Persona 3: Petualangan Sang Kakak

Tapi jangan lupa untuk terus Review...

Blazin'99: oke, milih rencana Kizuma. Thaks to reviewnya

Terima kasih atas reviewnya~

Yoshino(Kamen Rider Kiva): "hiks... kenapa rencanaku nggak di pilih...? hik... padahal udah seminggu lebih di rencanain sampai nggak mandi sama sekali. HUWAAAAAA! DUNIA INI MEMANG KEJAM!"

Author & Reader: *All-Out-Attack Yoshino*

Yoshino(Kamen Rider Kiva): *Babak belur*

Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions.

Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.

Summary: Setelah Minato di culik, kini giliran sayu di culik. Namun karena Yukari berusaha melindunginya, dia akhirnya juga di culik secara bersamaan. Setelah ini, siapa lagi yang akan menjadi korban penculikan?


Rabu/17/06/2009, Evening.

Iwatodai Dorm, Lounge.

Selesai makan malam, semua penghuni kecuali Ikutsuki yang tidak tinggal sedang melakukan aktivitas masing-masing. Reizato berada di depan televisi sambil menekan tombol ganti chanel Tv berharap fim yang di inginkannya ketemu di stasiun TV manapun.

Sedangkan Sayu berada didapur sedang mencuci piring yang kotor hasil perbuatan para penguni Asrama. Akihiko sedang duduk sambil mengelap sarung tinju milik Chris John yang di dapatkannya saat melihat pertandingannya di jepang, Mitsuru sedang melihat Mading Asrama, Fuuka sedang update status di Facebook , Minako dan Minato sedang main pok ame-ame belalang kupu-kupu di sofa, Junpei sedang main PSP, Yukari sedang pergi keluar malam-malam tanpa di sadari semuanya, Miku dan Kaito tengah membuat album di kamar mereka masing-masing.

"Wah~... malam ini nggak ada animasi yang mucul satupun..." ucap Reizato dengan lemas sambil terus menekan tombol ganti chanel.

Sayu akhirnya selesai mencuci piring. Dia kemudian memeriksa isi kulkas yang ternyata kosong tak berisi makanan apapun. Mengetahui hal tersebut, dia keluar dari dapur dan berjalan ke arah Reizato yang ada di Lounge. "Rei-chan, minta uang belanja untuk beli bahan makanan ke Indomaret,soalnya bahan makanan yang ada di kulkas sudah habis" Ucap Sayu yang sudah berdiri di sebelah Reizato.

Reizato berhenti menekan tombol chanel Tv tersebut, dia langsung mengambil dompetnya yang ada di dalam saku celana dalam(?)nya dan membuka dompet tersebut yang tebal itu untuk mengambil uang 100.000 yen agar bisa diberikannya kepada Sayu untuk berbelanja bahan makanan.

"Nih," ucap Reizato sambil menoleh ke arah tunangannya sambil memberinya uang tersebut, "Tapi kau masih ingatkan jalannya?" tanyanya.

Sayu mengangguk. "Tentu, kan Idomaret berada di Paulwnia Mall" jawabnya. Sayu akhirnya berjalan ke arah pintu keluar untuk pergi ke Indomaret yang ternyata sudah eksis di Jepang.

~hapter 19: Sayu dan Yukari di culik oleh Kamen Rider Kiva Gandungan~

...

Tatsumi port Island, Paulownia Mall.

Sayupun sampai di indomaret dan segera membeli bahan-bahan makanan untuk besok dengan uang sebanyak 100.000 Yen dari Reizato. Tiba-tiba, dia tidak sengaja bertemu dengan Yukari yang juga sedang berbelanja.

"Yukari-san, sedang belanja apa?" tanya Sayu yang membuat Yukari kaget.

"Eh ternyata kau Selena-san, aku sebenarnya sedang belanja shampo dan sabun, soalnya shampo dan sabunku yang ada di kamar mandi sudah habis" ucap Yukari. "Kalau Selena-san sedang belanja apa?" tanyanya.

"Aku sedang belanja bahan makanan, soalnya kulkasnya kosong dan Rei-chan memberiku uang sebanyak 100.000 Yen" jawab Sayu yang membuat Yukari Shock.

"APA?" teriak Yukari yang membuat semua orang di sekitarnya kaget. Dia berpikir sejenak. "Ehm... bagaimana kalau kita belanja bersama?" tanyanya.

