Persona 3: Petualangan Sang Kakak

Disclaimer: Persona 3 milik Atlus, Gundam milik Sunrise, Kamen Rider milik Toei dan Ishinomori Productions.

Warning: OC, OOC dan kemungkinan ada character's dead*Author dibunuh* penuh dengan CrossHover dan GAJE.

Summary: Apa yang menyebabkan Yoshino menculik adik kandungnya sendiri sampai-sampai menginginkan peti kecil miliknya tersebut?


Senin/22/06/2009, Malam hari.

Tatsumi port island, Three Moiare Sister.

Yukari dan Sayu tidak bisa tidur, walau mereka memakai piyama yang di sediakan oleh penculiknya. Namun karena memikirkan orang-orang yang mereka sayangi akhirnya mereka tidak dapat tidur.

"Minato..." sebuah kalimat yang keluar dengan pelannya dari bibir kecil Yukari.

Sayu yang tak sengaja mendengar hal itu mulai mengajak Yukari berbicara. "Kau tidak bisa tidur, Yukari-san?" tanyanya.

Yukari langsung menoleh ke arah Sayu yang berada di belakangnya. "Iya, apa kau juga... Selena-san?" tanya Yukari pada Sayu.

"Panggil saja Sayu, Yukari-chan. Itu namaku semenjak diriku masih kecil dan berkenalan pertama kali dengan kakakmu..." ucap Sayu yang membuat Yukari terkejut.

"Oh..." Yukari sekarang duduk menghadap Sayu di samping ranjangnya. "Bisakah Sayu-san menceritakannya?" lanjutnya.

"Ya..." ucap Sayu, kemudian dia duduk menghadap Yukari. "Saat itu usianya 12 tahun dan usiaku 10 tahun, aku mendekatinya saat dia membaca sebuah novel yang tak kumengerti apa isinya, tapi berakhir sangat aneh, yaitu orang yang menyelamatkan sang putri pergi meninggalkannya bukan menikahinya seperti cerita lain setelah dirinya dan 4 temannya menghancurkan 4 buah makhluk yang bernama Gundam..." jelas Sayu.

Yukari yang mendengar kakaknya pernah membaca cerita seperti itu langsung sweatdrop. "Yah... memang begitulah Nii-san, suka pada Gundam..." ucap Yukari yang lemas. "Tapi... apa benar kita di lantai 13, kok rasanya kita berada di lantai 3?" tanyanya.

Sayu tersenyum. "Memang kita berada di lantai 3..." ucapnya.

"Lah, terus kenapa Sayu-san bilang kita berada di lantai 13?" tanya Yukari.

Sayu tertawa. "Hihihi... biar dramatis, hihihi..." ucapnya yang membuat Yukari sweatdrop dan langsung tidur setelah mendengar ucapan Sayu. "Yukari-san kok tidur, kan aku belum selesai cerita..." ucap Sayu. "Kalau begini, lebih baik aku juga tidur." Sayu akhirnya juga ikut tidur.

~Chapter 20: langkah kecil~

Iwatodai Dorm, lantai 2 kamar Minato.

Minato tidak bisa tidur, dia terus memikirkan tentang Yukari. Sambil terus mendengarkan lagu Haji Rhoma Irama yang berjudul Bergadang, untuk mengisi waktu yang dia gunakan hanya untuk memikirkan seseorang.

Sebentar-sebentar dia menoleh ke arah kalender dan jam dinding. Ya, hari ini adalah Senin. Walau dia tahu apa yang dikatakan oleh Haji Rhoma Irama lewat lagu dangdut yang di dengarkannya tersebut.

Bergadang boleh bergadang~
asalkan ada perlunya~

"Tinggal 1 hari lagi. Yukari, tungggulah aku..." ucapnya pada seseorang yang jauh darinya, berharap orang itu mendengarnya dan menunggunya. Tiba-tiba musik lagunya berganti.

Darah muda, darahnya para remaja~

"Yukari itu pacarmu ya~" goda Pharos yang tidur di sebelahnya tanpa menyadari bahwa Pharos mengetahui isi pikirannya.

"Anak kecil lebih baik tidur!" ucap Minato yang mematikan MP3 Playernya dan memejamkan mata.

Pharos yang melihat Minato tertidur hanya tersenyum. "Selamat malam... Aniki..." dan diapun juga tidur.

...

