan orang yang kau cari..." jawabnya.
"Jangan bohong," Yoshino lalu menodongkan Cerberus Revolver miliknya ke arah Reizato dari jauh. "Aku tahu dia bersamamu, karena saat kejadian itu... aku menitipkan Sayu padamu!"
Reizato heran dengan perkataan Yoshino ("Kejadian...?").
Dengan tetap menodongkan Cerberus Revolvernya, Yoshino bersiap menembak Reizato "Jika kau tak jawab...".
("Sial, Persona Gear hanya bisa di pakai saat Dark Hour terjadi, kalau di pakai saat ini... hanya bisa dalam wujud kartu saja") Batin Reizato.
Tiba-tiba langit dan bulan menjadi hijau, darah berceceran dimana-mana yang berarti... Saatnya Dark Hour terjadi. Sekolahanpun bergoncang layaknya terjadi gempa, tanda saatnya Gekkoukan High School mulai berubah menjadi Tartarus.
Yoshino dan Reizatopun ikut bergoncang."A-apa?" Yoshino kini mulai kehilangan keseimbangan untuk membidik Reizato.
"Dark Hour? Kesempatan," Reizato mulai memakai Evoglassnya dan mengeluarkan Kartu Tarot Arcana Fortune."Fotune!" Reizatopun meremas kartu itu dan di kedua tangannya telah terpegang 2 buah pistol FN Five-seven.
"Persona Gear ya, tidak akan kubiarkan!" Yoshino mulai menembaki Reizato.
DHOR!
Namun dari bawah lantai atap, sebuah lubang hitam terbentuk dan menelan Reizato hingga membuatnya masuk ke dalam Tartarus dan juga membuatnya dapat menghidari tembakan Yoshino. "GYAAAAA!" teriak Reziato.
"Sial," Yoshino mulai menghentikan tembakannya, lalu masuk ke arah lantai yang berlubang yang menelan Reizato untuk mengejar Reizato. "Jangan lari kau!".
Di dalam Tartarus, Reizato dan Yoshino bermain perosotan karena terjatuh di lubang yang sama.
SLURUT~
"GYAAAAA!" teriak Reizato yang histeris karena belum pernah main prosotan.*Di lempar Durian*
"Gini aja takut, dasar penakut!" ucap Yoshino yang berusaha sekali lagi membidik Reizato.
"Eh, ini bukan waktunya teriak" Reizato lalu melihat ke atas sambil membidik Yoshino dengan pistolnya. Akhirnya terjadilah tembak-tembakan di dalam prosotan.
DHOR-DHOR-DHOR!
"CEPAT KATAKAN! DIMANA SAYU?" Tanya Yoshino pada Reizato sambil terus menembak Reizato.
DHOR-DHOR-DHOR!
"SUDAH KUBILANG... AKU TIDAK TAHU SIAPA ADIKMU ITU, JIKA AKU TAHU AKU PASTI MEMPERTEMUKANMU DENGAN ADIKMU!" jawab Reizato sambil terus menembak Yoshino.
DHOR-DHOR-DHOR!
"BOHONG!" ucap Yoshino sambil terus menembak Reizato.
DHOR-DHOR-DHOR!
"TIDAK!" ucap Reizato dan tembak-tembakanpun terus berlanjut.
SLURUT~
...
Dark Hour, Tartarus.
Arqa Block, lantai ? .
Minato terbangun dari pingsannya. "Aw..." ucapnya sambil memegang kepalanya.
"Hai" tiba-tiba sebuah suara membuat Minato menoleh ke belakang.
Minatopun kaget dengan apa yang di lihatnya yaitu seorang bocah misterius yang selalu berada di kamarnya saat Dark Hour terjadi. "Kau..."
"Ini pertama kalinya kita bertemu selain berada di kamarmu, apa kau baik?" tanya bocah misterius itu pada Minato.
"Ya" jawab Minato.
"Bagus... Sekarang pergilah, cari gadis itu... walau masih belum dalam bahaya. Jadi sampai nanti..." Bocah Misterius itupun menghilang layaknya setan.