"Baiklah" jawab Sayu dan Mereka berduapun akhirnya berbelanja bersama. Tidak beberapa lama, 5 buah kantong keranjang belanjaan besar berisi kosmetik, bedak, shampo, lipstik sudah berada di kedua tangan Yukari. Sedangkan 2 kantong keranjang belanjaan berisi bahan makanan berada di tangan Sayu. Waktu mulai hampir menunjukkan tengah malam.

Sayu yang sadar dengan hal tersebut segera memberitahu Yukari. "Yukari-san, 1 jam lagi Dark Hour dimulai, lebih baik kita membayar belanjaan ini dan segera pulang dengan cepat!" ucapnya.

"Ok" sahut Yukari dengan senangnya karena tak perlu memakai uangnya sendiri untuk membeli alat kecantikan. Sesampainya di depan kasir, Sayu akhirnya membayar seluruh belanjaan Yukari dan belanjaannya terseut dengan memakai uang dari Reizato tanpa sisa sedikitpun.

Kemudian keluar dari Indomaret dengan bahagia untuk selamanya.

Tamat

"HAJAR AUTHOR!" teriak para Reader yang marah dan dengan ikhlasnya menghajar Author Sp-Cs karena alur ceritanya ngikutin OVJ(?)

RALAT~

Setelah mereka keluar dari Indomaret tersebut, suasana di Paulownia Mall menjadi menjadi sepi karena akan ditutup saat tengah malam datang. Tiba-tiba dari dekat gang sempit Paulownia Mall, keluarlah 3 perempuan berjubah hitam yang menutupi wajah mereka yang ternyata Kizuka, Kizuma dan Kizumi yang mengepung Sayu dan Yukari secara tiba-tiba, berniat menculik Sayu seorang.

"Apa benar, kau yang bernama Selena?" tanya Kizuka dengan nada lembut namun tegas.

"Benar, tapi kenapa kalian tahu namaku?" tanya Sayu.

Yukari lalu berbisik pada Sayu. "Eh Selena-san, mereka siapa?" tanyanya.

"Nggak tahu, mungkin orang gila kali" ucap Sayu dengan pelan.

Kizuka langsung menggenggam tangan kanan Sayu dengan eratnya dan menariknya secara paksa. "Kau harus ikut kami!" ujar dengan tegas.

"Tidak akan!" teriak Sayu dan berusaha melepaskan genggaman tangan Kizuka dan lepaslah genggaman tersebut.

Yukari lalu melindungi Sayu dari depan. "Aku tidak akan membiarkan kalian membawa Selena-san kemana-mana!" ucapnya.

"Hm, kalau begitu kau juga ikut!" ucap Kizuma yang langsung memukul pundak Yukari dengan keras dari belakang dan membuatnya pingsan.

"Yukari-san!" teriak Sayu namun tiba-tiba pundaknya dipukul dengan keras oleh Kizuka yang menyebabkan dirinya juga pingsan. Di antara sadar dan tak sadar, dia memanggil pelan nama seseorang "Rei... kun...", namun... orang yang di panggil tak kunjung datang.

Akhirnya Yukari dan Sayu di culik oleh Three Moiare Sister bersama barang belanjaan mereka dan Author juga.

-00-

Iwatodai Dorm, Lounge.

Semua sudah masuk ke kamar masing-masing, kecuali Reizato yang tengah berada di Lounge sendirian dan duduk di sofa dengan gelisah. Menunggu tunangannya yang tak kunjung pulang. "Sebentar lagi Dark hour," ucapnya setelah melihat jam dinding di Asrama. "Kenapa Selena lama pulangnya? Aku jadi khawatir" tanyanya dengan nada khawatir.

Tiba-tiba Minato turun dari tangga bersama Minako. Mereka lalu menuju ke arah Reizato saat mengetahui Reizato duduk di sofa Lounge sendirian. "Reizato-san..." tanya Minato.

Reizato lalu menoleh ke arah Minato. "Oh kalian, kenapa kalian tidak tidur? ada apa?" tanya Reizato.

Minato menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya, seperti bersiap memberitahu sesuatu. "Apa Yukari bersamamu? Soalnya dia tidak ada di kamarnya dan juga tidak kelihatan setelah makan malam" ucapnya yang membuat Reizato terkejut dan kaget lalu berdiri.