Sebuah cahaya putih menyeret kesadaran Minato ke sebuah lift berwarna biru Velvet yang terus naik tanpa henti dan di huni oleh seorang lelaki tua berhidung panjang bengkok dan seorang gadis berambut perak pendek yang memakai baju serba ungu dengan memakai topi bellboy. Tempat itu tak lain adalah Velvet room.

Velvet Room

"Welcome the Velvet room my young Boy, khukhukhu..." sapa orang tua tersebut dengan senyum Pedhopilianya. Minato hanya terdiam, menunggu penjelasan dari kakek-kakek yang bisa dikatakan calon Pedhopilia didepannya. "Khukhukhu... tumben kau tidak bertanya, ehem... baiklah. Kulihat di Comphedium milikmu, kau telah mendapatkan sesuatu Arcana yang istimewa. Apa kau tahu Arcana apa itu?" tanyanya dengan meminum seteguk teh buatan.

"Minor Arcana?" tanya Minato.

"Ya, Minor Arcana..." Elizabeth langsung membuka Compedium Minato yang tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah Kartu bergambar pedang, tongkat, cangkir, koin, dayang, kesatria, ratu, raja yang berada di sisi kartu tersebut dan di tengahnya terdapat gambar the Joker yang memiliki latar nomor 56.

Igor yang melihat itu terkesima. "Ah... indah sekali, Minor Arcana..." tiba-tiba kartu Minor Arcana terpecah menjadi 56 bagian tanpa gambar Joker. Kartu-kartu itu memutari tubuh Minato dengan perlahan dan mengeluarkan cahaya pelangi. Kemudian bersatu menjadi 2 kartu bergambar Joker hitam dan Joker putih, lalu bersatu lagi menjadi 1 dihadapannya dan masuk ke Compedium miliknya yang di pegang oleh Elizabeth. "Walau level Minor Arcana tak setara dengan Mayor Arcana, tapi Minor Arcana juga sangat penting bagi dirimu. Yaitu sebagai pelengkap..." Setelah itu, Igor melihat jam tangannya. "Khukhukhu... sepertinya kau akan terlambat untuk masuk sekolah. Jadi... sampai jumpa..." Igor kemudian mengembalikan Minato ke dunia nyata.

Tiba-tiba pandangan Minato menjadi buram dan secara perlahan matanya mulai menutup, menjadikan semua yang di lihatnya menjadi... gelap.

...

Selasa/23/06/2009, Lunch time.

Gekkoukan High School, Halaman belakang .

Minato duduk dengan lemasnya karena menerima hukuman berdiri di luar kelas sampai bel istirahat berbunyi. Namun dia kini tak sendirian disana karena di temani Junpei sahabatnya dan Minako adik perempuannya. Walau tanpa kehadiran seseorang yang memiliki suara cempreng nan indah di antara mereka.

Minako memberi Minato Sandwich Melon. "Nii-san ini ambilah, aku tahu Nii-san pasti tidak membawa bekal ke sekolah, kan~?" ucapnya dengan nada mengejek.

Minato secepat kilat mengambil sandwich melon tersebut. "Terima kasih..." dan memakannya.

"Hey dude, malam ini adalah 'New Moon' loh, apa kau tak akan ikut menyelamatkan Yuka-tan?" tanya junpei yang duduk di sebelah Minato.

Minato sebenarnya juga ingin menyelamatkan Yukari, namun karena ada Tetsuya mungkin dia terabaikan untuk menyelamatkannya. "Mungkin..." ucapnya.

Minako heran dengan jawaban Minato. "Kenapa 'mungkin'?" tanyanya.

Minato menghelah napas. "Hah~... itu karena ada Tetsuya-san dan Reizato-san, mungkin aku tidak akan di ikut sertakan" jawabnya yang membuat Minako dan Junpei terdiam.

Tanpa mereka sadari, sosok pemuda berambut coklat susu berantakan yang mereka maksud sedang tersenyum di balik pohon-pohon yang ada di sana melihat ke inginan mereka yang sepertinya tidak akan tercapai. "Siapa bilang...?" kemudian laki-laki itu berjalan pergi.

...

Evening.

Iwatodai Dorm, Lantai 4 Command Room.

Semuanya sudah berkumpul di Command room kecuali Ikutsuki dan Tetsuya. "Baiklah, kita mulai" ucap Reizato pada semuanya.