Minato akhirnya mulai mencari gadis itu dan tanpa sadar ia mendengar suara tembakan beruntun yang bergema di lorong Tartarus dan juga suara seseorang yang sedang berdebat.
"SUDAH KU BILANG AKU TAK TAHU ADIKMU!"
DHOR-DHOR-DHOR!
"JANGAN BOHONG, KAU PASTI KAWIN LARI BERSAMANYA, IYA KAN?"
Minatopun bingun dengan apa yang dia dengar ("Suara ini... bukannya suara Reizato-san? Terus dia bicara dengan siapa?"). Minato akhirnya menelusuri suara tersebut.
...
Lantai 1.
Yukari, Minako dan Selena sedang menjaga Mitsuru yang sedang berusaha menghubungi semuanya yang bertugas.
Mitsurupun dengan sekuat tenaga terus mencoba menghubungi semua yang mencari Fuuka. "Halo-test-satu-dua-tiga apa kalian dengar?" Namun usahanya terus sia-sia.
Yukari yang dari tadi menundukan kepalanya, terus gelisah mengkhawatirkan kakaknya yang dari tadi tidak kelihatan sebelum mereka berpisah. "Apa Mitsuru-senpai berhasil menghubungi mereka?" tanyanya dengan nada khawatir.
"Belum, mungkin karena jarak mereka terlalu jauh dari area ku." Jawab Mitsuru.
Yukari yang mendengar itu menghelah napas panjang.("Nii-san...").
"Tenanglah, Arisato-san baik-baik saja, kan dia cakep, ganteng, pintar dan kuat lagi... apalagi kayaknya dia punya hubungan khusus denganmu..." ucap Mitsuru yang mulai menjahili Yukari.
Yukari tanpa sadar menjawab "Aku harap-eh?". Kemudian dia sadar dengan kalimat yang di ucapkan Mitsuru. Dengan muka merona merah, Yukari bertanya "A-apa maksud ucapan Mitsuru-senpai tadi?".
Namun Mitsuru hanya tertawa senang "Hahahaha... aku tahu kau pasti... hahahaha".
Muka Yukari semakin merona merah "Se-senpai!".
"Sudah-sudah!" Minako berusaha melerai. "Nii-sanku pasti kembali untukmu Yukari-chan, tenang saja~" tapi ternyata Minako juga ikut-ikutan menjahili Yukari karena balas dendam di chapter 10.
Wajah Yukari kini sepenuhnya merah seperti Tomat "Minako, Kau juga! Apa maksudmu?".
Namun Minako tertawa "Hihihihi...".
Yukaripun semakin jengkel "Huft... terserah apa yang kalian pikirkan pokoknya, KAMI CUMA BERTEMAN! Mengerti?".
-00-
Arqa Block, lantai ? .
"Hachoo!" Minato bersin. "Entah mengapa rasanya ada yang membicarakanku?" tanyanya pada diri sendiri. "Terserahlah, lebih baik aku telusuri suara Reizato dulu, barang kali ketemu Yamaghisi dan lainnya." Diapun berlari ke depan secepat mungkin.
-00-
Lantai 1.
"Sudah-sudah semuanya tenang!" Selena kini yang melerai, kemudian memandang Mitsuru "Mitsuru-san, tolong berusahalah menghubungi yang lain... juga tolong hubungi Rei-chan karena... aku mulai khawatir padanya!" ucap Selena yang sebenarnya adalah Sayu Hiroshi adik perempuan Yoshino Hiroshi.
"Baiklah" akhirnya Mitsuru kembali berusaha menghubungi semua anggota.
...
Arqa Block, lantai ? .
"Apollo!" Teriak Tetsuya yang memerintahkan Apollo hitamnya untuk menyerang 3 Shadow berbentuk ular berarcana Lover. Apollo langsung merentangkan ke dua tangannya kedepan dan munculah semburan api yang langsung membakar 3 Shadow tersebut.(Maragi)
BLAR-BLAR-BLAR!
DHUAR!
3 Shadow itupun hancur, namun muncul 2 Shadow berbentuk meja berarcana Magician di hadapannya. "Aku tidak akan menyerah!" ucap Tetsuya sambil mengacungkan Katananya yang dia temukan di Tartarus setelah dia tersadar.