"APA?" teriak Reizato histeris. "MINAKO, APA KAU SUDAH CEK SETIAP WC PEREMPUAN DI DALAM ASRAMA?" tanyanya pada Minako dan bukan Minato, karena Minato adalah laki-laki dan tidak mungkin seorang laki-laki memeriksa WC Perempuan, kecuali jika dia adalah penganut ajaran junpei Iori yang langsung di eksekusi Mitsuru, di lempar laptop oleh Fuuka, di tebas dengan Naginata oleh Minako dan di panah oleh Yukari sampai mati.

Minako menggeleng dan membuat Reizato berteriak "APA?" dengan histeris yang membuat kaca Asrama pecah dan berhasil membangunkan para penghuni Asrama sampai mengundang mereka untuk segera menghampiri Lounge di lantai 1 dengan memakai piyama saja.

"Kenapa kalian ribut-ribut?" tanya Mitsuru dengan nada marah.

"Iya, nggangguin orang mimpi lagi kawin sama Meiko-chan aja" ucap Kaito yang mendapatkan sebuah taplokan daun bawang besar dari Miku.

"Kita putus!" ucap Miku dengan nada anak kecil yang merdu sambil kembali ke kamarnya.

"Miku!" Kaito langsung menyusul Miku sambil ngesot dan ke jadian itu membuat semua sweatdrop.

"Sudah tuh 2 orang jangan di perhatikan dulu!" ucap Reizato dengan keras. "KARENA YUKARI MENGHILANG DAN SELENA TIDAK PULANG SAMPAI SAAT INI, APALAGI SEBENTAR LAGI DARK HOUR!" lanjutnya.

"APA?" teriak semua yang mendengar kecuali Minato dan Minako.

Tiba-tiba Dark Hour datang, membuat suasana sekitar menjadi mencekam. Angin bertiup dengan kencang dan membuat pintu jendela terbuka dan tertutup dengan kerasnya. Tak lama setelah itu, sebuah pesawat kertas, terbang dan masuk memalui pintu Jendela yang tertiup dan sampailah di atas tanah yang membuat suara,

TUS

Yang membuat semua orang menoleh ke arah jatuhnya pesawat kertas tersebut.

"Hei lihat, ada pesawat kertas!" ucap Junpei yang histeris.

"SUDAH TAHU!" teriak semuanya.

Minato lalu mengambil pesawat kertas tersebut dan membuka isinya. "Ini pesan..." ucapnya setelah mengetahui bahwa pesawat kertas tersebut berisi sebuah pesan.

"Apa isinya?" tanya Reizato. Semuanya akhirnya mendekat ke arah Minato sedekat mungkin agar dapat membaca isi pesan tersebut.


Dear Joker,

Jika kau ingin melihat Sayu dan seorang gadis yang bernama Yukari Takeba hidup dan tidak terluka sedikitpun, Kau harus datang ke Gekkoukan High school tepat tengah malam saat 'New Moon' dan sebelum Dark Hour tiba, dengan membawa peti kecil milik Sayu yang dia simpan dan memakai kostum apa saja asalkan wajah tertutupi dan di temani 1 orang saja yang juga tertutupi wajahnya. Jika kau lapor polisi atau macam-macam, kau akan tahu akibatnya.

/V\
(-H-)
V


Reizato dengan penuh amarah ingin sekali berteriak, namun amarah itu ditahannya saat melihat nama 'Sayu' tertera di surat tersebut. dia berpikir sejenak ("Sayu? Entah mengapa aku mengenalnya?").

Tiba-tiba kepalanya mejadi sakit saat mengingat nama tersebut,

CIIIIIING!

"AAAAAARRRRGGGGHHHH...!" Reizato jatuh berlutut sambil memegang kepalanya yang cenat-cenut memikirkan nama Sayu.

Semua yang melihat hal itu menjadi panik dengan keadaan Reizato. "REIZATO-SAN KAU KENAPA?" tanya Minato yang juga panik.

"Ke... kepa-laku..." desah Reizato kesakitan yang tiba-tiba saja dia pingsan di tempat.

"REIZATO-SAN!"


Di sebuah ruangan putih yang luas dan berisi anak-anak yang sedang bermain dengan senangnya, duduklah seorang anak berumur 12 tahun berambut coklat susu berantakan dan bermata coklat kemerahan, sedang membaca sebuah novel berjudul New Mobile Report Gundam Wing: Endless Waltz dengan serisunya.