"Tunggu, bukankah kita harus menunggu Tetsuya-san dulu?" tanya Minato.

Reizato tersenyum "Kenapa kita harus menunggu Tetsuya?" tanyanya yang membuat semua heran kecuali Mitsuru dan Akihiko.

"Bukankah Reizato-san dan Tetsuya-san yang akan menyelamatkan Yukari-san dan Selena-san?" tanya Fuuka.

"Benar" sahut Minato.

Reizato tertawa pelan. "Hihihi... Aku dan kaulah yang akan menyelamatkan mereka berdua..." jelasnya sambil menatap Minato yang membuat remaja berambut biru emo itu terkejut.

"Ke-kenapa aku?" tanya Minato.

"Apa kau tidak mau?" tanya Reizato.

Minato berdiri. "Baiklah, aku ikut" ucapnya dengan cepat.

"Bagus..." ucap Reizato.

Minato kemudian duduk kembali.

"Jadi... mereka akan pakai kostum apa senpai?" tanya Minako pada Mitsuru.

"Yang pastinya keren!" jawab Junpei.

"Akihiko keluarkan!" Mitsuru kemudian menyuruh Akihiko untuk mengeluarkan koper yang di bawah olehnya. Koper itupun di letakannya di atas meja.

"Silahkan, langsung di buka!" Pinta Akihiko. Dengan penuh semangat, Reizato membuka koper besar itu.

"APA INI?!" teriak Reizato yang kaget setelah membuka isi koper tersebut.

-00-

Three Moiare Sister Place

KREK~

Pintu ruangan dimana Sayu dan Yukari di sekap telah di buka oleh Yoshino yang membuat 2 gadis itu terbangun.

"Kalian cepat bangun dan pakai baju kalian yang dulu, sebentar lagi kalian akanku bebaskan!" ucap Yoshino yang membuat Yukari dan Sayu kaget. Diapun kemudian segera pergi.

"TUNGGU!" teriak Sayu yang menghentikan gerakan Yoshino yang masih belum dia sadari bahwa yang berada di depannya tersebut adalah kakaknya.

Yoshinopun menoleh ke arah adiknya. "Apa?" tanyanya.

"Kenapa kau lakukan ini semua, apa tujuanmu yang sebenarnya?" tanya Sayu.

"Sudahku bilang, akan ku ambil sesuatu yang seharusnya menjadi miliku" ucap Yoshino dengan dingin.

"Sebenarnya barang apa yang kau maksud hingga kau menculik kami berdua?" tanya Sayu.

"Nanti kau akan tahu barang apa yangku maksud dan siapa aku sebenarnya... " ucap Yoshino dan segera menutup pintu ruangan tersebut.

-00-

Iwatodai Dorm, Lantai 4 command Room.

"Perkenalkan cemua~ namaku Teddy, senang berkenalan dengan kalian, Kuma~" ucap sebuah boneka beruang yang melambaikan tangannya ke arah Fuuka, Minako, Mitsuru, Akihiko, Minato dan Junpei yang membuat semua orang ketawa.

"WKWKWKWKWK XD Reizato-san ternyata pantes pake kostum itu ya" ucap Minako sambil tertawa.

Reizato langsung merobek-robek kostum Teddy dari dalam. "WOY KENAPA GUE DI BERI KOSTUM KAYAK GINI SIH?!" teriaknya dengan marah.

"Yah... padahal kostumnya imut banget, sayang dirusak..." ucap Minako dengan lemas.

"Soalnya tidak ada kostum lain" jawab Mitsuru.

"Huft... untung aku kemarin pesan 2 buah kostum Spiderman sama Harry Potter" ucap Reizato sambil menunjukan 2 buah kostum Spiderman.

Junpei berpikir sejenak. "Bukankah Harry Potter itu penyihir, kok mesannya disana bukan sama Peter Parker?" tanyanya.

Reizato mulai menjelaskan. "Harry Potter itu adiknya Peter Parker, lihat nih fotonya sama persis" sambil menunjukan foto mereka berdua yang masih bayi berwajah Mr. Bean.

"Oh~" semua menjadi sweatdrop saat mendengar penjelasan gaje dari pemuda tersebut.