SLASH!
Dengan sekali tebasan, 1 Shadow hancur. "One More!" ucapnya, namun 1 Shadow yang kini di hadapannya mulai maju dan berusaha menabrakan dirinya ke Tetsuya. "Tidak akan kubiarkan kau menyerangku, Apollo!".
Sebuah sinar bewarna Hijau menyinari tubuh Tetsuya.(Tarukaja)
"HYAAAA!" Teriak Tetsuya sambil mengacungkan Katananya dan berhasil menusuk topeng Shadow berbentuk meja itu hingga tertembus dan hancur.
JLEB!
DHUAR!
"Mangkanya, kalau mau bunuh diri jangan ke arahku, jadinya mati sendiri deh..." ucap Tetsuya sambil mengambil sesuatu yang jatuh dari Shadow-Shadow yang dia lawan tadi yang hasilnya dia mendapatkan uang 3.000 yen, sebuah Medicine dan sebuah Katana tua yang sama di miliki olehnya. "Enaknya nih Katana di simpen apa di buang?" tanyanya pada diri sendiri. "Simpen aja, nanti di pakai kedua-duanya" jawabnya sendiri.
Kemudian dia tak sengaja mendengar teriakan Reizato di sekitar lorong yang menggema dengan di ikuti oleh suara tembakan.
"SUDAH AKU BILANG, AKU TAK KENAL SAYU DAN AKU TIDAK PERNAH MENYEMBUNYIKANNYA ATAU MENGAWININYA!"
DHOR-DHOR-DHOR!
"BOHONG!"
DHOR-DHOR-DHOR!
SLURUT~
"Ini bukannya suara Reizato-san? Sepertinya dia dalam bahaya, lebih baik aku ikuti suaranya" Akhirnya Tetsuya mengikuti suara tembak-menembak tersebut yang di ikuti suara Reizato.
...
Keadaan Reziato.
SLURUT~
Reizato dan Yoshino terus meluncur kebawah tanpa henti.
DHOR-DHOR-DHOR!
Sambil terus saling menembak, tiba-tiba pistol Reizato ke habisan peluru dan keadaan ini telah membuatnya terdesak.
"Sial, aku nggak bawa magazine..." gumam Reizato sambil menyimpan kembali Pistolnya.
Yoshino yang sadar dengan keadaan Reizato mulai tersenyum penuh kemenangan. "KAU KENAPA BOCAH? KEHABISAN PELURU YA?" tanyanya sambil terus menembaki Reizato.
DHO-DHOR-DHOR!
("Sial, kalau begini lama-lama aku bisa terkena tembakannya, pakai senjata apa yang ampuh dalam jarak jauh? Kalau ngeluarin Persona disini... pasti langsung ketembak. ") Reizato berpikir sejenak. "Bertahan saja, semoga aku bisa secepatnya keluar dari sini" dia akhirnya mengeluarkan Kartu Tarot Arcana Fool dan langsung meremasnya, kemudian kartu itupun berubah menjadi pedang putih dan di gunakannya untuk menangkis setiap tembakan Yoshino dari atas.
DHOR-DHOH-DHOR!
TRANG-TRANG!
"KENAPA BOCAH, APA KAU MENYERAH?" teriak Yoshino sambil terus menembaki Reizato.
"HELL NO! DAN JANGAN PANGGIL AKU BOCAH!" sahut Reizato.
KRESEK-KRESEK
Tiba-tiba di kepala mereka terdengar suara Mitsuru.("Akihiko... apa... kau... dengar... ?... Akihiko...").
KRESEK-KRESEK
Kemudian terdengar suara seorang gadis ("Halo... apa di sana ada seseorang? Tolong aku... siapa saja..."). Suara itupun menghilang.
("Yang pertama adalah suara Mitsuru, lalu yang kedua suara siapa? Apa Fuuka Yamaghisi?") Batin Reizato.
"Hei bocah, apa tadi kau dengar suara itu juga?" tanya Yoshino yang tiba-tiba menghentikan Tembakannya.