Tiba-tiba seorang gadis kecil berumur 10 tahun berambut merah mudah panjang sebahu, mendekati anak laki-laki berumur 12 tahun itu dengan herannya. "Kau sedang main apa?" tanyanya.

Anak laki-laki kecil itupun kaget, kemudian menjawab pertanyaan gadis kecil itu "Aku sedang membaca sebuah cerita".

"Apa boleh aku ikut membacanya?" tanya gadis kecil itu.

"Boleh, kalau kau mau aku membacakanya... baiklah." tawar anak laki-laki itu pada gadis kecil tersebut.

"Hore!" teriak suara gadis kecil tersebut dengan senang dan langsung duduk di samping anak laki-laki itu.

"Baiklah, tapi sebelum itu... siapa namamu?" tanya anak laki-laki itu dengan wajah dingin.

"Namaku Sayu, Sayu Hiroshi" ucap gadis tersebut yang bernama Sayu. "Kalau namamu..." Tanyanya pada anak laki-laki itu.

"Na-namaku... Reizato, Reizato Takeba. Senang berkenalan denganmu... Hiroshi-san..." ucap anak laki-laki yang bernama Reizato dengan dingin pada Sayu.

"Panggil saja namaku secara langsung! Reizato-kun..." sahut Sayu yang tersenyum pada Reizato.

"..." tanpa berkata apapun, akhirnya Reizato menoleh ke arah bukunya dan mulai membacakann isi novel tersebut sekencang mungkin sampai membuat kaca ruangan tersebut pecah semua.

Tiba-tiba semua pandangannya menjadi kabur dan tak lama kemudian, semuanya menjadi... gelap.


Kamis/18/06/2009, pagi.

Unknown Palace

"Reizato-kun..." Sayu tertidur lelap, memimpikan Reizato saat pertama kali bertemu dengannya.

"Selena-san, Selena-san ayo bangun!" Yukari mencoba membangunkan Sayu dari mimpi indahnya yang berada di satu ruangan yang gelap.

Sayu perlahan-lahan membuka matanya. "Yukari-san...?" dia kemudian sadar kalau dia dan Yukari sedang di culik oleh 3 orang aneh.

"Kau tak apa?" tanya Yukari pada Sayu dengan khawatir.

"Aku tidak apa-apa, bagaimana dengamu?" tanya balik Sayu sambil berusaha duduk dan memandang Yukari.

"Tak apa" jawab Yukari.

KREK~

Mereka berdua menoleh ke arah pintu yang di buka oleh seorang berkostum Kamen Rider Kiva yang membawa nampan yang di atasnya terdapat 2 buah piring yang di penuhi Bubur Ayam dan 2 gelas air mineral. Dia kemudian menekan saklar lampu ruangan untuk menyinari ruangan yang gelap itu dengan lampu.

Ruangan itupun akhirnya menjadi terang. Di dalamnya ternyata bersih, lantai yang memakai karpet merah, berbau wangi, terdapat sebuah meja di sudut ruangan yang di atasnya terdapat sebuah TV 32 Inc, ber-AC dan memiliki 2 ranjang yang di tengahnya juga terdapat meja kecil yang memisahkan. Layaknya sebuah kamar hotel dengan dinding berwarna kuning cerah yang mewah. Juga terdapat kamar mandi mewah di sebelah ruangan tersebut.

"Pagi semua, apa tidur kalian nyenyak?" tanya orang tersebut yang ternyata Yoshino.

"Siapa kau?" tanya Sayu yang belum sadar bahwa yang ada di depannya adalah kakaknya.

Yoshino lalu meletakan nampan tersebut di samping meja Tv. "Aku? Hahaha... akulah dalang di balik semua ini..." ucapnya.

"Kau? Lalu kenapa kau menculik kami berdua?" tanya Yukari dengan serius yang berdiri bersama Sayu.

Yoshino kemudian keluar dari ruangan tersebut. "Hanya mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milikku..." ucapnya dan setelah itu meninggalkan mereka berdua sesudah menutup rapat pintu kayu tebal ruangan tersebut.

Yukari berlari ke arah pintu tersebut dan berusaha membukanya, namun gagal karena pintu kayu itu telah di kunci dan sangat tebal untuk di hancurkan. "HEI BUKA!" teriaknya sambil memukul-mukul pintu kayu tebal itu, Kemudian menoleh ke arah Sayu. "SELENA-SAN, JANGAN DIAM DI SITU SAJA... AYO BANTU!" pintanya.