Akhirnya Reizato dan Minato berangkat ke Tartarus naik taksi dengan membawa kotak milik Sayu setelah pamit kepada Mpok Nori yang tak lain adalah Mitsuru. *Author di ceramahin Mpok Nori*

Bisakah mereka berhasil menyelamatkan Yukari dan Sayu? Jangan kemana-mana tetap di Sahurnya OVJ YAK EEEEEE... *Di hajar Barney*

...

Di perjalanan.

"Hey Minato, mau tahu kenapa kau yang harus ikut aku untuk menyelamatkan mereka dan bukan Tetsuya?" tanya Reizato pada Minato yang mengangguk karena dirinya heran dengan sifat Reizato. "Itu karena di surat ancaman pelaku tidak boleh melapor ke polisi, nah... karena Tetsuya itu polisi~ jadi dia nggak di bilangin~" jelasnya layaknya anak TK pada Minato yang menyebabkan remaja berambut biru emo itu sweatdrop, namun di balik sweatdropnya itu ada perasaan lega karena bisa menyelamatkan seseorang yang berarti baginya.

"Reizato-san"

Pemuda berambut coklat susu berantakan itu menoleh kepada Minato. "Ya, ada apa?" tanyanya.

"Terima kasih" ucap Minato pada Reizato.

"Sama-sama" balas pemuda tersebut.

Tiba-tiba waktu berhenti dan terdengar kaca pecar.

JTAR!

Lalu keluar kartu kumpulan kartu remi yang menjadi satu kartu yang di sebut Minor Arcana, pertanda bahwa ke akraban mereka semakin dekat. Kartu itupun berubah menjadi cahaya dan masuk ke kartu Minato.

"Sepertinya aku tahu kenapa Yukari dekat denganmu" ucap Reizato yang membuat Minato semakin heran.

"Kenapa?" tanya Minato.

"Kita sudah sampai," Reizatopun mengalihkan pembicaraan. "Pak berhenti pak!" ucapnya menyuruh supir taksi menurunkan mereka berdua, setelah itu Reizato membayar supir itu dengan uang pas.

"Jadi, kenapa Yukari bisa dekat denganku?" tanya Minato.

"Lebih baik kita memakai kostum Spiderman dan bersiap untuk Dark hour!" pinta Reizato yang sekali lagi mengalihkan pembicaraan.

...100...

...99...

...98...

"WOY BISA CEPETIN DIKIT NAPA!" teriak Reizato pada sang penulis.

"Sory" ucap Author.

...3...

...2...

...1...

...0...

...-1...

...-2...

...*Author di dark Rasengan Menma*

...

Dark Hour.

Tatsumi port Island, Tartarus.

"Minato kau siap?" tanya Reizato.

"Aku siap dan apakah anda siap?"

"Roger" balas Reizato. Akihnya mereka memasuki halaman depan Tartarus. Tanpa mereka sadari, segerombolan orang dengan memakai baju pasukan Marinir U.S.E, SAS, Densus-88 dan anti terrorisme muncul begitu saja dan mempersiapkan senjata-senjata mereka.

"Report Team" ucap salah satu orang tersebut sambil mengeluarkan senjata M249.

"Sector clear" sahut salah seorang yang membawa senjata M4A1.

"Roger That" sahut yang lain yang membawa senjata SPAS 12, BULLPUP, HE Grenade, Smoke Grenade, Tec 9 dan Perisai anti peluru dengan membawa pistol FN Five-Seven.

"GO GO GO!" merekapun masuk ke Tartarus, seperti berusaha menyelamatkan sandera.

Bagaimanakah kelanjutannya?

~To Be Continue~


Ok ini cerita pantesnya di lanjutin atau tidak, soalnya terlalu Gaje. Apalagi apa hubungannya Harry Potter sama Peter Paker? Itu yang membuat saya heran denan cerita yang di buat oleh teman saya. Mungkin sama-sama pake kacamata kali?

Terserahlah yang penting bakal bisa ketawa.

Terima kasih untuk Reviewnya dari:

IarIz (Chapter 9): Yuu memang adult dan seorang murid pindahan.

IarIz (Chapter 19): ini sudah di jelasin, ternyata Sayu bohong.

OK saya mau tanyak, SIAPA DARI KALIAN YANG SUDAH NONTON PERSONA 4 THE ANIMATION TRUE ENDING? Soalnya saya mau tahu kelanjutan filmnya, Please di jawab... dan jangan lupa untuk

~REVIEW~