"Ya dan JANGAN PANGGIL AKU BOCAH! juga kenapa kau tak menembak lagi?" tanya Reizato sambil menoleh ke arah Yoshino.
SLURUT~
"Males nembak, orang yang di tembak nggak kena-kena... ya sudah berhenti saja" jawab Yoshino yang membuat Reizato Sweatdrop.
"YA IYALAH, SIAPA JUGA YANG MAU DI TEMBAK SAMPAI MATI SAMA ORANG YANG TAK DI KENAL KAYAK LOE, APA LAGI DIPAKSA MENJAWAB PERTANYAAN TENTANG ORANG YANG TIDAK DI KENAL JUGA!" Teriak Reizato.
"Sudah-sudah, lupakan kejadian tadi. Sekarang kita harus menyelamatkan seseorang yang butuh pertolongan kita" ucap Yoshino.
"Benar juga dan setelah orang itu selamat... apa yang akan kau lakukan?" tanya Reizato.
"Tentu menanyaimu kembali dimana keberadaan Sayu, adik perempuanku yang kau bawa lari!" ucap Yoshino.
SLURUT~
"SUDAHKU BILANG, AKU TIDAK TAHU KE BERADAAN ORANG YANG KAU BICARAKAN!" Teriak Reizato.
"JANGAN BOHONG! PASTI DIA ADA BERSAMAMU, IYAKAN?" Tanya Yoshino dan adu bacotpun kembali terjadi sambil main prosotan.
SLURUT~
...
Arqa Block, lantai ? .
"ORPHEUS!"
DHOR!
Orpheus muncul dari pecahan kepingan cahaya biru yang keluar dari tubuh Minato. "Aku akan melindungi semuanya!" teriak Minato yang sedang menghadapi 2 Shadow berbentuk carian hitam berarcana Magician.
Orpheus langsung memainkan Harpanya dan keluarlah sebuah bola api yang mengenai salah satu Shadow tersebut sampai musnah terbakar.(Agi)
BLAR!
DHUAR!
"HYAAAAA!" Minato berlari ke arah Shadow meja tersebut, bersiap untuk menebas Shadow tersebut dengan pedangnya.
SLASH-SLASH-SLASH-SLASH!
DHUAR!
Orpheus menghilang, kembali kedalam tubuh Minato. Minato lalu mengambil sesuatu yang di jatuhkan oleh kedua Shadow tersebut. "2 Medicine dan uang 1.500 yen, lumayan buat beli 1 Revival Bead" ucapnya.
"Kau di sini rupanya Minato-san..." ucap seseorang yang membuat Minato menoleh kebelakang yang ternyata berasal dari Tetsuya.
"Tetsuya-san, untung bisa ketemu ya... sekarang tinggal Akihiko-senpai dan Junpei" ucap Minato.
"Jangan lupakan dengan Reizato-san" ucap Tetsuya.
"Benar" jawab Minato.
KRESEK-KRESEK
Lalu terdengar suara di kepala mereka.("Akihiko... Iori... apa... kalian... ada... di... sana...?") ucap Mitsuru di kepala Minato dan Tetsuya juga yang lainnya yang masih terpencar.
KRESEK-KRESEK
Tak lama kemudian terdengar suara Gadis bernada begitu polos dan lugu ( "Siapa kau? Apa kau manusia? Dimana ini"). Akhirnya suara itupun kembali menghilang,
"Minato-san, suara gadis tadi semakin jelas terdengar di pikiran kita, benarkan?" Ucap Tetsuya.
"Benar dan jika semakin jelas... berarti kita semakin dekat dengannya" jawab Minato.
"Benar." Tetsuya dan Minatopun pergi mengikuti suara Reizato dan suara Fuuka Yamaghisi.
Namun tidak lama kemudian terdengar suara teriakan adu bacot Reizato dengan Yoshino yang menggema di lorong Tartarus dan menyebabkan Minato dan Tetsuya Sweatdrop.
SLURUT~
"SUDAHKU BILANG AKU MEMANG TAK TAHU DIMANA ADIK PEREMPUANMU!"