"Baik..." Sayu akhirnya membantu Yukari, namun hasilnya gagal karena pintu kayu tersebut sangat tebal dan terkunci rapat. Akhirnya mereka menghentikan hal yang tak berguna itu dan melihat keadaan luar dari dalam jendela jeruji besih tersebut.

"Sebenarnya... kita ada dimana?" tanya Yukari pada Sayu.

Sayu berjalan ke arah jendela untuk melihat keadaan luar. Anginpun berhembus, meniup rambut merah mudahnya dengan indah. "kita sepertinya berada di sebuah gedung, di lantai 13" jawabnya sambil mengintip wilayah luar.

Yukari sekali lagi terkejut "APA?".

...

Jam demi jam mereka lalui bersama, dengan memakai fasilitas yang ada di sana.

"Selena-san, padahal kitakan di culik, tapi kok kita di beri makan enak, kamar kayak hotel begini dan fasilitas yang mewah. Bukankah ini aneh?" Tanyak Yukari.

"Benar, tapi mengapa ya?" tanya Sayu.

"Entahlah," Yukari terduduk dengan lemas di ranjang. "Hei kenapa kita tidak memanggil Persona saja untuk membebaskan kita" usul Yukari yang kembali bersemangat.

Sayu tersenyum. "Benar, tapi Kita tunggu dulu sampai Dark Hour tiba".

"tapi itu lama..." ucap Yukari.

"Kalau begitu kita mandi dulu, nonton tv dan tidur untuk menjadikan waktu lebih cepat" usul Sayu dan mereka melakukannya.

Tak beberapa lama kemudian, Dark Hour terjadi...

"Baik Selena-san, lakukan!" pinta Yukari.

"Kenapa bukan Yukari-san?" tanya Sayu.

"Akukan tidak membawa Evoker..." jelas Yukari yang membuat Sayu mengerti.

Sayu akhirnya memunculkan kartu Persona bergambar Andormeda di hadapannya. "ANDROMEDA!" kartu melayang itupun di baliknya menghadap depan, namun tidak terjadi apa-apa. "Ke-kenapa ini?" Sayu heran.

Yukari bingung "Ada apa Selena-san?".

"A-Andromeda tidak mau datang" ucap Sayu yang membuat Yukari kaget.

"APA?"

Sayu akhirnya menghentikan aksinya tersebut, kemudian melihat di sekelilingnya. "Sepertinya ada kekuatan dari Persona lain yang membuatku tidak bisa memanggil Personaku" jelasnya.

"Tapi siapa?" tanya Yukari.

...

Three Moiare Sister palace, Lounge.

Yoshino duduk di bawah makhluk berbentuk jam emas bundar besar dengan jarum jamnya yang bengkok dan memiliki patung emas 3 dewi yang duduk di tepinya yang tak lain adalah Personanya yaitu Norn.

Dengan tenang, dia masih tetap memunculkan Norn yang memutar jarum jamnya ke kanan untuk mencegah Sayu agar tidak mengeluakan Personanya. "Maaf, tapi ini demi kebaikanmu..."

-00-

Sabtu/20/06/2009, Morning.

Iwatodai Dorm, Lounge.

"Reizato... Reizato... AYO BANGUN!" teriak Kaito dengan memakai pengeras suara yang membuat Reizato kaget.

"GYAAAAAAA!" dan membuat Reizato secara reflek loncat sampai kepalanya nancap di langit-langit atap asrama. "WOY, TOLONGIN GUE!" teriaknya sambil berusaha melepaskan kepalanya yang nancap di langit-langit atap dan membuat 2 Vocaloid sweatdrop.

Setelah menolong Reizato, Kaito menceritakan apa yang terjadi selama Reizato Tertidur 2 hari di Asrama.

...

Afternoon.

Gekkoukan high School, lantai 2 kelas 2-F.

Seorang Guru perempuan yang terlihat garang, sedang menjelaskan sejarah pada semua murid yang ada di kelasnya. Namun hanya satu murid yang tidak mendengarkan penjelasannya, Minato Arisato.

Pemuda itu hanya menatap bangku kosong yang ada di depannya, Membayangkan seseorang yang selalu duduk di depannya.