"AKU TIDAK PERCAYA DENGAN ALASANMU, SEKARANG BERITAHU DIMANA ADIKKU!"
"Juga suara teriakan Reizato-san sudah semakin keras, lebih baik kita bergegas kesana!" Tetsuya dan Minatopun pergi mengikuti suara Reizato dan suara Fuuka Yamaghisi.
...
Tidak lama kemudian mereka sampai di perempatan Tartarus dan tidak sengaja melihat seonggok kakek-kakek berompi merah tipis dengan memakai kemeja seragam Gekkoukan sedang melihat kanan kiri layaknya sedang mencari cucunya. *Di samber gledek*
"Akihiko-senpai" teriak Minato yang berlari ke arah Akihiko dan di ikuti Tetsuya.
Akihiko menoleh ke belakang dan mendapati kekasih gelapnya bersama dengan orang lain yang jauh lebih ganteng darinya*Di hajar Reader anti-YAOI*. "Arisato-san, Tetsuya-san... akhirnya ketemu kalian juga" Ucap Akihiko.
"Benar, sekarang tinggal Junpei dan Reizato-san" ucap Tetsuya.
Tiba-tiba dari belakang Akihiko, sebuah kambing bertopi biru berseragam Gekkoukan mendekati Akihiko. Saat kambing jadi-jadian itu dekat di belakang Akihiko,
"Kita jangan mencari kambing itu" ucap Akihiko dan langsung memukul kambing jadi-jadian yang ada di belakangnya tanpa menoleh. "Soalnya dia ada disini" sambil nunjuk kambing yang ada di belakangnya yang berubah jadi Junpei. *Author di kejar Kambing*
"Aw, bisa tidak Akihiko-senpai tidak keras meninju wajahku yang unyu ini" ucap Junpei sambil memegang wajahnya yang ancur nggak berbentuk dan membuat Tetsuya, Minato dan Akihiko muntah di wajahnya dan mengakibatkan wajah Junpei makin tak berbentuk. *Di bakar Hermes*
Tiba-tiba di sebelah kiri mereka, muncul wujud seorang gadis berambut pendek hijau lumut berseragam Gekkoukan. "Ha-halo..." ucap Gadis itu.
Semua kaget dan langsung menoleh ke asal suara yang tertuju pada gadis itu. "Kau...?"
"Apa kalian manusia?" tanya Gadis itu.
"Ya, kami manusia dan kau... pasti Fuuka Yamaghisi. Kami di sini datang untuk menyelamatkanmu" jawab Tetsuya.
Gadis yang ternyata Fuuka Yamaghisi itu pun mendekati mereka dengan lemas. "Syukurlah... Ternyata ada yang datang untuk menolongku..." ucap Fuuka lemas.
...
Setelah menemukan Fuuka, Akihiko memberi Fuuka Evoker dan membuat Fuuka dan Tetsuya kaget. "Huh?"
"Tenang, ini bukan pistol, kau akan mengerti cara pakainya" ucap Akihiko.
"Terus kalau bukan pistol, itu apa?" tanya Tetsuya.
"Oh, maaf belum menceritakan tentang hal itu," Akihiko menunjukan Evokernya. "Ini adalah Evoker, benda yang bisa mengeluarkan Persona".
Setelah Tetsuya mengerti. Kini Fuuka menceritakan bagaimana dia terjebak dan selamat dari Shadow, setelah itu mereka berlima akhirnya bersama-sama berusaha menemukan portal untuk kembali ke lantai 1 dan bertemu Mitsuru.
"Tetsuya-san... apa tidak apa-apa kita tidak mencari Reizato-san dulu?" tanya Minato.
"Kurasa tidak perlu, dia pasti bisa kembali sendiri... aku yakin itu," ucap Tetsuya. "Sekarang yang paling penting membawa Yamaghisi kembali dengan selamat".
"Akihiko-senpai, apakah berhasil?" tanya Junpei pada Akihiko yang tengah berusaha menghubungi Mitsuru. Namun Akihiko menggeleng, tanda bahwa dua gagal menghubungi Mitsuru.
"Sudah-sudah, lebih baik kita istirahat dulu" ucap Tetsuya dan merekapun tanpa sadar berhenti di lorong yang memiliki kaca cendela yang tengah memperlihatkan bulan purnama hijau di samping kiri mereka dan tanpa sadara mendengar bacotan Reizato dengan Yoshino yang menyebabkan mereka semua sweatdrop.
SLURUT~
"SUDAHKU BILANG AKU TIDAK MEMBAWA ADIKMU!"
"JANGAN BOHONG!"
"Tuhkan apa tadiku bilang, dia baik-baik saja bersama orang misterius" ucap Tetsuya.
"Benar juga" jawab Akihiko , Junpei dan Minato.
Fuukapun heran dan dia akhirnya bertanya "tadi suara siapa?".
Tetsuya tersenyum pada Fuuka yang menyebabkan wajah Fuuka merona merah "Teman, nanti kami ceritakan".
"Ba-baik..." jawab Fuuka dengan gugup.
Akihiko menoleh ke arah bulan purnama yang ada di sisi kirinya "Hei, sekarang Bulan Purnama ya?". Kemudian mencoba mengingat sesuatu.
"Iya, memang Kenapa?" tanya Minato.
Akihiko kemudian teringat sesuatu. "Apakah saat mengejar Shadow di Monorail kemarin, kalian melihat Bulan purnama?" tanyanya pada Minato dan Junpei.
"Sepertinya... begitu" jawab Junpei.
"Dan pada saat asrama di serang, di atap apa kau melihat bulan purnama?" tanya Akihiko sambil memandang Minato.
"Benar" jawab Minato.
Tiba-tiba kepala Fuuka terasa sakit. "Urgh..."
"Kau kenapa?" tanya Minato.
"Urgh... sesuatu mengatakan ada Monster di bawah" ucap Fuuka.
Semua kaget "Moster?". Kemudian...
KRESEK-KRESEK
("Akihiko...")
"Mitsuru!" teriak Akihiko saat mendengar suara Mitsuru.
("Akihiko... Shadow...")
KRESEK-KRESEK
Semua kembali kaget dan terdengar alunan melodi 'Crisis' dari Persona 3.
"Secepatnya kita bergegas kembali!" teriak Akihiko dan merekapun berlari menucu portal.
To Be Continue~
New! General Information
Sayu Hiroshi(nama asli dari Selena)
Rambut: merah muda panjang lurus dengan jepit rambut berbentuk 'VI' di bagian kiri.
Mata: biru ke emasan.
Umur: 21 tahun.
Tanggal lahir: 6 juni 1990.
Gender: Female.
Tinggi: 172 cm.
Berat: 55 Kg.
Profesi: Tunangan Reizato.
Arcana: Lover.
Persona: Andromeda.
Ultimate Persona: ?
Senjata: Kartu Persona dan Compedium Reizato.
Kelemahan: takut Kecoa. jika melihat hal tersebut, secara reflek Reizato dengan eratnya jika Reizato ada, kalau nggak ya menjauhi Kecoa.
Hoby: jalan-jalan keluar bersama, bernyanyi, membaca buku dan menyirami tanaman.
Suka: Reizato, bunga, hewan dan anak-anak.
Tidak suka: orang-orang yang berniat jahat.
Keahlian: memasak, bertarung dan mengobati.
Lulusan: setelah menjadi tunangan Reizato berubah menjadi Istrinya Reizato.
Sayu Hiroshi adalah nama asli dari Selena. Seseorang yang selamat dari kejadian 10 tahun di Tatsumi Port Island karena tak sengaja terjatuh kelubang dimensi sambil membawa peti kecil yang berasal dari ayahnya sendiri saat gagal di selamatkan oleh Reizato. Di temukan oleh Igor saat perjalanan mengunjungi Dumbledore yang menjadi kepala sekolah penyihir di sekolah penyihir Hogwarts bersama asistennya.
Akhirnya update lagi~ yes-yes-yes if you love to say~. Thanks semuanya dan selamat menunaikan Ibadah Puasa lagi ya~. Tapi jangan lupa untuk...
Review...