("Yukari...") membayangkan gadis berambut Brunette yang selalu tersenyum padanya. Tak terasa sudah 2 hari berlalu semenjak gadis itu di culik bersama tunangan sang kakak gadis itu. Yang dia bayangkan hanya dia seorang di bangku tersebut, tanpa mendengar penjelasan Sensei yang garang di depannya. *Author di lempar penggaris*

TING TONG~

Bel istirahat terdengar nyaring di telinga semua orang, namun tidak untuk Minato Arisato. Tiba-tiba seorang gadis berambut coklat kemerahan berkuncir ekor kuda Pony memanggil namanya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Minato yang terjatuh dalam banyangan ilusinya.

"Nii-san, bangun! Waktunya istirahat!" ucap gadis itu pada sang kakak yang menyadarkannya dari keterpurukan.

Minato sadar. "hm," hanya kalimat itu yang dia lontarkan pada Minako. Dia lalu berdiri dan pergi, meninggalkan ruang kelasnya dengan membawa kotak bekalnya tanpa memperhatikan adik perempuannya. Tidak beberapa lama dia berhenti lalu menoleh sebentar ke arah bangku kosong yang berada di depan bangkunya tersebut dengan perasaan kehilangan. Lalu kembali berjalan keluar.

Minako khawatir dengan keadaan kakak laki-lakinya tersebut.

"Apa dia baik-baik saja?" tanya Junpei yang juga khawatir.

"Entahlah..." jawab Minako.

...

Minato duduk bersender di pagar yang terpasang di tepi-tepi atap Gekkoukan High School. Hanya dia sendiri yang ada disana, dengan di temani sebuah kotak bekal buatannya sendiri di atas pahanya yang belum dia makan, dengan di temani bunga-bunga yang mekar, dengan di temani panasnya terik sinar Matahari yang menyengat, dengan di temani hembusan angin sejuk yang menerbangkan poni rambut biru emonya yang indah, dan juga di temani oleh Mp3 playernya yang selalu bergantung di lehernya dan setia menemaninnya kapanpun dan dimanapun untuk meghibur pemiliknya.

("Kau ada dimana, Yukari?") Kini dia kembali melamuni seseorang lagi, seseorang yang selalu ada dalam hidupnya. "Yukari..." dengan di temani alunan lagu yang di putar oleh MP3 playernya tersebut.

Tiba-tiba seseorang tengah mendekatinya dengan santai. "Ku dengar dari adikku sebelum dia di culik... kau sangat dekat dengannya, apakah benar?" tanya seorang berambut coklat susu berantakan, bermata coklat kemerahan, dengan memakai topi Fedora hitam dan memakai baju putih tahun 90'an dengan memegang sebuah pengeras suara di tangan kanannya yang langsung duduk di samping Minato sejauh 1 meter dan tersenyum tipis padanya.

Minato hanya diam, terus mendengar lagu dari Mp3nya tanpa menghiraukan ucapan laki-laki yang barusan duduk di sebelahnya.

Laki-laki itu memandang langit biru yang cerah yang sedikit berawan. "Lalu ku dengar dari adikmu... selama 2 hari ini... kau menyendiri, apakah benar?" tanya laki-laki itu lagi.

Minato tetap diam dan masih tetap mendengarkan alunan lagu yang di putar oleh Mp3 playernya.

Laki-laki itu tersenyum dan menundukan kepala. "Jadi... kau..." kemudian menodongkan pengeras suara itu ke arah wajah Minato, "BENAR-BENAR MERINDUKAN ADIKKU?!" tanyanya dengan keras menggunakan pengeras suara yang dari tadi dipegangnya dan berhasil membuat Minato mendengar ucapannya sampai terkejut setengah mati. Juga membuat orang-orang yang ada di bawah menuju ke atas untuk mengetahui apa yang terjadi di atas, namun di hentikan oleh penjagaan Junpei dan Akihiko dari bawah tangga.

Akhirnya Minato mematikan lagu yang di putar oleh MP3 kesayanganya tersebut dan menoleh pada orang yang ada di sebelahnya. "Iya... aku merindukan adik anda..." jawab Minato pada kakak dari gadis yang dia rindukan.

Orang yang bergaya detektif itupun memandang Minato. "KAU MERINDUKANYA ATAU MEMIKIRKANNYA?!" tanya laki-laki tersebut dengan keras menggunakan pengeras suara lagi pada Minato.

Minato tersenyum saat mendengar pertanyaan bodoh yang keras dari laki-laki berumur 22 tahun tersebut. Dia kemudian mengambil pengeras suara dari tangan laki-laki itu dengan cepat dan menodongkannya ke arah laki-laki tersebut. "KEDUA-DUANYA!" jawabnya sambil meneriaki laki-laki tersebut dengan pengeras suara itu dan setelah itu tersenyum padanya sambil mengembalikan pengeras suara itu pada laki-laki yang ada di sebelahnya.

"Akhirnya kau tersenyum juga" ucap Laki-laki itu yang langsung mengambil 1 udang yang ada di kotak bekal Minato dengan tangan kanannya lalu memakannya tanpa seijin yang punya. "Tapi kau harus ingat, aku bertanya begitu, bukan berarti aku merestui hubunganmu dengannya, tapi kau... hanya boleh dekat dengannya jika kau... ingin melindunginya saja, mengerti?" ucapnya.

"Hm, terus kenapa anda bertanya begitu?" tanya Minato.

Laki-laki itu tersenyum pada Minato. "Sudah makan dulu sana, jangan menyendiri lagi," hibur laki-laki itu, lalu melihat jam dari Hpnya. "Tinggal 15 menit lagi waktu makan siangmu akan habis, jadi cepat makan" ucapnya setelah melihat jam dari Hp karatan miliknya.

"Baik, terima kasih... Reizato-san..." ucap Minato.

"Iya, aku akan menemanimu di sini sampai kau menghabiskan bekal siangmu" ucap laki-laki bernama Reizato sambil meletakan topi Fedora di atas mukanya, seperti mau tidur. Minato yang melihat hal itu hanya bisa tertawa kecil.

Tiba-tiba waktu berhenti. Minato terkejut dengan hal itu. "Apa yang terjadi?" tanyanya.

Kemudian terdengar kaca pecah.

JTAR!

"Su-suasana ini... Social Link?" tanya Minato, dia pun menatap ke arah langit saat melihat sebuah cahaya keluar dari dalam tubuh Reizato dan membentuk sebuah kartu yang bergambar tongkat di pojok kanan atas, cangkir di pojok kiri atas, koin di pojok kiri bawah, pedang di pojok kanan bawah, gambar Dayang di sisi kiri, gambar Kesatria di sisi kanan, gambar Ratu di sisi bawah, gambar Raja di sisi atas dan di tengah kartu itu terdapat gambar badut yaitu Joker dengan senyum mengejeknya dengan angka 54 di belakangnya.

Thou... Art I... and I... Thou...
Minor Arcana... has Been open ...
From Cane, Cup, Coin, Sword, the Page, the Kninght, the Queen, the King and The Joker...
Thou
can use New Persona Gear...

Kartu itupun berputar, tiba-tiba Persona Gear Arcana Fool milik Minato muncul dan menyatu dengan kartu yang di sebut Minor Arcana. Kini gambar pedang putih yang dimiliki Persona Gear Arcana Foolnya berubah menjadi harpa putih milik Orpheus yang akan di pakai olehnya sebagai senjatanya. Waktu kembali berjalan.

Minato kemudian menangkap Persona Gear barunya dan memandanginya "Minor Arcana?" . Kemudian memasukan kartu itu ke dalam saku celananya.

"Hei... cepat makan, hanya gara-gara terjalinnya Social Link saja kau jadi tak nafsu makan" ucap Reizato yang membuat kaget Minato.

"Re-Reizato-san juga melihat kartu itu?" tanya Minato.

Sambil tetap menutup mukanya dengan Fedora hitam, Reizato menjawab "Aku sebenarnya tidak melihatnya karena wajahku masih kututupi dengan topi Fedora ini, tapi aku dapat merasakannya...".

"Oh," Minato kembali memakan bekalnya.

...

Tak jauh dari tempat itu, di pintu masuk atap. Minako sedari tadi berada di dalam sana dan juga melihat Social Link yang muncul di hadapan Minato dan Reizato.

~To Be Continue~


Maaf jika saya telat membuat cerita, ya walau ceritanya jelek dan tidak bisa di ungkapkan oleh kalimat. Jadi authornya bingung nulis kalimatnya. Silahkan Review~ dan selamat kembali bersekolah~ ^_^